0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
436 tayangan9 halaman

Keterkaitan Gas Mulia dan Elektron

Unsur gas mulia pertama kali ditemukan pada tahun 1868 oleh Pierre Janssen dan Joseph Lockyer. Ramsay kemudian menemukan argon dan unsur gas mulia lainnya. Unsur-unsur ini memiliki sifat kimia yang sangat stabil karena konfigurasi elektronnya telah terisi penuh, sehingga sangat tidak reaktif. Sifat fisik seperti titik didih dan energi ionisasi meningkat dari helium ke radon seiring bertambahnya jari-jari atom dan

Diunggah oleh

abghipraya adjie
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
436 tayangan9 halaman

Keterkaitan Gas Mulia dan Elektron

Unsur gas mulia pertama kali ditemukan pada tahun 1868 oleh Pierre Janssen dan Joseph Lockyer. Ramsay kemudian menemukan argon dan unsur gas mulia lainnya. Unsur-unsur ini memiliki sifat kimia yang sangat stabil karena konfigurasi elektronnya telah terisi penuh, sehingga sangat tidak reaktif. Sifat fisik seperti titik didih dan energi ionisasi meningkat dari helium ke radon seiring bertambahnya jari-jari atom dan

Diunggah oleh

abghipraya adjie
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kompetensi Inti 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,


seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Kompetensi Dasar

Menganalisis kelimpahan, kecenderungan


Menjelaskan sifat-sifat
sifat fisik dan sifat kimia, manfaat, dampak,
proses pembuatan unsur-unsur golongan unsur-unsur gas mulia
utama (gas mulia, halogen, alkali dan alkali
tanah, periode 3) serta unsur golongan transisi
Menganalisis reaksi-reaksi
(periode 4) dan senyawanya dalam kehidupan
sehari-hari. unsur-unsur gas mulia.

Tujuan :

1. Berdasarkan literatur peserta didik mampu menjelaskan sifat-sifat fisis


unsur-unsur gas mulia dengan tepat.
2. Berdasarkan literatur peserta didik mampu menjelaskan sifat-sifat kimia
unsur-unsur gas mulia dengan tepat.
3. Berdasarkan sifat kimianya peserta didik mampu menganalisis reaksi-
reaksi unsur-unsur gas mulia dengan tepat.

GAS MULIA
Gas Mulia pertama kali ditemukan pada tanggal 18 Agustus 1868 oleh
Pierre Janssen dan Joseph Horman Lockyer. Ketika sedang meneliti gerhana
matahari total, mereka menemukan sebuah garis baru di spektrum sinar matahari.
Mereka menyakini bahwa itu adalah lapisan gas yang belum diketahui
sebelumnya, lalu mereka menamainya Helium. Pada tahun 1894, seorang ahli
kimia Inggris bernama William Ramsay mengidentifikasi zat baru yang terdapat
dalam udara. Sampel udara yang sudah diketahui mengandung nitrogen, oksigen,
dan karbon dioksida dipisahkan. Ternyata dari hasil pemisahan tersebut masih
tersisa suatu gas yang tidak reaktif (inert). Gas tersebut tidak dapat bereaksi
dengan zat-zat lain sehingga dinamakan argon (dari bahasa Yunani argos yang
berarti malas). Empat tahun kemudian Ramsay menemukan unsur baru lagi, yaitu
dari hasil pemanasan mineral kleverit. Dari mineral tersebut terpancar sinar alfa
yang merupakan spektrum gas baru. Spektrum gas tersebut serupa dengan garis-
garis tertentu dalam spektrum matahari.

Pada saat ditemukan, kedua unsur ini tidak dapat dikelompokkan ke


dalam golongan unsur-unsur yang sudah oleh Mendeleyev karena memiliki sifat
berbeda. Kemudian Ramsey mengusulkan agar unsur tersebut ditempatkan pada
suatu golongan tersendiri, yaitu terletak antara golongan halogen dan golongan
alkali. Untuk melengkapi unsur-unsur dalam golongan tersebut. Ramsey terus
melakukan penelitian dan akhirnya dengan mempelajari sifat-sifatnya, ia dapat
menunjukkan bahwa gas-gas tersebut adalah unsur – unsur baru. yang sekarang 
dikenal sebagai unsur He, Ne, Ar, Kr, serta Xe (dari hasil destilasi udara cair).
Kemudian unsur yang ditemukan lagi adalah radon yang bersifat radioaktif.

Tahukan anda ??

Ramsay terus-menerus melakukan penelitian memperoleh hadiah Nobel


pada tahun 1904. Pada masa itu, golongan tersebut merupakan kelompok unsur-
unsur yang tidak bereaksi dengan unsur-unsur lain (inert) dan dibri nama golongan
unsur gas mulia atau golongan nol
A. Sifat-Sifat Gas Mulia
Sifat-sifat unsur sangat ditentukan oleh konfigurasi elektronnya. Unsur-unsur dalam
sistem periodic disusun menurut kenaikan nomor atom dan berdasarkan konfigurasi
elektronnya. Unsur-unsur yang memiliki susunan elektron terluar sama memiliki sifat kimia
yang sama dan dimasukkan dalam satu golongan, dan unsur-unsur yang memiliki jumlah
kulit yang sama dimasukkan dalam satu periode. Sifat-sifat tersebut meliputi sifat fisis dan
sifat kimia, seperti penampilan, kelarutan, titik didih, titik leleh, kekerasan, jari-jari atom,
kereaktifan, dan sifat khusus lainnya. Sifat fisis gas mulia akan dijelaskan menggunakan data
sifat atomik dan struktur unsure gas mulia, sedangkan sifat kimianya menggunakan data sifat
atomic dan konfigurasi elektronnya.
a. Sifat fisis gas mulia
Untuk dapat mempelajari kecenderungan sifat fisis gas mulia, simak data sifat atomik
dan struktur unsurnya.
 Sifat atomik gas mulia
Tabel 1. Berikut memuat sifat atomik unsur-unsur gas mulia
Unsur Jari-jari Energi keelektron Bilangan
kovalen ionisasi egatifan oksidasi
(pm) (kJ/mol)
Helium 50 2.640 - 0
Neon 71 2.080 - 0
Argon 98 1.520 - 0
Kripton 112 1.350 3,1 0; 2
Xenon 131 1.170 2,4 0; 2; 4; 6; 8
Radon 145 1.040 2,1 0; 4
Dari tabel ini, terlihat jelas adanya suatu keteraturan sifat atomik gas mulia dari He ke Rn.
 Nilai jari-jari atom (jari-jari kovalen) bertambah dari He ke Rn
 Nilai energi ionisasi berkurang dari He ke Rn
 Nilai keelektronegatifan He, Ne, dan Ar tidak ada, sedangkan nilai keelektronegatifan
berkurang dari Kr ke Rn
 Nilai bilangan oksidasi He, Ne, dan Ar adalah nol, sedangkan Kr, Xe, dan Rn memiliki
beberapa bilangan oksidasi.

Dalam satu golongan sifat-sifat fisis gas mulia (jari-


jari atom, energi ionisasi, dan keelektronegatifan dari He
ke Rn bertambah
 Struktur unsur gas mulia
Unsur gas mulia berada sebagai atom tunggal (monoatomik) yang terikat satu sama
lainnya oleh gaya London. Karena gaya London pada gas mulia bekerja pada atom-atom
tunggal, maka faktor yang mempengaruhi gaya London adalah ukuran atom berupa jari-jari
atom. Oleh karena jari-jari atom bertambah dari He ke Rn, maka gaya London dari He ke Rn
juga akan semakin kuat.
Selanjutnya, simak bagaimana sifat atomic dan struktur unsur akan mendasari
kecenderungan sifat-sifat fisis gas mulia, yakni kerapatan, titik leleh, titik didih, perubahan
entalpi peleburan (∆Hfus), perubahan entalpi penguapan (∆Hv), dan daya hantar panas.

Unsur Kerapatan Titik Titik didih ∆Hfus ∆Hv Daya hantar


(kg/m3) leleh (oC) (kJ/mol) (kJ/mol) panas
(oC) (W/cmK)
Helium 0,179 -272 -269 * 0,0845 0,001520
Neon 0,900 -249 -246 0,332 1,73 0,000493
Argon 1,78 -189 -186 1,19 6,45 0,000180
 Nilai 3,71
Kripton kerapatan gas-157mulia dipengaruhi
-152 oleh 1,64
massa atom,
9,03jari-jari0,000095
atom dan gaya
XenonLondon.5,88 -112 semakin-107
Nilai kerapatan besar dengan2,30 12,64
pertambahan massa atom0,000057
dan kekuatan
radon 973 -71 -61,8 2,89 16,4 0,000036
gaya dapat
*He tidak London, dan sebaliknya
dipadatkan semakin kecilsuhu
dengan menurunkan dengan bertambahnya jari-jari atom. Jadi
nilai kerapatan gas mulia bertambah dari He ke Rn, maka kenaikan nilai massa atom
dan kekuatan gaya London dari He ke Rn lebih dominan dibandingkan kenaikan jari-
jari atom
 Dalam satu golongan dari He ke Rn kekuatan gaya London semakin bertambah
sehinggaatom-atom gas mulia semakin sulit lepas. Dibutuhkan energi, dalam hal ini
suhu yang semakin besar untuk mengatasi gaya London yang semakin kuat tersebut
Penjelasan…Dari tabel dapat diketahui bahwa:
 Titik didih dan ∆Hv bertambah dari He ke Rn, hal ini dikarenakan kekuatan gaya
London bertambah sehingga atom-atom gas mulia semakin sulit lepas. Dibutuhkan
energi, dalam hal ini suhu yang semakin besar untuk mengatasi gaya London yang
semakin kuat tersebut
 Daya hantar panas berkurang dari He ke Rn, hal ini dikarenakan kekuatan gaya
London bertambah. Dengan kata lain, partikel relative semakin sulit bergerak sehingga
energi dalam hal ini panas akan semakin sulit pula ditransfer
b. Sifat kimia gas mulia
Sifat kimia atau kereaktifan gas mulia akan dibahas menggunakan data sifat atomik
dan konfigurasi elektronnya.
 Sifat atomik gas mulia
Simak data sifat atomik gas mulia pada Tabel 1.
 Konfigurasi elekton gas mulia
Simak konfigurasi elekton gas mulia berikut

Gas mulia memiliki konfigurasi elektron yang sudah stabil. Oleh karena itu, gas mulia
cenderung sulit bereaksi atau tidak reaktif. Hal ini didukung oleh kenyataan bahwa di alam,
gas mulia selalu berada sebagai atom tunggal atau monoatomik. Namun demikian, para ahli
telah berhasil mensintesis senyawa gas mulia pada periode 3 ke atas, yakni Ar, Xe, Kr dan
Rn. Hal ini terkait dengan adanya subkulit d yang belum terisi pada periode 3 ke atas.

Bagaimana kecenderungan kereaktifan gas mulia dari Ark e Rn?


Pada tabel 2 terlihat bahwa kecenderungan kereaktifan gas mulia meningkat dari Kr
ke Rn. Hal ini diperoleh dengan membandingkan kondisi yang diperlukan agar ketiga unsur
dapat bereaksi dengan F2.
Tabel 2 kondisi reaksi unsur Kr, Xe dan Rn dengan fluorin
Unsur Reaksi dengan fluorin (F2)
Kr Reaksi berlangsung jika diberi muatan listrik atau
sinar X pada suhu yang sangat rendah (-196oC)
Xe Reaksi berlangsung jika diberi pemanasan atau
penyinaran (sinar matahari atau sinar UV yang kuat).
Rn Reaksi berlangsung spontan

Namun demikian, kereaktifan Ar tidak bias dibandingkan langsung dengan ketiganya


karena unsure Ar masih belum bisa bereaksi langsung dengan fluorin (F) melainkan dengan
HF pada suhu sangat rendah. Akan tetapi, diduga Ar mempunyai kereaktifan mengikuti
kecenderungan di atas. Hal ini didukung data keteraturan sifat atomic gas mulia, yakni jari-
jari atom yang bertambah dari Ar ke Rn, yang berarti electron valensi semakin terikat lemah
ke inti.

b. Reaksi-reaksi gas mulia


Unsur-unsur gas mulia Ar, Kr, Xe dan Rn dapat bereaksi dngan unsur-unsur yang
sangat elektronegatif seperti F dan O. perhatikan beberapa reaksi gas mulia berikut:
Tabel 3 reaksi-reaksi gas mulia
Gas Reaksi gas mulia Senyawa gas mulia yang terbentuk
mulia
Argon Ar(s) + HF → HArF Argon hidrofluorida
(Ar) HArFadalah senyawa Ar pertama yang disintesis sekitar
tahun 2000. Senyawa ini dihasilkan oleh fotolisis HF dalam
matriks Ar padat dan stabil pada suhu rendah. Kestabilan
senyawa terletak pada energy yang diperlukan untuk
memecahkan ikatan H-ArF yang lemah. Jika dipanaskan
atau terjadi interaksi antar-molekul, molekul-molekulnya
secara spontan dapat terurai kembali menjadi HF dan Ar
Kripto Kr(s) + F2(s) C KrF2(s) Kripton Fluorida
n Kr dan F2 direaksikan dengan cara mendinginkannya pada
(Kr) suhu -196oC, lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinat
X.
Xenon Xe(g) + F2(g) → XeF2(s) Xenon fluorida
(Xe) Xe(g) + 2F2(g) → XeF4(s) - XeF2 dan XeF4disintesis dengan memanaskan Xe dan
Xe(g) + 3F2(g)berlebih → F2 pada tekanan 6 atm. Jika jumlah pereaksi F2 berlebih,
XeF6(s) diperoleh XeF6
- Senyawa XeF2, XeF4, dan XeF6 adalah kristal stabil tak
berwarna yang bersifat sangat reaktif.
XeF6(s) + 3H2O(l) → Xenon oksida
XeO3(s) + 6HF(aq) - XeO3 (xenon trioksida) adalah padatan putih yang
XeF4(s) + 12H2O(l) → sangat eksplosif
2XeO3(s) + 4Xe(g) + - XeO4 (xenon tetraoksida) dibuat dari reaksi
3O2(g) + 24HF(aq) disproporsionasi yang kompleks dari larutan XeO 3
yang bersifat alkalin. XeO4 adalah gas yang sangat
1. Mengapa unsur-unsur golongan VIIIA disebut
tidak stabil gas
danmulia?
bersifat eksplosif.
Radon Rn(g) + F2(g)
2. Bagaimana → RnF2
keteraturan Radon
sifat fisisFluorida
jari-jari atom, energi ionisasi, dan
(Rn) keelektronegatifan dari gas mulia?
Reaksi berlangsung spontan.
3. Jelaskan keteraturan sifat-sifat fisis gas mulia berikut: kerapatan, titik leleh, titik
didih dan daya hantar panas!
Soal:
4. Bagaimankah hubungan kereaktifan gas mulia dengan jari-jari atom? Jelaskan!
5. Mengapa gas mulia hanya dapat bereaksi dengan unsur seperti F dan O?
6. Tuliskan reaksi-reaksi gas mulia!
Referensi:

Johari. J.M.C. Rachmawati, M. 2006. Buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XII stadar isi
KTSP
Purba, Michael, 2006. Buku Kimia untuk SMA KelasXII stadar isi KTSP
Sukardjo, 2006. Buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XII
[Link] diakses pada tanggal 25 Mei 2015
[Link].2013/12/[Link] diakses pada tanggal 25 Mei 2015

Anda mungkin juga menyukai