0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan3 halaman

Jenis-jenis Filtrasi Air Minum

Filtrasi adalah proses pemisahan partikel padat dari fluida dengan menggunakan media penyaringan. Terdapat beberapa jenis filtrasi seperti filter pasir lambat, filter pasir cepat, filter karbon aktif, dan filter membran yang masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan tertentu dalam mengolah air.

Diunggah oleh

Belinda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan3 halaman

Jenis-jenis Filtrasi Air Minum

Filtrasi adalah proses pemisahan partikel padat dari fluida dengan menggunakan media penyaringan. Terdapat beberapa jenis filtrasi seperti filter pasir lambat, filter pasir cepat, filter karbon aktif, dan filter membran yang masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan tertentu dalam mengolah air.

Diunggah oleh

Belinda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian Filtrasi

Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan


melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, yang di atasnya padatan
akan terendapkan. Filtrasi adalah suatu operasi atau proses dimana campuran
heterogen antara fluida dan partikel-partikel padatan dipisahkan oleh media filter yang
meloloskan fluida tetapi menahan partikel padatan (Ghazali et al.,2015). Filtrasi
adalah pemisahan koloid atau partikel padat dari fluida dengan menggunakan media
penyaringan atau saringan (Rashid et al., 2015) . Air yang mengandung suatu padatan
atau koloid dilewatkan pada media saring dengan ukuran pori-pori yang lebih kecil
dari ukuran suatu padatan tersebut.
Jenis-jenis Filtrasi Pengolahan dengan menggunakan metode filtrasi atau
penyaringan merupakan metode fisik yang dilakukan dalam mengolah air sebagai air
minum. Proses filtrasi ini dapat dipengaruhi oleh gravitasi ataupun tenaga putar. Ada
beberapa jenis filtrasi yang digunakan dalam pengolahan air untuk air minum. Proses
filtrasi dibagi menjadi beberapa jenis yaitu filter pasir lambat, filter pasir cepat, filter
karbon aktif dan filter karbon membrane, antara lain sebagai berikut :

1. Slow Sand Filter (Saringan Pasir Lambat)


Filtrasi dengan metode Slow Sand Filter merupakan penyaringan partikel yang
tidak didahului oleh proses pengolahan kimiawi (koagulasi). Kecepatan aliran dalam
media pasir ini kecil karena ukuran media pasir lebih kecil (Quddus, 2014). Saringan
pasir lambat lebih menyerupai penyaringan air secara alami.
Filter pasir lambat adalah filter yang mempunyai kecepatan filtrasi lambat.
Kecepatan filtrasi pada filter lambat sekitar 20 – 50 kali lebih lambat, yaitu sekitar 0,1
hingga 0,4 m/jam. Kecepatan yang lebih lambat ini disebabkan ukuran media pasir
juga lebih kecil (effective size = 0,15 – 0,35 mm). Filter lambat digunakan untuk
menghilangkan kandungan organic dan organism pathogen dari air baku. Filter pasir
lambat ini efektif digunakan dengan kekeruhan relatif rendah yaitu dibawah 50 NTU
tergantung distribusi ukuran partikel pasir, ratio luas permukaan filter terhadap
kedalaman dan kecepatan filtrasi.
Filter pasir lambat bekerja dengan cara pembentukan lapisan gelatin atau biofilm
yang disebut lapisan hypogeal atau Schmutzdecke. Lapisannya mengandung bateri,
fungsi, protozoa, rotifer, dan larva serangga air. Schmutzdecke merupakan lapisan
yang melakukan pemurnian efektif dalam pengolahan air minum (Makhmudah et al.,
2010). Dalam Schmutzdecke, partikel terperangkap dan organic yang terlarut akan
terabsorbsi, diserap dan dicerna oleh bakteri, fungi, an protozoa. Proses utama
Schmutzdecke adalah mechanical straining terhadap bahan tersuspensi dalam lapisan
tipis yang berpori sangat kecil.

2. Rapid Sand Filter (Saringan Pasir Cepat)


Proses filtrasi dengan cara ini merupakan jenis unit filtrasi yang mampu
menghasilkan debit air yang lebih banyak, namun kurang efektif untuk mengatasi bau
dan rasa yang ada pada air yang disaring. Debit air yang cepat tersebut menyebabkan
lapisan bakteri yang berguna untuk menghilangkan patogen namun membutuhkan
proses desinfeksi yang lebih intensif (Octavianus,2013). Arah aliran airnya dari
bawah ke atas. Pada proses ini umumnya melakukan backwash atau pencucian
saringan tanpa membongkar keseluruhan saringan.
Media yang digunakan untuk proses Rapid Sand Filter tersusun dari pasir silica
alami, anthrasit, atau pasir garnet yang memiliki variasi ukuran, bentuk dan komposisi
kimia.
Dasar filternya terdiri dari sistem pipa yang tersusun dari lateral dan manifold
untuk mengalirkan air terolah yang penerimaan airnya diterima melalui lubang orifice
yang diletakkan pada pipa lateral (Lensoni et al., 2017). Penggunaan manifold dan
lateral bertujuan agar ditribusinya merata. Saat proses filtrasi berlangsung, terjadi
penurunan debit air produksi akibat clogging atau pemampatan oleh kotoran yang
tersaring dan tertahan pada media yang menyebabkan diameter pori mengecil.

3. Filter Karbon
Filter karbon merupakan metode karbon aktif dengan media granular (Granular
Activated Carbon) merupakan proses filtrasi yang berfungsi untuk menghilangkan
bahan-bahan organik, desinfeksi, serta menghilangkan bau dan rasa yang disebabkan
oleh senyawa-senyawa organik (Dewi dan Buchori. 2016) Selain fungsi tersebut juga
digunakan untuk menyisihkan senyawa-senyawa organic dan menyisihkan partikel-
partikel terlarut.
Metode pengolahan karbon aktif prinsipnya adalah mengadsorbsi bahan
pencemar menggunakan media karbon. Proses adsorbsi tergantung pada luas
permukaan media yang digunakan dan berhubungan dengan luas total pori-pori yang
terdapat dalam media. Agar proses absorbsi bisa dilakukan secara efektif diperlukan
waktu kontak yang cukup antara permukaan media dengan air yang diolah sehingga
nantinya zat pencemar dapat dihilangkan.
Ada alternative lain yang bisa dilakukan jika waktu kontak tidak mencukupi,
caranya yaitu dengan menaikan luas permukaan media dengan ukuran yang lebih
kecil. Zat yang ada dalam air yang mengalami absorbsi berupa senyawa organik
(menyebabkan bau dan rasa yang tidak diinginkan), trihalometane, serta Volatile
Organic coumpunds (VOCs).
Instalasi pengolahan air minum biasanya menggunakan karbon aktif yang
dilakukan sebelum proses ozonisasi karena secara umum unit pengolahan karbon aktif
tidak dapat menyisihkan mikroorganisme patogen seperti virus dan bakteri (Dinora
dan Purnomo,2013). Selain itu, juga tidak efektif dalam menyisihkan kalsium (Ca)
dan magnesium (Mn) yang menimbulkan kesadahan pada air, flour dan nitrat.
Sedangkan media yang digunakan dapat berupa arang kayu, batok kelapa dan
batubara.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan karbon aktif ini adalah debit
pengolahan dan headloss yang tersedia, senyawa-senyawa organik yang terdapat
dalam air baku, media yang digunakan, ukuran media karbon aktif, kecepatan filtrasi,
waktu kontak, dan waktu pembersihan media karbon aktif. Media karbon aktif harus
dibersihkan atau di regenerasi kembali dalam waktu tertentu karena media ini akan
mengalami keadaan jenuh dimana kemampuan media untuk mengabsorbsi senyawa-
senyawa organik dan polutan akan berkurang. Proses regenerasi karbon aktif ini
dilakukan dengan tiga cara yaitu penguapan, pemanasan dan penggunaan bahan
kimia.

4. Filter Membran
Filtrasi dengan menggunakan membran ini merupakan alternative yang
digunakan untuk menggantikan filtrasi pasir lambat (slow sand filtration). Teknologi
ini mengurangi biaya operasional dan instalasi. Teknologi membrane ini digunakan
dalam instalasi pengolahan air dengan tujuan untuk menghasilkan air layak minum
(Agmalini et al., 2013)
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja membran, diantaranya yaitu:
karakteristik membran, yang merupakan material membran; tekanan operasi, tekanan
operasi sangat berpengaruh terhadap fluks yang dihasilkan serta kemampuan rejeksi
membran; pH umpan; Periode Operasi membran; konsentrasi umpan; temperatur;
serta kadar suspended solid dalam air umpan. Keunggulan dari membran ini adalah
mempunyai ukuran yang lebih kecil, kapasitas pengolahan lebih besar, serta mampu
menghasilkan air layak 16 minum. Sistem membran ini umumnya dibedakan menjadi
empat jenis yaitu Reverse osmosis (RO), Elektrodialisis (ED), Ultrafiltrasi (UF), dan
Mikrofiltrasi (MF).
Daftar Pustaka

Agmalini, S., Lingga, N. N., dan Nasir, S. 2013. Peningkatan Kualitas Air Rawa
Menggunakan Membran Keramik Berbahan Tanah Liat Alam Dan Abu Terbang
Batubara. Jurnal Teknik Kimia, 19(2) : 59-68.

Dewi, Y. S., dan Buchori, Y. 2016. Penurunan COD, TSS Pada Penyaringan Air
Limbah Tahu Menggunakan Media Kombinasi Pasir Kuarsa, Karbon Aktif,
Sekam Padi Dan Zeolit. J.Ilmiah Satya Negara Indonesia, 9(1) : 74-80.

Dinora, G. Q., dan Purnomo, A. 2013. Penurunan kandungan zat kapur dalam air
tanah dengan menggunakan media zeolit alam dan karbon aktif menjadi air
bersih. Jurnal Teknik ITS, 2(2), 78-82.

Ghazali, M. F., Adlan, M. N., dan Rashid, N. A. A. 2015. Riverbank filtration:


Evaluation of hydraulic properties and riverbank filtered water at Jenderam
Hilir, Selangor. Jurnal Teknologi, 74 (11) : 33-41.
Lensoni, L., dan Lidiawati, M. 2017. Pengaruh Penggunaan Saringan Pasir Cepat
Terhadap Penurunan Kadar Bod dan Cod Pada Sistem Pengolahan Limbah Tahu
di Gampong Reuloh. Jurnal Biology Education, 6(2): 56-69.

Makhmudah, N., dan Notodarmodjo, S. 2010. Penyisihan besi-mangan, kekeruhan


dan warna menggunakan saringan pasir lambat dua tingkat pada kondisi aliran tak
jenuh studi kasus: air sungai Cikapundung. Jurnal Teknik Lingkungan, 16(2),
150-159.

Octavianus, D. 2013. Pengolahan Limbah Domestik dengan menggunakan


Biokoagulan Biji Moringa oleifera Lam. dan Saringan Pasir cepat. J. Institut
Teknologi Nasional, 1(2) : 1-12 .

Quddus, R. 2014. Teknik pengolahan air bersih dengan sistem saringan pasir lambat
(downflow) yang bersumber dari Sungai Musi. Journal of Civil and
Environmental Engineering, 2(4) : 669-675.

Rashid, N. A. A., Roslan, M. H., Rahim, N. A., Abustan, I., & Adlan, M. N. (2015).
Artificial barrier for riverbank filtration as improvement of soil permeability and
water quality. Jurnal Teknologi, 74 (11) : 51-58.

Anda mungkin juga menyukai