1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman dahulu dunia barat sangat berbeda jauh dengan dunia
barat pada zaman sekarang, karena pada zaman sebelum terjadinya sebuah
kejadian luar biasa yang kita kenal dengan renaissance, dunia barat dalam
keadaaan gelap gulita (Dark Age) tanpa ada cahaya pengetahuan
sedikitpun. Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dibatasi oleh gereja,
sehingga pada masa itu, manusia terbatas oleh aturan-aturan gereja.
Pengaruh renaissance dalam kemajuan peradaban manusia sangat
besar, sehingga kita harus dapat memahami semangat dan spirit yang ada
pada gerakan ini, kita tidak hanya mengapresiasi gerakan tersebut, tetapi
mampu mengaplikasikan semangat dan spirit itu dalam kehidupan kita
sehari-hari. Maka dari itu kita mengambil judul “Zaman Renaissance”
untuk membahasnya lebih luas lagi.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud Zaman Renaissance?
2. Bagaimana Sejarah Zaman Renaissance?
3.Bagaimana Karakteristik Zaman Renaissance?
4. Siapa Saja Tokoh-Tokoh Renaissance?
5. Bagaimana Dampak Peradaban manusia Zaman Renaissance?
6. Bagaimana Sejarah Renaisance di Italia?
7. Bagaimana Sejarah Setelah Zaman Renaissance?
C. Tujuan Makalah
1.Mengetahui maksud dari zaman renaissanca
2.Mengetahui Sejarah Zaman Renaissance Zaman Renaissanca
3.Mengetahui Karakteristik Zaman Renaissance
4.Mengetahui Tokoh-Tokoh Zaman Renaissance
2
5.Mengetahui Dapak Kehidupan Peradaban Manusia Zaman Renaissance
6.Mengetahui Sejarah Renaissance di Italia
7.Mengetahui Perkembangan Setelah Zaman Renaissance
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Munculnya Renaissance
Middle Age merupakan zaman dimana Eropa sedang mengalami
masa suram. Berbagai kreativitas saat itu sangat diatur oleh gereja.
Dominasai gereja sangat kuat dalam berbagai aspek kehidupan. Agama
Kristen sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh
pemerintah. Seolah raja tidak mempunyai kekuasaan, justru malah gereja
lah yang mengatur pemerintahan.
Berbagai hal diberlakukan demi kepentingan gereja, tetapi hal-hal
yang merugikan gereka akan mendapat balasan yang sangat kejam.
Contohnya, pembunuhan Copernicus mengenai teori tata surya yang
menyebutkan bahwa matahari pusat dari tata surya, tetapi hal ini bertolak
belakang dari gereja sehingga Copernicus dibunuhnya. Pemikiran
manusia pada Abad Pertengahan ini mendapat doktrinasi dari gereja.
Hidup seseorang selalu dikaitkan dengan tujuan akhir (ekstologi).
Kehidupan manusia pada hakekatnya sudah ditentukan oleh Tuhan. Maka
tujuan hidup manusia adalah mencari keselamatan. Pemikiran tentang
ilmu pengetahuan banyak diarahkan kepada theology.
Pemikiran filsafat berkembang sehingga lahir filsafat scholastik
yaitu suatu pemikiran filsafat yang dilandasi pada agama dan untuk alat
pembenaran agama. Oleh karena itu disebut Dark Age atau Zaman
Kegelapan.Dengan adanya berbagai pembatasan yang dilakukan pihak
pemerintah atas saran dari gereja maka timbulah sebuah gerakan kultural,
pada awalnya merupakan pembaharuan di bidang kejiwaan,
kemasyarakatan, dan kegerejaan di Italia pada pertengahan abad XIV.
Sebelum gereja mempunyai peran penting dalam pemerintahan, golongan
ksatria hidup dalam kemewahan, kemegahan, keperkasaan dan
4
kemasyuran. Namun, ketika dominasi gereja mulai berpengaruh maka hal
seperti itu tidak mereka peroleh sehingga timbullah semangat renaissance.
Menurut Prancis Michel De Certeau renaissance muncul karena bubarnya
jaringan-jaringan sosial lama dan pertumbuhan elite baru yang
terspesialisasi sehingga gereja berusaha untuk kembali mendesak kendali
dan manyatukan kembali masyarakat lewat pemakaian berbagai teknik
visual-dengan cara-cara mengadakan pameran untuk mengilhami
kepercayaan, khotbah-khotbah bertarget dengan menggunakan citra-citra
dan teladan-teladan dan sebagainya yang diambil dari pemikiran budaya
klasik sehingga dapat mempersatukan kembali gereja yang terpecah-
belah akibat skisma (perang agama).
Renaissance muncul dari timbulnya kota-kota dagang yang
makmur akibat perdagangan mengubah perasaan pesimistis (zaman Abad
Pertengahan) menjadi optimistis. Hal ini juga menyebabkan
dihapuskannya system stratifikasi sosial masyarakat agraris yang
feodalistik. Maka kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan feodal
menjadi masyarakat yang bebas. Termasuk kebebasan untuk melepaskan
diri dari ikatan agama sehingga menemukan dirinya sendiri dan menjadi
focus kemajuan. Antroposentrisme menjadi pandangan hidup dengan
humanisme menjadi pegangan sehari-hari. Selain itu adanya dukungan
dari keluarga saudagar kaya semakin menggelorakan semangat
Renaissance sehingga menyebar ke seluruh Italia dan Eropa
B. Karakteristik Renaissance
Renaissance merupakan titik awal dari sebuah peradaban modern
di Eropa. Essensi dari semangat Renaissance salah satunya adalah
pandangan manusia bukan hanya memikirkan nasib di akhirat seperti
semangat Abad Tengah, tetapi mereka harus memikirkan hidupnya di
dunia ini. Renaissance menjadikan manusia lahir ke dunia untuk
5
mengolah, menyempurnakan dan menikmati dunia ini baru setelah itu
menengadah ke surga. Nasib manusia di tangan manusia, penderitaan,
kesengsaraan dan kenistaan di dunia bukanlah takdir Allah melainkan
suatu keadaan yang dapat diperbaiki dan diatasi oleh kekuatan manusia
dengan akal budi, otonomi dan bakat-bakatnya. Manusia bukan budak
melainkan majikan atas dirinya. Inilah semangat humanis, semangat
manusia baru yang oleh Cicero dikatakan dapat dipelajari melalui bidang
sastra, filsafat, retorika, sejarah dan hukum.
Dengan semakin kuatnya Renaissance sekularisasi berjalan makin
kuat. Hal ini menyebabkan agama semakin diremehkan bahkan kadang
digunakan untuk kepentingan sekulerisasi itu sendiri. Semboyan mereka
“religion was not highest expression of human values”. Bahkan salah
seorang yang dilukiskan sebagai manusia ideal renaissance Leon Batista
Alberti (1404-1472), secara tegas berani mengatakan “Man can do all
things if they will”. Renaissance mengajarkan kepada manusia untuk
memanfaatkan kemampuan dan pengetahuannya bagi pelayanan kepada
sesama.
Manusia hendaknya menjalani kehidupan secara aktif memikirkan
kepentingan umum bukan hidup bersenang-senang dalam belenggu moral
dan ilmu pengetahuan di menara gading. Manusia harus berperan aktif
dalam kehidupan, bukan sifat pasif seraya pasrah pada takdir. Namun,
manusia menjadi pusat segala hal dalam kehidupan atau Antoposentrisme.
Manusia renaissance harus berani memuji dirinya sendiri, mengutamakan
kemampuannya dalam berfikir dan bertindak secara bertanggung jawab,
menghasilkan karya seni dan mengarahkan nasibnya kepada sesama.
Keinginan manusia untuk menonjolkan diri baik dari keindahan
jasmani maupun kemampuan intelektual-intelektualnya. Keinginannya itu
dituangkan dalam berbagai karya seni sastra, seni lukis, seni pahat, seni
music dan lain-lain. Ekspresi daya kemampuan manusia terus
berkembang sampai saat ini sehingga di zaman modern ini pun tidak ada
lagi segi kehidupan manusia yang tidak ditonjolkan.
6
C. Tokoh-Tokoh Renaissance
1. Dante Alighiere (1265-1321)
Dante lahir pada tanggal 21 Mei 1265 di Firenze, berasal dari
keluarga kaya raya. Dia pernah menjadi prajurit Firenze, ingin
negaranya dapat merdeka dari pengaruh tiga kerajaan yang lebih besar
yaitu Kepausan, Spanyol dan Perancis. Dante mulai menjadi
pengkritik dan penentang atoritas moral Kepausan yang dinilai tidak
adil dan tidak bermoral. Puncaknya dia tuangkan dalam sebuah buku
yang berjudul De Monarchia (On Monarchy) yang berisi tentang
kedudukan dan keabsahan Sri Paus sebagai pemimpin spiritual
tertinggi Gereja Katolik, mengapa sekaligus menjadi raja dunia
(Kerajaan Kepausan) yang otoriter.
Hasil karya Dante antaral lain adalah La Vita Nuova (The New
Life) berisi tentang gambaran pertumbuhan cinta manusia. Comedia
yang ditulis ketika dia berada dalam pengasingan panjang di Revenna.
Buku ini berisi tentang perjalanan jiwa manusia yang penuh
kepedihan dalam perjalanan dari dunia ke alam gaib. Tokoh utamanya
adalah Virgilius (nama sastrawan dari zaman Romawi kuno) yang
setelah kematiannya harus melewati tiga fase yaitu inferno (neraka),
purgatoria (pembersih jiwa), dan paradiso (surga).
2. Lorenzo Valla (1405-1457)
Lahir di Roma pada tahun 1405 dari keluarga ahli hukum. Salah
satu ungkapannya yang sangat terkenal adalah “Mengorbankan hidup
demi kebenaran dan keadilan adalah jalan menuju kebajikan tertinggi,
kehormatan tertinggi dan pahal tertinggi”. Hasil karyanya antara lain
adalah De volupte (kesenangan) yang terbit pada tahun 1440, yang
berisi kekagumannya pada etika Stoisisme yang mengajarkan
7
pentingnya manusia itu mati raga (askese) dalam rangka mendapatkan
keselamatan jiwa. Buku yang berjudul De Libero erbitrio (keinginan
bebas) yang mengatakan individualitas manusia berakar pada
kebesaran dan keunikan manusia, khususnya kebebasan sehingga
kehendak awal Sang Pencipta tidak membatasi perbuatan bebas
manusia dan tidak meniadakan peran kreatif manusia dalam
sejarahnya.
Judul buku De falso credita et ementita Constantini donation
declamation berisi tentang donasi hadiah kepada Sri Paus oleh Kaisar
Constantinus sebenarnya palsu sebab dari sudut bahasa donasi itu jelas
bukan gaya bahasa abad ke4 melainkan abd ke-8
3. Niccolo Machiavelli(1469-1527)
Filosof politik Italia, Niccolo Machiavelli lahir tahun 1469 di
Florence, Italia. Ayahnya, seorang ahli hukum. Pada usia 29 tahun
Machiavelli memperoleh kedudukan tinggi di pemerintahan sipil
Florence. Selama empat belas tahun sesudah itu dia mengabdi kepada
Republik Florentine dan terlibat dalam berbagai missi diplomatik atas
namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman, dan di dalam
negeri Italia.
Hasil karyanya yang paling masyhur adalah The Prince, (Sang
Pangeran) ditulis tahun 1513, dan The Discourses upon the First Ten
Books of Titus Livius (Pembicaraan terhadap sepuluh buku pertama
Titus Livius). Diantara karya-karya lainnya adalah The art of war
(seni berperang), A History of Florence (sejarah Florence) dan La
Mandragola (suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih
dipanggungkan orang). Tetapi, karya pokoknya yang terkenal adalah
The Prince (Sang Pangeran), mungkin yang paling brilian yang pernah
ditulisnya dan memang paling mudah dibaca dari semua tulisan
filosofis. Machiavelli kawin dan punya enam anak. Dia meninggal
dunia tahun 1527 pada umur lima puluh delapan.
4. Boccacio (1313-1375)
8
Giovani Boccacio lahir di Certaldo, Italia tahun 1313 dari seorang
pedangang yang berasal dari Firenze. Hasil karyanya antara lain cerita
epos seperti Thebaid atau Aenid, prosa seperti Ameto, puisi seperti
Amoroso Visione dan Ninfale Fiesolan. Puncak karyanya
Decamerome, karya sastra lainnya De genealogis deorum gentilium
(On The Genealogy of God) yang tersusun dalam 15 jilid.
5. Francesco Petrarca (1304-1374)
Lahir pada 20 Juli 130 di Tuscan. Ia belajar hukum di Montpellier
dan melanjutkan ke Universitas Bologna. Namun, ia lebih tertarik
pada seni sastra dan seni lukis. Dia seorang humanis yang mengagumi
hal-hal yang serba naturalis, polos dan apa adanya. Salah satu
ungkapannya pada alam dituangkan dalam karya lukis yang diberi
nama Ikaros.
6. Desiderius Erasmus (1466-1536)
Eramus lahir pada 27 Oktober 1466 di Gouda. Ibunya bernama
Margaret. Setelah lulus dari Sekolah Atas ia melanjutkan ke biara
Agustin di Styn hingga menjadi pastor kemudian melanjutkan ke
Universitas Paris. Hasil karya Eramus dikelompokan menjadi tiga
yaitu:
a) Kelompok karya-karya satiris dengan tujuan ingin mengungkap
segala kelemahan penyakit korup, munafik yang melanda warga
masyarakat, seperti Praise of Folly (1509).
b) Kelompok karya bernada satiris berupa pesan moral yang
diharapkan dapat memperbaiki atau mempengaruhi mentalitas
kaum Katolik, seperti buku yang berjudul Hand Book of the
Christian Knight (1501), The Complaint of peace (1517).
c) Kelompok dalam bentuk terjemahan kitab suci Perjanjian Baru
berdasrakan naskah asli Yunani, seperti Annotations on the New
Testament (1505), The Prince of the Christian Humanists.
9
D. Renaissance di Italia
Florencia menjadi pelopor renaissance di Italia, bukan justru kota
Roma, Milano atau Venesia. Menurut John Hele dan Plum Florensia
menjadi kota pelopor Renaissance di Italia karena berbagai faktor antara
lain adalah
a. kota Florencia pada zaman Romawi bernama Florentia itu secara
geografis merupakan kota pedalaman Italia Utara yang sangar
strategis, subur karena dibelah oleh Sungai Arno dan menjadi kota
pertemuan dari berbagai kota di Italia Utara antara lain Genoa,
Lucca dan Pisa di sebelah barat, Siena dan Arezzo di sebelah
selatan, Urbino, San Marino dan Romagna di sebelah timur serta
Bologna, Modena di bagian Utara. Maka tidak mengherankan jika
Florencia menjadi kota pertemuan dagang yang kaya raya dan
besar pada abad ke-XIII.
b. Florencia sebagai kota industry khususnya wol (terbaik di Italia)
dan tekstil pada umumnya. Menurut John Hele pada abad keXIV
sudah ada 21 gilda utama yang dimiliki oleh para hakim, notaries,
importir dan pengusaha dan 44 gilda kecil sebagai pendukungnya
yang dimiliki oleh pengrajin, pedagang.
c. Florencia sebagai pusat keuangan Italia masa itu. Kota ini
mempunyai penduduk yang besemboyan “per non dormire (agar
jangan tidur, maksudnya tidur tidak mendatangkan rezeki)” dan
“Florentinis ingentis nihil arduit est (tidak ada yang dapat
dikerjakan oleh orang Florencia)”.
d. Florencia merupakan ibukota Republik Florentia yang pada
prinsipnya menganut system pemerintahan demokrasi dan
memperhatikan kepentingan rakyat. Maka kreativitas seni dan
10
inteletual dapat bebas berkembang. Didirikannya pendidikan
formal di Accademia Plato yang didirikan oleh keluarga Medici
sehingga melahirkan seniman-seniman besar, para ilmuan
terkenal, sastrawan jenius dan arsitek besar. Maka tidak
mengherankan apabila dapat mempertahankan kemasyuran dan
berperan penting dalam modernisasi Italia selama dua abad.
Florencia telah menjadi awal pembaharuan berbagai bidang
kehidupan manusia dari sumber-sumber daya manusia, keuangan,
perdangangan, sosial dan budaya, Benih-benih humanism yang
melahirkan liberalism, individualism serta rasionalisme mendapat
tempat subur untuk berkembang ke seluruh penjuru Eropa.
E. Dampak Renaissance
Sumbangan Renaissance Kepada Eropah :
1. Kemunculan aliran pemikiranyang mementingkan kebebasan akal
seperti alirn baru Eropah hingga abad ke 18 seperti Humanisme,
rasionalisme, nasionalisme dan absolutisme berani mempersoalkan
kepercayaan dan cara pemikiran lama yang diamalkan selama ini
secara langsung melemhkan kekuasaan golongan feudal.
2. Italia telah menjadi pusat ilmu yang terkenal di Eropah pada abad
ke 15. Hal ini terjadi apabila Kota constntinople dikuasai oleh
Islam telah jatuh ke tangan orang Barat pada tahun 1453. Keadaan
ini telah menyebabkan ramai para ilmuan Islam berhijrah ke pusat-
pusat perdagangan di Itali. Ini menyebabkan Itali menjadi pusat
intelektual terkenal di Eropah pada masa itu.
3. Renaissance telah membentuk masyarakat perdagangan yang
berdaya maju.Keadaan ini telah melemahkan kedudukan dn
kekuasaan golongan feudal yang sentiasa berusaha menyekat
perkembangan ilmu dan masyarakat di Eropa.4
4. Melahirkan tokoh-tokoh pemikir seperti Leonardo de Vinci yang
terkenal sebagi pelukis, pemuzik dan ahli falsafah serta jurutera.
11
Michelangelo merupakan tokoh seni, arkitek, jurutera, penyair dan
ahli anotomi.
5. Melahirkan ahli-ahli sains terkenal seperti Copernicus dan Galileo.
6. Melahirkan ahli matematik seperti Tartaglia dan Cardan yang
berusaha menghuraikan persamaan ganda tiga. Tartaglia orang
pertama yang menggunakan konsep matematik dalam ketenteraan
yaitu mengukur tembakan peluru mariam. Cardan terlibat dalam
penghasilan ilmu algebra.
7. Selain itu, Renaissance telah melahirkan tokoh-tokoh perubatan di
Eropa.Antara tokoh perubatan terkenal iaitu William Harvey yang
telah memberi sumbangan dalam kajian peredaran darah.
8. Renaissance telah melahirkan masyarakat yang lebih progresif dan
wujud semangat inquiri sehingga membawa kepada aktivitas
penjelajahan dan penerokaan.
F. Setelah Zaman Renaissance
a) Pada era Dark Ages di eropa ada dua kekuatan besar di Eropa
yang berjalan di jalur yang berbeda. Kaum borjuis (pedagang)
menguasai kemampuan praktek lapangan, sementara Kaum Ulama
(pendeta) menguasai teori dan ilmu pengetahuan. Timbulnya
gerakan individualisme yang dipicu oleh tulisan Dante Alighieri,
Rene Descartes, Martin Luther dan para pemikir lainnya berhasil
membuat runtuhnya dominasi Gereja di Eropa. Untuk pertama
kalinya, ilmu pengetahuan yang selama ini tersimpan rapi di
perpustakaan Gereja bertemu dengan kemampuan praktek yang
selama ini dikuasai oleh kaum borjuis. Hasilnya, Eropa mengalami
apa yang disebut dengan era Renaissance.
b) Dikotomi antara teori dan praktek akhirnya menyatu dan
menghasilkan revolusi budaya dan industri di Eropa. Dan dari
sinilah mulai lahir cikal bakal diplomasi setelah masa kelahiran
kembali.Renaissance membawa pengaruh yang cukup berarti
dalam dunia diplomasi. Praktik diplomasi yang dilakukan lalu
12
menjadi kegiatan permanen pemerintah. Penguasa Eropa mulai
mengirim wakilnya untuk tinggal di negeri asing untuk
mengumpulkan informasi dan sekaligus mewakili Negara dalam
kegiatan yang akan dilakukannya. Dibandingkan pada abad
pertengahan yang dulunya hanya mengirimkan wakilnya dalam
waktu yang singkat saja.
c) Residen Duta Besar pertama kali muncul di Eropa. Pertumbuhan
Negara kota Italy menciptakan kebutuhan pemerintah untuk
berkomunikasi dengan sekutu mereka dan untuk mendapatkan
informasi tentang saiangan mereka. Penempatan Kedutaan Besar
pertama kali oleh adipati dari Milan di Napoli, Genoa, Roma, dan
Venice. Lalu semenjak itu berbagai Negara mulai mengikuti dan
mendirikan kedutaan mereka di Negara-negara lain. Diplomasi
seperti ini perlahan-lahan mulai mnyebar ke Eropa Utara. Negara
Spanyol mulai mendirikan Kedutaannya di Negara Eropa Utara,
sedangkan Prancis juga mulai mendistribusikan duta besarnya ke
seluruh benua.
d) Seorang diplomat dipilih berdasarkan kemampuan dan
keterampilan yang dimilki. Syarat yang paling penting adalah
pengetahuan tentang hukum Romawi. Sedangkan syarat lainya
seperti, menggunakan bahasa Latin yang juga merupakan bahasa
umum. Dari diplomasi pada masa setelah Renaissance, seorang
diplomat sudah bisa bernegosiasi dengan mengatasnamakan
penguasa utama. Unsur paling penting dalam diplomasi adalah
duta nesar dan komunikasi yang dilakukan.
e) Perlindungan diplomat atau duta besar sudah ada dari zaman
sebelumnya. Perlindungan yang diberikan adalah jaminan
keamanan bagi mereka untuk terlindungi dari penangkapan atau
perlakuan yang merugikan mereka di luar negeri. Namun, tetap
tidak menutup kemungkinan adanya hukuman bagi Duta Besar
yang melakukan kesalahan misalnya seperti praktek-praktek licik
13
(tetap tidak boleh walaupun hal itu ditujukan untuk kepentingan
Negara). Hukuman yang diberikan berdasarkan UU yang berlaku
di Negara yang dikunjungi.
F. Studi Kasus
Diplomasi setelah berakhirnya zaman Renaissance juga bisa dilihat
di Indonesia, yaitu pada zaman berakhirnya Orde Lama yang digantikan
Orde Baru. Pergantian kekuasaan ini memberikan perubahan yang cukup
berarti dalam sifat diplomasoi Indonesia. Soekarno dengan haluan politik
luar negeri yang revolusioner dan anti-imperialisme bersifat sangat
konfrontatif. Indonesia pada masa kepemimpinan Soekarno
memperlihatkan sifat – sifat militan dan cenderung konfrontatif terhadap
segala unsur yang diidentifikasi sebagai ”antek imperialisme”.
Dalam hal ekonomi, Soekarno mengatur segala rencana
pembangunan ekonomi dan memiliki semboyan ”berdiri di atas kaki
sendiri” yang merefleksikan pendirian anti-Barat. Secara umum
hubungan Indonesia dengan negara – negara Barat bisa dikatakan tidak
harmonis.Sebaliknya, setelah memasuki rezim Orde Baru, sifat politik
luar negeri Indonesia yang konfrontatif tersebut berganti dengan politik
yang bersifat kooperatif.
Indonesia yang selama masa Demokrasi Terpimpin memiliki
hubungan yang kurang baik dengan negara – negara Barat mulai
memperbaiki hubungan tersebut sesudah memasuki rezim Orde Baru. Hal
ini dilakukan terutama karena orientasi politik luar negeri Indonesia
berubah haluan menjadi pembangunan ekonomi dalam negeri melalui
kerja sama dengan negara – negara lain. Hal ini terjadi karena pemerintah
Orde Baru menyadari bahwa untuk melakukan pembangunan Ekonomi,
Indonesia membutuhkan dana, sedangkan Indonesia yang baru merdeka
memiliki kekurangan dana yang sangat besar untuk melakukan
pembangunan tersebut.
14
Kerja sama dengan negara – negara lain ini dibuka untuk
mendapatkan bantuan luar negeri demi melaksanakan pembangunan
ekonomi dalam negeri. Diplomasi yang dilakukan oleh Orde Baru banyak
disebut sebagai ”Diplomasi Pembangunan” (Diplomacy For
Development). Salah satu hasil diplomasi pembangunan Orde Baru
terkait. dengan upaya untuk mendapatkan bantuan luar negeri adalah
Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI/Kelompok
Antarpemerintah Mengenai Indonesia).
Diplomasi pembangunan Indonesia pada masa Orde Baru tersebut
dapat dikatakan berhasil dalam memperoleh bantuan luar negeri. Hal ini
sesuai dengan tujuan dari diplomasi ekonomi, yaitu mengamankan
resources ekonomi yang berasal dari luar negeri untuk pembangunan
ekonomi luar negeri. Dalam hal ini, resources ekonomi utama yang
berusaha diamankan adalah bantuan luar negeri yang berasal dari negara –
negara maju.
15
KESIMPULAN
1. Sejarah Renaissance munculnya karena berbagai faktor antara lain
adalah sebagai gerakan kultural, pada awalnya merupakan
pembaharuan di bidang kejiwaan, kemasyarakatan, dan kegerejaan
di Italia pada pertengahan abad XIV, berakar pada cita-cita
keksatriaan abad pertengahan yang menginginkan kemewahan,
kemegahan, keperkasaan dan kemasyuran, mereka mensintesakan
gagasan Kristiani dengan pemikiran klasik (Yunani-Romawi).
Tujuan utama gerakan ini adalah mempersatukan kembali gereja
yang terpecah-belah akibat skisma (perang agama). Timbulnya
kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan mengubah
perasaan pesimistis (zaman Abad Pertengahan) menjadi optimistis.
Dukungan dari keluarga saudagar kaya semakin menggelorakan
semangat Renaissance sehingga menyebar ke seluruh Italia dan
Eropa.
2. Karakteristik Renaissance adalah pemikiran yang muncul bersifat
konkret, realistis dan nyata, memuja manusia sendiri sebagai
pencipta, fokus pada dunia, kebendaan, nilai-nilai filosofis yang
dianut dipengaruhi oleh kebendaan. Semboyan Carpe Diem
sebagai antithesa Momento Morie dan seni pada zaman
Renaissance mendorong kebebasan.
3. Tokoh-Tokoh Renaissance adalah Dante Alighiere (1265-1321),
Lorenzo Valla (1405-1457), Niccolo Machiavelli(1469-1527)
Boccacio (1313-1375), Francesco Petrarca (1304-1374),
Desiderius Erasmus (1466-1536)
4. Renaissance di Italia adalah tidak bisa terlepas dari kota Florencia
dan keluarga Medici. Keduanya saling mendukung sehingga cita-
cita renaissance dapat terealisasikan. Melalui kemajuan ilmu
pengetahuan tujuan dari renaissance dapat tercapai.
5. Dampak Renaissance adalah
16
a. Tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan, dan kemandirian
individu.
b. Berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan
budaya.
c. Runtuhnya dominasi gereja.
d. Menguatnya kedudukan kaum bourgeois sehingga mereka
tumbuh menjadi kelas penguasa.
e. Mendorong pencarian daerah baru sehingga berkobarlah era
penjelajahan samudera.
17
DAFTAR PUSTAKA
Anggar Kaswati, 1998, Metodelogi Sejarah dan Historiografi, Yogyakarta: Beta
Offset.
Badri Yatim, 2008, Sejarah Peradaban Islam Dirisalah Islamiyah II, Jakarta:
Rajawali Pers
Bron, Alison, 2009, Sejarah Renaisans Eropa, Yogyakarta:Kreasi Wacana.
H. Haikal, 1989, Renissance dan Reformasi, Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
Hegel, G.W.F, 2007, Filsafat Sejarah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hitti, Philip K, 2010, History of The Arabs, Jakarta: Serambi Ilmu.
M. Abdul Karim, 2007, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, Yogyakarta:
Pustaka Book.
Sutarjo Adisusilo, 2007, Sejarah Pemikiran Barat dari yang Klasik sampai yang
Modern, Yogyakarta: Sanata Dharma.
Thomsoh, Ahmad, 2004, Islam Andalusia Sejarah Kebangkitan dan Keruntuhan,
Jakarta: Gaya Media Pratama.