0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan22 halaman

Gas Mulia

Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA yang sangat stabil karena konfigurasi elektronnya yang terisi penuh (oktet atau duplet), seperti helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon. Unsur-unsur ini awalnya dianggap tidak dapat bereaksi, namun kini diketahui dapat membentuk senyawa tertentu.

Diunggah oleh

Andi Kaseroan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan22 halaman

Gas Mulia

Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA yang sangat stabil karena konfigurasi elektronnya yang terisi penuh (oktet atau duplet), seperti helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon. Unsur-unsur ini awalnya dianggap tidak dapat bereaksi, namun kini diketahui dapat membentuk senyawa tertentu.

Diunggah oleh

Andi Kaseroan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Gas Mulia

Gas mulia adalah unsur-unsur yang berada di golongan VIIIA. Hal ini sebagaimana selain berfase gas
pada suhu ruang, unsur-unsur ini bersifat sangat stabil (sukar bereaksi). Pada awalnya, unsur-unsur ini
dikenal dengan istilah gas inert karena tidak ada satupun unsur yang bereaksi dengan unsur lain
membentuk senyawa. Barulah pada tahun 1962, Neil Bartlett, seorang ahli kimia asal Kanada, berhasil
mensintesis senyawa xenon XePtF6. Sejak saat itu, berbagai senyawa gas mulia berhasil disintesis. Unsur-
unsur gas mulia terdiri dari helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), dan radon (Rn).

Lihat juga materi [Link] lainnya:


Polimer
Bilangan Kuantum

Keberadaan Gas Mulia di Alam

Oleh karena sifatnya yang stabil, di alam gas mulia ditemukan dalam bentuk monoatomik (atom
tunggal). Unsur-unsur gas mulia, kecuali radon, dapat ditemukan di udara pada atmosfer meskipun
dalam konsentrasi yang sangat kecil. Di antara gas mulia, argon merupakan yang paling banyak terdapat
di udara dengan kadar 0,93% dalam udara kering (bebas uap air). Helium lebih banyak ditemukan dalam
gas alam (dengan kadar ~1%) daripada dalam udara (~0,00052%). Sementara radon berasal dari
peluruhan radioaktif radium dan uranium. Radon juga bersifat radioaktif dan memiliki waktu paro yang
relatif pendek sehingga radon akan kembali meluruh menjadi unsur lainnya.

Punya PR yang gak ngerti? Yuk tanya di Forum [Link]

Sifat-sifat Gas Mulia

Sifat atomik

Unsur-unsur gas mulia memiliki konfigurasi elektron valensi yang oktet, yaitu ns2 np6, kecuali pada He
dengan konfigurasi duplet 1s2. Jari-jari atom dari He ke Rn bertambah sebagaimana bertambahnya
jumlah kulit elektron. Konfigurasi elektron dengan kulit valensi terisi penuh demikian menyebabkan gas
mulia cenderung sangat stabil (sangat sukar bereaksi).
Selain itu, unsur-unsur gas mulia memiliki energi ionisasi yang sangat besar dan afinitas elektron yang
sangat rendah. Energi ionisasi dari He ke Rn semakin berkurang, sebagaimana bertambahnya jari-jari
atom sehingga gaya tarik inti terhadap elektron valensi semakin melemah dan energi yang diperlukan
untuk melepaskan elektron semakin berkurang.

Sifat fisis

Unsur-unsur gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah. Titik didihnya hanya
beberapa derajat Celcius di atas titik lelehnya. Titik leleh dan titik didih dari He ke Rn bertambah
sebagaimana kekuatan gaya London (gaya dispersi) bertambah seiring dengan bertambahnya massa
atom dan jari-jari atom.

Densitas (kerapatan) gas mulia juga cenderung bertambah dari He ke Rn. Densitas gas dipengaruhi oleh
massa atom, jari-jari atom, dan gaya London. Densitas gas akan bertambah dengan bertambahnya
massa atom dan kekuatan gaya London, namun akan berkurang dengan bertambahnya jari-jari atom.
Namun demikian, pengaruh massa atom dan gaya London lebih signifikan dibanding pengaruh jari-jari
atom dalam hal ini, sehingga densitas bertambah dari He ke Rn.

Sifat kimia

Oleh karena konfigurasi elektron yang stabil, unsur-unsur gas mulia cenderung tidak reaktif (sangat sulit
bereaksi). Hal ini didukung oleh fakta bahwa di alam gas mulia selalu ditemukan dalam bentuk
monoatomik (atom tunggal). Namun demikian, para ahli telah berhasil mensintesis senyawa gas mulia
Ar, Kr, Xe, dan Rn. Kereaktifan unsur meningkat dari Ar ke Rn, di mana dalam reaksi dengan fluorin, Rn
dapat bereaksi spontan, Xe memerlukan pemanasan atau penyinaran dengan sinar UV agar reaksi
berlangsung, dan Kr hanya bereaksi jika diberi muatan listrik atau sinar X pada suhu yang sangat rendah.

Unsur He dan Ne ditemukan tidak mengalami reaksi kimia dan membentuk senyawa. Unsur Ar diketahui
bereaksi dengan HF membentuk senyawa HArF pada suhu 18 K. Unsur Kr dapat bereaksi dengan
F2 membentuk senyawa KrF2 dalam kondisi didinginkan pada −196°C dan diberi loncatan muatan listrik
atau radiasi sinar X. Unsur Xe dapat bereaksi dengan F2 membentuk tiga senyawa fluorida biner yang
berbeda—XeF2, XeF4, dan XeF6—bergantung pada kondisi reaksi dan jumlah reaktan. Unsur Rn bereaksi
secara spontan dengan F2 membentuk senyawa RnF2.

Mau latihan soal? Yuk jawab pertanyaan di Forum [Link]

Kegunaan Gas Mulia dalam Kehidupan Sehari-hari

Helium

1. Helium digunakan sebagai gas pengisi balon udara menggantikan gas hidrogen karena selain
ringan juga bersifat inert.
2. Helium cair digunakan untuk pendingin koil logam pada alat scanner tubuh (MRI) dan juga
pendingin dalam penelitian cryogenics dan superkonduktor sebagaimana titik didihnya yang
sangat rendah.

3. Helium digunakan sebagai pelarut gas oksigen dalam tabung oksigen penyelam ataupun tabung
oksigen rumah sakit. Helium dipilih menggantikan nitrogen karena selain sifatnya inert,
kelarutan gas helium dalam darah lebih kecil dibanding gas nitrogen.

Neon

Neon digunakan untuk lampu reklame. Hal ini sebagaimana gas neon dalam tabung bertekanan rendah
akan menghasilkan cahaya merah dengan intensitas tinggi jika diberi tegangan listrik.

Argon

1. Argon digunakan sebagai gas pengisi dalam beberapa jenis bola lampu karena sifatnya yang
tidak reaktif sehingga filamen wolfram tidak mudah putus.

2. Argon digunakan sebagai atmosfer inert pada pengelasan; sintesis kristal tunggal silikon atau
germanium dalam industri semikonduktor; dan eksperimen dalam glove box di laboratorium.

Kripton

Kripton dapat menghasilkan cahaya putih dengan intensitas tinggi jika diberi muatan listrik sehingga
banyak digunakan pada lampu landasan pesawat dan lampu fotografi berkecepatan tinggi.

Xenon

1. Xenon digunakan untuk lampu blitz fotografi dan beberapa jenis lampu mobil karena dapat
menghasilkan cahaya putih yang sangat terang dengan adanya muatan listrik.

2. Xenon dapat digunakan sebagai obat bius (anestetik). Namun, penggunaannya sangat terbatas
sehubungan dengan harganya yang sangat mahal.

Radon

1. Radon digunakan dalam radioterapi kanker (terapi radiasi) sebagaimana sifatnya yang radioaktif.

2. Radon dapat menjadi indikator keberadaan mineral radioaktif seperti bijih uranium dalam
tanah, bebatuan, ataupun bahan bangunan.

Contoh Soal Gas Mulia dan Pembahasan

Pernyataan berikut yang bukan merupakan sifat-sifat umum gas mulia, yaitu …

a. terdapat di alam dalam bentuk monoatomik


b. dapat bereaksi spontan membentuk berbagai senyawa
c. titik beku mendekati suhu 0 K
d. sukar melepas dan mengikat elektron
e. kereaktifan unsur semakin meningkat dari atas ke bawah golongan

Jawab:

b. dapat bereaksi spontan membentuk berbagai senyawa

Unsur-unsur gas mulia secara umum cenderung tidak dapat bereaksi spontan membentuk senyawa
karena konfigurasi elektronnya yang stabil.

Referensi

Atkins, Peter & Jones, Loretta. 2010. Chemical Principles: The Quest for Insight (5th edition). New York:
W.H. Freeman & Company
Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson
Education, Inc.
House, James E. 2013. Inorganic Chemistry (2nd edition). Oxford: Elsevier
Housecroft, Catherine E. & Sharpe Alan G. 2012. Inorganic Chemistry (4th edition). Harlow: Pearson
Education Limited
Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2008. Kimia SMA dan MA untuk Kelas XII Jilid 3. Jakarta: Esis
McMurry, John E., Fay, Robert C., & Robinson, Jill K. 2016. Chemistry (7th edition). New Jersey: Pearson
Education, Inc.
Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition).
Toronto: Pearson Canada Inc.
Purba, Michael. 2007. Kimia 3A untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga
Retnowati, Priscilla. 2006. SeribuPena Kimia SMA Kelas XII Jilid 3. Jakarta: Erlangga
Shriver, D., et al. 2014. Inorganic Chemistry (6th edition). New York: W.H. Freeman & Company

Artikel: Gas Mulia


Kontributor: Nirwan Susianto, [Link].
Alumni Kimia FMIPA UI

Materi [Link] lainnya:

1. Tata Nama Senyawa

2. Reaksi Redoks

3. Larutan Elektrolit
Hidrogen (bahasa Latin: hydrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air, genes: membentuk) adalah unsur
kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar,
hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan
merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu[n 1], hidrogen
adalah unsur teringan di dunia.

Hidrogen juga adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur
alam semesta.[9][n 2] Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan plasma. Senyawa
hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami di bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri
dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana. Hidrogen juga dapat dihasilkan dari air melalui
proses elektrolisis, namun proses ini secara komersial lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas
alam.[10]
a. Pengertian Gas Mulia

Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA dalam tabel periodik. Gas mulia terdiri dari Helium, Neon,
Argon, Kripton, Xenon, serta Radon. Disebut mulia karena unsur-unsur ini sangat stabil. Menurut Lewis,
kestabilan gas mulia tersebut disebabkan konfigurasi elektronnya yang terisi penuh, yaitu konfigurasi
oktet (duplet untuk Helium). Kestabilan gas mulia dicerminkan oleh energi ionisasinya yang sangat
besar, dan afinitas elektronnya yang sangat rendah. Para ahli zaman dahulu yakin bahwa unsur-unsur
gas mulia benar-benar inert. Pendapat ini dipatahkan, setelah pada tahun 1962, Neil Bartlett, seorang
ahli kimia dari Kanada berhasil membuat senyawa xenon, yaitu XePtF6. Sejak itu, berbagai senyawa gas
mulia berhasil dibuat.

· Energi Ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari suatu atom netral
dalam keadaan gas.

· Afinitas adalah kecenderungan suatu unsur atau senyawa untuk membentuk ikatan kimia dengan
unsur atau senyawa lain.

· Inert berarti sangat stabil dan sukar bereaksi dengan unsur lain.

b. Sifat Fisika dan Kimia

1. Sifat Fisika

Gas-gas mulia memiliki gaya interatomik yang lemah, sehingga membuat gas mulia memiliki leleh dan
titik didih sangat rendah. Seluruh unsur gas mulia bersifat monoatomik dalam kondisi standar, termasuk
unsur-unsur yang mempunyai masa atom lebih besar dari unsur padat.

Helium memiliki beberapa sifat yang unik bila dibandingkan dengan unsur gas mulia lainnya. Yang
pertama adalah helium mempunyai titik didih dan titik leleh yang lebih rendah daripada unsur lain. Sifat
itu dikenal sebagai superfluiditas. Helium adalah satu-satunya unsur yang tidak bisa dipadatkan dengan
pendinginan di bawah standar.

Helium, neon, argon, kripton, dan xenon mempunyai beberapa isotop stabil. Radon tidak mempunyai
isotop stabil. Isotop yang paling lama waktu hidupnya adalah 222Rn yang mempunyai waktu paruh 3,8
hari kemudian meluruh membentuk helium dan polonium, yang akhirnya meluruh membentuk timah.
· Monoatomik adalah unsur selain hidrogen H2, nitrogen N2, oksigen O2, fluor F2, klor Cl2, iod I2,
brom Br2, fosfor P4, belerang S8 dan selenium Se8.

· Isotop adalah unsur-unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama, tetapi memiliki massa atom
berbeda atau unsur-unsur sejenis yang memiliki jumlah proton sama, tetapi jumlah neutron berbeda.

Atom-atom gas mulia mempunyai jari-jari atom yang meningkat ke periode yang lebih tinggi
meningkatnya jumlah elektron. Ukuran atom berhubungan dengan beberapa sifat. Misalnya, energi
ionisasi menurun seiring meningkatnya jari-jari atom karena elektron valensi gas mulia yang lebih besar
akan lebih jauh dari inti. Maka dari itu, ikatan inti atom ke elektron valensi menjadi lemah. Gas mulia
memiliki energi ionisasi terbesar di antara unsur-unsur dari setiap periode, yang mencerminkan
stabilitas konfigurasi elektron dan berhubungan dengan kurang reaktifnya gas mulia. Gas mulia tidak
dapat menerima elektron untuk membentuk anion stabil. Itulah mengapa gas mulia memiliki afinitas
elektron negatif.

No. Sifat Fisika

1 Gaya Interatomik lemah;

2 Titik leleh dan titik didih tinggi;

3 Helium bersifat superfluiditas;

4 Radon tidak memiliki isotop stabil;

Berjari-jari atom yang meningkat ke periode yang lebih


5
tinggi saat meningkatnya jumlah elektron;

6 Energi ionisasi besar.

2. Sifat Kimia

a. Kereaktifan gas mulia sangat rendah

Gas mulia bersifat inert (lembam) di alam tidak ditemukan satupun senyawa dari gas mulia. Sifat inert
yang dimiliki ini berhubungan dengan konfigurasi electron yang dimilikinya. Electron valensi gas mulia
adalah 8 (kecuali 2 untuk Helium) dan merupakan konfigurasi yang paling stabil. Gas mulia memiliki
energy pengionan yang besar dan afinitas yang kecil. Energy pengionan yang besar memperlihatkan
sukarnya unsure-unsur gas mulia melepaskan electron sedangkan afinitas electron yang rendah
menunjukkan kecilnya kecendrungan untuk menyerap electron.
Oleh karena itu, gas mulia tidak memiliki kecendrungan untuk melepas ataupun menyerap electron.
Jadi, unsure-unsur dalam gas mulia sukar untuk bereaksi. Namun, untuk unsure gas mulia yang
mempunyai energy ionisasi yang kecil dan afinitas electron yang besar mempunyai kecenderungan
untuk membentuk ikatan kimia contohnya Xe dapat membentuk senyawa XeF2, XeF4 dan XeF6.

Kereaktifan gas mulia akan berbanding lurus dengan jari-jari atomnya. Jadi, kereaktifan gas mulia akan
bertambah dari He ke Rn. Hal ini disebabkan pertambahan jari-jari atom menyebabkan daya tarik inti
terhadap electron kulit terluar berkurang, sehingga semakin mudah ditarik oleh atom lain. Walaupun,
demikian unsure gas mulia hanya dapat berikatan dengan unsure yang sangat elektronegatif seperti
fluorin dan oksigen.

b. Makin besar jari-jari atom maka kereaktifan gas mulia semakin bertambah.

Pada tahun 1962, Neil Bartlet berhasil membuat senyawa stabil dari Xenon yaitu XePtF6. Penemuan ini
membuktikan bahwa gass mulia dapat bereaksi dengan unsure lain, meskipun dalam reaksi yang sangat
terbatas dan harus memenuhi criteria berikut :

1) Harga energy ionisasi gas mulia yang akan bereakssi haruslah cukup rendah (terletak dibagian
bawah pada SPU). Oleh karena itu, sampai sekarang gas mulia yang sudah dapat dibuat senyawanya
barulah Kripton, Xenon dan Radon.

2) Reaksi hanya akan terjadi apabila gas mulia direaksikan dengan unsure-unsur yang sangat
elektronegatif seperti fluorin dan oksigen.

Dari He ke Rn energy ionisasinya semakin kecil. Artinya semakin besar nomor atom gas mulia, maka jari-
jari atomnya semakin besar pula dan kereaktifannya semakin bertambah besar. Jika jari-jari atom
bertambah besar maka gaya tarik inti atom terhadap electron terluar makin lemah sehingga electron
lebih mudah tertarik ke zat lain. Hal tersebut terbukti karena sampai saat ini belum ada senyawa gas
mulia dari Helium, Neon dan Argon. Senyawa gas mulia yang berhasil dibuat adalah senyawa dari xenon,
krypton dan radon karena memang helium, neon dan argon sangat stabil sedangkan xenon, krypton dan
radon lebih reaktif. Di dalam gas mulia senyawa xenon merupakan senyawa yang paling banyak dibuat.

Sifat kereaktifan unsure-unsur gas mulia berurut Ne > He > Ar > Kr > Xe. Radon radioaktif. Konfigurasi
electron gas mulia dijadikan sebagai acuan bagi unsure-unsur lain dalam system periodik.

No. Sifat Kimia

1 Kereaktifan rendah

Tidak cenderung melepas atau menyerap


2
elektron

3 Jari-jari atom berpengaruh pada kereaktia gas

4 Tidak berwarna
5 Tidak berbau

6 Tidak berasa

7 Mudah terbakar dalam keadaan normal

c. Keberadaan di Bumi

Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA yang memiliki kestabilan yang sangat
tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik. unsur-unsur yang terdapat dalam gas
mulia yaitu Helium (He), Neon (Ne), Argon(Ar), Kripton(Kr), Xenon (Xe), Radon (Rn). Gas-gas ini pun
sangat sedikit kandungannya di bumi. Dalam udara kering maka akan ditemukan kandungan gas mulia
sebagai berikut :
Helium = 0,00052 %
Neon = 0,00182 %
Argon = 0,934 %
Kripton = 0,00011 %
Xenon = 0,000008
Radon = Radioaktif*

Tapi di alam semesta kandungan Helium paling banyak diantara gas mulia yang lain karena Helium
meupakan bahan bakar dari matahari. Radon amat sedikit jumlahnya di atmosfer atau udara. Dan
sekalipun ditemukan akan cepat berubah menjadi unsur lain, karena radon bersifat radioaktif. Dan
karena jumlahnya yang sangat sedikit pula radon disebut juga sebagi gas jarang.

Semua unsure gas mulia terdapat di udara. Unsure gas mulia yang paling banyak terdapat di udara
adalah argon, sedangkan unsure gas mulia yang paling sedikit adalah radon yang bersifat radioaktif
dengan waktu paruh yang pendek ( 4 hari ) dan meluruh menjadi unsure lain. Gas mulia kecuali radon
diperoleh dengan cara destilasi bertingkat udara cair. Sedangkan radon hanya dapat diperoleh dari
peluruhan radioaktif unsure radium, berdasarkan reaksi inti berikut :
226 222 4
88Ra 86Rn + 2He

Helium merupakan komponen (unsure) terbanyak di alam semesta yang diproses dari gas alam, karena
banyak gas alam yang mengandung helium. Secara spektoskopik helium telah terdeteksi keberadaanya
di bintang-bintang, terutama di bintang yang panas ( seperti matahari). Helium juga merupakan
komponen penting dalam reaksi proton–proton dan siklus karbon yang merupakan bahan bakar
matahari dan bintang lainnya.
d. Cara Pembuatan

Gas mulia di alam berada dalam bentuk monoatomik karena bersifat tidak reaktif. Oleh karena itu,
ekstraksi gas mulia umumnya menggunakan pemisahan secara fisis. Perkecualian adalah Radon yang
diperoleh dari peluruhan unsure radioaktif.

1. Ekstraksi Helium (He) dari gas alam

Gas alam mengandung hidrokarbon dan zat seperti CO2, uap air, He, dan pengotor lainnya. Untuk
mengekstraksi He dari gas alam, digunakan proses pengembunan (liquefaction). Pada tahap awal,
CO2 dan uap air terlebih dahulu dipisahkan (Hal ini karena pada proses pengembunan, CO2 dan uap air
dapat membentuk padatan yang menyebabkan penyumbatan pipa). Kemudian, gas alam diembunkan
pada suhu di bawah suhu pengembunan hidrokarbon tetapi di atas suhu pengembunan He. Dengan
demikian, diperoleh produk berupa campuran gas yang mengandung 50% He, N2, dan pengotor lainnya.
Selanjutnya, He dimurnikan dengan proses antara lain:

· Proses kriogenik (kriogenik artinya menghasilkan dingin). Campuran gas diberi tekanan, lalu
didinginkan dengan cepat agar N2 mengembun sehingga dapat dipisahkan, sisa campuran dilewatkan
melalui arang teraktivasi yang akan menyerap pengotor sehingga diperoleh He yang sangat murni.

· Proses adsorpsi. Campuran gas dilewatkan melalui bahan penyerap (adsorbent bed) yang secara
selektif menyerap pengotor. Proses ini menghasilkan He dengan kemurnian 99,997% atau lebih.

2. Ekstraksi He, Ne, Ar, Kr, dan Xe dari udara

Proses yang digunakan disebut teknologi pemisahan udara. Pada tahap awal, CO2 dan uap air dipisahkan
terlebih dahulu. Kemudian, udara diembunkan dengan pemberian tekanan 200 atm diikuti pendinginan
cepat. Sebagian besar udara akan membentuk fase cair dengan kandungan gas yang lebih banyak, yakni
60% gas mulia (Ar, Kr, Xe) dan sisanya 30% dan 10% N2. Sisa udara yang mengandung He dan Ne tidak
mengembun karena titik didih kedua gas tersebut sangat rendah. Selanjutnya Ar, Kr, dan Xe dalam udara
cair dipisahkan menggunakan proses, antara lain:

· Proses adsorpsi. Pertama, O2 dam N2 dipisahkan terlebih dahulu menggunakan reaksi kimia.
O2 direaksikan dengan Cu panas. Lalu N2 direaksikan dengan Mg. sisa campuran (A, Xe, dan Kr) kemudian
akan diadsorpsi oleh arang teraktivasi. Sewaktu arang dipanaskan perlahan, pada kisaran suhu tertentu
setiap gas akan terdesorpsi atau keluar dari arang. Air diperoleh pada suhu sekitar -80 , sementara Kr
dan Xe pada suhu yang lebih tinggi.

· Proses distilasi fraksional menggunakan kolom distilasi fraksional bertekanan tinggi. Prinsip
pemisahan adalah perbedaan titik didih zat. Karena titik didih N2 paling rendah, maka N2 terlebih dahulu
dipisahkan. Selanjutnya, Ar dan O2 dipisahkan. Fraksi berkadar 10% Air ini lalu dilewatkan melalui kolom
distilasi terpisah dimana diperoleh Ar dengan kemurinian 98% (Ar dengan kemurnian 99,9995% masih
dapat diperoleh dengan proses lebih lanjut). Sisa gas, yakni Xe dan Kr, dipisahkan pada tahapan distilasi
selanjutnya.

e. Kegunaan dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Kegunaan Helium (He)

a) Sebagai gas pengisi kapal udara dan balon udara untuk mempelajari cuaca, karena sifatnya yang
sukar bereaksi, tidak mudah terbakar dan ringan.

b) Helium cair dipakai sebagai cairan pendingin untuk menghasilkan suhu yang rendah karena memiliki
titik uang yang sangat rendah

c) Udara yang dipakai oleh penyelam adalah campuran 80 % He dan 20 % oksigen. Helium digunakan
untuk menggantikan nitrogen karena jika penyelam berada pada tekanan yang tinggi (dibawah laut)
maka kemungkinan besar nitrogen larut dalam darah. Dalam jumlah sediki t saja nitrogen larut dalam
darah, maka akan terjadi halusinasi yang disebut narkos nitrogen. Akibat halusinasi ini penyelam
mengalami seperti terkena narkoba sehingga membahayakan penyelam. Selain itu, ketika nitrogen
banyak larut dalam darah dan penyelam kembali ke keadaan normal maka timbul gelembung gas
nitrogen dalam darah yang menimbulkan rasa nyeri yang hebat karena nitrogen melewati pembuluh-
pembuluh darah bahkan dapat mengakibatkan kematian. Inilah yang disebut benos.

d) Campuran Helium dan Oksigen juga dipakai oleh para pekerja dalam terowongan dan tambang
bawah tanah yang bertekanan tinggi.

e) Di rumah sakit, campuran Helium dan Oksigen dipakai sebagai pernapasan pada penderita asma.

2. Kegunaan Neon (Ne)

a) Neon biasanya digunakan untuk mengisi lampu neon

b) Neon digunakan juga sebagai zat pendingin, indicator tegangan tinggi, penangkal petir dan untuk
pengisi tabung-tabung televise.

c) Neon cair digunakan sebagai pendingin pada reactor nuklir.

3. Kegunaan Argon (Ar)

a) Sebagai pengisi lampu pijar karena tidak bereaksi dengan kawat wolfram yang panas

b) Untuk lampu reklame dengan cahaya berwarna merah muda


c) Sebagai atmosfer pada pengelasan benda-benda yang terbuat dari stainless steal, titanium,
magnesium dan aluminium. Misalkan pengelasan titanium pada pembuatan pesawat terbang atau roket

4. Kegunaan Kripton (Kr)

a) Gas krypton bersama dengan argon digunakan untuk mengisi lampu tioresensi (lampu neon)
bertekanan rendah. Krypton inilah yang membuat lampu menyala menjadi putih.

b) Untuk lampu kilat fotografi berkecepatan tinggi

c) Krypton juga digunanakan dalam lampu mercusuar, laser untuk perawatan retina.

5. Kegunaan Xenon (Xe)

a) Untuk pembuatan tabung electron

b) Untuk pembiusan pasien pada saat pembedahan karena xenon bersifat anestetika (pemati rasa)

c) Sebagai bahan baku pembuatan senyawa-senyawa xenon

d) Garam Perxenan (Na4XeO3) sebagai oksidator paling kuat

e) Untuk membuat lampu-lampu reklame yang member cahaya biru.

f) Pembuatan lampu untuk bakterisida (pembunuh bakteri)

g) Untuk mengeluarkan cahaya pada kamera saat pemotretan (blitz)

6. Kegunaan Radon (Rn)

a) Gas radon bersifat radioaktif sehingga banyak digunakan dalam terapi radiasi bagi penderita kanker
dengan memanfaatkan sinar yang dihsilkan. Namun demikian, jika radon terhisap dalam jumlah cukup
banyak akan menimbulkan kanker paru-paru

b) Karena peluruhan yang cukup cepat, radon digunakan dalam penyelidikan hidrologi yang mengkaji
interaksi antara air bawah tanah, anak sungai dan sungai

c) Radon juga dapat berperan sebagai peringatan gempa karena bila lempengan bumi bergerak kadar
radon akan berubah sehingga bias diketahui bila adanya gempa dari perubahan kadar radon.
contoh soal dan pembahasan gas mulia

Gas mulia

1. Molekul-molekul gas mulia bersifat non polar, sebab ....

A. ikatan antara atom-atomnya adalah kovalen non polar

B. hanya terdiri atas satu atom yang bersifat netral

C. molekulnya terdiri atas atom-atom yang netral

D. kedudukan atom-atom dalam molekulnya simetri

E. momen dipolnya lebih besar dari satu

Pembahasan:

Molekul gas mulia adalah monoatomik, hanya terdiri atassatu atom. Oleh sebab itu molekulnya non
polar, karena atom bersifat netral, momen dipolnya nol. Tidak ada pemisahan muatan, karena seluruh
elektron yang bermuatan negatif mengelilingi proton yang bermuatan positif dan berada dalam inti
atom bersama netron.

2. Titik didih dan titik leleh He hingga Xe di bawah suhu kamar, sebab ....

A. gaya tarik Van der Walls relatif lemah

C. tekanan gasnya rendah pada suhu kamar

C. molekul-molekulnya bergerak bebas

D. atom-atomnya netral dan stabil

E. molekul-molekulnya relatif ringan

Pembahasan:

Titik didih dan titik leleh He - Xe di bawah suhu kamar, karena gaya Van Der Wallsnya relatif rendah.
Molekul-molekulnya mudah bergerak bebas

3. Titik didih dan titik leleh gas mulia dari He hingga Xe makin tinggi, sebab ....

A. terjadi dipol sesaat

B. terdapat gaya tarik coulomb

C. energi ionisasi makin kecil

D. gaya Van der Walls makin kuat


E. gaya elektrostatik makin lemah

Pembahasan: Makin tingginya titik didih dan titik leleh He hingga Xe, karena gaya Van Der Wallsnya
makin kuat. Makin kuatnya gaya VDW, molekul-molekul gas mulia makin rapat, sehingga untuk
menjauhkan letak partikel diperlukan tambahan energi.

[Link] gas mulia berikut yang benar adalah ....

A. helium untuk pengawet makanan

B. neon untuk lampu pembasmi nyamuk

C. argon untuk lampu reklame

D. kripton untuk katalis

E. xenon untuk terapi kanker

Pembahasan:

Argon sering digunakan untuk lampu reklame, karena cahayanya terang dan berwarna. Padadasarnya
semua gas mulia bercahaya.

[Link] unsur-unsur gas mulia berikut yang benar adalah ....

A. kemampuan bereaksi semua gas mulia sama

B. xenon lebih reaktif daripada argon

C. kripton tidak dapat direaksikan dengan unsur manapun

D. senyawa helium, neon, argon belum dapat dibuat

E. Xe lebih mudah direaksikan dengan oksigen daripada fluor

Pembahasan:

Xe lebih reaktif daripada Ar, karena jari-jari aton Xe lebih besar, elektron terluarnya terikat lebih lemah
oleh inti atom. Oleh sebab itu elektron ini lebih mudah tertarik oleh unsur lain yang daya tariknya sangat
kuat.

6. Ternyata Ar hingga Xe dengan kondisi tertentu dapat direaksikan dengan unsur yang paling ....
A. ringan

B. kecil

C. tidak stabil

D. mudah bereaksi

E. elektronegatif

Pembahasan:

Unsur yang paling elektronegatiflah yang memiliki daya tarik terbesar terhadap elektron gas mulia,
karena unsur elektronegatif berarti memiliki daya tarik besar terhadap elektron. Unsur ini adalah unsur
non logam. Karena gas mulia juga tergolong non logam, maka ikatan kimia yang terbentuk tentulah
kovalen.

[Link] Xe, Kr, dan Ar dapat dibuat dengan kondisi tertentu. Pernyataan yang benar adalah ....

a. senyawa Xe paling sulit terbentuk

b. Xe dapat membentuk senyawa-senyawa XeF2, XeF4, dan XeF6

c. fluor paling sulit bereaksi dengan gas mulia

d. Xe paling reaktif karena energi ionisasinya tertinggi

e. senyawa argon lebih mudah dibuat daripada senyawa kripton

Pembahasan:

a. Senyawa He, Ne, dan Ar lebih sulit dibuat dibanding Xe.

b. Xe dapat membentuk senyawa dengan F, karena F unsur paling elektronegatif.

c. fluor paling mudah bereaksi dengan gas mulia, karena F paling elektronegatif.

d. Xe paling reaktif karena energi ionisasinya lebih rendah dari unsur-unsur di atasnya.

e. senyawa argon lebih sulit dibuat daripada senyawa kripton, karena Ar di atas Kr, energiionisasinya
lebih besar.

8. Gas mulia dinyatakan sebagai molekul monoatomik, sebab ....


a. molekul-molekulnya terdiri atas satu atom

b. setiap atom gas mulia saling berikatan membentuk molekul

c. bagian terkecil dari unsur gas mulia adalah molekul

d. atom gas mulia sebenarnya berupa molekul

e. atom-atom gas mulia membentuk molekul kovalen

Pembahasan:

Molekul monoatomik adalah molekul yang hanya mengandung satu atom. Masing-masing atom gas
mulia sukar bereaksi, sebab sukar berikatan dengan atom yang sama maupun berbeda. Sangat sulitnya
atom gas mulia berikatan, disebabkan oleh elektron valensinya yang dalam keadaan stabil. Konfigurasi
elektron stabil ini disebabkan oleh jumlah elektronnya genap yang berarti masing-masing elektron telah
saling berpasangan. Selain elektron-elektron tersebut saling berpasangan, orbital-orbital valensinya
terisi penuh. Karena elektronnya penuh inilah menyebabkan gas mulia tak ingin melepaskan dan tak
ingin pula menarik untuk menambah jumlah elektron. Jadi molekul monoatomik hanya dimiliki oleh gas
mulia.

[Link] gas mulia yang paling banyak di sintesis adalah ....

A. helium

B. neon

C. argon

D. xenon

E. kripton

[Link] berikut merupakan sifat-sifat gas mulia, kecuali ....

A. unsur paling stabil

B. sukar melepaskan atau menangkap elektron

C. mudah bereaksi dengan unsur lain


D. terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas

E. titik beku mendekati suhu 0 K

[Link] teori hibridisasi, bagaimana orbital hibrid dan bentuk molekul senyawa XeF2?

A. sp3d - tetrahedral

B. sp3d - linear

C. d2sp3 - oktahedral

D. d2sp3 - tetrahedral

E.sp3d2 - okthedal

Dengan menggunakan teori VSEPR maka kita bisa menentukan berbagai macam struktur suatu molekul.
Tahap-tahap untuk menentukan struktur molekul adalah sebagai berikut:

Tahap1
Gambarlah struktur Lewis dari molekul tersebut

Tahap 2
Tentukan jumlah elektron yang berpasangan pada atom pusat molekul tersebut

Tahap3
Tentukan geometri molekul tersebut sesuai dengan jumlah pasangan elektron pada tahap 2 apakah
linier, trigonal planar, tetrahedarl, trigonal bipiramid, atau oktahedral.
Tahap 4
Tentukan struktur molekulnya dengan cara mengetahui berapa banyak pasangan elektron yang
berikatan (lihat susunan atom-atom yang berikatan dengan atom pusatnya.

[Link] gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain. Hal ini disebabkan karena gas mulia ....

A. sedikit terdapat di alam

B. nomor atomnya selalu genap

C. bentuk molekulnya monoatomik

D. energi ionisasinya sangat tinggi

E. jumlah elektron terluarnya selalu 8

13. Senyawa Gas Mulia berikut yang bersifat eksplosif adalah...

A. XeF2 dan XeF4

B. XeF4 dan XeO3

C. XeF6 dan XeF4

D. XeO3 dan XeO4

E. XeO4 dan XeF6

14. Berapakah titik beku, titik didih,berturut-turut pada Argon?


A189,1°C dan -185,7˚C

B 179,1°C dan 185,7°

C-189,2˚C dan 179,1˚

D 185,2°C dan-189,1°
E -185,7˚C dan 189,1˚

15. Dibawah ini yang merupakan unsur unsur gas mulia adalah

A. N,P,As,Sb,Bi D.B,Al,Ga,In,Ti

B. F,CI,Br,I,At E. He,Ne,Ar,Kr,Xe,Rn

C.O,S,Se,Te,Po

16. unsur yang digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen bertekanan rendah adalah

A. kripton D. Argon

[Link] E. Neon

C. Radon

17. gas mulia yang bersifat radioaktif adalah

A. He D. Rn

B. Ne E. Kr

C. Xe

18. senyawa gas mulia stabil yang pertama kali dibuat dari unsure xenon adalah

A. XePtF3 D. XePtF6

B. XePtF4 E. XePtF8

C. XePtF5

19. berikut ini yang merupakan konfigurasi elektron gas mulia dari unsur Ne...

A. 1s2 2s2 2p6 D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
B. 1S2 2s2 2s6 3s2 3p6 E. 1s2 2s2 2p6 3s2

C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6

20. Unsur gas mulia yang digunakan dalam pembuatan tabungan elektron adalah...

A. He C. Xe E. Kr

[Link] D. Rn

1. Titik didih dan titik leleh He hingga Xe di bawah suhu kamar, sebab ….
A. gaya tarik Van der Walls relatif lemah
C. tekanan gasnya rendah pada suhu kamar
C. molekul-molekulnya bergerak bebas
D. atom-atomnya netral dan stabil
E. molekul-molekulnya relatif ringan

Pembahasan:
Titik didih dan titik leleh He – Xe di bawah suhu kamar, karena gaya Van Der Wallsnya relatif rendah.
Molekul-molekulnya mudah bergerak bebas

2. Titik didih dan titik leleh gas mulia dari He hingga Xe makin tinggi, sebab ….
A. terjadi dipol sesaat
B. terdapat gaya tarik coulomb
C. energi ionisasi makin kecil
D. gaya Van der Walls makin kuat
E. gaya elektrostatik makin lemah

Pembahasan: Makin tingginya titik didih dan titik leleh He hingga Xe, karena gaya Van Der Wallsnya
makin kuat. Makin kuatnya gaya VDW, molekul-molekul gas mulia makin rapat, sehingga untuk
menjauhkan letak partikel diperlukan tambahan energi.

[Link] gas mulia berikut yang benar adalah ….


A. helium untuk pengawet makanan
B. neon untuk lampu pembasmi nyamuk
C. argon untuk lampu reklame
D. kripton untuk katalis
E. xenon untuk terapi kanker
Pembahasan:
Argon sering digunakan untuk lampu reklame, karena cahayanya terang dan berwarna. Padadasarnya
semua gas mulia bercahaya.\
4. Gas mulia di bawah ini yang memiliki jumlah elektron kulit terluar 8, kecuali…
a. helium
b. neon
c. argon
d. kripton
e. xenon

5. Jelaskan Bahaya dari Radon !

Jawab : Radon bersifat radioaktif yang dapat digunakan untuk terapi kangker, namun apabila
terkonsumsi (terhisap) maka malah akan menimbulkan kangker paru – paru.

6. Mengapa Gas Mulia dijadikan acuhan bagi unsur periodik?

Jawab : Karena Elektron valensi Gas Mulia sangat stabil karena memenuhi kaidah duplet (untuk
Hidrogen dan Helium) dan oktet. Sehingga Gas Mulia dijadikan acuan bagi unsur-unsur lain dalam sistem
periodik untuk stabil

1. Berapakah titik beku, titik didih, dan kapasitas kalor pada Argon?

Jawab : Titik Lebur : 83,80 K (-189,35 °C, -308,83 °F)


Titik Didih : 87,30 K (-185,85 °C, -302,53 °F)
Kapasitas Kalor : (25 °C) 20,786 J•mol-1•K-1
2. Tulislah jumlah elektron atom pada gas mulia!
Jawab :He=2, Ne=10, Ar=18, Kr=36, Xe=54, Rn = 86
3. Mengapa kita menggunakan gas mulia sebagai referensi?
Jawab : sebab gas mulia adalah atom-atom stabil dengan susunan elektron valensi yang penuh yaitu 8
4. Tulislah konfigurasi elektron Cs!
Jawab : 55Cs : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s1 atau
55Cs : [Xe] 6s1
5. Tulislah Raksi pada Xe dengan PtF6 !
Jawab : Xe + PtF6 → Xe+(PtF6)-
6. Apakah benar ”Semua unsur gas mulia memiliki konfigurasi ns2np6” ?
Jawab : tidak. Semua Unsur gas mulia memiliki konfigurasi ns2np6, namun kecuali He yaitu 1s2
7. Tuliskan reaksi dari Radon (Rn) yang merupakan radioaktif Radium (Ra) dengan memancarkan sinar
alfa (Helium) !
Jawab : 88Ra226 → 86Rn222 + 2He4
8. Jelaskan Bahaya dari Radon !
Jawab : Radon bersifat radioaktif yang dapat digunakan untuk terapi kangker, namun apabila
terkonsumsi (terhisap) maka malah akan menimbulkan kangker paru – paru.
9. Mengapa Gas Mulia dijadikan acuhan bagi unsur periodik?
Jawab : Karena Elektron valensi Gas Mulia sangat stabil karena memenuhi kaidah duplet (untuk
Hidrogen dan Helium) dan oktet. Sehingga Gas Mulia dijadikan acuan bagi unsur-unsur lain dalam sistem
periodik untuk stabil
10. Hitung Konfigurasi Elektron pada Xenon dan berapa elektron valensinya!
Jawab : [Kr] 5s2 4d10 5p6 = 2 8 18 18 8 dan memiliki elektron valensi 8

Common questions

Didukung oleh AI

Gas mulia cenderung tidak reaktif karena mereka memiliki konfigurasi elektron valensi yang penuh (oktet untuk semua kecuali helium, yang memiliki konfigurasi duplet). Konfigurasi penuh ini berarti gas mulia memiliki energi ionisasi yang sangat tinggi dan afinitas elektron yang sangat rendah . Akibatnya, mereka tidak memiliki kecenderungan untuk melepaskan atau menyerap elektron, membuatnya sangat stabil dan sulit bereaksi .

Sebelum penemuan Neil Bartlett, gas mulia dianggap sepenuhnya inert dan tidak mampu membentuk senyawa. Namun, pada tahun 1962, Bartlett berhasil mensintesis senyawa xenon, XePtF6, yang menunjukkan bahwa gas mulia sebenarnya bisa bereaksi di bawah kondisi tertentu . Penemuan ini menantang pandangan tradisional tentang gas mulia dan memicu penelitian lebih lanjut mengenai senyawa gas mulia lainnya seperti XeF2, XeF4, dan XeF6 .

Gaya Van der Waals yang lemah pada gas mulia menjelaskan mengapa mereka memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah. Karena gaya ini relatif lemah, gas mulia berada dalam fase gas pada suhu kamar, dan molekul-molekulnya dapat bergerak bebas . Namun, kekuatan gaya Van der Waals meningkat dari helium ke radon, mengakibatkan kenaikan bertahap dalam titik leleh dan titik didih .

Energi ionisasi yang tinggi dan afinitas elektron yang rendah pada gas mulia umumnya mencegah mereka dari membentuk senyawa. Namun, untuk gas mulia yang lebih berat seperti xenon dan radon, energi ionisasi lebih rendah, memungkinkan pembentukan senyawa dengan unsur sangat elektronegatif seperti fluorin . Keberhasilan mensintesis senyawa gas mulia ini berkorelasi dengan penurunan energi ionisasi dan peningkatan afinitas elektron dari helium ke radon .

Ukuran jari-jari atom yang lebih besar pada gas mulia seperti kripton, xenon, dan radon menyebabkan penurunan energi ionisasi sehingga daya tarik inti terhadap elektron terluar berkurang, membuat atom lebih mudah bereaksi dengan unsur lain. Dengan bertambahnya jari-jari atom dari helium ke radon, kereaktifan unsur meningkat .

Setelah penemuan XePtF6 oleh Neil Bartlett, senyawa xenon menjadi fokus penelitian karena ini membuktikan bahwa gas mulia dapat membentuk ikatan kimia di bawah kondisi tertentu. Xenon yang relatif lebih reaktif dibanding gas mulia lain menjadi subyek utama untuk memahami dinamika ikatan kimia dan memperluas kemungkinan aplikasi kimia gas mulia .

Radon digunakan dalam hidrologi untuk memonitor interaksi antara air bawah tanah, anak sungai, dan sungai. Karena radon bersifat radioaktif dan dapat terdeteksi dalam konsentrasi rendah, perubahannya dalam air dapat menunjukkan dinamika aliran air dan pencampuran antara berbagai sumber air .

Radon bersifat radioaktif dan dapat digunakan dalam terapi radiasi untuk pasien kanker, memanfaatkan sinar yang dihasilkan selama peluruhannya. Namun, jika terhirup dalam jumlah cukup, mampu meningkatkan risiko kanker paru-paru . Radon juga digunakan dalam penelitian hidrologi dan sebagai peringatan terhadap aktivitas tektonik karena perubahan kadar radon dapat mengindikasikan gerakan lempeng bumi .

Titik didih dan titik leleh gas mulia meningkat dari helium ke radon karena bertambahnya gaya London (gaya dispersi) seiring dengan bertambahnya massa atom dan jari-jari atom. Gaya London yang lebih kuat memerlukan energi lebih besar untuk mengatasi interaksi antar atom, yang menyebabkan titik didih dan titik leleh lebih tinggi .

Helium tidak dapat dipadatkan dengan pendinginan standar karena memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah, serta sifat superfluiditas, yang memungkinkannya tetap dalam bentuk cair bahkan pada suhu mendekati nol absolut . Sifat superfluiditas helium dimanfaatkan dalam aplikasi kriogenik dan penelitian fisika temperatur rendah .

Anda mungkin juga menyukai