0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
703 tayangan6 halaman

RPL Kejujuran Dan Integritas

Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Bimbingan Klasikal SMAN 4 Pekalongan membahas layanan kepribadian tentang kejujuran dan integritas untuk siswa kelas 10, meliputi tujuan membangun pemahaman siswa akan arti kejujuran dan integritas serta manfaatnya dalam membentuk pribadi."

Diunggah oleh

Megumi Minami
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
703 tayangan6 halaman

RPL Kejujuran Dan Integritas

Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Bimbingan Klasikal SMAN 4 Pekalongan membahas layanan kepribadian tentang kejujuran dan integritas untuk siswa kelas 10, meliputi tujuan membangun pemahaman siswa akan arti kejujuran dan integritas serta manfaatnya dalam membentuk pribadi."

Diunggah oleh

Megumi Minami
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4
PEKALONGAN
Jalan HOS Cokroaminoto 383A Kota Pekalongan Kode Pos: 51135
Telp. (0285) 432621 Website: [Link]
Email:sman4pekl@[Link]
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Pribadi
C Topik / Tema Layanan Kejujuran dan Integritas
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang memiliki
integritas diri serta dapat memancarkan kepercayaan diri dan sikap
yang tidak mementingkan diri sendiri
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian kejujuran
dan integritas
2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat memiliki
integritas diri
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pribadi yang memiliki
integritas diri
G Sasaran Layanan Kelas 10
H Materi Layanan 1. Kejujuran dan integritas
2. Manfaat memiliki integritas diri
3. Pribadi yang memiliki integritas diri
4. Cara membangun rasa percaya diri
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan
Konseling untuk SMA-MA kelas 10, Yogyakarta, Paramitra
Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan
dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta, Paramitra
3. Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi ItuMudah.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
4. Eliasa Imania Eva, [Link] (games) dalam
Bimbingan dan [Link]: Paramitra
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point, Kejujuran dan Integritas diri
M Pelaksanaan
1. Tahap Awal /Pedahuluan
a. Pernyataan Tujuan 1. Guru BK/Konselor membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
3. Menyampaikan tujuan-tujuan khusus yang akan dicapai
b. Penjelasan tentang 1. Memberikan langkah-langkah kegiatan, tugas dan tanggung
langkah-langkah jawab peserta didik
kegiatan 2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan), hari ini kita akan
melakukan kegiatan selama 1 jam pelayanan, kita sepakat akan
melakukan dengan baik.
c. Mengarahkan kegiatan Guru BK/Konselor memberikan penejelasan tentang topik yang
(konsolidasi) akan dibicarakan
d. Tahap peralihan Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan peserta didik
( Transisi) melaksanakan kegiatan, dan memulai ke tahap inti
2. Tahap Inti
a. Kegiatan peserta 1. Mengamati tayangan slide ppt (tulisan, gambar, video)
didik 2. Melakukan Brainstorming/curah pendapat
3. Mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
4. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
b. Kegiatan Guru 1. Menayangkan media slide power point yang berhubungan
BK/Konselor dengan materi layanan
2. Mengajak peserta didik untuk brainstorming/curah pendapat
3. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok (6 kelompok)
4. Memberi tugas (untuk diskusi kelompok)
5. Menjelaskan cara mengerjakan tugas
6. Mengevaluasi hasil diskusi peserta didik
7. Membuat catatan-catatan observasi selama proses layanan
3. Tahap Penutup 1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan
2. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan mengungkapkan
kemanfaatan dan kebermaknaan kegiatan secara lisan
3. Guru BK memberi penguatan dan rencana tindak lanjut
4. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak peserta
didik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan salam
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Mengamati sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti
kegiatan
3. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat
atau bertanya
4. Mengamati cara peserta didik dalam memberikan penjelasan
terhadap pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi dengan instrumen yang sudah disiapkan, antara lain :
1. Evaluasi tentang suasana pertemuan dengan instrumen:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Evaluasi terhadap topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting
3. Evaluasi terhadap cara Guru BK dalam menyampaikan
materi: mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Evaluasi terhadap kegiatan yang diikuti : menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti

Lampiran-Lampiran
1. Uraian materi
2. Instrumen penilaian
Pekalongan, Agustus 2019

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Bimbingan Konseling

Yulianto Nurul Furqon, M. Pd Sri Eka Yusica Larasati, S. Pd


NIP. 19720708 200212 1 005 NIP. 19920806 201902 2 009
Lampiran : Uraian Materi

KEJUJURAN DAN INTEGRITAS DIRI

A. Pengertian Kejujuran dan Integritas


Kejujuran dan Integritas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata integritas adalah
mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga
memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.
Sementara arti kata jujur sendiri adalah lurus hati, tidak berbohong, tulus,
ikhlas. Berdasarkan pengertian tersebut, bisa dikatakan bahwa kejujuran dan
integritas adalah dua hal yang saling berkaitan, dan saling melengkapi satu
sama lain. Artinya, seorang yang jujur pasti berintegritas, demikian pula
sebaliknya.

Kejujuran adalah mengatakan apa yang dilakukan. Sebaik apapun atau


bahkan seburuk apapun tindakan selama ia mengatakan apa yang telah
dilakukan maka ia jujur. Misalnya: “Saya melakukan korupsi ….”

Integritas adalah melakukan apa yang dikatakan. Utuh antara perkataan


dan perbuatan. A adalah A, dan B adalah B. Orang yang memiliki integritas
adalah orang yang perkataannya bisa dipegang. Integritas diri adalah suatu
pemahaman yang membuat terwujudnya pemenuhan yang seimbang dan
sinergis terhadap semua kebutuhan manusia. Misalnya, terpenuhinya
kebutuhan terhadap makanan, prestasi di sekolah, pergaulan, pelaksanaan
ibadah, dan keikutsertaan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Integritas diri
memungkinkan semua perasaan diungkapkan dengan kejujuran dan ketulusan
meskipun kita harus melaksanakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Jika kita
melakukannya dengan alasan yang benar, semuanya akan dapat diterima.
Individu-individu yang mempunyai integritas diri akan memancarkan
kepercayaan diri dan sikap yang tidak mementingkan sendiri
Apakah makna integritas bagi kita?
Pertama, integritas berarti komitmen dan loyalitas. Apakah komitmen itu?
Komitmen adalah suatu janji pada diri sendiri ataupun orang lain yang
tercermin dalam tindakan-tindakan seseorang. Seseorang yang berkomitmen
adalah mereka yang dapat menepati sebuah janji dan mempertahankan janji itu
sampai akhir, walau pun harus berkorban.

Kedua, integritas berarti tanggung jawab. Tanggung jawab adalah tanda dari
kedewasaan pribadi. Orang yang berani mengambil tanggung jawab adalah
mereka yang bersedia mengambil risiko, memperbaiki keadaan, dan melakukan
kewajiban dengan kemampuan yang terbaik.

Ketiga, integritas berarti dapat dipercaya, jujur dan setia. Kehidupan kita akan
menjadi dipercaya, apabila perkataan kita sejalan dengan perbuatan kita;
tentunya dalam hal ini yang kita pandang baik atau positif.

Keempat, integritas berarti konsisten. Konsisten berarti tetap pada pendirian.


Orang yang konsiten adalah orang yang tegas pada keputusan dan pendiriannya
tidak goyah. Konsisten bukan berarti sikap yang keras atau kaku.

Kelima, berintegritas berarti menguasai dan mendisiplin diri. Banyak orang


keliru menggambarkan sikap disiplin sehingga menyamakan disiplin dengan
bekerja keras tanpa istirahat. Disiplin mencerminkan sikap pengendalian diri,
suatu sikap hidup yang teratur dan seimbang.

Keenam, berintegritas berarti berkualitas. Kualitas hidup seseorang itu sangat


penting. Kualitas menentukan kuantitas. Bila kita berkualitas maka hidup kita
tidak akan diremehkan.

B. Manfaat memiliki Integritas Diri

Hidup yang berintegritas adalah hidup yang terpenuhi kebutuhan dasar


secara seimbang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengupayakan agar
kebutuhan jasmani, intelektual, emosional, sosial dan rohani terpenuhi secara
seimbang. Apabila kita mampu mewujudkan integritas diri sendiri, kita akan
memperoleh manfaat yang besar, diantaranya :
1. Secara fisik, kita akan merasa sehat dan bugar. Kita selalu siap
melakukan aktivitas atau pekerjaan sehari-hari. Sebagai seorang siswa,
kita harus menjaga kesehatan agar dapat mengikuti pelajaran di sekolah
dengan baik. Jika sering sakit, kita akan sering ketinggalan pelajaran.
2. Secara Intelektual, kita dapat mengoptimalkan kemampuan otak kita. Oak
kita terlatih berpikir secara ilmiah, terlatih menganalisis, dan terlatih
membuat kesimpulan yang logis dan rasional. Kemampuan intelektual
yang baik memungkinkan kita untuk mengikuti program studi yang kita
inginkan. Dengan kemampuan menganalisis yang baik, kita dapat
menjauhkan diri dari asumsi-asumsi yang bersifat subyektif semata.
3. Secara emosional, kemampuan EQ dalam diri seseorang akan membuat
orang itu menjadi penuh motivasi, sadar diri, empati, simpati, solidaritas
tinggi dan sarat kehangatan emosional dalam interaksi kerja. Kematangan
emosional yang dimiliki seseorang akan membuatnya bekerja dibawah
tekanan. Itulah sebabnya ada banyak orang yang memiliki IQ sedang
bahkan rendah, namun dapat sukses dalam hidupnya karena memilki EQ
yang tinggi
4. Secara Spiritual, kita dapat memakai segala sesuatu, termasuk
pengalaman-pengalaman hidup, baik yang menyenangkan maupun yang
tidak menyenangkan, seperti keberhasilan, kegagalan dan penderitaan.
Kecerdasan spiritual membuat kita dapat melihat berbagai kenyataan atau
fenomena kehidupan dalam perspektif yang lebih dalam, utuh dan
menyeluruh dalam mengatasi keragaman dan perbedan yang dihadapi.
5. Secara sosial, kita semakin mampu mengembangkan hubungan baik satu
sama lain. Kita memiliki kepekaan hati dan perasaan untuk selelu
memberi tempat bagi orang lain di dalam hati kita

Anda mungkin juga menyukai