0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
423 tayangan12 halaman

Sap Stemi Dengan Pci

Dokumen tersebut membahas tentang satuan acara penyuluhan STEMI dengan PCI. Secara garis besar, dokumen tersebut menjelaskan tentang tujuan dan materi penyuluhan mengenai pengertian STEMI, penyebab, gejala, dan pencegahan STEMI serta pengertian dan prosedur PCI.

Diunggah oleh

Indra Mawan Mawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
423 tayangan12 halaman

Sap Stemi Dengan Pci

Dokumen tersebut membahas tentang satuan acara penyuluhan STEMI dengan PCI. Secara garis besar, dokumen tersebut menjelaskan tentang tujuan dan materi penyuluhan mengenai pengertian STEMI, penyebab, gejala, dan pencegahan STEMI serta pengertian dan prosedur PCI.

Diunggah oleh

Indra Mawan Mawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

STEMI DENGAN PCI

Bidang Studi : Keperawatan Kritis

Pokok Bahasan : Penyakit Jantung dan Intervensi

Sub Pokok Bahasan : ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) dengan Percutaneous


Coronary Intervention (PCI)

Sasaran : Penderita STEMI dan keluarga yang akan atau telah dilakukan PCI

Waktu : 1 x 50 menit

Hari/Tanggal : 25 Oktober 2018

Penyaji : Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan


Timur

A. ANALISIS SITUASI
1. Obyek/Sasaran
Obyek/sasaran adalah penderita STEMI dan keluarga yang akan atau telah dilakukan
PCI
2. Ruang
Penyuluhan diadakan di ruang tunggu ICU. Tersedia OHP sebagai fasilitas untuk
menyampaikan materi.
3. Subyek/Penyaji
Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mempelajari konsep ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
dengan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) diharapkan penderita dan keluarga
mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah STEMI dengan sebelum dan
sesudah dilakukannya Percutaneous Coronary Intervention (PCI).

C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah proses pembelajaran, penderita dan keluarga diharapkan mampu:
1. Memahami definisi ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
2. Memahami penyebab ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
3. Mengetahui tanda dan gejala ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
4. Mengetahui pencegahan primer, sekunder dan tersier terhadap ST-Elevation
Myocardial Infarction (STEMI)
5. Memahami definisi Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
6. Memahami indikasi dilakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
7. Memahami kontraindikasi pada Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
8. Memahami intervensi Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
9. Memahami komplikasi saat dilakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
10. Memahami prosedur sebelum tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
11. Memahami prosedur selama tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
12. Memahami prosedur pencabutan SHEATH pada Percutaneous Coronary
Intervention (PCI)
13. Memahami prosedur pelepasan TR-Band pada Percutaneous Coronary Intervention
(PCI)

D. POKOK BAHASAN/MATERI
1. Definisi ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
2. Penyebab ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
3. Tanda dan gejala ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
4. Pencegahan primer, sekunder dan tersier terhadap ST-Elevation Myocardial
Infarction (STEMI)
5. Definisi Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
6. Indikasi dilakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
7. Kontraindikasi pada Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
8. Intervensi Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
9. Komplikasi saat dilakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
10. Prosedur sebelum tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
11. Prosedur selama tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
12. Prosedur pencabutan SHEATH pada Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
13. Prosedur pelepasan TR-Band pada Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
14. PENDEKATAN DAN METODE
1. Pendekatan : Deduktif
2. Metode : Tanya-jawab

15. KEGIATAN PEMBELAJARAN


No Tahap Waktu Kegiatan Pengajar Subyek Belajar
1. Pembu 5 menit a. Memberi salam a. Menjawab
kaan b. Memfokuskan materi dengan bercerita salam
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran b. Memperhati
kan secara
seksama

2. Pengem 30 menit a. Menjelaskan definisi ST-Elevation a. Mendengark


bangan Myocardial Infarction (STEMI) an dan
b. Menjelaskan penyebab ST-Elevation mencatat
Myocardial Infarction (STEMI) b. Memperhati
c. Menjelaskan tanda dan gejala ST- kan dan
Elevation Myocardial Infarction (STEMI) mencatat
d. Menjelaskan pencegahan primer, sekunder c. Mengajukan
dan tersier terhadap ST-Elevation pertanyaan
Myocardial Infarction (STEMI) d. Menyimak
e. Menjelaskan definisi Percutaneous jawaban
Coronary Intervention (PCI) yang
f. Menjelaskan indikasi dilakukan diberikan
Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
g. Menjelaskan kontraindikasi pada
Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
h. Menjelaskan intervensi Percutaneous
Coronary Intervention (PCI)
i. Menjelaskan komplikasi saat dilakukan
Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
j. Menjelaskan prosedur sebelum tindakan
Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
k. Menjelaskan prosedur selama tindakan
Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
l. Menjelaskan prosedur pencabutan
SHEATH pada Percutaneous Coronary
Intervention (PCI)
m. Menjelaskan prosedur pelepasan TR-Band
pada Percutaneous Coronary Intervention
(PCI)
n. Memberi kesempatan audiens untuk
bertanya
o. Menjawab pertanyaan audiens

3. Penutu 15 menit a. Bersama-sama audiens merangkum materi a. Memperhati


p yang telah disampaikan kan dan
b. Menjelaskan prosedur evaluasi mencatat
c. Memberi evaluasi secara lisan b. Menjawab
d. Memberi salam penutup pertanyaan
evaluasi
c. Menjawab
salam

16. MEDIA/ALAT
Media yang digunakan:
1. Power point
2. Leaflet
3. OHP
4. Layar OHP

17. EVALUASI
1. Evaluasi diberikan segera setelah materi pokok telah disampaikan
2. Jenis evaluasi berupa pertanyaan terbuka secara lisan
MATERI PENYULUHAN

A. KONSEP DASAR ST ELEVASI MIOKARDIAL INFARK (STEMI)


1. Definisi ST Elevasi Miokardial Infark (STEMI)
ST Elevasi Miokardial Infark (STEMI) merupakan suatu kondisi yang
mengakibatkan kematian sel miosit jantung karena iskhemia yang
berkepanjangan akibat oklusi koroner akut (Black & Hawk, 2005). STEMI terjadi
akibat stenosis total pembuluh darah koroner sehingga menyebabkan nekrosis sel
jantung yang bersifat irreversible (Brown & Edwars, 2005).
2. Penyebab ST Elevasi Miokardial Infark (STEMI)
Penyebab dari STEMI adalah menumpuknya lemak, kolesterol dan zat
lain atau biasa disebut plak pada dinding arteri koroner (aterosklerosis).
Penumpukan plak yang semakin banyak akan membuat lapisan pelindung arteri
perlahan-lahan mulai menebal dan jumlah sel otot bertambah. Semakin lama
semakin banyak plak yang terbentuk dan membuat lumen arteri mengecil
sehingga terjadi penyempitan atau tersumbatnya aliran darah ke jantung yang
disuplai oleh arteri coroner ( Darliana, 2010 dan Black & Hawks, 2014)
3. Tanda dan Gejala ST Elevasi Miokardial Infark (STEMI)
Nyeri dada lebih dari 20 menit, rasa sakit seperti ditekan dan terbakar,
menjalar ke lengan kiri, leher, area interskapuler, bahu, atau bagian perut sebelah
atas dan sering disertai diaphoresis (keringat dingin), mual/muntah, sesak napas
dan sinkop (PERKI, 2015).
4. Pencegahan Primer, Sekunder dan Tersier
a. Primer
Pencegahan dimulai dengan mengenal faktor-faktor risiko, dengan
mengontrol faktor risiko tersebut yaitu modifikasi gaya hidup:
1) Hindari merokok, alkohol, konsumsi garam berlebihan, obat-obatan
amfetamin, kokain dan sejenisnya
2) Kurangi kolesterol dan lemak dalam makanan
3) Anjurkan konsumsi gizi yang seimbang dan berolahraga secara
teratur
4) Kurangi berat badan bila overweight (obesitas)
5) Kurangi stres
b. Sekunder
Pencegahan sekunder penting dilakukan karena kejadian iskemik cenderung
terjadi dengan laju yang tinggi setelah fase akut. Beberapa pengobatan
jangka panjang yang direkomendasikan adalah:
1) Aspirin diberikan seumur hidup, apabila dapat ditoleransi pasien.
2) Pemberian penghambat reseptor ADP dilanjutkan selama 12 bulan
kecuali bila risiko perdarahan tinggi
3) Statin dosis tinggi diberikan sejak awal dengan tujuan menurunkan
kolesterol LDL <70 mg/dL (Kelas I-B).
4) Penyekat beta disarankan untuk pasien dengan penurunan fungsi sistolik
ventrikel kiri (LVEF ≤40%) (Kelas I-A).
5) ACE-I diberikan dalam 24 jam pada semua pasien dengan LVEF ≤40%
dan yang menderita gagal jantung, diabetes, hipertensi, atau PGK,
kecuali diindikasikontrakan (Kelas I-B).
6) ACE-I juga disarankan untuk pasien lainnya untuk mencegah
berulangnya kejadian iskemik, dengan memilih agen dan dosis yang
telah terbukti efikasinya (Kelas I-B).
7) ARB dapat diberikan pada pasien dengan intoleransi ACE-I, dengan
memilih agen dan dosis yang telah terbukti efikasinya (Kelas I-B).
8) Antagonis aldosteron disarankan pada pasien setelah MI yang sudah
mendapatkan ACE-I dan penyekat beta dengan LVEF ≤35% dengan
diabetes atau gagal jantung, apabila tidak ada disfungsi ginjal yang
bermakna (kreatinin serum >2,5 mg/dL pada pria dan >2 mg/dL pada
wanita) atau hiperkalemia (Kelas I-A).
c. Tersier
Upaya tersier bertujuan mencegah komplikasi dan kematian pada penderita
yang sudah menderita penyakit STEMI, upaya tersebut adalah:
1) Istirahat yang cukup sesuai kekuatan beban jantung
2) Posisi tidur semi fowler
3) Pembatasan aktivitas fisik
4) Pengawasan intake dan output
5) Pembinaan psikologis
B. KONSEP DASAR PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI)
1. Definisi Percutaneous Coronary Intervention PCI
Percutaneous Coronary Intervention (PCI) terdiri dari tiga kata yakni
Percutaneous yang artinya melalui kulit, Coronary adalah pada arteri koroner dan
Intervention adalah tindakan yang dilakukan dalam rangka pengobatan pada
kelainan/penyakit jantung koroner. Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
atau Intervensi Koroner Perkutan (IKP) adalah tindakan kateterisasi invasif non-
bedah baik menggunakan stent maupun balon untuk
membuka/dilatasi/melebarkan arteri (arteri koroner) yang mengalami
penyempitan agar aliran darah dapat kembali menuju ke otot jantung (Davis,
2011 & PERKI, 2018). Prosedur tersebut bertujuan untuk membuka lumen arteri
koroner yang tersumbat agar tidak terjadi infark pada infark miokard akut dengan
elevasi segmen ST. Elektif PCI adalah tindakan yang dilakukan untuk
meningkatkan kualitas hidup klien dan mengurangi gejala dari penyakit arteri
koroner pada penderita yang sudah stabil atau tidak muncul gejala (Anonim,
2008).
2. Indikasi dilakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
Indikasi untuk dilakukan PCI menurut Doni (2010) adalah:
a. Pada penderita miokard infark dengan segmen ST-elevasi dalam waktu 12
jam setelah timbul nyeri dada dan gejala yang lain.
b. Gagal dilakukan fibrinolitik
3. Kontraindikasi Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
Silber et al (2005), mengemukakan bahwa yang termasuk kontraindikasi
PCI adalah:
a. Diseksi aorta
b. Memiliki riwayat stroke hemoragik
c. Riwayat perdarahan GI
d. Memiliki riwayat bleeding disorder
4. Intervensi Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
a. Area Penusukkan
Menurut Merriweather & Hoke (2012), area penusukan pada tindakan
PCI terdiri atas:
1) Arteri femoralis
2) Arteri brachialis
3) Arteri radialis
b. Tim yang melakukan PCI
1) Dokter
2) Perawat
3) Radiografer
c. Prosedur (California Pacific Medical Center, 2008)
1) Perawat/teknisi membawa klien ke ruang kateterisasi (cath lab.)
2) Perawat memberikan obat melalui IV line untuk membantu klien rileks
dan nyaman selama prosedur tindakan
3) Perawat membersihkan dan mensterilkan daerah kecil di pergelangan
lengan atau lipat paha klien (Tergantung daerah yang akan digunakan).
Daerah tersebut kemudian ditutup dengan kain steril.
4) Dokter akan menginjeksi obat anestesi lokal dilipat paha atau tangan
klien. Digunakan anestesi lokal karena klien harus tetap sadar selama
pemeriksaan untuk mengikuti instruksi dokter.
5) Jarum akan ditusukkan ke dalam arteri yang digunakan kemudian guide
wire akan dimasukkan melalui jarum lalu jarum dilepas.
6) Sheat kateter akan dimasukkan melalui guide wire, kemudian sheat kateter
dimasukkan melalui pembuluh darah utama tubuh (Aorta), ke muara arteri
koroner di jantung. Kebanyakan orang tidak merasakan sakit selama
pemeriksaan, karena tidak ada serabut saraf dalam pembuluh darah, maka
klien tidak dapat merasakan gerakan kateter dalam tubuh.
7) Dokter akan menginjeksikan kontras dengan melihat melalui gambaran x-
ray. Klien mungkin akan merasakan sensasi panas saat kontras
diinjeksikan.
8) Pantau keluhan/laporan klien tentang adanya nyeri dada atau perasaan
tidak nyaman selama posedur.
5. Komplikasi saat dilakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
a. Diseksi arteri koroner
b. Vasospasme arteri koroner
c. Akut disritmia
d. Cardiac arest
e. Tamponade jantung
f. Hipotensi
g. Perdarahan, biasanya terjadi pada daerah akses penusukan (area insersi)
ataupun perdarahan retroperitoneal
h. Hematoma
i. Pseudoaneurisma
j. Fistula arteriovenosus
k. Thrombosis dan embolisasi distal
l. Contrast induce nefropathi (CIN)
6. Prosedur Sebelum Tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
a. Anjurkan klien untuk puasa 4-6 jam sebelum tindakan (elektif PCI)
b. Observasi dan ukur tanda-tanda vital (perubahan EKG, tekanan darah, HR,
RR, dan saturasi O2)
c. Pemeriksaan penunjang:
1) Laboratorium: Cek darah lengkap, GDS, ureum, creatinin, HBSAg,
elektrolit, PT, APTT, BT, dan ACT.
2) Rontgen thorax
3) Cek pulsasi perifer (dorsalis pedis) untuk kateterisasi melalui arteri
femoralis
4) Melakukan Allen test (jika penusukan melalui arteri radialis)
5) Obat-obat dilanjutkan sesuai instruksi dokter
6) Pada klien dengan nilai creatinin diatas 1,25 mg/dl (nilai normal 0,72-
1,25 mg/dl), lakukan loading cairan (1cc/kgBB/jam) diberikan pre dan
post tindakan PCI
7) Memberikan penjelasan prosedur tindakan
8) Inform consent
7. Selama tindakan
a. Kaji keluhan selama prosedur tindakan berlangsung
b. Melakukan observasi tanda-tanda vital setiap 15 menit
c. Memantau hemodinamik
8. Setelah tindakan
a. Kaji keluhan setelah tindakan
b. Mengobservasi tanda-tanda adanya perdarahan dan hematoma pada area
penusukan
c. Mengobservasi dan mengukur tanda –tanda vital (tekanan darah, nadi,
respirasi, suhu tubuh, dan saturasi O2)
d. Pemantauan perubahan EKG 12 lead
e. Mengobservasi hasil laboratorium (peningkatan kreatinin mengindikasikan
gangguan ginjal karena zat kontras, sedangkan peningkatan CKMB
menandakan cedera otot jantung)
f. Mengobservasi efek alergi zat kontras (seperti menggigil, kemerahan, gatal,
pusing, mual, muntah, urine tidak keluar, dsb)
g. Mengobservasi gangguan sirkulasi perifer (cek pulsasi arteri dorsalis pedis,
tibialis, radialis)
h. Mengobservasi adanya tanda-tanda hipovolemi
i. Memberikan hidrasi sesuai kebutuhan
j. Memonitor adanya tanda-tanda infeksi
9. Prosedur pencabutan SHEATH
Area penusukan di arteri femoralis:
a. 4 jam post tindakan PCI, sheath boleh dicabut/aff oleh dokter jika nilai ACT
(Activating Clohting Time, nilai normal < 100 detik)
b. Dengan menggunakan sarung tangan steril dan prosedur steril, sheath di aff
dan dilakukan penekanan selama kurang lebih 10-15 menit sampai dengan
perdarahan berhenti
c. Beritahu kepada klien bahwa prosedur pencabutan sheath akan dilakukan dan
ajarkan teknik relaksasi napas dalam untuk mencegah terjadinya reflek vagal
d. Observasi tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, saturasi
oksigen), pulsasi arteri perifer, dan keluhan klien selama aff sheath
e. Bila darah sudah tidak keluar, luka pungsi ditutup dengan kasa steril dan
verban elastic lalu diberi bantal steril
f. 6 jam post aff sheath klien baru diperbolehkan mobilisasi
g. Observasi daerah distal ekstremitas dan keadaan umum klien post aff sheath
(tekanan darah, nadi, irama ekg/perubahan gelombang EKG, saturasi O2,
pernapasan, nilai ureum dan kreatinin) dari adanya komplikasi berupa
perdarahan/hematoma, thrombosis, fistula arteriovenosus, dan CIN (Contras
Induce Nefropathy).
10. Posedur pelepasan TR-Band
Area puncture di arteri radialis :
a. Pelepasan dilakukan 4-6 jam setelah tindakan PCI
b. Bila klien mengeluh kebas atau baal, kempiskan 2-3 cc udara dengan spuit
khusus TR-band sampai keluhan baal berkurang, dan observasi perdarahan
c. Kempiskan ballon TR-Band dengan spuit khusus TR-Band dengan perlahan-
lahan sambil memperhatikan aliran darah yang keluar dari luka
insisi/penusukan
d. Bila masih terdapat perdarahan kembangkan lagi ballon TR-Band dan
observasi 1 jam kemudian
e. Bila tidak terjadi perdarahan kempiskan ballon dan buka TR-band dan tutup
dengan kassa steril diatas luka insisi dan tekan dengan kuat.
DAFTAR PUSTAKA

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular. Pedoman Tatalaksana Sindrom


Koroner Akut. 3rd ed. Jakarta. Centra Communications; 2015
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular. Pedoman Laboratorium Kateterisasi
Jantung dan Pembuluh Darah. Jakarta. Centra Communications; 2018
Darliana D. 2010. MANAJEMEN PASIEN ST ELEVASI MIOKARDIAL INFARK
(STEMI). Idea Nursing Journal. 1(1):15
Anonim. 2008. PCI definitions. http://apps.leg.wa.gov/wac/default.aspx?cite=246-
310-705.

California Pasific Medical Center. 2008. Learning About Your Health.


http://www.cpmc.org/learning/documents/cardiaccath-ws.html#What Can I
Expect on the Day of the Procedure
Davis, 2011. Percutaneous coronary intervention.
http://www.Emedicinehealth.com/percutaneouscoronaryinterventionpci/page1
0_em.htm.
Silber at al, 2005. Guidelines for percutaneous coronary interventions: the task
force for percutaneous coronary interventions of the european society of
cardiology. http://eurheartj.oxfordjournals.org/content/26/8/804.long

Anda mungkin juga menyukai