Citra Toko & Kualitas Produk: Pengaruh pada Merek Private Label
Citra Toko & Kualitas Produk: Pengaruh pada Merek Private Label
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat
untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1)
pada Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro
Disusun oleh:
ADLI DZIL IKRAM
12010114140172
i
PERSETUJUAN SKRIPSI
Dosen Pembimbing,
NIP. 195609061987031003
ii
PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN
Dosen Penguji:
iii
PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI
Yang bertanda tangan dibawah ini saya, Adli Dzil Ikram menyatakan
bahwa skripsi yang berjudul: “Pengaruh Citra Toko dan Persepsi Kualitas
Produk pada Citra Merek Produk Private Label dan Minat Beli Ulang,
dengan Persepsi Resiko dan Kesadaran Harga sebagai Variabel Intervening
(Studi pada konsumen Super Indo Ngesrep, Semarang, Jawa Tengah”,
merupakan hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam
skripsi yang saya buat tidak ada sebagian bahkan keseluruhan tulisan orang lain
yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian
kalimat ataupun simbol yang menunjukkan gagasan, pemikiran, maupun pendapat
dari penulis lain, kemudian saya akui sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak
terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin tersebut, atau yang saya
ambil dari tulisan orang lain tanpa mencantumkan nama penulis aslinya.
NIM. 12010114140172
iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
v
ABSTRAK
Kata kunci : industri ritel, manajemen ritel, citra toko, persepsi kualitas produk,
citra merek produk private label, minat beli ulang, persepsi resiko, kesadaran
harga
vi
ABSTRACT
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang telah
melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi dengan judul “PENGARUH CITRA TOKO DAN PERSEPSI
KUALITAS PRODUK PADA CITRA MEREK PRODUK PRIVATE LABEL
DAN MINAT BELI ULANG, DENGAN PERSEPSI RESIKO DAN
KESADARAN HARGA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi
pada konsumen Super Indo Ngesrep, Semarang, Jawa Tengah)”. Shalawat
dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Berkat jasa Beliau,
dunia yang kita tinggali menjadi lebih nyaman dan indah
Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan
program strata satu (S1) di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas
Diponegoro. Penulisan skripsi ini tidak dapat diselesaikan tanpa adanya bantuan
dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Suharnomo, S.E., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang.
2. Ibu Dr. Farida Indriani, SE., MM. selaku Dosen Pembimbing yang
telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam
memberikan bimbingan, arahan, motivasi, serta saran-saran yang
sangat membantu dalam penyusunan skripsi.
3. Bapak Dr. Harjum Muharam, SE., M.E selaku kepala Departemen
Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro,
Semarang.
4. Bapak Mirwan Surya Perdhana, SE, MM, Ph.D selaku dosen wali.
5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas
Diponegoro yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat.
6. Orang tua saya, Bapak Sarjan, SE. dan Ibu Dra. Rohayati, yang selalu
hadir dalam setiap kesempatan, baik dalam pertemuan tatap muka
maupun pertemuan hati, terlebih pada setiap doa yang telah
dipanjatkan untuk saya, yang kini telah menghiasi kehidupan saya.
viii
7. Kakak saya Khairul Auni dan Maria Utari Pawira, serta Adik saya
Idzni Izzati, yang telah menghadirkan semangat dan motivasi bagi
saya untuk menyelesaikan setiap lembar dalam penelitian ini.
8. Sahabat-sahabat saya, Squad Sekelas Nyata, yaitu M. Ramli Nur
Hasan, Ratih Apriliana, dan Kesia Geovani, yang telah menyematkan
kebaikan hati mereka pada diri saya, sehingga hari ini dan masa depan
saya dapat menjadi lebih indah.
9. Sahabat yang juga menjadi guru pribadi saya, RnB Squad, yaitu
Lutvan Handi, M. Wijdan Hilmi, Hety Suharyati, Wini Fitriana,
Nangimatun Muslimah, dsb.
10. Responden yang telah meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner
yang sangat bermanfaat bagi penyusunan skripsi ini.
11. Dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan baik secara
langsung maupun tidak langsung.
NIM. 12010114140172
ix
DAFTAR ISI
x
2.2.2 Pengaruh Variabel Persepsi Kualitas Produk terhadap
Citra Merek dan Minat Beli Ulang ....................................... 28
2.2.3 Pengaruh Variabel Citra Merek terhadap Persepsi
Resiko dan Minat Beli Ulang ............................................... 29
2.2.4 Pengaruh Variabel Persepsi Resiko terhadap
Kesadaran Harga dan Minat Beli Ulang ............................... 30
2.2.5 Pengaruh Variabel Kesadaran Harga terhadap Minat
Beli Ulang ........................................................................... 31
2.3 Penelitian Terdahulu ............................................................. 31
2.4 Kerangkan Pemikiran ........................................................... 35
2.5 Hipotesis .............................................................................. 36
BAB III METODE PENELITIAN .......................................................38
3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel .......... 38
3.1.1 Variabel Penelitian ...................................................... 38
3.1.2 Definisi Operasional Variabel ..................................... 39
3.2 Populasi dan Sampel ............................................................. 43
3.2.1 Populasi ...................................................................... 43
3.2.2 Sampel ........................................................................ 44
3.3 Jenis dan Sumber Data .......................................................... 45
3.4 Metode Pengumpulan Data ................................................... 45
3.5 Metode Analisis .................................................................... 46
BAB IV HASIL DAN ANALISIS DATA .............................................53
4.1 Deskripsi Objek Penelitian ................................................... 53
4.1.1 Deskripsi Umum Responden Berdasarkan Usia ........... 53
4.1.2 Deskripsi Umum Responden Berdasarkan Jenis
Kelamin ............................................................................... 54
4.2 Analisis Univariat ................................................................. 55
4.2.1 Uji Validitas ................................................................ 55
4.2.2 Uji Reliabilitas dan Variance Extract .......................... 57
4.3 Analisis Multivariat .............................................................. 59
4.3.1 Uji Analisis SEM ........................................................ 59
xi
4.3.1.1 Uji Normalitas Data ............................................. 59
4.3.1.2 Uji Outliers.......................................................... 61
4.3.1.3 Uji Multikolinearitas ............................................ 61
4.3.1.4 Uji Nilai Residual ................................................ 62
4.3.2 Analisis Faktor Konfirmatori Eksogen dan Endogen 62
4.3.2.1 Konstruk Variabel Eksogen ................................. 63
4.3.2.2 Konstruk Variabel Endogen ................................. 65
4.3.3 Analisis Full Model SEM ............................................ 68
4.3.3.1 Pengujian Hipotesis ............................................. 68
4.4 Pembahasan .......................................................................... 73
4.4.1 Pengaruh Citra Toko terhadap Citra Merek Produk
Private Label ....................................................................... 73
4.4.2 Pengaruh Citra Toko terhadap Minat Beli Ulang ......... 74
4.4.3 Pengaruh Persepsi Kualitas Produk terhadap Citra Merek
Produk Private Label ........................................................... 74
4.4.4 Pengaruh Persepsi Kualitas Produk terhadap Minat Beli
Ulang ................................................................................... 75
4.4.5 Pengaruh Citra Merek Produk Private Label terhadap
Persepsi Resiko .................................................................... 75
4.4.6 Pengaruh Citra Merek Produk Private Label terhadap
Minat Beli Ulang ................................................................. 76
4.4.7 Pengaruh Persepsi Resiko terhadap Kesadaran Harga .. 76
4.4.8 Pengaruh Persepsi Resiko terhadap Minat Beli Ulang . 77
4.4.9 Pengaruh Kesadaran Harga terhadap Minat Beli Ulang 77
BAB V PENUTUP ................................................................................78
5.1 Kesimpulan .......................................................................... 78
5.1.1 Kesimpulan Hasil Pengujian Hiposis ........................... 78
5.1.2 Implikasi Teoritis ........................................................ 79
5.1.3 Implikasi Manajerial ................................................... 81
5.2 Keterbatasan Penelitian ......................................................... 85
5.3 Saran .................................................................................... 86
xii
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................87
LAMPIRAN A ........................................................................... 93
LAMPIRAN B ........................................................................... 98
LAMPIRAN C ........................................................................... 104
xiii
DAFTAR TABEL
xiv
DAFTAR GAMBAR
xv
DAFTAR LAMPIRAN
xvi
BAB I
PENDAHULUAN
Industri ritel merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Dari segi
pemasaran, bisnis ritel adalah yang paling dekat dengan konsumen akhir
puncak dari proses pemasaran antara konsumen dan produk manufaktur (Zentes et
al., 2011).
ritel pada semester I tahun 2018 sebesar 7-7,5%. Angka tersebut dikatakan lebih
besar dari pertumbuhan pada tahun sebelumnya, yaitu 5%. Aprindo juga
kinerja ritel untuk produk fast moving consumer good (FMCG) mengalami
1
2
dapat dilakukan peritel dalam bisnisnya, seperti strategi harga, kerja sama,
pelayanan, barang dagangan yang ditawarkan, dan lain sebagainya. Namun, untuk
membentuk identitas sebuah perusahaan ritel, ada satu strategi produk yang dapat
produk private label dalam bisnis ritel memiliki banyak kegunaan, seperti
ekslusivitas dan jati diri sebuah merek ritel, pembangunan loyalitas konsumen
Private label bisa disebut juga sebagai retailer brands, yang berarti merek
yang dimiliki dan dijual oleh peritel dan didistribusikan pula oleh peritel (Lincoln
perusahaan pabrikan maupun UMKM, yang kemudian akan hanya dijual pada
toko peritel tersebut. Konsep pada private label sebenarnya cukup sederhana.
kekuatan merek yang baik dan kesulitan untuk mengembangkan merek mereka
sendiri, terutama dikarenakan biaya yang tidak kecil. Oleh karena itu, peritel
Salah satu kunci pembeda dari produk private label dibandingkan produk
manufaktur adalah keunggulannya pada harga yang murah. Produk private label
bisa memiliki harga yang rendah karena produk private label tidak memerlukan
biaya besar, terutama dalam bidang promosi. Bagi para peritel, selain memberikan
3
produk private label merupakan strategi yang penting bagi peritel (Wu, Yeh, dan
Hsiao, 2010).
di Eropa, yaitu pada tahun 1976. Saat itu, produk generik, yang saat ini dikenal
sebagai private label, memang dikategorikan sebagai produk yang memiliki harga
rendah, serta kualitasnya yang rendah pula. Carrefour meyakini bahwa produk
mereka dapat lebih baik daripada produk pabrikan walau tanpa menggunakan
2008)
dan berhenti untuk menjual produk private label (Lincoln dan Thomassen, 2008).
mengetahui bahwa untuk membuat sebuah merek yang berhasil, merek private
label haruslah sesuai dengan citra dan identitas yang dimiliki oleh peritel. Mereka
menyadari bahwa tidak ada kesuksesan pada merek private label kecuali merek
tersebut dapat dijadikan sinonim perusahaan mereka. Oleh karena itu, dalam
perkembangannya, merek serta produk private label telah menjadi jati diri
4
perusahaan, dan bukan lagi sekedar menyediakan produk dengan harga rendah
Pendapatan tahunan dari produk private label seluruh dunia mencapai 1 triliun
Dolar Amerika Serikat, dan jumlahnya kini semakin meningkat. Bahkan, setiap
tujuh belas US Dollar dari 100 US Dollar telah dikeluarkan untuk private label di
seluruh dunia, meliputi Eropa, Amerika Utara, Asia Pasific, Negara berkembang,
dan Amerika latin (Lincoln dan Thomassen, 2008). Salah satu yang menyebabkan
perkembangan produk private label saat ini adalah produk manufaktur selalu
meningkat, sehingga produk private label hadir di pasar dengan harga yang lebih
2008, dimana terjadi penurunan daya beli masyarakat yang terjadi cukup lama.
Saat itu, private label dapat mendongkrak penjualan peritel, karena banyak dari
konsumen yang biasanya membeli produk dengan kelas A, kali ini dapat membeli
produk dengan kelas B yang mutunya tidak kalah jauh. Namun, menurut Nielsen
Global Private Label Survey (2014), saat ini private label masih sangat berjuang
mencoba suatu produk baru. Mereka lebih memilih membeli produk yang setiap
hari mereka lihat iklannya di televisi, apalagi jika ditambah dengan penawaran
mereknya ada pada toko tersebut dan tidak pernah dipromosikan lewat iklan
manapun. Padahal, menurut Lincoln dan Thomassen (2008), sekitar 98% warga
manufaktur dengan produk private label. Hal tersebut juga terjadi di negara-
negara lainnya seperti Amerika Serikat, Swedia, dan Cina. Adapun terjadinya
private label. Dalam hal ini, para peneliti lebih memfokuskan untuk meneliti pada
factors, peneliti menguji kategori produk dan persepsi resiko (perceived risk).
harga dan ketergantungan pada isyarat ekstrinsik (Wu, Yeh, dan Hsiao, 2010).
Pada penelitian sebelumnya, Wu, Yeh, dan Hsiao, 2010, telah membahas
tentang pengaruh citra toko dan service quality pada citra merek dan minat beli
produk merek private label. Objek pada penelitian ini merupakan konsumen pada
toko Watsons dan Cosmed di Taipei, Taiwan. Service quality menjadi hal penting
6
produk kosmetik yang akan mereka gunakan. Wu, Yeh, dan Hsiao (2010),
mereka dianggap hanya akan sesuai dengan konsumen produk private label yang
sama, yaitu konsumen private label obat dan kosmetik. Oleh karena itu, penelitian
pada jenis private label yang berbeda, direkomendasikan oleh penelitian tersebut.
Selain itu, penelitian tersebut akan relevan dengan konsumen pada daerah yang
sama, yaitu Taiwan. Oleh karena itu, penelitian pada daerah atau negara yang
dan Sinha (2000). Mereka menguji berbagai macam faktor yang dapat membantu
dengan produk private label. Salah satu hasil penelitian tersebut menjelaskan
bahwa konsumen membeli lebih sedikit produk private label, jika isi dan manfaat
produk tersebut tidak dapat didefinisikan hanya dengan mencari informasi pada
membeli produk private label untuk menghindari kesalahan beli dalam membeli
produk.
Selain itu, penelitian mengenai private label juga dilakukan oleh Collins-
Dodd dan Lindley (2003). Hasil studi mereka mengatakan bahwa sikap konsumen
secara umum pada merek toko adalah hal yang sangat penting dalam evaluasi
merek toko. Citra toko juga sangat berpengaruh terhadap evaluasi merek toko
sebagai perpanjangan tangan citra merek toko, serta dapat menjadi alat pembeda
7
Produk private label seringkali terbatasi dari segi penempatan lokasi dan
informasi yang dimiliki oleh produk bermerek. Oleh karena itu, konsumen
menggunakan tanda ekstrinsik, seperti citra toko dan harga, sebagai referensi
mengurangi persepsi resiko dari produk tersebut (Wu, Yeh, dan Hsiao, 2010)
konsumen tidak memiliki informasi banyak atas suatu produk private label,
membeli produk private label. Saat ini, belum banyak masyarakat Indonesia yang
mengenali produk private label, sehingga banyak masyarakat akan melihat citra
toko untuk menilai sebuah produk private label pada toko tersebut. Citra toko
pelayanan oleh karyawan, suasana toko, harga, kualitas produk, dan sikap
mana suatu produk dapat memuaskan hati konsumennya dari kualitas yang
intrinsik dan ekstrinsik yang dimiliki produk tersebut. Tanda intrinsik merupakan
8
karakteristik dari produk itu sendiri, seperti kinerja produk, fitur, reliabilitas,
durabilitas, dan estetika. Sedangkan tanda ekstrinsik dapat berupa tanda yang
berada di luar produk, seperti harga, nama merek, dan citra merek (Zeithaml,
1988).
sangatlah menarik, namun, persepsi kualitas yang rendah bisa saja menyebabkan
orang, harga akan berbanding lurus dengan kualitas. Sehingga, sebagian orang
Citra toko dan persepsi kualitas produk tidak hanya berpengaruh langsung
pada minat beli. Citra toko dan persepsi kualitas produk sebenarnya berpengaruh
juga terhadap citra merek suatu produk. Konsumen akan lebih memiliki sikap
positif terhadap rak/belanjaan produk private label, apabila ritel tersebut memiliki
citra yang baik pada tokonya (Collins-Dodd dan Lindley, 2003). Dengan kata lain,
jika seseorang menganggap sebuah toko memiliki citra sebagai toko kelas atas,
secara tidak langsung akan ada efek halo terhadap citra merek private label pada
ritel tersebut, sehingga konsumen tersebut akan menganggap merek private label
Citra merek yang baik pada produk private label dapat digunakan sebagai
alat untuk membedakan produk suatu peritel dengan toko lainnya, meningkatkan
nilai keloyalan seorang konsumen, dan bahkan meningkatkan profit. Hal ini
dikarenakan konsumen memiliki perilaku positif terhadap merek dan minat beli
9
untuk mengurangi persepsi resiko (Dowling dan Staelin, 1994). Dalam hal ini
produk atau layanan yang tidak mereka yakini karena potensi kerugian yang
Selain itu, persepsi resiko erat kaitannya dengan harga. Ketika persepsi
resiko konsumen terhadap suatu produk tinggi, konsumen akan menjadi lebih
resiko suatu produk rendah, konsumen akan menjadi semakin sadar terhadap
harga (price consciousness). Mereka akan cenderung membeli produk yang lebih
yang dimiliki seseorang dan berbeda kadarnya antar individu. Seseorang bisa saja
lebih sadar pada harga suatu produk yang mereka beli dibandingkan orang lain.
ini. Karena keterlibatan mereka yang rendah dengan harga, mereka cenderung
menganggap diskon sebagai isyarat untuk penurunan harga yang penting. Untuk
konsumen dengan tingkat kesadaran harga yang lebih rendah, nilai yang dirasakan
dan niat beli lebih cenderung dipengaruhi oleh besarnya diskon (Alford dan
10
Biswas, 2002).
konsumen yang memiliki karakteristik untuk memilih merek yang sama pada
suatu produk, minat tinggi untuk menyebarkan word-of-mouth yang positif, serta
minat beli ulang yang tinggi (Reichheld dan Teal, 1996). Minat beli ulang
tentunya Super Indo memerlukan strategi bersaing agar dapat unggul dalam
produk private label digarap secara serius oleh Super Indo. Super Indo kini telah
memiliki 5 jenis produk private label, yaitu produk 365, Indoculinaire, Care, Bio
Organik, dan fashion reusable bag. Strategi pembuatan berbagai macam private
label ini menguntungkan perusahaan dan tentunya sesuai dengan visi serta tujuan
Dari kelima produk private label yang dikembangkan oleh Super Indo
akhir, karena produk 365 merupakan fast moving consumer goods atau produk
kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini memerlukan objek yang tepat untuk dapat
private label Super Indo 365 merupakan objek yang tepat untuk diteliti dalam
penelitian ini. Dilansir dari kontan.co.id (n.d.), Super Indo memiliki sekitar 8.000
11
unit produk di setiap gerainya. Di dalamnya, produk private label Super Indo 365
menempati sekitar 10% atau 800 unit dari total jumlah produk. Selain itu, menurut
satunya adalah meraih Top Brand Award 2018 untuk kategori supermarket.
Artinya, banyak masyarakat yang percaya dengan kualitas produk di Super Indo.
Oleh karena itu, Private label Super Indo 365 dipilih sebagai objek penelitian kali
ini, dikarenakan jumlahnya yang sangat beragam dan cukup dikenal oleh
masyarakat.
Indo Ngesrep, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Super Indo Ngesrep diambil
Selain itu, mahasiswa juga diambil sebagai responden pada penelitian ini
Super Indo 365 yang dilakukan oleh responden berupa mahasiswa di Super Indo
Ngesrep, peneliti ingin melihat hubungan antara citra toko dan persepsi kualitas
produk terhadap citra merek produk private label dan minat beli ulang produk
private label. Selain itu, penelitian ini juga akan melihat hubungan terhadap minat
beli ulang apabila dimediasi dengan persepsi resiko dan kesadaran harga.
12
harus jeli dalam menentukan strategi dan melihat peluang untuk tetap dapat
bersaing di pasar. Untuk dapat bertahan dari dinamika pasar yang semakin
berubah, peritel saat ini mengeluarkan produk private label sebagai salah satu
strateginya.
Ketika peritel kini telah meyakini kekuatan dari produk private label,
sebenarnya produk private label sedang berhadapan dengan masalah yang tidak
kecil, salah satunya adalah persaingan dengan produk pabrikan dan keinginan
pasar yang terus berubah. Persaingan sebenarnya dengan produk pabrikan tidak
hanya berkutat mengenai harga. Walaupun harga produk private label saat ini
selalu lebih rendah daripada semua produk pabrikan sejenis, mengapa produk
private label tidak benar-benar menang bersaing? Begitu pula dengan konsumen.
sebuah produk. Sejatinya, produsen tidak akan pernah mengetahui keinginan dari
saja yang dapat membuat seorang konsumen tertarik untuk membeli kembali
produk private label perlu dikaji dan diteliti lebih lanjut, agar peritel dapat
mengetahui strategi yang tepat dalam mengembangkan produk private label. Dari
1. Bagaimanakah citra toko dapat memengaruhi citra merek private label dan
private label terhadap citra merek produk private label dan minat beli
ulang.
minat beli ulang apabila dimediasi oleh persepsi kualitas produk dan
kesadaran harga.
BAB:
1. Pendahuluan
Berisi berbagai macam permasalahan yang akan dibahas oleh penulis serta
ini..
2. Telaah Pustaka
3. Metodologi Penelitian
itu waktu dan tempat, key informan, teknik pengumpulan data, sampai
Berisi kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan telah dibahas,