AFTA (ASEAN Free Trade Area)
AFTA dibentuk saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-IV di Singapura tanggal 28 Januari 1992.
AFTA merupakan kesepakatan negara-negara ASEAN untuk membentuk kawasan bebas perdagangan
dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional dengan menjadikan wilayah ASEAN
sebagai basis produksi dunia.
AFTA memiliki tujuan antara lain:
a.) Menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN
memiliki daya saing kuat di pasar global.
b.) Menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI).
c.) Meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (intra-ASEAN Trade).
AFTA awalnya hanya beranggotakan Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Filipina.
Meski begitu, pada tahun 1995 Vietnam bergabung, Laos dan Myanmar tahun 1997, serta Kamboja
tahun 1999, menjadikan seluruh negara ASEAN menjadi anggotanya.
Dampak bagi Indonesia :
a. Mudah mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum diproduksi di Indonesia.
b. Membuka peluang masuknya produk produk global ke dalam pasar domestik.
c. Meningkatnya produksi global
2. NAFTA (North American Free Trade Agreement)
NAFTA mulai beroperasi pada 1 Januari 1994. Awalnya NAFTA dilaksanakan oleh dua negara, Amerika
Serikat dan Kanada. Pendirian NAFTA dilatarbelakangi oleh American Summit di Chili pada April 1988
yang membahas tentang peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, budaya, perjalanan, hingga
cyberspace.
NAFTA memiliki tujuan antara lain:
- Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja.
- Menciptakan iklim usaha untuk mendorong persaingan yang adil.
- Meningkatkan peluang investasi.
- Menciptakan prosedur yang efektif dalam penyelesaian perdagangan
Perkembangannya :
Kerja sama yang dijalin Amerika Serikat dan Kanada menarik minat Meksiko untuk terlibat dalam
perjanjian tersebut. Pada September 1998, Meksiko pun menandatangani Declaration and
Memorandum of Understanding yang meresmikan masuknya Meksiko ke dalam NAFTA.
Dampak bagi Indonesia :
1. Memperbesar jangkau pasaran ekspor Indonesia di Negara-negara anggota NAFTA.
2. Lebih mudah mendapatkan barang-barang yang belum bias di produksi sendiri oleh Indonesia.
3. Ekspor beras Indonesia akan turun 70,0%, dibandingkan Malaysia misalnya hanya mengalami
penurunan sekitar 2,8%.
3. CAFTA (Central American Free Trade Agreement)
CAFTA merupakan perjanjian perdagangan bebas yang disetujui oleh Amerika Serikat beserta negara-
negara Amerika Tengah seperti Kosta Rika, El Salvador, Guatemala, Honduras, dan Nikaragua dalam
kurun waktu 2003-2004.
Tujuan dibentuknya CAFTA adalah mewujudkan kemajuan perdagangan antar negara anggotanya.
Keberadaan CAFTA memiliki beberapa ketentuan, yaitu perdagangan jasa lintas batas, jasa keuangan,
investasi, akses pasar, dan pertanian.
Perkembangannya :
Keberadaan CAFTA menjadi wadah dari Caribbean Basin Initiative yang berisi tentang aturan biaya
ekspor dan kuota impor antara Amerika Serikat dengan negara-negara di Amerika Tengah.
Dampak bagi Indonesia :
1. Menjadi motivasi bagi Indonesia untuk menciptakan produksi masyarakat yang kreatif dan kompetitif
secara ekonomi
2. Menurunnya industri manufaktur Indonesia karena kalah bersaing dengan produk Cina.
3. kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk lebih mudah memasuki pasar domestik Cina dan ASEAN.
4. Central East Treaty Organization (CENTO)
CENTO berdiri tahun 1995 dan diikuti oleh negara-negara Timur Tengah, seperti Irak, Iran, Pakistan, dan
Turki, dengan tambahan Inggris dan Amerika Serikat. Berbeda dengan organisasi-organisasi lainnya, di
CENTO Amerika Serikat hanya berperan sebagai pemberi bantuan militer dan ekonomi bagi negara-
negara anggota.
Cento juga bertujuan untuk menghambat penyebaran paham komunis. Hanya saja, CENTO dianggap
tidak membantu Pakistan dalam menyelesaikan konflik dengan India. Karena itu, Irak dan Pakistan
kemudian mengundurkan diri.
Perkembangan nya :
pada Februari 1955 antara Turki dan Irak, dan terbuka bagi tiap negara anggota dari Liga Arab atau
negara mana pun yang ada hubungannya dengan keamanan dan perdamaian di Timur Tengah dan yang
sepenuhnya diakui oleh keduabelah pihak Israel, yang tidak diakui oleh Irak, karenanya tak
diperkenankan memasuki pakta ini.[1] Kemudian dibubarkan pada tahun 1979.
Tekanan AS dan janji-janji bantuan militer dan ekonomi menjadi kunci dalam negosiasi yang mengarah
ke perjanjian tersebut, meskipun Amerika Serikat awalnya tidak bisa berpartisipasi "semata karena
alasan prosedur teknis penganggaran."[2] Pada tahun 1958, Amerika Serikat bergabung dengan komite
militer dari aliansi. Hal ini umumnya dianggap sebagai salah satu yang paling sukses dari aliansi Perang
Dingin.[3] Markas organisasi itu pada awalnya terletak di Baghdad (Irak) 1955-1958 dan Ankara (Turki)
1958-1979. Siprus juga merupakan lokasi penting bagi CENTO karena posisi di dalam Timur Tengah dan
Wilayah Basis Berdaulat Inggris yang terletak di pulau itu.
Dampak bagi Indonesia :
- Mengomunikasikan kebijakan sumber daya manusia kepada karyawan.
- Membantu mempertahankan kebijakan etis dan perilaku yang bertanggung jawab secara social.
- Mengelola perubahan sehingga saling menguntungkan bagi individu, kelompok, perusahaan dan
masyarakat.
5. SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation)
SAARC didirikan 8 Desember 1985 di Dhaka, Bangladesh oleh negara Pakistan, Bangladesh, Bhutan,
India, Nepal, Maladewa, Pakistan, dan Sri Langka. SAARC bermarkas di Kathmandu, Nepal. Berdirinya
SAARC dilatarbelakangi oleh keinginan negara-negara Asia Selatan untuk bekerja sama dengan
semangat persaudaraan, kepercayaan dan pengertian.
Tujuan dari SAARC adalah untuk membangun perekonomian negara-negara anggota Asia Selatan.
Momen penting dalam organisasi SAARC adalah ketika menerapkan South Free Trade Area tahun 2006
untuk mempermudah kegiatan perdagangan di Asia Selatan. Selain memiliki anggota tetap, SAARC juga
mempunyai sembilan negara pengamat, yaitu Australia, China, Uni Eropa, Iran, Jepang, Mauritius,
Myanmar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Dampak bagi Indonesia :
- Indonesia dapat memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri karena menjalin
kerja sama dengan beberapa negara anggota SAARC
- Mempercepat pertumbuhan ekonomi
- kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat
- devisa negara melalui bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor
.6. APEC (Asian-Pacific Economic Cooperation)
APEC didirikan pada tahun 1989 oleh beberapa negara di wilayah Asia dan Pasifik.
Tujuan didirikannya APEC adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas
negara-negara di Asia Pasifik. APEC memiliki prinsip dalam menjalankan kegiatan organisasi antara lain:
consensus (keputusan APEC harus bermanfaat dan disepakati semua anggota), voluntary and non-
binding (kesepakatan secara sukarela), concerted unilateralism (keputusan dilakukan bersama-sama),
dan differentiated time frame (liberalisasi negara ekonomi anggota).
Perkembangannya :
Keberadaan APEC secara nyata berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan
Asia Pasifik. Negara anggota APEC berkontribusi dalam terhadap 53% GDP dunia serta 44% volume
perdagangan di dunia. APEC hingga kini beranggotakan 21 negara di wilayah Asia Pasifik, termasuk
Indonesia di dalamnya.
Dampak bagi Indonesia :
1. Neraca perdagangan Indonesia kepada seluruh anggota APEC mencapai US$289,3 Miliar atau 75%
dari total perdagangan Indonesia hingga tahun 2011.
2. Membahas isu-isu ekonomi internasional.
3. Menuju gerbang masyarakat Indonesia yang menganut Liberalisasi Perdagangan.
4. Peningkatan Human and Capacity Building.
7. MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa)
Pada 1 Juni 1955 ada sebuah pertemuan di Messina, Italia yang menunjuk Paul Henry Spaak (Menteri
Luar Negeri Belgia) sebagai ketua komite yang harus menyusun laporan tentang kemungkinan kerja
sama ke semua bidang ekonomi. Laporan Komite Spaak berisi dua rancangan yang mengintegrasikan
Eropa, yaitu:
a. Membentuk European Economic Community (EEC) atau Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).
b. Membentuk European Atomic Energy Community (Euratom) atau Badan Tenaga Atom Eropa.
Rancangan Spaak itu akhirnya disetujui pada tanggal 25 Maret 1957 di Roma dan kedua perjanjian itu
mulai berlaku tanggal 1 Januari 1958. Pertemuan di Roma menghasilkan Traktat Roma yang meresmikan
berdirinya MEE. Pembentukan MEE dilatarbelakangi oleh keberhasilan European Coal and Steel
Community (ECSC) dalam mendorong negara-negara seperti Belgia, Perancis, Italia, Luxemburg, Belanda,
dan Jerman Barat membentuk pasar bersama yang mencakup sektor ekonomi.
MEE menegaskan tujuannya, antara lain :
- Meningkatkan kerja sama ekonomi, memperbaiki taraf hidup, dan memperluas lapangan kerja.
- Menghapuskan bea masuk dan pembatasan impor-ekspor antara negara-negara anggota.
- Memberikan bantuan dana kepada negara-negara yang masih rendah pendapatan ekonominya.
Perkembangannya :
Pada akhirnya, MEE bergabung dengan ECSC dan Euratom menjadi Uni Eropa melalui perjanjian Merger
Treaty yang ditandatangani di Brussels pada tanggal 8 April 1965.
Dampak bagi Indonesia :
- bebasnya dan terbukanya pasar bebas ini membuat arus barang jasa, investasi, modal dalam jumlah
besar dan skilled labour menjadi lebih lancar dan tidak ada halangan dari satu Negara ke Negara lainnya
di kawasan Asia Tenggara
- para UKM (Usaha Kecil Menegah) pun dapat berkembang dengan baik dipasar global Asia Tenggara.
- karena MEA persaingan pun menjadi lebih tegang antara para pekerja yang akan ikut serta dalam MEA
ini karena semakin banyak skilled labour dari negara lain dan tentunya Indonesia tidak mau kalah.
8. GATT (General Agreement on Tariffs and Trade)
GATT merupakan aturan perdagangan internasional yang disetujui oleh 23 negara pada 30 Oktober 1947
di Jenewa, Swiss dan mulai efektif dilakukan mulai 1 Januari 1948. Tujuan GATT ini adalah untuk
menerapkan prinsip-prinsip umum liberalisasi perdagangan berdasarkan traktat multilateral. Traktat
tersebut berupa pengurangan tarif, penghapusan kendala perdagangan, serta penghapusan praktik
perdagangan yang diskriminatif. GATT dalam menjalankan fungsinya memegang beberapa prinsip antara
lain:
1.) Most Favoured Natioen.
2.) National Treatment.
3.) Larangan restriksi kuantitatif.
4.) Perlindungan melalui tarif.
5.) Resiprositas.
6.) Perlakuan khusus bagi negara berkembang.
7.) Transparansi.
Perkembangannya :
Perubahan GATT menjadi WTO dilaksanakan dalam sidang terakhir di Marrakesh, Maroko bulan April
1994.
Dampak bagi Indonesia :
- Meningkatkan keuangan negara
-Membantu meningkatkan daya saing ekonomi
-Ketergantungan terhadap negara lain
-Mendorong masyarakat hidup konsumtif
9. WTO (World Trade Organization)
WTO didirikan pada 1 Januari 1995 menggantikan GATT. WTO muncul akibat adanya pemikiran untuk
membentuk suatu badan tingkat tinggi yang permanen untuk mengawasi bekerjanya sistem
perdagangan multilateral dan diarahkan pula untuk menjamin agar negara-negara peserta GATT
mematuhi peraturan-peraturan yang telah disepakati serta memenuhi kewajiban-kewajibannya.
WTO memiliki tujuan antara lain :
1.) Mencapai perdagangan internasional yang stabil dan menghindari kebijakan perdagangan yang
merugikan.
2.) Meningkatkan volume perdagangan di dunia.
3.) Mengembangkan sistem perdagangan multilateral.
4.) Meningkatkan pemanfaatan sumber kekayaan dunia untuk meningkatkan produksi dan transaksi jual
beli barang.
Perkembangannya :
Anggota WTO hingga tahun 2017 berjumlah 164 negara anggota dan memiliki 22 negara pengamat.
Dampak bagi Indonesia :
a) Persengketaan antar-negara dapat ditangani secara konstruktif;
b) Memudahkan perdagangan antar-negara;
c) Mendorong pengurangan tarif dan hambatan non tariff;
d) Memberikan banyak pilihan atas produk dengan kualitas berbeda kepada konsumen;
10. OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries)
OPEC didirikan September 1960 di Baghdad, Irak oleh lima negara, yaitu Iran, Irak, Kuwait, Saudi Arabia,
dan Venezuela. Pendirian OPEC merupakan respon terhadap keberadaan perusahaan minyak bumi
multinasional milik Amerika Serikat yang sering melakukan monopoli pasar terhadap minyak bumi.
Tujuan utama dari OPEC adalah mengkoordinasi dan menyamakan kebijakan perihal minyak bumi di
antara negara anggota, serta menjaga stabilitas minyak bumi di pasaran agar ada suplai yang
berkelanjutan bagi konsumen dan juga pemasukan yang merata bagi produsen.
Untuk memasuki keanggotaan OPEC ada syarat khusus yang sudah ditetapkan, yaitu harus mendapatkan
¾ persetujuan dari negara anggota termasuk lima negara pendiri OPEC. Jumlah negara anggota OPEC
hingga tahun 2016 adalah 14 negara yang terdiri dari enam negara Timur Tengah, enam negara Afrika,
dan dua negara Amerika Selatan.
Perkembangannya :
Keberadaan organisasi ekonomi global banyak memberikan pengaruh kemajuan ekonomi Indonesia.
GATT yang didirikan tahun 1947 membuat Indonesia bergabung juga pada GATT tahun 1950. Masuknya
Indonesia di GATT membuat kebijakan ekonomi Indonesia banyak menyesuaikan dengan kebijakan
GATT. Begitu juga ketika GATT berubah menjadi WTO. WTO mengeluarkan kebijakan seperti mendorong
persaingan yang terbuka, mendorong reformasi pembangunan ekonomi yang nantinya diikuti Indonesia.
Dampak bagi Indonesia :
- semakin meningkatnya posisi Indonesia dalam tawar menawar dengan negara-negara anggota lain
- memperkuat citra RI di luar negeri.
- meningkatnya solidaritas antar negara berkembang.
- kemudahan untuk mendapatkan akses terhadap informasi.
11. North Atlantic Treaty Organization (NATO)
NATO berdiri tanggal 4 April 1949. Tujuannya adalah membangun kerja sama militer antara negara-
negara untuk mencegah penyebaran pengaruh Uni Soviet. Organisasi militer regional yang satu ini
memiliki prinsip untuk melindungi negara anggotanya apabila diserang oleh pihak lain.
Anggota NATO berjumlah 29 negara yang mayoritasnya berasal dari benua Eropa. Bagi NATO,
menyerang satu anggota NATO sama saja dengan menyerang seluruh anggota organisasi.
Dampak bagi Indonesia :
1. mendapatkan bantuan serta kerjasama, khususnya dalam bidang pertahanan dan kerjasama bilateral
dengan anggota NATO.
2. Membantu jika terjadinya bencana di indonesia.
3. Saling berkerja sama dalam hal militer dan intelijen, sehingga dapat saling bertukar informasi.
12. Australia-New Zealand-United States Security Treaty (ANZUS)
ANZUS didirikan pada 1 September 1951 di San Francisco, Amerika Serikat. Sesuai dengan namanya,
anggota ANZUS terdiri dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Tujuan dari ANZUS adalah
menghambat persebaran komunis di kawasan Australia dan Oceania. Tapi, Selandia Baru kemudian
memutuskan untuk keluar dari ANZUS ketika kapal Amerika Serikat memasuki wilayah Selandia Baru.
Untuk mencapai tujuannya, ANZUS menggunakan forward defense strategy yang mendorong
anggotanya untuk terlibat dalam Perang Korea dan Perang Vietnam. Mereka juga tergabung ke dalam
Southeast Asia Treaty Organization (SEATO).
Dampak bagi Indonesia:
1. memunculkan ketidakstabilitasan keamanan bagi Indonesia
2. Mengkoordinasi pertahanan bersama di kawasan Pasifik
3. pengaruh komunisme yang diangga sebagai agresor di kawasan Asia-Pasifik terutama Dari RRC DAN
UNI SOVYET
13. Southeast Asia Treaty Organization (SEATO)
Organisasi militer regional ketiga, yang juga cukup dikenal adalah SEATO. SEATO atau Southeast Asia
Treaty Organization berdiri pada 8 September 1954 di Manila, Filipina. Walaupun namanya merujuk
kepada negara-negara di Asia Tenggara, hanya terdapat dua anggota yang berasal dari negara Asia
Tenggara, yaitu Filipina dan Thailand. Sisanya justru negara-negara luar Asia Tenggara, seperti Amerika
Serikat, Australia, Perancis, Selandia Baru, dan Inggris.
Selaras dengan ANZUS, tujuan utama SEATO adalah untuk menghambat penyebaran paham komunis di
Vietnam ke negara Asia Tenggara lainnya. Karena itu, SEATO mengizinkan Amerika Serikat untuk
mengikuti Perang Vietnam. Tapi di tahun 1975, Amerika Serikat justru terpukul mundur dan kalah.
Dampak bagi Indonesia :
1. Bahaya laten komunis di Indonesia sudah tidak ada
2. SEATO tidak sesuai dengan politik luar negeri bebas aktif
3. Indonesia tidak mau didekte oleh Amerika
14. Pakta Warsawa
dikenal sebagai Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Bersama adalah aliansi militer
negara-negara Blok Timur di Eropa Timur, yang bertujuan mengorganisasikan diri terhadap
kemungkinan ancaman dari aliansi NATO (yang dibentuk pada 1949). Pembentukan Pakta Warsawa
dipicu oleh integrasi Jerman Barat ke dalam NATO melalui ratifikasi Perjanjian Paris. Pakta Warsawa
dirancang oleh Nikita Khrushchev pada tahun 1955 dan ditanda tangani di Warsawa pada 14 Mei 1955.
Perkembangan nya :
Pakta ini berakhir pada 31 Maret 1991, dan diakhiri secara resmi dalam sebuah pertemuan di Praha
pada 1 Juli 1991.
Dampak bagi Indonesia :
1. memudahkan transaksi ekonomi
2. Terjadi hambatan ekonomi jika kedua blok terjadi perang dingin kembali
3. Memperluas jaringan perdagangan