1.
8 (delapan) nilai-nilai yang dikemukakan oleh Walter Everett dalam bukunya Moral
Values (1918)
ekonomis (ditunjukan oleh harga pasar dan meliputi semua benda yang dapat
dibeli). Misalnya : emas atau logam mulia mempunyai nilai ekonomis dari pada seng,
kemanfaatan, kedayagunaan.
kejasmanian (mengacu pada kesehatan, efisiensi dan keindahan badan). Misalnya :
kebugaran, kesehatan, kemulusan tubuh, kebersihan.
hiburan (nilai nilai permainan dan waktu senggang yang dapt menyumbang pada
pengayaan kehidupan). Misalnya : kenikmatan rekreasi, keharmonisan musik,
keselarasan nada.
sosial (berasal mula dari berbagai bentuk perserikatan manusia). Misalnya :
kerukunan, persahabatan, persaudaraan, kesejahteraaan, keadilan, kerakyatan,
persatuan.
watak (keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan social yang diinginkan). Misalnya
: kejujuran, kesederhanaan, kesetiaan.
estetis (nilai nilai keindahan dalam alam dan karya seni). Misalnya : keindahan,
keselarasan, keseimbangan, keserasian.
intelektual (nilai nilai pengetahuan dan pengerjaan kebenaran). Misalnya :
kecerdasan, ketekunan, kebenaran, kepastian.
keagamaan (nilai nilai yang ada dalam agama). Misalnya : kesucian, keagungan
Tuhan, keesaan Tuhan, keibadahan.
2. Menurut saya ragam keadilan itu dapat disimpulkan menjadi 3. Pertama, keadilan
adalah hal yang berkenaan dengan sikap dan tindakan antara manusia. Kedua,
keadilan berisi tuntunan agar orang memperlakukan sesamanya sesuai dengan hak
dan kewajibannya, Ketiga, perlakuan tersebut tidak pandang bulu, atau pilih kasih,
semua orang diperlakukan sama sesuai dengan hak dan kewajibannya.
3. Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada
hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-
norma agama dan etika. Makna kebajikan Manusia berbuat baik, karena menurut
kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia
cenderung berbuat baik Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas
jiwa dan raga.
Sumber:
[Link]
Permalink | Show parent | Reply
Re: Diskusi.4
by JULIANA 031161362 - Monday, 13 April 2020, 8:00 PM
1. Nilai-nilai ekonomis (di tujukan oleh harga pasar dan meliputi semua benda yang
dapat di beli ).misalnya mas atau logam mulia mempunyai nilai ekonomis dari pada
seng,kemanfaatan ,kedayagunaan
2. Nilai-nilai kejasmanian(mengacu pada kesehatan,efisiensi dan keindahan
badan).misalnya,kebugaran,kesehatan,kemulusan tubuh,kebersihan.
3. Nilai-nilai hiburan (nilai-nilai permainan dan waktu senggang yang dapat
menyumbang pada pengayaan kehidupan).misalnya,kenikmatan
,rekreasi,keharmonisan musik,keselarasan nada.
4. Nilai-nilai sosial(berasal mula dari berbagai bentuk perserikatan
manusia).misalnya,kerukunan,persahabatan,persaudaraan,kesejahteraan,keadilan,k
erakyatan,persatuan.
5. Nilai-nilai watak,(keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan sosial yang di
inginan).misalnya,kejujuran,kesederhanaan,esetiaan.
6. Nilai-nilai estetis(nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya
seni).misalnya,keindahan,keselarasan,keseimbangan ,keserasian.
7. Nilai-nilai intelektual (nilai-nilai pengetahuan dan pengerjaan
kebenaran ).misalnya,kecerdasan,ketekunan ,kebenaran,kepastian.
8. Nilai-nilai keagamaan(nilai-nilai yang ada dalam
agma ).misalnya,kesucian,keagungan tuhan,keesaan tuhan,keibadahan.
-keadilan adalah kondisi kebemaran ideal secara moral mengenal suatu hal,baik
menyangkut benda atau [Link] sebagian besar teori,keadilan memiliki
tingkat kepentingan yang bsar.
Permalink | Show parent | Reply
Nilai, Jenis dan Ragam Keadilan
by NURHADI [Link] 030197822 - Monday, 13 April 2020, 7:52 PM
Assalamualaikum Tutor dan Rekan Diskusi-4
Nama saya : Nurhadi Irwan. AN
NIM : 030197822
UT-UPBJJ : Padang
Tanggapan :
1. Walter Everett, menggolongkan segenap nilai manusiawi dalam delapan
kelompok yang ditungkannya dalam buku berjudul Moral Value, nilai-nilai
itu adalah ;
- Ekonomi ; mencakup nilai semua benda yang dapat bernilai jual pada
pasar
- Badaniah ; mencakup nilai yang membantu membuat badan menjadi
sehat, efisien dan indah secara jasmaniah
- Rekreasi ; mencakup nilai yang mampu membuat terhibur dan
menikmati hidup
- Perserikatan ; mencakup nilai perserikatan seperti persahabatan,
berkeluarga dan bentuk hubungan sosial lainnya.
- Perwatakan ; mencakup nilai-nilai kebajikan (induknya kebaikan) secara
pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat seperti ; adil, dermawan,
pengendalian diri, jujur, rajin, dll
- Estetis ; mencakup nilai-nilai keindahan yang dirasa oleh panca indrawi.
- Intelektual ; mencakup nilai-nilai pengetahuan dan kebenaran
- Agama ; mencakup nilai-nilai kepercayaan kepada pencipta.
2. Ragam keadilan menunjuk pada segi, ciri dan tata cara pelaksanaan
keadilan
Jadi, Ragam keadilan adalah keadilan yang menunjuk salah satu segi, ciri-
ciri, dan bagaimana cara yang tepat untuk melaksanakan keadilan itu.
Kalau kira saya cerna dengan pemahaman saya, kira-kira mungkin seperti
ini maksudnya ;
ragam ; berbeda corak, bisa benda sama tapi ada hal yang lain membuat
berbeda seperti suasana, waktu dan tempat.
se + ragam ; membuatnya sama yang sebenarnya ada yang berbeda....
saya rasa, penerapan keadilan yang dilaksanakan pada bidang kehidupan
yang berbeda, menampilkan rasa adil itu seperti apa, dan bagaimana pula
cara adil itu dilaksanakan...
Kalau boleh saya mencontohkannya ;
Joni adalah anak yang baik
Iwan anak yang usil dan nakal
Suatu hari joni yg lagi asik duduk diusilin sama Iwan dengan mengambil
buku yang sedang dibacanya. Joni membela diri dengan membuat gerakan
yang membuat Iwan terjatuh. Bila dilihat kejadian itu penerapan hukuman
yang adil adalah mengetahui kronologis kejadian dan karakter mereka
berdua. Hukuman yang adil adalah Menghukum perbuatan Iwan dan
mengembalikan buku kepada Joni. Tidak bisa perlakuan hukum dengan
menerapkan pemberian hukuman kepada keduanya...inilah keadilan
hukum dari segi pelaksanaannya....
3. Kebijakan adalah induknya kebaikan-kebaikan atau tempat
berkumpulnya berbagai-macam kebaikan-kebaikan.
Kebajikan menurut para ahli
Montesquieu ; Menetapkan kebajikan sebagai asas dalam pemerintahan
republik.
John Stuart Mill ; menetapkan kebajikan sebagai tujuan pemerintahan
yang baik atau pemerintahan yang good governance.
Thomas Hobbes ; membagi kebajikan-kebajikan berdasarkan hukum
alamiah.
Benyamin Franklin ; agar seseorang mencapai kesempurnaan moral maka
keadilan adalah salah satunya.
Plato ; Kebajikan utama yang akan dikembangkan adalah kearifan,
ketabahan, disiplin dan keadilan.
Aristoteles ; Empat kebaikan utama bagi kebaikan dan kesejahteraan
manusia adalah pembatasan, ketabahan, keadilan dan kebijaksanaan
Marcus Aurelius ; Keadilan induknya kebaikan dan merupakan kebaikan
utama yang harus dijadikan landasan bagi berbagai kebaikan.
Sumber materi pemahaman ;
BMP ADPU4533 ; Etika Administrasi Pemerintahan, dan
www. [Link] dengan pencarian kata ragam itu apa...
Permalink | Show parent | Reply
Re: Diskusi.4
by KARTIKASARI 030093052 - Monday, 13 April 2020, 10:32 PM
1. Walter G. Everet menggolongkan nilai nilai manusiawi menjadi delapan kelompok
yaitu :
1. Nilai nilai ekonomis (ditunjukan oleh harga pasar dan meliputi semua benda
yang dapat dibeli). Misalnya : emas atau logam mulia mempunyai nilai ekonomis dari
pada seng, kemanfaatan, kedayagunaan.
2. Nilai nilai kejasmanian (mengacu pada kesehatan, efisiensi dan keindahan
badan). Misalnya : kebugaran, kesehatan, kemulusan tubuh, kebersihan.
3. Nilai nilai hiburan (nilai nilai permainan dan waktu senggang yang dapt
menyumbang pada pengayaan kehidupan). Misalnya : kenikmatan rekreasi,
keharmonisan musik, keselarasan nada.
4. Nilai nilai social (berasal mula dari berbagai bentuk perserikatan manusia).
Misalnya : kerukunan, persahabatan, persaudaraan, kesejahteraaan, keadilan,
kerakyatan, persatuan.
5. Nilai nilai watak (keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan social yang
diinginkan). Misalnya : kejujuran, kesederhanaan, kesetiaan.
6. Nilai nilai estetis (nilai nilai keindahan dalam alam dan karya seni). Misalnya :
keindahan, keselarasan, keseimbangan, keserasian.
7. Nilai nilai intelektual (nilai nilai pengetahuan dan pengerjaan kebenaran).
Misalnya : kecerdasan, ketekunan, kebenaran, kepastian.
8. Nilai nilai keagamaan (nilai nilai yang ada dalam agama). Misalnya : kesucian,
keagungan Tuhan, keesaan Tuhan, keibadahan.
2. Keadilan berarti memberi terhadap mereka yang benar-benar, misalnya hak untuk
hidup yang cukup, hak untuk memilih kepercayaan atau agama, hak untuk
pendidikan, hak untuk bekerja, klik kanan pada sesuatu, hak untuk pendapat yang
disebutkan dan lain-lain
a. Keadilan Komitmen (Iustitia
Commutativa)
Keadilan komutatif merupakan menyeimbangkan terhadap keadilan yang memberi
mereka masing-masing bagian di mana unsur yang disukai untuk menjadi orang
yang tepat pasti. Keadilan komutatif adalah tentang hubungan antar individu / antar
orang. Di sini diamati bahwa kinerja sama terhadap pertimbangan.
b. Keadilan Legal (Iustitia Legalis)
Keadilan legal ialah adanya suatu keadilan berdasarkan keadilan. Subjek keadilan
hukum adalah ketertiban umum. Tatanan komunitas dilindungi oleh hukum. Tujuan
peradilan adalah untuk menjelaskan kebaikan bersama (commune bonum). Keadilan
muncul ketika warga negara mengeluarkan undang-undang dan pihak berwenang
berkomitmen untuk menegakkan hukum itu.
c. Keadilan Distributif (Iustitia
Distributiva)
Keadilan distributif merupakan adanya suatu distribusi keadilan yang setiap orang
memberikan hak di mana hak-hak individu sebagai hak istimewa, tetapi itu adalah
objek masyarakat. Distribusi keadilan adalah tentang hubungan antara individu,
negara dan masyarakat.
d. Keadilan Kreatif (Iustitia Creativa)
Keadilan kreatif merupakan adanya suatu keikutsertaan kreatif keadilan yang
diberikan kepada mereka masing-masing, dalam bentuk kebebasan untuk
melakukan apa yang kreatif. Keadilan adalah kemandiriannya untuk menciptakan
kreativitas dengan berbagai bidang suatu kehidupan
e. Keadilan Vindikatif (Iustitia
Vindicativa)
Keadilan vindikatif merupakan adanya suatu keadilan yang diberikan setiap
hukuman atau hukuman sesuai dengan kesalahan atau kesalahannya. Setiap warga
negara harus berpartisipasi dalam mencapai tujuan kehidupan yang berbudi luhur,
yaitu, perdamaian dan kemakmuran bersama
3. ilmu yang masih muda usianya bila
dibandingkan dengan ilmu sosial yang lain seperti politik, sosiologi, ekonomi,
antropologi, dan sebagainya. Walaupun demikian, ilmu ini telah mengalami
perkembangan yang pesat dan telah dimanfaatkan banyak ilmuwan dan praktisi
untuk kepentingan kemajuan keilmuan maupun praktis di berbagai bidang seperti
kebijakan sosial, ekonomi, politik, lingkungan, dan sebagainya. Kebijakan publik
adalah ilmu yang unik karena memiliki karakter yang multidisipliner percampuran
banyak disiplin ilmu: sosial, politik, ekonomi, hukum, teknologi, matematika, dan
sebagainya; multimetode memanfaatkan berbagai metode: kuantitatif, kualitatif, dan
perpaduan kuantitatif dan kualitatif, dan menggabungkan fakta dan nilai. Ada
yang menilai mempelajari ilmu ini sulit karena karakternya yang kompleks, tetapi ada
pula yang menyatakan senang mempelajari ilmu ini karena merasa tertantang
dengan kompleksitas itu pula. Secara sederhana kebijakan publik dapat diartikan
sebagai "apa saja yang dilakukan oleh pemerintah" (the actions of
government). Sebagai orang yang baru mempelajari kebijakan publik, tentunya
Anda ingin mengetahui dan memahami artinya lebih dalam. Setiap tulisan tentang
kebijakan publik tentu bisa dijumpai definisi kebijakan publik sesuai dengan cara
pandang penulisnya. Masing-masing ada yang sama, tetapi banyak pula yang
berbeda. Ada yang singkat padat, tetapi ada pula yang kompleks. Dari berbagai
definisi kebijakan publik yang saya sajikan dalam Kegiatan Belajar 1 ini dapat
disarikan bahwa setiap ebijakan publik harus terkandung di dalamnya unsur-unsur:
(1) serangkaian tindakan;
(2) dilakukan oleh seorang aktor (pemerintah) atau
sejumlah aktor (pemerintah dan nonpemerintah);
(3) adanya situasi
problematik tertentu;
(4) mempunyai tujuan tertentu atau senantiasa
berorientasi pada kepentingan publik.
Permalink | Show parent | Reply
Re: Diskusi.4
by NENI ERNI ZEBUA 020222746 - Monday, 13 April 2020, 10:54 PM
1. Delapan nilai-nilai yang dikemukakan oleh Walter Everett dalam bukunya Moral
Values (1918):
a. Nilai Ekonomik. Ini mencakup semua baenda yang dapat diperjual-belikan dan
nilainya ditujukan oleh harga pasar dari suatu benda. Nilai ekonomik hanyalah
merupakan sarana untuk mencapai berbagai nilai lainnya.
b. Nilai Badaniah. Ini meliputi berbagai benda yang membantu tercapainya
kesehatan, efesiensi, dan keindahan dari kehidupan jasmani manusia.
c. Nilai Rekreasi. Kelompok ini terdiri atas nilai-nilai dari permainan dan waktu luang
yang dapat menyumbang pada pengayaan kehidupan.
d. Nilai Perserikatan. Ini menyangkut aneka bentuk perserikatan manusia, seperti
persahabatan, kehidupan keluarga sampai hubungan-hubungan sejagat. Kelompok
ini dapat juga disebut nilai sosial.
e. Nilai Perwatakan. Kelompok ini meliputi seluruh kebajikan perseorangan maupun
kemasyarakatan yang diinginkan, termasuk keadilan, kedermawaan, pengemdalian
diri, dan kejujuran.
f. Nilai Estetis. Ini adalah nilai-nilai keindahan sebagaimana terdapat pada alam
dan karya seni.
g. Nilai Intelektual. Kelompok nilai ini mencakup nilai-nilai dari pengetahuan dan
kebenaran.
h. Nilai Keagamaan. Agama adalah suatu pencarian terhadap kehidupan yang baik
dengan bantuan tertib kosmik. Ruang lingkupnya meliputi peujaan, kebaktian, dan
keterkaitan terhadap nilai yang dianggap nilai terluhur.
2. Ragam keadilan adalah salah satu pembagian dari keadilan yaang menunjuk
pada suatu segi, ciri atau tata cara pelaksanaan keadilan. Ragam keadilan antara
lain:
a. Nilai pembagian/keadilan distributif. Keadialan ini menunjuk pada kepantasan
dalam pembagian berbagai barang dan jasa kepada para anggota masyarakat.
Contoh: Adalah adil kalau X mendapatkan promosi untuk menduduki jabatan publik
tertentu sesuai dengan kinerjanya selama ini. Akan tetapi tidak adil kalu seorang
koruptor memperoleh penghargaan bintang Maha Putra dari Presiden, meskipun ia
seorang pejabat tinggi.
b. Keadilan penganti, menyangkut penanganan yang adil terhadap pelaku kesalahan
maupun pihak korban dari kesalahan itu dengan memberikan hukuman yang
setimpal dan ganti rugi yang layak. Bertujuan memelihara ketertiban masyarakat.
Contoh: Adalah adil kalau X dipenjara di nusa kambangan karena melakukan
kejahatan korupsi dalam jumlah yang sangat besar. Adalah tidak adil kalau para
koruptor dibiarkan begitu saja, sementara pencuri ayam dihukum lama
c. Keadilan timbal balik/keadilan komutatif, menyangkut pertukaran benda atau jasa
di antara para anggota masyarakat ya g harus timbal balik secara proposional.
Contoh: Setiap orang memiliki hidup, hidup adalah hak setiap orang. Karena itu,
perbuatan merusak atau meniadakan hidup orang lain adalah perbuatan melanggar
hak. Perbuatan itu tidak adil.
d. Keadilan prosedural, menunjuk pada keadilan sebagai tujuan yang harus dicapai
dalam hukum berupa sesuatu keputusan yang ditetapkan.
Contoh: Adalah adil kalau semua pengguna jalan/ pengendara motor mentaati
rambu-rambu lalu lintas. Adalah adil kalau aparat polisi lalu lintas menertibkan para
pengguna jalan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku
e. Keadilan kontributif, menyangkut kewajiban moral dari setiap anggota masyarakat
untuk melakukan tindakan yang menunjang kebaikan bersama dan kesejahteraan
umum dari masyarakat.
3. Kebajikan merupakan suatu tindakan perilaku kebiasaan untuk berbuat baik-baik
atau dalam kondisi ideal merupakan perilaku yang telah dapat mengikuti tuntunan
watak sejati secara alami. Selain itu kebajikan dapat diartikan pula bahwa sesuatu
yang membawa kebaikan dan perbuatan baik. Jadi dari hasil pengertian di atas
maka, pengertian dari nilai kebajikan adalah suatu tindakan atau perilaku yang baik
yang dipercayai ada pada sesuatu dan memuaskan tiap-tiap individunya
-Montesquieu menetapkan kebajikan sebagai asas dalam bentuk pemerintahan
republik. Pada pemerintahan demokrasi asas termaksud ialah kebebasan . Menurut
Montesquieu kebajikan pada sebuah negara republik yang perlu dimiliki negaranya
ialah cinta kepada negaranya. Inilah selanjutnya menjadi cinta kepada persamaan
-John Stuart Mill menetapkan kebajikan sebagai tujuan dari suatu pemerintahan
yang baik. Dinyatakannya bahwa pokok keunggulan terpenting yang sesuatu bentuk
pemerintahan apa pun dapat memilikinya ialah memajukan kebajikan dikalangan
rakyat itu sendiri.
-Plato, kebijakan-kebijakan yang harus diperkembangkan ialah kearifan, ketabahan,
disiplin, dan keadilan.
-Socrates, kebajikan merupakan semacam kearifan atau kebijaksanaan yang
menimbulkan keselarasan pada jiwa seseorang yaitu kesehatan, keindahan, dan
kesejahteraan dari jiwa.
-Aristoteles, kebajikan adalah keadaan suatu hal yang merupakan keunggulannya
yang khas dan memungkinkan hal itu melaksanakan fungsinya secara baik.
Atas dasar pengertian tersebut, perlu ditegaskan prinsip penyatuan moralitas dan
etik dalam seluruh aktivitas, umumnya perlu dipelajari oleh para penyelenggara
pemerintah di Indonesia. Guna meminimalisasi, bahkan menghilangkan berbagai
bentuk kezaliman.
Nilai kebajikan memunculkan rasa percaya diri yang memungkinkan kita berdiri
sama tegak, dan tidak didikte oleh bangsa lain untuk itu semua warga negara dapat
mengambil peran dalam membangun negara sehingga menjadi masyarakat madani
berdaya, berkeadilan, masyarakat yang tidak mudah dihina oleh kekuatan mana
pun. Dengan nilai kebajikan sebagai dasar moral maka pemerintah di Indonesia
menciptakan suatu masyarakat yang didalamnya tidak ada lagi pihak yang dinafikan
kebutuhan dasarnya.
Pemerintah harus berusaha agar setiap individu mendapat hak-hak sosialnya secara
penuh dan utuh memperoleh jaminan sosial secara proporsional serta manfaat dari
sumber-sumber daya alam dan kekayaan negara dapat dinikmati oleh semua
elemen masyarakat. Dalam waktu yang sama ia harus melaksanakan segala
sesuatu yang menjadi tanggung jawab sosialnya dalam rangka merealisasikan
keadilan menyeluruh dalam kehidupan tegaknya keadilan sosial akan mewujudkan
masyarakat yang menghargai orang berdasarkan keutamaan dan prestasinya.
SUMBER:
BMP ADPU4533 Etika Administrasi Pemerintahan; Modul 4
[Link]
Permalink | Show parent | Reply
Re: Diskusi.4
by SILVIA HADRIANI 030904435 - Tuesday, 14 April 2020, 5:48 AM
1. Nilai-nilai tersebut adalah :
Nilai ekonomik ; mencakup benda yang dapat diperjual belikan dan nilainya
dapat ditentukan sesuai pasar.
Nilai-nilai badaniah : meliputi benda yang membantu tercapainya kebutuhan
badaniah manusia
Nilai-nilai rekreasi : nilai-nilai dari permainan yang menyumbang pada
pengayaan hidup
Nilai-nilai perserikatan : meliputi hubungna sosial
Nilai-nilai perwatakan : meliputi seluruh kebajikan perseorangan maupun
masyarakat
Nilai-nilai estetis : nilai-nilai keindahan pada alam dan karya seni
nilai-nilai intelektual : mencakup nilai-nilai pengetahuan dan kebenaran
Nilai-nilai keagamaan : nilai yang menyangkut ruang lingkup religi
2. Ragam keadilan adalah tata cara pelaksanaan keadilan. Ragam keadilan tersebut
adalah :
Keadilan pembagian
Keadilan penggantian
Keadilan timbal balik
Keadilan prosedural
Keadilan kontributif
3. Kebajikan merupakan ganjaran itu sendiri karena bilamana dimiliki seseorang
merupakan sebuah pahala sendiri bagi diri pribadinya dan sekaligus juga merupakan
suatu kesenangan sejati.