0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
467 tayangan22 halaman

RPP Konfigurasi Elektron Kelas X

Rangkuman dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Kimia kelas X semester 1 tentang materi Konfigurasi Elektron (Bohr) dalam 3 kalimat: RPP ini merencanakan pembelajaran melalui pendekatan saintifik dengan model Discovery Learning untuk mencapai tujuan peserta didik memahami konsep konfigurasi elektron Bohr melalui diskusi kelompok dan presentasi hasilnya. Kegiatan pembelajaran terdiri atas pendahuluan, int

Diunggah oleh

yuti kamila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
467 tayangan22 halaman

RPP Konfigurasi Elektron Kelas X

Rangkuman dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Kimia kelas X semester 1 tentang materi Konfigurasi Elektron (Bohr) dalam 3 kalimat: RPP ini merencanakan pembelajaran melalui pendekatan saintifik dengan model Discovery Learning untuk mencapai tujuan peserta didik memahami konsep konfigurasi elektron Bohr melalui diskusi kelompok dan presentasi hasilnya. Kegiatan pembelajaran terdiri atas pendahuluan, int

Diunggah oleh

yuti kamila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Mata Pelajaran : KIMIA


Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Konfigurasi Elektron (Bohr)
Pertemuan ke- :1
Nama Guru : Yuti Kamila, S.Pd

SMA PRAKARYA SINDANG


2019
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Prakarya Sindang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X MIPA / 1 (satu)
Materi/Sub Materi : Struktur Atom / Konfigurasi Elektron (Bohr)
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1 dan 2
Kompetensi Sikap: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya,
menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KI 3 KI 4
Memahami, menerapkan, menganalisis Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu dengan pengembangan dari yang
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, dan mampu menggunakan metode sesuai
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait kaidah keilmuan.
penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerap-kan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


No Kompetensi Dasar (KD) No Kompetensi Dasar (KD)
3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron 4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam
dan pola konfigurasi elektron tabel periodik berdasarkan konfigurasi
terluar untuk setiap golongan dalam elektron
tabel periodic
Indikator Penkancapaian Indikator Pencapaian Kompetensi
No No
Kompetensi (IPK) (IPK)
3.3.1 Menjelaskan pengertian konfigurasi 4.3.1 Menuliskan konfigurasi elektron model
elektron atom Bohr untuk atom.
3.3.2 Menjelaskan pengertian elektron 4.3.2 Menuliskan konfigurasi elektron model
valensi atom Bohr untuk ion.
3.3.3 Menjelaskan pengertian ion
3.3.4 Menentukan jumlah maksimal
elektron pada setiap kulit atom
3.3.5 Menganalisis pembentukan ion dari
golongan utama berdasarkan
konfigurasi elektron
 Nilai Karakter
1. Aktif
2. Kritis
3. Kreatif
4. Kolaboratif
5. Komunikatif

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Discovery Learning (DL), peserta didik terlibat aktif selama
kegiatan pembelajaran berlangsung, memiliki sikap kritis terhadap penyajian fenomena spektrum
atom hidrogen serta kreatif dalam memprediksi ataupun mengajukan pertanyaan, kolaboratif
dalam melakukan diskusi kelompok, dan komunikatif dalam menyampaikan
pendapat/kritik/saran ataupun dalam menjawab pertanyaan, serta dapat menyajikan cara
menuliskan konfigurasi elektron model atom Bohr untuk atom dan ion.

Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui Discovery Learning (DL), peserta didik dapat
menjelaskan konfigurasi elektron dan pola konfigurasi elektron terluar untuk setiap golongan
dalam tabel periodik dengan benar.

D. Materi Pembelajaran
1. Fakta: Spektrum Atom Hidrogen
2. Konsep: Niels Bohr menyatakan kulit atom adalah orbit berbentuk lingkaran dengan
jari-jari tertentu
3. Prinsip: Analisis spektrum atom hidrogen
4. Prosedural: Langkah-langkah menuliskan konfigurasi elektron Bohr

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning (DL)
Metode Pembelajaran : Diskusi kelompok dan ekspositori

F. Media Pembelajaran
 Worksheet/Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
 Lembar penilaian/assessment (aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan)
 PowerPoint Pembelajaran konfigurasi elektron Bohr
 Bahan ajar konfigurasi elektron Bohr

G. Sumber belajar
1. Bagi Peserta Didik
 Sudarmo, Unggul. (2016). Kimia Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
 Ningsih, Sri Rahayu, dkk (2017). Buku Siswa Kimia SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi),
Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
2. Bagi Pendidik
 Sudarmo, Unggul. (2016). Kimia Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
 Ningsih, Sri Rahayu, dkk (2017). Buku Guru Kimia SMA/MA Kelas X (Edisi
Revisi), Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan minggu ke-1 (3 x 45 menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (20 menit)
Nilai yang Alokasi
Kegiatan Langkah-Langkah Pembelajaran
ditanamkan Waktu
a. Etika Peserta didik menjawab salam yang diucapkan 5 menit
Pembuka guru.

Peserta didik (ketua kelas) memimpin do’a


sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Peserta didik diperiksa kehadirannya dan


diminta untuk fokus pada kegiatan
pembelajaran

Peserta didik menyimak penjelasan guru


mengenai judul, tujuan, dan strategi
pembelajaran.

b. Apersepsi Peserta didik menjawab pertanyaan guru Kritis dan 5 menit


mengenai materi prasyarat pembelajaran Kreatif
Teori Atom Bohr pada bab sebelumnya.

c. Motivasi Peserta didik dimotivasi oleh guru melalui Kritis 10 menit


fenomena spektrum atom hidrogen.

Berkas elektron yang dipancarkan oleh senjata


elektron bergerak dalam lingkaran di medan
magnet (gerak siklotron). Elektron itu sendiri
tidak terlihat, tetapi jalurnya dibuat terlihat oleh
molekul udara residu yang berpendar oleh
fluoresensi ketika dipukul oleh elektron yang
bergerak cepat.
2. Kegiatan Inti (90 menit)
Nilai yang Alokasi
Kegiatan Langkah-Langkah Pembelajaran
ditanamkan Waktu
Stimulation  Peserta didik diminta memperhatikan Kritis 30 menit
(memberi beberapa gambar peristiwa berikut:
stimulus)

 Peserta didik mengungkapkan atau


mengajukan pertanyaan mengenai apa yang
diamati dalam gambar.
 Peserta didik mencoba menganalisis pola
yang tepat digunakan untuk merumuskan
jumlah maksimal elektron pada setiap kulit
atom.
 Peserta didik menyimak presentasi singkat
oleh guru tentang konfigurasi elektron Bohr.
Problem  Mengelompokkan peserta didik menjadi 5 Kolaboratif 40 menit
statement kelompok.
(mengidentifikasi  Membagikan Lembar Kerja yang harus
masalah)
didiskusikan dalam kelompok masing-
masing.
 Peserta didik dalam kelompok bekerjasama
mencari dan mengumpulkan data/informasi
yang dipandu dalam LKPD.
Data Collecting  Setiap kelompok melakukan diskusi dan Aktif dan 20 menit
(mengumpulkan studi literatur untuk menganalisis hasil Kreatif
data) diskusi dalam kelompok yang telah
dilakukan melalui presentasi anggota
kelompok.
Data Processing  Setiap kelompok memaparkan hasil diskusi Komunikatif 40 menit
(mengolah data) kelompoknya.
 Peserta didik menyajikan laporan hasil
diskusi.
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk
saling menanggapi hasil diskusi melalui
tanya-jawab dan masukan yang
membangun.
Verification  Guru memfasilitasi setiap kelompok untuk Kreatif 10 menit
(memverifikasi) menyimpulkan hasil diskusi tentang cara
menuliskan konfigurasi elektron Bohr untuk
unsur dan ion.
 Memperhatikan sikap dan keaktifan peserta
didik dalam melakukan diskusi.

1. Kegiatan Penutup (35 menit)


Nilai yang Alokasi
Kegiatan Langkah-Langkah Pembelajaran
ditanamkan Waktu
a. Konfirmasi Peserta didik menyimak ulasan guru Kritis 3 menit
mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran
pada pembelajaran teori tumbukan.
b. Evaluasi Peserta didik mengerjakan tes formatif secara 30 menit
individual.

Peserta didik memperoleh tugas di rumah


untuk membaca materi tentang konfigurasi
elektron mekanika kuantum pertemuan minggu
selanjutnya.
c. Etika Peserta didik berdoa dan menjawab salam 2menit
penutup penutup

I. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
3. Instrumen Penilaian (terlampir)
4. Rencana Tindak Lanjut
a. Remedial : Pembelajaran ulang, tes ulang
b. Pengayaan : Diberikan suatu masalah peserta didik mencoba menganalisis
hubungan konfigurasi elektron Bohr dan penentuan letak unsur
golongan utama.
Lampiran 1.

TEKNIK PENILAIAN HASIL BELAJAR

Penilaian Hasil Belajar


 Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
 Prosedur Penilaian:
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran dan
 Terlibat aktif dalam pembelajaran saat diskusi
konfigurasi elektron Bohr
 Bersikap kritis terhadap sajian
gambar model atom Bohr yang
disajikan
 Bersikap kreatif dalam
menemukan jawaban terkait pola
jumlah elektron maksimal pada
setiap kulit atom
 Mendiskusikan cara penulisan
konfigurasi elektron Bohr baik
untuk atom ataupun ion secara
kolaboratif.
 Komunikatif dalam menjelaskan
konfigurasi elektron Bohr.
2. Pengetahuan
 Menjelaskan pengertian Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas
konfigurasi elektron individu dan kelompok
 Menjelaskan pengertian elektron
valensi
 Menjelaskan pengertian ion
 Menentukan jumlah maksimal
elektron pada setiap kulit atom
 Menganalisis pembentukan ion
dari golongan utama berdasarkan
konfigurasi elektron
3. Keterampilan
 Menuliskan konfigurasi elektron Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
model atom Bohr untuk atom. individu maupun
 Menuliskan konfigurasi elektron kelompok) dan saat diskusi
model atom Bohr untuk ion.
Lampiran 2

LEMBAR PENILAIAN SIKAP

Skor Siswa (S) Tiap


N
Aspek sikap yang dinilai Kelompok ............
o
S1 S2 S3 S4 S5
Terlibat aktif dalam pembelajaran
1
konfigurasi elektron Bohr
Bersikap kritis terhadap sajian gambar
2
model atom Bohr yang disajikan
Bersikap kreatif dalam menemukan jawaban
3 terkait pola jumlah elektron maksimal pada
setiap kulit atom
Mendiskusikan cara penulisan konfigurasi
4 elektron Bohr baik untuk atom ataupun ion
secara kolaboratif.
Komunikatif dalam menjelaskan konfigurasi
5 elektron Bohr.
Total Skor

Petunjuk pengisian:Skor maksimum tiap aspek : 4


Rentang jumlah skor: Kriteria Penilaian
Di atas 16 Nilai:A (amat baik)
12 – 16 Nilai:B(baik)
Di bawah 12 Nilai:C(cukup)
Lampiran 3
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

No Indikator Butir Soal Kunci Jawaban Skor


.
1 Menjelaskan Untuk menyatakan kestabilan Konfigurasi elektron merupakan 4
pengertian suatu unsur diperlukan susunan elektron dalam atom
konfigurasi konfiguasi elektron. Jelaskan berdasarkan tingkat energi atau
elektron yang dimaksud dengan kulit.
konfigurasi elektron tersebut! a. 4Be = 2 2
Tuliskanlah konfigurasi b. 14Si = 2 8 4
elektron pada keadaan dasar c. 17Cl = 2 8 7
untuk beberapa atom berikut: d. 21Sc = 2 8 8 3
a. 4Be
b. 14Si
c. 17Cl
d. 21Sc
2 Menjelaskan Setiap atom mempunyai Elektrn valensi adalah elektron yang 4
pengertian elektron valensi yang dapat terletak pada kulit terluar.
elektron digunakan untuk menyatakan a. 4Be = 2 2
valensi nomor golongan. Jelaskan b. 14Si = 2 8 4
yang dimaksud dengan c. 17Cl = 2 8 7

elektron valensi dan d. 21Sc = 2 8 8 3

nyatakanlah elektron valensi


dari atom-atom pada nomor 1!
3 Menjelaskan Apakah yang dimaksud a. ion: unsur yang bermuatan 4
pengertian dengan: b. anion: ion yang bermuatan
ion a. ion negatif
b. anion c. kation: ion yang bermuatan
c. kation positif
4 Menentukan Berdasarkan pemahaman Cara menuliskan konfigurasi 4
jumlah Anda, simpulkan cara elektron:
maksimal menuliskan konfigurasi 1. Mulai dari lintasan yang
elektron pada elektron mengacu pada ulah paling dekat dengan inti
setiap kulit maksimum elektron yang yaitu kulit K.
atom dapat menempati setiap kulit 2. Kulit paling luar hanya
atom! boleh ditempati maksimal 8
elektron.
3. Isi penuh sebanyak mungkin
kulit berdasarkan daya
tampungnya dan hitung
elektron yang tersisa.
4. Jika sisa elektron kurang
dari 32, maka kulit
berikutnya diisi dengan 18
elektron.
5. Jika sisa elektron kurang
dari 18, maka kulit
berikutnya diisi dengan 8
elektron.
6. Jika sisa elektron kurang
dari 8, maka elektron
tersebut ditempatkan pada
kulit berikutnya dan
merupakan kulit terluar. 

5 Menganalisis Setiap unsur cenderung untuk Unsur mencapai kestabilan 4


pembentukan mencapai kestabilan. dengan 2 cara, cara pertama yaitu
ion dari Bagaimana cara unsur membentuk ion (ion positif karena
golongan mencapai kestabilan tersebut melepas elektron dan ion negatif
utama berdasarkan konfigurasi karena menyerap elektron). Cara
berdasarkan elektron? kedua adalah dengan membentuk
konfigurasi Jelaskan kestabilan yang pasangan elektron.
elektron terbentuk pada unsur
Magnesium dan Bromin! 12Mg = 2 8 2
Unsur natrium membentuk ion
positif dengan melepas 2 elekron
⟶ Mg2+
35Br = 2 8 18 7
Unsur bromin membentuk ion
negatif dengan menyerap 1
elektron ⟶ Br-
Lampiran 4
LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN

1. Hasil penilaian keterampilan mengkomunikasikan hasil analisis terkait konfigurasi elektron


Bohr.

Topik :.........................................................
Tanggal :.........................................................
Jumlah Peserta didik tiap kelompok: ………….orang

Menyampaikan Mempertahan- Jumlah


Nama Peserta Mananggapi Nilai
No Pendapat kan argumentasi skor
didik
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Rubrik :

Menyampaikan pendapat :
1 = tidak sesuai masalah
2 = sesuai dengan masalah, tetapi belum benar
3 = sesuai dengan masalah dan benar
4 = sesuai degan masalah, benar, singkat dan jelas

Menanggapi pendapat :
1 = langsung setuju atau manyanggah tanpa alasan.
2 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar, tetapi tidak sempurna.
3 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar.
4 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi.

Mempertahankan pendapat :
1 = tidak dapat mempertahankan pendapat.
2 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang kurang benar.
3 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar tetapi tidak didukung referensi.
4 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar dan didukung referensi.
Lampiran 5

BAHAN AJAR KONFIGURASI ELEKTRON MODEL ATOM BOHR

Model atom Bohr merupakan model atom yang diajukan oleh ilmuwan Niels Bohr pada tahun 1913.
Niels Bohr mengajukan teorinya mengenai atom berdasarkan analisis spektrum atom. Berikut model
atom yang diajukan oleh Niels Bohr :
1. Dalam atom terdapat lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atom, yaitu tempat bagi
elektron-elektron untuk mengorbit inti tanpa disertai pemancaran atau penyerapan energi.
Menurut Niels Bohr, kulit atom adalah orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu. Tiap
kulit dinyatakan dengan lambang K, L, M, N, dan seterusnya. Masing-masing lintasan ditandai
dengan satu bilangan kuantum utama (n) yang dimulai dari 1,2,3,4, dan seterusnya.

Dengan kata lain :


Lintasan pertama ⟶ kulit K ⟶ n =1
Lintasan kedua ⟶ kulit L ⟶n=2
Lintasan ketiga ⟶ kulit M ⟶ n = 3 , dan seterusnya.

2. Elektron hanya berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan seusuai dengan tingkat
energinya masing-masing. Pada keadaan ground state (tingkat dasar), elektron menempati
lintasan dengan tingkat energi terendah. Elektron tidak boleh berada di antara dua lintasan.
3. Elektron dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain dengan disertai pelepasan atau
penyerapan energi. Pelepasan energi terjadi ketika elektron berpindah dari satu kulit ke kulit
yang lebih dalam misal dari L ke K. Sebaliknya, penyerapan enrgi akan terjadi ketika elektron
berpindah dari satu kulit ke kulit yang lebih luar misalnya dari K ke L.

Konfigurasi Elektron
Konfigurasi elektron merupakan susunan elektron dalam atom berdasarkan tingkat energi atau kulit.
Dari konfigurasi elektron pula, dapat diketahui golongan dan periode dari suatu atom. Untuk
melakukan konfigurasi elektron suatu atom. Secara umum konfigurasi elektron dapat ditentukan
dengan dua metode yaitu :
1. Metode Atom Niels Bohr
2. Metode Atom Meaknika kuantum
Pada konfigurasi elektron model Bohr terlihat lebih sederhana daripada konfigurasi elektron model
mekanika kuantum. Namun model Bohr memiliki kekurangan yang dilengkapi pada cara konfigurasi
elektron mekanika kuantum.
Konfigurasi Elektron Model Atom Niels Bohr
Semakin besar nomor kulit akan semakin besar pula ruang cakupannya untuk menampung elektron.
Dengan kata lain, jumlah elektron yang dapat berada di kulit L akan lebih besar daripada di kulit K.
Jumlah maksimum elektron yang dapat ditampung oleh masing-masing kulit mengikuti persamaan
berikut:

maksimum = 2 n2 elektron

Berdasarkan ketentuan itu, maka :


Kulit K ⟶n=1 ⟶ maksimum = 2 elektron
Kulit L ⟶n=2 ⟶ maksimum = 8 elektron
Kulit M ⟶n=3 ⟶ maksimum = 18 elektron
Kulit N ⟶n=4 ⟶ maksimum = 32 elektron
Kulit O ⟶n=5 ⟶ maksimum = 50 elektron, dan seterusnya
Untuk unsur-unsur yang berada pada golongan utama, berikut beberapa tips menuliskan konfigurasi
elektron:
7. Mulai dari lintasan yang paling dekat dengan inti yaitu kulit K.
8. Kulit paling luar hanya boleh ditempati maksimal 8 elektron.
9. Isi penuh sebanyak mungkin kulit berdasarkan daya tampungnya dan hitung elektron yang
tersisa.
10. Jika sisa elektron kurang dari 32, maka kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron.
11. Jika sisa elektron kurang dari 18, maka kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron.
12. Jika sisa elektron kurang dari 8, maka elektron tersebut ditempatkan pada kulit berikutnya dan
merupakan kulit terluar. 

Contoh : 
Unsur-unsur golongan IA
zX       : K  L  M   N    O   P  Q
1H       : 1
3Li       : 2   1
11Na    : 2   8   1
19K     : 2   8    8    1
37Rb    : 2   8   18   8    1
55Cs    : 2   8   18  18   8     1
87Fr     : 2   8   18  32  18   8   1

Unsur-unsur golongan IIA


zX       : K  L  M   N    O   P  Q
4Be     : 2   2
12Mg   : 2   8   2
20Ca    : 2   8   8    2
38Sr     : 2   8   18  8     2
56Ba    : 2   8   18  18   8     2
88Ra    : 2   8   18  32   18   8   2

Unsur-unsur golongan IIIA


zX        : K  L    M   N    O   P 
5B        : 2   3
13Al     : 2   8   3
31Ga    : 2   8   18    3
49In      : 2   8   18   18   3
81Ti      : 2   8   18   32   18  3

Unsur-unsur golongan IVA


zX        : K  L   M    N    O   P  
6C        : 2   4
14Si      : 2   8    4
32Ge     : 2   8   18    4
50Sn     : 2   8    18   18   4
82Pb     : 2   8    18   32   18   4

Unsur-unsur golongan VA
zX        : K  L   M    N    O   P  
7N        : 2   5
15P       : 2   8    5
33As     : 2   8   18    5
51Sb     : 2   8    18   18   5
83Bi      : 2   8    18   32   18   5

Unsur-unsur golongan VIA


zX        : K  L   M    N    O   P  
8O        : 2   6
16S       : 2   8    6
34Se     : 2   8   18    6
52Te     : 2   8    18   18   6
84Po     : 2   8    18   32   18   6

Unsur-unsur golongan VIIA


zX        : K  L   M    N    O   P  
9F         : 2   7
17Cl      : 2   8    7
35Br      : 2   8   18    7
53I        : 2   8    18   18   7
85At      : 2   8    18   32   18   7

Unsur-unsur golongan VIIIA


zX        : K  L   M    N    O   P    
2He      : 2
10Ne    : 2   8
18Ar     : 2   8    8
36Kr     : 2   8   18    8
54Xe     : 2   8    18   18   8
86Rn     : 2   8    18   32   18   8

Konfigurasi elektron model Bohr masih memiliki kekurangan. Yaitu tidak dapat digunakan untuk
menentukan golongan A dan golongan B. Konfigurasi elektron model Bohr hanya bisa menentukan
nomor golongan yaitu berdasarkan elektron valensi yang dimiliki suatu atom dan periodenya
berdasarkan jumlah kulit yang terisi elektron.

ION
Diantara atom-atom di alam, hanya atom gas mulia yang stabil sedangkan atom yang lain tidak
stabil. Atom-atom yang tidak stabil cenderung bergabung dengan atom lain untuk mendapatkan
kestabilan.
Pada dasarnya, sifat unsur ditentukan oleh konfigurasi elektronnya. Dari konfigurasi elektron
tersebut, Kossel dan Lewis membuat kesimpulan bahwa konfigurasi elektron atom-atom akan stabil
bila jumlah elektron terluarnya 2 (duplet) atau 8 (oktet). Untuk mencapai keadaan stabil maka atom-
atom membentuk konfigurasi elektron.

Bagaimana caranya?

Atom tersebut membentuk ion atau membentuk pasangan elektron bersama.


Dalam membentuk ion, suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Atom-atom yang
mempunyai energi ionisasi rendah misalnya atom-atom dari unsur IA dan IIA dalam sistem perodik
unsur akan mempunyai kecendrungan untuk melepaskan elektronnya, sedangkan atom-atom yang
mempunyai afinitas elektron yang besar, misalnya atom-atom unsur golongan VIA dan VIIA dalam
sistem periodik unsur akan cenderung mengikat elektron.
Atom-atom yang energi ionisasinya tinggi akan sukar melepaskan elektronnya, sehingga dalam
mencapai kestabilannya akan sukar membentuk ion positif. Demikian pula atom-atom yang
mempunyai afinitas elektron rendah dalam mencapai kestabilannya akan tidak membentuk ion
negatif. Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan
atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elektron yang rendah mempunyai
kecendrungan untuk membentuk pasangan elektron yang dipakai bersama. Pasangan elektron yang
dibentuk oleh atom-atom yang berikatan dapat berasal dari kedua atom yang bergabung atau dapat
pula berasal dari salah satu atom yang bergabung.
Lampiran 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


KONFIGURASI ELEKTRON BOHR

Mata Pelajaran : Kimia


Nama : …………………………………………………………….
Kelas : …………………………………………………………….
Kelompok : …………………………………………………………….
Hari, tanggal : …………………………………………………………….

A. Tujuan
Melalui model pembelajaran Discovery Learning (DL), peserta didik terlibat aktif selama kegiatan
pembelajaran berlangsung, memiliki sikap kritis terhadap penyajian konfigurasi elektron dan pola
konfigurasi elektron terluar serta kreatif dalam memprediksi ataupun mengajukan pertanyaan,
kolaboratif dalam melakukan diskusi kelompok, dan komunikatif dalam menyampaikan
pendapat/kritik/saran ataupun dalam menjawab pertanyaan, serta dapat menyajikan cara
menuliskan konfigurasi elektron model atom Bohr untuk atom dan ion.
B. Kegiatan Peserta Didik

Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah mengetahui bahwa struktur atom terdiri atas inti atom
(proton dan neutron) yang dikelilingi oleh electron dalam suatu lintasan. Elektron-elektron tersebut
tersebar ke dalam beberapa lintasan yang mengelilingi inti atom. Jumlah elektron yang menempati
setiap lintasan berbeda-beda. Susunan elektron dalam setiap lintasan atom disebut konfigurasi elektron.
Dengan mengetahui konfigurasi elektron suatu atom, Anda dapat menentukan nomor golongan, nomor
periode, dan elektron valensi suatu atom. Terdapat cara penentuan konfigurasi elektron yaitu cara per
kulit (cara K L M N).

1. Dengan penuh tanggung jawab, bersama anggota kelompok anda carilah informasi tentang
KONFIGURASI ELEKTRON. Kemudian, LENGKAPI data berikut !

a. Nama kulit Atom

Kulit ke 4 = ………
b. Aturan pengisian kulit atom

Kulit ke Lambang e maksimum (2x (n2))


-
1 K 2
2 …………. ………….
3 M ………….
4 …………. 32
5 O ………….

c. Carilah pengertian dari istilah-istilah berikut !

 Konfigurasi elektron =
…………………………………………………………………………………………………….
 Elektron valensi =
…………………………………………………………………………………………………….
 Ion =
…………………………………………………………………………………………………….
2. Lengkapi data konfigurasi elektron berikut pada keadaan dasar dan tentukan elektron valensinya .

Nama unsur Nomor atom Jumlah e pada kulit atom Elektron


(z) Valensi
K L M N O
Karbon (C) 6 …… 4 ……
Aluminium (Al) 13 2 …… …… 3

Galium (Ga) 31 …… 8 …… …… ……
Selenium (Se) 34 2 …… 18 …… …… 6

3. Lengkapi struktur atom berikut berdasarkan konfigurasi elektron pada keadaan dasar!
...

...
❑ K=2
Oksigen= 8O ...

...
... ... ...
❑ K = ...
.... L = ...... Fosfor = 15 P ...
... ...

... L=8
....

...
... M=5
❑ K = ...
Aliminium= Al 13 ...
.... L=8
...

M = ....
...
...

...
Kalsium = K = ...

20 Ca
... ...
...

... ...
K=2 .... L=8

Klorin = Cl ... ... ...
...

17 M=8
.... L = ......
... N = ....
...

M=7

Bandung, 08 September 2019


Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Simpang Teritip Guru Mata Pelajaran Kimia

Nelli Yusnidar, S.Pd Paizah, S.Pd


NIP. 197207112005012005

SOAL TES FORMATIF KONFIGURASI ELEKTRON BOHR

Nama Siswa : ………………………………………………………………….


Kelas : ………………………………………………………………….
Hari/Tanggal : ………………………………………………………………….
Alokasi Waktu : 30 menit

Petunjuk: Jawablah dengan benar, jelas, dan singkat pada kolom yang sudah disediakan!
No. Soal Jawaban
1 Untuk menyatakan kestabilan
suatu unsur diperlukan
konfiguasi elektron. Jelaskan
yang dimaksud dengan
konfigurasi elektron tersebut!
Tuliskanlah konfigurasi
elektron untuk beberapa atom
berikut:
a. 4Be
b. 14Si
c. 17Cl
d. 21Sc
2 Setiap atom mempunyai
elektron valensi yang dapat
digunakan untuk menyatakan
nomor golongan. Jelaskan
yang dimaksud dengan
elektron valensi dan
nyatakanlah elektron valensi
dari atom-atom pada nomor 1!
3 Apakah yang dimaksud
dengan:
a. ion
b. anion
c. kation
4 Berdasarkan pemahaman
Anda, simpulkan cara
menuliskan konfigurasi
elektron mengacu pada ulah
maksimum elektron yang
dapat menempati setiap kulit
atom!
5 Setiap unsur cenderung untuk
mencapai kestabilan.
Bagaimana cara unsur
mencapai kestabilan tersebut
berdasarkan konfigurasi
elektron?
Jelaskan kestabilan yang
terbentuk pada unsur
Magnesium dan Bromin!

Anda mungkin juga menyukai