0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan6 halaman

Proses Klorinasi dalam Pengolahan Air

Laporan praktikum laboratorium lingkungan membahas proses klorinasi air, termasuk definisi, fungsi, dan faktor yang mempengaruhinya. Klorinasi digunakan untuk membunuh bakteri melalui proses desinfeksi dengan menambahkan klor ke dalam air. Faktor seperti dosis klorin, kekeruhan air, dan kontaminan dapat mempengaruhi efektivitas proses klorinasi.

Diunggah oleh

Namira Ghanimi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan6 halaman

Proses Klorinasi dalam Pengolahan Air

Laporan praktikum laboratorium lingkungan membahas proses klorinasi air, termasuk definisi, fungsi, dan faktor yang mempengaruhinya. Klorinasi digunakan untuk membunuh bakteri melalui proses desinfeksi dengan menambahkan klor ke dalam air. Faktor seperti dosis klorin, kekeruhan air, dan kontaminan dapat mempengaruhi efektivitas proses klorinasi.

Diunggah oleh

Namira Ghanimi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN

MODUL

BPC

Dio Putra Alif 1706986164

Fikria Maharani 1706986183

Namira Ghanimi 1706986246

Asisten : Vanni Randu Lasaufa

Tanggal Praktikum : 25 November 2019

Tanggal Dikumpulkan :

Nilai Laporan :

Paraf Asisten :

LABORATORIUM TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS INDONESIA

DEPOK

2019
I. Tujuan

II. Dasar Teori


II.1 Definisi Klorinasi
Klorin itu sendiri adalah salah satu unsur yang jarang ditemukan bebas di
alam. Klorin biasanya dijumpai terikat dengan senyawa atau unsur lain dan
membentuk garam natrium. Banyak peralatan rumah yang mengandung unsur
tersebut dan digunakan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Seperti kertas,
pendingin, pembersih dan produk lainnya. Dibandingkan dengan ion halogen
lainnya, ion klorida memiliki jumlah yang cenderung lebih besar. Bentuk ion
klorin itu sendiri juga dapat membentuk senyawa berupa larutan garam NaCl
dengan cara elektrolisis. Dibalik manfaat klorin dalam kehidupan manusia,
terdapat pula dampak negatif yang diberikan klorin kepada lingkungan.
Kerusakan lingkungan dapat terjadi ketika pembuangan limbah (yang
mengandung klorin) dibuang sembarangan dan tidak melalui proses pengolahan
terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan.

Gambar 1. Bubuk Klorin


Sumber: [CITATION Uta19 \l 1033 ]

Klorinasi merupakan salah satu proses penghilangan bakteri atau


mikroorganisme patogen (desinfektan) dalam pengolahan air minum maupun air
limbah dengan menggunakan tambahan klor. Selain itu terdapat pula proses
pemberian klorin kedalam suatu sampel air yang sedang menjalani proses filtrasi
serta kelanjutan dari proses purifikasi air, disebut klorinisasi. Klor merupakan zat

1
Universitas Indonesia
kimia yang paling sering digunakan sebagai desinfektan. Hal tersebut
dikarenankan:

 Memiliki bentuk yang fleksibel untuk metode pengolahannya,


berupa gas, larutan, dan bubuk
 Memiliki daya larut yang tinggi dan kinerja reaksi cepat
 Residu klor akif yang terlarut tidak berbahaya bagi manusia jika
kadar yang dimiliki air terhadap klor tidak berlebihan
 Harganya murah

Contoh desinfektan yang ekonomis dan cukup efektif adalah kaporit.


Namun, penggunaan kaporit itu sendiri memiliki batasan dosis yang aman, agar
pemakaiannya tidak merusak (bersifat korosif pada kadar tinggi) dan merugikan
lingkungan. Senyawa klorin yang paling umum dijumpai dan digunakan saat
proses klorinasi diantaranya sebagai berikut [ CITATION Muh10 \l 1033 ]:

 Hipoklorit
Dengan rumus NaOCl, larutan ini berguna sebagai pemutih pada
bahan tekstil maupun kayu. Hipoklorit juga dimanfaatkan sebagai
desinfektan

−¿¿

HOCl+ H 2 O → H 3 O+ ¿+OC l ¿
(ion hipoklorit)
−¿+O ¿

OC l−¿→ C l ¿

 Asam Klorida
Merupakan senyawa paling sederhana dengan rumus kimia HCl.
Senyawa ini digunakan sebagai parameter atau pelarut bersamaan
dengan senyawa lain di pengujian laboratorium.
−¿¿

HCl+ H 2 O → H 3 O +¿+C l ¿(ion klorida)

 Brom Monoklorida
Adalah senyawa interhalogen dengan rumus kimia BrCl, dimana
senyawa ini memiliki sifat yang reaktif dan titik didik tinggi.

2
Universitas Indonesia
Selain digunakan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme
patogen, senyawa ini juga dapat meningkatkan tegangan dan
kepadatan energi berbagai jenis baterai.
BrCl → Br 3+ Cl2 (ion klorida)

Penurunan jumlah klor dan residu klor aktif yang mengakibatkan BPC
yang diikuti dengan pembentukan gas nitrogen akibat pemaparan klor aktif yang
berlebih pada kloramin. Sehingga, jumlah klor yang dibutuhkan untuk membasmi
bakteri atau mikroorganisme patogen lain senilai dengan jumlah residu klor aktif
setelah terjadi klorinasi[ CITATION GAl87 \l 1033 ]. Dalam melakukan
pemberian klorin terhadap air, terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan,
diantaranya sebagai berikut:

 Dosis klorin haruslah tepat, dimana jumlah klorin yang digunakan


dapat cukup untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme
patogen dan meninggalkan sisa klorin bebas sebesar 0,2 mg/l
dalam air (nilai batas keamanan). Pemberian dosis yang berlebih
dapat membuat air bersifat korosif dan tidak dapat digunakan
 Kebutuhan klorin harus diperhitungkan secara teliti agar proses
klorinasi berlangsuung efektif
 Proses klorinasi akan terhambat jika air yang diklorinasikan
memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan
klorin akan bereaksi dengan berbagai jenis komponen yang ada di
dalam air, komponen tersebut nantinya akan berlomba dalam
pemakaian klorin yang sudah ditambahkan untuk bahan desinfeksi.
Maka dari itu, air yang memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi,
mayoritas akan berekasi dengan komponen yang ada dan sedikit
yang mernjadi desinfektan. Sehingga klorinasi berjalan kurang
efektif

Terdapat 3 cara dalam metode klorinasi, perbedaan metode ini berdasarkan


tingkat efektifitas serta kandungan atau dosis klorin itu sendiri. Metode yang
pertama adalah gas klorin yang memiliki kinerja reaksi yang cepat dan harganya
yang murah, metode kedua adalah kloramin yang memiliki kinerja reaksi lebih

3
Universitas Indonesia
lambat daripada gas klorin, dan metode ketiga adalah perkloron [ CITATION
GAl87 \l 1033 ]

II.2 Fungsi Klorinasi


Proses klorinasi pada air juga dapat memberikan manfaat, berikut adalah
fungsi dari proses klorinasi [ CITATION Ach06 \l 1033 ]:

 Membunuh bakteri atau mikroorganisme patogen (desinfektan). Jenis


klorin yang digunakan dalam proses desinfektan ini berupa gas klor
atau kalsium hipoklorit. Peran klorin dalam unit pengolahan air
minum sudah berada sejak puluhan tahun lalu dan sangat besar
pengaruhnya dalam dampak pemakaiannya. Klorin juga dapat
digunakan sebagai obat-obatan disertai tambahan senyawa lain.
 Menurunkan standar kandungan limbah agar layak untuk dibuang ke
lingkungan. Kandungan limbah yang hendak dibuang ke lingkungan
harus diproses atau diolah terlebih dahulu dalam upaya pengurangan
dampak buruk terhadap lingkungan akibat pembuangan limbah
tersebut.
 Memecah partikel organis warna.
 Dapat mengoksidasi mangan, besi, dan hipoklorit, berikut adalah
persamaan reaksi klorin sebagai oksidator:

H 2 S+ 4 Cl 2+ 4 H 2 O→ H 2 S O 4 + 8 H C l

 Menghilangkan bau dan rasa yang kurang sedap dengan dosis yang
tepat. Jika dosis pemakaian klor berlebihan, maka klor dapat
menimbulkan bau yang tajam dan rasa yang pahit. Oleh karena itu,
perhitungan kebutuhan klor sangat dibutuhkan agar klorinasi
berlangsung dengan efektif
 Pertumbuhan alga, ganggang, dan organisme pembantu lumut yang
dapat mengubah bau dan rasa sehingga dapat dikontrol.
 Menurunkan kadar pH pada air yang disebabkan akibat terjadinya
pembentukan asam kuat.

4
Universitas Indonesia
 Penambahan klorin dalam bentuk natrium hipoklorit dapat menaikkan
nilai alkalinitas air, sehingga pH akan lebih besar.

II.3 Jenis dan Sumber Bakteri Patogen dalam Air


yang kecil.

II.4 Pengertian BPC dan Grafik BPC


 Klor dapat menghilangkan amonik sebagai gan nitrogen
 Klor mampu mengoksidasi zat yang dapat teroksidasi pada suatu
sampel
 Menghasilkan residu klor yang aktif terlarut, sehingga ketika masa
pembubuhan selesai, konsentrasinya masih ada dan dianggap perlu
untuk membasi bakteri atau mikroorganisme patogen lainnya.

II.5 Faktor yang Mempengaruhi BPC


Ncscn

II.6 Aplikasi Analisis Klor Aktif dalam Bidang TL


Mscn sj c

5
Universitas Indonesia

Anda mungkin juga menyukai