100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
895 tayangan5 halaman

Panduan Lengkap Wheel Alignment

Dokumen tersebut membahas tentang wheel alignment pada kendaraan. Wheel alignment adalah pengaturan sudut-sudut pemasangan roda seperti camber, caster, dan toe angle agar pengemudian menjadi stabil, nyaman, dan keausan ban normal. Dokumen menjelaskan pengertian dari masing-masing faktor wheel alignment beserta pengaruhnya, dan alat ukur yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor tersebut.

Diunggah oleh

Nito Krisna
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
895 tayangan5 halaman

Panduan Lengkap Wheel Alignment

Dokumen tersebut membahas tentang wheel alignment pada kendaraan. Wheel alignment adalah pengaturan sudut-sudut pemasangan roda seperti camber, caster, dan toe angle agar pengemudian menjadi stabil, nyaman, dan keausan ban normal. Dokumen menjelaskan pengertian dari masing-masing faktor wheel alignment beserta pengaruhnya, dan alat ukur yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor tersebut.

Diunggah oleh

Nito Krisna
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Husein Dwi Wardhana

NIM : 19509334039
Kelas : D2.2 Teknik Otomotif
Matkul : Sistem Kemudi, Rem, dan Suspensi (KRS) Teori

Wheel & Wheel Alignment


Wheel alignment disebut juga dengan sudut-sudut pemasangan atau keselarasan
roda. Roda-roda pada sebuah kendaraan memang dipasang dengan sudut tertentu sesuai
dengan prosedur supaya pengemudian menjadi lebih stabil, ringan ,nyaman, dan keausan
bannya normal. Sudut-sudut tersebut berupa sudut berdasarkan karakteristik pengendalian
mobil, misalnya sudut mobil seperti sudut camber, caster, king-pin, dan lain-lain. Sudut
mobil tersebut merupakan sudut tetap dan tidak dapat disetel, tetapi untuk sudut camber,
sudut caster, dan sudut toenya mudah berubah serta mudah untuk disetel kembali.

Pada mobil-mobil jaman dahulu, roda-roda memang dipasang dengan camber positif
supaya permukaan ban menyentuh jalan dengan sudut yang tepat, menambah daya tahan
axle depan, dan mencegah keausan ban yang tidak rata. Tetapi untuk mobil-mobil jaman
sekarang tidak memerlukan lagi camber positif karena suspensi  dan axlenya dibuat lebih
kuat dan permukaan jalan dibuat datar. Maka dari itu, ban dapat disetel dengan camber
mendekati nol, camber nol, dan camber negative.
Di negara Indonesia, kebanyakan wheel alignment utamanya untuk roda depan (FWA)
atau roda yang ikut mengendalikan arah kendali mobil. Akan tetapi, untuk roda belakangnya
(RWA) pun juga sudah ada. Wheel alignment juga dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya :
1. Camber
2. Caster
3. Steering Axis Inclination dan King-Pin Inclination
4. Toe Angle
5. Turning Radius

A. Camber
Camber adalah sudut kemiringan roda atau ban terhadap garis vertikal jika dilihat dari depan
maupun belakang kendaraan. Sudut camber dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sudut
camber positif (+) dan sudut camber negatif (-). Sudut camber positif artinya posisi roda
miring ke arah luar kendaraan sedangkan sudut camber negatif artinya posisi arah roda
miring ke arah dalam kendaraan. Tujuan digunakannya sudut camber ialah untuk
mengimbangi gaya yang cenderung kearah dalam pada roda depan.

 Sudut Camber Positif (+)


Sudut camber positif adalah sudut dimana jarak roda bagian atas lebih besar dibanding
jarak roda bagian bawah. Sudut camber positif juga bisa disebut dengan sudut kemiringan
roda yang keluar. Sudut ini berfungsi untuk membentuk camber nol maupun negatif disaat
kendaraan diberi beban, memperkecil axle bengkok, mencegah roda slip, dan membuat
kemudi menjadi lebih ringan. Berat kendaraan mengakibatkan roda depan berusaha keluar
pada bagian bawah sehingga roda akan tertarik keluar
 Sudut Camber Negatif (-)
Sudut camber negatif merupakan sudut dimana jarak roda bagian atas lebih pendek
daripada jarak roda bagian bawah. Sudut ini berfungsi untuk membuat kendaaran menjadi
lebih stabil dan lurus, mengurangi kemiringan kendaraan saat berbelok, dan
menyempurnakan kendaaraan saat berbelok.

B. Caster
Caster merupakan sudut kemiringan King-Pin terhadap garis vertikal jika dilihat dari arah
samping. Sudut caster berfungsi untuk meluruskan dan menstabilkan kemudi agar
mendapatkan pengembalian ke posisi lurus setelah berbelok. Sama halnya seperti camber,
caster juga dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu caster positif (=) dan caster negative (-).

 Caster Positif (+)


Caster ini dapat berupa kemiringan pada bagian atas roda yang mengarah ke arah belakang
kendaraan. Sudut cater positif ini membuat titik pusat permulaan singgung ban dengan jalan
berada di belakang titik potong antara perpanjangan sumbu King-pin dengan jalan. Hal itu
memberikan efek, yaitu roda-roda kendaraan akan kembali lurus secara otomatis sesaat
setelah berbelok.
 Caster Negatif (-)
Caster ini dapat berupa kemiringan pada bagian atas rodanya yang mengarah kea rah
depan kendaraan.

C. Steering Axis Inclination dan King-Pin Inclination


Steering axis inclination adalah garis sumbu tempat dimana roda berputar saat berbelok ke
kanan maupun ke kiri. Sedangkan king-pin inclination adalah kemiringan king pin terhadap
garis vertikal jika dilihat dari depan atau belakang kendaraan. Steering axis dapat
menghasilkan daya balik kemudi dengan cara memanfaatkan berat kendaraan sedangkan
sudut inklinasi kingpin dapat membuat jarak offset menjadi sangat kecil sehingga kemudi
menjadi lebih stabil.
Tujuan utama dibuatnya inklinasi kingpin adalah untuk menstabilkan arah pengemudian dan
memberikan pengaruh self centering yang kuat.

D. Toe Angle
Toe angle adalah perbedaan jarak antara roda depan bagian depan dengan roda depan
bagian belakang. Toe angle dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu toe-in dan toe-out. Toe-
in adalah roda depan bagian depan kendaraan lebih pendek dibanding dengan roda depan
bagian belakang sedangkan toe-out adalah roda depan bagian depan lebih panjang
dibanding dengan roda depan bagian belakang.

Adanya toe angle ialah untuk mengimbangi gaya akibat adanya sudut camber. Jika sudut
camber pada kedua roda sama besar, maka kedua roda tersebut dapat bergerak lurus ke
depan dan tidak akan menggelinding keluar.

E. Turning Radius
Turning radius adalah besarnya sudut putar roda depan kendaraan pada saat berbelok ke
kiri maupun ke kanan. Turning radius memang sangat penting untuk diperhatikan apabila
ukuran bannya besar dan kecepatan kendaraan bertambah supaya bisa mendapatkan
radius putar yang searah dan sejajar pada masing-masing roda ketika sedang berbelok.
Besarnya turning radius dapat diukur dengan menempatkan roda-roda depan di atas tum-
table kemudian memutar stir ke kanan atau ke kiri lebih kurang 20 derajat.
Dalam menangani atau mengukur wheel alignment diperlukan alat ukur yang dapat
mengukur faktor-faktor yang mempengaruhinya. Alat-alat tersebut berupa alat ukur manual
yang biasa dipakai, yaitu turning table, CCKG (camber, caster, and king-pin gauge), dan toe
gauge. Apabila dari kelima faktor yang mempengaruhi wheel alignmentnya tersebut tidak
tepat, maka akan timbul masalah-masalah diantaranya :
 Pengemudiannya menjadi berat
 Kemudi menjadi kurang stabil
 Pengembalian roda kemudi setelah berbelok kurang baik
 Umur ban menjadi lebih pendekdari spefikasinya
Maka dari itu pengecekan wheel alignment pada suatu kendaraan harus diperhatikan dan
sangat penting karena bertujuan untuk :
 Steering wheel dapat kembali lurus setelah berbelok
 Steering cenderung lurus ke depan meskipun steering wheel dilepas
 Tenaga untuk memutar steering wheel lebih ringan
 Keausan ban dapat merata
 Ban lebih tahan lama

Daftar Pustaka
Harahap, M. R. (2016). URGENSI SPORING DAN BALANSING RODA MOBIL. PISTON
(Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU), 1(1), 28-34.

Dewanto, J., & Efendi, D. (2013). Pengaruh Sudut Camber Roda Depan pada Kemampuan
Belok Mobil Model 4 dan 2 Roda Penggerak (4WD dan RWD). Jurnal Teknik Mesin, 14(2),
71-75.

Anonim (tt). Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group, Jakarta : Penerbit PT. Toyota-Astra
Motor.

Anonim (2004). N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text, Jakarta : Penerbit PT.
NISSAN.

Agustian, T. (2014). Analisis Front Wheel Alignment (FWA) pada Kendaraan Daihatsu Gran
Max Pick Up (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Anda mungkin juga menyukai