Sejarah Seni Rupa Yunani Kuno
Sejarah Seni Rupa Yunani Kuno
Disusun Oleh :
ALVIQRA ASWAT
(0731713)
Dosen Pembimbing :
ELVIS, [Link], [Link]
JUPRINALDI, [Link], [Link]
Dalam masalah kesenian bangsa Yunan hampir dalam segala hal lebih maju
dari bangsa-bangsa Timur, kesenian Yunani berdiri sendiri dan tidak dipengaruhi
kesenian bangsa lain bahkan banyak mempengaruhi kesenian bangsa lain. Hal ini
ialah karena bangsa Yunani menerapkan filsafat dan intelektual ke dalam penciptaan
karya seni mereka. Seni Yunani kuno secara umum terbagi menjadi lima bentuk,
yaitu arsitektur, patung, lukisan, tembikar, dan musik. namun disini kami hanya akan
membahas khusus dibidang senirupa yaitu arsitektur, lukisan, seni patung dan
peninggalan karya tembikar.
a. Arsitektur
Arsitektur meliputi rumah, bangunan suci seperti kuil dan makam, bangunan
umum seperti dinding kota, teater, stadion, dan stoa. Situs terkemuka seperti Sesklo
dan Dimana, sudah memiliki jalan dan alun-alun. Hal tersebut menjadikannya contoh
tata ruang kota purbakala di daratan Eropa. Situs penting lainnya yaitu Dispilio,
2
tempat penemuan sabak kuno dengan guratan-guratan seperti tulisan kuno.
Peradaban Minoa merupakan peradaban Zaman Perunggu pertama di kawasan
Yunani. Peradaban tersebut muncul di pulau Kreta dan berkembang sekitar 2700 SM
sampai 1500 SM, namun awal perkembangannya terjadi pada masa jauh sebelum itu.
Pada Zaman Perunggu Awal, di tengah-tengah suatu desa dibangun satu rumah yang
paling besar, dan dinding batunya juga lebih besar. Pada Zaman Perunggu Akhir,
dengan dipengaruhi Asia Barat, dan juga Minoa di Kreta, ada istana dan makam batu
besar, selain juga jalan berubin, jembatan, bendungan, dan lebih banyak dinding
batu.
Pada Zaman Kegelapan Yunani, istana-istana dibakar, sedangkan jalan dan
jembatan dihancurkan. Namun pada akhir Zaman Kegelapan, dengan dimulainya
Zaman Besi dan periode Arkaik di Yunani, bangunan jenis baru pun mulai dibuat, di
antaranya kuil para dewa. Kuil jenis awal ini dibangun dengan gaya Doria. Ada pula
perumahan, namun tidak ada istana. Selain itu, jalan, jembatan, dan dinding batu juga
dibangun lagi.
b. Seni Patung
Patung meliputi figurin, arca, relief, dan batu nisan. Tidak banyak patung
Yunani yang masih ada pada masa modern. Pada Abad pertengahan, patung-patung
Yunani kurang dihargai, sehingga banyak patung Yunani kuno yang dibakar untuk
kemudian dijadikan bahan bangunan. Di banyak situs arkeologi besar Yunani,
terdapat tempat pembakaran kapur Abad Pertengahan, yang dulu digunakan untuk
membakar patung Yunani kuno. Beberapa patung Yunani dikenal tidak dari patung
aslinya, melainkan dari tiruannya yang dibuat oleh Romawi.
Periode gaya patung Yunani kuno terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu
sebagai berikut: Patung Zaman Batu, Patung Zaman Perunggu, Patung Zaman
Kegelapan, Patung Arkaik, Patung Severe, Patung Klasik, Patung Hellenistik.
c. Seni Lukis
3
Dari sumber-sumber tertulis, diketahui bahwa orang Yunani mulai melukis
sejak Zaman Perunggu hingga penaklukan oleh Romawi dan bahkan terus setelah
itu. Akan tetapi, sebagian besar lukisan Yunani kuno telah hilang atau hancur. Yang
aneh adalah bahwa pada masa kini ada lebih banyak lukisan dari periode yang lebih
lama dari pada lukisan dari periode yang lebih baru. Ini karena beberapa lukisan
Zaman perunggu terkubur oleh letusan gunung berapi (misalnya di Pompeii) dan
yang lainnya terkubur akibat gempa bumi, sehingga lukisan-lukisan itu tidak hancur
dan dapat ditemukan kembali. Sedikit dari lukisan dari periode yang lebih baru
ditemukan pada dinding makam di bawah tanah, yang membuat lukisan-lukisan ini
tidak hancur.
Sebagian besar seni Yunani kuno diketahui pada masa kini dari gambar-
gambar yang dilukis pada tembikar. Salah satu kelebihan tembikar adalah bahwa
meskipun benda ini dapat pecah, potong-potongannya dapat disatukan kembali.
Selain itu banyak tembikar yang ditemukan dalam keadaan utuh, khususnya di
makam-makam Etruska.
4
Gaya lukis pada tembikar Yunani berubah-ubah seiring waktu, mulai dari
Zaman Batu hingga periode Hellenistik. Salah satu pembagian periode gaya tembikar
Yunani kuno adalah sebagai berikut: Tembikar Zaman Batu, Tembikar Zaman
Perunggu Awal, Tembikar Zaman Perunggu Akhir, Tembikar Zaman Kegelapan
(Sub-Mykenai), Tembikar Geometris, Tembikar Figur Hitam, Tembikar Figur
Merah.
3. Periode Klasik
Parthenon di Akropolis Athena, dibangun sekitar 500 SM, ikon peradaban Yunani Kuno.
Karya seni bangunan ”Parthenon” yang terkenal dari Yunani
Zaman Yunani Tengah dan zaman Gemilang. Seperti halnya seni Mesir, seni
bangunan dan seni patung sangat menonjol dalam kebudayaan Yunani. Bentuk tiang
pada seni bangunan Yunani sangat terkenal menyebar dan mempengaruhi berbagai
5
bentuk bangunan bangsa-bangsa di dunia pada masa sesudahnya. Pada masa
Gemilang, seni patung Yunani mencapai masa masa kejayaaanya. Penemuan
proporsi manusia yang mendekati sempurna merupakan penemuan besar dalam
perkembangan seni dunia. Bentuk-bentuk patung Yunani banyak di jumpai
diberbagai belahan dunia dan mengilhami bentuk-bentuk patung seniman modern
saat ini. Tidak seperti seni patung dan seni bangunan, seni lukis Yunani tidak terlalu
istimewa. Seni lukis Yunani diketahui berdasarkan keterangan pada literatur-literatur
atau aplikasinya pada benda kebutuhan sehari hari seperti vas dan kendi. Motif seni
lukis Yunani awalnya bersifat dekoratif. Pada abad 10 SM baru dikenal motif
geometris, abad ke 8 SM dikenal motif manusia dan baru pada abad ke 6 SM muncul
motif dengan penggambaran kisah-kisah mitologi dan kepahlawanan. Pada periode
Klasik, dibangun lebih banyak lagi kuil, dengan ukuran yang lebih besar dan
rancangan yang baru. Orang Athena membangun Parthenon pada tahun 440-an SM.
Pada masa ini kuil dibangun dengan gaya Ionia.
a. Orde doria.
Terlihat pada kuil-kuil peninggalan bangsa Doria antara lain kuil Hera, kuil
Parthenon, kuil Paestum dan lain-lain. Bangunan kuil tersebut dibuat dengan
pengaturan sebagai berikut.
b. Orde ionia.
Terlihat pada kuil erchteion dan kuil Nike. Bangunan tersebut dibuat
dengan pengaturan.
6
c. Orde Korinthia.
Bentuk ini hadir sebagai selingan orang Ionia dalam membuat capital
tiang. Variasi ini terdapat pada Monumen Lysikrates dan kuil Zeus di Anthena.
Seniman pahat yang membuat kepala tiang korinthia yang bagus-bagus adlah
pemahat Kallymachos.
Ciri-ciri tiang Korinthia;
7
patung orde Doria patung orde ionia patung orde korinthia
B. Hellenisme
8
pertengahan abad ke-6, Masehi di Bizantium dan roma, atau sampai masa
penerjemahan di dunia arab.
Ciri pemikiran filsafat yunani ialah adanya cara berpikir yang tidak relawan
dengan realitas yang ada atau keberadaan yang benar-benar nyata menurut
pemahaman filosofis bukan eksistensi yang sesungguhnya, karena setiap realitas
menyembunyikan hakikatnya yang paling hakiki, sebagaimana adanya api yang
kemudian padam.
Meskipun Plato dan Aristoteles telah berhasil memadukan pikiran-pikiran
filsafat yang sebelumnya, keduanya tidak dapat melarutkan sama sekali, karena
pikiran-pikiran filsafat tersebut adalah pemikiran bermacam-macam aliran yang
boleh jadi berbeda-beda pandangannya terhadap hidup dan alam ini. Aliran-aliran ini
adalah:
1. Natural phylosophy dengan Democritas sebagai tokohnya dan filosof-
filosof Lonia, yang menghargai alam dan wujud benda setinggi-
tingginya.
2. Aliran Ketuhanan” yang mengakui zat-zat yang metafisik, diwakili oleh
“aliran Elea” dan Socrates, yang mengatakan bahwa sumber alam indrawi
adalah sesuatu yang berada di luarnya.
3. “Aliran Mistik” dengan Pythagoras sebagai tokohnya, yang bermaksud
memperkecil atau mengingkari nilai alam indrawi.
4. “Aliran Kemanusiaan” yang menghargai manusia setinggi-tinggi dan
mengakui kesanggupannya untuk mencapai pengetahuan, serta
menganggap manusia sebagai ukuran kebenaran.
5. Aliran-aliran filsafat tersebut telah mempengaruhi hasil pemikira filosof-
filosof yang mendatang, bagaimana pun kuat dan besarnya filosof-filosof.
6. Pada fase Hellenisme-Romawi, meskipun keseluruhan masa hellenisme-
romawi mempunyai corak yang sama, apabila mengingat
perkembangannya, maka dapat dibagi menjadi tiga masa, dan tiap-tiap
masa mempunyai corak tersendiri.
Masa pertama, dimulai dari empat abad sebelum masehi. Aliran-aliran yang
terdapat di dalamnya ialah:
1. Aliran Stoa (Ar-Riwaqiyyah) dengan Zeno sebagai pendirinya. Ia mengajarkan
agar manusia jangan sampai bisa digerakkan oleh kegembiraan atau kesedihan
(jadi tahan diri dalam menghadapinya) dan menyerahkan diri tanpa syarat kepada
suatu keharusan yang tidak bisa ditolak dan yang menguasai segala sesuatu.
2. Alir epicure, dengan epicure sebagai pendirinya. Aliran ini mengajarkan bahwa
kebahagian manusia merupakan tujuan utama.
3. Aliran skiptis (ragu-ragu) yang meliputi “ aliran phyro” dan “aliran akademi
baru”. Aliran skeptis mengajarkan bahwa untuk sampai pada kebenarannya,
manusia haruspercaya dulu bahwa segala sesuatu itu tidak benar, kecuali
sesudah dapat dibuktikan kebenarannya. Ajaran lain ialah bahwa pengetahuan
9
manusia adalah tidak akan sampai pada kebenaran, atau dengan perkataan lain
mengingkari kebenaran mutlak (objektif)
4. Aliran eliktika-pertama (aliran seleksi)
C. Romawi Kuno.
1. Sejarah Romawi
Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kora roma masa
kini. Peradaban romawi dikembangkan suku latia yang menetap di lembah sungai
tiber. Suku latia menamakan tempat tinggal mereka latium, yang merupakan
10
kawasan lembah pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk latium
kemudian disebut bangsa latin. Bangsa latin hidup dan berkembang serta
menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya. Waktu berdirinya kota roma yang
terletak di lembah sungai tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebutkan
bahwa roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari yunani, Remus dan
Romulus.
Roma berhasil mendudukkan bangsa-bangsa yang tinggal disekitarnya satu
persatu, baik dengan jalan kekerasan maupun jalan damai. Hingga akhirnya roma
berhasil menguasai seluruh italia [Link] tahun 500 sm bangsa latium
memberontak terhadap kerajaan etruskia dan berhasil memerdekakan diri serta
mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Bangsa romawi yang semula
petani, berhasil menjadi penguasa besar dan menjadi masyarakat kapitalis dan
[Link] stabilitas pemerintahan pada masa kaisar Octavianus maka
mulailah bidang kebudayaan mendapat perhatian. Bangsa romawi juga ahli dalam
pembuatan patung terutama patung setengah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat
sangat teliti, sedangkan tubuh dan bagian lainnya dibuat sangat sederhana. Orang
romawi dalam membuat patung, memiliki kebiasaan yang sama dengan bangsa
yunani. Dalam membuat patung orang-orang romawi selalu mematungkan tokoh-
tokoh penguasa, politik, dan cendikiawan.
Gambar wajah para tokoh ini selain dipatungkan juga dilukiskan pada mata
uang logam bangsa romawi yang senang membuat bangunan monumental
menyebabkan bangsa ini kaya akan hasil bangunan berupa monumen dan kuil. Pada
banguan monumen diberi relief yang menggambarkan peristiwa kemenangan.
Peninggalan seni monumen ini terdapat di roma dan dibeberapa daerah jajahan
romawi. Peninggalan seni bangunan romawi pada masa kekaisaran ini jumlahnya
sangat banyak, antara lain :
1. Kuil zeus yang didirikn di olympia.
2. Kuil jupiter heliopalitanus di baálbek, syria.
3. Pantheon merupakan kuil yang kemudian digunakan untuk gereja.
4. Mousoleum di roma.
5. Teater di pompei, solona, asperados.
6. Amphiteater.
7. Thermen merupakan tempat pemandian.
8. Bangunan istana.
9. Gerbang kemenangan..
10. Tiang kemenangan.
Pada masa gothik (100-1400 m), kebudayaan romawi tidak dapat dipisahkan
dari perkembangan agama kristen. Ketika penguasa roma memusuhi para pengikut
agama kristen, di roma secara sembunyi-sembunyi berkembang seni katakomba.
Katakomba sendiri merupakan kuburan-kuburan bawah [Link] seni kristen
awal ini antara lain lukisan-lukisan kristus sebagai pengembala yang baik. Yang
mengembangkan seni ini bukanlah seniman. Tapi bagi mereka yang terpenting
11
adalah dapat mengungkapkan arti dan ide melalui lukisan sebagai bakti mereka
kepada agama kristen. Namun, justru seniman-seniman katakomba ini menjadi
pelopor seni nonrelistik pada abad pertengahan.
12
e. Seni Lukis.
Seni lukis romawi dapat dijumpai didalam rumah-rumah bangsawan
di kota pompei. Lukisan ini merupakan lukisan dinding dari kapur lembab.
Ciri-ciri yang jelas adalah unsur-unsur perspektif yang dikemukakan
bertentangan atau berlawanan denagn pengertian hiasan [Link] dalam istana
romawi terdapat lantai-lantai dalam bentuk mozaik yang memperlihatkan
suasana ilusionis disebabkan unsur perspektif serta gelap terang di
pergunakan.
13
Pola pikir yang dianut menunjukkan kepercayaan terhadap ajaran kristen
yang doqmatik ini berlanjut kurang lebih selama 1000 tahu sampai dengan zaman
gothik. Pada periode ini disebut sebagai zaman kegelapan dimana perkembangan
kebudayaan dan peradaban di barat tidak berkembang.
14
b. Lukisan.
Gaya (simbol) memiliki kesamaan karya-karya seni masa romawi namun
subjek (isi) berbeda. Pada zaman kristen awal tema berupa seorang gembala
dengan domba-domba. Dalam karya seni lain terjadi perubahan yang signifikan
dengan menghindari bentuk-bentuk alamiah greco roman.
c. Karya Seni Mozaik.
Mozaik adalah teknik dalam seni lukis yang lebih awet dan tahan lama,
serta memiliki karakteristik estetis. Penggunaan mozaik dalam melukis bisa
berbahan dasar dari kaca, maupun batu. Atau yang lebih terkenal dengan sebutan
kaca patri. Mozaik dipakai sebagai hiasan didinding serta langit-langit gereja,
yang mozaiknya masih bergaya tradisional melambangkan
transformasi/perubahan.
d. Arsitektur Kristen Awal.
- Arsitektur.
Bentuk gereja yang berasal dari basilika dengan denah panjang
berbentuk silang latin dijadikan bentuk dasar yang akan dipakai untuk
gereja selanjutnya. Ornamen sederhana yang hanya ditempatkan pada
bagian interior seperti pada tampilan mozaik dinding dengan pola gambar
naturalis.
- Bangunan-bangunan kristen awal.
Pertemuan kebaktian orang-orang kristen mula-mula diadakan di
tempat-tempat rahasia. Karya seni lukisan dan mozaik gaya ini berasal
dari abad pertama, banyak ditemukan dilorong-lorong bawah tanah, yang
pada awal masa kristen merupakan tempat pemakaman. Pendapat
mengenai pengaruh masa kuno terhadap basilika kristen dibuat
berdasarkan basilika romawi yang juga berfungsi sebagai tempat
pertemuan. Namun ada yang mengatakan, bahwa prinsip dasar basilika
kristen adalah rumah tinggal gaya romawi yang memiliki atrium di bagian
tengahnya dan dikombinasikan dengan gaya susunan gedung pertemuan.
- Peninggalan-peninggalan kristen awal.
a. Kredo Nicea.
b. Basilika.
c. Mouseleum.
E. Abad Pertengahan
1. Zaman Yunani Kuno
15
penaklukan Aleksander Agung, dan diakhiri dengan penaklukan Yunani oleh
Republik Romawi pada 146 SM. Meskipun demikian berdirinya kekuasaan
Romawi tidak memutuskan kesinambungan sistem sosial kemasyarakatan dan
budaya Yunani, yang tetap tidak berubah hingga bangkitnya agama Kristen, yang
menandai runtuhnya kemerdekaan politik [Link] Yunani percaya
kepada adanya dewa-dewi yang bertubuh seperti manusia, tetapi lebih indah,
lebih besar, dan tak dapat mati. Para dewa-dewi mempunyai sifat-sifat seperti
manusia biasa, seperti sifat-sifat yang baik maupun yang buruk.
Selama abad gelap, di Eropa Barat tidak ada gaya khas yang berkembang.
Mundurnya peradaban Romawi berakibat pada melemahnya upaya
pengembangan gaya arsitektur orisinal. Kaum barbar, baik Jerman, Slav, maupun
Finno-Ugria, paling banter hanya bisa membuat imitasi gaya arsitektur Romawi
Barat yang tengah merosot itu.
Teknik dan arsitektur. Para Motte Abad Pertengahan kayu dan istana
Bailey pindah ke istana Norman dan batu ke kastil konsentris besar Abad
Pertengahan dari Edward I. Gaya Gothic baru arsitektur dan dekorasi Abad
Pertengahan muncul di Perancis.
16
Contoh arsitektur abad
pertengahan
Seni patung
Sebagian besar daya tarik bangunan abad pertengahan berasal dari
patung yang begitu sering menghiasi mereka. Beberapa seni yang paling
inventif dari Abad Pertengahan muncul di portal luas gereja-gereja, Dengan
disposisi ritmis atas kolom dan dermaga, ruang terbatas dari biara monastik
menawarkan kesempatan yang ideal untuk sebuah program diperpanjang
dekorasi patung.
Kepala adalah bagian simbolis kepala tubuh untuk budaya Barat pada
Abad Pertengahan, dari hari-hari memudarnya kekaisaran Romawi untuk
Renaissance. Sejak zaman kuno itu menandakan tidak hanya kecerdasan,
pusat kekuasaan, tetapi juga dianggap sebagai pusat dari jiwa. Wajah tidak
hanya pusat identitas, tetapi juga merupakan kendaraan utama untuk ekspresi
manusia, emosi, dan karakter. Dengan demikian, penggambaran kepala
menjadi ujian sejati kualitas artis dan indikator menceritakan gaya.
17
Seni lukis abad pertengahan
Albert Durer
Jan Van Eyck
Mathias Grunnewald
F. Zaman Reinassance
1. Sejarah
Abad Renaisans (Bahasa Perancis/Bahasa Inggris: Renaissance; Bahasa
Italia: Rinascimento; arti harafiah: kelahiran kembali) adalah sebuah gerakan
kebudayaan antara abad ke-14 hingga abad ke-17, bermula di Italia pada akhir
Abad Pertengahan dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Gerakan ini
mencakup kebangkitan pengetahuan berdasarkan sumber-sumber klasik,
tumbuhnya panutan pada Sri Paus dan segala sesuatu yang anggun,
perkembangan gaya perspektif dalam seni lukis, dan kemajuan ilmu
pengetahuan. Gerakan Masa Pencerahan memberikan efek yang luar biasa pada
semua usaha untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, tapi mungkin yang
paling terkenal adalah kemajuan dari segi kesenian dan kontribusi dari para
18
polymath (orang yang memiliki ilmu yang tinggi dalam berbagai macam hal)
seperti Leonardo da Vinci dan Michelangelo, yang menyebabkan munculnya
sebutan “Renaissance Men”.
2. Patung
G. Barok-Rokoko
Istilah barok( baroque) sebenarnya semula di berikan sebagai satu kritik.
Berasal dari bahasa italia ‘’ barroco’’ yang bermakna bandul kalung dari abad
pertengahan yang bentuk berlekuk lekuk. Selain itu juga di perkirakan dari bahasa
portugis “barrocco” yang bermakna mutiara bentuk yang tidak biasa. Dari kedua
makna dapat di simpulkan sebagai seni yang tidak beraturan, penuh lekukan dan
cendrung berlebihan.
19
Pengertian racoco berasal dari bahasa prancis ‘rocaille’ dan ‘coquille’ yang
bermakna batu dan kerang yang di gunakan untuk menghias bagian dalam gua buatan
pada taman bergaya barok. Para ahli masih memperimbangkan apakah racoco
merupakan improvisasi dari gaya barok.
1. Barok
Barok (baroque) lahir pada bagian kedua dari dari pertengahan abad ke-16 ,
sebagai pertanda bermula nya pengaruhh kesenian di italia yang sesudah tahun 1600
meyerbu ke seluruh eropa .
Barok berasal dari kata romawi yang berarti ‘’ tidak beraturan’’ atau ‘’
menyimpang’’. Dalam perkembangannya, Michelangelo dan palladio di anggap
sebagai bapak barok, karena kedua seniman ini lah yang menjiwai paham ini.
Renaissance melepaskan cara berfikir zaman tengah yang berbau gereja .
akibat kelanjutan pandangan hidup ini ia bergerak makin maju, lebih memperhatikan
dunia ini secara rasional. Kemajuan pandangan inilah yang menghayati seni barok,
sebagai mana lazimnya pertumbuhan seni yang sudah sudah.
20
Di Jermann , seniman-seniman barok terkenal di antaranya adalah franz
joseph spingler, cosmos, dan egid quirin. Terutama egid quirin dan cosmos banyak
sekali mengerjakan patung-patung dan dekorasi gereja barok.
Peter paul robens(1577-1640), seorang seniman belanda, pergi ke italia
belajar pada seniman-seniman besar Italia pada zaman itu. Akhirnya Rubens inilah
yang terkenal sebagai pelopor seni Barok. Rubens melukiskan tubuh-tubuh orang
penuh dengan otot –otot serta tokoh-tokoh perkasa seperti karya gurunya,
Michielangelo, disertai pula oleh warna yang gilang-gemilang yang diwarisi dari
gurunnya, titian. Komposisinya merupakan manusia yang banyak gerak yang
bergejolak gelisah.
Ciri yang jelas terdapat pada zaman barok ialah seniman lebih leluasa
menempatkan dirinya pada hasil hasil karyanya, sehingga warana tampaknya lebihh
cemerlang serta ukir-ukiran lebih bergaya , dan efek cahaya lebih mengesankan.
juga gerak dan karakter pakaian , kainn-kain (drapery) pada seni patung lebih terlihat,
hingga memperlihatkan gerak hidup yang sebenarnya.
21
Aliran Barok ini berkembang di belanda dengan baik dan subur. Pada masa
itu seungguhnya ada dua kelompok besar seniman-seniman Belanda , yakni seniman
Vlaam dan seniman-seniman dari utara. Kedua kelompok ini sangat berbeda dalam
merealisasikan panggilan seni yang mengilhaminya, di sebabkan oleh suasana atau
keadaan daerah mereka yang berlainan. Di utara mereka tidak dapat hidup seperti
seniman-seniman Vlaam. Dan perkembangan aliran barok tak sepesat yang di
dapatkan Rubens dari Selatan.
Adanya satu tradisi yang kuat di daerah utara, menyebabkan aliran Barok tak
dapat begitu saja meluas dengan leluasa. Dan jika orang menuntut pelajaran melukis
di Utara, akan terasa benar suasana sekolah. Seniman-seniman di Utara , sangat teliti
mempelajari seni lukis. Mereka belajar pada seniman-seniman di Italia, sehingga
dengan bersungguh-sungguh mencari karakter diri sendiri dan mempertinnggi mutu
tehkniknya. Dengan landasan ini mereka mendirikan akademi yang pertama di
bawah pimpinan hedrik goltzius(1558-1617). Dengan adanya akademi ini, seniman-
seniman belanda banyak mempelajari masyarakat dan alam sekitar negerinya,
sehingga mereka menemukan gaya Belanda sendiri.
2. Rococo
Pada abad ke-17 Roma adalah pusat perhatian dunia di lapangan seni rupa,
seperti paris pada masa sekarang. Di situ berkumpul seniman-seniman dari seluruh
Eropa. Banyak jig yang bermukin untuk mempelajari karya-karya besar seniman
Renaissance adalah penempatan pemandangan cara italia. Mereka mengikut jejak-
jejak seniman-seniman Renaissance yang mempergunakan komposisi renaissance
yang berdasarkan komposisi klasik, shinggga taman-taman, pohon-pohonan,
semuanya di pangkas rata, tidak menjulang ke udara. Demikian pula aliran
horizontalisme sangat berpengaruh, yang di sebut gaya italia.
Jadi, Racoco bukanlah suatu aliran baru atau kelanjutan dari Barok yang
dapat di anggap suatu kemajuan, melaikan suatu penamaan pada sifat-sifat
kehancuran atau penyelewengan yang di bawakan oleh nya.
22
Di Prancis terlihat pengaruh Racoco lebih meluas setelah wafatnya Louis IV.
Gaya Racoco Prancis yang khas adalah lukisan-lukisan Jean Antoine Watteau(1684-
1721). Aliran ini membawakan sikap-sikan yang berkehendak pada kebebasan
kosong, berlebih-lebihan, dan dibuat [Link] Rococo memberikan ukiran dan
hiasan yang berlebihan-lebihan. Bagian dalam bangunan penuh di hiasi ornament-
ornamen yang tampaknya amat ramai, sehingga suasana tenggelam dalam timbunan
ornamen. Dan bagaimanapun keindahan itu tidak menunjukan suatu kemajuan lagi
23
ke – 17 dan 18 ( Jaman Barok dan Rokoko ) dan aliran ini memberi pengaruh
kuat kepada kebudayaan saat itu secara keseluruhan.
2. Sejarah awal
Kota Pompeii didirikan sekitar abad ke-6 SM oleh orang-orang Osci atau
Oscan, yaitu suatu kelompok masyarakat di Italia tengah. Saat itu, kota ini sudah
digunakan sebagai pelabuhan yang aman oleh para pelaut Yunani dan Fenisia.
Ketika orang-orang Etruska mengancam melakukan serangan, kota Pompeii
bersekutu dengan orang-orang Yunani yang kemudian menguasai Teluk Napoli.
Pada abad ke-5 SM orang-orang Samnium mendudukinya (beserta semua kota di
Campania). Para penguasa baru ini memaksakan arsitektur mereka dan
memperluas wilayah kota. Diyakini juga bahwa selama pendudukan orang-orang
Samnium, Roma sempat merebut kembali Pompeii untuk sementara waktu,
namun teori ini belum terbuktikan.
Fresko dekoratif:
"Dewi Europa
dan sang Lembu"
24
I. Neoklasik
Awal Revolusi Perancis pada sekitar tahun 1789, yang menjadi titik akhir
kekuasaan feodalisme di Perancis telah berpengaruh pada perkembangan
kebudayaan di dunia. Revolusi Perancis tidak hanya merupakan perubahan tata
politik, tata sosial, tetapi juga berpengaruh pada bidang kesenian. Salah satunya yaitu
pengaruh raja atas perkembangan seni telah berakhir.
Kelompok seniman sedikit demi sedikit menciptakan karya semata-mata
memperturutkan panggilan hatinya masing-masing, melukis bukan karena pesanan
atau order, melainkan karena ingin melukis. Maka timbul adanya kekuatan pribadi-
pribadi seniman (semacam proses individualisasi dan isolasi diri) dalam berkarya
seni. Dengan demikian riwayat seni rupa modern dalam sejarah telah tampak tanda-
tandanya pada masa ini.
Jacques Louis David (1748-1825) adalah pelukis neoklasik yang tekun
mengikuti kaidah akademisme yang bersumber pada kesenian (kebudayaan) klasik
dengan beberapa pembaruan, terutama dalam tema dan estetika.
Neoklasik ini muncul mereaksi terhadap fenomena seni Barok/Rokoko dan
menganggap bahwa seni Barok/Rokoko itu sudah menyimpang dari kaidah seni
klasik, dengan sebutan jelek (ugly) dan penurunan nilai (dekaden). Maka Neoklasik
berkeinginan untuk mengembalikan dan memurnikan ideal klasik, dengan
mempelajari, menggali, dan mengembangkan kaidah-kaidah kuno Yunani dan
Romawi klasik.
Neoklasik menggunakan pendekatan intelektual dalam berkarya, dan hal ini
dipertahankan oleh David beserta pengikutnya. Bahkan David sempat mendirikan
akademi untuk membina dan mengembangkan tradisi seni (klasik). Karya David,
teman, dan muridnya memperlihatkan corak teknik, estetika, dan tema yang
memperlihatkan kesamaan gaya dan konsistensinya pada kaidah klasik. Para kritikus
seni abad ke-20 menyebutnya sebagai karya seni yang kaku, dingin, dan terlalu
formal. Maka pantaslah jika seni neoklasik yang sudah bertahan puluhan tahun di
Perancis dan sekitarnya ini akhirnya ditentang pula oleh Romantisme. Kaum
Romantisme menentang Neoklasik dengan berbagai alasan, yaitu :
1. Neoklasik terlalu rasional dalam berkarya;
2. Neoklasik menampilkan tema-tema cerita klasik sebagai cermin
kehidupan bangsawan;
3. Neoklasik tidak menonjolkan peranan unsur pribadi.
a. Aliran Neo-Klasik
Aliran neo-klasik adalah lukisan yang bertujuan untuk mendidik dan
menanamkan kesadaran masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap negara.
Lukisan ini bersifat rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan aturan, serta
bersifat klasik.
25
Judul : SUMPAH HORATII.
Karya : Jacques Louis David
Tahun : 1784
Berikut adalah ciri-ciri lukisan aliran neo-klasik:
Salah satu tokoh aliran neo-klasik adalah Jacques Lois David. Jacques-Louis David
lahir dari keluarga sejahtera. Namun ayahnya dibunuh dalam duel pada saat usianya masih
sembilan tahun. Sedangkan ibunya pergi meninggalkannya. Ia lahir pada tanggal 30 Agustus
1748 dan meninggal pada tanggal 29 Desember 1825. Dia memiliki banyak murid dan
memiliki pengaruh terkuat dalam seni Perancis pada awal abad ke-19.
Arsitektur Neoklasik lahir antara lain karena ditemukannya kembali peninggalan
arsitektur Yunani dan Romawi, serta adanya perubahan politik antara lain revolusi Perancis
(1789) dan Amerika(1776) menciptakan republik, dengan anggapan mengambil seni yang
diasosiasikan dengan seni Yunani (demokrasi) dan Romawi (republik). Pada abad ke-18
orang (terutama yang senang benda antik dan arsitek) banyak tertarik untuk mengadakan
perjalanan dan penggalian situs-situs lama, terutama Yunani.
26
Ciri-ciri arsitektur Neoklasik antara lain :
Prototipe yang umumnya dicontoh adalah arsitektur kuil. Hal ini dikarenakan arsitektur kuil
dianggap sebagai bentuk paling murni dari arsitektur klasik. Kolom pada kuil benar-benar
berfungsi untuk menopang bangunan (bukan dekorasi). Jadi dapat disimpulkan pada
Arsitektur Neoklasik, fungsi dari kolom benar-benar menopang, bukan hanya dekorasi atau
kolom yang berdiri bebas dan menopang entablatur.
27
b. Jean-Auguste-Dominique Ingres /(1780-1867)
Ingres adalah murid David, yang menjadi tokoh Neo-Klasikisme di
Perancis sampai pertengahan abad ke-19. Tidak seperti David, Ingres tidak
mengabdikan diri pada pemerintahan Napoleon ataupun pemikiran
republikanisme Revolusi Perancis. Jika anda ingin lebih mengetahu lebih detail
dan melihat karya Jean Auguste Dominique Ingres silahkan keurl tersebut.
J. ROMANTIKISME
Romantikisme adalah gerakan seni rupa yang muncul pada akhir abad ke-18.
Dalam Romantikisme unsur emosi lebih diutamakan dari pada pikiran, tetapi
seniman Romantik tidak hanya bekerja dalam satu gaya saja. Tidak seperti Neo-
28
Klasikisme, yang dapat disebut sebagai gaya, Romantikisme lebih merupakan
falsafah atau pandangan. Aliran ini mendorong orang untuk menghayati perasaan
melalui penghayatan indera serta lebih mempercayai intuisi dari pada pikiran.
Romantikisme muncul dalam beberapa gaya, tetapi seni lukis di Perancis khususnya
menunjukkan ciri khas Neo-Baroq, yang merupakan pengaruh Rubens.
1. Romantikisme di Perancis
a. Theodore Géricault (1791-1824)
Theodore Géricault adalah salah satu tokoh pelukis Romantik di
Perancis. Ciri khas lukisan Géricault di antaranya komposisi yang dinamis, figur
yang kaku seperti patung, dan pencahayaan yang dramatis. Géricault merupakan
pengagum Michelangelo, David, serta seni lukis Baroq. Salah satu karya
Géricault adalah Raft of the Medusa (1818-1819) yang berukuran sangat besar,
yaitu 4,97 x 7.16 m. Tema lukisan itu didasarkan pada peristiwa tenggelamnya
kapal Perancis, La Medusa, di pantai Afrika pada tahun 1816. Di antara 150
orang penumpang di dalam kapal itu, hanya 15 orang yang selamat. Mereka
membuat rakit dari puing-puing kapal itu dan terapung-apung di laut selama 13
hari. Dalam lukisan ini objek rakit dan figur-figur membentuk komposisi
diagonal untuk menekankan kesan gerak. Unsur gelap-terang dibuat sangat
kontras untuk menggugah perasaan. Untuk mencapai efek realisme yang begitu
kuat, Géricault melakukan studi terhadap mayat-mayat di kamar mati. Dalam
menggambarkan manusia telanjang, Géricault mendapat pengaruh dari
Michelangelo. Theodore Géricault.
29
zamannya. Adegan seperti dalam The Masacre at Chios (1821-1824)
mendorong simpati bangsa Yunani dalam perang kemerdekaan melawan Turki.
Karya Delacroix Liberty Leading the People (1830) mendukung semangat
Revolusi Perancis pada tahun 1830. Banyak karya Delacroix yang lain mendapat
inspirasi dari karya sastra. Karya Delacroix Death of Sardanapalus (1827)
didasarkan pada puisi karya Lord Byron. Puisi ini mengisahkan seorang raja
Asiria yang memutuskan untuk bunuh diri dan menyuruh agar semua harta
bendanya dimusnahkan, dari pada jatuh ke tangan musuh yang akan
menyerbunya. Dari tempat tidur kematiannya Sardanapalus menyaksikan sendiri
gundiknya dan kuda-kudanya dibunuh saat berjuang membela diri. Pelukis
Romantik menyukai tema-tema yang mengandung sensualitas dan kejahatan.
Ungkapan kekerasan yang mencolok ditekankan dengan pencahayaan yang
dramatis, warna emotif, goresan kuas yang ekspresif, dan gerakan figur-figur
yang membentuk komposisi diagonal.
2. Romantikisme di Spanyol
30
kekejaman tentara Napoleon. Karya Goya The Third of May, 1808 (1814)
merupakan peringatan tentang peristiwa hukuman mati terhadap orang-orang
Spanyol, yang melakukan perlawanan terhadap tentara Perancis di Madrid.
Goya melukiskan orang-orang itu dengan penuh kekuatan emosi, dengan
mengolah unsur gelap-terang. Ia menggambarkan figur tentara Perancis
seperti robot, mengarahkan senapannya pada tawanan yang tampak tidak bisa
berkutik lagi. Di sini tidak terdapat kesan heroik pada orang-orang Spanyol
itu, tetapi kengerian sebagai korban ketidakadilan.
3. Romantikisme di Inggris
a. John Constable (1776-1837)
John Constable berangkat dari gaya naturalisme dan dikenal
dengan lukisannya yang menggambarkan alam pedesaan Inggris.
Constable menyukai objek alam dan mengamati sifat-sifat
transiennya dengan teliti, seperti awan dan iklim yang berubah-ubah.
Ia biasanya melukis dalam ukuran kecil, sebagai studi yang dilakukan
secara langsung di lapangan, yang kemudian dipindahkan dalam
ukuran besar di studio. Karya Constabel The Hay Wain (1821)
menimbulkan rasa puitis yang mencerminkan kecintaannya terhadap
pemandangan alam Inggris. Lukisan itu menampakan kesegaran
alam, dengan cahaya matahari dan awan bergerak di atas sebuah desa.
Di sini tampak adanya perpaduan antara gaya naturalisme dan
Romantikisme. Constable memperkenalkan teknik melukis dengan
goresan kuas pendek-pendek dan warna yang terpisah-pisah, bukan
bidang dengan sapuan warna campuran yang merata. Ia mengoleskan
warna putih secara tebal, untuk mengesankan kilauan cahaya. Cara
melukis ini dianggap sebagai antisipasi bagi munculnya
Impresionisme di Perancis.
31
John [Link] Hay Wain (1821).
b. Joseph Mallord William Turner (1775-1851)
4. Romantikisme di Amerika
Thomas Cole (1801-1848)
Thomas Cole adalah tokoh aliran Romantik di Amerika. Cole memimpin
kelompok pelukis Hudson River School. Lukisan Cole berupa panorama yang
mengkombinasikan naturalisme dan idealisasi keagungan. Cole melakukan
perjalanan ke hutan-hutan untuk merekam alam secara langsung melalui sketsa-
sketsa, dan kemudian menyelesaikannya dalam bentuk lukisan di studio. Dalam
karyanya, The Oxbow (1836), Cole memperlihatkan gambaran visual tentang
suatu tempat di tepi Sungai Conecticut. Dalam lukisan ini, awan tampak datang
dari arah kiri komposisi dan memberikan kesan kesegaran. Thomas Cole.
32
K. REALISME
Realisme dalam seni rupa abad ke-19 merupakan gerakan yang menolak tema
NeoKlasikisme dan Romantikisme. Seniman Realis tidak mendasarkan karyanya
pada tema mitologi Yunani dan Romawi atau tema dari Timur Dekat, tetapi tema “di
sini dan kini”. Mereka mendasarkan tema lukisan mereka pada pengamatan sehari-
hari. Realisme adalah aliran yang berusaha untuk menampilkan subjek dalam suatu
karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari – hari tanpa adanya tambahan
embel – embel atau interpretasi tertentu.
1. Realisme di Perancis
a. Honore Daumier (1808-1879)
33
dengan manifesto Realisme dan pameran di “Paviliun Realisme” pada tahun 1855.
Lukisan Courbet yang pertama, The Stone Breaker (1849), mengandung ciri-ciri
pokok yang menentukan konsep Realisme Courbet. Karya Courbet ini dikritik
berbau “sosialistik” pada masa itu. Karya Courbet yang lain misalnya A
Burial at Ornans (1849-1950). Lukisan ini menampilkan tema yang tidak lazim
tetapi diambil dari kenyataan, yaitu suasana pemakaman. Gustave Courbet.
The Stone Breaker (1849).
Olympia (1863)
Manet.
34
2. Seni Rupa Amerika
a. Thomas Eakins (1844-1916)
Thomas Eakins menggabungkan seni rupa dan sains dalam fotografi
maupun seni lukis. Ia pernah belajar melukis di Eropa pada pelukis akademik
Jean-Leon Gerome. Ia juga mendapat pengaruh dari Velazquez, Rembrandt,
dan Courbet. Ia tertarik pada gerak tubuh manusia, yang dihasilkannya
melalui studi fotografi. Eakins termasuk seniman Amerika yang pertama kali
menggunakan studi model telanjang untuk pembelajaran seni rupa, yaitu di
Pennsylvania Academy of Fine Arts. Hal ini mengecewakan para kritikus
konservatif pada masa itu. Karya Eakins The Agnew Clinic (1875) dan The
Gross Clinic (1889) menggambarkan suasana di kamar operasi. Thomas
Eakins. The Gross Clinic (1889).
35
L. NATURALIS
Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis
dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari
gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme.
Salah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker, yang
lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini. Salah satu
bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup
dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam.
Naturalisme melukiskan segala sesuatu sesuai dengan nature atau alam nyata,
artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita. Basuki Abdullah melukis seorang
perawan desa dengan pakaian lusuh justru tampak seperti bidadari. Tokoh
Natularisme di Indonesia selain Basuki Abdullah adalahRaden Saleh. Saat ini
semisal Choirun Sholeh.
Di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan
penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan
realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme.
1. Sejarah Naturalis
John Amos Comenius seorang filsuf yang hidup pada abad ke-16,
tepatnya tahun 1592-1670, dianggap sebagai seorang filsuf yang pertama kali
memperkenalkan aliran naturalisme dalam pendidikan. Inilah mungkin awal
sejarah munculnya aliran naturalisme, terutama yang berkaitan dengan dunia
pendidikan.
Bidang seni lukis pun mengenal aliran naturalisme. Tetapi pandangannya
berbeda ketika masuk ke dalam filsafat pendidikan. Menurut John Amos
Comenius, pendidikan itu harus melihat anak didik sebagai mahluk ciptaan
Tuhan. Oleh karena itulah, pendidikan yang mengikuti aliran ini melihat
manusia berkembang mengikuti alam.
Alam itu berkembang secara teratur sesuai dengan apa yang telah
ditetapkan oleh Tuhan. Tidak ada percepatan karena memang berjalan secara
alami. Ketika ada percepatan, artinya ada usaha diluar kemampuan alami sang
anak. Perkembangan anak didik pun hendaknya dilihat secara sederhana tanpa
melihat anak sebagai benda yang bisa dibesarkan menggunakan bahan yang tidak
alami.
36
Johns Constable
M. IMPRESIONISME
Gerakan Impresionisme berkembang dari gerakan Realisme, yang
meneruskan tradisi melukis berdasarkan pengamatan objek dalam kenyataan sehari-
hari. Namun, tidak seperti seni lukis Realisme, seni lukis Impresionisme
menggunakan warna yang terang. Pelukis Impresionis merekam kesan
pengamatannya melalui goresan kuas yang tampak spontan dan kasar (sketchy),
sehingga sering kali objek tampak kabur, tidak terfokus. Istilah “Impresionisme”
muncul ketika kelompok pelukis tersebut menyelenggarakan pamerannya yang
pertama pada tahun 1874. Istilah tersebut sebenarnya merupakan komentar bernada
sinis oleh para kritikus pada waktu itu, karena karya mereka tampak seperti sketsa
atau terkesan belum jadi. Kelompok Impresionis merupakan kelompok pelukis yang
pertama kali konsisten dalam melukis di luar ruang. Metode melukis ini disebut
dengan istilah plein air (open air). Dalam bentuknya yang murni, Impresionisme
bermaksud menangkap kesan waktu yang singkat, merekam sensasi visual seperti
apa yang tertangkap oleh mata. Impresionisme secara umum dapat dianggap sebagai
37
gaya seni lukis pemandangan alam, namun beberapa pelukis Impresionis menyukai
objek manusia.
38
seperti pelukis Impresionis lainnya, Degas mendasarkan tema karyanya pada
pengamatan terhadap peristiwa kehidupan sehari-hari. Lukisan Degas menunjukkan
pengaruh seni cetak Jepang, yaitu pada sudut pandang yang sedikit ditarik ke atas. Ia
menggunakan komposisi snapshot seperti dalam fotografi. Lukisan Degas ini
misalnya The Absynthe Drinker (1876).
39
Beberapa seniman Post-Impresionis, seperti Cezanne dan Seurat menghidupkan
kembali unsur Klasikisme. Seniman yang lain, misalnya Van Gogh dan Gauguin,
memasukkan unsur Romantikisme dalam gayanya. Dalam Post-Impresionisme
berkembang beberapa gerakan, misalnya Divisionisme, yang disebut juga Neo-
Impresionisme atau Pointilisme, dan Simbolisme atau dalam seni lukis disebut
Sintetisme. Beberapa seniman Post-Impresionisme yang lain mengembangkan
gayanya sendiri secara lebih bebas.
1. Georges Seurat (1859-1891) Georges Seurat merupakan tokoh gaya seni lukis
yang disebut Divisionisme atau Neo-Impresionisme. Divisonisme mendasarkan
gayanya pada pencampuran warna secara optik, dengan teknik broken color,
yang telah dirintis oleh Constable dan Delacroix. Gaya ini juga menggunakan
goresan pendek-pendek seni lukis Impresionisme. Gaya Divisionisme atau
Pointilisme Seurat muncul dari Impresionisme, yang mempertahankan tema
yang realistik dan warna yang terang. Namun di sini warna disusun secara teratur
dalam skema yang formal. Perbandingan warna-warna ditentukan secara pasti
untuk mencapai efek campuran warna tertentu secara optik. Goresan kuas juga
diatur sebagai titik-titik warna yang seragam. A Suday Afternoon at the
Grande Yatte (1884-1886)
40
3. Vincent Van Gogh (1853-1890)
Van Gogh juga mendapat pengaruh metode open-air dan warna terang
Impresionisme, tetapi tidak mengikuti Impresionisme yang ortodoks.
Kebanyakan lukisannya didasarkan pada objek alam, tetapi dengan menekankan
perasaan berdasarkan penglihatan batinnya. Karya Van Gogh Starry Night
(1889) menggambarkan pemandangan sebuah kota di bawah langit malam hari.
Goresan kuas tampak meliuk-liuk dan bergulung-gulung dari bagian kanan
komposisi, mengisari objek bintang dan bulan sabit. Kesan gerak bergelombang
juga tampak pada objek pegunungan. Pemandangan alam di malam hari ini tidak
lagi didasarkan pada pandangan objektif Impresionisme, tetapi dengan
pandangan mistis. Vincent Van Gogh.
Starry Night (1889).
41
Gauguin, sedangkan efek perasaan yang menakutkan menunjukkan pengaruh
lukisan Toulouse-Lautrec. Edvard Munch. The Sream (1893).
O. FAUVISME
Pada tahun 1905 di Perancis muncul kelompok yang dikenal sebagai
kelompok Fauve. Mereka mengadakan pameran di Salon d’Automne, pameran
independen yang menampilkan seniman-seniman radikal yang mengundang kritik
tajam karena keberaniannya dalam menggunakan warna dan goresan kuas. Seorang
kritikus menyebutnya sebagai “fauve” yang berarti binatang jalang. Meskipun istilah
tersebut merupakan hinaan, para seniman itu kemudian mengadopsinya sebagai
nama gerakan mereka, yang berlangsung sejak 1905 sampai 1908. Kelompok Fauve
terutama mendapat pengaruh dari lukisan-lukisan Van Gogh, Gauguin, Cezanne, dan
Seurat.
1. Henri Matisse (1869—1954)
Henri Matisse adalah tokoh pelukis utama gerakan Fauve. Dalam lukisannya ia
meneruskan pendekatan structuralis Cezanne terhadap susunan warna. Matisse
juga menggunakan warna nonnatural dan kontur bentuk-bentuk-bentuk yang
bergaris lengkung yang terdapat pada karya Simbolis Gauguin. Sebagai
Ekspresionis, Matisse tidak memberikan komentar terhadap keadaan psikologis
atau perasaannya yang mendalam. Sebaliknya, ia mengejar kepuasannya dalam
kegiatan melukis itu sendiri. Ekspresionisme yang diarahkan Matisse pada gaya
formalis merupakan sikap khas Ekspresionisme Perancis. Henri Matisse. The
Joy of Life. 1905-1906. Henri Matisse. Harmoni in Red. 1908-1909. Matisse
tetap memegang prinsip-prinsip gerakan Fauve selama hidupnya. Karya Matisse
misalnya The Joy of Life. 1905-1906. Harmoni in Red. 1908-1909.
42
The Joy of Life (1905-1906). Lukisan ini mungkin merupakan karya Matisse
yang paling penting. Lukisan ini merangkum perhatian kelompok Fauvism
sebagai susunan garis ritmis dan warna pada bidang datar. Bentuk-bentuknya
yang disederhanakan serta komposisinya menunjukkan pengaruh seni lukis Post-
Impressionist. Karya Matisse yang lain misalnya The Red Room (Harmony in
Red, 1908-1909). Dalam lukisan ini Matisse melanjutkan minat Matisse
terhadap susunan color. Bentuk-bentuk dan warna-warna dasar diulang-ulang di
berbagai bagian komposisi dengan maksud untuk mencapai suatu
keseimbangan. Secara keseluruhan lukisan ini terkesan datar dan dekoratif,
tetapi Matisse berusaha untuk mencapai harmoni antara kualitas dua
dimensionalitas dan tiga dimensionalitas dengan beberapa garis yang
mengesankan ruang.
2. André Derain (1880—1954)
André Derain bersama-sama dengan Matisse mendirikan kelompok Fauvis
atau gerakan Fauvisme. Warna lukisan dekoratif Derain yang cerah, nonnatural,
dan ekspresif juga memberikan ciri khas gerakan tersebut. Namun tidak seperti
Matisse, Derain kemudian meninggalkan prinsip-prinsip Fauvisne dan kembali
ke bentuk penggambaran yang lebih tradisional. Karya Derain yang terkenal
misalnya London Bridge (Gambar ... 1906). Karya Derain ini menunjukkan
keseimbangan penggunaan perspektif tradisional untuk mencapai kedalaman
dengan penggunaan warna datar dan goresan kuas yang ekspresif. Warna-warna
tersebut nonatural dan sangat kontras.
3. Georges Rouault (1871-1958) Meskipun berpameran bersama kelompok
Fauve, karya Georges Rouault berbeda dengan karya teman-temannya. Ia
menggunakan unsur-unsur formal maupun emosional yang diwariskan Van
Gogh dan Gauguin. Ia menganut agama Katolik Roma dan karyakarya
mencerminkan perasaan religiusnya. Karya Derain misalnya Head of Christ
Karya Rouault Head of Christ dikerjakan dengan goresan kuas yang kuat,
mengungkapkan perasaan seniman tentang penderitaan Yesus, Rouault
menciptakan gambaran dengan kekuatan emosi. Isi ekspresi Rouault sangat
berbeda dengan ekspresi Matisse dan Derain. Karya Rouault yang lain misalnya
The Old King (1916-1937). Sewaktu muda Rouault pernah belajar membuat seni
kaca patri (stained-glass). Dalam The Old King, kontur hitam membatasi bidang-
bidang warna yang ekspresif, mengacu pada jendela kaca patri Abad
Pertengahan. Bagian wajah raja mengungkapkan penderitaan batinnya.
P. EKSPRESIONISME
Istilah Ekspresionisme digunakan untuk menunjukkan seni rupa yang
mengungkapkan perasaan emosional. Gerakan ini berkembang pada awal abad ke-
20 berdasarkan seni rupa Post-Impresionisme. Di Eropa seni rupa Ekspresionisme
dapat dibedakan menjadi Ekspresionisme Jerman dan Ekspresionisme Perancis.
Ekspresionisme di Perancis lebih dipenuhi oleh struktur dan komposisi formal dan
43
kurang mengandung emosi yang mendalam. Di Jerman ekspresionisme lebih
merupakan curahan situasi psikologis dan perasaan yang mendalam.
Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi
kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam
karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih
menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.
Ekspresionisme juga didefinisikan sebagai kebebasan distorsi bentuk dan warna
untuk melahirkan emosi ataupun sensasi dari dalam yang biasanya dihubungkan
dengan kekerasan atau tragedi.
1. Sejarah Ekspressionisme.
2. Lukisan exspresionis
44
Wassily Kandinsky , Tentang White II, 1923 Alvar Cawén , Sokea soittoniekka (Musisi
Blind), 1922
3. Patung
Q. KUBISME
Kubisme adalah gaya abstrak formalistik yang pertama-tama berkembang
seiring dengan Ekspresionisme sebelum Perang Dunia I. Istilah Kubisme dapat
digunakan secara umum untuk menunjukkan semua gaya abstrak geometrik pada
45
abad ke-20 atau secara terbatas menunjukkan gerakan-gerakan awal khususnya
Kubisme Analitik dan Kubisme Sinthetik. Tokoh Kubisme adalah Pablo Picasso dan
Georges Braque.
1. Pablo Picasso (1881-1974) Picasso berasal dari Spanyol dan menjalani masa
kesenimannya di Paris. Ia adalah salah satu seniman terbesar abad ke-20. Picasso
mengeksplorasi berbagai macam gaya dan kadang-kadang pada waktu yang
sama berkarya dengan beberapa gaya sekaligus. Pada awal abad tersebut, setelah
berevolusi dari periode biru dan merah jambu, Picasso merintis perkembangan
seni lukis Kubisme. Ia berkarya dengan gaya Kubisme atau pun dengan gaya
lain selama kariernya. Karya Picasso yang sangat terkenal adalah Les
Demoiselles d’Avignon (Gambar ). Karya Picasso ini mendapat pengaruh
lukisan-lukisan Post-Impresionisme Cezanne yang menggunakan tema orang
berenang, tetapi dengan abstraksi lebih lanjut pada distorsi anatomi tubuh
manusia. Penyederhaan geometrik pada figur-figur telanjang memberi inspirasi
pada perkembangan Kubisme selanjutnya. Dua wajah yang mirip topeng
mendapat pengaruh dari seni patung Afrikan. Pablo Picasso. Les Demoiselles
d’Avignon. 1907.
2. Kubisme Analitik
Dalam Kubisme Analitik objek-objek diamati dari berbagai sudut pandang.
Lukisan menjadi catatan analisis seniman tentang sudut pandang yang bervariasi
yang dikombinasikan secara simultan. Sebagai contoh, bentuk figur mungkin di
dan bagian-bagiannya direduksi menjadi bentuk-bentuk geometrik sederhana
yang disusun dalam bidang-bidang miring dalam komposisi. Lukisan-lukisan
Kubisme Analitik dikerjakan dengan kisaran warna yang terbatas, misalnya
coklat, hijau, dan biru yang kusam. Formalisme pada lukisan-lukisan ini
berlawanan dengan estetika Ekspresionisme. Picasso bekerja sama dengan
pelukis Perancis Georges Braque (1882-1963) dalam mengembangkan Kubisme
Analitik. Mereka mengerjakan serangkaian lukisan eksperimental pada tahun
1909 sampai 1912. Dalam lukisan Braque, Houses at L’Estaque (1908), rumah-
rumah diabstraksikan sebagai bentuk-bentuk kubistik dan dikerjakan dalam
46
kisaran warna hijau dan abu-abu kecoklatan yang redup. Tahap kematangan
Kubisme Analitik dicapai dalam karya Braque The Portuguese (1911), dan juga
dalam lukisanlukisan manusia dan alam benda karya Picasso yang menggunakan
abstraksi secara lebih radikal. Georges Braque. Houses at L’Estaque. 1908.
4. Seni Patung Kubisme Konsep Kubisme meluas sampai pada seni patung.
Karya Picasso Guitar (1912) meninggalkan tradisi seni patung, karena karya
itu tidak dikerjakan dengan teknik membentuk, teknik pahat, atau teknik cor,
tetapi berupa konstruksi lempengan logam dan kawat. Picasso. Guitar. 1912-
1913.
47
Jacques Lipchitz (1891—1964) adalah salah satu pematung Kubisme yang
penting di Paris. Secara khusus, ia mentransformasikan bentuk-bentuk datar
Kubisme Sintetik kedalam bentuk pejal yang menyusut menjadi bidang-
bidang. Man with a Guitar (1915), patung konstruksi dari batu gamping,
adalah salah satu karya awal Kubisme yang terkenal. Karyanya selanjutnya
Figure (1926—1930), meskipun pada dasarnya masih bergaya Kubisme,
karya ini mengandung unsur ekspresi yang mungkin merupakan pengaruh
patung Oseania atau Afrika.
R. ABSTRAK
1. Sejarah Seni Lukis Abstrak
Seni lukis abstrak dalam perkembangan sejarah seni rupa barat muncul
pada abad 19. Romantisisme, impresionisme dan ekspresionisme adalah tiga
aliran seni yang melahirkan seni abstrak. Memasuki penghujung abad 19, para
pelukis barat mulai mencari alternatif inspirasi selain dari pengaruh budaya Eropa.
3. Abstrak kubistis
48
Yaitu abstrak dalam bentuk geometrik murni seperti lingkaran kubus dan segi
tiga. Tokohnya pelopor aliran ini adalah Kazimir Malevich dari Rusia.
Contoh lukisan Kazimir Malevich.
4. Abstrak Nonfiguratif
Yaitu abstrak dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai ugkapan
perasaan, di mana garis mewakili garis ,warna mewakili warna dan sebagainya.
Tokohnya pelopoeny adalah Wassily kadinsky.
S. DADAISME
Istilah Dada tidak ada maknanya (asalnya tidak jelas). Gerakan Dada
menciptakan karya seni rupa yang mengkomunikasikan konsep absurditas. Dada
dapat dikategorisasikan kedalam konsep Fantasi (lawan dari Realisme). Gerakan ini
muncul di negara-negara yang netral selama Perang Dunia I. Pusatnya adalah Zurich,
Swiss dan New York (sebelum Amerika Serikat terlibat dalam perang itu). Gerakan
ini berpengaruh pada sastra, teater, musik, serta seni rupa. Seniman Dada menolak
rasio, menganggap bahwa pemikiran rasional tidak efektif untuk menyelesaikan
masalah dunia. Dada merupakan reaksi terhadap kengerian Perang Dunia I, yang
dilihat seniman sebagai akibat pemikiran rasional. Karya Dada berusaha menggelitik
masyarakat kelas menengah dengan menyajikan konsep-konsep absurd. Pada akhir
49
Perang Dunia I Dada menjalar ke Jerman. Dada berlangsung sampai tahun 1934,
ketika gerakan itu dinyatakan mati oleh gerakan Surealis.
1. Marchel Duchamp (1887-1968) Marchel Duchamp adalah pendiri gerakan
Dada. Ia meninggalkan Perancis untuk menghindari Perang Dunia I dan
mendirikan cabang Dada di New York. Duchamp mengawali kariernya
sebagai pelukis. Ia mendapat pengaruh dari Kubisme Analitik, Futurisme,
dan tema mekanisasi. Ia meninggalkan seni lukis dan mengabdikan dirinya
pada gerakan Dada dan menghasilkan apa yang disebut “Ready Made”. Karya
ini sebenarnya suatu bentuk “nonart” atau “antiart”. Ia mengambil benda-
benda pakai bekas dan menyajikannya dalam konteks pameran seni rupa.
Misalnya, ia menyajikan bekas urinal dan memberinya judul Fountain
(1917).
Nude Descending a Staircase diciptakan Duchamp sebelum terlibat
dalam gerakan Dada. Di sini Duchamp menggunakan susunan bentuk
geometrik dan warna terbatas seperti pada Kubisme Analitik, yang
digabungkan dengan konsep dinamisme Futuris. Lukisan ini menunjukkan
penggunaan teknik multiple image (gambaran ganda) pada figur wanita yang
sedang menuruni tangga. Duchamp membuat karya ini dalam dua versi. Versi
keduanya mendapat kritikan tajam pada Armory Show di New York pada
tahun 1913.
Bicycle Wheel (1913). Dalam karya ini Duchamp memasang roda
sepeda bekas di atas bangku (dingklik), membuatnya menjadi tidak berguna
lagi. Karena roda tersebut dapat diputar, karya ini dapat dianggap sebagai
awal dari seni rupa kinetik (kinetic art).
L.H.O.O.Q. (1919). Dalam karya ini Duchamp mereproduksi lukisan
Leonardo da Vinci Monalisa dan menambahkan kumis dan janggut pada
wajahnya. Di bawah gambar itu ia menuliskan huruf L.H.O.O.Q. Huruf-huruf
ini jika diucapkan menurut bahasa Perancis suaranya sama dengan kata-kata
yang berarti permainan kata-kata tak sopan. Dengan memperlakukan salah
satu karya besar itu, Duchamp bermaksud melawan standar yang mapan
dalam seni rupa.
50
2. Man Ray (1890-1976) Seniman Amerika Man Ray mendapat pengaruh dari
karya Duchamp. Ia menciptakan lukisan, foto, dan juga merangkai objek-
objek seperti seniman Dada. Ia meniti sebagian besar kariernya di Paris.
The Gift (Hadiah, 1921). Karya Ray ini merupakan rangkaian (assemblage)
yang terdiri atas sebuah seterika bekas dengan paku-paku bekas yang
ditempelkan padanya, membuatnya tidak ada gunanya lagi sebagai benda
pakai. Karya ini sesuai dengan konsep ready made Marchel Duchamp dan
absurditas pada Dada.
3. Hans (Jean) Arp (1887-1966) Hans (Jean) Arp adalah salah seorang
seniman Dada di Zurich. Gagasannya yang sangat menarik adalah membuat
kolase kertas yang disobek-sobek dan membiarkannya jatuh di atas selembar
kertas. Setelah memodifikasi tata letak sobekan-sobekan kertas itu ia
kemudian menempelkannya pada lembaran kertas itu dengan lem. Ia
menyebutkan komposisinya itu “sesuai dengan hukum kebetulan.”
4. Max Ernst (1891-1976) Seniman Jerman Max Ernst adalah tokoh utama
Gerakan Dada di Cologne. Karyanya mendapat pengaruh dari karya Seni
Lukis Metafisik Giorgio de Chirico dan juga karya Duchamp. Ernst adalah
seniman sangat inovatif. Salah satu temuannya adalah teknik
frottage, yaitu memasukkan unsur teknik gosokan (rubbing) yang dibuat dari
berbagai benda dalam lukisan.
(1921)
51
T. SUREALISME
Surealisme berasal dari dua kata yaitu sur artinya bawah, dan realis artinya
nyata, seperti kejadian didalam mimpi. Surrealisme adalah satu pergerakan pelukis
dan penyair yang lahir berdasarkan nilai-nilai Dadaisme, yang mencapai kemutlakan
atau kenyataan yang lebih (super-reality) dengan menggunakan unsur-unsur
pengalaman alam mimpi dan bawah sedar dalam berkarya. Sebagaimana Andre
Breton, pengasas Surrealisme ada menyebut, Untuk menghidangkan pengalaman-
pengalaman alam mimpi dan realiti ke arah kebenaran dan kenyataan yang lebih
(super-reality) (Osborne, Harold.1979:115).
Seniman Spanyol Salvador Dali (1904-1989) adalah tokoh yang paling terkenal
dari gerakan Surrealisme. Ia mengembangkan bentuk representasional
Surealisme, yang mengandalkan teknik ilusionistik yang berasal dari tradisi seni
lukis akademik masa lampau. Teknik lukisan Dali menggunakan kembali unsur
ruang pada seni rupa Renaissance, tetapi dengan tema irasional yang fantastik
dan tidak mengenakkan secara psikologis, yang diambilnya dari dunia bawah
sadar paranoia. Lukisan Dali Persistence of Memory (1931) menampilkan
pemandangan yang menakutkan, mengesankan mimpi yang aneh. Di dalam
pemandangan alam yang sepi terdapat sebuah pohon yang mati, sepotong daging
yang menyerupai wajah manusia, jam yang lunak, dan semut-semut. Gunung
dan air tampak di kejauhan. Bentuk-bentuk digambarkan dengan gelap-terang
sehingga secara ilusionistik terkesan bersifat tiga dimensional. Salvador Dali.
Persistence of Memory. 1931
52
2. Rene Magritte (1898-1967)
53
U. REALISME SOSIALISTIK
Realisme sosialis adalah salah satu aliran dalam sosialisme yang bergerak
dalam kancah sastra atau kesenian. Semangat realisme sosialis ialah untuk
memenangkan sosialisme di tengah masyarakat. Maka di dalam sastra aliran realisme
sosialis, realitas masyarakat adalah inspirasi untuk membuat karya. Yang di maksud
dengan realitas masyarakat ialah kaum proletar, dan di atas pundak kaum sastrawan
realisme sosialis tertanam tanggung jawab yang tidak ringan yaitu memberi
penyadaran kepada masyarakat yang tertindas sehingga masyarakat tersebut
berjuang untuk melawan sistem yang menindas tersebut.
54
individu yang bisa mempatronasikan seni sesuai seleranya, karena yang berhak untuk
itu sema hanya satu institusi—yakni Negara itu sendiri. Oleh sebab itu, para sneiman
menjadi pegawainya negara. Dalam situasi itu, Negaralah yang menentukan ukuran-
ukuran yang menentukan seniman-seniman harus bikin apa. Yang dimaui dari
kalangan seniman ialah mereka bisa memiliki kualifikasi formal dan mencapai
standar kompetensi tertentu.
Negara Soviet, setelah Kongres 1934, meletakkan empat aturan yang
kemudian dikenal sebagai Realisme Sosialis:
1. Proletarian: kesenian yang relevan terhadap kelas pekerja dan dapat
dimengerti oleh mereka
2. Tipikal: gambaran adegan-adegan kehidupan rakyat sehari-hari
3. Realistis: dalam arti masuk akal.
4. Partisan: mendukung maksud dan tujuan Negara dan Partai
V. ABSTRAK EKSPRESIONISME
55
seperti pada lukisan Ekspresionisme Kandinsky yang digabungkan dengan
bentuk-bentuk abstrak Miro. Arshile Gorky. The Liver Is the Cock’s Comb
(1964).
56
c. Jackson Pollock (1912—1956)
57
Goresan kuasnya yang kuat dan cepat serta warna yang cemerlang
mengungkapkan rasa kebuasan (keganasan). Makna yang sesungguhnya dari
objek wanita ini belum pernah dijelaskan sepenuhnya.
W. Pop Art
Pop Art merupakan gerakan seni rupa yang pokok pada tahun 1960-an. Gaya
ini menunjukkan sikap menjauhi abstraksi menuju objek-objek yang dapat dikenali.
Sebelumnya, terjadi perkembangan seni rupa yang menghantarkan kehadiran Pop
Art, dengan menentang supremasi Abstrak Ekspresionisme.
1. Pre-Pop Selama pertengahan tahun 1950-an, terjadi perkembangan seni rupa yang
dipengaruhi oleh semangat gerakan Dada dan upaya untuk lebih menyatukan seni
rupa dengan kehidupan. Dalam hal ini, komponis John Cage, yang membuat
komposisi musik dari suara kebisingan kota, memberikan pengaruh yang penting.
Gerakan ini kadang-kadang disebut Neo-Dada.
58
2. Seni Rupa Pop di Inggris
Pada akhir tahun 1950-an, beberapa seniman dan kritikus seni rupa di London terlibat
dalam diskusi tentang budaya popular kontemporer. Beberapa di antaranya bahkan
membuat karya yang memberikan inspirasi bagi Pop Art di Amerika Serikat. Oleh
karena itu, menjadi perdebatan apakah sebenarnya seni rupa Pop ditemukan di
Inggris. Seniman Inggris Richard Hamilton (1922-) merupakan tokoh yang penting
dalam kelompok seniman London yang tertarik dengan budaya populer Amerika.
Salah satu karyanya kadang-kadang dianggap sebagai pemicu gerakan Pop. Karya
kolase Hamilton yang berjudul Just What Is It That Makes Today’s Home So
Different, So Appealing?, dianggap banyak berisi unsur-unsur Pop Art yang muncul
kemudian di Amerika Serikat. Kolase ini mengandung unsur-unsur seperti label
dagang, logo produk, dan bagian yang ditonjolkan dalam buku komik. Bahkan kata
pop muncul dalam karya ini. Richard Hamilton. Just What Is It That Makes Today’s
Home So Different, So Appealing? (1956).
Perkembangan Pop Art yang nyata terjadi di Amerika Serikat pada awal tahun 1960-
an. Para seniman Pop memusatkan perhatian pada media massa dan gambar-gambar
yang banal (sangat biasa) dari dunia periklanan. Mereka sering kali menggunakan
teknik-teknik dalam pembuatan iklan. Beberapa seniman Pop memulai kariernya
sebagai pelukis iklan atau pelukis billboard.
a. Andy Warhol (1925—1987) Andy Warhol merupakan seniman Pop yang paling
terkenal. Ia memulai kariernya sebagai seniman iklan, kemudian beralih ke seni
rupa murni. Ia menggunakan budaya populer dan dunia periklanan sebagai
sumber tema karyanya. Gambar objek-objek yang dapat ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, tetapi jarang mendapat perhatian oleh masyarakat,
diangkat secara serius sebagai karya seni rupa yang penting. Andy Warhol.
Campbell’s Soup Andy Warhol. Coke Bottles Warhol sering menggambarkan
59
deretan produk komersial, misalnya kaleng sop Campbell dan botol coke dalam
lukisannya, misalnya dalam Campbell’s Soup dan Coke Bottles. Ia membuat
gambar-gambar dengan proses mekanik dalam periklanan, misalnya
photographic screen printing. Oleh karena itu, karyanya tampak impersonal
(tidak mempribadi), berlawanan dengan lukisan Abstrak Ekspressionisme yang
menggunakan kuas.
Coke Bottles
Whaam (1963)
60
X. MINIMAL ART
Donald Judd (1928-) adalah pelukis sekaligus arsitek yang menjadi tokoh pematung
Minimalis pada akhir tahun 1960-an. Sebagai pelukis yang beralih ke seni patung, ia
menyatakan pandangannya bahwa seni rupa seharusnya didepersonalisasi dan tidak
menunjukkan sentuhan tangan si seniman. Menurutnya, seniman tidak harus terlibat
langsung dalam pembuatan patung secara nyata dan karya-karyanya sendiri juga
dibuat di pabrik. Selama tahun 1960-an karya patung Minimalist Judd biasanya
merupakan kotakkotak aluminium atau baja yang dilapis galvanis dengan ukuran
seragam yang disusun secara berderet pada interval yang tertentu. Karya Judd
biasanya tanpa judul dan dipasang di sepanjang dinding baik secara horisontal
maupun vertikal. Donald Judd. Untitled (1990)
61
b. Tony Smith (1912-1980)
Tony Smith adalah arsitek dan juga pelukis yang kemudian menjadi pematung. Smith
mewujdukan patung Minimalis dengan ukuran yang monumental. Karyanya yang
berjudul Die (1962) berupa kubus baja berukuran enam kaki dengan desain yang
statik. Namun Smith lebih dikenal dengan karya patungnya yang lebih dinamik yang
menggunakan bentuk-bentuk mencuat ke berbagai arah. Tony Smith.
Die (1962)
Y. Conceptual Art
Conceptual art adalah menjadikan ide sebagai karya seni. Gerakan yang juga
dikenal sebagai conceptualism ini merupakan seni dimana konsep atau ide dianggap
sebagai karya melebihi unsur estetika dan material yang digunakan.
Conceptual art dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk, mulai dari
pertunjukan, kejadian, objek fisik, da media lainnya. Mulai dari pertengahan era
1960-an sampai 1970-an, seniman conceptual art menghasilkan karya seni yang
berlawanan dengan standar dari seni. Para pelopor conceptual art menganggap bahwa
karya seni mereka menyampaikan pesan kekhawatiran terhadap berbagai standar
seperti estetika, ekspresi, skill, dan publikasi. Mereka menganggap sesuatu yang
dianggap seni oleh para pelaku seni sudah tidak relevan.
Kemunculan conceptual art membuat perubahan drastis. Beberapa pihak
menganggap conceptual art bukanlah seni. Meski begitu, conceptual art menjadi
kelanjutan dari gerakan seni sebelumnya. Sejarah menunjukkan bahwa conceptual
art sukses mendefinisikan ulang konsep karya seni sehingga akhirnya karya aliran ini
diterima secara luas oleh berbagai kolektor, galeri, dan kurator museum.
62
Kemunculan Conceptual Art
63
Conceptual art mengusung konsep seni sebagai ide. Joseph Kosuth
merupakan salah seorang yang pertama menyampaikan penjelasan conceptual art
yang dapat diterima secara logis. Kosuth mempertanyakan alasan bahwa seni harus
diwujudkan dalam bentuk visual, atau bahkan diwujudkan dalam media fisik apapun.
Dengan meminimalisir penggunaan material pada seni, para seniman berusaha untuk
memindahkan kriteria estetika dan status komoditas pada suatu karya artistik.
Selain seni sebagai ide, conceptual art juga mengusung konsep bahasa
sebagai seni. Penggunaan bahasa dalam karya seni sebenarnya bukanlah hal yang
baru. Akan tetapi, conceptual art menganggap bahasa sebagai bagian dari
intelektualitas dan banyak terinspirasi dari studi terbaru di bidang linguistik. Tulisan
yang biasa digunakan pada conceptual art biasanya berbentuk formulasi abstrak
seperti perintah mendadak, pernyataan yang ambigu, atau sekedar kata tunggal yang
menimbulkan berbagai asosiasi bagi penonton.
Conceptual art juga mengandung pesan kritis terhadap institusional dan
anti-komodifikasi. Seiring perkembangan dunia seni, para pelaku seni mulai
terdorong oleh kebutuhan pasar. Sebuah seni yang dianggap “baik” didorong muncul
ke permukaan, dan “buruk” tidak diperhatikan. Sistem ini dianggap hanya memberi
keuntungan pada sekelompok orang dan kaum elit.
Conceptual art juga menantang keberadaan authorship, atau
kepengarangan. Karya kloset dari Marchel Duchamp menyiratkan pesan bahwa
karya seni juga bisa diciptakan secara kolektif. Sol LeWitt, pada tulisannya berjudul
“Paragraphs on Conceptual Art”, mendukung ide bahwa karya seni tidak harus selalu
dikerjakan sepenuhnya oleh seniman.
Konsep terakhir dari conceptual art adalah photo-conceptualism. Konsep ini
menunjukkan bahwa fotografi dapat terintegrasi ke dalam konsep atau sistem yang
dirancang oleh seniman, sebagaimana coretan atau tulisan yang dulu digunakan
untuk menggambarkan atau menyimpan suatu ide. Berdasarkan konsep ini,
conceptual art memandang dokumentasi sebagai suatu karya seni, dan sebaliknya.
64
Conceptual Art: Antara Pop Art dan Kritik Tanpa Konsep
Z. OP ART
Op Art disebut juga Optical Art), yaitu kecenderungan gaya yang mencapai
popularitas pada tahun 1960s. Gaya seni rupa ini menggunakan landasan sains,
dengan mengandalkan ilusi optik untuk mencapai efek-efek tertentu, sering kali
mengesankan gerak. Dalam hal ini, Op art dapat dihubungkan dengan kinetic art. a.
Victor Vasarely (1908-1997) Tokoh dan teoritisi Op Art adalah seniman kelahiran
Hungaria, Victor Vasarely, tetapi muncul seniman-seniman lainnya yang tergolong
dalam gaya ini. Victor Vasarely.
65
Vega-Army (1973)
Bridget Riley adalah seniman Inggris yang juga merupakan tokoh Op Art yang
penting. Dalam karyanya, Current (1964) dan Crest (1964), ia menggunakan garis-
garis hitam parallel dan bergelombang di atas warna dasar putih untuk menciptakan
ilusi gerak ritmik, terkesan seperti riak air yang mengalir.
66
Ancient Greek architecture, particularly during the Classical period, introduced structures like temples and public buildings that became foundational in Western architecture. The Parthenon, designed with meticulous proportions, became a model of aesthetic perfection, influencing Roman architecture and later Western styles, including the use of Greek columns such as Doric, Ionic, and Corinthian .
In Greek art and mythology, heroism was depicted through stories of gods, demigods, and human figures like Achilles and Heracles. Art from the Classical period often showcased idealized human forms engaged in epic deeds or divine battles, reflecting societal values like physical perfection and moral virtue, serving both as religious veneration and cultural education .
Abstract Expressionism differed from previous movements by prioritizing personal expression, spontaneous creation, and emotional intensity. Techniques like Action Painting, as seen in the works of Jackson Pollock, emphasized the physical act of painting, creating dynamic, large-scale works without central focal points. Color Field Painting focused on simplicity and emotional impact of color, setting it apart from the detailed, subjective realism of predecessors .
Athens' political stability and prosperity, particularly under Pericles, allowed for a flourishing of arts and philosophy. The victory over Persia during the early Classical period fostered a sense of pride and motivated projects like rebuilding the Acropolis, symbolizing the city's power and dedication to the gods. This context facilitated major artistic developments, setting standards for beauty and harmony .
Greek pottery provides critical insights into ancient Greek art and culture due to its durability and the detailed imagery of mythological and everyday scenes it preserved. The evolution from geometric to black-figure and red-figure styles reflects advances in artistry and shifts in cultural narratives, allowing modern historians to contextualize other aspects of Greek society and art .
Socialist Realism emerged as a state-directed art form after the Soviet Union's 1934 Congress, designed to reflect socialist ideals and make these ideas accessible to the proletariat. Under Stalin, art was used as propaganda to support the government's vision, emphasizing scenes of everyday life and promoting themes that aligned with Soviet ideologies, thus significantly shaping the cultural landscape .
African art profoundly influenced Western modernist movements, such as Cubism. Artists like Picasso acquired African masks and sculptures, incorporating their abstract forms and stylistic elements into their work. This contributed to a broader movement toward abstraction and expression, challenging traditional Western aesthetic values and paving the way for modern art’s evolution .
Post-Impressionism built on Impressionism's use of color and light but sought greater emotional depth and structural composition. Artists like Vincent van Gogh and Paul Cézanne began to explore psychological themes and symbolism, moving away from fleeting impressions to more substantial and varied subjects, seeking personal expression over objective representation .
Impressionists, like Claude Monet, deviated from traditional techniques by focusing on capturing moments of light and color rather than detailed realism. They used loose brushwork and bright colors to convey sensory experiences. This was often done outdoors (plein air) to capture natural light, which went against the academic norms of detailed studio work .
Early Christian art and architecture were heavily influenced by Roman styles. The adaptation of the basilica form for churches transformed a Roman civic building into a space suitable for Christian worship. Mosaics in catacombs illustrated biblical scenes using techniques refined by Romans. Over time, Christian art developed unique iconography while maintaining structural influences from Roman architecture .