MODUL 8
HUBUNGAN KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA DENGAN TUNTUTAN
PERILAKU WARGA NEGARA
KEGIATAN BELAJAR I
KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA (KNMN) DALAM HUBUNGAN WARGA
NEGARA DENGAN NEGARA
Konsep adalah pengertian yang menunjukkan kepada sesuatu. Pengertian tersebut dapat
dinyatakan dalam bentuk kata-kata , nama dan pernyataan. Berdasarkan definisi itu dapat
disimpulkan bahwa konsep nilai adalah pengertian yang menunjuk pada nilai tertentu.
Nilai adalah Sesuatu yang merunjuk kepada tutunan perilaku yang membedakan perbuatan yang
baik dan buruk atau dapat diartikan sebagai kualitas kebaikan yang melekat pada sesuatu.
Moral adalah keharusan perilaku yang dibawakan oleh nilai.
Norma sumber dasar hukum yang menguatkan kedudukan konsep, nilai dan moral serta perilaku
yang dilakukan.
Agar dapat menguasai materi dengan baik langkah-langkah yang harus diketahui :
1. Paham secara mantap Konsep, Nilai, Moral dan Norma.
2. Lakukan kajian nilai, moral dan norma dalam kurikulum PKN 2006 termasuk cermati standar
Kompetensi dan kompetensi dasar serta tentukan materi atau indikator yang dapat meletakkan
dari ketiga unsur tersebut.
3. Kaitkan dengan perilaku yang diharapkan dari rumusan nilai atau kompetensi dasar dan
indikator tsb.
Beranjak dari ketiga hal tersebut diatas dapat kita rumuskan tiga hal sangat berkaitan dengan
perilaku
Yang diharapkan:
1. Coba Anda tentukan beberapa standar kompetensi dalam kurikulum PKN 2006 untuk untuk
njenjang SD,kemudian identifikasikan kembali secara betul KNMN-nya.
2. rumuskan materi yang mencerminkan ketiga unsur nilai.
3. Apakaah ada dalam contoh materi tersebut hubungan KNMN dengan tuntutan perilaku warga
negara.
Mengubah sikap seseorang tidak semudah memindahkan barang dari tempat kesatu ketempat
yang lain,tetapi memerlukan proses dan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung kearah itu pula.
Mengenai hal tersebut ada beberapa pendekatan yang kita kenal.
1. pendekatan emosional bertujuan menggugah perasaan dan emosi siswa dalam
emahami,menghayati dan meyakini nilai yang akan ditanamkan
2. Pendekatan rasional bertujuan memberikan peranan kepada akal dalam memahami dan
menerima kebenaran nilai tersebut.
Tujuan pendidikan nasional pasal 3 undang-undang Republik Indonesia no 20 tahun 2003
tentang sistem
Pendidikan nasional yaitu Pendidikan Nasional berfunngsi mengembangkan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Mahe Esa.
Dibidang ekonomi berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945. Bahwa cara pandang intergralistik
Indonesia dibidang perekonomian ini menurut beberapa unsur diantaranya berikut ini.
1. perekonomian disusun sebagai usaha bersama , maksudnya produksi dikerjakan oleh semua
untuk semua dibawah pimpinan anggota masyarakat.
2. Perekonomian disusun atas kekeluargaan, maksudnya kemakmuran masyarakat yang
diutamakan, bukan kemakmuran orang-orang.
Hakekat Pembangunan Nasional adalah Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan seluruh masyarakat Indonesia yang mengandung berikut ini :
1. Adanya keselarasan , keseasian dan kebulatan yang utuh dalam seluruh kegitan pembngunan
2. Pembangunan merata untuk seluruh masyarakat dan seluruh wilayah tanah air.
3. Hal yang ingin dibangun manusia dan masyarakat Indonesia sehingga pembangunan harus
4. Berkepribadian Indonesia dan menghasillkan manusia dan masyarakat maju yang tetap
berkepribadian pula.
Demikian pula di bidang-bidang lainya (social budaya dan pertahanan keamanan) peran serta
aktif warga Negara sangat diperlukan.
Pembangunan mengandung arti bahwa warga Negara adalah objek dan subjek Pemngunan
Karena warga Negara sebagai subyek pembanguna maka warga Negara sebagai manusia harus
diperhitungkan. Oleh karena itu perlu mengajak subyek pembangunan untuk berpartisipasi aktif
dalam pembangunan.
KEGIATAN BELAJAR 2
KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA (KNMN) dalam HUBUNGANNYA DENGAN
SESAMA WARGA NEGARA .
Dalam UUD 1945 yang mengatur tentang hal-hal sbb:
1. Siapa yang dimaksud Warga Negara?
2. Siapa yang dimaksud orang asing atau bukan Warga Negara?
Secara kodrati manusia dilahirkan ke bumi ini sebagai makhluk sosial(zoom Politicion) . Ia akan
senantiasa berhubungan dengan manusia yang lain dan lingkunganya dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, salah satu yang dilakukan dalam rangka memenuhi
kebutuhan hidupnya adalah manusia membangun suatu wadah tempat mereka berlindung yang
dinamakan Negara, sebagaimana yang telah Anda pelajari pada kegiatan terdaahulu bahkan telah
menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara. Begitu pula secara otomatis merekapun
menjadi anggota dari organisasi tersebut dalam keanggotaan mereka dalam organanisasi Negara
disebut warga Negara. Menurut Rustandi (1988:60) Warga Negara adalah mereka yang
berdasarkan hukum merupakan anggota suatu Negara dari suatu Negara.
Pasal 26 ayat(1) menyatakan bahwa”yang menjadi Warga Negara Indonesia ialah orang-orang
bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-Undang
sebagai Warga Negara” ayat (2) menyatakan bahwa “syarat-syarat yang mengenai
kwarganegaraan Negara ditetapkan dalam Undang-Undang”’
1. Orang-orang bangsa Indonesia asli
2. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara
Indonesia.
Orang-orang bangsa Indonesia asli adalah orang-orang yang dilahirkan oleh orang tua yang
berasal dari seluruh wilayah Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Orang-orang bangsa lain adalah orang-orang peranakan (Belanda,Tionghoa, Arab) yang
bertempat kedudukan di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai tanah airnya dan bersikap setia
kepada Negara Republik Indonesia. Adanya legalisasi bagi orang-orang yang akan menjadi
warga dari suatu Negara membawa konsekuensi logis bahwa orang yang menjadi Warga Negara
setelah disahkan dengan Undang-undang akan memiliki hak-hak dan kwajiban-kwajiban sebagai
warga Negara.
Topik pembahasan ini lebih menekankan tuntutan perilaku dalam perwujudan sikap warga
Negara dalam kehidupan sehari-hari yang dikaitkan dengan tujuan pendidikan nasional ditinjau
dari dimensi social. Anda seabagai guru akan selalu berupaya mendidik Warga Negara yang
baik. Beranjak dari uraian tsb di atas dapat kita rumuskan pertanyaan:
1. Apa yang menjadi ukuran ciri-ciri Warga Negara Indonesia.
2. Nilai-nilai yang bagaimana yang dapat dipedomani sebagai tuntunan setiap Warga Negara,
3. Berikan contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan sekitar Anda.
Selain jawaban yang Anda buat, dibawah ini ada bentuk jawaban lain.
1. Ciri-ciri Warga Negara yang baik dapat dilukiskan, yaitu warga Negara yang patriotik, loyal
terhadap bangsa dan Negara,toleran beragama, demokrtis atau yang lebih popular disebut
Warga Negara yang Pancasialais sejati.
2. Kita harus peduli dan tanggap terhadap tetangga dan lingkungan sekitar kita dimana kita
berada. Contoh: ada tetangg yang sedang tertimpa musibah, kitapun harus berbagi rasa
3. Apalagi yang bersangkutan betul-betul sangat memerlukan pertolongan [Link] harus dapat
menempaatkn diri siapapun mereka. Apapun yang mereka rasakan seyogianya ikut
merasakannya.
Penanaman dan pembiasaan sikap yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari sangat perlu dari usia dini dalam rangka pembinaan dan pembentukan Pribadi Warga
Negara. Oleh karena itu lebih strategis bila diawali dari Pendidikan Dasar, Nilai-nilai tersebut ,
seperti tenggang rasa, tanggung jawab pengendaalian diri, tolong menolong, harga-menghargai.
Tentu saja penanaman sikap itu harus diimbangi tingkat kecerdasan yang tinggi pula.
Kenyataan yang ada berupa psatnya pengetahuan dan teknologi yang telah mengglobal akan
membawa dampak dan pengaruh sikap mental dikalangan pelajar. Sementara factor-faktor yang
mempengaruhi terhadap kenakalan pelajar sangat komplek antara lain:
1. Faktor-faktor pengaruh selama pelajar berada dilingkungan sekolah.
2. Faktor-faktor pengaruh selama pelajar berada di antara sekolah rumah tempat tinggal.
3. Faktor-faktor yang berpengaruh selam pelajar berada di lingkungan rumah tempat tinggal.
Pada diri manusia harus selalu ada kemampuan untuk menyelenggarakan kerja sama akal,rasa
dan kehendak itu dalam hubungan kesatuan.
Akal ialah yang memberi pengetahuan tentang perbuatan bagaimana yang harus dilakukan.
Rasa ialah yang mengujinya dengan berpedoman kepada hasratnya sendiri.
Kehendak yang menentukan sikap akan dilakukan atau tidaknya.
Apabila kemampuan itu telah mendarah daging akanmelahirkan watak . Hal yang penting pada
saat anda menyajikan konsep diatas dengan langkah yang telah diuraikan hendaknya dilakukan
dengan metode VCT(Value Clarification Technique) atau metode mengklarifikasi nilai atau lebih
diarahkan pada keterlibatan siswa di dalam pemahman konsep tersebut.
Adapun yang menjadi pertimbangan selain dari manusia-maanusia Indonesia secara pribadi-
pribadi, yang memiliki nilai-nilai tersebut, landasan utamanya adalah sbb:
1. Landasan Idiil Pancasila
Pancasila mengajarkan dalam bekerja sama dengan bangsa lain untuk menciptakan
perdamaian dilandasi pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada pembukaan
UUD 1945 alinea IV menyebutkan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan social.
2. Landasan structural
Dalam hal ini bidng luar negeri UUD 1945 menyebutkan pasal 11 sebagai berikut. Presiden
dengan persetujuan DPR menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan
Negara lain.
3. Landasan operasional
Sebagai realisasi dan apa yang tercantum dalam pancasila. Pembukaan UUd 1945 diatas
untuk politik luar negeri RI bebas aktif intinya agar baangsa Indonesia berkawan baik dengan
semua bangsa di dunia dan tidak pilih kasih. Penegasan tercantum di dalam GBHN
(Ketetapan MPR no. 11/MPR/1983).
KEGIATAN BELAJAR 3
KONSEP, NLAI, MORAL DAN NORMA (KNMN) DALAM PENGEMBANGAN
KOMITMEN BELA NEGARA.
Bela Negara bisa terwujud bila dilandasi oleh adanya tekad ,sikap dan tindakan Warga Negara
yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut didasarkan oleh :
1. kecintaan pada tanah air.
2. Kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia.
3. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi Negara dan kerelaan berkorban.
Wawasan Nusantara ialah cara pandang bngs Indonesia tentang diri dan lingkunganya
berdasarkan ide nasionalnya yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai aspirasi suatu bangsa yang
merdeka berdaulat dan bermartabat di tengah-tengah lingkungannya, dan yang menyimpang
dalam tindak kebijaksanaannya, dalam mencapai tujuan persoalan nasional (GBHN 1978).
Wawasan nusantara merupakan suatu pandangan, sikap pendidikan dan keyakinan bangsa
Indonesia yang telah lama dikenal dan dianutnya, bahkan telah mempunyai legalitas dalam
kehidupan kita sebagai bangsa dan Negara yang telah merdeka dan berdaulat. Hal ini dapat kit
lihat dalam ketetapan MPR yaitu TAP MPR/Nomor Ii/1993 tangga 11 maret 1993 tentang
GBHN. Bab II sub E yang antara lain berbunyi “Wawasan dalam mencapai tujuan pembangunan
Nasional adalah wawasan Nusantara yang mencakup:
1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebgai satu kesatuan politik.
2. Pewujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan Ekonomi.
3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan Pertahanan dan Keamanan.
Disamping aspek social dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara tersebut, juga tidak
kalah pentingnya dengan aspek alamiah TRIGATRA yang meliputi :
1. letak geografis pada posisi silang
2. keadaan dan kekaayaa alam
3. keadaan dan kemampuan penduduk
Upaya pemeintah untuk menggalang dan mempertahankan baik dari aspek alamiah maupun
aspek social dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara dalam usahanya mewujudkan Tujuan
Negara melalui Pertahanan Nasional. Upaya-upaya tsb antara lain menciptakan Ketahanan
Nasioanal yang meliputi :
1. Untuk tetap memungkinkan berjalanya pembanguan nasional yang selalu harus tujau yang
Menuju tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dihindarkan dari hambatan,
Tantangan , ancaman dan gangguan yang timbal balik dari luar maupun dari dalam maka
pembangunan nasional diselenggarakan melalui pendekatan kethanan nasional yang
mencerminkan keterpaduan antara segala aspek kehidupan bangsa secara utuh dan menyeluruh.
2. Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan intergritas dari kondisi tiap
aspek kehidupan berbangsa dan Negara . Pada hakekatnya ketahanan nasional adalah
kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa utuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju
kejayaan bangsa dan Negara. Berhasilnya Pembanguan Nasional akan meningkatkan ketahanan
nasional. Ketahanan nasional yang tangguh lebih mendorong Pembangunan nasioal
(GBHN :1993).
3. HAMKANAS adalah upaaya rakyat yang semesta yang merupakan salah satu fungsi utama
pemerintah Negara dalam rangka penegakan ketahanan nasional dengan tujuan mencapai
keamanan Bangsa dan Negara serta keamanan Perjuangan Nasional.
BABXII PERTAHANAN NEGARA (UUD1945) Pasal 30 ayat (1) Tiap Warga Negara Berhak
dan wajib ikut serta dlam usaha Pembelaan Negara
Terwujudnya keikutsertaan Warga Negara tersebut.
Apabila Warga Negara menyadari bahwa dia memiliki hak dan kwajibanya itu.
Harus dipersiapkan/ditumbuhkan
Melalui upaya pendidikan
Khususnya
Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN)
Berpijak pada 4 hal tersebut dapat kita rumuskan 5 pertanyaan ciri-ciri yang menjadi sasaran
pendidikan Pendahuluan Bela Negara.
Sebutkan ciri-ciri yang menjadi sasaran PPBN:
1. cinta tanah air
2. Sadar berbangsa dan bernegara Indonesia
3. Yakin akan kebenaran dan kesaktian Pancsila
4. Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara.
5. Serta memiliki awal bela Negara
Jadi pengertian bela Negara yang dimaksud dalam pasal 30(1) “Tiap warga Negara berhak dan
waajib ikkut serta dalam usaha pembelaan Negara.