LAPORAN KIMIA
HIDROLISIS GARAM & LARUTAN PENYANGGA
ANGGOTA :
Ana Aulia N (01)
Haniifah Setiani (10)
Mazizah Nurul L (15)
Sakiena Islamia A (30)
XI MIPA 3
SMAN 8 BANDUNG
A. Judul
“Hidrolisis Garam”
B. Tujuan
· Untuk menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air
· Untuk menentukan pH larutan garam dengan pengukuran menggunakan kertas lakmus
merah dan biru atau indikator universal
C. Dasar Teori
Hidrolisis garam adalah reaksi peruraian suatu garam dalam air. Reaksi hidrolisis
terjadi antara ion – ion garam (dalam air) dengan air sehingga ion ( + ) dan ion ( - ) dari
garam bereaksi dengan air membentuk asam dan basa asalnya. Hidrolisis garam pada
dasranya merupakan reaksi asam basa Bronsted-Lowry.
Pencampuran larutan asam dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan air.
Namun demikian, garam dapat bersifat asam, basa maupun netral. Sifat garam bergantung
pada jenis komponen asam dan basanya. Garam dapat terbentuk dari asam kuat dengan
basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, atau asam lemah
dengan basa lemah. Jadi, sifat asam basa suatu garam dapat ditentukan dari kekuatan
asam dan basa penyusunnya. Sifat keasaman atau kebasaan garam ini disebabkan oleh
sebagian garam yang larut bereaksi dengan air. Proses larutnya sebagian garam bereaksi
dengan air ini disebut hidrolisis (hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian).
Ada dua macam hidrolisis :
1. Hidrolisis Parsial / Sebagian
(jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya & pada hidrolisis
sebagian hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, yang lainnya tidak)
2. Hidrolisis Total
(jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa lemah).
Catatan : garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dan
bersifat netral.
Beberapa jenis garam berdasarkan komponen asam basa pembentuknya. Di dalam air
garam ini mengalami ionisasi sempurna menjadi anion dan kation.
a. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat
Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion garam
berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan ini bersifat netral, pH
larutan ini sama dengan 7.
Contoh :
- Larutan KCl berasal dari basa kuat KOH terionisasi sempurna membentuk kation
dan anionnya. KOH terionisasi menjadi H+ dan Cl- . Masing – masing ion tidak bereaksi
dengan air, reaksinya dapat ditulis sebagai berikut.
KCl (aq) → K+(aq) + Cl-(aq)
K+(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
Cl-(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
b. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah
Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian
(parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrolisis.
Larutan garam ini bersifat asam, pH < 7.
Contoh :
- Amonium klorida (NH4Cl) merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat, HCl
dalam basa lemah NH3. HCl akan terionisasi sempurna menjadi H+ dan Cl- sedangkan
NH3 dalam larutannya akan terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH- . Anion Cl-
berasal dari asam kuat tidak dapat terhidrolisis, sedangkan kation NH4+ berasal dari basa
lemah dapat terhidrolisis.
NH4Cl(aq) → NH4+(aq) + Cl-(aq)
Cl-(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
NH4+(aq) + H2O(l) → NH3(aq) + H3O+(aq)
Reaksi hidrolisis dari ammonium (NH4+) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini
menghasilkan ion oksonium (H3O+) yang bersifat asam (pH < 7). Secara umum reaksi
ditulis :
BH+ + H2O → B+ H3O+
c. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat mengalami hidrolisis parsial
dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam
ini bersifat basa (pH > 7).
Contoh :
- Natrium asetat (CH3COONa) terbentuk dari asam lemah CH3COOH dan basa
kuat NaOH. CH3COOH akan terionisasi sebagian membentuk CH3COO- dan Na+.
Anion CH3COO- berasal dari asam lemah yang dapat terhidrolisis, sedankan kation Na+
berasal dari basa kuat yang tidak dapat terhidrolisis.
CH3COONa(aq) → CH3COO-(aq) + Na+(aq)
Na+(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
CH3COO-(aq) + H2O(l) → CH3COOH(aq) + OH-(aq)
Reaksi hidrolisis asetat (CH3COO-) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini
mengahsilkan ion OH- yang bersifat basa basa (pH > 7). Secara umum reaksinya ditulis :
A- + H2O → HA + OH-
d. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah
Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total
(sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air. Larutan
garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal ini bergantung dari perbandingan
kekuatan kation terhadap anion dalam reaksi dengan air.
Contoh :
- Suatu asam lemah HCN dicampur dengan basa lemah NH3 akan terbentuk garam
NH4CN. HCN terionisasi sebagian dalam air membentuk H+ dan CN- sedangkan NH3
dalam air terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH- . Anion basa CN- dan kation
asam NH4+ dapat terhidrolisis di dalam air.
NH4CN(aq) → NH4+(aq) + CN-(aq)
NH4+(aq) + H2O(l) → NH3(aq) + H3O+(aq)
CN-(aq) + H2O(l) → HCN(aq) + OH-(aq)
Sifat larutan bergantung pada kekuatan relative asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb).
- Jika Ka < Kb (asam lebih lemah daripada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih
banyak dan larutan bersifat basa.
- Jika Ka > Kb (asam lebih kuat daripada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih
banyak dan larutan bersifat asam.
- Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral.
D. Rumusan Masalah
· Bagaimana jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air ?
· Bagaiman pengukuran pH larutan garam menggunakan kertas lakmus merah dan biru
atau indicator universal ?
E. Prosedur Percobaan
I. Alat dan Bahan :
1. Alat
· Pipet tetes
· Plat tetes
2. Bahan
· Kertas lakmus merah dan biru
· Kertas indikator universal
· Larutan – larutan :
· Na2CO3
· NH4Cl
· Na2SO4
· MgCl2
· Pb(NO3)2
· ZnSO4
· (NH4)2SO4
· CH3COONa
· (CH3COO)2Pb
· NaCl
· KNO3
· KIO3
II. Cara Kerja :
- Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
- Masing-masing larutan teteskan pada cekungan plat tetes.
- Letakkan kertas lakmus merah pada setiap cekungan yang berada di sebelah kiri dan kertas
lakmus biru pada setiap cekungan yang berada di sebelah kanan.
- Amati perubahan yang terjadi dan catat pada tabel
- Kemudian celupkan kertas pH universal
- Catat pH yang dihasilkan
F. Hasil Pengamatan
Kertas Lakmus
Ph
No. Nama Larutan Lakmus Lakmus Sifat Hidrolisis
Universal
Merah Biru
1. Na2CO3 B B Basa 11 Ya
2. NH4Cl M M Asam 5 Tidak
3. Na2SO4 M M Asam 6 Ya
4. MgCl2 M M Asam 6 Tidak
5. Pb(NO3)2 M M Asam 3 Ya
6. ZnSO4 M M Asam 4 Ya
7. (NH4)2SO4 M M Asam 6 Ya
8. CH3COONa B B Basa 9 Tidak
9. (CH3COO)2Pb M M Asam 5 Tidak
10. NaCl M M Asam 5 Ya
11. KNO3 M M Asam 6 Ya
12. KIO3 M M Asam 6 Ya
G. Pembahasan
1. Larutan MgCl2 ,(NH4)2SO4 ,NaCl, NH4Cl, Pb(NO3)2, KNO3, ZnSO4, KSCN
merubah lakmus biru menjadi merah sehingga dapat diketahui sifat garamnya adalah
asam.
2. Larutan Na2CO3, Na2SO4, (CH3COO)2Pb merubah lakmus merah menjadi biru
sehingga dapat diketahui sifat garamnya adalah basa.
3. Larutan CH3COONa, tidak merubah lakmus merah dan biru sehingga dapat diketahui
sifat garamnya adalah netral.
4. Larutan yang terhidrolisis sempurna adalah (CH3COO)2Pb karena terbentuk dari
asam lemah basa lemah.
5. Larutan yang terhidrolisis sebaguan adalah Na2CO3 (NH4)2SO4, Pb(NO3)2,
CH3COONa ZnSO4 KSCN karena terbentuk dari asam lemah basa kuat atau asam
kuat basa lemah.
6. Larutan yang tidak terhidrolisis adalah , MgCl2, NaCl, , KNO3, Na2SO4 Karena
terbentuk dari asam kuat dan basa kuat
H. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa sifat larutan garam ada tiga
macam yaitu asam, basa, dan netral. Garam yang berasal dari basa kuat dan asam kuat
larutannya dalam air bersifat netral.Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah
larutannya dalam air bersifat basa.Garam yang berasal dari basa lemah dan asam kuat
larutannya dalam air bersifat asam
Larutan garam dalam air dapat terhidrolisis sebagian,terhidrolisis sempurna dan
terhidrolisis total. Sifat larutan garam tergantung padaasam dan basa pembentuknya.
1. Jika garam terbentuk dari asam kuat dan basa kuat maka larutan bersifat netral
2. Jika garam terbentuk dari asam lemah dan basa kuat maka larutan bersifatbasa
3. Jika garam terbentuk dari asam kuat dan basa lemah maka larutan bersifatasam
4. Jika garam terbentuk dari asam lemah dan basa lemah maka sifatnya bisaasam, basa,
atau netral, ditentukan dari ka dan kb nya
Dalam percobaan seharusnya dihasilkan larutan MgCl2, NaCl, dan Na2SO4 yang bersifat
netral juga NH4Cl yang bersifat asam dan Pb(NO3)2 yang bersifat basa. Namun saat
percobaan dilakukan, terjadi kesalahan sehingga larutan yang di bersifat netral teridentifikasi
sebagai larutan asam/basa begitu juga sebaliknya. Kesalahan mungkin terjadi karena larutan
tertukar atau sudah tercampur dengan larutan lain.
I. Lampiran