100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan29 halaman

DISC: Alat Evaluasi Perilaku

Dokumen tersebut memberikan penjelasan mengenai apa itu DISC dan bagaimana perkembangannya. Secara singkat, DISC adalah pendekatan untuk mengevaluasi kecenderungan perilaku seseorang berdasarkan empat faktor utama yaitu Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance. Pendekatan ini berkembang dari teori Yunani kuno hingga penelitian psikolog modern seperti oleh Carl Jung dan William Marston yang kemudian mengembangkan sistem DISC.

Diunggah oleh

Liwa Handalia Zebua
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan29 halaman

DISC: Alat Evaluasi Perilaku

Dokumen tersebut memberikan penjelasan mengenai apa itu DISC dan bagaimana perkembangannya. Secara singkat, DISC adalah pendekatan untuk mengevaluasi kecenderungan perilaku seseorang berdasarkan empat faktor utama yaitu Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance. Pendekatan ini berkembang dari teori Yunani kuno hingga penelitian psikolog modern seperti oleh Carl Jung dan William Marston yang kemudian mengembangkan sistem DISC.

Diunggah oleh

Liwa Handalia Zebua
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apakah DISC itu?

Sekarang ini terdapat beberapa cara dan pendekatan untuk dapat


mengevaluasi dan memprediksi kecenderungan perilaku
seseorang. Pada salah satu kutub, ada yang sekedar
menggunakan suatu test sederhana untuk menguji keterampilan
dan kemampuan; sebagai contoh suatu ujian atau test
mengemudi. Sedangkan pada bagian lainnya terdapat
penggunaan test kepribadian, yang dibuat untuk memberikan
gambaran umum tentang gaya dan perilaku seseorang selengkap
mungkin.

Pendekatan DISC terletak di antara kedua kutub ini. Memang ini


bukanlah sebuah alat test kepribadian yang lengkap atau test
psikometrik dalam pengertian teknis, alat ini memberikan
gambaran mengenai gaya seseorang yang dapat memprediksi
kecenderungan perilakunya di masa yang akan datang. Hal ini
diperoleh dengan mengevaluasi faktor-faktor kepribadian utama
yang ada dalam diri seseorang.

DISC ini memberikan banyak keuntungan dalam penggunaannya,


jika batere test yang lengkap sering berisi ratusan pertanyaan,
dan membutuhkan waktu lama dalam melengkapinya, kuesioner
DISC hanya berisi dua puluh empat pertanyaan, dan dapat
diselesaikan dalam waktu hanya lima belas menit atau bahkan
kurang. Keuntungan lainnya ada pada interpretasinya; pada test
lengkap merupakan hasil pekerjaan para ahli atau expert-nya,
hasil DISC dapat dikerjakan dengan menggunakan
suatu software dan dapat dikerjakan dengan otomatisasi, dengan
demikian waktu pelaporan yang dibutuhkan juga akan jauh lebih
cepat.

Apa yang dihasilkan DISC?

Pada dasarnya, DISC mengukur empat faktor perilaku seseorang,


yaitu:Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance. Ini
merupakan suatu konstruksi yang cukup kompleks, dan tidak
mudah digambarkan dengan satu kata saja, tetapi dapat
dikelompokkan sebagai unsur ketegasan (assertiveness),
komunikasi (communication), kesabaran (patience) dan
struktur (structure).
Kekuatan sesungguhnya dari DISC datang dari kemampuannya
menginterpretasi hubungan antara faktor-faktornya. Contoh
dimana seorang dengan D tinggi(highly Dominant) yang juga
mempunyai tingkat I yang tinggi (high level of Influence),
mereka akan berperilaku berbeda dengan orang yang D tinggi
tetapi tanpa I. Faktor-faktor kombinasi seperti ini secara teoritis
akan menghasilkan jutaan profil berbeda.
Menggunakan informasi ini, DISC tentunya dapat digunakan
untuk mendeskripsikan cara pendekatan atau gaya yang
dikembangkan seseorang, motivasi dan termasuk hal yang tidak
disukainya (dislike), kekuatan dan kelemahannya, serta
pandangan-pandangan mereka terhadap orang lain. Lebih jauh
hal ini tentunya dapat membantu untuk memperkirakan reaksi
seseorang pada situasi dan keadaan yang sedang dihadapinya.

Apa yang tidak dapat dihasilkan DISC?

Keterbatasan utama DISC adalah tidak dapat memberikan


gambaran keterampilan(skills) dan tingkat
pengetahuan (knowledge) seseorang. Contoh, alat ini dapat
menyimpulkan bahwa seseorang akan sangat cocok secara
perilaku dan tempramen sebagai akuntan, akan tetapi tidak dapat
menilai apakah orang itu memiliki keterampilan yang cukup untuk
menjalankan peran atau tugasnya dengan baik.

DISC dan Perkembangannya

Blood, Bile & Phlegm

Menurut kebudayaan dan kepercayaan kuno bangsa Yunani,


perilaku dan keperibadian seseorang merupakan bagian integral
dengan kesehatannya. Mereka percaya bahwa tubuh berisi
empat cairan dasar (disebut humours) yang berhubungan dengan
empat elemen yaitu api, udara, air dan tanah. Ketika salah satu
cairan itu lebih banyak atau lebih dominan dibanding yang
lainnya, akan mempengaruhi kecenderungan umum
atau mood seseorang.
Empat cairan itu, darah (blood), empedu kuning (yellow
bile), lendir (phlegm) dan empedu hitam (black bile), masing-
masing dipercaya berhubungan erat dengan tipe perilaku yang
berbeda. Kelebihan darah membuat seseorang menjadi sanguin,
empedu kuning menghasilkan sifat kolerik, lendir secara alamiah
akan menghasilkan penampilan yang flegmatik, dan empedu
hitam berhubungan dengan sifat seseorang yang melankolik.
Teori ini, yang pertama kali disusun secara sistematis
oleh Hippocrates, tetap digunakan sampai abad pertengahan.
Sekarang tentunya kita mengetahui bahwa teori-teori tersebut
tidak sepenuhnya berdasarkan fakta-fakta medis, akan tetapi apa
yang telah dicapai oleh bangsa Yunani itu merupakan metoda
sistematis pertama yang telah dilakukan untuk mendeskripsikan
tipe-tipe orang. Begitu berhasilnya pendekatan ini, bahkan
sampai hari ini, kata-kata sanguine, phlegmatic,
choleric dan melancholic masih umum digunakan.
Pendekatan modern tidak lagi mengukur jumlah empedu kuning
atau cairan lainnya dalam diri seseorang untuk
menentukan kepribadian mereka, tetapi ide dibelakang itu secara
tidak langsung dapat ditelusuri hingga pada teori-teori
Hippocrates.

Carl Gustav Jung

Ada banyak teori modern tentang perilaku seseorang berdasarkan


ide empat faktor individu. Mungkin yang paling berpengaruh
didapatkan pada hasil pekerjaan seorang psychologist
Swiss, Carl Gustav Jung. Ia
mendefinisikan kepribadianmenjadi empat tipe yang
berbeda: Sensing, Intuitive, Feeling dan Thinking.

Definisi-definisi berbagai tipe ini berakar dari penelitian panjang


Jung, dan tentunya bukan hal yang juga akan kita teliti dalam
tulisan ini. Hal ini menjadi penting karena mewakili salah satu
dari usaha-usaha awal upaya memetakan kepribadian manusia
oleh psikolog modern. Dan test yang berdasarkan pekerjaan
Jung masih banyak digunakan sampai hari ini.

The Emotions of Normal People

Pada awal 1920an, seorang ahli psikologi flamboyan dari Amerika


Serikat, William Moulton Marston, mengembangkan teori
untuk menjelaskan respon emosional seseorang. Sampai pada
masa itu, pekerjaan sejenis ini umumnya terbatas pada orang-
orang yang sakit secara mental atau perilaku kriminal, dan kali ini
Marston bermaksud mengembangkan ide ini mencakup
kepribadian orang-orang biasa atau normal.

Untuk menguji teorinya, Marston membutuhkan berbagai cara


mengukur kepribadian yang ia coba ungkap. Penelitiannya
dilakukan dengan cara mengukur empat faktor penting,
yaitu Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance,
yang kemudian dikenal sebagai DISC.
Pada 1926, Marston menerbitkan penemuannya dalam sebuah
buku terkenal yang berjudul The Emotions of Normal People,
yang juga berisikan sebuah deskripsi singkat tentang berbagai
pengujian dan percobaan yang telah dikembangkannya.

Pengembangan DISC

Seperti umumnya alat-alat test sejenis (termasuk IQ test), DISC


pertama kali digunakan untuk kepentingan militer dan secara luas
digunakan sebagai bagian dalam proses penerimaan tentara AS
pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah
keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai
untuk kepentingan rekrutmen yang lebih umum.

Pada awal pemakaiannya secara luas, DISC terbatas digunakan


pada sektor komersial. Agar efektif, dibutuhkan juga pendapat
para ahli, dan hal inilah yang membuatnya menjadi mahal.
Sebelum memanfaatkan komputer, interpretasi jawaban
kuesioner DISC menjadi profil seseorang merupakan pekerjaan
yang sulit dan juga kompleks.
Kemajuan dalam penggunaan komputer telah membuat DISC
dapat dimanfaatkan secara universal, karena hasilnya dapat
diperoleh dan diinterpretasikan secara otomatis dan cepat. Pada
akhirnya DISC menjadi solusi hemat bagi setiap orang, dan telah
berkembang menjadi alat assessment perilaku (behavioral
assessment tool) yang paling banyak digunakan di dunia saat ini.

Sistem DISC

DISC Personality System merupakan bahasa universal mengenai


perilaku. Penelitian mengelompokkan karakteristik perilaku dalam
empat bagian utama yang disebut sebagai gaya kepribadian.
Orang dengan gaya yang serupa cenderung menampilkan ciri
perilaku yang mirip. Setiap individu memiliki keempat gaya ini,
akan tetapi bervariasi menurut intensitasnya. DISC merupakan
akronim 4 tipe kepribadian yang berarti: D (Dominance), I
(Influence), S (Steadiness) dan C (Compliance).

Dengan mengetahui potensinya, maka seseorang dapat


mengembangkan diri seoptimal mungkin guna meraih sukses
dalam karir dan bisnis.

Bagi mereka yang bertanggung jawab dalam pengelolaan


Manajemen Sumber Daya Manusia, analisis profil merupakan
suatu terobosan baru dalam menganalisis kemampuan seseorang
untuk memegang suatu jabatan atau melaksanakan tugas dan
pekerjaannya. Manajemen SDM akan sangat efektif jika
memasukkan unsur pemahaman akan karakter dan perilaku
individu.
Kepribadian berdasarkan profil disc adalah perilaku yang
didasarkan dari stimulus dan respon dimana setiap orang akan
berperilaku berbeda terhadap respon yang didapat. Perilaku
adalah jumlah dari gabungan berbagai respon yang dilakukan
dari beragam stimulus yang diberikan.
Profil DISC banyak dipengaruhi dari teori Jung mengenai tipe
kepribadian yang dikategorikan menjadi empat yaitu; Sensing,
Intuitive, Feeling and Thinking. Pendapat Jung menyatakan
bahwa secara instingtif individu akan berperilaku berdasarkan
empat elemen tersebut. Empat elemen tersebut diistilahkan
sebagai tetralogi.

Dasar teori disc menggunakan model dua sumbu perilaku,


merupakan pergerakan satu sumbu dengan sumbu lain mengenai
perilaku yang saling berlawanan. Dua sumbu tersebut merupakan
sifat yang saling berlawanan. Dua sumbu yang saling berlawanan
pada tes DISC ini digunakan yaitu antara Assertiveness dan
Receptiveness dan antara Openness dan Control.

Assertiveness & Receptiveness


Assertiveness adalah sifat orang yang terbuka (proaktif) dan
dapat langsung mengemukakan keterbukaan diri.
Berkecenderungan untuk memimpin daripada mengikuti dan
serta merta dapat bertindak apabila memungkinkan. Tipe asertif
akan cepat merasa mendapat kesempatan yang tidak boleh disia-
siakan, mandiri dalam bertindak, cenderung memberi perintah
daripada melakukan sendiri. Lebih memberikan instruksi
dibandingkan kerjasama.
Receptiveness sebaliknya adalah sifat yang menunjukkan
kesabaran dan kehati-hatian, cenderung menghindari resiko dan
jarang bertindak tergesa-gesa apabila masih memungkinkan.
Menghindari perubahan dan kejutan, lebih memilih ketenangan
dan situasi yang dapat diperkirakan.

Openness & Control


Adalah sumbu kedua dari sifat model disc untuk mengukur sikap
sosial, pendekatan yang berbeda terhadap interaksi dengan
orang lain.
Openness adalah orang yang sangat terbuka, ramah, bersahabat.
Mudah mengekspresikan diri dan memiliki hubungan yang sangat
kuat dengan orang lain. Orang yang terbuka dapat bekerja pada
situasi kerja yang sangat emosional, dapat mengekspresikan
perasaan.
Control adalah sifat sebaliknya dimana menggunakan dasar rasio
diatas perasaannya. Pendekatan kepada orang lain lebih
menggunakan ide sendiri dibandingkan dengan gaya dari orang
lain. Sifat ditunjukkan dengan ketidakpercayaan, curiga, tidak
mudah menunjukkan perasaan kepada orang lain.

Model Biaxial
Dua kutub yang saling berbeda adalah dasar dari profil DISC
yang dikembangkan. Pada tiap sumbu yang saling berdekatan
menunjukkan karakteristik dari setiap elemen dari tes DISC. Pada
aspek Dominance seperti contoh merupakan pendekatan antara
sifat Assertiveness dan Control.
Pada setiap sumbu antara Assertiveness-Receptiveness dan
Openness-Control terdapat area-area yang dapat didefinisikan
secara lebih jelas melalui berbagai karakteristik yang dapat
didefinisikan sebagai berikut:

 Driver; adalah area paling kiri-atas antara perilaku


Assertiveness dan Control. Menunjukkan
faktor Dominance dari konsep DISC yang diterangkan
sebagai pengarah dengan menunjukkan karekateristik orang
yang bermotivasi tinggi untuk berhasil dengan sifat-sifat
kompetitif terhadap orang lain.

 Communicator; Area paling kanan-atas komninasi dari


perilaku Assertiveness dan Openness dan pada konsep DISC
diistilahkan Influence. Tipe orang seperti ni adalah
komunikatif dan bersifat sosial. Akrab dan terbuka dengan
orang lain dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan
baru.

 Planner; Area paling kanan-bawah digambarkan


sebagai steadiness dengan karakteristik khusus adalah
kesabaran, bertahan pada sikap atau nilai, tidak menyukai
perubahan drastis, membutuhkan waktu untuk
merencanakan dengan kehati-hatian.

 Analyst; Area paling kiri-bawah diistalahkan


sebagai compliance. Analyst diterangkan sebagai
berwawasan, berupaya mengetahui. Gabungan antara
terkontrol dan kesiapan menunjukkan pribadi yang teratur,
sebisa mungkin mengikuti aturan. Kecenderungan pada
ketepatan dan kejelasan.

Diantara empat sumbu tersebut, terdapat area di setiap sumbu


yang menggabungkan dari setiap sumbu diantaranya.

 Assertive; merupakan karakteristik antara keterbukaan dan


kontrol.

 Open; secara sosial menunjukkan keterbukaan tergantung


penggunaan pada setiap kondisi, apakah asertif atau
reseptif.

 Receptive; protipe yang mudah digambarkan adalah


keengganan untuk berpihak.

 Controlled; karakteristiknya adalah pengendalian diri dan


adanya keenggan untuk memberikan informasi tentang diri
mereka sendiri atau ide-ide. Dapat saja asertif atau reseptif
dalam pendekatan, tergantung pada situasi.

 Balanced; situasi keseimbangan atau disebut sebagai netral.


Perilaku cenderung memasukkan unsur-unsur dari semua
tipe utama .

Sumber :
http://younghrd.blogspot.com/2014/06/alat-test-psikologi-disc.html
Mengenal Tes MBTI
Berminat memiliki Software Tes MBTI Profesional yang bisa memberikan
hasil psikogram secara otomatis dengan investasi termurah
yaitu 95.000 (Harga Bisa Naik Kapan Saja) Hubungi WhatsApp
085852316552.

TES MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dan Interpretasi Alat Tes


MBTI

Tujuan utama tes psikologi adalah memahami pribadi secara obyektif.


Disebut obyektif karena orang yang memberikan feedback maupun hasil
kuesioner tersebut, akan mengacu pada suatu standar tertentu, atau
membandingkannya dengan populasi tertentu.

MBTI berguna untuk mengenali perilaku dalam memperoleh dan


memproses informasi, mengambil keputusan, dan cara berhubungan
dengan dunia. MBTI membantu untuk mengenali rangkaian pilihan atau
preferensi. Pilihan-pilihan perilaku ini memberi pemahaman mendalam
tentang gaya kepemimpinan, gaya kerja, dan gaya komunikasi. MBTI
mengukur pilihan, bukan kecakapan, kemampuan atau pengembangan diri
yang dicapai. MBTI bersifat deskriptif, bukan bersifat menentukan. MBTI
didasari oleh orientasi kekal, bukan penekanan yang bersifat sementara.

Sejarah dan Landasan Teori Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

MBTI ini berdasarkan pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai


persepsi, judgment dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang
berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis individu
untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide. Judgment melibatkan
berbagai cara untuk menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu
tersebut. Kalau orang berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan
sesuatu juga ketika melakukan judgment, maka perbedaan ini juga
mempengaruhi minat, ketrampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka. MBTI
dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.

MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator sendiri merupakan instrumen tes


yang sangat populer di kalangan pemerhati kepribadian individu. MBTI
dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama
Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI berasal) pada
era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe
pekerjaan yang paling cocok untuk mereka : apakah mereka cocok menjadi
pilot, manajer, dokter, atau bos mafia?

Perbedaan Tes MBTI dengan Tes Inventori yang lain


MBTI berbeda dengan instrumen mengenali tipe kepribadian lain dalam
hal:

1. Dirancang untuk mengimplementasikan teori; jadi teori (Jung) harus


dimengerti untuk memahami MBTI.
2. Berdasarkan teori, ada dinamika hubungan yang khusus antar
skala, yang kemudian akan mengantar penjelasan tentang 16 tipe
karakteristik kepribadian.
3. Deskripsi tipe-tipe ini dan teorinya sebenarnya dapat dijelaskan
dalam kerangka perkembangan manusia seumur hidupnya.
4. Skala ini memperhatikan fungsi dasar manusia yaitu persepsi dan
judgment yang selalu ada di perilaku manusia, sehingga sangat
bermanfaat untuk digunakan dalam hidup sehari-hari.
Tujuan Tes MBTI
Tujuan MBTI adalah untuk mengungkap kepribadian: arah, minat,
kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi.

Aplikasi praktis tes MBTI adalah:

 Memahami diri sendiri


 Memahami orang lain
 Menghargai perbedaan
 Pengembangan diri
 Memilih karir
 Team building
 Penyelesaian konflik
 Memperbaiki komunikasi

MBTI tidak Mengukur:


 Gangguan kejiwaan
 Abnormalitas
 Emosi
 Trauma
 Daya Belajar
 Tingkat kedewasaan
 Penyakit
 Intelegensia

MBTI Mengukur Preferensi


 Bagian keberadaan kita
 Tidak ada benar salah
 Tidak ada kurang – lebih baik
Aspek-Aspek Atau Dimensi-Dimensi yang di Ungkap Tes MBTI

MBTI adalah peta psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama
yang saling berlawanan (dikotomis), yaitu:

1. Extrovert (E) vs. Introvert (I). Ekstrovert artinya tipe pribadi yang
suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan
berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya tipe introvert
adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu
suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka
mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menutut interaksi semisal
membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.
2. Sensing (S) vs. Intuitive (N). Tipe dikotomi kedua ini melihat
bagaimana seseorang memproses data. Sensing memproses data
dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan
melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers.
Sementara tipe intuitive memproses data dengan melihat pola dan
impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
Intutive adalah abstract thinkers.
3. Thinking (T) vs. Feeling (F). Tipe dikotomi yang ketiga ini melihat
bagaimana orang berproses mengambil keputusan. Thinking adalah
mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa
untuk mengambil keputusan. Sementara feeling adalah mereka
yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini
ketika hendak mengambil keputusan.
4. Judging (J) vs. Perceiving (P). Tipe dikotomi yang terakhir ini ingin
melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging disini bukan berarti
judgemental (atau menghakimi). Judging disini diartikan sebagai
tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis,
serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak
melompat-lompat). Sementara tipe perceiving adalah mereka yang
bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk
melihat beragam peluang yang muncul.
Dalam MBTI, ada 4 dikotomi mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi
perilaku seseorang, diantaranya:
1. Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh energi; apakah dari
luar diri (extravert/E), atau dari dalam diri (introvert/I).
2. Bagaimana seseorang mendapatkan informasi; apakah melalui
panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuiting/N),
3. Bagaimana seseorang membuat keputusan; apakah berdasarkan
pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F),
4. Bagaimana orientasi kehidupan seseorang; apakah dengan menilai
(judging/J) atau dengan memahami (perceiving/P).

Dalam tes MBTI, kita akan disodori sejumlah pertanyaan yang pada intinya
akan mengarahkan kita pada sisi mana kita berada untuk keempat dimensi
di atas. Untuk dimensi Extrovert (E) vs. Introvert (I) misalnya, apakah kita
cenderung berada pada sisi E atau I. Demikian juga untuk dimensi lainnya.
Karena terdapat empat dimensi, maka kemungkinan kombinasinya menjadi
16 tipe : (ENTJ, ISTJ, ENFP, dst). Silahkan lihat dibawah tipe keperibadian
pada bagian interpreasi alat tes MBTI.

Mamfaat Tes MBTI

1. Bimbingan Konseling.

MBTI sangat berguna di dunia pendidikan dan pengembangan karier. MBTI


bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai
dengan profesi yang cocok dengan kepribadian.

2. Pengembangan Diri.
Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength) diri kita sekaligus
kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri. Kita bisa lebih fokus
mengembangkan kelebihan kita sekaligus mencari cara memperbaiki sisi
negatif kita.

3. Memahami Orang Lain dengan lebih baik.

MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandang kita terhadap


orang lain. Kita bisa lebih memahami dan menerima perbedaan. Tidak
semua orang berfikir, bersikap dan berperilaku seperti cara kita berperilaku.
Jadi terimalah perbedaan yang ada.

Interpretasi Tes MBTI


1. ISTJ (Bertanggungjawab)

 Serius, tenang, stabil & damai.


 Senang pada fakta, logis, obyektif, praktis & realistis.
 Task oriented, tekun, teratur, menepati janji, dapat diandalkan &
bertanggung jawab.
 Pendengar yang baik, setia, hanya mau berbagi dengan orang dekat.
 Memegang aturan, standar & prosedur dengan teguh.
Saran Pengembangan:
 Belajarlah memahami perasaan & kebutuhan orang lain.
 Kurangi keinginan untuk mengontrol orang lain atau memerintah
mereka untuk menegakkan aturan.
 Lihatlah lebih banyak sisi positif pada orang lain atau hal lainnya.
 Terbukalah terhadap perubahan.

Saran Profesi: Bidang Manajemen, Polisi, Intelijen, Hakim, Pengacara,


Dokter, Akuntan (Staf Keuangan), Programmer atau yang berhubungan
dengan IT, System Analys, Pemimpin Militer

Pasangan/Partner Alami: ESFP atau ESTP

2. ISFJ (Setia)

 Penuh pertimbangan, hati-hati, teliti dan akurat.


 Serius, tenang, stabil namun sensitif.
 Ramah, perhatian pada perasaan & kebutuhan orang lain, setia,
kooperatif, pendengar yang baik.
 Punya kemampuan mengorganisasi, detail, teliti, sangat
bertanggungjawab & bisa diandalkan.
Saran Pengembangan:
 Lihat lebih dalam, lebih antusias, & lebih semangat.
 Belajarlah mengatakan ”tidak”. Jangan menyenangkan semua orang
atau Anda dianggap plin plan.
 Jangan terjebak zona nyaman dan rutinitas. Cobalah hal baru. Ada
banyak hal menyenangkan yang mungkin belum pernah Anda coba.

Saran Profesi: Architect, Interior Designer, Perawat, Administratif, Designer,


Child Care, Konselor, Back Office Manager, Penjaga Toko / Perpustakaan,
Dunia Perhotelan.

Pasangan/Partner Alami: ESFP atau ESTP


3. ISTP (Pragmatis)

 Tenang, pendiam, cenderung kaku, dingin, hati-hati, penuh


pertimbangan.
 Logis, rasional, kritis, obyektif, mampu mengesampingkan perasaan.
 Mampu menghadapi perubahan mendadak dengan cepat dan
tenang.
 Percaya diri, tegas dan mampu menghadapi perbedaan maupun
kritik.
 Mampu menganalisa, mengorganisir, & mendelegasikan.
 Problem solver yang baik terutama untuk masalah teknis & keadaan
mendadak.
Saran Pengembangan:
 Observasilah kehidupan sosial, apa yang membuat orang marah,
cinta, senang, termotivasi & terapkan pada hubungan Anda.
 Belajarlah untuk mengenali perasaan Anda dan
mengekspresikannya.
 Jadilah orang yang lebih terbuka, keluar dari zona nyaman,
eksplorasi ide baru, dan berdiskusi dengan orang lain.
 Jangan mencari-cari kesalahan orang hanya untuk menyelesaikan
masalahnya.
 Jangan menyimpan informasi yang harusnya dibagi dan belajarlah
mempercayakan tanggungjawab pada orang lain.

Saran Profesi: Polisi, Ahli Forensik, Programmer, Ahli Komputer, System


Analyst, Teknisi, Insinyur, Mekanik, Pilot, Atlit, Entrepreneur

Pasangan/Partner Alami: ESTJ atau ENTJ

4. ISFP (Artistik)
 Berpikiran simpel & praktis, fleksibel, sensitif, ramah, tidak
menonjolkan diri, rendah hati pada kemampuannya.
 Menghindari konflik, tidak memaksakan pendapat atau nilai-nilainya
pada orang lain.
 Biasanya tidak mau memimpin tetapi menjadi pengikut dan
pelaksana yang setia.
 Seringkali santai menyelesaikan sesuatu, karena sangat menikmati
apa yang terjadi saat ini.
 Menunjukkan perhatian lebih banyak melalui tindakan dibandingkan
kata-kata.
Saran Pengembangan:
 Jangan takut pada penolakan dan konflik. Anda tidak perlu
menyenangkan semua orang.
 Cobalah untuk mulai memikirkan dampak jangka panjang dari
keputusan-keputusan kecil di hari ini.
 Asah dan kembangkan sisi kreatifitas dan seni dalam diri Anda
sebagai modal bagus dalam diri Anda.
 Cobalah untuk lebih terbuka dan mengekspresikan perasaan Anda.

Saran Profesi: Seniman, Designer, Pekerja Sosial, Konselor, Psikolog,


Guru, Aktor, Bidang Hospitality

Pasangan/Partner Alami: ESFJ atau ENFJ

5. INFJ (Reflektif)

 Perhatian, empati, sensitif & berkomitmen terhadap sebuah


hubungan.
 Sukses karena ketekunan, originalitas dan keinginan kuat untuk
melakukan apa saja yang diperlukan termasuk memberikan yg terbaik
dalam pekerjaan.
 Idealis, perfeksionis, memegang teguh prinsip.
 Visioner, penuh ide, kreatif, suka merenung dan inspiring.
 Biasanya diikuti dan dihormati karena kejelasan visi serta dedikasi
pada hal-hal baik.
Saran Pengembangan:
 Seimbangkan cara pandang Anda. Jangan hanya melihat sisi negatif
& resiko. Namun, lihatlah sisi positif dan peluangnya.
 Bersabarlah, jangan mudah marah dan menyalahkan orang lain atau
situasi.
 Rileks dan jangan terus menerus berfikir atau menyelesaikan
tanggungjawab.

Saran Profesi: Pengajar, Psikolog, Dokter, Konselor, Pekerja Sosial,


Fotografer, Seniman, Designer, Child Care.

Pasangan/Partner Alami: ESFP atau ESTP

6. INTJ (Independen)

 Visioner, punya perencanaan praktis, & biasanya memiliki ide-ide


original serta dorongan kuat untuk mencapainya.
 Mandiri dan percaya diri.
 Punya kemampuan analisa yang bagus serta menyederhanakan
sesuatu yang rumit dan abstrak menjadi sesuatu yang praktis, mudah
difahami & dipraktekkan.
 Skeptis, kritis, logis, menentukan (determinatif) dan kadang keras
kepala.
 Punya keinginan untuk berkembang serta selalu ingin lebih maju dari
orang lain.
 Kritik & konflik tidak menjadi masalah berarti.
Saran Pengembangan:
 Belajarlah mengungkapkan emosi & perasaan Anda.
 Cobalah untuk lebih terbuka pada dunia luar, banyak bergaul, banyak
belajar, banyak membaca, mengunjungi banyak tempat, eksplorasi hal
baru, & memperluas wawasan.
 Hindari perdebatan tidak penting.
 Belajarlah untuk berempati, memberi perhatian dan lebih peka
terhadap orang lain.

Saran Profesi: Peneliti, Ilmuwan, Insinyur, Teknisi, Pengajar, Profesor,


Dokter, Research & Development, Business Analyst, System Analyst,
Pengacara, Hakim, Programmers, Posisi Strategis dalam organisasi.

Pasangan/Partner Alami: ENFP atau ENTP

7. INFP (Idealis)

 Sangat perhatian dan peka dengan perasaan orang lain.


 Penuh dengan antusiasme dan kesetiaan, tapi biasanya hanya untuk
orang dekat.
 Peduli pada banyak hal. Cenderung mengambil terlalu banyak dan
menyelesaikan sebagian.
 Cenderung idealis dan perfeksionis.
 Berpikir win-win solution, mempercayai dan mengoptimalkan orang
lain.
Saran Pengembangan:
 Belajarlah menghadapi kritik. Jika baik maka kritik itu bisa
membangun Anda, namun jika tidak abaikan saja. Jangan ragu pula
untuk bertanya dan minta saran.
 Belajarlah untuk bersikap tegas. Jangan selalu berperasaan dan
menyenangkan orang dengan tindakan baik. Bertindak baik itu berbeda
dengan bertindak benar.
 Jangan terlalu menyalahkan diri dan bersikap terlalu keras pada diri
sendiri. Kegagalan adalah hal biasa dan semua orang pernah
mengalaminya.
 Jangan terlalu baik pada orang lain tapi melupakan diri sendiri. Anda
juga punya tanggungjawab untuk berbuat baik pada diri sendiri.

Saran Profesi: Penulis, Sastrawan, Konselor, Psikolog, Pengajar, Seniman,


Rohaniawan, Bidang Hospitality

Pasangan/Partner Alami: ENFJ atau ESFJ

8. INTP (Konseptual)

 Sangat menghargai intelektualitas dan pengetahuan. Menikmati hal-


hal teoritis dan ilmiah. Senang memecahkan masalah dengan logika dan
analisa.
 Diam dan menahan diri. Lebih suka bekerja sendiri.
 Cenderung kritis, skeptis, mudah curiga dan pesimis.
 Tidak suka memimpin dan bisa menjadi pengikut yang tidak banyak
menuntut.
 Cenderung memiliki minat yang jelas. Membutuhkan karir dimana
minatnya bisa berkembang dan bermanfaat. Jika menemukan sesuatu
yang menarik minatnya, ia akan sangat serius dan antusias
menekuninya.
Saran Pengembangan:
 Belajarlah membangun hubungan dengan orang lain. Belajar
berempati, mendengar aktif, memberi perhatian dan bertukar pendapat.
 Relaks. Jangan terlalu banyak berfikir. Nikmati hidup Anda tanpa
harus bertanya mengapa dan bagaimana.
 Cobalah menemukan satu ide, merencanakan dan mewujudkannya.
Jangan terlalu sering berganti-ganti ide tetapi tidak satupun yang
terwujud.
Saran Profesi: Ilmuwan, Fotografer, Programmer, Ahli komputer, System
Analyst, Penulis Buku Teknis, Ahli Forensik, Jaksa, Pengacara, Teknisi

Pasangan/Partner Alami: ENTJ atau ESTJ

9. ESTP (Spontan)

 Spontan, Aktif, Enerjik, Cekatan, Cepat, Sigap, Antusias, Fun dan


penuh variasi.
 Komunikator, asertif, to the point, ceplas-ceplos, berkarisma, punya
interpersonal skill yang baik.
 Baik dalam pemecahan masalah langsung di tempat. Mampu
menghadapi masalah, konflik dan kritik. Tidak khawatir, menikmati
apapun yang terjadi.
 Cenderung untuk menyukai sesuatu yang mekanistis, kegiatan
bersama dan olahraga.
 Mudah beradaptasi, toleran, pada umumnya konservatif tentang nilai-
nilai. Tidak suka penjelasan terlalu panjang. Paling baik dalam hal-hal
nyata yang dapat dilakukan.
Saran Pengembangan:
 Belajarlah memahami perasaan dan pemikiran orang lain terutama
saat bicara dengan mereka.
 Belajarlah untuk sabar, menikmati proses, tidak semua hal bisa
dicapai dengan cepat.
 Sesekali luangkan waktu untuk merenung dan merencanakan masa
depan Anda.
 Cobalah untuk mencatat pengamatan-pengamatan Anda termasuk
detailnya.

Saran Profesi: Marketing, Sales, Polisi, Entrepreneur, Pialang Saham,


Technical Support
Pasangan/Partner Alami: ISFJ atau ISTJ

10.ESFP (Murah Hati)

 Outgoing, easygoing, mudah berteman, bersahabat, sangat sosial,


ramah, hangat, & menyenangkan.
 Optimis, ceria, antusias, fun, menghibur, suka menjadi perhatian.
 Punya interpersonal skill yang baik, murah hati, mudah simpatik dan
mengenali perasaan orang lain. Menghindari konflik dan menjaga
keharmonisan suatu hubungan.
 Mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya dan ikut serta dalam
kegiatan tersebut.
 Sangat baik dalam keadaan yang membutuhkan common sense,
tindakan cepat dan ketrampilan praktis.
Saran Pengembangan:
 Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Belajarlah untuk
fokus dan tidak mudah berubah-ubah terutama untuk hal yang penting.
 Jangan menyenangkan semua orang. Begitu pula sebaliknya, tidak
semua orang bisa menyenangkan Anda.
 Belajarlah menghadapi kritik dan konflik. Jangan lari.
 Anda punya kecenderungan meterialistis. Hati-hati, tidak semua hal
bisa diukur dengan materi ataupun uang.

Saran Profesi: Entertainer, Seniman, Marketing, Konselor, Designer, Tour


Guide, Bidang Anak-anak, Bidang Hospitality

Pasangan/Partner Alami: ISTJ atau ISFJ


11.ENFP (Optimis)

 Ramah, hangat, enerjik, optimis, antusias, semangat tinggi, fun.


 Imaginatif, penuh ide, kreatif, inovatif.
 Mampu beradaptasi dengan beragam situasi dan perubahan.
 Pandai berkomunikasi, senang bersosialisasi & membawa suasana
positif.
 Mudah membaca perasaan dan kebutuhan orang lain.
Saran Pengembangan:
 Belajarlah untuk fokus, disiplin, tegas dan konsisten
 Belajarlah untuk menghadapi konflik dan kritik.
 Pikirkan kebutuhan diri sendiri. Jangan melupakannya karena terlalu
peduli pada kebutuhan orang lain.
 Jangan terlalu boros. Belajarlah untuk mengelola keuangan sedikit
demi sedikit.

Saran Profesi: Konselor, Psikolog, Entertainer, Pengajar, Motivator,


Presenter, Reporter, MC, Seniman, Hospitality

Pasangan/Partner Alami: INTJ atau INFJ

12.ENTP (Inovatif – Kreatif)

 Gesit, kreatif, inovatif, cerdik, logis, baik dalam banyak hal.


 Banyak bicara dan punya kemampuan debat yang baik. Bisa
berargumentasi untuk senang-senang saja tanpa merasa bersalah.
 Fleksibel. Punya banyak cara untuk memecahkan masalah dan
tantangan.
 Kurang konsisten. Cenderung untuk melakukan hal baru yang
menarik hati setelah melakukan sesuatu yang lain.
 Punya keinginan kuat untuk mengembangkan diri.
Saran Pengembangan:
 Cobalah untuk win-win solution. Jangan ingin menang sendiri.
 Belajarlah untuk disiplin dan konsisten.
 Hindari perdebatan tidak penting.
 Belajarlah untuk sedikit waspada. Seimbangkan cara pandang Anda
agar tidak terlalu optimis dan mengambil resiko yang tidak realistis.
 Belajarlah untuk memberi perhatian pada perasaan orang lain.

Saran Profesi: Pengacara, Psikolog, Konsultan, Ilmuwan, Aktor,Marketing,


Programmer, Fotografer

Pasangan/Partner Alami: INFJ atau INTJ

13.ESTJ (Konservatif – Disiplin)

 Praktis, realistis, berpegang pada fakta, dengan dorongan alamiah


untuk bisnis dan mekanistis.
 Sangat sistematis, procedural dan terencana.
 Disiplin, on time dan pekerja keras.
 Konservatif dan cenderung kaku.
 Tidak tertarik pada subject yang tidak berguna baginya, tapi dapat
menyesuaikan diri jika diperlukan.
 Senang mengorganisir sesuatu. Bisa menjadi administrator yang baik
jika mereka ingat untuk memperhatikan perasaan dan perspektif orang
lain.
Saran Pengembangan:
 Kurangi keinginan untuk mengontrol dan memaksa orang lain.
 Belajarlah untuk mengontrol emosi dan amarah Anda.
 Cobalah untuk introspeksi diri dan meluangkan waktu sejenak untuk
merenung.
 Belajarlah untuk lebih sabar dan low profile
 Belajarlah untuk memahami orang lain.
Saran Profesi: Militer, Manajer, Polisi, Hakim, Pengacara, Guru, Sales,
Auditor, Akuntan, System Analyst

Pasangan/Partner Alami: ISTP atau INTP

14.ESFJ (Harmonis)

 Hangat, banyak bicara, populer, dilahirkan untuk bekerjasama,


suportif dan anggota kelompok yang aktif.
 Membutuhkan keseimbangan dan baik dalam menciptakan harmoni.
 Selalu melakukan sesuatu yang manis bagi orang lain. Kerja dengan
baik dalam situasi yang mendukung dan memujinya.
 Santai, easy going, sederhana, tidak berfikir panjang.
 Teliti dan rajin merawat apa yang ia miliki.
Saran Pengembangan:
 Jangan mengorbankan diri hanya untuk menyenangkan orang lain.
 Jangan mengukur harga diri Anda dari perlakuan, penghargaan dan
pujian orang lain.
 Mintalah pertimbangan orang lain dalam mengambil keputusan.
Belajarlah untuk lebih tegas.
 Terima tanggungjawab hidup dan belajarlah untuk lebih dewasa.
Jangan mengasihani diri sendiri.
 Hadapi kritik dan konflik, jangan lari.

Saran Profesi: Perencana Keuangan, Perawat, Guru, Bidang anak-anak,


Konselor, Administratif, Hospitality

Pasangan/Partner Alami: ISFP atau INFP


15.ENFJ (Meyakinkan)

 Kreatif, imajinatif, peka, sensitive, loyal.


 Pada umumnya peduli pada apa kata orang atau apa yang orang lain
inginkan dan cenderung melakukan sesuatu dengan memperhatikan
perasaan orang lain.
 Pandai bergaul, meyakinkan, ramah, fun, populer, simpatik.
Responsif pada kritik dan pujian.
 Menyukai variasi dan tantangan baru.
 Butuh apresiasi dan penerimaan.
Saran Pengembangan:
 Jangan mengorbankan diri hanya untuk menyenangkan orang lain.
 Jangan mengukur harga diri Anda dari perlakuan orang lain. Jangan
mudah kecewa jika mereka tidak seperti yang Anda inginkan.
 Belajarlah untuk tegas dan mengambil keputusan. Menghadapi kritik
dan konflik.
 Jangan terlalu bersikap keras terhadap diri sendiri.

Saran Profesi: Konsultan, Psikolog, Konselor, Pengajar, Marketing, HRD,


Event Coordinator, Entertainer, Penulis, Motivator

Pasangan/Partner Alami: INFP atau ISFP

16.ENTJ (Pemimpin Alami)

 Tegas, asertif, to the point, jujur terus terang, obyektif, kritis, & punya
standard tinggi.
 Dominan, kuat kemauannya, perfeksionis dan kompetitif.
 Tangguh, disiplin, dan sangat menghargai komitmen.
 Cenderung menutupi perasaan dan menyembunyikan kelemahan.
 Berkarisma, komunikasi baik, mampu menggerakkan orang.
 Berbakat pemimpin.
Saran Pengembangan:
 Belajarlah untuk relaks. Tidak perlu perfeksionis dan selalu kompetitif
dengan semua orang.
 Ungkapkan perasaan Anda. Menyatakan perasaan bukanlah
kelemahan.
 Belajarlah mengelola emosi Anda. Jangan mudah marah.
 Belajarlah untuk menghargai dan mengapresiasi orang lain.
 Jangan terlalu arogan dan menganggap remeh orang lain. Lihat sisi
positifnya. Jangan hanya melihat benar dan salah saja.
Sumber :
http://younghrd.blogspot.com/2014/06/mengenal-tes-mbti.html

Slide: https://slideplayer.info/slide/2380171/

Anda mungkin juga menyukai