0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
357 tayangan11 halaman

Observasi Hama pada Tanaman Salak

Makalah ini membahas tentang hama pada tanaman salak di Desa Merdikorejo, Kabupaten Sleman. Terdapat beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman salak seperti uret, tikus, dan lalat buah. Petani melakukan berbagai cara pengendalian seperti pemupukan, perangkap tikus, dan pencegahan serangan lalat buah.

Diunggah oleh

Dani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
357 tayangan11 halaman

Observasi Hama pada Tanaman Salak

Makalah ini membahas tentang hama pada tanaman salak di Desa Merdikorejo, Kabupaten Sleman. Terdapat beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman salak seperti uret, tikus, dan lalat buah. Petani melakukan berbagai cara pengendalian seperti pemupukan, perangkap tikus, dan pencegahan serangan lalat buah.

Diunggah oleh

Dani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PROTEKSI TANAMAN
HAMA PADA TANAMAN SALAK

Disusun Oleh :
Tri Hastomo 20180210008
Nurma Elfira 20180210011
Dani Amar 20180210022
Dwiana Intan L 20180210024
Asri Asih H 20180210026
Dimas Choiri A 20180210046

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Di Indonesia terdapat dua salak yang termasuk jenis Salacca sumatrana (salak
padangsidempuan) dan Salacca zalacca. Salacca zalacca yang umumnya ditanam di wilayah
Pulau Jawa memiliki beragam varietas yang umumnya dikenal dengan nama masing-masing
daerah tempat ditanam, misalnya salak bali, salak condet, salah banjarbaru, salak pondoh, salak
kersikan, dan lain-lain. Diantara berbagai jenis salak tersebut, yang memiliki nilai komersial
tinggi adalah salak pondoh dan salak bali (Surachmat Kusumo,1995).

Buah salak pondoh sangat digemari oleh masyarakat karena bisa dimakan secara
mentah sebagai buah segar. Salak pondoh juga dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan
dalam mengusahakan tanaman hortikultura. Sleman adalah kabupaten di Yogyakarta yang
memilik banyak desa penghasil salak pondoh. Salah satu desa tersebut adalah Desa
Merdikorejo. Disana penduduknya banyak menanam salak pondoh dalam jumlah yang sangat
besar. akhirnya desa ini dijadikan desa wisata salak pondoh. Sejarah kabupaten Sleman itu
sendiri yaitu karena kondisi perekonomiannya yang dulu tidak memungkinkan dan
memprihatinkan sehingga sedikit dari masyarakat membuka budidaya salak pondoh. Menurut
masyarakat salak pondoh mempunyai produktivitas yang tinggi sehingga masyarakat
berinisiatif untuk mengembangkan. Teknologi yang di gunakan masih sederhana namun
dengan usaha ini masyarakat kesejahteraannya sudah mulai baik dari sebelumnya.

Daya dukung letak geografis yang cukup strategis, membawa dampak cukup positif terhadap
pengembangan berbagai jenis tanaman unggulan. Kabupaten Sleman memiliki daerah andalan
dengan produk unggulan yang telah dikenal baik secara nasional maupun internasional yaitu
tanaman salak. Kebutuhan konsumsi salak per kapita pada tahun 2008 sebesar 1,64 kg/kap/th,
dengan tingkat kerusakan rata-rata 15%, maka keperluan salak per tahun adalah sebesar 420
ribu ton/tahun atau 35 ribu ton/bulan (Deptan,2000). Permintaan pasar yang tinggi tersebut
ditindaklanjuti dengan peningkatan kapasitas pasokan salak. Jumlah konsumsi salak pondoh
yang semakin meningkat membuat petani salak berusaha memenuhi permintaan tersebut.
Namun banyak kendala yang dihadapi oleh petani salak, misalnya serangan hama dari OPT
(Organisme Pengganggu Tanaman). Dalam pengusahaan salak seperti juga tanaman buah-
buahan lainnya, mutu hasil pertanaman merupakan hal yang sangat penting dan perlu
diperhatikan. Salah satu faktor yang menentukan mutu hasil pertanaman salak adalah
pengendalian hama. Sebelum dilakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit salak, perlu
diketahui jenis dan perilaku hama penyakit salak yang sering menyerang tanaman salak.

B. Tujuan

1. Untuk mengetahui berbagai jenis hama yang menyerang tanaman salak.


2. Untuk mengetahui cara pengendalian hama pada tanaman salak.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tanaman Salak Pondoh

Tanaman salak pondoh merupakan jenis tanaman kelapa (Palmae) yang banyak
dibudidayakan di Indonesia karena memiliki rasa yang khas sehingga digemari oleh
masyarakat dan paling banyak beredar dipasaran (Tilaar dkk, 2017). Salak
merupakan buah tropis asli Indonesia yang memiliki batang tertutup oleh pelepah
daun dan buahnya tesusun sangat rapat dalam satu tandan, salak mempunyai rasa
yang asam dan manis (Adirahmanto et al., 2013). Buah salak pondoh sangat
digemari oleh masyarakat karena bisa dimakan secara mentah sebagai buah segar.
Salak pondoh juga dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan dalam
mengusahakan tanaman hortikultura.

Tanaman salak pondoh dapattumbuh pada suhu antara 20 –30oC, pH antara6 –


7 serta memiliki rata-rata curah hujan1800 mm per tahun, intensitas sinar yang
dibutuhkan berkisar 80–90% (Ariviani dkk, 2013).Buah salak berbentuk lonjong
dengan diameter antara 2,5 -10 cm x 5 -8 cm, daging buah ditutupi dengan sisik
yang teratur yang berasal dari kulit buah seperti kulit ular. Salak pondoh memiliki
rasa yang khas serta kandungan gizi yang cukup lengkap antara lain kalori, protein,
lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.

B. Organisme Pengganggu Tanaman

Organisme pengganggu tanaman mencakup semua organisme yang dapat


menyebabkan kerusakan sampai kematian tanaman sehingga dapat terjadi
penurunan potensi hasil produksi yang signifikan atau pun tidak. Komponen yang
tergolong dalam OPT yaitu hama, penyakit, dan gulma. Pengendalian OPT
merupakan tindakan untuk mencegah kerugian pada tanaman budidaya yang
diakibatkan oleh organisme pengganggu tanaman. Pengendalian dapat dilakukan
dengan cara memberikan satu atau lebih teknik pengendalian yang dikembangkan
dalam satu kesatuan. Berbagai cara yang bisa digunakan untuk pengendalian OPT
yaitu dengan pengendalian secara kimia yaitu menggunakan pestisida (insektisida,
fungisida, bakterisida, herbisida), pengendalian secara fisik dengan menggunakan
perangkap, pelindung fisik, penangkapan langsung, serta secara biologi dengan
memanfaatkan musuh alami dan penyakit tanaman.
C. Musuh Alami
Musuh Alami adalah Suatu mahluk hidup (organisme > Predator, Parasitoid dan
Patogen) yang dapat mengendalikan hama penyakit dan gulma (OPT). Musuh alami
terdiri dari pemangsa/predator, parasitoid dan patogen. Pemangsa adalah binatang
(serangga, laba-laba dan binatang lain) yang memakan binatang lain sehingga
menyebabkan kematian. Kadang-kadang disebut “predator”. Predator berguna
karena memakan hama tanaman. Musuh alami sebaiknya dilestarikan karena
mereka merupakan teman petani. Semua jenis musuh alami membantu petani
mengendalikan hama dan penyakit. Karena itu, musuh alami jangan dibunuh atau
dimusnahkan. Langkah pertama dalam hal melestarikan musuh alami adalah:
jangan menggunakan pestisida kimia! Langkah kedua: menjaga berbagai jenis
tanaman, terutama tanaman berbunga, di kebun atau sekitar kebun. Jika terdapat
bermacam- macam tanaman di kebun, biasanya jumlah musuh alami yang berada
di kebun juga lebih banyak ( Eko dan Sarno, 2018).
BAB III

PEMBAHASAN

Salak pondoh adalah salah satu jenis salak yang terus mengalami peningkatan produksi,
Kabupaten Sleman merupakan daerah agraris yang memproduksi salak pondoh sebab sebagian
besar rumah tangga adalah rumah tangga tani. Usahatani salak pondoh merupakan suatu
kegiatan kedua setelah penggarapan padi dan hasil-hasil sawah lainnya di kawasan Kabupaten
Sleman. Observasi yang kami lakukan tepatnya di Desa Merdikorejo. Metode pengumpulan
data dilakukan dengan cara menggunakan metode observasi dan wawancara. Wawancara yang
kami lakukan langsung kepada ketua tani salah di daerah tersebut.

Dalam pengembangan usahatani salak pondoh permasalahan yang dijumpai yaitu


adanya hama. Sebelum dilakukan pengendalian terhadap hama pada tanaman salak, perlu
diketahui jenis dan perilaku hama yang sering menyerang tanaman salak. Hama merupakan
hewan yang mengganggu dan merusak tanaman budidaya sehingga pertumbuhannya
terganggu. Tindakan pengendalian hama meliputi pengamatan terhadap gejala yang
ditunjukkan pada tanaman, waktu pemberantasan, dan metode pemberantasan. Ada beberapa
jenis hama yang dijumpai diperkebunan tanaman salak saat observasi dilakukan diantaranya :
1. Uret
Terdapat 2 jeni uret yaitu uret dengan ukuran besar berwarna putih dan uret
kecil berwarna kuning. Uret kecil warna kuning ini merupakan jenis uret paling
ganas yang biasanya di tandai dengan banyak pasir terutama pada musim kemarau.
Hama ini tergolong perusak akar dan batang tanaman salak. Untuk tanda-tandanya
daun dapat mengering secara pelahan atau separuh-separuh yang kemudian meluas.
Petani disana melakukan pengendalian hama ini mengatasinya dengan
mencangkul disertai pemberian pupuk NPK Mutiara. Pupuk yang paling bagus
dapat menggunakan pupuk kandang seperti pupuk kompos serta pupuk dari kotoran
kambing. Pemberian pupuk yang sesuai dilakukan 6 bulan sekali. Akan tetapi dari
penggunaan pupuk mutiara ini memiliki dampak negatifnya yaitu terhadap
tanahnya yang menjadi mengeras dikarenakan hilangnya zat hara tanah. Untuk
sekarang petani tersebut melakukan pemupukan hanya dari sersah bekas batang
salak, daun, dan pelepah.
2. Tikus
Tikus ini menyerang salak pada bagian buah dan pelepahnya. Akibat dari hama ini
membuat buah salak rusak atau habis dimakan dan bahkan congo dari tanaman
salak dimakan oleh hama tikus, serangan ini dapat menggagalkan panen buah salak
dikarenakan tidak dapat dikonsumsi atau pun di jual. Pengendalian hama ini dapat
dengan mengurangi populasi tikus dengan menggunakan perangkap tikus.

Gambar 1. Buah salak yang sudah habis dimakan oleh tikus.


3. Lalat buah
Sampai saat ini yang menjadi musuh terbesar petani salah yaitu hama lalat buah.
Dengan ciri ciri lalat berwarna kuning hitam. Hama lalat buah menanam telurnya
dengan menggunakan penusuk yang dimilikinya. Efek dari serangan hama ini
menyebabkan daging salak buah menjadi coklat. Hama ini menyerang buah salak
saat masih muda, sehingga pada saat buah salak sudah matang daging yang
dihasilkan menjadi coklat dan lama kelamaan menjadi busuk. Salah satu cara
mencegah penyerangan lalat buah adalah menggunakan cairan Petroganol. Cairan
ini memberikan aroma seperti lalat betina yang dapat menarik perhatian lalat buah
(jantan).

Gambar 2. Buah salak yang terserang hama lalat buah.


Gambar 3. Lalat buah (jantan) yang hinggap pada botol cairan petroganol.

Selain dari keberadaan hama di perkebunan salak tersebut, tedapat pula musuh alami
atau predator yang ditemukan yaitu laba-laba. Pemangsa (predator) menangkap dan memakan
serangga hama (dan binatang lain). Laba-laba adalah contoh pemangsa yang dikenal secara
umum. Beberapa jenis laba-laba membuat jaring. Laba-laba tersebut menunggu di jaringnya
sampai serangga yang terbang terperangkap. Semua laba-laba adalah sahabat petani karena
memakan hama. Bila terdapat banyak laba-laba di kebun petani, hama lebih mudah terkendali.

Gambar 4. Laba-laba sebagai predator.


BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Pada observasi yang kami lakukan diperkebunan salak Desa Merdikorejo
Kabupaten Sleman dapat mengetahui keberadaan hama tanaman salak diantaranya
yaitu uret, tikus, dan lalat buah. Selain itu ditemukan pula keberadan predator atau
musuh alami bagi petani yaitu laba-laba.
DAFTAR PUSTAKA
Adirahmanto, Kris., Rofandi Hartanto, Dwi Dian Novita. 2013. Perubahan Kimia dan Lama
Simpan Buah Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw) dalam Penyimpanan Dinamis
Udara – CO2. Universitas Lampung, Lampung.

Ariviani, Setyaningrum., Nur Her Riyadi Parnanto. 2013. Kapasitas Antioksidan Buah Salak
(Salacca edulis REINW) Kultivar Pondoh, Nglumut, dan Bali Serta Korelasinya Dengan
Kadar Fenolik Total dan Vitamin C. Jurnal AGRITECH, Vol. 33, No. 3.

Departemen Pertanian LIPTAN. 2000. Identifikasi Hama Penyakit Salak.


https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&
uact=8&ved=2ahUKEwj8q8GwhZTiAhUTXSsKHXQzACMQFjAAegQIBBAC&url=http%
3A%2F%2Fperpustakaan.pertanian.go.id%2Frepository_litbang%2Frepository%2Fdownload
2%2F3387%2F9684&usg=AOvVaw3ftsV803k6dl0S6uxUaJhW . Diakses 11 Mei 2019.
Eko Apriliyanto dan Sarno. 2018. Pemantauan Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami
pada Ekosistem Tepi dan Tengah Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.).
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal. Vol 35 (2) : 69 – 74.

Surachmat Kusumo. 1992. Salak. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Jakarta.

Tilaar, A., Ranti, A., Mun’im, A. The Efficacy Study of Snake Fruit (Salacca edulis Reinw

Var.Bongkok) Extract as Skin Lightening Agent. Pharmacogn J. 2017. 9(2):235-238.


LAMPIRAN


Gambar 5. Perkebunan salak di Gambar 6. Buah salak pondoh
Desa Merdikorejo.

Gambar 7. Perangkap bagi hama Gambar 8. Cairan Petroganol


lalat buah.

Anda mungkin juga menyukai