0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
210 tayangan6 halaman

Hermeneutik

Tunas dari keturunan Daud akan membawa kedamaian
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
210 tayangan6 halaman

Hermeneutik

Tunas dari keturunan Daud akan membawa kedamaian
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Yesaya 11:1

A. Bagian ini merupakan bentuk sastra puisi dan alegori


Jika kita memperhatikan bagian ini (Yes. 11:1), maka kita akan
menyebutnya sebagai bentuk sastra puisi karena struktur kalimatnya yang
memiliki kesejajaran persamaan seperti : tunas dengan taruk, keluar dengan
tumbuh, tunggul dengan pangkal. Namun jika kita memperhatikan secara seksama
kitab Yesaya ini, khususnya Yes. 11:1 dimana ada beberapa kata yang merupakan
perumpamaan yang sifatnya menggambarkan tentang apa yang akan terjadi.
Dalam arti bagian ini merupakan nubuatan tentang Yesus yang berasal dari
keturunan Daud. Maka kami memilih bagian ini (Yes. 11:1) sebagai bentuk
alegori. Mengapa? Karena bagian ini memiliki makna yang sangat dalam.
Misalnya: kata tunas dan taruk yang mengarah kepada Yesus yang nantinya
diharapkan datang sebagai penyelamat bagi bangsa Israel yang hidup dalam
penindasan bangsa lain.

B. Konteks
Jika kita memperhatikan konteks atau latar belakang munculnya bagian ini
(Yes. 11:1), kita dapat melihat bahwa Israel pada waktu itu (sekitar parohan kedua
abad 8 SM) hidup dalam penindasan raja-raja Asyur yang ganas. Raja-raja yang
dimaksud ialah Tiglat sampai Pileser III, Salamaneser V, Sargon II, dan Sanherib.
Bangsa Israel pada saat itu sangat menderita Karena selain daerah mereka
dikuasai, barang mereka pun menjadi jarahan bagi penindas. Bangsa Israel
sepertinya hidup tanpa harapan lagi. Karena itu Yesaya muncul dengan beberapa
nabi yang lain seperti: Amos, Hosea, dan Mika mempersaksikan nubuat tertulis
kepada Israel, bahwa akan hadir seorang raja yang sempurna, Imanuel, yang akan
tampil dari batang yang sudah ditebang dari bangsa Daud. Raja inilah yang akan
memulihkan keadaan menjadi baik, didalam Dia orang bersorak-sorai dan hidup
bersuka cita
C. Hubungan Konteks Alkitab Yang Lebih Luas Atau Dengan Bagian Lain.
1) Hubungan antara keseluruhan perikop
Yes. 11:1 merupakan induk kalimat dalam perikop ini yang berbicara
tentang Tunas dan Taruk yang akan keluar dari bangsa Daud. Ayat 2-5
menjelaskan tentang prbadi dari Tunas itu yang dipenuhi oleh Roh Tuhan, Roh
Pengertian dan lain sebagainya dan ayat berikutnya, yaitu ayat 6-10
menjelaskan situasi dan keadaan ketika Tunas dari Daud itu berkuasa.
Keadaan yang digambarkan dalam ayat ini (6-10) ialah keadaan yang
menyenangkan, hidup indah, damai, ada keadilan, dan pertikaian sudah
berakhir.

2) Hubungan konteks secara keselurah Kitab Yesaya


Jika kita memperhatikan bagian-bagian dalam perikop Kitab Yesaya,
maka kita dapat melihat empat peristiwa yang saling berhubungan.
Yesaya 1 berbicara tentang ketidak taatan Israel, pasal 2-5 secara umum
berbicara tentang murka Allah atas ketidak setiaan Israel. Israel hidup dalam
penindasan bangsa-bangsa lain sebgai hukuman atas mereka, pasal 6-11
berbicara tentang terpanggilnya Yesaya untuk memberitakan Raja Damai
dengan nubuatnya secara tertulis. Nubuat Yesaya tentang Raja Damai yang
dijelaskan sebagai Tunas dari Daud yang akan membebaskan Israel dari
penindasan yang terjadi. Pasal sesudah nubuatan yaitu pasal 13-66
menjelaskan tentang keadaan dan situasi dimana Tunas Daud itu disebut
sebaga Raja Penyelamat Israel dan penghukuman atas bangsa-bangsa
penindas, “Babel dan Asyur”.

3) Hubungan konteks dengan kitab lain


Kitab Yesaya merupakan kitab nubuatan yang memiliki hubungan
konteks dengan kitab nubuatan yang lain (Amos, Hosea, Mikha).
Konteks yang kami maksud ialah mereka bernubuat ketika Israel dalam
penindasan bangsa-bangsa lain “ Asyur” ini kita bisa kita lihat dalam beberapa
ayat dari tiap kitab yang berbicara tentang nubuatan. Misalnya kitab Mikha
5:1 ; Yes 11:1 ; Am 7:1. nubuatan ini digenapai dalam Perjanjian Baru seperti
dalam Lukas 2:1.

D. Pengertia Harafiah
 Tunas :Batang baru yang keluar dari batang yang sudah ada (tunas baru)
 Taruk :Sama dengan tunas. Namun Taruk tidak selamanya keluar dari
batang utama , tetapi dia langsung dari biji atau akar.(tunas baru)
 Keluar : Sebuah proses menjadi
 Tumbuh : Mengalami perubahan/proses menjadi
 Tunggul : Pangkal pohon yang masih tinggal tertanam dalam tanah.
 Pangkal : Bagian permulaan atau bagian yang dijadikan dasar.

E. Isu-isu Teologis
1) Janji Allah
Dari bagian ini memberikan sebuah janji akan Raja adil yang akan datang,
Pembebas yang akan menyelamatkan dan yang akan digenapai dalam Kitab
Perjanjian Baru.
2) Penguatan
Bagian merupakan penguatan kita dalam berbagai pergumulan yang
dihadapai, seperti kehidupan bangsa Israel yang hidup dalam penindasan dan
ketidak adilan.
3) Kelahiran Raja damai
Kelahiran raja damai ini akan manghasilkan buah-buah yang dimaksud ialah
lahirnya dan berkembangnya Gereja yang ada sampai sekarang ini.

F. Penggenapan Dalam PB
Yesaya 11:1 merupakan nubuatan akan lahirnya Raja damai yang lahir dari
keturunan Daud. Nubuatan ini telah digenapi dalam beberapa kitab perjanjian
Baru, seperti: dalam kitab Lukas dan Wahyu.”hari ini telah lahir bagi-Mu
Juruslamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud” (Luk 2:11). Kemudian Wahyu
22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kasaksian tentang
semuanya ini kepadamu bagi Jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan
Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.

G. Aplikasi untuk masa sekarang


Nubuatan Nabi Yesaya tentang tunas atau taruk yang akan tumbuh dari
umat Israel yang tersisah merupakan bentuk penyelamatan Allah bagi umat-Nya.
Hal itu telah terwujud dalam kedatangan Yesus sebagai pembawa kerajaan damai.
Dosa dan kesalahan yang telah diperbuat bangsa Israel telah membawa
mereka ke pembuangan. Namun, Allah telah menawarkan untuk memberikan
keselamatan bagi umat-Nya yang tersisa dan mau bertobat dengan membawa
mereka kembali ke tanah perjanjian. Dari umat yang tersisah inilah akan tumbuh
tunas yang dinubuatkan Nabi Yesaya. Tunas yang dimaksudkan telah terwujud
dalam kelahiran Mesias yang merupakan keturunan Daud. Juruselamat itu adalah
Raja damai yang membawa keselamatan bagi yang mau bertobat. Di dalam
kehidupan yang penuh dengan keresahan kerajaan dunia, Ia membawa
penyelamatan dan kedamaian bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Tentu
saja hal itu jaga berlaku bagi semua orang yang percaya yang ada pada saat ini. Di
dalam kehidupan yang sarat dengan dosa, Yesus memberikan kelepasan dengan
menawarkan keselamatan bagi setiap orang yang mau bertobat. Yesus datang
membawa kedamaian, dan barang siapa yang menerima serta percaya kepada-Nya
akan menerima penggenapan yang sempurna seutuhnya pada kedatangan Kristus
yang ke dua kali. Keselamatan berlaku bagi semua orang yang mau bertobat dan
menerima raja damai. Keselamatan bukan hanya bagi orang Israel seperti yang
dipahami mereka, keselamatan ini mencakup seluruh aspek kehidupan kita dan
berlaku bagi semua orang tanpa melihat suku, ras, bangsa, agama, dan lain
sebagainya. Oleh sebab itu, sebasar apa pun dosa yang kita lakukan, kita akan
tetap beroleh keselamatan jika kita mau bertobat, dan keselamatan itu akan
berbuah kehidupan kekal. Tidak ada lagi alasan untuk tetap tinggal di dalam dosa.
DAFTAR PUSTAKA

ALKITAB, 2006. Lembaga Alkitab Indonesia. Jakarta : LAI

[Link], dkk, 2004. Pengantar Perjanjian Lama-2. Jakarta : BPK


Gunung Mulia

Donal Guthrie, 1994. Tafsiran Alkitab Masa Kini-2. Jakarta :Yayasan


Komunikasi Bina Kasih

Denis Green, 1984. Pengantar Perjanjian Lama. Mlang : Gandum


Mas
Tugas Final
Hermeneutik III
Kitab Yesaya 11:1

Oleh :

Risal Buttu Linggi : 2005 1933


Sepri Amba Lembang : 2005 1929
Ari Agustin Wedy Lempang : 2005 1930
Richard Reynold Mapandin : 2005 1946
Lidong : 2005 1932

Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri


(STAKN) Toraja

Anda mungkin juga menyukai