KLOR
1. Bagaimana cara menghasilkan gas klor? Tuliskan persamaan reaksinya!
Untuk membuat gas klorida dapat dihunakan dua metode yaitu metode elektrolisis larutan
NaCl dan mereamsikan ion klorida dengan 𝑀𝑁𝑂2 dalam 𝐻2 𝑆𝑂4.
Elektrolisis larutan NaCl
Ini merupakan metode yang dipakai oleh pabrik pembuatan gas Cl2 dengan
mengelektrolisis larutan NaCl. Dikatoda yang tereduksi adalah H2O
menghasilkan gas H2 sedangkan dianoda yang dioksidasu adalah ion Cl-
membentuk gas Cl2.
Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
Anode: 2Cl- ==> Cl2 + 2e
Katode: 2H2O + 2e ==> 2OH- + Cl2
Gas Cl yang terbentuk kemudian di tampung di tempat lain.
Mereaksikan ion klorida dengan MnO2 dalam H2SO4 pekat.
Reaksi tang terjadi adalah sebagai berikut :
MnO2 + 2Cl- 4H+ ==> Cl2 + Mn2+ + + 2H2O
Pada reaksi diatas MnO2 betindak sebagai oksidator.
2. Apakah reaksinya mengikuti konsep kesetimbangan kimia? Bagaimana kondisi operasi
yang optimal mengingat reaksinya berlangsung secara eksotermis? Jelaskan dengan fakta.
Kesetimbangan kimia (chemical equilibrium) menjelaskan keadaan di mana laju
reaksi maju dan reaksi balik dari suatu zat sama besar dan di mana konsentrasi reaktan
(zat yang bereaksi) dan produk (zat dari hasil reaksi) tetap tidak berubah seiring
berjalannya waktu (Purba, 2007). Reaksi ini akan berlangsung bolak balik terus menerus
tidak pernah berhenti, inilah yang disebut sebagai Reaksi Kesetimbangan Dinamis.
Keadaan setimbang adalah suatu keadaan dimana laju reaksi ke arah kanan (pembentukan
hasil reaksi) sama dengan laju reaksi ke arah kiri (pembentukan zat-zat pereaksi). Ada
tiga faktor yang mempengaruhi kesetimbangan, yaitu perubahan konsentrasi, perubahan
tekanan (untuk gas), dan perubahan suhu. Pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap
kesetimbangan dapat diramalkan menggunakan Asas Le Chatelier yang diusulkan oleh
Henry Le Chatelier pada tahun 1888.
Henri Louis Le Chatelier (1884) berhasil menyimpulkan pengaruh faktor luar
tehadap kesetimbangan dalam suatu azas yang dikenal dengan azas Le Chatelier sebagai
berikut. “Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem
itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut.“ Secara
singkat, azas Le Chatelier dapat dinyatakan sebagai:
Reaksi = - Aksi
Pembuatan gas klor dilakukan dengan proses Deacon. Caranya dengan
mengoksidasi gas asam klorida dengan oksigen di udara. Reaksinya berlangsung dengan
persamaan sebagai berikut:
2HCI(g) + ⅟2O2(g) ↔ H2O(g) + Cl2(g) ∆H = -x Kj
Reaksi tersebut dapat dipercepat dengan katalis CuCI2. Selain dengan katalis,
reaksi dapat dipercepat dengan mengatur suhu optimal reaksi, yaitu sekitar 430°C dan
tekanan 200 atm. Hal ini karena reaksi kesetimbangan tersebut berlangsung secara
eksoterm, maka dari itu proses pembuatan gas klor mengikuti konsep kesetimbangan
kimia karena berlangsung secara eksotermis.
Jika pada sistem kesetimbangan diberikan aksi, maka sistem akan berubah
sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi tadi diupayakan sekecil mungkin. Aksi-aksi
yang dapat mempengaruhi terjadinya pergeseraan kesetimbangan antara lain perubahan
konsentrasi, perubahan volume, perubahan tekanan, perubahan jumlah mol, perubahan
temperatur, dan katalisator.
3. Carilah informasi, bagaimana menghasilkan gas klor di industry? Adakah katalis
berperanan dalam proses tersebut? Dan mengapa demikian?
Produksi gas klor dalam skala industri seluruhnya menggunakan proses klor akali
(Mursid, 2012). Proses klor-alkali merupakan proses elektrolisis yang berperan penting
dalam industri manufaktur dan pemurnian zat kimia. Produk yang dihasilkan dari industri
klor-alkali adalah gas klor (𝐶𝑙2 ) dan soda kaustik (NaOH) sebagai hasil dari elektolisis
larutan NaCl di dalam suatu sel membran. Jika klor dan alkalihidroksida yang diinginkan
sebagai produk akhir, rancangan sel elektrolisis harus dibuat sedemikian rupa, sehingga
kedua bahan itu tidak dapat bercampur. Proses produksi klor alkali terbagi menjadi 3
sesuai perkembangan teknologi, yaitu metode sel merkuri, sel diafragma, dan sel
membran. Semua metoda tersebut menggunakan proses elektrolisis. Metode sel merkuri
menggunakan kotak berbahan besi berlapis karet yang memiliki lubang masukan untuk
masukan larutan. Merkuri berperan sebagai katoda yang mengalir sepanjang dasar kotak.
Metode ini memiliki kerugian besar terkait dengan isu pencemaran lingkungan. Limbah
merkuri pada perairan dapat menimbulkan penyakit syaraf akut. Oleh karena itu, dunia
telah melarang adanya pembangunan pabrik baru yang menggunakan metode ini.
Metode sel diafragma menggunakan kotak metal dengan elektroda plat metal.
Asbestos dimasukkan dalam bentuk slurry akan terkumpul pada bagian katod membentuk
diafragma. Diafragma ini berfungsi sebagai penahan ion hidroksil agar tidak beraksi
dengan gas klor membentuk reaksi samping. Asbestos sendiri merupakan bahan beracun
yang dapat menimbulkan penyakit dan kanker pada manusia melalui pernafasan. Pada
tahun 2007 diterbitkan undang-undang yang melarang penggunaan asbestos di Amerika
Serikat sehingga menurunkan penggunaan asbestos dalam industri secara drastis.
Metode sel membran merupakan metode terkini pada industri klor alkali dengan
tingkat efisiensi tertinggi. Metode ini menggunakan ion-exchange membrane sebagai
pemisah antara ruang anoda dan katoda. Membran ini akan mencegah ion hidroksi
menuju ruang anoda, namun dapat melewatkan ion Na+ sehingga terjadi reaksi
pembentukan basa kuat. Karena memiliki efisiensi tinggi dan faktor ekonomis, metoda
membran sel menjadi metoda yang paling banyak digunakan pada industri klor alkali
Dalam sel membrane tersebut, ruang anoda dan ruang katoda dipisahkan oleh
suatu membrane yang dapat dilalui oleh kation (ion positif). Larutan garam natrium
klorida jenuh yang mengandung ion-ion Na+ and Cl– dialirkan ke dalam ruang anoda.
Suatu arus searah (DC) kemudian dialirkan melalui sel tersebut. Pada anoda, ion-ion
klorida (Cl–) dalam larutan garam (NaCl) dioksidasi menjadi gas klorin (Cl2):
2 NaCl (aq) + 2 H2O (l) → 2 NaOH (aq) + Cl2 (g) + 2 H+ + 2 e–
Sementara pada katoda, ion-ion hydrogen (H+) dalam air direduksi menjadi gas hydrogen
(H2):
2 H+ + 2 e– → H2 (g)
Membran yang dapat dilalui kation (ion-ion positif) terletak di tengah sel dan
memisahkan ruang anoda dan ruang katoda. Membran ini memiliki peranan penting
karena menjadi media yang memungkinkan terjadinya perpindahan ion-ion natrium (Na+)
dari ruang anoda ke ruang katoda, dimana ion-ion natrium (Na+) tersebut kemudian
bereaksi dengan ion-ion hidroksida (OH–) menghasilkan soda api (NaOH).
Reaksi elektrolisa larutan garam (NaCl) secara keseluruhan dapat digambarkan sebagai
berikut:
2NaCl + 2H2O → Cl2 + H2 + 2NaOH
Produk lain, yaitu natrium hipoklorit (NaClO), kemudian diproduksi dengan mereaksikan
gas klorin (Cl2) dengan soda api (NaOH).
Cl2 + 2 NaOH → NaCl + NaClO + H2O
Karena gas klorin (Cl2) bersifat korosif, anoda harus dibuat dari logam yang tidak reaktif
seperti titanium.
.
4. Jelaskan salah satu proses/teori untuk pengambilan atau pemanfaatan oksigen dari udara
untuk menghasilkan produk yang lebih bermanfaat dan komersial?
Pemisahan udara untuk memperoleh kedua senyawa yaitu nitrogen dan oksigen
dalam keadaan mendekati murni dapat dilakukan secara kriogenik dan non-kriogenik.
Namun, yang jamak dilakukan oleh industry adalah pemisahan udara melalui metode
kriogenik. Kriogenik adalah proses yang dilakukan dalam temperatur yang sangat rendah.
Udara dengan komponen-komponen penyusunnya dicairkan kemudian dilakukan
pemisahan dengan metode distilasi yang memanfaatkan konsep perbedaan titik didih
antara nitrogen dan oksigen. Ada berbagai macam variasi dalam proses pemisahan udara
pada industri gas. Variasi tersebut bergantung pada berbagai hal diantaranya jumlah
produk yang hendak dihasilkan, kemurnian produk, tekanan gas berkaitan dengan
transportasi fluida, dan lain-lain. Namun secara umum, semua proses pemisahan udara
secara kriogenik memiliki tahap-tahap yang sama.
Pemisahan udara secara kriogenik menggunakan perbedaan titik didih antara
nitrogen, oksigen, dan argon untuk memisahkan dan memurnikan produk-produk
tersebut. Tahap pertama adalah filtering dan kompresi udara. Kompresi umumnya
dilakukan hingga tekanan 90 psig atau 6 bar. Udara terkompresi kemudian didinginkan
hingga mendekati temperatur ruangan menggunakan alat dengan sistem refrigerasi.
Tahap kedua adalah proses penghilangan uap air dan karbon dioksida yang masih
tertinggal diudara. Keduanya harus dihilangkan karena pada temperatur yang sangat
rendah dapat membeku dan terdeposit pada permukaan alat pemroses. Efisiensi proses
penyingkiran ini ditambah dari proses pendinginan sebelumnya yang membuat uap air
mengembun saat udara dilewatkan pada kompresor dan terpisah dari udara itu sendiri.
Ada dua metode yang umum digunakan untuk menyingkirkan uap air dan karbon
dioksida, yaitu reversing exchangers dan molecular sieve units. Pada reversing
exchangers, udara umpan masuk ke dalam alat penukar panas dan didinginkan hingga air
dan karbon dioksida membeku pada permukaan dinding alat penukar kalor. Setelah udara
lewat, fungsi alat penukar kalor dibalikkan dengan dialirkannya waste gas yang bersifat
sangat kering, sehingga menguapkan air dan menyublimkan karbon dioksida. Sementara
untuk menyingkirkan hidrokarbon diperlukan pengadsorb tambahan. Pada molecular
sieve units, molecular sieve akan mengadsorb uap air serta pengotor lainnya seperti
hidrokarbon (untuk desain tertentu) yang terkandung di dalam udara yang dilewatkan.
Molecular sieve umumnya terdiri dari dua bagian yang bekerja secara bergantian. Jika
salah satu sedang bekerja, maka satu yang lain akan melakukan regenerasi.
Pada tahap berikutnya, udara yang telah bebas pengotor memasuki alat penukar
kalor yang akan membawa udara pada temperatur kriogenik (± -185oC). Proses
pendinginan ini menghasilkan produk dingin dan waste gas. Waste gas ini kemudian
dinaikkan lagi temperaturnya agar kering dan dapat digunakan untuk proses penyingkiran
pengotor. Untuk mencapai temperatur kriogenik sehingga proses distilasi dapat
dilakukan, pendinginan dilakukan dengan proses refrigerasi yang mencakup proses
ekspansi.
Tahap selanjutnya adalah proses distilasi. Banyak pabrik proses pemisahan udara
mendasarkan kepada linde’s double distillation collumn process yang memiliki dua unit
pemisahan. Unit pertama digunakan untuk mendapatkan produk-produk ringan seperti
oksigen dan nitrogen. Unit ini memiliki dua kolom distilasi. Udara yang telah berada
pada temperatur kriogenik memasuki kolom pertama yang bertekanan rendah.
Temperatur kriogenik udara (-185oC) berada pada rentang titik didih nitrogen (-195,9oC)
dan oksigen (-183,0oC) sehingga terjadilah kesetimbangan uap-cair pada sistem nitrogen-
oksigen. Nitrogen yang lebih mudah menguap akan lebih mendominasi fasa uap
dibandingkan oksigen. Fasa uap yang merupakan produk atas akan diumpankan ke
bagian atas kolom kedua, sedangkan produk bawah diumpankan di tengah kolom. Di
kolom kedua ini, umpan dari recycle unit dua untuk kolom bagian atas juga masuk.
Akhirnya pada kolom kedua inilah produk akhir dihasilkan berupa gas nitrogen dengan
kemurnian sekurang-kurangnya 99-99,5% dan oksigen dengan kemurnian 95-99,5%.
Cairan yang kaya akan oksigen selanjutnya dilewatkan pada penukar panas tidak
langsung dengan udara umpan sehingga dihasilkanlah produk gas oksigen.
Pada unit kedua, terdapat tiga kolom distilasi disertai adanya reaktor pembakar.
Nitrogen yang terbawa ke unit kedua ini akan memasuki kolom pertama yang
memisahkan nitrogen tersebut untuk direcylce ke unit pertama. Produk yang dikirim ke
unit pertama adalah produk atas sementara produk bawah akan dikirim ke kolom kedua.
Pada kolom kedua, produk atas akan dikirim ke reaktor sementara produk bawah akan
dikirim kembali ke unit pertama. Produk atas kolom kedua ini akan dicampur dengan
hidrogen dan dikirim ke reaktor pembakar. Reaktor ini berfungsi untuk menghilangkan
hidrogen dengan reaksi pembakaran hidrogen yang menghasilkan air. Air yang dihasilkan
selanjutnya dipisahkan di kolom reflux yang kemudian dibuang ke waste water treatment.
Sementara gas yang komponen utamanya adalah nitrogen dan argon akan menjadi umpan
kolom ketiga. Di kolom terakhir ini argon dan gas ringan yang masih bercampur akan
dipisahkan. Produk utamanya berupa gas argon dan trace gas yang dibuang ke udara.
Argon akan dihasilkan sebagai produk bawah sedangkan trace gas lainnya akan
dihasilkan sebagai produk atas kolom distilasi.