0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan4 halaman

Sudak

Riki Ardiansyah dituduh melakukan pencurian uang tunai sebesar Rp. 450.000 dari rumah Edo Achmad Satriyo Nugroho di Gresik pada tanggal 25 Juni 2018. Ia masuk ke rumah tersebut dengan merusak pintu belakang dan jendela, lalu mencuri uang dari laci meja toko. Ia ditangkap oleh pemilik rumah dan dilaporkan ke polisi.

Diunggah oleh

ivanna simanjuntak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan4 halaman

Sudak

Riki Ardiansyah dituduh melakukan pencurian uang tunai sebesar Rp. 450.000 dari rumah Edo Achmad Satriyo Nugroho di Gresik pada tanggal 25 Juni 2018. Ia masuk ke rumah tersebut dengan merusak pintu belakang dan jendela, lalu mencuri uang dari laci meja toko. Ia ditangkap oleh pemilik rumah dan dilaporkan ke polisi.

Diunggah oleh

ivanna simanjuntak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Ivanna Hotnida Asi P

NPM : 1706071655

Kelas : Praktek Hukum Pidana – A

KEJAKSAAN NEGERI GRESIK P-29

Jalan Raya Permata No.2, Kembangan

Gresik, Jawa Timur

“UNTUK KEADILAN”

SURAT DAKWAAN

Nomor: PDM-021/[Link]/04/2018

I. IDENTITAS TERDAKWA
Nama : Riki Ardiansyah
Tempat Lahir : Gresik
Tanggal Lahir : 18 Januari 1989
Umur : 28 tahun
Jenis Kelamin : Pria
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan Terakhir : SMA

II. PENANGKAPAN
Penyidik Markas Kepolisian Daerah Gresik sejak tanggal 25 Juni 2018 berdasarkan
Surat Perintah Penangkapan No. Pol: SP. Kap/362/I/2018/Ditreskrimum.
III. PENAHANAN
1. Penahanan oleh Penyidik Polisi Daerah Gresik, sejak tanggal 26 Juni 2018 sampai
dengan tanggal 15 Juli 2018 dengan Surat Perintah Penahanan No. Pol: SP.
Han/421/I/2018/Ditreskrimum; ------------------------------------------------------------
2. Penahanan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik sejak tanggal16 Juli
2018 sampai dengan tanggal 24 Agustus 2018 berdasarkan Surat Perintah
Penahanan (tingkat Penuntutan) No. SP.211/Q.[Link]/Epp.2/II/2018; -------------
3. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Gresik dari tanggal 21
Agustus 2018 sampai dengan tanggal 9 September 2018 berdasarkan Penetapan
Perpanjangan Penahanan No. 93/[Link]/842/Pid/B/2018/PN. Gresik;---------
4. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik sejak tanggal 30 Agustus 2018 sampai
dengan 28 September 2019 berdasarkan Penetapan Penahanan No.
43/[Link].B/IV/2018/PN. Gresik; --------------------------------------------------------

IV. DAKWAAN
Bahwa ia terdakwa RIKI ARDIANSYAH Bin LATIF pada hari Minggu tanggal 25
Juni 2018, sekira pukul 11.50 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lain yang
masih dalam tahun 2017 di rumah saksi Edo Achmad Satriyo Nugroho di Desa Abar-
abir Rt. 001/Rw. 001 Kec. Bungah Kab. Gresik atau pada tempat-tempat lain yang
masih dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Gresik “mengambil barang sesuatu,
yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki
secara melawan hukum yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk
sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau
memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan
palsu“, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Pada hari Minggu tanggal 25 Juni 2018, sekira pukul 11.50 Wib terdakwa berada
di depan sebuah rumah dan melihat rumah tersebut dalam kondisi sepi, terdakwa
menduga rumah tersebut kosong karena ditinggal pemiliknya mudik, sehingga timbul
niat terdakwa untuk mengambil sesuatu di dalam rumah tersebut, kemudian terdakwa
menuju belakang rumah tersebut dan melihat ada sebuh pintu yang dilapisi dengan
seng, kemudian berusaha melepas baut pegangan pintu tersebut dengan menggunakan
obeng yang sebelumnya dibawa terdakwa, oleh karena pintu tersebut belum dapat
terbuka, terdakwa mencongkel pintu tersebut dengan menggunakan linggis kecil
(kubut), namun pintu tersebut belum bisa terbuka, kemudian terdakwa membuka paksa
bagian bawah pintu tersebut dengan menggunakan kaki kanan terdakwa, setelah pintu
tersebut sedikit terbuka, terdakwa mengganjal pintu tersebut dengan menggunakan
batako bekas angin-angin, hingga bagian bawah pintu tersebut terbuka selebar badan
terdakwa, setelah itu terdakwa masuk melewati dapur dan mencongkel daun jendela
hingga jendela terbuka, setelah itu terdakwa masuk ke ruang tengah melalui jendela
tersebut kemudian menuju toko yang berada di dalam rumah tersebut, kemudian
terdakwa melihat ada laci meja di dalam toko dalam keadaan terkunci, setelah itu
terdakwa mencongkel laci tersebut dengan menggunakan obeng, setelah laci tersebut
terbuka, terdakwa mengambil uang tunai sebesar Rp.450.000,- (empat ratus lima puluh
ribu rupiah) dari dalam laci tersebut kemudian terdakwa masukkan di saku kanan celana
terdakwa, setelah itu terdakwa menuju dapur hendak keluar dari rumah melalui pintu
belakang tempat terdakwa masuk sebelumnya, namun pada saat itu, saksi Edo Achmad
Satriyo Nugroho yang keluar dari kamar hendak menyalakan sanyo (mesin air), melihat
terdakwa sedang berdiri di ruang dapur, kemudian menanyakan keberadaan tersangka
di dalam rumah dan membawanya ke dalam kamar, setelah itu saksi Edo Achmad
Satriyo Nugroho menerima telpon dari saksi Achmad Budi Utomo dan menceritakan
kejadian tersebut, tidak lama kemudian, saksi Achmad Budi Utomo datang kemudian
bersama dengan saksi Edo Achmad Satriyo Nugroho melakukan pemeriksaan di sekitar
rumah dan mendapati laci meja dalam toko dalam keadaan terbuka, setelah itu saksi
Edo Achmad Satriyo Nugroho dan saksi Achmad Budi Utomo menanyai dan
menggeledah terdakwa kemudian menemukan uang sebesar Rp.450.000,- (empat ratus
lima puluh ribu rupiah) di dalam saku celana kanan terdakwa, setelah itu saksi saksi
Edo Achmad Satriyo dan saksi Achmad Budi Utomo melaporkan kejadian tersebut ke
pihak kepolisian.
Bahwa perbuatan terdakwa mengambil uang tunai sebesar Rp.450.000,- (empat
ratus lima puluh ribu rupiah) tersebut dilakukan tanpa ijin dari saksi Edo Achmad
Satriyo Nugroho selaku pemilik uang tersebut sehingga mengakibatkan kerugian
kurang lebih sebesar Rp. 450.000,- (empat ratus lima puluh ribu rupiah) atau setidak-
tidaknya lebih dari Rp. 250,- (dua ratus lima puluh rupiah).

------------------- Perbuatan TERDAKWA sebagaimana diatur dan diancam pidana


dalam Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) -------------------
GRESIK,

PENUNTUT UMUM

NURUL ISTIANSYAH, S.H.


Jaksa Utama Pratama
NIP: 1988199960

Anda mungkin juga menyukai