0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
213 tayangan12 halaman

Reformasi Birokrasi Publik

Makalah ini membahas tentang reformasi birokrasi dalam administrasi publik di Indonesia. Reformasi birokrasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja birokrasi agar lebih efisien dan efektif serta menciptakan birokrasi yang profesional dan bebas dari korupsi. Sebelum reformasi, birokrasi Indonesia dicirikan oleh sistem yang berbelit-belit, tidak efisien, jumlah pegawai yang membengkak, serta maraknya korupsi

Diunggah oleh

Ridshal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
213 tayangan12 halaman

Reformasi Birokrasi Publik

Makalah ini membahas tentang reformasi birokrasi dalam administrasi publik di Indonesia. Reformasi birokrasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja birokrasi agar lebih efisien dan efektif serta menciptakan birokrasi yang profesional dan bebas dari korupsi. Sebelum reformasi, birokrasi Indonesia dicirikan oleh sistem yang berbelit-belit, tidak efisien, jumlah pegawai yang membengkak, serta maraknya korupsi

Diunggah oleh

Ridshal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

REFORMASI BIROKRASI
DALAM ADMINISTRASI PUBLIK

Disusun Oleh :
Muhammad Arfah Nim.

UNIVERSITAS TERBUKA
POKJAR LONGKALI
2019
Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat,
taufik, hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan masalah
makalah tentang reformasi birokrasi pada administrasi publik dengan tepat waktu.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa dan kami
menyadari bahwa pengetahuan kami sangatlah terbatas. Oleh karena itu, dengan
tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami
dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap para pembaca.

Longkali, 5 November 2019

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Reformasi birokrasi saat ini sangat diperlukan dalam rangka perbaikan
kualitas aparatur sipil negara. Dari sudut pandang masyarakat, birokrasi selama ini
dianggap sebagai sesuatu yang menyulitkan, berbelit- belit, dan tidak profesional.
Dari sudut pandang pemerintah sendiri mulai merasa tidak nyaman dengan status
aparatur sipil negara yang mempunyai predikat sewenang-wenang, koruptif dan
tidak melayani. Pemerintah menghendaki adanya peningkatan pencitraan birokrasi
dimata masyarakat, sehingga pemerintah sendiri juga menginginkan segera
dilakukan perbaikan citra aparatur sipil negara melalui program reformasi
birokrasi.
Reformasi birokrasi merupakan sebuah kebijakan yang dibuat untuk
mengubah atau membuat suatu perbaikan dalam birokrasi pemerintahan Indonesia
saat ini. Perubahan atau perbaikan yang ingin dilakukan dalam reformasi birokrasi
mencakup struktur dan proses dalam penyelenggaraan pelayanan publik, serta
perubahan pada mindset dan culturset pegawai. Reformasi birokrasi juga
bertujuan untuk memperbaiki prosedur administrasi dibirokrasi pemerintah,
perbaikan penggunaan keuangan negara dan akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah. Dasar hukum pelaksanaan kebijakan reformasi birokrasi ini tertuang
dalam Peraturan Presiden No.81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi
Birokrasi 2010-2025. Penjabarannya dituangkan dalam Permenpan & RB No.20
Tahun 2010 dan Permenpan & RB No.11 Tahun 2015 tentang road map
Reformasi Birokrasi.
Sistem birokrasi sangat diharapkan dapat menjalankan perannya secara
optimal. Namun, dalam kenyataannya, keberadaan birokrasi dalam pemerintah
sering kali dipandang secara dikotomis, selain dibutuhkan untuk melaksanakan
urusan pemerintah sehari-hari, birokrasi juga sering kali dianggap sebagai sistem
yang menyebabkan jalannya pemerintahan dan layanan publik tersendat dan
bertele-tele. Gejala penyakit birokrasi seperti ini , tampak pula dalam sistem
birokrasi pemerintahan di Indonesia. Berbagai kritik tentang in-efisiensi dalam
sistem birokrasi Indonesia, kuantitasnya yang terlalu besar dan kaku sudan sering
dinyatakan terbuka (Thoha, 1987; Dwiyanto, 2002). Sistem pencaloan yang
merajalela, nepotisme serta terjadinya berbagai patologi birokrasi menyiratkan
bahwa reformasi birokrasi pemerintah harus dilakukan.
Reformasi birokrasi pemerintah sangat mendesak untuk dilakukan ketika
dikaitkan dengan berbagai perubahan dalam konteks global, antara lain perubahan
paradigma kekuasaan yang terjadi dengan dinamis selama periode pertengahan
abad 20 hingga awal abad 21. Gelombang demokratisasi yang ditandai dengan
kemerdekan negara-negara bekas jajahan, peralihan kekuasaan dari rezim
otoritarian, kecenderungan sentralistik dan runtuhnya komunisme membawa
perubahan yang berarti dalam sistem kekuasaan menjadi lebih demokratis dan
terdistribusi (desentralisasi).
Pada awalnya, penyelenggaraan pemerintahan secara sentralistik dipandang akan
lebih efektif dan efisien, tapi asumsi ini mengalami perubahan ketika menghadapi
tantangan dimasa kini yang menuntut pemerintah untuk makin responsif terhadap
kebutuhan masyarakat. Akan tetapi,berbagai penyimpangan yang terjadi sebagai
dampak dari sentralisasi menyebabkan legitimasi pemerintah menurun dimata
publik. Ketika negara tidak lagi cukup memiliki kemampuan untuk memaksakan
kepatuhan masyarakat dan makin luasnya keterbukaan akses informasi publik,
maka yang terjadi adalah fenomena kegagalan negara untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Dalam jangka panjang, penurunan kapasitas negara ini akan
berdampak negatif karna mengarah deligitimasi pemerintahan, apatisme publik,
dan berpotensi memunculkan anarkisme. Kegagalan negara dalam arti pemerintah
dalam memenuhi kebutuhan masyarkat akan menimbulkan keraguan publik
terhadap urgensi kehadiran negara dalam hal ini pemerintah. Kondisi ini bila
dibiarkan akan mengarah kepada ketidakpastian dan pelemahan jaminan hukum
bagi seluruh lapisan masyarakat.
Reformasi birokrasi pemerintah menjadi bagian dari upaya untuk
memperkuat negara karena melalui reformasi birokrasi, peran dan lingkup
intervensi negara dalam hal hal ini yaitu pemerintah didefinisikan ulang untuk
menjawab tantangan zaman. Karena itu, reformasi birokrasi juga tidak sekedar
menyederhanakan struktur birokrasi, tapi mengubah pola pikir (mind set) dan pola
budaya (cultural set) birokrasi untuk berbagi peran dalam tata kelola
pemerintahan. Birokrasi pemerintah merupakan unsur yang sangat vital dalam
menentukan arah untuk mencapai keberhasilan suatu penyelenggaraan negara.
Dengan kemajuan teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi yang
demikian pesat serta persaingan global yang semakin ketat, masyarakat sangat
peka terhadap kinerja birokrasi pemerintahan dan sangat peduli dengan
peningkatan kualitas hidupnya. Baik atau buruk kinerja birokrasi pemerintah akan
sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahnya.
BAB II
PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN DARI REFORMASI
BIROKRASI DALAM ADMINISTRASI PUBLIK

A. Permasalahan
1. Apakah yang dimaksud dengan reformasi birokrasi?
2. Bagaimana birokrasi Indonesia sebelum adanya reformasi
birokrasi?
3. Bagaimana mekanisme pelaksanaan reformasi birokrasi yang seharusnya
dilakukan oleh pemerintah guna mengatasi patologi?

B. Pembahasan
1. Apakah yang dimaksud dengan reformasi birokrasi?
Birokrasi bukanlah suatu fenomena yang baru bagi kita karena
sebenarnya telah ada dalam bentuknya yang sederhana sejak beribu-ribu
tahun yang lalu. Namun demikian kecenderungan mengenai konsep dan
praktek birokrasi telah mengalami perubahan yang berarti sejak seratus
tahun terakhir ini. Dalam Masyarakat yang modern, birokrasi telah
menjadi suatu organisasi atau institusi yang penting. Pada masa
sebelumnya ukuran negara pada umumnya sangat kecil, namun pada masa
kini negara- negara modern memiliki luas wilayah, ruang lingkup
organisasi, dan administrasi yang cukup besar dengan berjuta-juta
penduduk. Reformasi adalah mengubah atau membuat sesuatu menjadi
lebih baik daripada yang sudah ada. Reformasi ini diarahkan pada
perubahan masyarakat yang termasuk didalamnya masyarakat birokrasi,
dalam pengertian perubahan ke arah kemajuan.
Reformasi birokrasi adalah sebuah harapan masyarakat pada
pemerentah agar mampu memerangi KKN dan membentuk pemerintahan
yang bersih serta keinginan masyarakat untuk menikmati pelayanan public
yang efisien,responsip dan akuntabel. Maka dari itu masyarakat perlu
mengetahui reformasi birokrasi yang dilakukan saat ini agar kehidupan
bernegara berjalan dengan baik,msyarakat juga berposisi sebagai penilai
dan pihak yang dilayani pemerintah.
Tujuan reformasi birokrasi :
 Memperbaiki kinerja birokrasi agar lebih efektif dan efisien.
 Terciptanya birokrasi yang profesional, netral, terbuka, demokratis,
mandiri, serta memiliki integritas dan kompetensi dalam melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya selaku abdi masyarakat dan abdi negara.
 Pemerintah yang bersih (clean government).
 Bebas KKN.
 Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
2. Bagaimana birokrasi Indonesia sebelum adanya reformasi
birokrasi?
Birokrasi di Indonesia menurut Karl D Jackson merupakan
bureaucratic polity. Model ini merupakan birokrasi dimana negara
menjadi akumulasi dari kekuasaan dan menyingkirkan peran masyarakat
dari politik dan pemerintahan. Ada pula yang berpendapat bahwa
birokrasi di Indonesia merupakan birokrasi Parkinson dan Orwel. Hal ini
disampaikan oleh Hans Dieter Evers. Birokrasi Parkinson merujuk pada
pertumbuhan jumlah anggota serta pemekaran struktural dalam birokrasi
yang tidak terkendali. Birokrasi Orwel merujuk pada pola birokratisasi
yang merupakan proses perluasan kekuasaan pemerintah yang
dimaksudkan sebagai pengontrol kegiatan ekonomi, politik dan social
dengan menggunakan regulasi yang bila perlu ada suatu pemaksaan.
Dari model yang diutarakan di atas dapat dikatakan bahwa birokrasi
yang berkembang di Indonesia pada masa Orde Baru adalah birokrasi
yang berbelit-belit, tidak efisien dan mempunyai pegawai birokrat yang
makin membengkak.
Keadaan ini pula yang menyebabkan timbulnya penyimpangan-
penyimpangan berikut, seperti :
1. Maraknya tindak KKN
2. Tingginya keterlibatan birokrasi dalam partai politik sehingga
pelayanan terhadap masyarakat tidak maksimal
3. Pelayanan publik yang diskriminatif
4. Penyalahgunaan wewenang
5. Pengaburan antara pejabat karir dan non-karir.
3. Bagaimana mekanisme pelaksanaan reformasi birokrasi yang seharusnya
dilakukan oleh pemerintah guna mengatasi patologi?
Beberapa perubahan yang perlu dilakukan pemerintah guna merespon
kesan buruk birokrasi. Birokrasi perlu melakukan beberapa perubahan sikap
dan perilakunya antara lain:
 Birokrasi harus lebih mengutamakan sifat pendekatan tugas yang
diarahkan pada hal pengayoman dan pelayanan masyarakat; dan
menghindarkan kesan pendekatan kekuasaan dan kewenangan.
 Birokrasi perlu melakukan penyempurnaan organisasi yang
bercirikan organisasi modern, ramping, efektif dan efesien yang mampu
membedakan antara tugas-tugas yang perlu ditangani dan yang tidak perlu
ditangani (termasuk membagi tugas-tugas yang dapat diserahkan kepada
masyarakat).
 Birokrasi harus mampu dan mau melakukan perubahan sistem dan
prosedur kerjanya yang lebih berorientasi pada ciri-ciri organisasi modern
yakni : pelayanan cepat, tepat, akurat, terbuka dengan tetap
mempertahankan kualitas, efesiensi biaya dan ketepatan waktu.
 Birokrasi harus memposisikan diri sebagai fasilitator pelayan publik
dari pada sebagai agen pembaharu pembangunan.
 Birokrasi harus mampu dan mau melakukan transformasi diri dari
birokrasi yang kinerjanya kaku (rigid) menjadi organisasi birokrasi yang
strukturnya lebih desentralistis, inovatif, fleksibel dan responsif.
 Birokrasi mendorong perwujudan pemerintahan yang bersih dan bebas
dari KKN dapat pula diupayakan kepada peningkatan pengawasan
terhadap aparatur negara. Serta pendidikan karakter ditingkatkan sekolah-
sekolah hingga perguruan tinggi. Ditambah pemberian hadiah berupa
kenaikan gaji, pangkat jabatan, bagi pegawai yang bekerja di instansi-
instansi yang memiliki tingkat integritas baik dalam pengelolaan birokrasi,
supaya mereka dapat termotivasi untuk selalu menjaga amanah atas tugas
yang diberikan.
Dari pandangan ini, dapat disimpulkan bahwa organisasi birokrasi
yang mampu memberikan pelayanan publik secara efektif dan efesien kepada
masyarakat, salah satunya jika strukturnya lebih terdesentralisasi daripada
tersentralisasi. Sebab, dengan struktur yang terdesentralisasi diharapkan akan
lebih mudah mengantisipasi kebutuhan dan kepentingan yang diperlukan oleh
masyarakat, sehingga dengan cepat birokrasi dapat menyediakan
pelayanannya sesuai yang diharapkan masyarakat pelanggannya. Sedangkan
dalam kontek persyaratan budaya organisasi birokrasi, perlu dipersiapkan
tenaga kerja atau aparat yang benar-benar memiliki kemampuan (capabelity),
memiliki loyalitas kepentingan (competency), dan memiliki keterkaitan
kepentingan (consistency atau coherency).
Oleh karena itu, untuk merealisasikan kriteria ini Pemerintah sudah
seharusnya segera menyediakan dan mempersiapkan tenaga kerja birokrasi
professional yang mampu menguasai teknik-teknik manajemen pemerintahan
yang tidak hanya berorientasi pada peraturan (rule oriented) tetapi juga pada
pencapaian.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Reformasi birokrasi bertujuan memberikan pelayanan sebaik- baiknya
kepada masyarakat, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
sehingga bisa memberikan kesejahteraan dan rasa keadilan pada masyarakat
banyak. Di sisi lain birokrasi sangat sarat dengan banyak tugas dan fungsi, karena
tidak saja hanya terfokus kepada pelayanan publik, tetapi juga bertugas dan
berfungsi sebagai motor pembangunan dan aktivitas pemberdayaan.
Reformasi birokrasi dibutuhkan untuk menjamin terlaksananya reformasi di
bidang lain dalam suatu pemerintahan yang mengaplikasikan konsep administrasi
pembangunan. Oleh karena itu, tanpa mengabaikan reformasi di bidang lain
rekomendasi yang pertama harus dilakukan adalah reformasi birokrasi
yang meliputi kelembagaan dan ketatalaksanaan, sumber daya manusia,
dan pengawasan dalam melaksanakan tugas umum pemerintahan dan
pembangunan. Reformasi kelembagaan dilakukan melalui perampingan struktur
organisasi birokrasi pemerintah di pusat dan daerah untuk menghindari tumpang
tindih pelaksanaan tugas dan fungsinya. Penyusunan organisasi yang didasarkan
pada analisis jabatan ini harus terus diupayakan. Oleh karena adanya tuntutan
yang mendesak dan harus dilakukan untuk mendorong proses percepatan
reformasi birokrasi, upaya-upaya khusus di bidang kelembagaan adalah
sebagai berikut :
1. Melakukan redefenisi kelembagaan birokrasi termasuk melakukan penataan
kelembagaan sesuai dengan standard operating procedure atau SOP.
2. Melakukan penerapan audit institusi.
3. Di bidang ketatalaksanaan perlu dipertimbangkan sistem rekrutmen dan
promosi pegawai sesuai dengan kecakapan dan kemampuannya dan dapat
diberhentikan jika bekerja secara buruk sebagaimana yang berlaku di
lingkungan swasta.
Selanjutnya, usaha untuk mendorong peningkatan kompetensi aparat birokrasi
pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, sebagai wujud profesionalisme
dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, harus memerhatikan tiga hal pokok di
bawah ini :
1. Peningkatan kesejahteraan aparat birokrasi pemerintah.
2. Peningkatan etika dan moral birokrasi pemerintah.
3. Peningkatan profesionalisme birokrasi pemerintah.
Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan yang baik, dapat
terwujud apabila semua lapisan masyarakat turut berperan serta dalam upaya
pemberharuan diberbagai bidang khususnya dalam bidang pelayanan (birokrasi)
pemerintah, karena birokrasi pemerintah merupakan proses interaksi / hubungan
antara pemerintah dan masyarakat serta langkah awal dalam mencapai kemajuan
suatu negara dalam berbagai bidang. Dan yang terakhir, untuk mendorong
perwujudan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN dapat pula diupayakan
kepada peningkatan pengawasan terhadap aparatur negara.
DAFTAR PUSTAKA

http://blochafauros.blogspot.com/2012/08/contoh-makalah-reformasi-
birokrasi-dan.html

http://makalahme02.blogspot.com/2013/05/contoh-makalah-reformasi-
birokrasi-di.html

https://www.google.co.id/search?
q=permasalahan+dan+solusi+dalam+reformasi+birokrasi&oq=permasalah
an+dan+solusi+dalam+reformasi+birokrasi&aqs=chrome..69i57j35i39j0l4.
21806j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

http://pemerintah.net/hambatan-dan-tantangan-reformasi-birokrasi/

Revitalisasi Administrasi negara reformasi birokrasi dan e-Governance. Editor


Falih Suaedi, Bintoro Wardiyanto.

Anda mungkin juga menyukai