CBDC
Character Building : Kewarganegaraan
KAMPANYE HEMAT AIR DI BINUS SYAHDAN
Kelas /
Kelompok :
LB35 /
BANDUNG
Disusun oleh :
No Nama NIM Jabatan
1 Queency Lowen 2101665803 Ketua
2 Amelia Natasha 2101678806 Anggota
3 Anggita Pinkan Anjani 2101670066 Anggota
4 Fakhri Muhammad Sauqi 2101680382 Anggota
5 Evan Raditya Hadianto 2101665614 Anggota
6 Jeffri Horisky 2101664366 Anggota
2017/2018
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul Proposal : Kampanye Hemat Air Di Binus Syahdan
2. Bidang Kegiatan: Kampanye Hemat Energi
Jakarta, 5 Maret 2018
Menyetujui,
Dosen Pembimbing Ketua Tim Penyusun
LELO YOSEP LAURENTIUS, S.S M.M QUEENCY LOWEN
DAFTAR ISI
1. LEMBAR PENGESAHAN 2
2. DAFTAR ISI 3
2
3. BAB I PENDAHULUAN 4
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Rumusan Masalah 5
1.3 Tujuan 5
4. BAB II METODE KEGIATAN 6
2.1 Bentuk Kegiatan 6
2.2 Rencana Kegiatan 6
2.3 Waktu dan Tempat 6
2.4 Pelaksanaan 7
5. BAB III KONSEP TEORITIS 8
3.1 Tiga Konsep Dari Tokoh 8
3.2 Teori atau Fakta 9
3.3 Rekomendasi 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Energi merupakan suatu bentuk sumber daya alam yang sangat penting dan bermanfaat untuk
keberlangsungan hidup seluruh umat manusia. Namun ada beberapa sumber daya alam yang dapat
3
diperbaharui namun ada juga yang lama atau sama sekali tidak dapat diperbaharui. Jumlah penduduk
dunia yang berkembang dengan sangat pesat berbanding lurus dengan jumlah energi yang digunakan.
Oleh karena itu, energi harus dimanfaatkan seefisien dan sehemat mungkin agar dapat tersedia sampai
dengan generasi-generasi selanjutnya di masa depan.
Tanpa adanya usaha penghematan dan pengolahan energi, energi yang sangat kita perlukan
dalam jangka waktu tertentu akan mengalami kelangkaan. Akan tetapi, pada kenyataannya dimasa
sekarang banyak warga negara yang tidak sadar akan pentingnya menghemat energi atau sumber daya
alam dan malah bersikap boros terhadap pemakaian energi atau sumber daya alam. Mereka tidak bijak
dalam menggunakan energi yang tersedia tanpa memikirkan efeknya dalam jangka panjang.
Contoh sumber daya alam yang lazim digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari
adalah air. Air dapat dimanfaatkan dalam bentuk yang masih alami dari sumber mata air maupun
dalam bentuk yang sudah diolah menjadi air bersih. Contoh-contoh pemanfaatan air dalam kehidupan
sehari-hari adalah irigasi pada sawah, sebagai air minum, untuk mencuci baju, memasak, PLTA, dan
lain-lain. Pada dasarnya, semua jenis makhluk hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup dan
bahkan ada beberapa makhluk hidup yang berhabitat di tempat berair seperti ikan. Air didapatkan dari
berbagai sumber mata air sebagai sungai, danau, laut, dan lain-lain.
Riset membuktikan bahwa ketersediaan mata air bersih di berbagai belahan dunia mulai
menurun secara memprihatinkan. Terutama di beberapa kota-kota besar di Indonesia. Seperti pada
Pulau Jawa yang mengalami penurunan ketersediaan air sejak 1990. Penelitian pada Departemen
Geofisika dan Meteorologi IPB memaparkan bahwa di Jakarta pada Tahun 1990, ketersediaan air
masih 138 milimeter kubik per kapita dalam setahun dan terus menurun tiap tahunnya hingga
mencapai 59 milimeter kubik per kapita pada tahun 2005. Penurunan yang cukup drastis menunjukkan
bahwa masyarakat di Indonesia sangat minim kesadaran untuk melestarikan ketersediaan air bersih.
Masyarakat belum bisa mengolah dan menggunakan air dengan efisien.
Dan pada kenyataannya, banyak sumber air yang ada di kota-kota besar di Indonesia dalam
keadaan yang cukup memprihatinkan. Banyak sampah yang mencemari sungai-sungai dan saluran air
lainnya yang disebabkan oleh masyarakat yang sembarangan membuang sampah ke sungai. Akibatnya
kualitas sumber air di Indonesia pun menurun. Air yang tercemar berbagai limbah menjadi berubah
warna dan berbau sehingga tidak layak untuk di konsumsi oleh masyarakat. Di daerah-daerah terpencil
seperti desa-desa dan kampung-kampung juga terdapat permasalahan mengenai pasokan air bersih
seperti kurang memadainya akses menuju sumber air bersih.
4
Hasil survey yang dilakukan Direktorat Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya pada
2006 menunjukkan setiap orang Indonesia mengkonsumsi air rata-rata sebanyak 144 liter (0,144 m3)
per hari. Menurut Ashari Mardiono, Direktur Eksekutif PERPAMSI - Persatuan Perusahaan Air
Minum Indonesia, penggunaan air masyarakat Indonesia masih boros. Di Kota Surabaya, 2016, rata-
rata konsumsi air per orang mencapai 190 liter (0,19 m3) per hari. Bandingkan dengan negara
Singapura yang hanya 120 liter per hari. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi air di Indonesia berada
dalam batas yang tidak wajar dan sangat berlebihan.
Oleh karena sebab-sebab di atas, penulis mengangkat tema kegiatan kampanye hemat energi.
Kampanye ini akan dilakukan dengan wawancara, menebar selebaran dan sticker ke masyarakat.
Penulis berharap bahwa dengan melakukan kampanye ini, penulis dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya menghemat air dan juga melindungi dan melestarikan sumber daya air.
1.2 Rumusan Masalah
1. Hal-hal apa saja yang dapat kita lakukan untuk membuat orang-orang sadar betapa pentingnya
menghemat air?
2. Hal-hal apa saja yang menyebabkan kurangnya kesadaran di masyarakat untuk menghemat air?
3. Mengapa air harus dilestarikan dan dihemat?
4. Apakah kampanye ini efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghemat
air?
1.3 Tujuan
1. Agar kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya menghemat air meningkat.
2. Agar masyarakat dapat menjaga dan melestarikan sumber daya air.
3. Agar masyarakat dapat menjaga kebersihan berbagai sumber mata air.
5
BAB II
METODE KEGIATAN
2.1 Bentuk Kegiatan
Tema : Penghematan Sumber Daya Air dengan cara melakukan kegiatan penyuluhan.
Bentuk Kegiatan : Kampanye, menyebarkan selebaran, dan sticker.
2.2 Rencana Kegiatan
Kegiatan terdiri dari 5 (lima) pertemuan , pertemuan pertama merupakan survey tempat untuk
melakukan kampanye Pada pertemuan kedua hingga kelima kami akan melaksanakan kegiatan yang
telah kami rencanakan. Berikut merupakan daftar rencana kegiatan yang akan kami lakukan :
No. Pertemuan ke- Rincian Kegiatan
1. 1 Survey lokasi dan target kampanye.
2. 2 Wawancara.
3. 3 Menyebarkan selebaran dan memberi penyuluhan.
4. 4 Menyebarkan selebaran dan memberi penyuluhan.
5. 5 Menempelkan sticker dan dokumentasi.
2.3 Waktu dan Tempat
Kegiatan ini dilaksanakan minimal lima kali pertemuan, yaitu pada :
Hari : Jumat
Waktu : pukul 07:30 s/d 09:00 WIB
Tempat : Universitas Bina Nusantara, Kampus Syahdan.
Kemanggisan, Jl. Kh. Syahdan No.9, RT.6/RW.12, Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta 11480.
6
2.4 Pelaksanaan
- Pencarian lokasi yang dinilai tepat untuk melakukan penyuluhan.
- Mendesain sticker dan selebaran .
- Menyiapkan pertanyaan- pertanyaan yang dibutuhkan untuk wawancara.
- Mencetak sticker dan selebaran.
- Melakukan dan mencatat hasil wawancara.
- Melakukan penyuluhan dan menyebarkan selebaran serta sticker di daerah yang sudah
ditentukan.
BAB III
7
KONSEP TEORITIS
3.1 Tiga Konsep Dari Tokoh
Air menutupi 70% permukaan bumi. Namun 97% dari air tersebut berada di lautan dan
2,5%nya beku, terkunci di kutub utara, kutub selatan dan glaciers sehingga tidak dapat dikonsumsi
manusia. Dengan demikian hanya tersedia 0,5% air tawar untuk memenuhi kebutuhan ekosistem di
bumi dan kebutuhan semua manusia termasuk untuk kegiatan pertanian, industri, dan rumah tangga
(WBCSD, 2005; Chiras, 2009).Di masa mendatang ketersediaan air untuk konsumsi manusia
diperkirakan akan mengalami krisis dalam kuantitas dan kualitasnya (Green 2002 dalam Samuel U.
Ukata et.al. 2011).
Menyadari perlunya kebijakan yang mengatur pemakaian air maka PBB membuat standar
maksimal konsumsi air 120 liter/orang/hari untuk daerah perkotaan dan 60 liter/orang/hari untuk
daerah pinggir kota sebagai upaya konservasi air untuk menjaga ketersediaan dan keberlanjutan air
(Samuel U. Ukata, et.al. 2011).
Dalam kamus, kata konservasi bersinonim dengan kata memelihara agar aman, menghemat,
mengawetkan, dan melindungi. Dengan demikian secara umum konservasi air dapat diartikan sebagai
memelihara, menghemat, mengawetkan, dan melindungi air melalui pemakaian secara
bijaksana.Namun demikian secara ekologis isu konservasi air bukan hanya sekedar isu tentang tentang
menghemat air – ini isu tentang memiliki cukup air sesuai kebutuhan kita. Gifford Pinchot, seorang
ahli konservasi dan politikus Amerika yang menjadi kepala US Forest Service pada tahun 1898-1910,
menyatakan bahwa konservasi adalah; “The wise use of the earth and its resources for the lasting good
of men”. Konservasi adalah pemakaian bumi dan sumber daya bumi secara bijaksana untuk memenuhi
kebutuhan jangka panjang manusia. Dengan demikian dalam konteks pengelolaan sumber daya air,
konservasi air merupakan pemakaian sumber daya air secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan
jangka panjang manusia Gleick (1998) menyebutkan dalam upaya konservasi air ada tujuh kriteria
keberlanjutan yang harus dipenuhi, yaitu:
1. Memenuhi kebutuhan dasar semua manusia terhadap air untuk menjaga kesehatan.
2. Memenuhi kebutuhan dasar lingkungan terhadap air untuk memperbaiki dan menjaga
kesehatan ekosistem.
8
3. Kualitas air dijaga untuk memenuhi standar minimum. Standar kualitas ini bervariasi,
tergantung pada lokasi dan tujuan penggunaan air.
4. Kegiatan manusia tidak boleh merusak kemampuan terbarukan persediaan dan aliran air
bersih.
5. Data tentang sumber daya air tersedia, digunakan, valid dan dapat diakses oleh semua pihak.
6. Mekanisme kelembagaan dibentuk untuk mencegah dan memecahkan konflik tentang air.
7. Perencanaan air dan pembuatan kebijakan dilakukan secara demokratis, menjamin
keterwakilan semua pemangku kepentingan dan mendorong partisipasi semua pihak.
Mengingat tujuh kriteria keberlanjutan yang harus dipenuhi dalam konservasi air, maka
diperlukan komitmen semua pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, swasta (industri), dan
masyarakat sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.
3.2 Teori atau Fakta
Seperti yang kita ketahui, air merupakan komponen penting dalam kehidupan. Faktanya, dari
seluruh air yang ada di Bumi, hanya 3% yang dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Data PBB
menunjukkan bahwa saat ini sekitar 884 juta penduduk dunia (12,5% dari populasi global) hidup
tanpa air minum yang aman dan 2,5 miliar penduduk dunia (40%) tidak memiliki fasilitas sanitasi
yang layak. PBB juga mencatat bahwa 1,8 miliar penduduk dunia akan hidup di negara atau wilayah
dengan kelangkaan air absolut dan dua per tiga populasi di Bumi akan hidup dalam kondisi
kekurangan air pada 2025. Maka dari itu, pelestarian air dan juga komponen pendukung lainya mutlak
menjadi prioritas utama di kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan Agus Haryanto sebagai Water Services Specialist WWF-Indonesia, diperkirakan
pada tahun 2030 nanti, 50% populasi yang ada di Bumi ini akan hidup dibawah kelangkaan air dan
hampir 1 miliar populasi akan kesulitan untuk mengakses air bersih. Hal ini selaras berdasarkan data
dari Menteri Negara Lingkungan Hidup di tahun 1997, Pulau Jawa mengalami defisit air bersih
sebesar 134.103 meter kubik. “Mulai dari hal yang kecil, mulai dari kita sendiri, dan memulainya saat
ini juga untuk masa depan yang lebih baik,” pesan Agus kepada peserta diskusi untuk menjaga
lingkungan.
9
3.3 Rekomendasi
Berdasarkan sejumlah teori dan fakta-fakta mengenai kondisi dan keadaan air disekitar kita,
kesadaran diri setiap individu terhadap penggunaan sumber daya air sangatlah penting. Tanpa adanya
kesadaran diri setiap penduduk terhadap penggunaan air, maka penggunaan atau pemakaian air yang
efisien tidak akan terwujudkan. Hal ini tentu akan berkontribusi besar terhadap kondisi dan kesediaan
air untuk seluruh penduduk yang pada akhirnya akan mengakibatkan kelangkaan sumber daya air.
Suatu bentuk peringatan, informasi atau motivasi sangatlah penting dan diperlukan untuk
meningkatkan kesadaran diri setiap masyarakat akan penggunaan air yang efisien dan penghematan
pemakaian sumber daya alam.
Dengan memberikan sejumlah informasi dan dorongan terkait penghematan sumber daya alam,
maka kesadaran diri masyarakat akan meningkat. Oleh sebab itu, kami berpendapat dengan
melaksanakan sebuah kampanye kepada masyarakat yang berisikan informasi mengenai kondisi
sumber daya pada saat ini dan cara untuk memulihkan kondisinya, mereka akan lebih sadar diri dan
ingin untuk berkontribusi terhadap penghematan sumber daya air dan konservasi sumber daya alam
10