TEKNIK TENAGA LISTRIK
INSTALASI LISTRIK BENGKEL MESIN PT. KL
DISUSUN OLEH:
HANIF HANIYA PRANARUM
18/428864/TK/47366
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Instalasi listrik merupakan kata yang tidak asing lagi bagi
k i t a . Hampir setiap hari kita melihatnya, baik itu di rumah – rumah, bangunan
– bangunan, toko, gedung ,dll. Akan tetapi pernahkah terlintas dipikiran
kita bagaimana proses ditemukannya listrik sehingga bisa berkembang seperti
sekarang ini? Fungsi Instalasi Listrik yaitu untuk mempermudah pemasangan
pada insalasi listrik. Peralatan instalasi listrik adalah alat-alat yang dipergunakan
dalam pemasangan instalasi listrik oleh para instalator agar pemasangan menjadi
baik, rapih dan menjamin keselamatan baik pada pekerja maupun pada pemakai
listriknya.
I.2. Rumusan Masalah
Menjelaskan mengenai bagian-bagian dari bengkel mesin PT. KL
I.3. Tujuan
Mengetahui bagian-bagian dari rangkaian instalasi listrik bengkel mesin PT. KL
BAB II
PEMBAHASAN
Pada umumnya PHB yang digunakan pada industri atau bangunan-bangunan
yang memerlukan suplai daya yang cukup besar memerlukan panel yang
berbentuk lemari (cubicle). Jika konsumen hanya berupa rumah tinggal yang
sederhana panel hubung bagi yang digunakan dapat menggunakan pengaman
berupa sekring atau MCB dengan batas yang sesuai dan standar.
Panel hubung bagi merupakan alat yang digunakan sebagai pengaman segala
kecelakaan di rangkaian instalasi listrik yang berupa hubung singkat atau pun
beban lebih.
Panel hubung bagi dapat dibedakan sebagai berikut :
- Panel Utama / MDP : Main Distributor Panel
- Panel cabang / SDP : Sub Distributor Panel
- Panel beban / SSDP : Sub-sub Distributor Panel
Berikut ini contoh alat-alat pengaman rangkaian listrik yang ada pada panel
hubung bagi :
- MCB (Miniature Circuit Breaker)
- MCCB (Mold Case Circuit Breaker)
- NFB (No Fuse Vircuit Breaker)
- ACB (Air Circuit Breaker)
- OCB (Oil Circuit Brekaer)
- VCB (Vacuum Circuit Breaker)
- SFCB (Sulfur Circcit Breaker)
- Sekring dan pemisahan
- Switch dan Disconnecting Switch (DS)
Pada gambar diatas terdapat beberapa PHB antara lain yaitu:
PHB Mesin 1
PHB ini yang menyuplai daya ke Mesin Katrol (M1), Mesin Gerinda Besar
(M2), Mesin Frais Besar (M3), dan Mesin Frais Kecil (M4). Mesin-mesin ini
terletak di dalam Ruang J. PHB Mesin 1 digunakan untuk menyuplai
beberapa mesin pada bengkel yang membutuhkan daya cukup besar,
sehingga digunakan MCB 50A, MCB ini disalurkan ke beberapa MCB luar
(6 A, 25 A, 16 A, dan 16 A).
PHB Mesin 2
PHB ini yang menyuplai daya untuk satu Mesin Frais Besar (M3), satu
Mesin Bubut Besar (M5) dan dua Mesin Bubut Kecil (M6). Pada PHB Mesin
2 digunakan untuk menyuplai beberapa mesin pada bengkel yang memiliki
daya cukup besar, sehingga digunakan MCB 50A, MCB ini disalurkan ke
beberapa MCB luar (25 A, 16 A, 16 A, dan 16 A).
PHB Mesin 3
PHB ini menyuplai daya ke Mesin Bubut Besar, Mesin Bubut Kecil, Mesin
gergaji (M7) dan Mesin katrol kecil (M8). Pada PHB Mesin 3 digunakan
untuk menyuplai beberapa mesin pada bengkel yang memiliki daya cukup
besar, sehingga digunakan MCB 35 A, MCB ini disalurkan ke beberapa
MCB luar (25 A, 16 A, 6 A, dan 6 A).
PHB Mesin Las
PHB ini yang menyuplai daya satu Mesin Bubut Besar, satu Mesin Bubut
Kecil, satu Mesin Gergaji (M7) dan satu Mesin Katrol Kecil (M8). PHB
Mesin Las digunakan untuk menyuplai beberapa mesin las pada bengkel
yang memiliki daya cukup besar dan berbeda, sehingga digunakan MCB 35
A, MCB ini disalurkan ke beberapa MCB luar (16 A, 16 A, dan 16 A)
dengan menggunakan sistem instalasi 3 fase
PHB Utama
Yang mana semua PHB akan masuk ke PHB ini. Masing-masing memiliki
sakelar manual yang menghubungkan PHB Utama dan tiap PHB mesin. Di
dalam PHB Utama, kabel PHB Mesin 1, 2 dan 3 masing-masing terhubung
ke triple pole switch dan sekring 3 fase.
PHB Lampu
Ruang A, B, dan C menggunakan lampu fluorescent berdaya 40 watt
yang berjumlah 12 buah yang dipasang secara berpasangan. Tiap ruangan
dilengkapi dengan satu buah power socket 500 Watt, dimana lampu dan
power socket dihubungkan dengan satu buah konduktor fase dan satu buah
konduktor netral. Terdapat satu buah multi-position switch dan single pole
(two circuit switch) di dekat pintu. Penghubung antar rangkaian seri lampu
adalah kabel satu buah konduktor fase dan satu buah konduktor netral. Kabel
yang menghubungkan rangkaian lampu dengan titik pojok ruang adalah
kabel tiga konduktor dengan konduktor netral. Ruang A dan B dihubungkan
menggunakan kabel yang sama menuju PHB Lampu (kabel e). Sedangkan
Ruang C dan D dihubungkan dengan PHB Lampu dengan konduktor yang
sama (kabel d).
Instalasi pada ruang D hampir sama dengan ruangan A, B, maupun C,
yang membedakan adalah jumlah power socket: 3 buah ditempel di dinding
barat, dan konduktor yang menghubungkan dengan switch, yaitu tiga
konduktor dengan sebuah konduktor netral.
Ruang E, F, dan lorong penghubung menggunakan lampu incandescent,
ceiling mounted, satu di masing-masing kamar mandi, satu di Mushola, dan
dua di lorong masing-masing berdaya 20 Watt. Kedua lampu kamar mandi
dihubungkan dengan double circuit switch menggunakan sebuah konduktor
dengan sebuah konduktor netral. Di Mushola terdapat sebuah power outlet
500 Watt dengan koduktor penghubung satu netral dan satu fase. Kabel
lampu dan power outlet bertemu dan dihubungkan dengan single switch
dengan kabel berkonduktor 2 dan 1 netral. Lampu di lorong dihubungkan
dengan konduktor tunggal dengan 1 netral ke single circuit switch. Lampu
pada ruang-ruang ini terbuhung ke PHB Lampu bersama dengan ruangan G,
H, dan I (kabel c).
Ruang G menggunakan 3 lampu neon berpasangan 2×40 W yang
dipasang seri dengan 2 konduktor fase dan satu netral. Di ujung ruangan
terdapat power outlet berpelindung yang terhubung ke rangkaian lampu
dengan konduktor fase dengan satu konduktor netral. Single pole switch ada
di dekat pintu, terhubung dengan konduktor 1 fase 1 netral. Ruang H
memiliki 6 lampu incandescent berdaya masing-masing 100 Watt. Lampu ini
dipasang seri berpasangan lalu dihubungkan secara paralel. Terdapat single
circuit switch dan double circuit switch yang terpasang dekat pintu menuju
Ruang I.
Ruang Finishing (I) menggunakan 3 lampu fluorescent 40 Watt yang
dipasang secara seri. Sebuah single circuit switch dipasang di dekat pintu
menuju Ruang H.
Ruang J menggunakan 14 lampu incandescent 100 Watt yang dipasang
seri berpasangan lalu ketujuhnya diparalel dan dihubungkan langsung ke
PHB Lampu oleh kabel f yang berisi 7 konduktor fase dan satu netral.
Sakelar berada dekat Ruang L dan K, 3 sakelar berupa double circuit switch
dan satu single circuit switch.
Ruang K menggunakan 12 lampu fluorescent 40 Watt yang dipasang
berpasangan. Ketiga pasangan disusun seri dan lalu dipasang paralel dengan
yang lain. Terdapat dua kotak kontak, satu ditengah dinding utara ruangan
dan satu di dekat pintu menuju Bengkel Mesin. Sakelar model double circuit
switch berada di dekat pintu keluar. Ruang L menggunakan lampu
fluorescent berjumlah 8 yang dayanya masing-masing 40 Watt. Lampu
dipasang berpasangan dan dirangkai seri dua pasang dan keduanya diparalel.
Terdapat dua kotak kontak: di barat laut dan barat daya ruangan. Double
circuit switch diletakkan di ujung barat daya ruangan. Penerangan di kedua
ruang ini dihubungkan ke PHB Lampu dengan kabel a.
Ruangan M menggunakan 20 lampu fluorescent berdaya 40 Watt yang
dipasang berpasangan. Kelima pasangan kemudian dirangkai seri dan lalu
dipasang paralel dengan yang lain. Sakelar double circuit switch dilekatkan
di dinding dekat pintu menuju bengkel mesin. Kotak kontak 500 Watt ada 5
dan dipasang 2 di selatan ruang, 3 di utara ruang. Instalasi dihubungkan ke
PHB Lampu dengan kabel b.
Kabel a, b, c, d, e, dan f yang merupakan konduktor tunggal
berpengaman (konduktor netral ditanahkan) adalah kabel tipe NYM yang
memiliki luas penampang 1,5 mm2. Di dalam PHB Lampu, masing-masing
kabel dilengkapi sebuah single pole switch dan sebuah fuse screw type
diazed dengan batas atas arus 6 A. Semua kabel dipasang paralel dengan
ujung sakelar manual yang menghubungkan ke PHB Utama. Kabel yang
digunakan untuk memparalel adalah konduktor dengan konduktor netral.
Kabel yang menghubungkan PHB Lampu dengan PHB Utama adalah kabel
tipe NYM berukuran 4 mm2 berkonduktor tunggal dengan konduktor netral.
Kabel dilengkapi dengan single pole switch dan sekring berbatas 16 Ampere.
Mesin-mesin yang digunakan pada instalasi listrik diatas antara lain:
a. Mesin Katrol (M1) yang memiliki daya 2 kW
b. Mesin Gerinda Besar (M2) yang memiliki daya 15 kW
c. Mesin Frais Besar (M3) yang memiliki daya 8 kW
d. Mesin Frais Kecil (M4) yang memiliki daya 5 kW
e. Mesin Bubut Besar (M5) yang memiliki daya 10 kW
f. Mesin Bubut Kecil (M6) yang memiliki daya 7 kW
g. Mesin Gergaji (M7) yang memiliki daya 1,5 kW
h. Mesin Katrol Kecil (M8) yang memiliki daya 1 kW
i. Mesin Las (L1)
Pembagian Instalasi Listrik Pada Tiap Ruangan
A. Gudang Pneumatik
Gudang penumatik merupakan tempat untuk menyimpan bahan-bahan dan alat-
alat yang digunakan bengkel pneumatik, terdapat 6 buah lampu dengan daya 24
Watt dan sebuah kotak kontak dengan daya 500 Watt.
B. Dapur
Dapur merupakan tempat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan
dan minuman pekerja pada saat jam kerja, contohnya seperti memasak. Pada
dapur terdapat 6 buah lampu dengan daya 24 Watt dan sebuah kotak kontak
dengan daya 500 Watt.
C. Gudang Besi
Gudang besi merupakan tempat untuk menyimpan bahan-bahan dan alatalat yang
berhubungan dengan besi, terdapat 6 buah lampu dengan daya 24 Watt dan
sebuah kotak kontak dengan daya 500 Watt.
D. Tempat Istirahat
Tempat istirahat merupakan fasilitas yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
pekerja, seperti berisitirahat, terdapat 6 buah lampu dengan daya 24 Watt dan
sebuah kotak kontak dengan daya 500 Watt.
E. Kamar Mandi
Kamar mandi merupakan fasilitas yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
pekerja, seperti buang air kecil, terdapat 2 buah almpu dengan daya sebesar 20
Watt.
F. Mushola
Mushola merupakan fasilitas yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
pekerja, seperti ibadah sholat, terdapat 1 buah lampu dengan daya sebesar 20
Watt dan sebuah kotak kontak dengan daya 500 Watt.
G. Gudang Bengkel Las
Gudang bengkel las merupakan tempat untuk menyimpan bahan-bahan dan alat-
alat yang digunakan bengkel las, terdapat 3 buah lampu dengan daya 40 Watt dan
sebuah kotak kontak dengan daya 500 Watt.
H. Bengkel Las
Pada bengkel las terdapat 6 buah lampu dengan daya sebesar 100 Watt dan 3
buah mesin las dengan daya 4 kWatt yang terhubung dengan PHB Mesin Las.
I. Ruang Finishing
Pada ruang ini terdapat 3 buah lampu 40 Watt dan sebuah mesin katrol kecil
dengan daya 1 kWatt yang terhubung dengan PHB Mesin 3.
J. Bengkel Mesin
Pada bengkel mesin ini terdapat 14 lampu 100 Watt dan 3 buah PHB Mesin.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]