0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
103 tayangan34 halaman

Sifat dan Kegunaan Magnet dalam Kehidupan

Makalah ini membahas tentang magnet, termasuk pengertian, sifat, dan penggunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan tentang magnet."

Diunggah oleh

Nazib Siregar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
103 tayangan34 halaman

Sifat dan Kegunaan Magnet dalam Kehidupan

Makalah ini membahas tentang magnet, termasuk pengertian, sifat, dan penggunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan tentang magnet."

Diunggah oleh

Nazib Siregar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah penulis
dapat menyelesaikan makalah tentang magnet dengan baik

Adapun pembuatan makalah ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan tentang magnet, sifat,
serta kegunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penulisan makalah ini, penulis tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, arahan serta dorongan dari
berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut
berpartisipasi dalam menyelesaikan makalah ini.

Sebelumnya penulis mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini.
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun. Demikianlah makalah ini penulis buat,
mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kita semua.
Bukittinggi, November 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………… i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………….. ii

BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………. 1

1.2 Tujuan……………………………………………………………………………… 1

BAB 11 Pembahasan

2.1 Pengertian magnet……………………………………………………………….. 2

2.2 Sifat-sifat magnet………………………………………………………………… 6

2.3 Teori Magnet Elementer……………………………………………………….. 7

2.4 Bahan Magnetik dan nonmagnetik………………………………………….. 7

2.5 Gaya Lorentz……………………………………………………………………… 9

2.6 Membuat, Menghilangkan, serta Menyimpan magnet………………….. 10

2.7 Contoh penggunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari…………….. 13

2.8 Kemagnetan bumi………………………………………………………………… 14


BAB III Penutup

3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………. 17

3.2 Saran………………………………………………………………………….. 17

Daftar Pustaka………………………………………………………………………….. 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di bumi ini tentunya kita tidak asing dengan benda yang bernama magnet. Benda yang memiliki medan
magnet dan dua kutub ini dapat menarik benda-benda yang mengandung unsur logam. Kita dapat
menemukan magnet dimana saja, misalnya di toko mainan, toko bangunan, bahkan di bumi yang kita
pijak ini terdapat sumber medan magnet yang sangat banyak. Pada magnet terdapat dua kutub, yaitu
kutub utara yang selalu mengarah ke utara dan kutub selatan yang selalu mengarah ke selatan. Dan tak
jarang kita juga bisa menemukan magnet di dalam alat-alat elektronik. Biasanya kita melihat magnet
dalam berbagai bentuk, contohnya magnet U (sepatu kuda), magnet batang, magnet lingkaran, magnet
jarum (kompas), dan lain-lain. Namun sebenarnya magnet yang ada sekarang ini, hampir semuanya
adalah magnet buatan.

Magnet sebenarnya tidak hanya berupa magnet batang, jarum, lingkaran, yang biasa kita lihat pada
umumnya. Tetapi magnet juga bisa dibuat dengan cara sederhana dan tidak membutuhkan bahan-bahan
tertentu yang rumit seperti pada pembuatan magnet buatan. Kita hanya membutuhkan bahan-bahan
sederhana yang ada di sekitar kita, dan cara pembuatannya pun tak serumit magnet buatan pabrik.

Selain itu magnet juga sangat berguna bagi manusia. Misalnya saat kita tersesat di hutan kita dapat
menggunakan kompas sebagai penunjuk jalan, dalam hal ini magnet juga ikut berperan penting. Magnet
kulkas digunakan untuk menyimpan catatan di pintu kulkas. Tidak hanya itu, magnet juga sangat berguna
dalam dunia kesehatan. Sejak dulu magnet sudah digunakan dalam dunia pengobatan, terutama dalam
pengobatan alami (Naturopathy). Selain karena murah, hanya dengan satu set magnetic terbukti sangat
bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga (tidak hanya untuk pengobatan, tapi juga untuk hidup sehat
alami).

1.2 Tujuan

Untuk mengetahui sifat-sifat magnet.

Untuk mengetahui tentang medan magnet dan induksi magnet.

Untuk mengetahui bahan dan cara membuat magnet secara sederhana.

Untuk mengetahui manfaat magnet dalam kehidupan sehari-hari.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Magnet

Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Magnet berasal dari
bahasa Yunani magnes atau magnetis lithos yang berarti batuan magnesian. Magnesia adalah nama
sebuah propinsi di Yunani pada masa lalu yang kini bernama manisa (sekarang berada di wilayah Turki),
di propinsi inilah pertama kali magnet di temukan. Magnet merupakan benda yang dapat menarik benda
yang terbuat dari besi, baja, nikel dan kobalt. Magnet didefinisikan sebagai bahan feromagnetik dengan
daerah magnetik terarah sama sehingga menghasilkan medan magnet disekitarnya.

2.1 1 Penemuan Magnet


Penemuan magnet ini telah diketahui di Yunani, India, dan Cina sekitar 2500 tahun yang lalu magnet
berasal dari Lodestones yaitu berasal dari bijih besi. Magnet secara alami diciptakan yang dapat menarik
potongan besi lainnya. Lodestones merupakan kompas magnetik pertama.

Sebuah magnet terdiri atas magnet-magnet kecil yang tersusun dari kutub utara yang menghadap ke
arah kutub selatan magnet dan sebaliknya. Magnet-magnet kecil tersebut dinamakan domain atau
magnet elementer. Sebuah magnet terdiri atas magnet-magnet elementer yang tersusun secara teratur.
Magnet mempunyai bagian yang paling kuat daya tariknya yaitu bagian kutub magnet, terdiri dari kutub
utara (KU) dan kutub Selatan (KS). Ruangan di sekitar magnet yang masih dipengaruhi adanya gaya
magnet disebut medan magnet. Kuat medan magnet ditunjukkan oleh garis-garis magnet yang disebut
fluks.

Menurut proses terjadinya magnet dapat berupa magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam adalah
magnet yang tidak dibuat orang / magnet yang secara alami terdapat di alam tanpa proses pembuatan.
Magnet itu sudah bersifat magnet sejak semula. Magnet alam mempunyai bentuk yang tidak teratur,
seperti batuan alami / bongkahan berbagai batuan yang dapat menarik benda dari besi. Magnet alam
pertama kali ditemukan di kota magnesia di Asia Kecil. Magnet buatan adalah magnet yang dibuat oleh
manusia untuk keperluan tertentu. Magnet buatan terbuat dari besi atau baja. Magnet yang ada
sekarang ini, hampir semuanya adalah magnet buatan.

Berdasarkan bentuknya, magnet buatan mempunyai beberapa bentuk yaitu

Magnet batang

Magnet tabung

Magnet silinder

Magnet U

Magnet ladam

Magnet lingkaran

Magnet jarum

Magnet lempeng
Hubungan yang menarik antara dua kutub ini yaitu adanya garis gaya magnet antarkeduanya. Garis gaya
ini hanyalah garis khayal dari suatu magnet. Garis gaya ini berasal dari kutub utara menuju kutub selatan.

Berdasarkan adanya garis gaya inilah akan dihasilkan sifat interaksi antarkutub-kutub magnet. Jika dua
kutub magnet yang sama didekatkan maka akan terjadi sifat saling tolak. Sebaliknya, jika dua kutub
magnet yang berbeda didekatkan akan terjadi sifat saling tarik. Sehingga kita dapat membuat aturan
untuk kutub magnet: kutub senama tolak-menolak, dan kutub tak senama tarik-menarik.

Kutub-kutub magnet selalu berpasangan yaitu kutub utara dan kutub selatan. Selama bertahun-tahun
para ilmuwan mencoba mendapatkan satu kutub saja yang ada pada sebuah magnet. Jika sebuah
magnet dipotong menjadi dua, ternyata hasilnya berupa dua magnet yang lebih kecil dan masing-masing
tetap memiliki kutub utara dan selatan.

2.1 2 Medan Magnet

Walaupun gaya-gaya magnet yang terkuat terletak pada kutub-kutub magnet, gaya-gaya magnet tidak
hanya berada pada kutub-kutubnya saja. Gaya-gaya magnet juga timbul di sekitar magnet. Daerah di
sekitar magnet yang terdapat gaya-gaya magnet disebut medan magnet. Medan magnet dapat dirasakan
atau ada di sekitar kutup magnet. Apabila ada kutub magnet lain dalam medan medan magnet maka
akan ada gaya interaksi magnetik atau disebut sebagai gaya magnet. Medan magnet dapat timbul dari
bahan-bahan dari alam yang mempunyai sifat kemagnetan atau bisa juga ditimbulkan oleh adanya arus
listrik. Salah satu tokoh terkenal yang meneliti tentang medan magnet adalah Hans Christian Oersted
(1777-1851). Oersted merupakan orang pertama yang dalam percobaannya mengetahui terjadinya
medan magnet oleh arus listrik. Gaya magnet ini dalam aplikasinya banyak digunakan sebagai dasar
dalam mengubah energi listrik menjadi enegi mekanik. Misalkan dalam pembuatan motor listrik,
pembuatan generator. Selain karena adanya arus listrik medan magnet juga dapat ditimbulkan karena
sifat kemagnetan bahan.
Garis gaya magnet dapat digambarkan dengan cara menaburkan serbuk besi pada kertas yang diletakkan
di atas magnet. Jika pada suatu tempat garis gaya magnetnya rapat, berarti gaya magnetnya kuat.
Sebaliknya jika garis gaya magnetnya renggang, berarti gaya magnetnya lemah.

Seperti halnya garis gaya listrik yang menggambarkan medan listrik, garis gaya magnet dapat
menggambarkan medan magnet. Namun tidak seperti garis gaya listrik yang dapat berawal dan berakhir
pada satu muatan listrik, garis gaya magnet tidak ada awal dan akhirnya. Garis gaya magnet membentuk
lintasan tertutup dari kutub utara ke kutub selatan. Jadi, medan magnet adalah daerah di sekitar magnet
yang masih bekerja gaya magnet, digambarkan oleh garis gaya magnet yang menyebar dari kutub-kutub
magnet. (Sudibyo, Elok, dkk. 2008: 204-206)

2.1 3 Induksi MagnetPada suatu titik ada medan magnet bila muatan yang bergerak pada titik tersebut
mengalami gaya magnet. Medan magnet ini dikenal juga sebagai induksi magnet. Induksi magnet dapat
dilukiskan sebagai garisgaris yang arah singgungnya pada setiap titik menunjukkan arah vektor induksi
magnet di titik-titik tersebut. Induksi magnetik pada batang magnet akan muncul seperti diperlihatkan
dalam Gambar di bawah ini.

Banyaknya garis-garis induksi magnet yang melalui satuan luas bidang dinyatakan sebagai besar induksi
magnet di titik tersebut. Banyaknya garis-garis induksi magnet dinamakan fluks magnet sedang
banyaknya garis-garis induksi magnet persatuan luas dinamakanrapat fluks magnet (B). Hubungan antara
fluks magnet dan rapat fluks magnet dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai
Dalam sistem MKS, satuan fluks magnet adalah weber

(W)

atauTesla m2, sedang satuan rapat fluks magnet adalah weber/m2 (W/m2) atau dikenal dengan Tesla (T).
Untuk sistem CGS satuan fluks magnet adalah Maxwell (M), sedang satuan rapat fluks magnet adalah
Maxwell/cm2 (M/cm2). Satuan Maxwell/cm2 disebut juga dengan nama Gauss (G). Hubungan satuan
sistem MKS dan sistem CGS adalah 1 T = 104 G.

2.2 Sifat-Sifat Magnet

Magnet memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

Mampu menarik benda-benda yang mengandung bahan besi, kobalt atau nikel.

Kekuatan gaya tarik magnet yang paling kuat terletak pada kutub-kutubnya. Makin dekat jarak kutub
magnet terhadap suatu benda, makin kuat tarikan magnet itu.

Magnet mempunyai 2 buah kutub, yaitu kutub utara (North/N) dan kutub selatan (South/S).

Kutub utara magnet menunjuk ke arah selatan bumi, kutub selatan magnet menunjuk ke arah kutub
utara bumi.

Kompas merupakan alat penunjuk arah. Di dalam terdapat magnet jarum yang bergerak bebas. Jarum
kompas selalu menunjuk arah utara dan selatan.

Kutub-kutub magnet yang sama akan tolak menolak dan kutub-kutub magnet tidak sama akan tarik
menarik.

Gaya tarik magnet dapat menembus benda-benda tipis seperti kertas, plastik.

2.3 Teori Magnet Elementer

Setiap benda magnetik pada dasarnya terdiri magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.
Prinsip membuat magnet adalah mengubah susunan magnet elementer yang tidak beraturan menjadi
searah dan teratur. Sebuah kapur jika dibagi menjadi bagian-bagian yang sangat kecil. setiap bagian itu
masih mempunyai sifat kapur. Demikian pula magnet, jika dibagi-bagi, setiap bagian magnet masih
mempunyai dua jenis kutub magnet, yaitu kutub utara magnet (U) dan kutub selatan magnet (S).
Berdasarkan kenyataan itu, dikembangkanlah teori magnet yang disebut teori magnet elementer.

Dalam teori ini dikatakan bahwa sifat magnet suatu benda (besi atau baja) ditimbulkan oleh magnet-
magnet kecil dalam benda tersebut yang disebut magnet elementer. Suatu benda akan bersifat magnet
jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah yang cenderung sama dan tidak mempunyai sifat
magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak (sembarang). Pada besi magnet,
elementernya menunjuk arah yang sama. Antar magnet elementer tersebut terdapat gaya tolak-menolak
dan gaya tarik-menarik. Akan tetapi, di bagian ujung magnet hanya terdapat gaya tolak-menolak.

Itulah sebabnya pada ujung-ujung magnet terdapat gaya magnet paling kuat, sedangkan bagian
tengahnya lemah. Pada besi bukan magnet, magnet-magnet elementernya mempunyai arah acak atau
sembarang Karena arahnya acak, gaya tarik-menarik dan tolak-menolak antar magnet elementer saling
meniadakan. Itulah sebabnya pada besi bukan magnet tidak terdapat gaya magnet (sifat magnet).

Benda-benda yang magnet elementernya mudah diatur arahnya dapat dibuat menjadi magnet. Namun,
magnet ini kemagnetannya tidak awet. Magnet yang demikian disebut magnet lunak. Sebaliknya, ada
benda yang sulit dijadikan magnet. Namun, setelah menjadi magnet. kemagnetannya awet. Magnet yang
demikian disebut magnet keras.

2.4 Bahan Magnetik dan Bahan Nonmagnetik

Benda dapat digolongkan berdasarkan sifatnya. Kemampuan suatu benda menarik benda lain yang
berada di dekatnya disebut kemagnetan. Berdasarkan kemampuan benda menarik benda lain
dibedakan menjadi dua, yaitu benda magnet dan benda bukan magnet. Namun, tidak semua benda
logam yang berada di dekat magnet dapat ditarik. Oleh karena itu sifat kemagnetan benda dapat
digolongkan menjadi:
Bahan magnetik (feromagnetik), yaitu bahan yang dapat ditarik magnet dengan kuat. Contoh: besi, baja,
besi silikon, nikel, kobalt.

Bahan non magnetik

Paramagnetik, yaitu bahan yang ditarik lemah oleh magnet.

Contoh: alumunium, magnesium, wolfram, platina dan kayu

Diamagnetik, yaitu bahan yang ditolak oleh magnet.

Contoh: Bismuth, tembaga, emas, perak, seng, garam dapur.

Benda-benda magnetik yang bukan magnet dapat dijadikan magnet. Benda itu ada yang mudah dan
ada yang sulit dijadikan magnet. Baja sulit untuk dibuat magnet, tetapi setelah menjadi magnet sifat
kemagnetannya tidak mudah hilang. Oleh karena itu, baja digunakan untuk membuat magnet tetap
(magnet permanen). Besi mudah untuk dibuat magnet, tetapi jika setelah menjadi magnet sifat
kemagnetannya mudah hilang. Oleh karena itu, besi digunakan untuk membuat magnet sementara.

Berdasarkan jenis bahan yang digunakan, magnet dapat dibedakan menjadi empat tipe:

Magnet Permanen Campuran

Sifat magnet tipe ini adalah keras dan memiliki gaya tarik sangat kuat. Magnet permanen campuran
dibagi menjadi:

Magnet alcomax, dibuat dari campuran besi dengan almunium

Magnet alnico, dibuat dari campuran besi dengan nikel

Magnet ticonal, dibuat dari campuran besi dengan kobalt

Magnet Permanen Keramik

Tipe magnet ini disebut juga dengan magnadur, terbuat dari serbuk ferit dan bersifat keras serta memiliki
gaya tarik kuat.
Magnet Besi Lunak

Tipe magnet besi lunak disebut juga stalloy, terbuat dari 96% besi dan 4% silicon. Sifat kemagnetannya
tidak keras dan sementara.

Magnet Pelindung

Tipe magnet ini disebut juga mumetal, terbuat dari 74% nikel, 20% besi, 5% tembaga, dan 1% mangan.
Magnet ini tidak keras dan bersifat sementara.

Berdasarkan penggolongan magnet buatan diatas serta kemampuan bahan menyimpan sifat magnetnya,
kita dapat menggolongkan bahan-bahan magnetic ke dalam magnet keras dan magnet lunak. Sebagai
contoh bahan-bahan magnet keras ialah baja dan alcomax. Bahan ini sangat sulit untuk dijadikan
magnet. Namun demikian, setelah bahan tersebut menjadi magnet, bahan-bahan magnet keras ini akan
dapat menyimpan sifat magnetiknya relative sangat lama. Karena pertimbangan atau alasan itulah
bahan-bahan magnet keras ini lebih banyak dipakai untuk membuat magnet tetap (permanen). Contoh
pemakaiannya adalah pita kaset dan kompas. Bahan-bahan magnet lunak, misalnya besi dan mumetal,
jauh lebih mudah untuk dijadikan magnet. Namun demikian, sifat kemagnetannya bersifat sementara
atau mudah hilang. Itulah sebabnya, bahan-bahan magnet lunak ini banyak dipakai untuk membuat
electromagnet (magnet listrik). (Budi Prasodjo, 2007: 242-243).Magnet tetap tidak memerlukan tenaga
atau bantuan dari luar untuk menghasilkan daya magnet (berelektromagnetik).

Jenis magnet tetap selama ini yang diketahui terdapat pada:

Magnet neodymium, merupakan magnet tetap yang paling kuat. Magnet neodymium (juga dikenal
sebagai NdFeB, NIB, atau magnet Neo), merupakan sejenis magnet tanah jarang, terbuat dari campuran
logam neodymium,

Magnet Samarium-Cobalt: salah satu dari dua jenis magnet bumi yang langka, merupakan magnet
permanen yang kuat yang terbuat dari paduan samarium dan kobalt. Magnet tidak tetap (remanen)
tergantung pada medan listrik untuk menghasilkan medan magnet. Contoh magnet tidak tetap adalah
elektromagnet.
2.5 Gaya Lorentz

Kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F) akibat dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B

Hendrik Antoon Lorentz adalah seorang peneliti efek yang akan timbul dari kawat dan medan magnet
yang saling berinteraksi. Penelitian ini menghasilkan istilah gaya Lorentz, yaitu gaya yang timbul akibat
interaksi penghantar arus dalam medan magnet. Gaya ini mempunyai arah tertentu. Penentuan arah
gaya dipengaruhi oleh arah arus dan medan magnet. Metode yang digunakan untuk menentukan arah
gaya tersebut dikenal dengan kaidah tangan kanan. Kaidah ini menempatkan ketiga jari, yaitu ibu jari,
telunjuk dan jari manis dengan posisi saling tegak lurus.

Rumus : F = B x L x l

Keterangan :

F = Gaya lorentz, satuannya newton (N)

B = Kuat medan, satuannya tesla (T)

L = kuat arus listrik, satuannya ampere (A)

l = panjang kawat penghantar, satuannya meter (m)

Gaya Lorentz adalah gaya (dalam bidang fisika) yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau
oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet, B. Arah gaya ini akan mengikuti arah maju
skrup yang diputar dari vektor arah gerak muatan listrik (v) ke arah medan magnet, B, seperti yang
terlihat dalam rumus berikut:

di mana

F adalah gaya (dalam satuan/unit newton)

B adalah medan magnet (dalam unit tesla)

q adalah muatan listrik (dalam satuan coulomb)

v adalah arah kecepatan muatan (dalam unit meter per detik)

× adalah perkalian silang dari operasi vektor.

Untuk gaya Lorentz yang ditimbulkan oleh arus listrik, I, dalam suatu medan magnet (B), rumusnya akan
terlihat sebagai berikut (lihat arah gaya dalam kaidah tangan kanan):

di mana

F = gaya yang diukur dalam unit satuan newton

I = arus listrik dalam ampere

B = medan magnet dalam satuan tesla


= perkalian silang vektor, dan

L = panjang kawat listrik yang dialiri listrik dalam satuan meter.

Gaya lorentz diterapkan pada peralatan-peralatan berikut ini :

a). Motor listrik

b). Alat ukur listrik seperti amperemeter, voltmeter, dan multimeter.

2.6 Membuat, menghilangkan serta menyimpan Magnet

2.6 1 Bahan dan Cara membuat magnet

Cara membuat magnet ada 3 macam yaitu :

Dengan cara menggosok

Cara menggosok yaitu dengan cara menggosok-gosokkan magnet pada besi atau hendak dijadikan
magnet. Suatu bahan dapat dibuat menjadi magnet dengan cara menggosokkan sebatang magnet tetap
secara berulang-ulang pada bahan tersebut. Sifat kemagnetan bahan memiliki kutub yang berlawanan
dengan magnet penggosoknya.

Alat dan Bahan:


Magnet batang

1 buah paku besar

Klip kertas

Cara Membuat:

Gosokkan magnet pada batang paku berulang-ulang, dengan cara searah.

Coba tempelkan ujung paku pada klip paper

Maka klip paper akan menempel di ujung paku

Dengan Cara Induksi

Cara induksi yaitu dengan mendekatkan sebuah magnet pada benda yang hendak dijadikan magnet.
Suatu bahan yang didekatkan pada magnet, maka sifat kemagnetan magnet akan ikut berpindah ke
bahan tersebut, namun sifat kemagnetan bahan akan hilang ketika magnet dijauhkan dari bahan.
Alat dan bahan :

2 buah magnet batang

1 buah paku besar

Beberapa buah klip kertas

Cara Membuat:

Tempelkan 1 buah magnet batang pada salah satu ujung paku besar.

Dekatkan ujung paku yang lain pada klip kertas

Klip kertas akan menempel pada ujung paku yang lain.

Dengan Cara Mengaliri Listrik

Cara aliran listrik yaitu dengan mengalirkan listrik pada lilitan kawat yang dapat yang dapat menimbulkan
medan magnet. Suatu bahan akan memiliki sifat magnet ketika dialiri arus listrik searah, namun akan
hilang kemagnetannya jika arus tersebut dihilangkan. Apabila bahan dialiri arus listrik yang cukup besar,
maka sifat kemagnetannya tidak berubah (magnet tetap).

Alat dan Bahan :

Kabel yang berisi kawat tembaga (sehelai saja bila kabelnya rangkap dua).
Paku besar.

Baterai.

Paper klip atau logam kecil lainnya (paku payung, jarum, dll)

Cara Membuat:

Kupas kulit kabel tembaga pada tiap jung-ujungnya.

Lilitkan kabel tembaga pada paku (usahakan serapat mungkin).

Tempelkan ujung-ujung kabel tembaga pada baterai, dan tunggu beberapa saat.

Untuk mengujinya coba dekatkan paku tersebut pada paper klip atau logam kecil lainnya.

Maka paper klip akan melekat pada paku.

Magnet yang demikian disebut magnet listrik atau elektromagnet. Membuat magnet dari baja lebih
sukar daripada membuat magnet dari besi, tetapi sifat kemagnetan baja lebih tahan lama dari magnet
besi.

2.6 2 Cara menghilangkan sifat kemagnetan

Adapun menghilangkan sifat kemagnetan dapat dilakukan dengan cara :

Memukul-mukul magnet secara berulang-ulang dengan benda yang keras hingga bentuknya berubah
atau rusak.
Magnet yang mengalami pemukulan akan menyebabkan perubahan susunan magnet elementernya.
Akibat pemanasan dan pemukulan magnet elementer menjadi tidak teratur dan tidak searah. Magnet-
magnet elementer yang tadinya segaris (searah) menjadi berarah sembarangan, sehingga benda
kehilangan sifat magnetiknya.

Mambakar magnet atau dipanaskan hingga berpijar

Pemanasan pada magnet menyebabkan sifat kemagnetannya berkurang atau bahkan hilang. Hal ini
terjadi karena tambahan energi akibat pemanasan menyebabkan partikel-partikel bahan bergerak lebih
cepat dan lebih acak, maka sebagian magnet elementernya tidak lagi menunjuk arah yang sama seperti
semula. Bahkan setiap benda di atas suhu tertentu sama sekali tidak dapat dibuat menjadi magnet.

Membanting-banting magnet

Magnet diletakkan pada selenoida (kumparan kawat berbentuk tabung panjang dengan lilitan yang
sangat rapat) dan dialiri arus listrik bolak-balik (AC)

Penggunaan arus AC menyebabkan arah arus listrik yang selalu berubah-ubah. Perubahan arah arus
listrik memengaruhi letak dan arah magnet elementer. Apabila letak dan arah magnet elementer
berubah, sifat kemagnetannya hilang.

2.6 3 Cara menyimpan magnet

Untuk menyimpan magnet batang agar tidak kehilangan sifat kemagnetiknya, dapat dilakukan cara
berikut:
Menyimpan magnet batang secara berpasangan dengan kutub-kutub tidak sejenis saling berseberangan.
Tutup kedua ujung pasangan magnet dengan sepasang besi lunak, yang bertindak sebagai penyimpan.
Magnet-magnet elementer dari magnet diarahkan hingga membentuk rangkaian tertutup.

Menjauhkan dari medan listrik.

Jauhkan dari benda-benda yang panas/bersumber api. (Kanginan, 2002)

2.7 Contoh Penggunaan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

Magnet dapat ditemukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain

Jarum kompas adalah dari magnet permanen.

Pintu kulkas memiliki magnet permanen agar selalu tertutup.

Kartu ATM dan kartu kredit memiliki jalur magnet yang berisi informasi.

TV dan monitor komputer menggunakan elektromagnetik untuk menghasilkan gambar.

Mikrofon dan speaker menggunakan kombinasi magnet permanen dan elektromagnetik.

Media rekaman magnetik: Tape VHS biasa mengandung golongan tape bermagnet. Informasi yang
memproduksi video dan suara dikodekan pada lapisan bermagnet pada tape.

Kaset audio kompak mengandung magnet untuk menghasilkan audio.

Kartu kredit, kartu debit, dan kartu ATM: Semua kartu ini memiliki jalur bermagnet pada sisi-sisinya. Jalur
ini mengandung informasi yang dibutuhkan untuk menghubungi institusi keuangan pribadi dan
menghubungkan dengan rekening bank.

Magnet di lemari es memastikan pintu lemari es kedap udara, dengan itu menghindari pemborosan
energi.

Loudspeaker dan mikrophon: Loudspeaker merupakan kombinasi magnet permanen dan


elektromagnetik. Loudspeaker pada dasarnya perangkat yang mengkonversi energi listrik (sinyal) ke
energi mekanik (suara). Elektromagnetik membawa sinyal, yang menghasilkan perubahan bidang megnet
dan menarik bidang yang ada pada magnet permanen. Pergerakan penarikan dan penolakan
menggerakkan kon, yang menghasilkan suara. Kebanyakan speaker tergantung kepada teknologi ini,
tetapi ada juga yang menggunakan konsep yang berbeda.Mikrophon memiliki kon atau selaput yang
terlekat pada gelongan kabel. Gelung itu terletak dalam megnet berbentuk khusus. Bila suara
mengegarkan selaput maka gelung itu turut bergetar dan menghasilkan voltage saat ia melalui medan
magnet. Voltage dalam kabel ini adalah sinyal listrik yang mewakili suara asal.

Motor listrik dan generator: Motor listrik (seperti speaker) tergantung pada kombinasi eletromagnet dan
magnet permanen, dan seperti speaker, mengganti energi listrik menjadi energi mekanis. Generator
bertindak merubah energi mekanis ke energi listrik.

Transformer / trafo : Transformer merupakan perangkat yang mengkonversi energi listrik antara dua
perangkat yang terpisah mengngunakan listrik melalui konektor magnet.

2.8 Kemagnetan Bumi

2.8 1 Bumi Sebagai Medan Magnet

Batuan-batuan pembentuk bumi juga mengandung magnet elementer. Bumi dipandang sebagai sebuah
magnet batang yang besar yang membujur dari utara ke selatan bumi. Magnet bumi memiliki dua kutub,
yaitu kutub utara dan selatan. Kutub utara magnet bumi terletak di sekitar kutub selatan bumi. Adapun
kutub selatan magnet bumi terletak di sekitar kutub utara bumi. Magnet bumi memiliki medan magnet
yang dapat memperngaruhi jarum kompas dan magnet batang yang tergantung bebas.

Medan magnet bumi digambarkan dengan garis-garis lengkung yang berasal dari kutub selatan bumi
menuju kutub utara bumi. Magnet bumi tidak tepat menunjuk arah utara-selatan geografis.
Penyimpangan magnet bumi ini akan menghasilkan garis-garis gaya magnet bumi yang menyimpang
terhadap arah utara-selatan geografis.

2.8 2 Deklinasi dan Inklinasi

Jika kita perhatikan kutub utara jarum kompas dalam keadaan setimbang tidak tepat menunjuk arah
utara dengan tepat. Penyimpangan jarum kompas ini terjadi karena letak kutub-kutub magnet bumi tidak
tepat berada di kutub-kutub bumi, tetapi menyimpang terhadap letak kutub bumi. Hal ini menyebabkan
garis-garis gaya magnet bumi mengalami penyimpangan terhadap arah utara-selatan bumi. Akibatnya
penyimpangan kutub utara jarum kompas akan membentuk sudut terhadap arah utara-selatan bumi
(geografis). Sudut yang dibentuk oleh kutub utara jarum kompas dengan arah utara-selatan geografis
disebut deklinasi. Pernahkan kamu memperhatikan mengapa kedudukan jarum kompas tidak mendatar.
Penyimpangan jarum kompas itu terjadi karena garis-garis gaya magnet bumi tidak sejajar dengan
permukaan bumi (bidang horizontal). Akibatnya, kutub utara jarum kompas me- nyimpang naik atau
turun terhadap permukaan bumi. Penyimpangan kutub utara jarum kompas akan membentuk sudut
terhadap bidang datar permukaan bumi. Sudut yang dibentuk oleh kutub utara jarum kompas dengan
bidang datar disebut inklinasi. Alat yang digunakan untuk menentukan besar inklinasi disebut inklinator.
(Amrulloh, 2009)
Contoh Soal :

Sebuah kawat yang berukuran panjang 40 cm terletak dalam medan magnet. Kawat itu dialiri arus 2 A.
Berapa gaya lorentz yang terjadi pada kawat tersebut jika kuat medan magnet 15 tesla.

Penyelesaian :

Diketahui : l = 40 cm = 0,4 m

B= 15 T

L=2A
Ditanya : F ?

Jawab : F = B x L x l

= 15 T x 2 A x 0,4 m

= 12 N

Jadi, gaya lorentz yang terjadi pada kawat tersebut sebesar 12 N.

Kawat berarus listrik 1,2 A berada dalam medan magnet 40 tesla. Jika gaya yang dialami kawat tersebut
12 Newton, hitunglah panjang kawat yang dialiri arus listrik tersebut ?

Penyelesaian :

Diketahui : F = 12 N

B= 40 T

L = 1,2 A
Ditanya : l ?

Jawab : F = B x L x l

12 N = 40 T x 1,2 A x l

= 0,25 m

Jadi, panjang kawat yang dialiri arus listrik tersebut adalah 0,25 m.

Kawat sepanjang 5 meter diletakkan dalam medan magnet 20 tesla yang arahnya ke timur. Ternyata
kawat tersebut mengalami gaya lorentz yang arahnya ke atas sebesar 1.000 Newton. Hitunglah besar
kuat arus yang mengalir pada kawat tersebut.

Penyelesaian :

Diketahui : l = 5 m
B= 20 T

F=1.000 N

Ditanya : L ?

Jawab : F = B x L x l

1.000 N = 20 T x L x 5 m

= 10 A

Jadi, besar kuat arus yang mengalir pada kawat tersebut adalah 10 A.
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Magnet bukan hanya sekedar benda yang memiliki medan magnet. Namun, magnet juga memiliki ciri
khas tertentu, seperti :

Dapat menarik benda-benda yang terbuat dari besi dan baja.

Magnet dapat menembus benda-benda tertentu.

Gaya tarik terbesar terdapat pada kutubnya.

Kutub magnet yang senama akan tolak menolak, sedangkan kutub magnet yang tidak senama akan tarik
menarik.

Magnet dapat dibuat dengan cara dan benda-benda yang sederhana. Magnet memiliki manfaat yang
sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari.

3.2 Saran

Manfaatkan magnet dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama.


DAFTAR PUSTAKA

Abadi, Irawan.2009.IPA TERPADU Untuk SMP/MTs. Klaten:Intan Pariwara

Abdullah,Spd,M.K.2008.INTISARI FISIKA SMP. Jakarta:Pustaka Sandro Jaya


http://en.wikipedia.org/wiki/Magnet

http://mumtaza.wordpress.com/2007/11/20/mengenal-magnet-cara-membuatnya/

http://www.engineeringtown.com/kids/index.php/percobaan-lainnya/152-membuat-magnet-sederhana

Iklan

Anda mungkin juga menyukai