PEMERINTAH PROVINSI
DKI JAKARTA
MODUL
MANAJEMEN KARIR PNS
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
2017
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat,
taufik, dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Modul Diklat Manajemen Pegawai
Negeri Sipil, dengan judul Manajemen Karier. Penyusunan modul ini sangat penting
dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) sehingga dapat menghasilkan Peserta Diklat
yang memiliki Kompetensi di bidang pelayanan publik yang Profesional.
Modul ini membahas tentang Pengembangan Karier PNS, Pengembangan
Kompetensi PNS, dan Sistem Informasi Manajemen Karier. Selain itu, dalam modul ini
pun dilengkapi oleh latihan-latihan, guna peningkatan pemahanan terhadap modul ini.
Berbagai penyesuaian tentu saja dapat dilakukan untuk membuat modul
Manajemen Karier menjadi lebih efektif. Modul ini diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan bagi peserta Diklat Manajemen PNS. Namun demikian saran dan masukan
dari peserta dan pemangku kepentingan bagi pengembangan materi pembelajaran
tetap dibutuhkan demi perbaikan modul ini di masa yang akan datang.
Jakarta, 31 Desember 2017
KEPALA BPSDM
PROVINSI DKI JAKARTA
TTD
BUDIHASTUTI
NIP 195903151985032005
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
B. Dasar Hukum.......................................................................................... 2
C. Deskripsi Singkat ................................................................................... 2
D. Manfaat Modul ........................................................................................ 2
E. Tujuan Pembelajaran ............................................................................ 3
F. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok ...................................................... 3
G. Petunjuk Pembelajaran ......................................................................... 4
BAB II PENGEMBANGAN KARIER PNS ............................................................ 6
A. Pengertian Pengembangan karier ......................................................... . 6
B. Rencana Pengembangan Karier ............................................................ 7
C. Pelaksanaan Pengembangan Karier ..................................................... 9
D. Pemantauan dan Evaluasi Pengembangan Karier ................................ 9
E. Pola Karier .............................................................................................. 10
F. Latihan .................................................................................................... 12
G. Rangkuman ............................................................................................ 13
H. Evaluasi .................................................................................................. 13
BAB III PENGEMBANGAN KOMPETENSI......................................................... 14
A. Ketentuan Pengembangan Kompetensi PNS ........................................ 14
B. Kebutuhan dan Rencana Pengembangan ............................................. 15
C. Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi ............................................ 15
D. Evaluasi Pengembangan Kompetensi.................................................... 27
E. Latihan ................................................................................................... 28
F. Rangkuman ........................................................................................... 28
G. Evaluasi .................................................................................................. 30
ii
BAB IV SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KARIER ........................................ 31
A. Pengertian dan Manfaat Sistem Informasi Manajemen Karier ............... 31
B. Sistem Informasi Manajemen Karier ...................................................... 32
C. Latihan .................................................................................................... 33
D. Rangkuman ............................................................................................ 34
E. Evaluasi .................................................................................................. 34
BAB V PENUTUP ................................................................................................. 35
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 36
GLOSARIUM......................................................................................................... 37
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manajemen Pegawai Negeri Sipil yaitu pengelolaan pegawai
negeri sipil untuk menghasilkan pegawai negeri sipil yang profesional,
memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik.
Pengelolaan Pegawai Negeri Sipil ini diatur dengan kebijakan
pemerintah yang harus dipedomani dan dilaksanakan dengan sebaik-
baiknya.
Dalam pengangkatan dalam jabatan yang kurang mendasarkan
pada kompetensi nyata pada para calon yang akan diangkat.
Demikian pula dalam sistem pendidikan dan pelatihan sebagai bagian
dari sistem pengembangan karier PNS juga masih banyak
kelemahannya. seperti pemberian penghargaan (reward and
punishment) juga belum terlaksana sesuai dengan harapan.
Pemerintah Provinsi DKI yang memiliki tugas melakukan
peningkatan kompetensi PNS di lingkungan Pemda DKI, merasa perlu
untuk meningkatkan kompetensi para pengelola kepegawaian di
Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agar pengetahuan dan
keterampilannya meningkat dalam memberikan pelayanan
kepegawaian kepada PNS dilingkungannya. Dengan pola pelatihan
yang berbeda, pelatihan tidak lagi menekankan aspek kognitif semata,
namun lebih menitikberatkan pada soft skill(sikap perilaku) dan hard
skill (keterampilan teknis) yang berbasis kompetensi.
Modul Manajemen Karier PNS 1
B. DASAR HUKUM
1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil;
3. Peraturan Gubernur Nomor 110 Tahun 2017 tentang
Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi dan Sertifikai
Profesi Sumber Daya Manusia;
4. Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2017 tentang Penerapan E-
Learning dalam Pengembangan Kompetensi Pegawai Aparatur
Sipil Negara.
C. DESKRIPSI SINGKAT
Mata Diklat ini memfasilitasi peserta untuk memahami ketentuan-
ketentuan dalam pengembangan karier pegawai negeri sipil,
pengembangan kompetensi dan sistem informasi manajemen karier
dengan metode pembelajaran ceramah.
D. MANFAAT MODUL
Modul merupakan alat yang dapat digunakan dalam pembelajaran.
Modul berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara evaluasi yang
dirancang secara sistematis untuk mencapai kompetensi yang
diharapkan. Sebagai alat pembelajaran, modul memiliki beberapa
manfaat:
1. Meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa harus melalui tatap
muka secara teratur.
2. Menentukan dan menetapkan waktu belajar yang lebih sesuai
dengan kebutuhan dan perkembangan peserta.
3. Mengetahui pencapaian kompetensi peserta secara bertahap
melalui kriteria yang telah ditetapkan dalam modul.
Modul Manajemen Karier PNS 2
4. Mengetahui kelemahan atau kompetensi yang belum dicapai
peserta berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam modul.
E. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Kompetensi Dasar
Setelah menyelesaikan pembelajaran ini, peserta
diharapkan mampu mengimplementasikan kebijakan yang terkait
pola karier PNS yang sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
2. Indikator Keberhasilan
Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan dapat :
a. Mengimplementasikan kebijakan pengembangan karier PNS
sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.
b. Mengimplementasikan kebijakan pengembangan kompetensi
PNS sesuai kebutuhan
c. Mengimplementasikan kebijakan mekanisme sistem informasi
PNS untuk meningkatkan profesionalisme
F. MATERI DAN SUB MATERI
Materi dan sub materi pokok yang akan dibahas dalam modul ini
adalah sebagai berikut:
1. Materi Pokok
a. Pengembangan Karier PNS
b. Pengembangan Kompetensi PNS
c. Sistem Informasi Manajemen Karier PNS
2. Sub Materi Pokok
a. Pengembangan Karier PNS
1) Pengertian pengembangan karier
2) Rencana pengembangan karier
Modul Manajemen Karier PNS 3
3) Pelaksanaan pengembangan karier
4) Pemantauan dan evaluasi pengembangan karier
5) Pola karier
6) Latihan
7) Rangkuman
8) Evaluasi
b. Pengembangan Kompetensi PNS
1) Ketentuan pengembangan kompetensi PNS
2) Kebutuhan dan rencana pengembangan
3) Pelaksanaan pengembangan kompetensi
4) Evaluasi pengembangan kompetensi
5) Latihan
6) Rangkuman
7) Evaluasi
c. Sistem Informasi Manajemen Karier PNS
1) Pengertian dan manfaat sistem informasi manajemen
karier
2) Sistem informasi manajemen karier
3) Latihan
4) Rangkuman
5) Evaluasi
G. PETUNJUK PEMBELAJARAN
Sebelum memulai mempelajari isi modul ini, terlebih dahulu
perhatikanlah beberapa petunjuk teknis sebagai berikut.
1. Bacalah dengan seksama bagian pendahuluan pada modul ini,
agar dapat memahami ruang lingkup materi yang dibahas, target
capaian, serta bagaimana teknis mempelajarinya.
Modul Manajemen Karier PNS 4
2. Bacalah materi yang disajikan pada masing-masing kegiatan
belajar, fahami isinya dengan baik. Catatlah kata-kata kunci yang
dianggap penting, atau kosa kata yang kurang difahami, kemudian
lihat penjelasannya pada bagian Glosarium atau cari definisinya
dari kamus ataupun eksiklopedia.
3. Untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman,
pelajari sumber-sumber lain yang relevan atau lakukan diskusi
dengan nara sumber (instruktur) dan/atau peserta lainnya.
4. Kerjakan soal-soal latihan yang tersedia pada setiap kegiatan
belajar. Jika terdapat kesulitan, konsultasikan kepada nara
sumber (instruktur) dan/atau diskusikan dengan sesama peserta.
5. Untuk mengukur dan menilai tingkat penguasaan Saudara,
jawablah tes formatif secara mandiri pada masing-masing
kegiatan belajar.
Modul Manajemen Karier PNS 5
BAB II
PENGEMBANGAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL
Indikator Keberhasilan :
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat
mengimplementasikan kebijakan pengembangan karier pegawai
negeri sipil (PNS) sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan dengan
benar.
A. PENGERTIAN PENGEMBANGAN KARIER
Pengembangan karier PNS dilakukan berdasarkan kualifikasi,
kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan Instansi Pemerintah.
Pengembangan karier PNS dilakukan dengan mempertimbangkan
integritas dan moralitas.
Kompetensi meliputi :
1. Kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi
pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja
secara teknis;
2. Kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan,
pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman
kepemimpinan; dan
3. Kompetensi sosial kultural yang diukur dari pengalaman kerja
berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku,
dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.
Integritas diukur dari kejujuran, kepatuhan terhadap ketentuan
peraturan perundang-undangan, kemampuan bekerja sama, dan
pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Moralitas diukur
Modul Manajemen Karier PNS 6
dari penerapan dan pengamalan nilai etika agama, budaya, dan sosial
kemasyarakatan.
Setiap Pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi. Pengembangan kompetensi antara lain
melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, dan penataran.
Pengembangan kompetensi harus dievaluasi oleh Pejabat yang
berwenang dan digunakan sebagai salah satu dasar dalam
pengangkatan jabatan dan pengembangan karier.
Dalam mengembangkan kompetensi setiap Instansi Pemerintah
wajib menyusun rencana pengembangan kompetensi tahunan yang
tertuang dalam rencana kerja anggaran tahunan instansi masing-
masing. Dalam mengembangkan kompetensi PNS diberikan
kesempatan untuk melakukan praktik kerja diinstansi lain di pusat dan
daerah dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun dan pelaksanaannya
dikoordinasikan oleh LAN dan BKN.
Selain pengembangan kompetensi pengembangan kompetensi
dapat dilakukan melalui pertukaran antara PNS dengan pegawai
swasta dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun dan pelaksanaannya
dikoordinasikan oleh LAN dan BKN.
B. RENCANA PENGEMBANGAN KARIER
Rencana pengembangan karier disusun di tingkat:
1. Instansi; dan
2. Nasional.
Rencana pengembangan karier meliputi rencana:
1. PNS yang akan dikembangkan kariernya;
2. Penempatan PNS sesuai dengan pola karier;
3. Bentuk pengembangan karier;
4. Waktu pelaksanaan; dan
5. Prosedur dan mekanisme pengisian Jabatan.
Modul Manajemen Karier PNS 7
Rencana pengembangan karier disusun untuk jangka waktu 5
(lima) tahun. Rencana pengembangan karier dirinci setiap tahun.
Rencana pengembangan karier di tingkat Instansi Pemerintah disusun
oleh PyB. Rencana pengembangan karier ditetapkan oleh PPK.
Dalam menyusun perencanaan pengembangan karier, PyB
memetakan JPT, JA, dan JF yang akan diisi dan merencanakan
penempatan PNS dalam Jabatan tersebut sesuai dengan kualifikasi,
kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan instansi.
Pengisian dan penempatan PNS dalam JA dan JF dilakukan
melalui mutasi dan/atau promosi dari lingkungan internal Instansi
Pemerintah. Pengisian dan penempatan PNS dalam JPT dilakukan
melalui mutasi dan/atau promosi secara terbuka. Dalam hal PNS dari
lingkungan internal Instansi Pemerintah tidak dapat memenuhi
persyaratan untuk mengisi JA dan JF yang dibutuhkan, mutasi
dan/atau promosi diisi dari lingkungan eksternal Instansi Pemerintah.
Rencana pengembangan karier disampaikan kepada Kepala BKN
untuk dimasukkan ke dalam Sistem Informasi ASN. Rencana
pengembangan karier di tingkat nasional disusun oleh Kepala BKN.
Rencana pengembangan karier ditetapkan oleh Menteri.
Dalam menyusun perencanaan pengembangan karier, BKN
memetakan JA, JF, dan JPT yang akan diisi. Pengisian dan
penempatan PNS dalam JPT dilakukan melalui seleksi terbuka.
Pengisian dan penempatan PNS dalam JA dan JF dilakukan melalui
mutasi dan/atau promosi. Rencana pengembangan karier nasional
dimasukkan dalam Sistem Informasi ASN untuk dipublikasikan.
Publikasi rencana pengembangan karier meliputi informasi:
1. Jabatan yang lowong; dan
2. Jabatan yang akan lowong.
Modul Manajemen Karier PNS 8
C. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KARIER
Pelaksanaan pengembangan karier tingkat instansi dilakukan
oleh PyB dan ditetapkan oleh PPK. Pelaksanaan pengembangan karir
tingkat nasional dilakukan sesuai dengan rencana pengembangan
karier. Pengembangan karier di tingkat nasional didasarkan pada
Jabatan yang lowong yang telah diumumkan oleh BKN melalui Sistem
Informasi ASN. Jabatan yang lowong dapat diisi dari internal dan/atau
eksternal Instansi Pemerintah Dalam hal terdapat Jabatan yang
lowong pada suatu Instansi Pemerintah PPK dapat meminta atau
mengusulkan dari atau kepada PPK instansi lain apabila terdapat PNS
yang memenuhi syarat.
D. PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENGEMBANGAN KARIER
Pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan
pengembangan karier dilakukan untuk menjamin ketepatan pengisian
dan penempatan PNS dalam jabatan di tingkat instansi dan tingkat
nasional. Pemantauan dan evaluasi pengembangan karier meliputi
evaluasi terhadap:
1. Perencanaan pengembangan karier;
2. Proses pelaksanaan pengembangan karier; dan
3. Hasil pengembangan karier.
Hasil pemantauan dan evaluasi digunakan sebagai dasar
penyempurnaan atau perbaikan pengembangan karier pada Instansi
Pemerintah. Evaluasi pengembangan karier di tingkat instansi
dilakukan oleh PyB. Pemantauan dan evaluasi pengembangan karier
di tingkat instansi dilakukan setiap tahun, dan digunakan untuk
penyempurnaan perencanaan tahun berikutnya. Hasil pemantauan
dan evaluasi pengembangan karier di tingkat instansi dimasukkan ke
dalam Sistem Informasi ASN.
Modul Manajemen Karier PNS 9
Pemantauan dan evaluasi pengembangan karier tingkat
nasional dilakukan oleh BKN. Pemantauan dan evaluasi
pengembangan karier di tingkat nasional dilakukan setiap tahun dan
digunakan untuk penyempurnaan perencanaan tahun berikutnya.
Hasil pemantauan dan evaluasi pengembangan karier di tingkat
nasional dimasukkan ke dalam Sistem Informasi ASN.
E. POLA KARIER
Untuk menjamin keselarasan potensi PNS dengan
penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan, perlu
disusun pola karier PNS yang terintegrasi secara nasional. Pola karier
PNS merupakan pola dasar mengenai urutan penempatan dan/atau
perpindahan PNS dalam dan antar posisi di setiap jenis Jabatan
secara berkesinambungan. Pola karier PNS terdiri atas:
1. Pola karier instansi; dan
2. Pola karier nasional.
Setiap Instansi Pemerintah menyusun pola karier instansi
secara khusus sesuai dengan kebutuhan berdasarkan pola karier
nasional. Pola karier instansi ditetapkan oleh PPK. Pola karier
nasional disusun dan ditetapkan oleh Menteri. PPK dalam
menetapkan pola karier instansi harus memperhatikan jalur karier
yang berkesinambungan. Jalur karier merupakan lintasan posisi
Jabatan yang dapat dilalui oleh PNS baik pada jenjang Jabatan yang
setara maupun jenjang Jabatan yang lebih tinggi. Pola karier PNS
dapat berbentuk:
1. Horizontal, yaitu perpindahan dari satu posisi Jabatan ke posisi
Jabatan lain yang setara, baik di dalam satu kelompok maupun
antar kelompok JA, JF, atau JPT;
Modul Manajemen Karier PNS 10
2. Vertikal, yaitu perpindahan dari satu posisi Jabatan ke posisi
Jabatan yang lain yang lebih tinggi, di dalam satu kelompok JA,
JF, atau JPT; dan
3. Diagonal, yaitu perpindahan dari satu posisi Jabatan ke posisi
Jabatan lain yang lebih tinggi antar kelompok JA, JF, atau JPT.
Modul Manajemen Karier PNS 11
F. LATIHAN
1. Jelaskan tentang pola karir menurut perundang-undangan yang
berlaku?
2. Apa saja aspek pemantauan dan evaluasi pengembangan karier
dalam pengembangan karir?
G. RANGKUMAN
Rencana pengembangan karier meliputi rencana:
1. PNS yang akan dikembangkan kariernya;
2. Penempatan PNS sesuai dengan pola karier;
3. Bentuk pengembangan karier;
4. Waktu pelaksanaan; dan
5. Prosedur dan mekanisme pengisian Jabatan.
Publikasi rencana pengembangan karier meliputi informasi:
1. Jabatan yang lowong; dan
2. Jabatan yang akan lowong.
Pemantauan dan evaluasi pengembangan karier meliputi evaluasi
terhadap:
1. Perencanaan pengembangan karier;
2. Proses pelaksanaan pengembangan karier; dan
3. Hasil pengembangan karier.
H. EVALUASI
1. Bagaimana rencana pengembangan karier di Pemprov DKI
Jakarta ?
2. Bagaimana pelaksanaan pemantauan dan evaluasi
pengembangan karier ?
Modul Manajemen Karier PNS 12
BAB III
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Indikator Keberhasilan :
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat
mengimplementasikan kebijakan pengembangan kompetensi
pegawai negeri sipil (PNS) sesuai kebutuhan dengan benar.
A. KETENTUAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PNS
Pengembangan kompetensi merupakan upaya untuk
pemenuhan kebutuhan kompetensi PNS dengan standar kompetensi
Jabatan dan rencana pengembangan karier. Pengembangan
kompetensi dilakukan pada tingkat:
1. Instansi; dan
2. Nasional.
Setiap PNS memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk
diikutsertakan dalam pengembangan kompetensi, dengan
memperhatikan hasil penilaian kinerja dan penilaian kompetensi PNS
yang bersangkutan. Pengembangan kompetensi bagi setiap PNS
dilakukan paling sedikit 20 (dua puluh) jam pelajaran dalam 1 (satu)
tahun. Untuk menyelenggarakan pengembangan kompetensi, PPK
wajib:
1. Menetapkan kebutuhan dan rencana pengembangan kompetensi;
2. Melaksanakan pengembangan kompetensi; dan
3. Melaksanakan evaluasi pengembangan kompetensi.
Pengembangan kompetensi menjadi dasar pengembangan
karier dan menjadi salah satu dasar bagi pengangkatan Jabatan.
Modul Manajemen Karier PNS 13
B. KEBUTUHAN DAN RENCANA PENGEMBANGAN
Penetapan kebutuhan dan rencana pengembangan kompetensi
dilakukan pada tingkat instansi dan nasional, terdiri dari : inventarisasi
jenis kompetensi yang perlu ditingkatkan dari setiap PNS, dan
rencana pelaksanaan pengembangan kompetensi. Rencana
pengembangan kompetensi ini dilakukan untuk jangka waktu 1 (satu)
tahun yang pembiayaannya tertuang dalam rencana kerja anggaran
tahunan instansi pemerintah. Kebutuhan dan rencana pengembangan
kompetensi meliputi :
1. Jenis kompetensi yang perlu dikembangkan;
2. Target PNS yang akan dikembangkan kompetensinya;
3. Jenis dan jalur pengembangan kompetensi;
4. Penyelenggara pengembangan kompetensi;
5. Jadwal atau waktu pelaksanaan;
6. Kesesuaian pengembangan kompetensi dengan standar
kurikulum dari instansi pembina kompetensi, dan;
7. Anggaran yang dibutuhkan.
C. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Pengembangan kompetensi dapat dilaksanakan dalam bentuk
pendidikan, dan/atau pelatihan. Untuk Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta pendidikan dan dan pelatihan dilaksanakan sebagai berikut:
1. Pendidikan
Pengembangan kompetensi dalam bentuk pendidikan dilakukan
untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian PNS melalui
pendidikan formal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan. Pengembangan melalui jalur pendidikan dapat
ditempuh melalui Tugas Belajar dan Ijin Belajar.
Modul Manajemen Karier PNS 14
a. Tugas Belajar
Tugas Belajar adalah penugasan untuk mengikuti pendidikan
di dalam maupun di luar negeri pada perguruan tinggi yang
ditunjuk dan/atau ditetapkan, dengan biaya pendidikan di
tanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan/atau
Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Negara Asing
dan/atau Lembaga Swasta Nasional dan/atau Lembaga
Swasta [Link] tugas belajar adalah pegawai yang
telah dinyatakan lulus seleksi untuk tugas belajar dan
ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur (Pergub 111
tahun 2017).
Tujuan pemberian ijin belajar untuk pegawai Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta adalah untuk meningkatkan pengetahuan
dan keahlian PNS melalui pendidikan formal dalam rangka
memenuhi kebutuhan standar kompetensi jabatan dan
pengembangan Karir, Sedangkan sasarannya adalah pegawai
yang memiliki kualifikasi dan jenjang pendidikan yang sesaui
dengan program tugas belajar. Pegawai yang akan diikutkan
dalam tugas belajar harus mengikuti seleksi. Seleksi ini
dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu:
1) Seleksi internal, yaitu proses penyaringan Internal adalah
penyaringan calon pegawai tugas belajar dalam lingkup
pemerintah daerah; seleksi internal dilakukan melalui
tahapan : Seleksi Administrasi dan Seleksi Pra Akademis.
Seleksi administrasi, yaitu proses penyaringan calon
pegawai tugas belajar dengan meneliti kelengkapan dan
keabsahan berkas administrasi sesuai dengan
persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan dilakukan oleh Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta selaku
Modul Manajemen Karier PNS 15
pengelola kegiatan pengiriman pegawai tugas belajar
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan Seleksi Pra
Akademis, yaitu proses penyaringan calon pegawai tugas
belajar yang meliputi psikotest, wawancara dan tes
potensi akademik yang dilaksanakan oleh Tim Pelaksana
Tugas Belajar atau pihak lain yang berkompeten dan
dikoordinasikan oleh Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta, dan;
2) Seleksi eksternal, yaitu proses penyaringan calon pegawai
tugas belajar yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi
dan dikoordinasikan oleh Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta.
Program pendidikan tugas belajar, meliputi :
1) Diploma IB (DIV)
2) Strata Satu (S-1)
3) Spesialis bidang profesi
4) Starta Dua (S-2), dan
5) Strata Tiga (S-3)
Program studi yang diikuti pegawai tugas belajar
ditetapkan sesuai dengan peta kebutuhan pengembnagan
kompetensi melalui tugas belajar Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta setiap Tahun Anggaran yang ditetapkan dengan
keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Untuk Program
Studi di dalam negeri yang akan diikuti telah mendapatkan
akreditasi A dari lembaga yang berwenang.
Modul Manajemen Karier PNS 16
Persyaratan untuk mengikuti tugas belajar sesuai
Peraturan Gubernur Nomor 111 Tahun 2017, terbagi menjadi
2 (dua) yaitu persyaratan umum dan persyaratan khusus.
1) Persyaratan Umum, meliputi :
a) Telah berstatus PNS
b) Telah memiliki masa kerja paling kurang 2 (dua) tahun
terhitung sejak diangkat sebagai PNS dan diusulkan
oleh Kepala SKPD (Eselon II) dengan melampirkan
surat Pernyataan usulan calon Pegawai Tugas
Belajar;
c) Khusus bagi Pegawai mutasi dari luar lingkungan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah melaksaakan
tugas pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan
mempunyai masa kerja tugas paling kurang 2 (dua)
tahun terhitung mulai tanggal (TMT) yang
bersangkutan melaksanakan tugas;
d) Sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang
dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari
Rumah Sakit Pemerintah dan/atau Puskesmas;
e) Memiliki Skor TOEFL minimal 450 (empat ratus lima
puluh) agtau IELTS yang setara dan masih berlaku
pada saat pendaftaran calon Pegawai Tugas Belajar;
f) Tidak sedang dikenakan hukuman disiplin PNS sesuai
ketentuan Peraturan perundang-undangan;
g) Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana;
h) Mempunyai kinerja baik dnegan SKP 2 (dua) tahun
terakhir rata-rata baik;
Modul Manajemen Karier PNS 17
i) Bersedia didayagunakan pada SKPD/UKPD
dimanapun sesuai kebutuhan Pemerintah Provinnsi
DKI Jakarta;
j) Menaati ketentuan Tugas Belajar dan siap menerima
sanksi apabila melanggar Tugas Belajar dengan
melampirkan surat pernyataan untuk melaksanakan
segala ketentuan Tugas Belajar;
k) Belum ernah drop out/dikeluarkan dari Program Tugas
Belajar; dan
l) Belum Pernah mengikuti Tugas Belajar pada jenjang
pendidikan yang sama.
2) Persyaratan Khusus, meliputi :
a) Untuk Program Diploma IV dan Strata Satu (S-1),
pendidikan paling rendah Sekolah Menengah Atas
(SMA) atau yang sederajat, pangkat/Golongan Ruang
Paling Rendah Pengatur Muda (III/a) dan usia paling
tinggi 30 (tiga puluh) tahun akhir Desember tahun
berjalan;
b) Untuk Program Strata Dua (S-2) dan spesialis bidang
profesi, pendidikan paling rendah Sarjana Strata Satu
(S-1), [Link] ruang paling rendah Penata
Muda (III/a) dan usia paling tinggi 40 (empat puluh)
tahun per akhir Desember tahun berjalan, dan :
c) Untuk Program Doktor (S-3), pendidikan paling rendah
Magister (S-2) atau spesialis bidang profesi,
pangkat/golongan ruang paling rendah, penata Muda
Tingkat I (III/b) dan usia paling tinggi 44 (empat puluh
empat) tahun per akhir desember Tahun berjalan.
Modul Manajemen Karier PNS 18
Alumni Pegawai tugas belajar yang ingin melanjutkan Tugas
Belajar jenjang yang lebih tinggi harus terlebih dahulu
melaksanakan tugas di SKPD/UKPD sesuai penugasan paling
kurang 2 (dua) tahun. Pegawai tugas belajar tidak
diperkenankan mengikuti pendidikan yang setingkat/sama
dan/atau lebih rendah dari pendidikan/ijazah yang telah
dimiliki.
Jumlah Pegawai yang diusulkan oleh SKPD/UKPD sebesar 5
5 (lima per seratus) dari jumlah pegawai dan paling banyak 10
(sepuluh) orang untuk setiap tahun anggaran. Pegawai Tugas
Belajar selama mengikuti Program Tugas Belajar diberikan
hak kepegawaian, kecuali ditentukan oleh peraturan
perundang-undangan.
b. Ijin Belajar
PNS yang berkemampuan dan berkeinginan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka
pengembangan karir dan kompetensinya dapat diberikan ijin
belajar. Izin belajar adalah izin yang diberikan kepada PNS
untuk mengikuti pendidikan pada suatu lembaga pendidikan.
Dalam hal pemberian izin belajar, Gubernur berwenang
memberikan izin belajar yang didelegasikan kepada Kepala
SKPD. Pemberian izin belajar dapat diberikan secara
perorangan atau kolektif. Persyaratan pemberian izin belajar
sebagai berikut ini :
1) Persyaratan
Pemberian izin belajar kepada PNS, harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut :
a) Berstatus PNS
b) Memiliki masa kerja paling kurang 1 (satu) tahun
terhitung sejak diangkat sebagai PNS;
Modul Manajemen Karier PNS 19
c) Setiap Unsur penilaian prestasi Kerja PNS dalam 1
(satu) tahun terakhir bernilai baik;
d) Pendidikan diselenggarakan oleh lembaga pendidikan
negeri dan swasta paling kurang terakreditasi “B”.
e) Bidang pendidikan yang diikuti harus sesuai dengan
formasi SKPD dan formasi Pemerintah Daerah yang
ditetapkan oleh Gubernur;
f) Biaya pendidikan ditanggung oleh PNS yang
bersangkutan.
g) Pendidikan diikuti diluar jam kerja dan tidak
menganggu pekerjaan/tugas sehari-hari;
h) Tidak sedang menjalani hukuman didiplin PNS.
i) Diajukan sebelum mendaftarkan diri pada lembaga
pendidikan, dan
j) Tidak diperkenankan mengikuti pendidikan program
kelas jauh atau program pendidikan akhir
pekan/sabtu-minggu.
k) Untuk point (7) diatas dapat dikecualikan terhadap
sifat dan jenis pendidikan apabila program studi :
(1) Langka dan sangat dibutuhkan oelh pemerintah
daerah
(2) Bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat; dan/atau
(3) Diperintahkan oleh Peraturan Perundang-
undangan.
2) Tata Cara Pemberian Izin Belajar
Tata cara pemberian izin belajar adalah sebagai berikut :
a) PNS mengajukan permohonan izin belajar kepada
Kepala SKPD dengan melampirkan dokumen
Modul Manajemen Karier PNS 20
pendukung yang dipersyaratkan sebagaimana yang
telah ditentukan diatas.
b) Kepala SKPD yang menyetujui permohonan izin
belajar dapat menandatangani Surat Keterangan Izin
belajar sesuai dengan format terlampir dalam
Peraturan Gubernur Nomor 42 Tahun 2017.
c) Surat Keterngan Izin Belajar yang telah ditandangani
oleh Kepala SKPD tembusannya disampaikan kepada
Kepala BKD.
3) Hak dan Kewajiban pegawai izin belajar
PNS yang memperoleh izin belajar berhak menerima gaji,
kenaikan gaji berkala serta hak kepegawaian lainnya
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Sedangkan kewajibannya adalah :
a) Melaksanakan tugas kedinasan sesaui dengan uraian
tugas pokok dan fungsi serta jabatan pada
SKPD/UKPD tenpat PNS bekerja sesaui dnegan
ketentuan jam kerja.
b) Menjaga nama baik, Pemerintah Daerah dengan
menaati peraturan yang berlaku, dan
c) Melaporkan kepada Kepala SKPD masing-masing
setelah menyelesaikan pendidikannya.
PNS yang telah menyelesaikan pendidikan dapat diberikan
kenaikan pangkat dengan terlebih dahulu mengikuti ujian
kenaikan pangkat penyesuaian ijazah (UKP-PI), Ujian
Kenaikan Pangkat Peningkatan Pendidikan (UKP-PP) dan
Ujian Dinas.
Modul Manajemen Karier PNS 21
c. Pelatihan
Pengembangan kompetensi dalam bentuk pelatihan dapat
dilakukan melalui jalur pelatihan klasikal dan non klasikal.
1) Klasikal. Pelatihan klasikal dilakukan melalui proses
pembelajaran tatap muka di dalam kelas. Pelatihan
klasikal ini seperti pendidikan dan pelatihan, bimbingan
teknis, seminar, penataran, lokakarya dan workshop.
a) Bimbingan Teknis adalah kegiatan yang bermanfaat
untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan
kualitas sumber daya manusia.
b) Seminar yaitu :sebuah pertemuan khusus untuk
membahas suatu masalah secara menyeluruh dan
secara ilmiah oleh beberapa pakar/ahli dipandu oleh
seorang moderator.
c) Workshop adalah program pendidikan yang
dirancang untuk mengajarkan atau memperkenalkan
kepada peserta keterampilan praktis, keterampilan
teknis atau ide-ide yang dapat digunakan dalam
pekerjaan mereka atau kegidupan mereka sehari-hari.
d) Penataran yaitu : suatu usaha atau kegiatan yang
bertujuan untuk meningkatkan tarap ilmu pengetahuan
dan kecakapan pegawai sehingga keahliannya
bertambah dalam dan bertambah bertambah luas.
e) Lokakarya adalah pertemuan yang dilakukan oleh
para ahli di bidang tertentu yang bertujuan untuk
membahas suatu masukan yang terkait dengan
keahlian mereka sekaligus mencari solusi dari
permasalahan tersebut.
Modul Manajemen Karier PNS 22
2) Non Klasikal. Pelatihan non-klasikal dilakukan melalui e-
learning, bimbingan di tempat kerja, pelatihan jarak jauh,
magang, dan pertukaran antara PNS dengan pegawai
swasta.
a) E-learning adalah proses pengembangan kompetensi
pegawai ASN yang menggabungkan prinsio-prinsip
pembelajaran dengan teknologi informasi, komunikasi
dan multimedia.
b) Pertukaran antara PNS dengan Pegawai swasta
adalah pendekatan pelatihan di luar tempat kerja
yakni antara pegawai negeri sipil dengan pegawai
swasta yang memberikan kesempatan pada pegawai
untuk keluar dari rutinitas pekerjaan dan
berkonsentrasi dalam mempelajari sesuatu baru
(budaya organisasi, metode kerja) yang berkaitan
dengan pekerjaan.
Untuk pertukaran antar PNS dengan pegawai swasta
dilaksanakan dlam waktu paling lama 1 (satu) tahun
dan pelaksanaannya dikordinasikan oleh LAN.
Pengembangan kompetensi dilakukan dalam rangka untuk
mengembangkan kompetensi teknis, fungsional, sosial
kultural, dan manajerial. Terjadinya peningkatan kompetensi
seorang Pegawai dapat dibuktikan dengan uji sertifikasi
profesi untuk mengukur tingkat keahlian yang dimiliki pegawai,
dengan membandingkan antara standar profesi dengan
kompetensi yang dimiliki pegawai. Berikut ini dapat dijelaskan.
1) Pengembangan kompetensi teknis
Kompetensi ini harus dimiliki oleh seluruh pegawai ASN,
dan diukur dari tingkat spesialisasi pendidikan, pelatihan
Modul Manajemen Karier PNS 23
teknis dan pengalaman bekerja secara teknis.
Pelaksanaan pengembangan kompetensi teknis dilakukan
secara berjenjang melalui jalur pelatihan untuk mencapai
persyaratan standar kompetensi jabatan dan
pengembangan karier. Jenis dan jenjang pengembangan
kompetensi teknis ditetapkan oleh inistansi teknis dan
diselenggarakan oleh lembaga pelatihan terakreditasi.
2) Pengembangan kompetensi fungsional
Kompetensi ini harus dimiliki oleh seluruh pegawai ASN
yang memiliki jabatan fungsional, dan diukur dari tingkat
spesialisasi pendidikan, pelatihan fungsional dan
pengalaman bekerja pada jabatan fungsionalnya.
Pelaksanakan pengembangan kompetensi fungsional
dilakukan melalui jalur pelatihan untuk mencapai
persyaratan standar kompetensi jabatan dan
pengembangan karir sesuai dengan jenis dan jenjang
jabatan fungsional masing-masing. Jenis dan jenjang
ditetapkan oleh instansi pembina dan diselenggarakan
oleh lembaga pelatihan terakreditasi.
3) Pengembangan kompetensi sosial kultural
Kompetensi ini harus dimiliki seluruh pegawai ASN, yang
diukur dari pengalaman bekerja dengan masyarakat
majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga
memiliki wawasan kebangsaan. Pelaksanaan
pengembangan kompetensi sosial kultural dilakukan
melalui jalur pelatihan untuk mencapai persyaratan
standar kompetensi jabatan dan pengembangan karier
dan untuk memenuhi kompetensi sosial kultural sesuai
dengan standar kompetensi jabatan yang ditetapkan oleh
Modul Manajemen Karier PNS 24
LAN. Pelatihan ini diselenggarakan oleh lembaga
pelatihan terakreditasi.
4) Pengembangan kompetensi manajerial
Kompetensi ini khusus bagi pegawai yang menduduki
Jabatan manajerial, diukur dari tingkat pendidikan,
pelatihan structural atau manajemen, dan pengalaman
kepemimpinan. Pelaksanaan pengembangan kompetensi
manajerial dilakukan melalui jalur pelatihan struktural,
yang terdiri atas : Kepemimpinan madya, Kepemimpinan
pratama, Kepemimpinan administrator, danKepemimpinan
pengawas.
Persyaratan peserta untuk mengikuti pengembangan
kompetensi :
1) Persyaratan Umum :
a) Diusulkan oleh SKPD/UKPD dalam rangka memenuhi
persyaratan kompetensi yang terkait dengan
pekerjaan sesuai dengan kebutuhan organisasi;
b) Tidak sedang mengikuti program pengembnagan
kompetensi lainnya
c) Tidak sedang menjalankan hukuman didiplin; dan
d) Merupakan penugasan dengan memperhatikan
rencana pengembnagan karier PNS yang
bersangkutan
2) Persyaratan Khusus : calon peserta ditetapkan dalam
Keputusan Program Pengembangan Kompetensi, yang
mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh
kementerian/lembaga.
Modul Manajemen Karier PNS 25
D. EVALUASI PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Evaluasi pengembangan Kompetensi Manajerial dan Kompetensi
Sosial Kultural dilaksanakan untuk menilai kesesuaian antara
kebutuhan Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosial Kultural
PNS dengan standar kompetensi Jabatan dan pengembangan karier.
Evaluasi pengembangan Kompetensi Manajerial dan Kompetensi
Sosial Kultural, dilakukan oleh LAN. Hasil evaluasi pengembangan
Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosial Kultural disampaikan
kepada Menteri. Evaluasi pengembangan kompetensi teknis
dilaksanakan untuk menilai kesesuaian antara kebutuhan kompetensi
teknis PNS dengan standar kompetensi Jabatan dan pengembangan
karier. Evaluasi pengembangan kompetensi teknis, dilakukan oleh
instansi teknis masing-masing. Hasil evaluasi pengembangan
kompetensi teknis disampaikan kepada Menteri melalui LAN.
Evaluasi pengembangan kompetensi fungsional dilaksanakan untuk
menilai kesesuaian antara kebutuhan kompetensi fungsional PNS
dengan standar kompetensi Jabatan dan pengembangan karier.
Evaluasi pengembangan kompetensi fungsional, dilakukan oleh
instansi pembina JF. Hasil evaluasi pengembangan kompetensi
fungsional disampaikan kepada Menteri melalui LAN.
Hasil evaluasi pengembangan kompetensi nasional dipublikasikan
dalam sistem informasi pelatihan yang terintegrasi dengan Sistem
Informasi ASN.
Modul Manajemen Karier PNS 26
E. LATIHAN
Studi Kasus Penerapan Gap Analysis Pada Pengembangan
Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan
Pada prakteknya, pengelolaan karir karyawan sulit dipisahkan dari
faktor-faktor subyektif pihak manajemen yang berwenang dalam
pembuatan keputusan. Kehadiran sistem pendukung keputusan di
bidang pengelolaan jenjang karir karyawan dapat mempermudah dan
mempercepat proses penilaian terhadap karyawan tersebut dan
diharapkan dapat mengurangi subyektivitas dalam pengambilan
keputusan yang terkait dengan pengembangan karir karyawan. Salah
satu pendekatan dalam mengevaluasi kinerja karyawan yaitu
menggunakan gap analysis. Gap analisys atau analis kesenjangan
juga merupakan salah satu langkah yang sangat penting dalam tahap
perencanaan maupun tahap evaluasi kerja. Metode ini merupakan
salah satu metode yang paling umum digunakan dalam pengelolaan
manajemen internal suatu lembaga. Secara harflah "gap"
mengidentiflkasikan adanya suatu perbedaan (disparity) antara satu
hal dengan hal lainnya. Gap analisys sering digunakan di bidang
manajemen dan menjadi salah satu alat yang digunakan untuk
mengukur kualitas pelayanan. Gap analisys bermanfaat untuk menilai
seberapa besar kesenjangan antara kinerja aktual dengan suatu
standar kerja yang diharapkan, mengetahui peningkatan kinera yang
diperlukan untuk menutup kesenjangan tersebut, dan menjadi salah
satu dasar pengambilan keputusan terkait prioritas dan biaya yang
dibutuhkan untuk memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Pendekatan Gap analysis kemudian diterapkan untuk membangun
sebuah sistem pendukung keputusan sederhana yang digunakan
untuk mengevaluasi kinerja karyawan tahunan, dengan mengambil
studi kasus di [Link]. Sistem dibangun berbasis web untuk
memudahkan penggunaan dan interaksidengan pengguna dan sistern
ini menggunakan gap analysis untuk menilai kinerja karyawan. Ujicoba
Modul Manajemen Karier PNS 27
sistem menunjukan bahwa sistem ini mampu memberikan bantuan
yang berarti bagi pihak manajemen khususnya bagian personalia
untuk menilai dan memberikan umpan balik kinerja bagi para
karyawannya.
F. RANGKUMAN
Pengembangan kompetensi dilakukan sebagai berikut :
1. Pengembangan kompetensi teknis
Pelaksanaan pengembangan kompetensi teknis dilakukan secara
berjenjang melalui jalur pelatihan untuk mencapai persyaratan
standar kompetensi jabatan dan pengembangan karier. Jenis dan
jenjang pengembangan kompetensi teknis ditetapkan oleh
inistansi teknis dan diselenggarakan oleh lembaga pelatihan
terakreditasi.
2. Pengembangan kompetensi fungsional
Pelaksanakan pengembangan kompetensi fungsional dilakukan
melalui jalur pelatihan untuk mencapai persyaratan standar
kompetensi jabatan dan pengembangan karir sesuai dengan jenis
dan jenjang jabatan fungsional masing-masing. Jenis dan jenjang
ditetapkan oleh instansi pembina dan diselenggarakan oleh
lembaga pelatihan terakreditasi.
3. Pengembangan kompetensi sosial kultural
Pelaksanaan pengembangan kompetensi sosial kultural dilakukan
melalui jalur pelatihan untuk mencapai persyaratan standar
kompetensi jabatan dan pengembangan karier dan untuk
memenuhi kompetensi sosial kultural sesuai dengan standar
kompetensi jabatan yang ditetapkan oleh LAN. Pelatihan ini
diselenggarakan oleh lembaga pelatihan terakreditasi.
Modul Manajemen Karier PNS 28
4. Pengembangan kompetensi manajerial
Kompetensi ini khusus bagi pegawai yang menduduki Jabatan
manajerial, diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau
manajemen, dan pengalaman kepemimpinan. Pelaksanaan
pengembangan kompetensi manajerial dilakukan melalui jalur
pelatihan struktural, yang terdiri atas : Kepemimpinan madya,
Kepemimpinan pratama, Kepemimpinan administrator,
danKepemimpinan pengawas
G. EVALUASI
1. Sebutkan dan jelaskanlah 4 (empat) jenis pengembangan
kompetensi ?
Modul Manajemen Karier PNS 29
BAB IV
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KARIER
Indikator Keberhasilan :
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat
mengimplementasikan kebijakan mekanisme sistem informasi
Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk meningkatkan profesionalisme
dengan benar.
A. PENGERTIAN DAN MANFAAT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KARIER
1. Pengertian
Manajemen Karir adalah proses untuk membuat karyawan dapat
memahami dan mengembangkan dengan lebih baik keahlian dan
minat karir mereka dan untuk memanfaatkan keahlian dan minat
ini dengan cara yang paling efektif. Manajemen karir individu
sebagai manajemen karir yang dilakukan secara individu dengan
tujuan menetapkan perencanaan dan perkembangan karirnya
selanjutnya manajemen karir adalah proses dimana organisasi
mencoba untuk menyesuaikan minat karir individual dan
kemampuan organisasi untuk merekrut karyawan (Gutteridge,
1976)
2. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Karier
a. Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa
diantara para pekerja yang wajar dan pantas untuk
dipromosikan di masa depan dan dengan demikian suplai
intenal melalui karyawan dari dalam perusahaan dapat lebih
tejamun. Berarti organisasi tidak selalu harus mencari tenaga
kerja dari luar organisasi untuk mengisi lowongan yang terjadi
Modul Manajemen Karier PNS 30
karena berbagai hal seperti adanya pekerja yang berhenti,
diberhentikan memasuki usia pensiun atau meninggal dunia.
b. Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap
pengembangan karier para anggota organisasi menumbuhkan
loyalitas yang lebih tinggi dan komitmen organisasional yang
lebih besar di kalangan pegawai. Sika demikian pada
umumnya mengakibatkan keinginan pindah ke organisasi
berusaha memelihara kepentingan dan memuaskan
kebutuhan para anggotanya.
c. Telah umum dimaklumi bahwa dalam diri setiap orang masih
terdapat kemampuan yang belum digunakan secara optimal
sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari
optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya
dari potensi menjadi kekuatan nyata. Dengan adanya sasaran
karier yang jelas para pegawai terdorong untuk
mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan
dalam pelaksanaan pekerjaan dengan lebih efektif dan
produktif dibarengi oleh perilaku positif sehingga organisasi
semakin mapu mencapai berbagai tujuan dan sasarannya,
dan para pegawai pun mencapai tingkat kepuasan yang lebih
tinggi
d. Perencanaan karier mendorong para pekerja untuk bertumbuh
dan berkembang, tidak hanya secara mental intelektual, akan
tetapi juga dalam arti profesional.
B. SISTEM INFORMASI MANAJEEMN KARIER
1. Setiap Instansi Pemerintah wajib memiliki sistem informasi
manajemen karier instansi. Struktur yang terdapat dalam sistem
informasi manajemen karier, meliputi;
a. Berisi informasi mengenai rencana dan pelaksanaan
manajemen karier,
Modul Manajemen Karier PNS 31
b. Sistem informasi manajemen karier instansi merupakan bagian
yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen karier
instansi,
c. PPK wajib memutakhirkan data dan informasi dalam sistem
informasi manajemen karier instansi,
d. PPK memasukkan data dan informasi manajemen karier di
lingkungannya ke dalam sistem informasi ASN paling lambat
akhir bulan Maret tahun berjalan untuk pelaksanaan tahun
berikutnya
2. Sistem informasi manajemen karier secara nasional dikelola oleh
BKN
C. LATIHAN
Bagaimana cara SKPD melalui PPK nya melakukan evaluasi
terhadap pengembangan sistem manajemen karir yang ada
dilingkungan pemerintahan.
Melalui PPK di tingkat provinsi/kota/kabupaten dapat melaksanakan
Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang
Terintegrasi dengan Website.
Perserta sosialisasi terdiri pejabat Struktural atau Staf yang
menangani kepegawaian dilingkungan Pemerintah baik di tingkat
provinsi/kota/kabupaten sesuai dengan kebutuhan yang ada di
lingkungan kerja.
Maksud diselenggarakanya kegiatan sosialisasi Sistem Informasi
Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) yang terintegrasi dengan
Website adalah untuk membangun kepedulian dan kepemilikan data
PNS terhadap data kepegawaian yang kedepanya dapat digunakan
sebagai dasar untuk pengembangan aplikasi agar dapat memberikan
informasi yang valid terkait data PNS.
Modul Manajemen Karier PNS 32
Adapun tujuan dari pelaksanaan Sosialisasi ini adalah untuk
mendukung Sistem Manajemen Pegawai yang rasional dan
pengembangan sumber daya manusia, mewujudkan data
kepegawaian yang mutakir dan terintegrasi serta dapat menyediakan
informasi yang akurat untuk keperluan perencanaan, pengembangan,
kesejahteraan dan pengendalian pegawai.
Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan PNS melakukan
peremajaan data PNS setiap kali ada perubahan data guna
mewujudkan data kepegawaian yang mutakir dan terintegrasi.
D. RANGKUMAN
Melalui uraian pembahasan tentang kasus di atas, dapat ditarik suatu
kesimpulan bahwa manajemen karir harus melibatkan semua pihak
termasuk pegawai yang bersangkutan dengan unit tempat si pegawai
bekerja, dan organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu
manajemen karir mencakup area kegiatan yang sangat luas.
Pentingnya penerapan dari sistem manajemen karir bagi pegawai
negeri sipil adalah untuk meningkatkan potensi dan produktifitas bagi
kemajuan dirinya, sedangkan bagi pemerintah atau unit/instansi
adalah untuk merencanakan SDM mereka dalam meningkatkan nilai
pelayanan dan kualitas dari unit/instansi pemerintah dan kompetisi
pelayanan bagi pemerintah pusat/daerah lainnya.
E. EVALUASI
1. Sebutkan 5 (lima) rencana pengembangan karier dan publikasi
rencana pengembangan karier
Modul Manajemen Karier PNS 33
BAB V
PENUTUP
Dalam menerapkan merit sistem, salah satunya adalah
manajemen karir, perlu adanya talent mapping, succession dan
perencanaan karir. Hal ini dilakukan untuk menuju ASN yang dinamis.
Pengembangan karir Pegawai Negeri Sipil harus
memperhatikan empat aspek penting yaitu kualifikasi, kompetensi,
penilaian kinerja, dan kebutuhan instansi, keempat hal tersebut
harus mempertimbangkan intergitas dan moralitas.
Kompetensi dimaksud meliputi kompetensi teknis,
kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan kompetensi
pemerintahan. Dalam pengembangan kompetensi harus berdasarkan
perencanaan pengembangan kompetensi yang dilakukan oleh
SKPD/UKPD, penetapan metode, uji kompetensi dan sertifikasi.
Keempat data aspek yang digunakan untuk pengembangan
karir harus dapat terintegrasi dalam suatu sistem, dengan demikian
sistem tersebut dapat digunakan untuk penentuan dalam Baperjakat.
Pentingnya penerapan dari sistem manajemen karir bagi
pegawai negeri sipil adalah untuk meningkatkan potensi dan
produktifitas bagi kemajuan dirinya, sedangkan bagi pemerintah atau
unit/instansi adalah untuk merencanakan SDM mereka dalam
meningkatkan nilai pelayanan dan kualitas dari unit/instansi
pemerintah dan kompetisi pelayanan bagi pemerintah pusat/daerah
lainnya.
Modul Manajemen Karier PNS 34
DAFTAR PUSTAKA
1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Mana jemen
Pegawai Negeri Sipil.
3. Peraturan Gubernur Nomor 110 Tahun 2017 tentang Penye
lenggaraan Pengembangan Kompetensi dan Sertifikai Profesi
Sumber Daya Manusia.
4. Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2017 tentang Penerapan E
Learning dalam Pengembangan Kompetensi Pegawai Apa ratur Sipil
Negara.
Modul Manajemen Karier PNS 35
BAB VI
GLOSARIUM
ASN = Aparatur Sipil Negara
PNS = Pegawai Negeri Sipil
BKN = Badan Kepegawaian Nasional
PPK = Pejabat Pembina Kepegawaian
Modul Manajemen Karier PNS 36