Perbedaan Teori Organisasi Klasik dan Modern antara lain ; (1) Teori Klasik memusatkan pandangan pada
analisa dan deskripsi organisasi sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan & perancangan
sehingga terlihat lebih menyeluruh. (2)Teori Klasik membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertical
sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi dan banyak variable
yang dipertimbangkan.
Pandangan Modern dan pasca modern pendekatan system, kontingensi, dan T. Form
secara garis besar memperlihatkan pendekatan klasik yang menekankan pada struktur formal dan
organisasi. Teori klasik ini berorientasi kepada pencapaian tujuan sehingga aspek-aspekk
organisasi adalah tenaga manusia. Dalam hal ini tenaga manusia dianggap sebagai mesin saja
yang dipacu untuk mencapai target yang telah ditentukan oleh organisasi. Kemudian, di sini
factor lingkungan organisasi tidak menjadi perhatian atau tidak dipertimbangkan dalam
menganalisis organisasi karena dianggap tidak berpengaruh. Menurut penulis, pendekatan
neoklasik atau Human Relation Movement menitikberatkan pandangannya pada hubungan yang
bersifat interpersonal atau informal dalam organisasi. Oleh karena itu, penulis sangat mengambil
perhatian kepada unsur kemanusiaan (personal oriented), sehingga yang diutamakan dalam
organisasi ialah kepuasan kerja manusia.
Penyumbang Pemikiran terhadap Pendekatan Sistem dan Kontingensi
Teori Modern membangun kerangka pemikirannya dengan memodifikasikan Teori Klasik
maupun Teori Neoklasik. Jadi di dalam organisasi yang dipentingkan baik faktor intern
organisasi seperti struktur yang formal maupun faktor ekstern organisasi seperti lingkungan
organisasi. Di samping itu, organisasi dipandang sebagai suatu kebulatan atau keseluruhan yang
terdiri dari komponen-komponen organisasi yang saling berhubungan satu sama lain. Jadi
organisasi tidak hanya dipandang bagian-bagiannya saja tetapi harus dianalisis secara
keseluruhan barulah dapat memahami bagaimana organisasi tersebut. Dengan demikian Teori
Modern ini disebut pula Teori Analisis Sistem.
A. PERKEMBANGAN TEORI MODERN
Teori modern organisasi dan manajemen berkembang semenjak tahun lima puluh
tahunan.
Ada beberapan penyumbang terhadap perkembangan teori modern ini antara lain adalah:
Alfred Korzybski
Ia menekankan proses yang dinamis berasal dari kenyataan. Pendekatannya disebut
general semantic. Menurutnya manusia hidup di tiga dunia yaitu peristiwa, objek dan symbol.
Yang menjadi titik perhatiannya ialah masalah bahasa dan komunikasi.
Mary Parker Follet
Menurutnya setiap individu adalah bagian dari kelompok yaitu organisasi dan harus
dipandang sebagai orang yang punya keinginan dan peranan.
B. KARAKTERISTIK TEORI MODERN
Dalam mengenal Teori Modern ini ada beberapa karakteristik yang membedakannya
dengan model-model lain yaitu :
Titik Pandang Sistem
Teori modern memandang organisasi sebagai suatu sistem yang terdiri dari lima bagian
dasar yaitu input, proses, output, umpan balik, dan lingkungan.
Dinamis
Penekanan teori modern adalah pada dinamika interaksi yang timbul dalam struktur
organisasi. Misalnya manajer pembelian, produksi, keuangan pemasaran berdiskusi tentang
peningkatan mutu produksi yang mana satu sama lain saling mengeluarkan pendapatnya.
Multilevel dan Multidimensi
Teori modern mempertmbangkan setiap tingkat organisasi dan juga organisasi secara
keseluruhan.
Teori Neo-Klasik
Teori Modern juga mengakui bahwa setiap tindakan dimotivasi oleh beberapa keinginan,
sehingga setiap peserta organisasi mengharapkan kepuasan dalam memenuhi tujuan mereka
melalui organisasi.
Probabilistik
Teori klasik dengan prinsip-prinsip organisasinya adalah pasti. Berbeda dengan teori
modern cenderung menggunakan ungkapan-ungkapan seperti mungkin, pada umumnya,
biasanya, karena teori ini menganggap bahwa segala sesuatu keadaan dapat menimbulkan
berbagai kemungkinan.
Multidisiplin
Teori modern membahas organisasi dan manajemen secara multidisiplin artinya
menggunakan berbagai-bagai ilmu pengetahuan dalam penganalisaan yang dilakukannya.
Deskriptif
Teori Modern bersifat deskriptif artinya mencoba menggambarkan karakteristik
organisasi dan manajemen.
Multivariable
Adaptif
Pendekatan Sistem, Kontingensi, dan T. Form
Pendekatan sistem mengikutsertakan seluruh komponen organisasi dalam penganalisisan
organisasi komponen-komponen itu saling berhubungan. Dengan demikian kita akan
memperoleh gambaran organisasi secara keseluruhan. Oleh karena bidang organisasi itu sangat
luas maka diperlukan pendekatan multidisiplin terpadu. Pendekatan sistem ini dapat diterapkan
secara umum terhadap organisasi mana pun juga. Tetapi pendekatan sistem ini dipandang terlalu
luas sehingga penganalisisan organisasi akan mengambang sehingga tidak menyelesaikan
masalah yang sesungguhnya secara tuntas.
Pendekatan kontingensi menganalisis organisasi sendiri-sendiri maksudnya khusus organisasi
tertentu. Suatu organisasi tidak mungkin sama dengan organisasi yang lain cara pendekatannya
karena tugas, individu maupun situasi masing-masing organisasi berbeda-beda. Setiap organisasi
harus dicocokkan tugasnya dengan motivasi individu yang mengerjakan tugas dan situasi.
Dengan demikian kita akan berhasil menjumpai masalah yang unik dari organisasi tersebut. Baik
pendekatan sistem maupun pendekatan kontingensi, keduanya bersifat terbuka terhadap
lingkungannya.