0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
479 tayangan3 halaman

Avicennia

Tumbuhan api-api atau Avicennia adalah jenis tumbuhan mangrove yang tumbuh di daerah pantai dan rawa air asin. Terdapat sekitar 8 spesies Avicennia yang menyebar di wilayah tropis dunia lama dan baru. Avicennia memiliki adaptasi untuk tumbuh di lingkungan berair asin seperti akar napas dan kelenjar garam pada daunnya.

Diunggah oleh

ganna satria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
479 tayangan3 halaman

Avicennia

Tumbuhan api-api atau Avicennia adalah jenis tumbuhan mangrove yang tumbuh di daerah pantai dan rawa air asin. Terdapat sekitar 8 spesies Avicennia yang menyebar di wilayah tropis dunia lama dan baru. Avicennia memiliki adaptasi untuk tumbuh di lingkungan berair asin seperti akar napas dan kelenjar garam pada daunnya.

Diunggah oleh

ganna satria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Avicennia adalah tumbuhan yang lebih dikenal dengan nama api-api.

Pemberian nama
Avicennia dilekatkan pada genus ini untuk menghormati seorang pakar bernama Ibnu Sina, di
wilayah barat beliau lebih dikenal sebagai Avicenna. Avicenna merupakan seorang pakar dan
perintis metode kedokteran modern dari Persia. Tumbuhan api-api atau Avicennia adalah bagian
dari kelompok tumbuhan atau plantae dari marga Avicennia, dan suku Achanthaceae yang
merupakan tumbuhan berbunga. Tumbuhan api-api biasa tumbuh di tepi pantai atau dekat laut
yang termasuk bagian dari komunitas hutan bakau.

Taksonomi Avicennia atau tumbuhan api-api sedikit membingungkan dan belum mantap
atau pasti. Sebelumnya marga atau genus ini diklasifikasikan ke dalam suku Verbenaceae,
sesuku atu masih satu suku dengan pohon jati, laban, dan sungkai. Akan tetapi sebagian pakar
kemudian memisahkan tumbuhan api-api ini ke dalam suku bermarga tunggal yaitu
Avicenniaceae. Namun belakangan ini, analasisis filogeni yang terbaru mendapatkan bahwa
kemungkinan Avicennia atau tumbuhan api-api lebih tepat diletakkan di dalam suku
Acanthaceae, sekarabat dengan jeruju (Achanthus spp) yang juga bisa kita temui atau jumpai di
lingkungan mangrove atau tumbuhan bakau.

Sebagai bagian dari warga komunitas mangrove atau hutan bakau, tumbuhan api-api
memiliki beberapa ciri yang mirip dengan tumbuhan mangrove atau bakau. Ciri-ciri ini
merupakan bagian dari adaptasi pada lingkungan berlumpur dan bergaram atau berair asin. Ciri-
cirri tersebut diantaranya adalah, tumbuhan api-api atau Avicennia memiliki akar napas serupa
paku yang panjang dan rapat, muncul ke atas lumpur di sekeliling pangkal batang tumbuhan
Avicennia. Tumbuhan api-api juga memiliki daun-daun dengan kelenjar garam di permukaan
bawah daunnya. Daun tumbuhan Avicennia ini berwarna putih di sisi bawahnya, dan dilapisi
kristal, lapisan kristal ini merupakan kelebihan garam yang dibuang oleh tumbuhan Avicennia.
Biji tumbuhan api-api atau Avicennia ini berkecambah tatkala buahnya belum gugur atau saat
masih melekat pada ranting tumbuhan ini. Dengan demikian biji tumbuhan api-api dapat segera
tumbuh setelah terjatuh dan tersangkut di lumpur.

Tumbuhan api-api atau Avicennia merupakan tumbuhan yang cukup besar, tumbuhan
api-api dapat tumbuh hingga 30 meter, dengan tajukatau batang utama yang agak renggang.
Tumbuhan Avicennia memiliki akar napas (pneumatophores) yang muncul atau tumbuh 10-30
centimeter dari substrat. Pepagan atau kulit batang tumbuhan Avicennia permukaannya halus dan
berwarna keputihan sampai dengan abu-abu kecoklatan dan sedikit retak-retak. Tumbuhan api-
api memiliki ranting dengan buku-buku bekas daun yang menonjol srupa sendi-sendi tulang.

Tumbuhan api-api atau Avicennia memiliki jenis daun-daun tunggal, bertangkai, bertepi
rata, dan berujung runcing. Helai daun-daun tumbuhan api-api atau Avicennia berwarna hijau
mengkilap di bagian atas daunnya dan abu-abu atau keputihan di bagian bawah daunnya, bagian
putih pada bawah daun tumbuhan Avicennia akan bertambah seiring dengan bertambahnya
lapisan kristal garam yang terasa asin. Pertulangan daun tumbuhan api-api atau Avicennia
umumnya tidak bergitu jelas terlihat oleh kasat mata. Kuncup daun tumbuhan tersebut terletak
pada lekuk pasangan tangkai daun teratas.

Bunga tumbuhan api-api atau Avicennia terletak pada karangan bertangkai panjang yang
berbentuk seperti paying, terletak di ujung tangkai atau di ketiak daun dekat ujung tumbuhan api-
api. Bunga-bunga tumbuhan Avicennia membulat atau berbentuk bulat ketika kuncup, bunga ini
berukuran kecil antara 0,3-1,3 centimeter. Bunga Avicennia memiliki dua kelamin atau lata
reproduksi, kelopak bunga ini berjumlah 5 helai dan mahkota pada bunga ini kebanyakan
berjumlah 4 (jarang bermahkota 5 atau 6) helai. Tumbuhan api-api atau Avicennia memiliki
bunga yang kebanyakan berwarna kuning hingga jingga kekuningan dengan bau yang samar-
samar atau tidak terlalu tercium. Benang sari bunga Avicennia umumnnya berjumlah 4 benang
sari, terletak berseling dengan mahkota bunga. Tumbuhan api-api atau Avicennia memiliki buah
yang berbentuk kapsul yang memecah (dehiscent) menjadi dua bagian. Umumnnya memiliki
panjang 1-4 centimeter, buah tumbuhan ini berwarna hijau keabu-abuan, berbulu halus diluarnya,
biji buah tumbuhan api-api tumbuh selagi buah masih di pohon.

Tumbuhan api-api atau Avicennia menyukai lingkungan rawa-rawa mangrove atau hutan
bakau, tepi pantai yang berlumpur, atau di sepanjang tepian sungai pasang surut. Beberapa jenis
tumbuhan Avicennia seperti Avicennia marina, jenis ini memperlihatkan toleransi yang tinggi
terhadap kisaran salinitas atau tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air, jenis ini
mampu tumbuh di rawa air tawar hingga di substrat yang berkadar garam sangat tinggi.

Kebanyakan jenis tumbuhan api-api merupakan jenis pionir dan oportunistik, serta
mudah tumbuh kembali. Tumbuhan Avicennia atau api-api yang sudah tumbah atau rusak daoat
segera bersemi kembali atau tumbuh kembali, sehingga hal ini bisa mempercepat pemulihan
tegakan yang rusak.

Sejauh ini sudah diketahui ada sekitar 8 spesies tumbuhan api-api atau Avicennia yang
menyebar di dua kawasan perairan utama di wilayah tropis, yakni di Dunia lama yaitu wilayah
Afro-Asia dan Australasia, tumbuhan ini jua ditemukan di Dunia baru yaitu wilayah Pasifik
Timur dan Perairan Karibia.

8 spesies tumbuhan api-api diantaranya adalah, Avicennia alba atau tumbuhan api-api
hitam yang menyebar mulai dari pantai barat India, Asia Tenggara termasuk kepulaun Nusantara
atau Indonesia, Filipina Selatang hingga ke kepulauan Palau dan Solomon di wilayah Pasifik
Selatan. Yang kedua ada tumbuhan Avicennia bicolor yang persebarang tumbuhan ini terbatas di
pantai barat Amerika Tengah. Selanjutnya ada tumbuhan Avicennia germinans yang banyak bisa
ditemukan di pantai barat hingga pantai timur Amerika Tengah termasuk di kepulauan Karibia,
dan di pantai sebelah barat Afrika. Tumbuhan Avicennia integra persebarangnya terbatas hanya
di pantai utara Australia sehingga tumbuhan Avicennia integra ini merupakan salah satu
tumbuhan endemic di benua Australia. Yang selanjutnya adalah tumbuhan Avicennia marina
atau bisa disebut tumbuhan api-api putih. Tumbuah api-api putih ini memiliki anak jenis atau
subspecies yang paling banyak dan penyebaran tumbuhan ini adalah yang paling luas diatara
semua spesies Avicennia. Persebarannya mulai dari pantai timur Afrika, Teluk Persia, India,
Asia Tenggara, lalu ke timur hingga Tiongkok dan Jepang, serta menyebar ke selatan di seluruh
kawasan Indomalaya hingga ke Autralasia dan kepualauan Pasifik selatan. Kemudian ada
tumbuhan Avicennia officinalis atau tumbuhan api-api daun lebar atau api-api ludat, persebaran
tumbuhan Avicennia officinalis ini hamper sama dengan Avicennia alba. Lalu ada tumbuhan
Avicennia rumphiana yang agak jarang ditemukan, api-api ini menyebar di kepulauan
Nuasantara. Yang terakhir adalah tumbuhan Avicennia schaueriana yang tersebar di benua
Amerika.

Anda mungkin juga menyukai