0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan9 halaman

Bab Viii SBR

Dokumen tersebut merupakan bagian dari rencana pengolahan limbah cair mengenai perencanaan sistem pengolahan biologis menggunakan Sequencing Batch Reactor (SBR). Rencana tersebut meliputi perhitungan kapasitas tangki, waktu operasi setiap tahapan proses SBR, hitung-hitungan untuk menentukan fraksi pengisian, waktu detensi, dimensi tangki, SRT, konsentrasi MLSS, jumlah NH4-N yang teroksidasi dan

Diunggah oleh

Juju Love Dhila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan9 halaman

Bab Viii SBR

Dokumen tersebut merupakan bagian dari rencana pengolahan limbah cair mengenai perencanaan sistem pengolahan biologis menggunakan Sequencing Batch Reactor (SBR). Rencana tersebut meliputi perhitungan kapasitas tangki, waktu operasi setiap tahapan proses SBR, hitung-hitungan untuk menentukan fraksi pengisian, waktu detensi, dimensi tangki, SRT, konsentrasi MLSS, jumlah NH4-N yang teroksidasi dan

Diunggah oleh

Juju Love Dhila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB VIII

PERENCANAAN PENGOLAHAN BIOLOGIS


8.1 Perhitungan dan Analisis

Direncanakan
 Jumlah tangki = 2 tangki
 Qmaks = 0,45 m3/detik = 38746,8 m3/hari
 BOD influen = 200,40 mg/L
 sBOD = 196,38 mg/L
 COD influen = 246,2 mg/L
 sCOD = 236,35 mg/L
 TSS influen = 126,56 mg/l
 VSS = 15 mg/L
 TKN = 35 mg/L
 bCOD/BOD = 1,6

Perhitungan Sequencing Batch Reactor (SBR)

1. Karakteristik tambahan yang diperlukan dalam proses mendesign SBR


b) Penentuan bCOD
bCOD = BOD x BOD/COD = 200,4 mg/L x ,1,6 = 320,63 mg/L
c) Penentuan konsentrasi nbVSS
𝑚𝑔
𝑏𝑝𝐶𝑂𝐷 200,4 −196,39 𝑚𝑔/𝐿
𝐿
= 1,6 𝑚𝑔 𝑚𝑔 = 0,6 mg/L
𝑝𝐶𝑂𝐷 246,2 −236,35
𝐿 𝐿

nbVSS = (1 -1,6) x 200,6 mg/L = 62,12 mg/L


d) Penentuan iTSS
iTSS = TSS – VSS = 126.56 mg/L – 15 mg/L = 111,56 mg/L

1. Penentuan putaran operasi SBR


Pada perencanaan ini waktu tiap tahap mengikuti kriteria desain untuk SBR
dengan removal nutrien karena karakteristik influen limbah memiliki nutient tinggi.
Tabel menunjukkan penjelasan masing-masing tahapan proses SBR.
Tabel Tahapan Proses SBR
Tahap Kondisi

Unaerated fill Influen masuk ke SBR


Tanpa aerasi
Waktu = 1,5 jam
Terjadi pengadukan (mixing)
Aerated fill Influen masuk ke SBR
Terjadi Aerasi (DO>2 mg/l)
Waktu = ½ total cycle time – waktu unaerated
fill

React Tidak ada aliran influen dalam SBR


Terjadi aerasi (DO>2mg/l)
Waktu = tipikal 1-2 jam
Settle Tidak ada aliran influen dalam SBR
Tanpa aerasi
Waktu = 1 jam
Draw Tidak ada aliran influen dalam SBR
Tanpa aerasi
Effluen dikeluarkan
Waktu = 1-2 jam

Idle Tidak ada aliran influen dalam SBR


Tanpa aerasi
Waktu = 1-15 menit

Tipikal total cycle time 6-8 jam

Sumber : US EPA, 1992


Diasumsikan waktu masing-masing tahapan pada proses SBR antara lain :
Tuf = 1,5 jam
Taf = 2,5 jam
tR = 1,5 jam
ts = 1 jam
tD = 1,25 jam
tI = 15 menit
Total cycle time adalah 8 jam.
Jumlah putaran/[Link] = = 3 putaran/[Link]

Direncanakan jumlah tangki 4 buah.


Total jumlah putaran (putaran/hari) = 4 tangki x (3 putaran/[Link])
= 12 putaran/hari
38746,8 𝑚𝑔/𝐿
Pengisian volume tiap putaran = = 3228,9 [Link]/putaran
12 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛

2. Penentuan fraksi pengisian tiap putaran (VF/VT)


 Pengembangan mass balance pada padatan didalam reactor
Massa solid saat volume penuh = massa padatan yang terendap
VTX = VSXS
dimana:
VT = volume total, m3
X = konsentrasi MLSS pada saat volume penuh, mg/l
VS = volume pengendapan setelah pengurasan, m3
X S = konsentrasi MLSS pada volum pengendapan
 Pemecahan mass balance dan menentukan fraksi pengisian
Menentukan XS berdasarkan asumsi nilai SVI = 150 mL/g dan rencana konsentrasi
MLSS pada saat volume penuh adalah 3500 g/m3 (sesuai dengan kriteria desain
EPA yaitu 2000-5000 mg/L)

103 𝑚𝑔 103 𝑚𝐿
( )( )
𝑔 𝐿
XS = 𝑚𝑙
(𝑆𝑉𝐼, )
𝑔

103 𝑚𝑔 103 𝑚𝑙
( )( )
𝑔 𝑙
= 𝑚𝑙
150
𝑔

= 6666 g/m3
X = 3500 g/m3 (Konsentrasi mikrooganisme)
 Penentuan fraksi pengendapan
𝑔
𝑉𝑠 𝑋 (3500 3 )
𝑚
= 𝑋𝑠= = 0,525
𝑉𝑡 6666 𝑔/𝑚3

Jika ditambahkan 20% liquid pada sludge blanket agar padatan tidak hilang saat
mekanisme pengurasan (decant), maka:
𝑉𝑠
= 1,2 (0,525) = 0,63
𝑉𝑡

 Penentuan fraksi pengisian


VF + VS = VT
Dimana VF = volume penuh
𝑉𝑓 𝑉𝑠
+ 𝑉𝑡 =1
𝑉𝑡
𝑉𝑓
= 1 – 0,63 = 0,37
𝑉𝑡

Direncanakan pada unit bangunan ini VF/VT = 0,37

3. Penentuan HRT (waktu detensi)


Direncanakan:
Kedalaman tangki =6m
Kedalaman lumpur = 0,37 dari kedalaman tangki
Sehingga;
Kedalaman lumpur = 0,37 x 6 m
= 2,22 m
𝑉𝑓 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑘𝑖 3816 𝑚3 /𝑡𝑎𝑛𝑔𝑘𝑖
VT = = = 8726,75 m3/tangki
0,37 0,37
𝑚3 𝑗𝑎𝑚
4 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑘𝑖 (8726,25 )(24 )
𝑡𝑎𝑛𝑔𝑘𝑖 ℎ𝑎𝑟𝑖
HRT = 𝑚3
= 21,6 jam = 22 jam
38746,8
ℎ𝑎𝑟𝑖

Menurut Alfiah dan Sinatria (2017), kriteria desain HRT (waktu detensi) antara 15 –
40 jam, sehingga perhitungan HRT memenuhi kriteria desain.

4. Penentuan Dimensi Tangki


Direncanakan:
Kedalaman tangki = 6 m (Metcalf & Eddy, 2003)
Kedalaman lumpur = 0,37 dari kedalaman tangki
Sehingga;
Kedalaman lumpur = 0,37 x 6 m
= 2,2 m
VT = 8726,75 m3/tangki
Jika rasio panjang : lebar = 2 : 1, maka
8726,75 m3 =pxLxh
8726,75 m3 = 2L x L x 6 m
1454 m2 =L
L = 11 m
P =2xP
= 22 m
Sehingga dimensi dari setiap tangki adalah sebagai berikut
Panjang = 22 m
Lebar = 11 m
Kedalaman = 6 m
Freeboard = 0,5 m

5. Penentuan SRT

([Link]) SRT = (V) (XMLSS)


= (8726,76 m3) (3500 g/m3)
= 30543649 g = 30543,65 kg
Direncanakan:
mg/L = g/m3
Asumsi So ≈ So – S
So (konsentrasi substrat) =bCOD
= 320,63 g/m3
Q tiap tangki = (38746,8 m3/hari) / 4 tangki = 9686,7 m3/[Link]
Berdasarkan analisis laboratorium, terdapat 80% NOx dalam Total Nitrogen, maka:
NOx = (0,8) (32 g/m3) = 28 g/m3
Y (hasil pertumbuhan / growth yield) = 0,4 g VSS/g bCOD
Kd35 cͦ (laju kematian mikroba) = 0,12 g/g-d (1,04)35-20
= 0,2 g/[Link]
Yn (growth yield untuk proses nitrifikasi) = 0,12 g VSS/g NOx
Kdn(35C) (laju kematian mikroba untuk proses nitrifikasi)
= 0,08 g/g-d (1,04)35-20 = 0,14 g/[Link]
Fd (fraksi sel yang mati) = 0,15 g/g
Fd direncanakan dalam range 0,08-0,2 sesuai dengan kriteria desain pada Metcalf &
Eddy (2003).
Menurut Metcalf & Eddy (2003), kriteria desain SRT antara 10 – 30 hari. Karena tidak
memenuhi kriteria desain, maka ditetapkan SRT 20 hari.
SRT = 20 hari

6. Konsentrasi MLVSS
([Link]) SRT = 8428631,82 m3.g/m3

([Link]) SRT = (V) (XMLVSS)


8726,75 m3/tangki (XMLVSS) = 8428631,82 m3.g/m3

8428631,82 m3.g/m3
(XMLVSS) = = 965,83 mg/L
8726,75 m3/tangki

Penentuan fraksi MLVSS


XMLVSS/XMLSS = (965,83 mg/L) / (3500 g/m3)
= 0,275

7. Perhitungan jumlah NH4-N yang teroksidasi (NOx)


NOx = TKNo – Ne – 0,12 Pxbio / Q
Berdasarkan analisis laboratorium didapatkan TKNo sebesar 28 mg/L
Ne = 4,2 mg/L (sesuai dengan effisiensi removal SBR yang diharapkan)
𝑄𝑌(𝑆𝑜−𝑆)𝑆𝑅𝑇 𝑄𝑌𝑛(𝑁𝑂𝑥) 𝑆𝑅𝑇 (𝑓𝑑)(𝐾𝑑)𝑄(𝑌)(𝑆0−𝑆)𝑆𝑅𝑇
Pxbio = [1+(𝑘𝑑)𝑆𝑅𝑇]
+ [1+(𝐾𝑑𝑛)𝑆𝑅𝑇]
+ [1+(𝐾𝑑)𝑆𝑅𝑇]

= 614007,895 g/hari = 614,0079 kg/hari


NOx = 35 – 0,5 – (0,12 x 614007,895 g/hari / 9698,7 m3/[Link])
NOx = 26,8 g/m3
Maka, NH4-N yang teroksidasi sebesar 26,8 g/m3

8. Cek terhadap perhitungan nitrifikasi, apabila NH4-N yang diremoval hingga mencapai
0,5 g/m3 dalam waktu 2 jam aerasi.
 Perhitungan jumlah N teroksidasi yang tersedia.
NOx = 26,8 g/m3
Vf (NOx) = 3228,9 m3/putaran x (NOx)
= 89585,66 g/fill
Vs(Ne) = Ne (V – Vf)
= (0,5 g/m3) (8726,75– 3228,9) m3
= 2748,92 g
Total N teroksidasi = Vf (NOx) + Vs(Ne)
Total N teroksidasi = (89585,66 + 2748,92) g = 89585,66 g
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑁 𝑡𝑒𝑟𝑜𝑘𝑠𝑖𝑑𝑎𝑠𝑖 89585,66 𝑔
Initial Concentration = = 8726,75 𝑚3 = 10,26 g/m3 = No
𝑉𝑡

9. Perhitungan waktu reaksi


𝑁𝑜 𝑚𝑛 𝜇 𝐷𝑂
Kn ln 𝑁𝑒 + (No – Ne) = Xn ( 𝑌𝑛 ) (𝐾𝑜+𝐷𝑂) t

 Nitrifier concentration
𝑄 𝑌𝑛 (𝑁𝑂𝑥)𝑆𝑅𝑇
Xn = [1+(𝑘𝑑)𝑆𝑅𝑇] 𝑉

= 30,54 g/m3
μm12C (laju perumbuhan spesifik) = 0,44 2,06 g/g.d
Kn12C = 0,49 g/m3
No = 8,15 g/m3
Ne = 0,5 g/m3
𝑁𝑜 𝑚𝑛𝜇 𝐷𝑂
Kn ln 𝑁𝑒 + (No – Ne) = Xn ( 𝑌𝑛 ) (𝐾𝑜+𝐷𝑂) t
8,15 0,44 2
0,49 ln + (8,15 – 0,5) = 30,54 (0,12) (0,5+2) t
0,5

t = 0,116 days
= 2,8 jam

10. Perhitungan waktu aerasi


Waktu aerasi yang dibutuhkan = 0,4 jam
Waktu aerasi yang telah direncanakan awal selama 2 jam, oleh karena itu dibutuhkan
aerasi selama waktu pengisian.
Waktu pengisian = 3 jam
Setidaknya satu setengah dari waktu pengisian harus digunakan untuk proses mixing
tanpa aerasi untuk menyediakan operasi pemilih untuk kontrol SVI
3,0
Total aeration time = + 2,0
2

= 3,5 jam

11. Penentuan rata-rata kecepatan pengurasan


Decant volume = fill volume
VF = 3228,9 m3
Waktu pengurasan = 30 menit
3228,9 𝑚3
Rata-rata pemompaan = = 107,63 m3/menit
30 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

12. Penentuan kebutuhan oksigen tiap tangki


Ro = Q (So-S) – 1,42 [Link] + 4,33 Q (NOx)
= 2262,01 kg/hari
Waktu aerasi/tangki
Waktu aerasi tiap putaran = 2,5 jam
Jumlah putaran/hari =3
3362,01 𝑘𝑔/ℎ𝑎𝑟𝑖
Kebutuhan Oksigen per cycle =
3 𝑐𝑦𝑐𝑙𝑒

= 1120,67 kg O2/cycle
Waktu aerasi perhari = 2.5 jam x 3 putaran = 7,5 jam
Kecepatan rata-rata transfer oksigen = (2202 kg/hari) / (7,5 jam/hari)
= 448,26 kg O2/jam
e) Perhitungan jumlah sludge yang dihasilkan
(𝑉)(𝑀𝐿𝑆𝑆)
Px, TSS = 𝑆𝑅𝑇
9686,7 𝑚3 𝑔 1𝑘𝑔
(4 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑘𝑖)( )(3500 3 )( 3 )
𝑡𝑎𝑛𝑔𝑘𝑖 𝑚 10 𝑔
= 20 ℎ𝑎𝑟𝑖

= 6780,69 kg/hari
bCOD removed = Q x bCOD
= (38746,8 m3/hari) (320,63 g/m3) (1kg/103g)
= 12423 kg/hari (COD biodegradable yang teremoval)
𝑏𝐶𝑂𝐷
(4747,7 𝑘𝑑 )
𝑑
BOD removed = 𝑏𝐶𝑂𝐷 = 7764,75 kg/hari (BOD yang teremoval)
(1,6 𝑘𝑔 )
𝑘𝑔𝐵𝑂𝐷

6780,69 kg/hari
Yobs, gTSS/gBOD = 7764,75 kg/hari = 0,87 g TSS/g BOD

Yobs, gVSS/gBOD = (0,87 gTSS/gBOD) (0,27 gVSS/gTSS)


= 0,24 g VSS/g BOD
6780,69
Yobs, gTSS/gbCOD = = 0,54 g TSS/g bCOD
12423

f) Penentuan F/M dan OLR


 F/M = kg BOD/ kg MLVSS.d
= [Link] / X.V
= ( 9686,7 m3/hari) (200,4 g/m3) / ((965,83 g/m3)(8726,75 m3))
= 0,23 g/[Link]
Perhitungan rasio F/M sesuai dengan kriteria desain Metcalf & Eddy (2003) yaitu
0,15-0,6 g/[Link]
 OLR = kg BOD / ([Link])
= Q. Si / V
= (9686,7 m3/hari) (200,4 g/m3)/(8726,75 m3)(103g/kg)
= 0,22 kg/[Link]
Perhitungan OLR sesuai dengan kriteria desain Metcalf & Eddy (2003) yaitu 0,1 –
0,3 kg/[Link]

Anda mungkin juga menyukai