0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
382 tayangan12 halaman

Peta dan Desa di Kecamatan Besuki

Kecamatan Besuki adalah salah satu dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang memiliki luas wilayah 83,87 km2 dan terletak di bagian selatan kabupaten. Kecamatan ini memiliki 10 desa dan berbatasan dengan Kecamatan Bandung di utara, Kecamatan Campurdarat di timur, Samudera Indonesia di selatan, serta Kabupaten Trenggalek di barat.

Diunggah oleh

Aina Mustafidah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
382 tayangan12 halaman

Peta dan Desa di Kecamatan Besuki

Kecamatan Besuki adalah salah satu dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang memiliki luas wilayah 83,87 km2 dan terletak di bagian selatan kabupaten. Kecamatan ini memiliki 10 desa dan berbatasan dengan Kecamatan Bandung di utara, Kecamatan Campurdarat di timur, Samudera Indonesia di selatan, serta Kabupaten Trenggalek di barat.

Diunggah oleh

Aina Mustafidah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Kabupaten Tulungagung

4.1.1 Profil Georafis Kabupaten Tulungagung

Kabupaten tulungagung adalah salah satu Kabupaten yang terletak di


Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Tulungagung terletak pada jalur
primer yang menghubungkan Kabupeten Tulungagung dan Kabupaten Kediri
arah ke utara, ke timur menuju Kabupaten Blitar, dan ke barat menuju Kabupaten
Trenggalek. Terletak kurang lebih 154 km kea rah Barat Daya dari Kota
Surabaya. Secara astronomis terletak diantara 111ᵒ43’-112ᵒ07’ Bujur Timur dan
7ᵒ51’-8ᵒ18’ Lintang Selatan.

Gambar 4.1 Peta Kabupaten Tulungagung

(Sumber: Data dan Statistik Umum Kabupaten Tulungagung 2018)


Wilayah Kota Tulungagung terletak pada ketinggian ± 85 m diatas
permukaan laut. Daerah ini merupakan dataran yang dikelilingi oleh
pegunungan tinggi sehingga dapat dikatakan bahwa Kota Tulungagung
berada pada suatu cekungan/wadah yang menampung curahan hujan yang
mengalir dari daerah sekitarnya. Dengan demikian, Kota Tulungagung
potensial terjadi banjir/genangan pada musim penghujan. Kota Tulungagung
berada pada suatu cekungan, mempunyai jenis tanah Alluvial hidromorf,
jenis tanah yang mempunyai ciri-ciri fisik warna kelabu,bertekstur liat. Jenis
tanah Alluvial ini potensial bagi pengembangan kegiatan pertanian,baik
untuk tanaman padi sawah, polowijo dan perikanan darat. Disamping itu
juga potensial bagi pengembangan perkotaan karena umumnya daerah
Alluvial ini relative datar.

Kabupaten Tulungagung terbagi menjadi tiga daratan yaitu tinggi,


sedang dan rendah. Dataran rendah adalah dataran dengan ketinggian
dibawah 500m dari permukaan laut. Dataran sedang mempunyai ketinggian
500m dari permukaan laut sampai 700m dari permukaan laut. Sedangkan
dataran tinggi merupakan dataran diatas ketinggian 700m diatas permukaan
laut.

4.1.2 Keadaan Demografi Kabupaten tulungagung

Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi modal pembangunan


apabila kualitasnya baik. Namun sebaliknya, bisa juga pembangunan apabila
kualitasnya rendah. Peningkatan jumlah penduduk yang tinggi menuntut
penyediaan lapangan pekerjaan dan fasilitas-fasilitas sosial misalnya
perumahan, kesehatan, dan pendidikan. Penduduk Kabupaten Tulungagung
menurut hasil registrasi penduduk di akhir tahun 2017 mengalami kenaikan
sebesar 0,45% disbanding pada akhir 2016, yaitu dari 1.026.101 jiwa
menjadi 1.037.790 jiwa di akhir tahun 2017, yang terbagi atas laki-laki
502.516 jiwa dan perempuan 528.274 jiwa dengan tingkat kepadatan
penduduk rata-rata 976 jiwa/km². Belum terjadi pemerataan penduduk di
Tulungagung bisa dilihat dari adanya kesenjangan tingkat kepadatan
penduduk antar kecamatan.

Tabel 4.1 Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut


Kecamatan di Kabupaten Tulungagung, 2017
Presentase
Luas terhadap Kepadatan
No Jumlah
Kecamatan Wilayah luas penduduk
Penduduk
(km²) Kabupaten per km²
(%)
1 Besuki 17.583 17.599 35.182 1,00
2 Bandung 21.037 22.435 43.472 0,94
3 Pakel 24.479 25.976 50.455 0,94
4 Campurdarat 28.515 28.808 57.323 0,99
5 Tanggunggunung 11.396 12.688 24.623 0,94
6 Kalidawir 29.593 34.855 64.448 0,85
7 Pucanglaban 10.633 11.626 22.259 0,91
8 Rejotangan 35.357 38.144 73.501 0,93
9 Ngunut 37.784 40.859 78.643 0,92
10 Sumbergempol 32.175 34.898 67.073 0,92
11 Boyolangu 40.440 42.039 82.479 0,96
12 Tulungagung 32.145 34.059 66.204 0,94
13 Kedungwaru 44.883 45.462 90.345 0,99
14 Ngantru 27.764 27.863 55.627 1,00
15 Karangrejo 19.490 20.215 39.705 0,96
16 Kauman 24.730 25.178 49.908 0,98
17 Gondang 26.778 27.834 54.612 0,96
18 Pagerwojo 15.172 15.421 30.593 0,98
19 Sendang 22.022 22.315 44.337 0,99

(Sumber: Data dan Statistik Umum Kabupaten Tulungagung tahun 2018 )


4.1.3 Keadaan Ekonomi kabupaten Tulungagung

Dari tahun ke tahun Kabupaten Tulungagung mengalami kenaikan


dalam hal pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi di
dukung oleh pertumbuhan sektor perdagangan besar dan eceran. Sedangkan
pertumbuhan ekonomi paling rendah adalah sektor pertanian, kehutanan dan
perikanan. Pertumbuhan ekonomi juga terlihat pada meningkatnya Upah
Minimum Kabupaten Tulungagung dari tahum ke tahun.

Tabel 4.2 Upah Minimum Kabupaten Tulungagung


Tahun Upah Minimum Kabupaten

2013 1.007.900
2014 1.107.900
2015 1.237.050
2016 1.420.000
2017 1.537.150
2018 1.671.035
2019 1.805.219
(Sumber: Data sekunder, diolah peneliti)

4.1.4 Pemerintahan Kabupaten Tulungagung


Pemerintahahan adalah suatu system yang mengatur segala kegiatan
masyarakat dalam suatu daerah/wilayah/Negara yang meliputi segala aspek
kehidupan, norma-norma tertentu. Kabupaten Tulungagung sebagai salah satu
kabupaten di Jawa Timur, mempunyai system pemerintahan yang sama
dengan kabupaten/kota di Jawa Timur pada umumnya.

Kabupaten Tulungagung dipimpin oleh PLT Bupati yaitu Drs. H.


Maryoto Birowo, M.M yang disahkan pada tahun 2019. Kabupaten
Tulungagung terdiri dari 19 kecamatan dan 257 desa dan 14 kelurahan.
Berikut adalah tabel persebaran wilayah Tulungagung,

Tabel 4.3 Persebaran Wilayah Tulungagung


No Kecamatan Desa/Kelurahan
.
1. Tulungagung 14
2. Bandung 18
3. Besuki 10
4. Campurdarat 9
5. Boyolangu 17
6. Gondang 20
7. Kauman 13
8. Karangrejo 13
9. Ngantru 13
10. Sumbergempol 17
11. Ngunut 18
12. Rejotangan 16
13. Kalidawir 17
14. Sendang 11
15. Pucanglaban 9
16. Tanggunggunung 7
17. Kedungwaru 19
18. Pagerwojo 11
19. Pakel 19
(Sumber: Data dan Statistik Umum Kabupaten Tulungagung 2018,diolah peneliti)

Pembangunan nasional yang telah dilaksanakan selama ini tidak akan


berhasil sepenuhnya apabila desa/kelurahan sebagai satuan terkecil
pemerintahan tidak pernah tersentuh pembangunan. Berdasarkan Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, di Tulungagung terdapat 145 desa
Swadaya, 91 desa Swakarsa, dan 35 desa swasembada. Sebagai unit terkecil
dari pe,erintahan, setiap desa mempunyai proyek pembangunan desa yang
bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

4.2 Gambaran Umum Kecamatan Besuki


Kecamatan Besuki merupakan salah satu dari 19 kecamatan yang ada di
Kabupaten Tulungagung. Tepatnya sebelah selatan Kabupaten Tulungagung dengan
luas wilayah kecamatan Besuki adalah 83,87 Km2, dengan batas-batasnya yaitu
sebelah utara adalah Kecamatan Bandung, sebelah timur Kecamatan Campurdarat,
sebelah selatan Samudera Indonesia, dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten
Trenggalek.

Karena letaknya yang paling selatan dari Kabupaten Tulungagung, Kecamatan


Besuki menjadi salah satu kecamatan yang memiliki sumberdaya laut dan pantai.
Seperti daerah selatan Pulau Jawa yang lain, Kecamatan Besuki juga memiliki kontur
perbukitan yang dijadikan ladang oleh masyarakat.

Gambar 4.2 Peta Kecamatan Besuki

Dari gambar diatas dapat diketahui bahwasanya terdapat 10 desa yang ada di
Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Selain itu, gambar diatas dapat
menunjukan letak dari masing-masing desa yang ada di Kecamatan Besuki. Setiap
desa memiliki perbedaan masing-masing.
Tabel 4.4 Luas Wilayah Desa Kecamatan Besuki

Luas Wilayah
Desa Presentase
Km2 terhadapad
Kecamatan
Sedayugunung  19.99  23.89

Keboireng  29.42  35.17

Besuki  8.11  9.69

Besole  5.77  6.90

Tanggulwelahan  3.51  4.20

Tanggulturus  3.14  3.75

Tanggulkundung  7.04  8.42

Wateskroyo  1.65  1.97

Tulungrejo  2.11  2.52

Jumlah  83.66  100.00


     

(Sumber : [Link] Kecamatan Besuki


Dalam Angka, 2016)

Tabel diatas menunjukan luas wilayah desa yang ada di Kecamatan Besuki
yang mana amsing-masing Desa mempunyai ciri khas tersendiri seperti sumberdaya
yang dimiliki baik sumberdaya alam atauoub sumber daya manusia. Luas wilayah
tersebut meliputi pemukiman, persawahan, dan lain sebagainya yang dimiliki
masyarakat setempat. Pada setiap desa memiliki jumlah penduduk dan kepadatan
penduduk yang berbeda-beda. Dibawah adalah tabel penduduk yang dapat
memberikan informasi tentang penyebaran demografi di Kecamatan Besuki.
Tabel 4.4 Penduduk Menurut Desa dan Jenis Kelamin
Kecamatan Besuki

Desa Laki-laki Perempuan Jumlah Sex Rasio


Sedayugunung   487   461   948 106
Keboireng  1 396  1 336  2 732 104
Besuki  2 207  2 112  4 319 104
Besole  4 791  4 604  9 395 104
Tanggulwelahan  2 221  2 171  4 392 102
Tanggulturus  1 408  1 421  2 829 99
Tanggulkundun
 1 719  1 846  3 565 93
g
Wateskroyo  1 260  1 395  2 655 90
Siyotobagus  1 148  1 284  2 432 89
Tulungrejo   794   825  1 619 96
Jumlah  17 431  17 455  34 886 100
 

(Sumber : Kecamatan Besuki Dalam Angka, 2016)

4.3 Gambaran Umum Desa Keboireng

Desa Keboireng merupakan salah satu dari sepuluh desa yang terletak di
wilayah administrasi kecamatan Besuki. Sejarah menyatakan, bahwa nama
“Keboireng” tidak muncul dengan tiba-tiba, namun melalui proses yang panjang.
Cerita lama memaparkan riwayat Keboireng sebagai berikut. Pertama, dari etimologi
bahasa bahwa nama Keboireng berasal dari kata “Kebon Miring”. Dahulu kala ada
sebidang lahan perkebunan kopi tradisional yang cukup luas, dan keadaan tanahnya
miring dengan kemiringan tanahnya sampai 60 derajat dari kedataran air laut selatan.
Dan oleh penduduk setempat daerah ini selalu disebut-sebut Kebon-miring yang pada
akhirnya terkenal dan berubah sebutan menjadi Keboireng. Kedua, ditilik dari
kehidupan setempat waktu itu, selain berkebun juga bisa beternak kerbau, istilah jawa
adalah rajakaya. Sehingga daerah tersebut selain untuk lahan perkebunan digunakan
juga untuk menggembalakan kerbau dan sungai yang terletak di kaki lahan ini
dijadikan sebagai kubangannya. Karena melihat kerbau yang berwarna hitam setelah
dari kubangan, sehingga nama kerbau hitam atau keboireng dalam bahasa jawa
diabadikan sebagai nama desa yaitu Desa Keboireng.

Desa Keboireng memiliki visi yaitu “Bersama Masyarakat Membangun Desa


menuju Kehidupan yang Sejahtera” dan memiliki 5 misi yaitu:

1. Meningkatkan manajemen dan kinerja Pemerintah Desa dengan


cara melengkapi sarana dan prasarana atau fasilitas penunjang
pekerjaan.
2. Meningkatkan fungsi dan tugas Lembaga Desa dengan cara
mengadakan pertemuan rutin (kordinasi) dengan lembaga-lembaga
yang ada.
3. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat dengan cara
membangun sarana dan prasarana pendidikan.
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembinaan dan
pengembangan usaha di sektor pertanian, peternakan, maupun
industry rumahtangga.
5. Melertarikan semangat bergotong-royong dalam membangun.
4.3.1 Letak Geografis
Wilayah Desa Keboireng terletak pada wilayah dataran tinggi Dengan
kordinat antara 111ᵒ46’12” BT; 08ᵒ15’55” LS Sampai 111ᵒ46’18” BT ;
08ᵒ15’45” LS, dengan luas 2.948,475 ha. Sebelah utara berbatasan dengan
Desa Tanggulturus, sebelah timur berbatasan dengan Desa Besuki, sebelah
barat berbatasan dengan Desa Sedayugunung dan sebelah selatan adalah
samudera hindiia. Pusat pemerintahan desa Keboireng terletak di dusun
Soireng, RT. 05 RW 01 dengan menempati areal lahan seluas 1.400 m². Dari
seluruh desa yang ada di Kecamatan Besuki, desa ini merupakan yang terluas
dibandingkan dengan luas wilayah desa lain di Kecamatan Besuki [ CITATION
BPS16 \l 1033 ]. Mayoritas wilayah Desa Keboireng adalah hutan.
4.3.2 Kondisi Demografi
Jumlah penduduk desa Keboireng sebanyak 3.295 jiwa yang tersebar
di 1 (satu) Dusun, 2 (dua) RW dan 15 (lima belas) RT, Dari jumlah tersebut,
terdiri dari laki-laki 1.669 jiwa dan perempuan 1.683 jiwa dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata selama 6 (enam) tahun terakhir 1,5 %, dengan tingkat
kepadatan sebesar 111,733 jiwa/km2.
4.3.3 Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Keboireng
Menurut data yang ada di Pemerintahan Desa Keboireng, mayoritas
masyarakat Desa Keboireng berprofesi sebagai wiraswasta seperti pekerja
bangunan, serabutan, dan terdapat beberapa masyarakat yang bekerja sebagai
TKI. Terdapat juga beberapa masyarakat yang menjadi petani. Sebagian kecil
lainnya bekerja sebagai pedagang, pengusaha, nelayan, dan Pegawai Negeri
Sipil (PNS) dan swasta.
Dalam kegiatan sosial masyarakat sehari-hari terdapat beberapa
lembaga sosial yang ada di Desa Keboireng antara lain:
1. LPMD/LPMK
LPMD adalah singkatan dari Lembaga Pemberdayaan
Masyarakat Desa . Lembaga ini dibuat agar desa mampu
memberdayakan masyarakat lebih baik lagi dalam segi apapun.
2. PKK
Kegiatan PKK dimanfaatkan untuk kaum perempuan
terutama ibu rumah tangga untuk berkumpul, mengadakan arisan,
dan melakukan kegiatan=kegiatan positif lainnya. Salah satu
manfaat dari PKK adalah ajang silaturahmi ibu-ibu Desa
Keboireng untuk menjadikan masyarakat rukun dan harmonis.
3. Rukun Warga
Rukun warga atau biasa disingkat dengan RW merupakan
sebuah wadah dalam masyarakat yang tingkatannya lebih luas
daripada rukun tetangga.
4. Rukun Tetangga
Rukun tetangga adalah kumpulan dari beberapa rumah
tangga yang memiliki jarak tempat tinggal yang berdekatan.
5. Karang Taruna
Karang taruna merupakan sebuah wadah yang sengaja
dibentuk untuk menciptakan pemuda-pemuda unggul sebagai
penerus warga desa. Karang taruna diharapkan mampu menggagas
kemajuan untuk Desa Keboireng dengan kegiatan-kegiatan yang
dibuat.
6. Kelompok Tani/Nelayan
Kelompok tani/nelayan adalah wadah untuk berbagi dan
berkumpul bagi masyarakat desa yang bekerja sebagai petani atau
nelayan di Desa Keboireng. Didalamnya terdapat pelatihan-
pelatihan yang bermanfaat bagi petani dan nelayan.
7. Badan Usaha Milik Desa
Badan usaha milik desa merupakan sebuah usaha yang
diolah oleh pemerintah desa dan hasil yang diperoleh dapat
digunakan untuk kemajuan Desa Keboireng. Badan usaha milik
desa juga dapat menjadi wadah bagi usaha yang dibuat masyarakat
desa.
4.5 Gambaran Umum Kawasan Jalan Lintas Selatan Desa Keboireng
Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung

Anda mungkin juga menyukai