Tugas elearning komunitas
Nama : syamsiah
Nim : 1810105087
Pertanyaan
1. Jelaskan permasalahan kesehatan reproduksi remaja apa saja yang sering terjadi (minimal 3 masalah
dan jelaskan singkat: macam, penyebab, upaya mencegah)
2. Apa yang dimaksud dengan GenRe (Generasi Berencana)
3. Jelaskan yang dimaksud dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) dan tujuannya
4. Konsultasi apa saja yang dapat dilakukan dalam PIK/R
5. Jelaskan ayat al Qur’an/hadits yang ada kaitannya dengan permasalahan Remaja
6. peran Bidan dalam PIK/R
Jawaban :
1.) Jelaskan permasalahan kesehatan reproduksi remaja apa saja yang sering terjadi (minimal 3 masalah
dan jelaskan singkat: macam, penyebab, upaya mencegah)
a. Masalah Kehamilan Remaja
Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu
mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan,
adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.
b. Masalah Aborsi
Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak
benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi tidak merasakan apa-apa dan langsung
boleh pulang. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang
sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi
c. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menyerang organ kelamin seseorang dan sebagian
besar ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual akan lebih berisiko bila melakukan
hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.
Penyebab
Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Tingkat pengetahuan remaja di Indonesia tentang kesehatan reproduksi masih rendah, khususnya dalam
hal cara-cara melindungi diri terhadap risiko kesehatan reproduksi, seperti pencegahan KTD, IMS, dan
HIV dan AIDS. Hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja (SKRRI) tahun 2002-2003 yang dilakukan oleh
BPS memperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan dasar penduduk usia 15-24 tahun tentang ciri-ciri
pubertas sudah cukup baik, namun dalam hal pengetahuan tentang masa subur, risiko kehamilan, dan
anemia relatif masih rendah.
Demikian pula pengetahuan remaja tentang IMS dan HIV dan AIDS masih sangat rendah. Gencarnya
informasi tentang HIV dan AIDS selama ini nampaknya belum mampu meningkatkan pengetahuan
remaja secara signifikan tentang penyakit tersebut, apalagi sampai dengan perubahan perilaku. Apa
yang telah banyak dilakukan selama ini nampaknya baru kesadaran di kalangan remaja bahwa fenomena
HIV dan AIDS ada di sekitar mereka.
Penanganan
1. Kebijakan dan Peraturan Perundang-Undangan yang telah dikeluarkan baik berdasarkan kesepakatan
Internasional maupun oleh Pemerintah Nasional terkait Kesehatan Reproduksi Remaja.
2. Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) tahun 1994 mengartikan
pendekatan untuk memperoleh hak-hak akan kesehatan reproduksi remaja secara luas. Hasil-hasil ICPD
secara khusus menunjukkan perlunya para orang tua dan orang dewasa lainnya untuk, sesuai dengan
kapasitasnya, melakukan bimbingan mengenai hal ini kepada remaja untuk mengetahui hak-hak mereka
terhadap informasi dan pelayanan KRR.
3. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini BKKBN melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7
tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2009 menyatakan bahwa
salah satu arah RPJM adalah meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja.
4. Menciptakan kebijakan yang melibatkan remaja baik sebagai partisipan aktif maupun pasif. Tahap
awal penentuan kebijakan dalam penanggulangan kesehatan reproduksi remaja adalah mengerti dunia
remaja itu sendiri. Pemerintah seharusnya mengadakan survei dan penelitian tentang kondisi kesehatan
reproduksi remaja di Indonesia. Penelitian sebaiknya dilakukan menyeluruh di semua wilayah Indonesia
dan tidak boleh hanya memilih beberapa daerah sebagai cluster sampling. Setiap daerah memiliki pola
hidup dan kebudayaan yang berbeda serta tingkat perkembangan yang berbeda sehingga secara tidak
langsung pengaruh globalisasi dan arus informasi terhadap kesehatan reproduksi berbeda pula. Sebagai
contoh kota Jakarta mungkin masih lebih baik dibandingkan kota Malang karena informasi yang diterima
berbeda.
2.) Apa yang dimaksud dengan genre (generasi berencana)?
Genre adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja
melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan
jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan
penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan
generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena
mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA (Narkotika,
Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam
pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.
3.) Jelaskan yang di maksud dengan pusat informasi dan konseling remaja (PIK remaja) dan tujuan nya?
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) adalah pendekatan kepada orang tua yang memiliki
remaja dilaksanakan melalui pengembangan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).
Tujuan nya yaitu :
Latar Belakang
Permasalahan remaja merupakan permasalahan yang sangat kompleks mulai dari jumlahnya yang cukup
besar hingga permasalahan seputar kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk,
jumlah remaja di Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan sekitar 66,3 juta (Bappenas, BPS, UNFPA,
2013). Jumlah yang sangat besar tersebut adalah potensi yang memerlukan pengelolaan yang
terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat dimanfaatkan menjadi modal pembangunan kedepan.
Disamping jumlahnya yang banyak, tercatat angka kelahiran di usia remaja masih tinggi. Berdasarkan
hasil SDKI 2012, di Indonesia Age Specific Fertility Rate (ASFR untuk kelompok umur 15-19) 48 per 1000
perempuan (SDKI 2007 dan SDKI 2012), yang artinya dari 1000 remaja perempuan yang berusia 15-19
tahun, terdapat 48 kelahiran. Permasalahan lain yang cukup memprihatinkan pada remaja adalah
pernikahan dini pada remaja, perilaku seks pranikah dan penyalahgunaan Napza.
Dalam rangka merespon permasalahan remaja tersebut diatas, BKKBN mengembangkan Program
GenRe. Program GenRe adalah Program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan
berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka
mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana; berkarir dalam pekerjaan secara
terencana; serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
Program GenRe tersebut dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja serta orang tua yang
memiliki remaja. Pendekatan kepada remaja dilaksanakan melalui pengembangan Pusat Informasi dan
Konseling Remaja (PIK Remaja) dan pendekatan kepada orang tua yang memiliki remaja dilaksanakan
melalui pengembangan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).
Pada saat ini, PIK Remaja berjumlah sekitar 23.579 tersebar di 34 Provinsi yang diharapkan menjadi
wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas dan saling tukar informasi. Pada saat
ini, PIK Remaja berjumlah sekitar 23.579 tersebar di 34 Provinsi yang diharapkan menjadi wadah bagi
remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas dan saling tukar informasi.
PIK Remaja dikembangkan melalui jalur pendidikan dan masyarakat. Jalur pendidikan meliputi sekolah,
perguruan tinggi, dan pesantren. Sedangkan di jalur masyarakat diantaranya melalui organisasi
kepemudaan, organisasi keagamaan, dan komunitas remaja. Kedua jalur tersebut merupakan sasaran
yang penting untuk mendekati komunitas remaja. Pembentukan PIK Remaja di kedua jalur tersebut akan
membantu mendekatkan akses remaja terhadap informasi GenRe khususnya Kesehatan Reproduksi
Remaja, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja, Life Skills, Kependudukan dan Pembangunan
Keluarga.
Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja perlu dikembangkan suatu
kegiatan yang memacu kelompok-kelompok tersebut untuk lebih maju dan mandiri. Salah satu kegiatan
yang dilakukan adalah pemilihan PIK Remaja. Pemilihan tersebut diharapkan akan mendorong setiap PIK
Remaja untuk berusaha meningkatkan kualitas dan kapasitasnya. PIK Remaja yang menjadi unggulan
akan lebih mapan dan memiliki fungsi tambahan sebagai model, tempat rujukan, studi banding, dan
magang bagi PIK Remaja lainnya.
Tujuan
1. Umum :
Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas PIK Remaja baik dari segi pengelolaan maupun pelaksanaan
kegiatannya, dan siap untuk menjadi model, tempat rujukan, tempat studi banding, dan tempat magang
bagi PIK Remaja yang lain.
2. Khusus :
a. Meningkatnya kemampuan PIK Remaja dan – dalam mengembangkan materi dan isi pesan Program
GenRe.
b. Meningkatnya kemampuan PIK Remaja dalam mengembangkan kegiatan yang lebih inovatif dan
kreatif.
c. Meningkatnya kemampuan PIK Remaja dalam memperluas dukungan dan jejaring kerja.
d. Meningkatnya minat remaja untuk aktif dalam kegiatan dan pengelolaan PIK Remaja.
4.) Konsultasi apa saja yang dapat dilakukan dalam PIK/R
Dimana persiapan perempuan sebagai calon ibu sangat penting untuk menghasilkan generasi yang lebih
unggul, sebagai bidadari dari rumah surgakeluarganya.
1. Beberapa remaja putri memilih diet ketat yang kadangkala tidak sehat bagi perkembangan dirinya,
terlebih dimasa sekolah dimana masih dibutuhkan banyak energi untuk menyerap ilmu disekolah yang
banyak menyita energi. Dimana anak anak sering mengabaikan pola makan dan asupan gizi yang
dibutuhkan. Hal ini akan berakibat pada perkembangan dirinya, mereka pada akhirnya juga kurang
maksimal dalam menyerap pengetahuan disekolah.
2. Siklus haid bulanan pada perempuan menyita energi dan keluarnya darah, karenanya asupan gizi yang
cukup bagi remaja putri sangat penting untuk perkembangan dan persiapan menjadi seorang ibu,
dimana bagi seorang ibu yang baik bukan hanya kondisi fisik saja yang harus siap, tetapi mental dan
pendidikan serta pengetahuan yang cukup. Dengan harapan seorang ibu yang menjadi titik awal bagi
pendidikan bagi putra putrinya tersebut benar-benar siap untuk melahirkan generasi unggul. Pemberian
Tablet Tambah Darah (TTD) segara gratis yang dilakukan pada Remaja Putri dalam pendidikan setingat
SLTP dan SLTA merupakan salah satu upaya pencegahan anemia dan peningkatan kualitas calon ibu.
3. Memberikan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan, pencegahan anemia, serta segala hal yang
berkaitan dengan reproduksi dan masalah remaja lainnya dapat dilakukan dengan mengaktifkan
konsultan teman sebaya dalam wadah PIK-R dimana diantara remaja tersebut dapat saling
mengingatkan. Begitu juga dengan peran guru, terlebih Guru Pembimbing Akademik (PA) / Wali Kelas
serta Guru Bimbingan dan Konseling (BK), dengan mengingat guru merupakan pengganti orangtua
selama berada dilingkungan sekolah.
5.) Jelaskan ayat al Qur’an/hadits yang ada kaitannya dengan permasalahan Remaja
a. dalam al-Qur’an, keberadaan anak bisa menjadi ujian bagi orang tua atau pendidik. Allah subhanahu
wa ta’ala berfirman,
Artinya : Sesungguhnya harta dan anak-anakmu adalah cobaan (bagimu) dan di sisi Allah pahala yang
besar.” (at-Taghabun: 15)
b. kisah Nabiyullah Nuh ‘alaihissalam. Saat keadaan mencekam, Nabi Nuh ‘alaihissalam masih
menunaikan tugasnya sebagai orang tua,
Artinya : Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan
Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku,
naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orangorang kafir.” Dia (anaknya)
menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah.”
(Nuh) berkata, “Tidak ada yang bisa melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah Yang Maha
Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka dia (anak itu) termasuk orang
yang ditenggelamkan.” (Hud: 42—43)
6.) peran Bidan dalam PIK/R
a. Mendukung pengingkatan dan mengawasi persamaan akses dalam memenuhi kualitas pelayanan
kesehatan reproduksi untuk semua kalangan termasuk kepada remaja.
b. Menghimbau kepada semua mitra pelaksanaan pembangunan, untuk segera bertindak dan
melakukan kerjasama dan upaya konkrit untuk mencegah penyebaran lebih luas dari penyakit
STI/HIV/IADS, memberikan perhatian khusus kepada remaja dan anak muda.
Sumber :
[Link]
[Link]
[Link]
tangga