0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan7 halaman

Konsep Pasar

Modul ini membahas konsep pasar dalam 3 kalimat. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Ada beberapa jenis pasar seperti pasar persaingan sempurna, monopoli, dan oligopoli. Modul ini juga menjelaskan fungsi pasar dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat.

Diunggah oleh

Muhammad Irwansyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan7 halaman

Konsep Pasar

Modul ini membahas konsep pasar dalam 3 kalimat. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Ada beberapa jenis pasar seperti pasar persaingan sempurna, monopoli, dan oligopoli. Modul ini juga menjelaskan fungsi pasar dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat.

Diunggah oleh

Muhammad Irwansyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PERKULIAHAN

Pengantar
Ekonomi
Konsep Pasar

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh


Teknik Teknik Industri 06 W161700010 Asmirawati Ismail

Abstract Kompetensi
Modul ini memaparkan tentang Mahasiswa bisa melakukan analisis
konsep pasar yang tepat konsep pasar.
Pembahasan
Pengertian pasar – Pasar merupakan sebuah tempat untuk bertemunya penjual dan
pembeli. Pasar juga sering dikaitkan dengan tempat jual beli yang tradisional dengan cara
lama.

Bahkan, ada orang yang membedakan antara supermarket dengan pasar. Konotasi pasar


sebagai tempat konvensional dan tradisional kurang tepat, karena definisi pasar sendiri
cukup kuat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan
pembeli. Maka dari itu, pasar bisa berada di mana saja, tidak terbatas ruang dan tidak
terbatas waktu.

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

 Menurut William J. Stanton, makna dari pasar adalah kumpulan dari masyarakat


yang bertujuan untuk mendapatkan rasa puas. Kepuasan itu berasal dari
penggunaan uang untuk ditukar dengan barang yang mereka inginkan. 
 Menurut Simamora Pengertian pasar dari Simamora adalah kelompok masyarakat
dengan kebutuhan dan keinginannya untuk memiliki atau membeli barang tertentu.
Bukan hanya itu, mereka juga punya kemampuan beli terhadap produk tersebut.
Kesempatan tukar-menukar barang dengan alat pembayaran pun ada di dalam
pasar.
 Menurut Kotler dan Amstrong Pasar adalah pertemuan antara para pembeli yang
potensial dan juga penjual yang menawarkan produk atau jasa.
 Menurut Handri Ma’aruf Pasar merupakan ruang para penjual dan pembeli
bertemu. Di sana, ada permintaan dan penawaran antara penjual dan pembeli dan
kemudian juga terjadi transaksi jual dan beli.
 Menurut Atep Adya Barata Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli.
Menurut Atep, pertemuan ini tak harus terjadi secara langsung. Bisa saja melalui
perantara atau bisa saja melalui media tertentu. Kemudian, usai pertemuan ini, ada
pertukaran.

Ada definisi dan pendekatan yang berbeda-beda terkait pasar. Namun, semuanya merujuk
kepada proses pertemuan orang yang membutuhkan atau menginginkan barang dan
memiliki alat tukar dengan mereka yang memiliki barang tersebut.

Fungsi Pasar

Pasar memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan manusia. Berikut adalah fungsi pasar
yang ada di tengah masyarakat di berbagai belahan dunia:

2012 Nama Mata Kuliah dari Modul


2 Dosen Penyusun
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1. Mempertemukan Pembeli Dengan Barang yang Dibutuhkan/Diinginkan

Tidak semua hal yang Anda butuhkan pasti Anda miliki. Untuk itu, pasar sangat dibutuhkan
dalam kehidupan Anda. Pasar bisa menjadi tempat bagi Anda untuk menemukan berbagai
kebutuhan yang sulit dicari sebelumnya.

Namun, untuk bisa menemukan hal yang dibutuhkan, Anda wajib untuk memiliki alat tukar
yang sesuai. Kiwari ini, alat tukar bisa berupa uang tunai atau saldo dalam kartu kredit atau
debit.

2. Mata Pencaharian 

Pasar bisa menjadi tempat bagi masyarakat untuk mencari uang sebagai sumber mata
pencaharian. Pasar adalah tempat yang menyediakan ruang bagi banyak produsen untuk
menukar apa yang mereka miliki dengan uang atau alat pembayaran lain.

Para penjual mendapatkan keuntungan dari margin yang sudah mereka tetapkan. Dengan
keuntungan itu, mereka bisa mengembalikan modal, atau mengembangkan bisnis.

3. Meningkatkan Perekonomian Sebuah Komunitas atau Negara

Pasar dapat menjadi sebuah media yang bisa meningkatkan perekonomian negara. Dengan
adanya pasar, maka tingkat kesejahteraan masyarakat pun meningkat.

Pasar bahkan bisa menjadi media bagi sebuah negara untuk meningkatkan devisa melalui
proses ekspor.

4. Menjaga Stabilitas

Adanya pasar membuat kondisi sosio-masyarakat dan ekonomi menjadi stabil. Sebab,
seseorang dapat mencari kebutuhannya sendiri tanpa harus melakukan sesuatu yang ilegal
atau melanggar hukum.

Pasar juga bisa menjadi tempat bagi penjual mendapatkan uang, sehingga hal itu dapat
meningkatkan perekonomiannya dan membuat kondisi masyarakat jadi stabil.

Konsep Pasar

Di dunia ini, ada beberapa konsep pasar. Konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut:

1. Konsep Pasar Monopoli

Konsep pasar monopoli terjadi saat sebuah pasar dikuasai hanya oleh satu produsen.
Kondisi ini terjadi saat sebuah perusahaan atau pihak menguasai sumber daya atau dalam
kondisi tertentu, hanya dia yang dapat menyediakan sumber daya tertentu.

2012 Nama Mata Kuliah dari Modul


3 Dosen Penyusun
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Contoh dari monopoli di Indonesia adalah PLN, misalnya. PLN adalah perusahaan listrik milik
negara yang mengatur listrik di seluruh Indonesia, dan semua masyarakat bergantung pada
PLN.

2. Konsep Pasar Monopsoni

Kebalikan dari monopoli, monopsoni adalah kondisi di mana seorang konsumen menguasai
pasar. Ini terjadi dalam kondisi saat seorang pembeli memiliki daya beli yang tinggi dan
posisi tawar yang tinggi.

Ini terjadi dalam kasus, salah satunya seorang pembeli besar dan para petani. Para petani
tak memiliki posisi tawar tinggi sehingga mereka cenderung menuruti harga dari pemilik alat
tukar alias konsumen.

3. Konsep Pasar Oligopoli

Konsep pasar oligopoli kurang lebih serupa dengan konsep pasar monopoli. Hanya saja,
apabila konsep pasar monopoli hanya memiliki satu penjual yang mendominasi, pasar
oligopoli memiliki beberapa penjual yang mendominasi.

Penjual-penjual tersebut memiliki modal besar dan menguasai sumber daya bersama.
Penjual-penjual pun bersaing dalam memperebutkan konsumen.

4. Konsep Pasar Oligopsoni

Pasar oligopsoni merupakan pasar yang didominasi oleh lebih dari satu konsumen yang
punya daya tawar dan daya beli tinggi.

Konsepnya sama dengan monopsoni, di mana penjual tak punya posisi tawar tinggi sehingga
‘menyerah’ pada tawaran pembeli.

5. Konsep Pasar Persaingan Sempurna

Inilah pasar yang ideal baik, bagi penjual maupun pembeli. Pasar persaingan sempurna
adalah kondisi pasar di mana pembeli dan penjual sama-sama punya posisi tawar.

Bukan hanya itu saja, konsep pasar persaingan sempurna juga memungkinkan setiap orang
untuk menjadi konsumen atau produsen, dan memilih barang yang sesuai dengan kantong
atau kebutuhan mereka.

Memang di era masa kini agak sulit mewujudkan pasar persaingan sempurna dalam konsep
makro. Namun, dalam e-commerce, sebenarnya konsep pasar ini masih bisa berlaku.

Pasar persaingan sempurna adalah pasar ideal yang adil bagi setiap pihak. Namun, dalam
sebuah pemerintahan oligarki, terkadang pasar persaingan sempurna sengaja ditiadakan.

Klasifikasi Pasar
Secara umum, ada dua jenis pasar yang ada di dunia.

2012 Nama Mata Kuliah dari Modul


4 Dosen Penyusun
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1. Pasar Tradisional

Pasar tradisional merupakan jenis pasar yang menggunakan cara bertukar barang dan alat
tukar secara tradisional. Barang-barang yang dijual pun biasanya barang kebutuhan yang
amat mendasar (primer).

Di era modern ini, pasar tradisional masih jamak ditemui, bahkan di kota-kota besar
sekalipun. Pasar tradisional dicari karena menyediakan kebutuhan primer secara lengkap,
dan harganya pun lebih murah.

Selain itu, di pasar tradisional, harga yang ditetapkan masih dapat ditawar oleh para
pembeli sehingga ini cukup menguntungkan dari segi ekonomi.

2. Pasar Modern

Pasar modern biasanya hadir dalam tempat yang lebih futuristik dan juga lebih menunjang
kenyamanan pembeli. Contohnya, seperti supermarket yang lebih bersih.

Barang-barang dalam bentuk mentah, seperti daging mentah, biasanya tidak diletakkan
begitu saja, tetapi dikemas khusus sehingga tidak mengotori ruangan.

Pasar modern juga menerima pembayaran elektronik, seperti dengan kartu kredit atau
debit. Bahkan, pasar modern era kini bisa menerima pembayaran dalam bentuk dompet
digital.

Setiap pasar memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang jelas, bagi
masyarakat modern, keduanya tidak bisa dilepaskan. Pasar modern bisa menjadi tempat
untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang nyaman.

Sementara itu, pasar tradisional bisa dipilih untuk membeli barang dalam bentuk grosir
dengan harga terjangkau.

Ciri-Ciri Pasar
Ada beberapa hal yang menjadi ciri dari pasar.

 Terjadinya transaksi jual beli


 Ada barang/jasa yang diperjualbelikan
 Ada alat tukar
 Ada interaksi antara penjual dan pembeli
 Ada kesepakatan yang terjadi antara kedua belah pihak.

Ciri-ciri tersebut adalah ciri-ciri yang bisa melingkupi pasar yang berbentuk nyata maupun
abstrak.

Jenis-Jenis Pasar
Berdasarkan bentuknya, ada dua jenis pasar yang ada di tengah masyarakat. Pasar-pasar itu
adalah:

2012 Nama Mata Kuliah dari Modul


5 Dosen Penyusun
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1. Pasar Nyata

Pasar nyata adalah pasar di mana penjual dan pembeli bertemu muka secara langsung. Di
pasar nyata ini, transaksi berlangsung secara tatap muka sehingga minim terjadi
miskomunikasi atau bahkan penipuan.

Pada pasar nyata, pembeli bisa melihat dan menimbang bahan yang akan ia beli secara
langsung. Maka dari itu, saat terjadi kesalahan, sejatinya aia juga turut bertanggung jawab
atas hal itu karena pembelian dilakukan langsung.

Kekurangan dari konsep pasar nyata ini adalah kurang praktis. Pembeli harus pergi ke
tempat tertentu dan harus bertemu dengan pedagang.

2. Pasar Abstrak

Pasar abstrak merupakan pasar yang tidak menyediakan ruang langsung untuk bertemunya
penjual dan pembeli. Pasar abstrak contohnya seperti pasar modal, pasar saham, dan tentu
saja jual beli daring yang sekarang ini sedang marak

Pasar abstrak dianggap sebagai ‘pembunuh’ dari pasar yang nyata. Karena, orang-orang
zaman sekarang lebih suka dengan pasar abstrak. Pasalnya, pasar abstrak bisa dilakukan di
mana saja, dan pilihan barangnya variatif.

Kelebihan dari pasar abstrak adalah pasar ini bisa diakses dari mana saja, mudah untuk
mencari barang, dan tak menyulitkan Anda selaku pedagang dan pembeli.

Kekurangannya adalah sebagai pembeli, Anda tidak dapat mengecek kondisi barang secara
langsung. Kemudian, apabila terjadi kesalahan, komplain pun kadang tak bisa membuat
Anda puas.

Sementara, kekurangan dari sisi penjual adalah Anda harus percaya pada jasa ekspedisi.
Padahal, bisa saja ada kesalahan dari jasa ekspedisi, seperti merusak, menghilangkan
barang, dan sebagainya.

Bagaimana cara agar pasar nyata mampu bersaing di era teknologi? Sebetulnya, ada satu
jalan tengah yang bisa diambil, yakni sebagai berikut:

 Pasar nyata bisa fokus menjadi pasar yang menjual barang dengan harga lebih
terjangkau
 Pasar nyata menjual barang segar yang tak mungkin dikirim dengan ekspedisi
 Pasar nyata membuat sebuah konsep yang menarik, seperti bazar atau pop-up
market.
 Pasar nyata melakukan sebuah terobosan hybrid. Maksudnya, pemilik pasar nyata
juga dapat turut

2012 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 Dosen Penyusun
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
 menjual barang di pasar abstrak dengan bantuan aplikasi pengantar makanan atau
aplikasi e-commerce
 Pasar nyata juga bisa mereduksi biaya sewa dengan tidak membuka toko yang terlalu
besar sehingga modal bisa dialokasikan ke tempat lain.
 Pasar nyata juga bisa hadir dalam event tertentu, seperti car free day.

Daftar Pustaka

Krugman, Paul R. (2005). Ekonomi Internasional. Indeks. (edisi kelima)

2012 Nama Mata Kuliah dari Modul


7 Dosen Penyusun
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Common questions

Didukung oleh AI

Abstract markets, such as e-commerce or stock exchanges, offer the advantages of accessibility from any location, wide selection, and operational efficiency, benefiting both buyers and sellers with reduced overhead logistics . These markets enable transactions without the need for physical presence, providing convenience and often a broader market reach. However, they have the disadvantage of preventing direct inspection of goods, relying on third-party logistics which can introduce delivery issues. Conversely, physical markets allow direct interaction and immediate product assessment, reducing misunderstandings related to product expectations, but may require more time and resources to physically visit and engage in transactions .

Markets support economies by providing a platform for individuals to find and acquire necessary goods, serving as a source of livelihood for producers who exchange goods for money, which in turn boosts their economic status . They enhance the economic standing of a community or nation through enabling trade, which increases prosperity and may contribute to national economic parameters, such as GDP . Markets also offer socio-economic stability as they provide legal means for fulfilling needs, thereby potentially reducing illegal activities arising from unmet demands . Furthermore, they maintain economic balance by allowing standard interactions between buyers and sellers .

'Market meeting points' refer to the conceptual or physical intersections where buyers and sellers engage in exchanges facilitated by agreed terms . These meeting points are central to various definitions of markets, as they embody the essential purpose of bringing together demand and supply. Contextually, they operate not just in physical spaces but also through digital platforms where these economic exchanges occur. This fundamental interaction enables the functionality of different market structures, from traditional to modern, monopoly to perfect competition, highlighting their role in satisfying needs and transferring goods, services, or financial instruments, regardless of physical presence or direct interaction .

Different economists define a market with unique emphases. According to William J. Stanton, a market involves a collection of people aiming to achieve satisfaction through exchanging money for desired goods . Simamora highlights the market as a group with the desire and capability to purchase specific products, focusing on the exchange facilitated by means of payment . Kotler and Amstrong view the market as an interaction space between potential buyers and sellers offering products or services, emphasizing the potential aspects of exchange . Handri Ma’aruf and Atep Adya Barata both describe the market as a meeting place for demand and supply, with Ma'aruf focusing on the transaction aspect and Barata allowing for mediated or indirect exchanges, hence considering market transactions not necessarily requiring direct physical interactions . This shows varied focus on the satisfaction from goods, transactional capabilities, buyer-seller potential interactions, and the mediation or directness of these interactions.

An oligopoly involves multiple sellers dominating a market, where a few large firms exert significant control, often found in industries needing substantial capital investment, like the auto industry . These sellers may set prices and output decisions, influencing consumer choices and market entry barriers. An oligopsony, in contrast, features a market dominated by a few buyers with significant purchasing power, such as large retailers purchasing agricultural products . This suppresses seller pricing power and can lead to lower average prices paid to producers. Both structures create competitive imbalances, with oligopolies affecting seller dynamics and oligopsonies impacting sellers through concentrated buying power.

A monopoly exists when a single producer dominates the market, controlling a vital resource or product supply, exemplified by state enterprises like PLN in Indonesia . This market form affects dynamics by limiting competition, potentially allowing the monopolist to set higher prices or offer reduced choices. Conversely, a monopsony occurs when one buyer extensively influences the market, such as a large consumer or corporation setting the purchasing conditions for numerous suppliers . This impacts market dynamics by suppressing supplier pricing power, often leading to lower prices received by producers. Each uniquely shifts the balance of market power, affecting pricing, product availability, and overall competition.

Traditional markets operate through direct, face-to-face interactions and often function with negotiable prices, offering basic goods at lower costs . They provide a diverse range of primary necessities and a tangible customer experience characterized by personal interaction and the opportunity to inspect goods before purchase. In contrast, modern markets are typically cleaner, with digital payment options, standardized pricing, and often better-organized layouts . They focus on convenience and hygiene, exemplified by supermarkets where goods are pre-packaged and laid out for ease of selection. These operational and experiential differences highlight traditional markets' cultural richness, whereas modern markets focus on efficiency and broader accessibility.

Traditional markets can remain relevant by capitalizing on strengths such as offering fresh, locally-sourced products and unique, cultural shopping experiences that digital markets cannot . They can adopt hybrid models by engaging in digital platforms for broader reach while maintaining in-person advantages. Ideas include holding events like pop-up markets or participating in community events to attract visitors who enjoy tangible shopping experiences . Additionally, incorporating digital payment systems can improve convenience, catering to modern consumer expectations while preserving their traditional appeal.

In traditional markets, economic exchanges occur through direct negotiation and tangible currency, impacting consumer behavior by fostering interpersonal relationships and price flexibility . This creates a value perception that goes beyond the mere transaction, affecting loyalty and choice based on trust and personal reassurance. Modern markets rely on standardized pricing and digital payment systems, shifting consumer behavior towards efficiency, reduced interaction, and convenience . This impact includes a willingness to pay for streamlined processes and reduced search costs, demonstrating a trade-off between personal involvement and transactional efficiency.

A perfectly competitive market is characterized by numerous buyers and sellers, homogenous products, free market entry and exit, and perfect information, ensuring both parties have equal bargaining power, theoretically leading to optimal resource allocation . Achieving this in macroeconomic terms today is challenging due to market imperfections, such as information asymmetry, entry barriers, and product differentiation, alongside external influences like regulations and oligarchic market control . The proliferation of digital markets shows glimpses of perfect competition but falls short due to these factors. In reality, perfect competition remains an idealized scenario rarely observed in full form.

Anda mungkin juga menyukai