ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
SISTEM RANGKA MANUSIA
DisusunOleh :
Nama : Venesya Siagian ACD 117 026
Ikha Elia Rosa Br Purba ACD 117 027
Kelas :A
Dosen Pengampu : Drs. Bejo Basuki,M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2020
KATA PENGANTAR
Pertama-tama rasa syukur tiada henti-hentinya diucapkan kehadirat Tuhan YME,
karena berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan
judul “sistem rangka manusia ” untuk memenuhi mata kuliah anatomi fisiologi manusia.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna.
Untuk itu penulis mengharapkan kritik, saran dan bimbingan lebih lanjut untuk
kesempurnaan penulisan ini. Semoga penulisan ini bermanfaat bagi semua orang yang
membaca.
Palangka Raya, April 2020
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Rumusan Masalah 5
1.3 Tujuan penulisan 5
BAB II PEMBAHASAN 6
2.1 Pengertian Sistem otot 6
2.2 Jenis-jenis sistem rangka pada manusia 7
2.3 Jenis tulang pada Manusia 11
2.4 Hubungan sistem rangka dengan tubuh manusia 12
2.5 Penyakit dan kelainan sistem rangka 13
BAB III PENUTUP 16
3.1 Kesimpulan 16
3.2 Saran 16
DAFTAR PUSTAKA 17
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Salah satunya manusia dapat
bergerak karena memiliki anggota tubuh yang dapat menggerakkan anggota tubuh kita.
Alat gerak ada dua macam yaitu alat gerak pasif dan alat gerak aktif. Alat gerak pasif
ialah rangka badan kita dan alat gerak aktif ialah otot-otot badan. Alat gerak manusia
yaitu sendi, rangka, dan otot. Dari ketiganya tersebut memiliki fungsi masing-masing
dan masih terbagi menjadi beberapa macam alat gerak. Jika dari salah satu alat gerak
tersebut tidak berfungsi maka dapat menyebabkan kelainan yang berhubungan dengan
tulang yang kurang normal.
Tubuh manusia dapat di umpamakan seperti kerangka rumah. Tubuh manusia
bagaikan sebuah bangunan yang di topang oleh kerangka. Perumpamaan tersebut
dikarenakan susunan kerangka manusia dengan susunan rumah hampir sama dan
memiliki bagian - bagian untuk dapat berdiri tegak. Bedanya jika bangunan rumah di
topang dengan adanya susunan kerangka kayu yang berguna untuk menopang
berdirinya bangunan rumah, manusia di topang dengan adanya kerangka. Kerangka
tubuh manusia tersusun atas 206 tulang yang saling berhubungan. Hubungan antar
tulang disebut sendi. Sendi ada yang dapat digerakkan dan ada juga yang tidak. Sendi
yang dapat digerakkan disebut Sendi Gerak. Sedangkan sendi yang tidak dapat
digerakkan disebut Sendi Mati.
Tulang - tulang pada manusia membentuk rangka dalam. Berdasarkan zat
penyusunnya, tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan. Berdasarkan
bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.
Berdasarkan letaknya, rangka dapat dibedakan menjadi 3 bagian utama, yaitu rangka
kepala (tengkorak), rangka badan, dan rangka anggota gerak. Fungsi kerangka manusia
adalah sebagai berikut :
1). Sebagai penegak tubuh
2). Sebagai pembentuk tubuh
4
3). Sebagai tempat melekatnya otot (otot rangka)
4). Sebagai pelindung bagian tubuh yang penting
5). Sebagai tempat pembentukkan sel darah merah
6). Sebagai alat gerak pasif
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penyusunan makalah ini antara lain:
1. Apa pengertian dari Sistem rangka?
2. Apa saja jenis-jenis rangka pada manusia ?
3. Apa saja jenis tulang pada manusia?
4. Bagaimana hubungan rangka dengan tubuh manusia?
5. Apa saja penyakit dan kelaianan pada tulang?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:
1). Mampu menjelaskan pengertian dari Sistem Rangka.
2). Mampu menjelaskan jenis rangka Manusia.
3). Mampu menjelaskan jenis tulangn pada Manusia.
4). Mampu menjelaskan hubungan rangka dengan tubuh manusia
5). Mampu menyebutkan penyakit dan kelainan Sistem rangka pada Manusia
5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Rangka
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada
makhluk hidup.Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal,
dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula
dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur
penunjang. Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan
mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi
tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang
belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota
badan atas dan bawah.
Kerangka tubuh manusia terletak di dalam tubuh ditutupi oleh kulit dan daging
sehingga disebut rangka dalam. Rangka berfungsi untuk menunjang tubuh dan memberi
bentuk tubuh, sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka. Rangka juga berfungsi
sebagai alat gerak pasif dan pelindung bagian tubuh yang lunak. Rongga tulang pada
rangka manusia yang bersumsum merah merupakan pusat penghasil sel-sel darah.
Rangka manusia terdiri dari ± 206 ruas tulang yang mempunyai ukuran dan bentuk yang
bervariasi. Rangka pada bagian anggota tubuh manusia memiliki berbagai macam
fungsi, seperti contohnya sebagai berikut : memberi bentuk tubuh, melindungi bagian-
bagian tubuh yang lemah, menegakkan tubuh, tempat melekatnya otot-otot rangka,
sebagai alat gerak pasif, sebagai tempat produksi sel-sel darah merah, sebagai tempat
cadangan kalsium dan fosfat.
Tulang-tulang penyusun rangka dikelompokkan menjadi tulang tengkorak,
tulang pembentuk tubuh dan tulang anggota gerak. Anggota gerak dikelompokkan
menjadi anggota gerak atas dan anggota gerak bawah. Tulang anggota gerak atas terdiri
dari lengan, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak
tangan dan tulang jari tangan. Tulang anggota gerak bawah terdiri dari tulang paha,
tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki dan tulang jari
kaki. Susunan dan bentuk tulang anggota gerak atas sesuai dengan fungsi lengan,
misalnya untuk mengangkat, melempar, memukul, memegang, menggenggam,
6
memungut, dan menjumput. Tulang Anggota gerak bawah memiliki bentuk dan susunan
tulang anggota gerak bawah lebih disesuaikan untuk berjalan, berlari, dan menahan
beban tubuh. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti
tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ
lainnya. Secara garis besar, rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka
aksial dan rangka apendikuler (anggota tubuh).
Gambar 1. Sistem rangka manusia
2.2 Jenis Rangka Pada Manusia
2.2.1 Rangka Aksial
Rangka aksial terdiri dari tulang tengkorak, tulang belakang (vertebra) dan tulang
rusuk.
1. Tulang tengkorak
Tulang tengkorak berbentuk bulat, sebagian besar tersusun atas tulang-tulang yang
pipih. Antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya bersambungan sangat kuat.
Fungsi dari tulang kepala (tengkorak) adalah melindungi otak yang merupakan organ
tubuh yang sangat penting. Tulang-tulang pada bayi yang baru dilahirkan akan terasa
lunak dan belum berkaitan erat dan rapat. Namun seiring berjalannya waktu, tulang-
tulang tengkorak mengalami pertumbuhan dan bertambah besar, menyatu dan tidak
dapat digerakkan. Tulang tengkorak dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu tulang
bagian kepala dan bagian muka.
7
Gambar 2. Tulang bagian kepala dan Tulang Bagian Muka
Tabel tulang bagian kepala dan bagian muka
Tulang Bagian Kepala Tulang Bagian Muka
Tulang rahang atas
Tulang Dahi
Tulang rahang bawah
Tulang Ubun-ubun
Tulang pipi
Tulang kepala belakang
Tulang langit langit
Tulang bajie
Tulang hidung
Tulang tapis
Tulang air mata
Tulang pelipis
Tulang lidah
Sebagian besar tulang tulang tengkorak tidak dapat digerakkan. Pada tulang muka,
hanya tulang rahang bawah yang dapat digerakkan terhadap tulangrahang atas. Tulang
kepala juga berfungsi sebagai pembentuk wajah.
2. Tulang Belakang (Vertebra)
Pada tulang belakang terjadi pelengkungan – pelengkungan yang berfungsi untuk
menyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi dan
gerakar misalnya berdiri, duduk, atau berlarTulang belakang terdiri dari 33 ruas, yaitu :
7 ruas tulang leher
12 ruas tulang punggung
5 ruas tulang pinggang
8
5 ruas tulang kelangkang (sakrum)
4 ruas tulang ekor
3. Tulang Rusuk
Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang,yang dapat dikelompokan sabagai berikut :
7 pasang tulang rusuk sejati. Tulang rusuk ini bagian depan melekat pada badan
tulang dada dan bagian belakang melekat pad tulang punggung.
3 pasang tulang rusuk palsu.tulang rusuk ini bagian depan melekat pada tulang
rusuk diatasnya dan bagian belakang melekat pada tulang punggung.
2 pasang tulang rusuk melayang. Tulang rusuk ini bagian belakang melekat pada
tulang punggung dan bagian depan tidak melekat pada tulang yang lain.
2.2.2 Rangka Apendikuler
Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang
lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat
gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka bagian
bawah. Tulang rangka apendikuler bagian atas terdiri atas beberapa tulang sebagai
berikut:
1. Tulang Selangka
Tulang selangka atau tulang leher membentuk bagian depan bahu.
2. Tulang Belikat
Tulang belikat terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu.
9
Gelang bahu terdiri atas 2 buah tulang belikat dan 2 buah tulang selangka.
3. Tulang Pangkal Lengan, Pengumpil, Hasta
Tulang pangkal lengan bersama dengan tulang pengumpil dan tulang hasta
menyusun alat gerak, yaitu tangan.
4. Tangan
Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan
jari tangan. Tangan disusun oleh karpal skafoid, lunate, triquetrum, pisiform,
trapesium, trapesoid, kapitatum, hamate. Telapak tangan (metakarpal) terdiri dari
bagian dasar, batang, dan kepala. Jari tangan terdiri dari tiga ruas, kecuali ibu jari
yang mempunyai dua ruas.
5. Kaki
Tulang apendikuler bagian bawah terdiri atas beberapa tulang yang menyusun kaki
(alat gerak bagian bawah).Kaki terdiri atas tulang kaki dan telapak kaki. Tulang kaki
disusun oleh tulang paha, tempurung lutut, tulang kering dan tulang betis.
Pergelangan kaki disusun oleh tulang tumit, kalkaneus, talus, kuboid, navikular,
kuneiformis, dan jari – jari.
10
2.3 Jenis Tulang pada Tubuh Manusia
Tulang-tulang yang menyusun tubuh manusia tersusun sedemikian rupa sesuai
dengan fungsinya. Rangka tubuh manusia sebagian besar tersusun atas tulang keras dan
sedikit tulang rawan.
1. Tulang Keras
Tulang keras terbagi atas tiga bentuk utama, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan
tulang pendek. Tulang keras dibungkus oleh lapisan jaringan ikat atau periosteum. yang
merupakan tempat melekatnya otot. Saluran Havers pada tulang keras mengandung
pembuluh darah yang berfungsi untuk memberikan makanan bagi sel tulang keras
(osteosit).
Tulang pipa biasanya berbentuk bulat panjang serupa pipa. Ujung-ujungnya
membentuk bonggol yang di dalamnya berisi sumsum kuning. Contoh tulang
pipa misalnya tulang paha, tulang lengan, tulang kering, tulang betis, dan tulang
ruas-ruas jari.
Tulang pipih bentuknya pipih dengan rongga sumsum merah di dalamnya tempat
pembentukan sel darah merah dan sel darah putih. Contoh tulang pipih yaitu
tulang-tulang yang membentuk tengkorak, tulang belikat, tulang bahu, tulang
dada, tulang rusuk, dan tulang panggul.
Tulang pendek bentuknya tidak beraturan dengan rongga berisi sumsum merah.
Contoh tulang pendek yaitu tulang-tulang yang membentuk pergelangan tangan,
pergelangan kaki, telapak tangan dan jari-jari tangan, telapak kaki dan jari-jari
kaki, serta ruas-ruas tulang belakang.
11
2. Tulang Rawan
Saat masih bayi, rangka manusia masih berupa tulang rawan. Seiring dengan
perkembangannya, tulang rawan berangsur-angsur tumbuh menjadi tulang keras. Pada
bagian tertentu, tulang rawan tidak mengalami perubahan, seperti pada persendian
tulang, ujung hidung, daun telinga. Tulang rawan mengandung banyak zat perekat
(kolagen) yang tersusun atas protein, sedangkan zat kapurnya sedikit. Hal ini
menyebabkan tulang rawan bersifat lentur dan elastis.
2.4 Hubungan Rangka dengan Tubuh
Hubungan antar tulang pada rangka tubuh disebut sebagai persendian.
Berdasarkan perbedaan kemampuan geraknya persendian terbagi dalam sendi gerak,
sendi kaku dan sendi mati. Sendi gerak merupakan hubungan antar tulang dengan
kemampuan gerak lebih banyak.
Pada sendi gerak tulang yang satu dengan tulang yang lain diikat dengan
semacam jaringan pengikat atau ligamen. Gerakan antar tulang ini akan menimbulkan
gesekan dan rasa sakit jika pada rongga antar tulang tidak terdapat minyak sendi.
Berdasarkan jenis gerakannya sendi gerak dikenal dengan berbagai jenis sendi, di
antaranya sendi peluru, sendi putar, sendi pelana, sendi gulung dan sendi engsel.
a. Sendi Peluru
Sendi peluru merupakan persendian yang memungkinkan gerakan ke seluruh
arah, dan biasanya berporos tiga. Sendi peluru terdapat pada hubungan antara tulang
12
lengan atas dan tulang belikat. Pada sendi peluru ujung tulang yang satu dengan yang
lain membentuk lekukan berupa lingkaran sehingga bonggol tulang yang satu dapat
masuk pada lekukan tulang yang lain. Hubungan antar tulang panggul dan tulang
paha juga merupakan sendi peluru.
b. Sendi Putar
Hubungan antar tulang dimana ujung tulang yang satu berupa tonjolan yang
masuk kedalam lubang tulang yang lain disebut sendi putar. Sendi putar
memungkinkan terjadinya gerakan memutar. Sendi putar terdapat pada hubungan
antara tulang hasta dan tulang pengumpil, juga pada hubungan antara tulang pemutar
dan tulang atlas.
c. Sendi Pelana
Hubungan tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan dua arah adalah sendi
pelana. Sendi pelana terdapat pada hubungan antara tulang ibu jari dengan tulang
telapak tangan. Hubungan antara tulang telapak tangan dengan tulang pengumpil
merupakan sendi gulung.
d. Sendi Engsel
Hubungan antara ujung tulang yang menghasilkan gerakan seperti engsel pada
pintu disebut sendi engsel. Hubungan antara tulang paha dengan tulang kering pada
lutut, atau antara tulang lengan dengan tulang hasta pada sikut serta pada ruas-ruas
ibu jari juga merupakan sendi engsel.
e. Sendi Kaku
Sendi kaku merupakan jenis persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit
gerakan. Sendi kaku terdapat pada hubungan antar tulang-tulang pergelangan tangan
dan tulang pergelangan kaki. Sendi mati merupakan jenis persendian yang
menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain tanpa dapat digerakkan
sama sekali. Persendian jenis ini terdapat pada hubungan antara tulang pada
tengkorak.
2.5. Penyakit dan Kelainan Pada Sistem Rangka Manusia
1. Penyakit pada tulang
a. Osteoporosis
13
Orang yang menderita penyakit ini, keadaan tulangnya akan rapuh dan
keropos. Ini disebabkan karena berkurangnya kadar kalsium dalam tulang.
Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka kadar kalsium akan
berkurang sedikit demi sedikit. Wanita lebih rentan terkena penyakit tulang ini.
Ketika seorang wanita mengalami menopause, ia akan kehilangan kalsium
dengan cepat. Hal ini akan mengakibatkan tulang keropos. Untuk menghindari
hal ini, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak
mengandung kalsium. Susu kalsium dosis tinggi sangat dianjurkan untuk ibu-ibu
yang berumur di atas 50 tahun. Selain minum susu, sebaiknya diimbangi pula
dengan olahraga yang teratur.
b. Rakhitis
Penyakit ini menyebabkan kondisi tulang seseorang yang lunak. Hal ini
disebabkan dalam tubuh seseorang kekurangan vitamin D. Vitamin ini berfungsi
untuk mengabsorpsi fosfor dan berperan dalam metabolism kalsium. Penderita
ini disarankan banyak mengkonsumsi telur, susu, dan minyak hati ikan. Selain
itu, pada pagi hari, penderita disarankan berjemur di bawah sinar matahari
karena sinar matahari pagi dapat membantu pembentukan vitamin D dalam
tubuh.
2. Kelainan pada tulang
Kelainan terjadi karena bawaan sejak lahir, kecelakaan.Beberapa kelainan yang
terjadi pada anggota gerak tubuh adalah sebagai berikut :
a. Fraktura
Tulang mengalami retak/patah tulang akibat mengalami benturan keras,
misalnya karena kecelakaan. Pemulihan untuk kelainan ini, yaitu dengan
mengembalikan pada susunan semula secepat mungkin. Pada kasus patah tulang,
untuk menyambungkannya ditambahkan pen atau platina. Setelah tulang
mengalami pertumbuhan dan menyatu, pen/platina akan diambil kembali.Tulang
lengan yang patah memerlukan waktu penyembuhan yang lebih cepat
dibandingkan dengan tulang paha. Waktu untuk penyembuhan tulang lengan ± 1
bulan, sedangkan pada tulang paha berlangsung ± 6 bulan.
b. Greenstick
Apabila tulang mengalami retak sebagian dan tidak sampai memisah.
14
c. Komminudet
Apabila tulang mengalami retak menjadi beberapa bagian tetapi tidak
sampai keluar dari otot.
d. Kelainan Bawaan Sejak Lahir
Contoh kelainan ini adalah bentuk kaki X atau O. Kelainan ini disebabkan
oleh faktor keturunan dan gangguan–gangguan saat seorang ibu mengandung,
misalnya ibu tersebut kekurangan vitamin D dan kalsium. Oleh sebab itu, ibu
yang sedang hamil dianjurkan untuk banyak makan sayur dan susu kalsium.
e. Mikrosefalus
Penderita kelainan ini akan mengalami keadaan di mana pertumbuhan
tulang-tulang tengkorak terlambat, sehingga bentuk kepala kecil. Kelainan ini
merupakan bawaan dari lahir. Ini disebabkan karena ketika sedang hamil,
seorang ibu kurang mendapat vitamin A dan zat kapur/kalsium. Oleh sebab itu,
ibu hamil dianjurkan banyak mengkonsumsi vitamin A yang banyak terdapat
pada sayuran yang berwarna merah dan kuning, kuning telur, mentega, minyak
ikan, hati, dan susu. Sedangkan zat kapur (kalsium) dapat diperoleh dari sayuran
kubis, brokoli, biji-bijian, susu, kerang, ikan dan keju.
f. Hidrocephalus
Suatu kelainan yang ditandai pengumpulan abnormal cairan spinal dan
terjadi pelebaran rongga dalam otak sehingga kepala membesar, disebut juga
megalochephalus.
g. Kelainan yang disebabkan karena kebiasaan tubuh yang salah, kelainan ini
antara lain seperti berikut:
• Lordosis, yaitu keadaan tulang belakang yang melengkung ke depan.
• Kifosis, adalah keadaan tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga
badan terlihat bongkok.
• Skoliosis, yaitu keadaan tulang belakang melengkung ke samping kiri atau
kanan.
15
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Fungsi Kerangka adalah Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh,
menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya, melindungi organ-organ tubuh
seperti otak, jantung, dan paru-paru, untuk bergerak ketika dikehendaki otot dan
menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang. Secara garis besar, rangka (skeleton)
manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka apendikuler (anggota
tubuh). Rangka aksial terdiri dari tulang tengkorak, tulang belakang (vertebra) dan
tulang rusuk sedangkan Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan,
tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler
menyusun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan
rangka bagian bawah. Jenis Tulang dibagi menjadi dua yaitu Tulang Keras dan Tulang
Rawan.Tulang keras terbagi atas tiga bentuk utama, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan
tulang pendek.
Hubungan antar tulang pada rangka tubuh disebut sebagai persendian.
Berdasarkan perbedaan kemampuan geraknya persendian terbagi dalam sendi gerak,
sendi kaku dan sendi mati. Tulang juga memiliki kelainan dan juga penyakit seperti
pengeroposan tulang (osteoporosis), pelunakan tulang (Rakhitis). Sementara untuk
kelainan pada tulang terjadi karena bawaan sejak lahir, kecelakaan.Beberapa kelainan
yang terjadi pada anggota gerak tubuh seperti Fraktura, Greenstick, Komminudet.
Sementara kelainan bawaan sejak lahir yaitu Mikrosefalus, Hidrocephalus dan Kelainan
ini disebabkan karena kebiasaan tubuh yang salah seperti lordosis, kifosis dan skoliosis.
3.2 Saran
Penulis sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih belum
sempurna. Penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun,
untuk kesempurnaan makalah ini, dengan meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita
tentang sistem integumentum dan derivate-derivat integumentum pada manusia.
16
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2015. Anatomi dan Fisiologi Sistem Integumen.
http://www.docstoc.com/docs/58180799/Anatomi-dan-fisiologi-sistem-
integumen-(kulit) .
Ethel, Sloane. 2003. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta : Buku Kedokteran
EGC
Guyton, Hall. 2012. Buku ajar fisiologi kedokteran. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
Rahmah. 2012. RangkaManusia dan Fungsinya.
http://asagenerasiku.com/2012/03/rangka-manusia-dan-fungsinya.html
Syaifuddin. 2009. Fisiologi tubuh manusia untuk mahasiswa keperawatan. Jakarta :
Salemba Medika.
Tarie. 2012. sistem rangka pada manusia. https://septiantarie.com/2012/10/08/sistem-
rangka-pada-manusia/
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_rangka
https://www.academia.edu/11154912/Sistem_Rangka
https://www.academia.edu/26349064/Penjelasan_Sistem_Gerak_Manusia_Rangka_Tul
ang_Otot_dan_Persendian
17