0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
831 tayangan33 halaman

KB 1 - PGSD - Ips

Dokumen tersebut membahas tentang hakikat pendidikan ilmu pengetahuan sosial. Secara garis besar, dokumen menjelaskan pengertian ilmu pengetahuan sosial, perbedaan dan persamaannya dengan ilmu-ilmu sosial, peran dan konsep dasar dari berbagai ilmu sosial seperti antropologi dan sosiologi, serta ruang lingkup ilmu pengetahuan sosial.

Diunggah oleh

Sriiw'Oktianii
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
831 tayangan33 halaman

KB 1 - PGSD - Ips

Dokumen tersebut membahas tentang hakikat pendidikan ilmu pengetahuan sosial. Secara garis besar, dokumen menjelaskan pengertian ilmu pengetahuan sosial, perbedaan dan persamaannya dengan ilmu-ilmu sosial, peran dan konsep dasar dari berbagai ilmu sosial seperti antropologi dan sosiologi, serta ruang lingkup ilmu pengetahuan sosial.

Diunggah oleh

Sriiw'Oktianii
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kegiatan Belajar 1:

Hakikat Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Capaian Kegiatan Belajar 1:


1. Mengidentifikan IPS dan Konsep Dasar Ilmu-ilmu Sosial
2. Menganalisis ruang lingkup dan karakteristik IPS
Subcapaian Kegiatan Belajar 1:
1. Mendefinisikan IPS
2. Mengindetifikasikan persamaan dan perbedaan IPS dan ilmu sosial
3. Menganalisis peran dan konsep dasar ilmu-ilmu sosial
4. Menganalisis ruang lingkup IPS
5. Menganalisis karakteristik IPS
6. Mengembangkan nilai dalam IPS
7. Menganalisis Keterampilan dalam IPS
HAKIKAT PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu dari lima
mata pelajaran yang harus dikuasai oleh guru ataupun calon guru Sekolah Dasar.
Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan bagi guru Sekolah Dasar untuk
memahami dan menguasai konsep teoritis materi pelajaran IPS ini secara lebih
mendalam. Materi pokok ini merupakan materi yang kajiannya memberikan
penjelasan dan gambaran tentang konsep teoritis materi pelajaran ini.

A. Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kondep Dasar Ilmu-ilmu Sosial


1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial
Sebagai sebuah mata pelajaran di sekolah dasar, kata ilmu pengetahuan
sosial (IPS) berasal dari padanan kata social studies. Nasional Council for Social
Studies di Amerika Serikat mendefinisikannya, seperti ini: “IPS adalah sebuah
mata pelajaran di sekolah (SD s.d. SMP), mengambil sebagian besar konten materi
pelajaran sejarah, ilmu-ilmu sosial.” (NCSS, 1984:251). Dengan demikian dapat
diartikan bahwa IPS merupakan nama mata pelajaran yang berdiri sendiri sebagai
perpaduan dan penyederhanaan dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial dalam
rangka mengakomodasi dimensi pedagogik, psikologis dan karakterristik berfikir
anak yang masih bersifat holitik.
Para pakar sepakat bahwa IPS adalah perpaduan dan penyederhanaan dari
ilmu-ilmu sosial yang dibuat sebagai sebuah mata pelajaran untuk kepentingan
pedagogis anak. Disiplin ilmu ilmu sosial yang dipadukan dalam mata pelajaran
IPS adalah antropologi, sosiologi, ekonomi, sejarah, politik, geografi, dan
psikologi
Untuk membantu Anda dalam memahami pengertian dan konsep IPS ini,
bagan di bawah ini menjelaskan keterkaitan ilmu-ilmu sosial dan IPS
Geografi

Sejarah Sosiologi

IPS adalah
penyederhan
aan Ilmu
Sosial untuk
Psikologi tujuan Antropologi
pendidikan

Ekonomi Politik

Gambar 1.1: Keterkaitan Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial

Setelah mengetahui pengertian IPS melalui uraian materi dan bagan


keterkaitan antara ilmu-ilmu sosial dengan IPS, maka dapat disimpulkan bahwa
konten utama IPS adalah berasal dari disiplin ilmu-ilmu sosial dengan memadukan
dan menyederhanakan menjadi sebuah mata pelajaran untuk kepentingan pedagogis
dan pembelajaran anak di sekolah.
Setelah kita dapat mengetahui sekaligus memahami apa itu mata pelajaran
IPS, marilah kita kaji tujuan IPS dan juga tujuan dari ilmu sosial. Apakah tujuan
keduanya sama atau berbeda?
Tujuan dari ilmu sosial adalah mendorong untuk menemukan pengetahuan
baru dan menjaring kembali pengetahuan yang sudah ada yang berkenaan dengan
manusia, sementara tujuan dari IPS adalah memfasilitasi anak dengan pengetahuan,
sikap, dan keterampilan yang diperlukan untuk mampu berpartisipasi secara aktif
di masyarakat. (Hunkin dkk.1982).
Selanjutnya kita akan sama-sama membahas perbedaan dan persamaan
antara IPS dengan ilmu sosial supaya Anda memiliki pengetahuan yang lebih
mendalam tentang IPS dan juga ilmu sosial.
2. Persamaan dan Perbedaan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Ilmu Sosial
IPS dan Ilmu sosial ternyata terdapat kaitan satu sama lainnya sehingga
terdapat persamaan dan perbedaan dari keduanya. Untuk lebih memudahkan Anda
memahami persamaan dan perbedaannya, marilah kita lihat tabel di bawah ini.

Tabel 1. 1 Persamaan dan Perbedaan IPS dengan Ilmu Sosial


Ilmu-ilmu Sosial Persamaan/ Ilmu Pengetahuan Sosial
(social sciences) Perbedaan (social studies)
Ilmu Sosial adalah semua bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
ilmu yang berkenaan dengan Pengertian adalah ilmu-ilmu sosial yang
manusia dalam konteks dipadukan dan disederhanakan
sosialnya atau semua bidang untuk kepentingan pedagogis
ilmu yang mempelajari manusia anak..
sebagai anggota masyarakat.
Ruang lingkup ilmu sosial adalah Ruang Ruang lingkup IPS adalah hal-
hal-hal yang berkenaan dengan lingkup hal yang berkenaan dengan
manusia dan kehidupannya manusia dan kehidupannya
meliputi semua aspek kehidupan meliputi semua aspek kehidupan
manusia sebagai anggota manusia sebagai anggota
masyarakat masyarakat
Aspek-aspek kehidupan manusia Objek Aspek-aspek kehidupan manusia
yang dikaji secara terlepas-lepas dikaji berdasarkan satu kesatuan
sehingga melahirkan satu bidang gejala sosial atau masalah sosial
ilmu (tidak melahirkan bidang ilmu)
Menciptakan tenaga ahli pada Tujuan Membentuk warga negara
bidang ilmu sosial yang berkemampuan sosial dan
yakin akan kehidupannya
sendiri di tengah-tengah
kekuatan fisik dan sosial
Pendekatan disipliner Pendekatan Pendekatan intersipliner atau
multidisipliner dan lintas sektoral
Ilmu Sosial dipelajari dan Tempat IPS diajarkan pada tingkat dasar
dikembangkan pada tingkat Pembelajaran sampai tingkat menengah
Perguruan Tinggi
(Sumber: Materi Pokok PIPS SD UT: 1997 dalam Sapriya dkk 2007:5)

Berdasarkan tabel 1 di atas, kita dapat melihat persamaam dan juga


perbedaan dari keduanya, ternyata hal yang sama terletak pada ruang lingkupnya
saja. Sementara yang membedakan antara IPS dan ilmu sosial terletak pada
pengertian, objek, tujuan, pendekatan dan tempat pembelajarannya.
Setelah kita dapat menyamakan dan membedakan antara IPS dan ilmu-ilmu
sosial, sekarang marilah kita bahas bersama-sama tentang peran dan konsep dasar
dari setiap disiplin ilmu sosial karena setiap disiplin dari ilmu sosial memiliki peran
dan konsep yang satu sama lain berbeda

3. Peran dan Konsep Dasar Ilmu-Ilmu Sosial


Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa konten utama IPS adalah
berasal sebagian besarnya dari disiplin ilmu-ilmu sosial, maka dalam bagian ini kita
akan membahas peran dan konsep dasar setiap disiplin ilmu sosial yang
memberikan kontribusi terhadap konten IPS. Sebelum kita membahas satu per satu
peran dan konsep dasarnya tersebut, ada baiknya kita memahami dulu istilah ilmu
sosial supaya kita juga dapat memiliki pemahaman yang lebih baik.
Istilah ilmu sosial itu sendiri berasal dari terjemahan social science.
Sementara kajian social science atau ilmu sosial adalah studi tentang tingkah laku
manusia. Disiplin-disiplin ilmu yang mengkaji objek kajian tentang tingkah laku
manusia adalah antropology, sosiology, ekonomi, sejarah, politik, psikology dan
geografi sebagaimana Dye (1990:5) jelaskan bahwa social science is the study of
human behavior.
Selanjutnya, setelah kita mengetahui istilah ilmu sosial yang berasal dari
padanan kata social science, sekarang kita akan membahas konsep dasar masing-
masing disiplin ilmu sosial dan juga perannya dalam memperkaya konten IPS.
Dengan mempelajari kajian ini diharapkan Anda akan memiliki pemahaman dan
penguasaan konsep dasar setiap disilplin ilmu sosial dan juga peran dan
konntribusinya terhadap IPS.

a. Antropologi
Dye (1990) menjelaskan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari
manusia dan cara bagaimana manusia itu hidup. Para ahli antropologi memperlajari
tentang budaya manusia mulai dari kebudayaan pra-sejarah sampai kebudayaan
pada zaman modern. Mereka menggolongkan kajian dari bidang antropologi ini ke
dalam dua kajian, yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya. Para ahli
antropologi fisik kajian utamanya berkenaan dengan aspek karakteristik fisik dan
biologi manusia. Sementara antropologi budaya kajian utamanya berkenaan dengan
budaya masa lalu dan budaya masa modern. Para ahli antropologi budaya ini
mengkaji banyak hal seperiti cara mendidik dan membesarkan anak, pengaturan
keluarga, komunikasi dan bahasa, teknologi, cara mencari nafkah, pekerjaan, nilai
dan kepercayaan, kehidupan sosial, pola-pola kepemimpinan, dan struktur
kekuasaan.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa antopologi
adalah ilmu yang studinya tentang manusia dan cara bagaimana manusia itu hidup
dengan segala hasil pemikirannya atau hasil akal budinya. Hubungan antropologi
dengan IPS adalah bahwa IPS mengambil materi antropologi yang terkait dengan
kajian hasil fikiran manusia dalam menjaga eksistensinya dan usaha meningkatkan
kehidupan baik aspek lahiriah maupun batiniah.

b. Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mengkaji hubungan perilaku manusia dalam
kelompok-kelompok. Kajian utamanya adalah hubungan sosial manusia dalam
kelompok baik kelompok formal maupun tidak formal, fungsi dan tujuan dan
bagaimana organisasi tersebut berubah setiap waktu. Para ahli sosiologi mengkaji
lembaga sosial (keluarga, sekolah, dan organisasi keagamaan) juga mengkaji proses
sosial yang terjadi (konflik, kompetisi, assimilasi dan perubahan) serta mengkaji
masalah masalah sosial yang timbul (kejahatan, interaksi kaya-miskin, interaksi
antar suku). Pengertian lain dari sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang relasi-
relasi sosial, artinya bahwa manusia merupakan makhluk yang aktif mengadakan
kontak-kontak sosial yang berupa tingkah laku dan dapat saling mempengaruhi
yang pada akhirnya membentuk kelompok sosial.
Objek dari sosiologi utamanya adalah masyarakat dilihat dari hubungan
antara manusia dalam lingkungan manusia itu sendiri, yaitu lingkungan sosialnya.
Hubungan sosial dan interaksi sosial yang dialami manusia yang lingkupnya makin
lama makin luas dan makin berkembang. Interaksi tersebut mulai dari hanya dua
orang, kemudian berkembang menjadi banyak orang, interaksi juga terjadi antar
kelompok dengan kelompok lain. Apabila kita cermati secara seksama, maka
eksistensi masyarakat timbulnya dimungkinkan oleh interaksi sosial. Proses sosial
dapat diklasifikasikan dalam enam kategori, yaitu : (1) komunikasi, (2) konflik, (3)
kompetisi, (4) akomodasi, (5) asimilasi, dan (6) kerjasama.. Komunikasi antara
individu-individu itu penting karena untuk menyusun organisasi masyarakat.
Apabila terjadi kontak komunikasi dengan individu menimbulkan pertentangan,
maka disebut konflik. Jika kekuatan yang berhadap-hadapan dalam konflik tersebut
bersifat interpersonal, maka disebut dengan kompetisi/saingan. Di dalam suasana
konflik akhirnya orang dapat menyelesaikannya, walaupun secara terpaksa dan
menyadari bahwa tidak ada cara lain kecuali mengadakan perdamaian, proses
perdamaian ini disebut dengan akomodasi. Salah satu proses yang timbul dari
interaksi sosial adalah asimilasi, yaitu kelompok-kelompok sosial yang mempunyai
kebiasaan atau kebudayaan yang berbeda dengan kelompok lainnya, saling
berintegrasi sehingga membentuk kebudayaan baru. Bentuk interaksi yang sangat
penting bagi pemeliharaan masyarakat adalah kerjasama, yaitu suatu proses di mana
dua orang atau lebih berkumpul dengan maksud untuk melakukan suatu tugas yang
sama.
Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu
tentang perilaku sosial dalam masyarakat. Hubungan atau peran sosiologi terhadap
IPS adalah bahwa IPS mengambil materi tentang masyarakat secara keseluruhan
dan hubungan antara individu dengan masyarakat tersebut.

c. Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang produksi, disribusi dan koseumsi
barang dan jasa yang terbatas. Bagaimana langkanya barang dan jasa dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi keinginan-keinginan manusia yang tidak terbatas.
Oleh karena itu, ilmu ekonomi berperan dalam mengatur pilihan-pilihan alternatif
dalam penggunaan barang dan jasa tersebut yang terbatas itu untuk dapat memenuhi
kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Para pelaku ekonomi mengambil keputusan
terbaik bagi kepentingan mereka dengan pertimbangan rasional berdasarkan
informasi yang diterimanya. Oleh karenanya ilmu ekonomi disebut juga ilmu
tentang pilihan.
Ilmu ekonomi pada dasarnya adalah ilmu sosial, karena obyek
pembahasanya adalah manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Ilmu
ekonomi terbagi dalam dua bagian besar, yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu
ekonomi makro.
. Ilmu ekonomi mikro yang secara khusus mempelajari perilaku individu
manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Aspek analisisnya adalah, antara
lain: perilaku konsumen (teori nilai guna), perilaku produsen (teori produksi), teori
permintaan dan penawaran, analisis biaya dan manfaat. elastisitas, dan bentuk-
bentuk pasar. Sedangkan Ilmu ekonomi makro mempelajari perilaku masyarakat
(negara/bangsa) dalam memenuhi kebutuhannya. Aspek analisisnya adalah, antara
lain: pendapatan nasional, investasi, neraca pembayaran dan kurs valauta asing,
kesempatan kerja dan pengangguran, inflasi dan kestabilan harga, pertumbuhan
dan pembangunan ekonomi, keuangan negara (APBN), dan suku bunga dan
perkembangan pasar saham.
Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi adalah
ilmu yang mempelajari tentang produksi, disribusi dan konsumsi barang dan jasa
yang terbatas untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
Hubungan atau peran ilmu ekonomii terhadap IPS adalah bahwa IPS mengambil
materi tentang pilihan barang dan jasa yang terbatas untuk dapat memenuhi
kebutuhan manusia tidak terbatas..

d. Geogarfi
Geografi adalah cabang disiplin ilmu sosial yang mempelajari tentang
manusia, tempat, lingkungan alam dan kapasitas bumi untuk mendukung kehidupan
manusia. Para ahli geografi mempelajari permukaan bumi, bagaimana manusia
mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungan fisiknya. Geografi dibagi ke dalam dua
golongan kekhususan, yaitu geografi fisik dan geografi budaya Para ahli geografi
fisik mengkaji aspek-aspek bumi yang mencakup iklim, tanah, sumber-sumber air,
penyebaran tanaman dan binatang, dan bentuk-bentuk tanah. Sedangkan para ahli
geografi budaya lebih mengkhususkan kajiannya pada penyebaran penduduk di
suatu wilayah tertentu. Kenapa manusia tertarik untuk bertempat tinggal di wilayah
itu, dan mengapa manusia tinggal di wilayah itu, serta faktor-faktor apa yang
mempengaruhnya? Kajian-kajian itulah yang menjadi daya tarik para ahli geografi
dalam studinya. Daya tarik lain dari ahli geografi budaya adalah interaksi antara
manusia dengan lingkungan fisiknya. Kajian para ahli geografi ini adalah
bagaimana manusia memanfaatkan dan mengubah permukaan bumi bahkan juga
bagaimana permukan bumi mempengaruhi budaya manusia seperti kegiatan
mencari nafkah, pola-pola perkampungan, pembangunan ekonomi, organisasi
politik, pemanfaatan sumber-sumber budaya, komunikasi, dan transportasi.
Cabang lainnya dari disiplin geografi adalah kartografi atau pemetaan.
Cabang ini pun menjadi perhatian dalam kurikulum IPS. Ahli kartogarfi lebih
tertarik dengan pencatatan lokasi penduduk dan tempat-tempat pada permukaan
bumi seperti karakteristik fisik dari setiap lokasi, bentuk-bentuk tanah, sumber-
sumber air, iklim, tanah, tumbuhan alamiah, dan kehidupan binatang. Ketertarikan
lain dari ahli geografi kartografi ini adalah perubahan-perubahan manusia yang
mencakup letak kota, negara, batas politik, jalur transportasi, bendungan, dan
fasilitas rekreasi. Teknik-teknik untuk mewakili lokasi yang akurat di map dan
globe meliputi penggunaan skala, simbol-simbol, dan sistem jaringan lintang dan
jaringan bujur (mata angin).
Dengan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa geografi adalah ilmu
pengetahuan yang berkenaan dengan deskripsi dan penjelasan tentang pola-pola
lokasi gejala yang statis atau yang bergerak di permukaan bumi. Hubungan atau
peran geografi terhadap IPS adalah bahwa IPS mengambil materi dari geografi yang
terkait dengan ruang bumi, garis lintang, bujur, arah, jarak, lokasi ruang, kondisi
alam, tata lingkungan, sumber daya alam, serta interaksi antar bangsa dan manusia
dengan lingkungan.
e. Sejarah
Sejarah merupakan disiplin ilmu sosial yang fokus studinya tentang
kehidupan manusia di masa lampau. Para sejarawan tertarik dengan semua aspek
kegiatan manusia di masa lampau. Seorang sejarawan mungkin mengkhususkan
pada satu atau lebih aspek-aspek kegiatan manusia seperti sosial, militer, atau seni.
Mungkin juga seorang sejarawan fokus pada sejarah negara tertentu atau wilayah
geografis tertentu Fokus minat seorang sejarawan bisa juga pada periode waktu
tertentu Seorang sejarawan fokusnya mungkin pada aspek peristiwa-peristiwa
penting atau pada kepribadian orang terkemuka.
Masih ada perdebatan tentang apakah kajian sejarah ini lebih tepat digolongkan
sebagai ilmu sosial atau salah satu bagian dari humaniora karena adanya beberapa
keterbatasan yang dihadapi oleh para sejarawan dalam menggambarkan kehidupan
masa lampau secara cepat dan ilmiah. Salah satu keterbatasannya adalah kurangnya
catatan-catatan yang lengkap dari peristiwa-peristiwa masa lalu karena bila para
sejarawan akan mengkaji kehidupan manusia pada zaman pra sejarah yang ketika
itu manusia belum menemukan tulisan. Bahkan bila ada catatan tertulis pun
tulisannya terpencar-pencar dan tidak lengkap.. Tidak ada seorang pun yang bisa
memastikan, keterangan mana yang masih terpelihara. Keterangan yang bertahan
mungkin tergantung pada kekuasaan. Keterangan-keterangan tentang perang dan
penaklukan suatu bangsa dapat terpelihara tergantung kepada siapa “yang menang”
atau yang “berkuasa” saat itu.
Dengan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah disiplin
ilmu sosial yang fokus studinya tentang kehidupan manusia di masa lampau.
Hubungan atau peran sejarah terhadap IPS adalah bahwa IPS mengambil materi
ilmu sejarah yang terkait dengan pengalaman hidup manusia dilihat dari kurun
waktu masa lalu.

f. Ilmu Politik
Para ilmuwan politik mempelajari kebijakan umum Mereka tertarik dengan
perkembangan dan penggunaan kekuasaan manusia di dalam masyarakat,
khususnya yang tercermin dalam pemerintahan sehingga para ilmuwan politik telah
memperluas perhatiannya dengan memasukkan hubungan antara kebijakan umum
dan masyarakat.
Para ilmuwan politik dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu ilmwan
politik tradisional dan ilmuwan politik ilmiah. Golongan ilmuwan politik pertama
mempertanyakan masalah-masalah dan menggunakan teknik-teknik untuk
menjawab pertanyaan yang lebih banyak mengandung ciri-ciri humanitis daripada
ilmu-ilmu sosial. Mereka tertarik, misalnya dengan gambaran bentuk ideal
pemerintahan yang seharusnya dijalankan (ideologi politik) atau dalam menerapkan
ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah kebijakan umum dan
memprakarsai reformasi sosial. Sebaliknya, golongan ilmuwan politik yang ke-dua
membatasi bidang garapannya terhadap kajian perilaku politik manusia secara
empiris seperti perilaku dalam pemungutan suara, pendapat umum, dan perilaku
politik perbandingan. Mereka membatasi kajiannya tentang “apa” dan tidak
berusaha untuk menentukan “apa seharusnya”.
Dengan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ilmu politik adalah
ilmu yang kajiannya tentang kebijakan umum untuk kepentingan masyarakat.
Hubungan atau peran ilmu politik terhadap IPS adalah bahwa IPS mengambil
materi ilmu politik untuk mengorganisasikan kekuasaan dalam mengatur manusia
dan menyelenggarakan kekuaan untuk kepentingan rakyat dan bangsa.

g. Psikologi
Para ahli psikologi fokus studinya adalah mempelajari perilaku individu-
individu dan kelompok-kelompok kecil individu. Kajian disiplin ini mencakup
semua bentuk perilaku manusia dan bukan manusia, manusia normal dan abnormal,
individu dan kelompok, fisik dan mental, dan secara instink maupun dipelajari.
Tetapi tradisinya para ahli psikologi mempelajari tentang belajar, pertumbuhan dan
perkembangan, berfikir, perasaan, perilaku kelompok, perkembangan kepribadian,
dan perilaku abnormal.
Dengan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah suatu
studi ilmiah tentang perilaku individu dan kelompok kecil individu dalam
masyarkat. Hubungan atau peran psikologi terhadap IPS adalah bahwa IPS
mengambil materi psikologi dalam mempelajari perilaku individu, kelompok, dan
masyarakat yang dipengaruhi oleh situasi sosial, pengetahuan, pemikiran,
tanggapan, dan spekulasi.
Setelah kita membahas konsep dasar setiap disiplin ilmu sosial dan juga
peran masing-masing disiplin itu dalam memperkaya materi IPS, maka dalam
paparan berikut kita akan mengkaji tentang ruang lingkup dan karakteristik IPS.
Dengan mengkaji bahasan ini diharapkan Anda dapat memahami dan menguasai
ruamg lingkup dan karakeristik IPS ini dengan baik.

B. Ruang Lingkup dan Karakteristik Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)


1. Ruang Lingkup IPS
Ruang lingkup bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya
subyek yang tercakup, maka dalam kajian ini ruang lingkup merupakan cakupan
materi IPS apa saja yang mesti diberikan dalam mata pelajaran ini. Dengan
mempelajari ruang lingkup materi IPS ini, anak diharapkan dapat diantarkan
menjadi generasi penerus masa depan dan berguna bagi kepentingan dirinya,
masyarakatnya dan bangsanya. Dengan harapan itulah ruang lingkup materi mata
pelajaran IPS untuk Sekolah Dasar ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan pada tahun 2016. Ruang lingkupnya adalah: (1) karakteristik
keruangan dalam lingkup nasional dan regional, (2) keragaman sosial, interaksi
sosial dan perubahan sosial, (3) kegiatan ekonomi penduduk, dan (4) perubahan
masyarakat Indonesia sejak jaman Hindu Buddha sampai sekarang.
Di bawah ini adalah bagan ruang lingkup IPS SD yang tertuang dalam
silabus mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah yang ditetapkan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun (2016:9).
Gambar 1.2: Ruang Lingkup Materi Mata Pelajaran IPS Sekolah Dasar

Ruang lingkup materi dalam mata pelajaran IPS di sekolah dasar diawali
dari pengenalan lingkungan dan masyarakat terdekat, mulai kabupaten, provinsi,
nasional dan internasional. Antara satu wilayah dengan wilayah lainnya memiliki
koneksi. Lingkungan internasional di lingkup sekolah dasar dibatasi pada
pengenalan lingkungan ASEAN.
Berdasarkan ruang lingkup materi ini, maka kita mesti mulai mengenalkan
lingkungan yang paling dekat dengan anak yaitu keluarga sebagai satuan
kelompok yang paling kecil dan mendasar, yang terdiri dari ayah, ibu dan anak
Keluarga inti (nuclear family) ini biasa juga disebut dengan segitiga abadi.
Keluarga merupakan wahana untuk dapat memantapkan adat istiadat yang ada di
lingkungan masyarakat kita yang mencakup sistem nilai budaya, sistem norma, dan
nilai-nilai. Proses pemantapan dalam keluarga ini dilakukan melalui pembudayaan
atau pelembagaan. Dalam proses pelembagaan ini, seorang individu mempelajari
dan mesti mampu menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-adat,
sistem norma dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses ini dimulai
sejak kecil, mulai dari keluarga berlanjut ke lingkungan sekitar. Awalnya dengan
meniru berbagai macam tindakan kemudian mulai mengerti dan tertanam serta
diinternalisasi dalam dirinya. Lalu, tindakannya itu menjadi suatu pola yang
mantap, dan norma yang mengatur tindakannya menjadi suatu kebiasaan. Akan
tetapi, ada juga individu yang dalam proses pembudayaan tersebut yang mengalami
deviants, artinya individu yang tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan sistem
budaya di lingkungan sosial sekitarnya (Soelaeman, 2005).
Keluarga sebagai lembaga pendidikan juga berfungsi memberikan dasar-
dasar pendidikan pada anak-anaknya, sebagai lembaga kebudayaan
berfungsi mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya, sebagai
lembaga ekonomi berfungsi memenuhi kesejahteraan material seluruh anggotanya,
sebagai lembaga peradilan berfungsi memelihara serta menjamin keadilan pada
anggotanya, sebagai lembaga agama berfungsi meletakkan dasar iman dan takwa
kepada anggotanya, sebagai lembaga politik berfungsi memelihara serta
mempertahankan kesejahteraan ketentraman-keamanan, hak dan kewajiban
anggotanya. Keluarga sebagai kelompok inti dalam masyarakat, merupakan
lembaga yang bernilai dasar dan strategis membina serta mengembangkan sumber
daya manusia dalam menciptakan masyarakat adil, makmur, aman dan sentosa.
Lingkungan terdekat lain adalah rukun tetangga, rukun kampung, warga
desa sampai ke warga bangsa. Pada kelompok-kelompok ini juga terjadi proses
sosial dengan segala aspeknya seperti yang terjadi dan dialami oleh keluarga
sebagai kelompok sosial. Namun demikian, sesuai dengan ukuran, karakter
hubungan sosial dan fungsinya, kelompok-kelompok yang baru ini berinteraksi
dengan dirinya, memiliki sifat yang berbeda dengan keluarga.
Untuk memahaminya, Anda hendaknya melakukan pengamatan, komunikasi
dan penghayatan terhadap kelompok-kelompok yang bersangkutan.
Tempat sebagai wadah berkumpulnya kelompok masyarakat di berbagai
wilayah merupakan salah satu keunikan yang terdapat dalam kehidupan masyarakat
Perbedaan-perbedaan itu, tidak dapat dilepaskan dari pengaruh aspek ruang,
sejarah, norma dan nilai yang berlaku, serta pengaruh perkembangan sejarah.
Keanekaragaman kelompok masyarakat dengan karakternya yang berbeda-
beda, merupakan unsur ruang lingkup IPS lainnya yang sangat menarik
untuk diamati dan dipelajari. Demikian pula dengan perkembangan kehidupan
sosial dengan segala aspeknya dari waktu ke waktu, mulai dari tahap yang
sederhana sampai tingkat modern, merupakan sisi lain dari ruang lingkup IPS ini .
Selanjutnya ruang lingkup IPS yang mesti diberikan pada anak adalah
tentang karakteristik keragaman dalam lingkup nasional dan regional untuk
memberikan wawasan anak tentang lingkungan yang lebih luas lagi. Perkembangan
dan kemajuan IPTEK dalam bidang transportasi dan komunikasi-informasi dewasa
ini mau tidak mau memberikan kesempatan pada anak dalam meningkatkan
hubungan sosialnya dari satu ruang geografi ke ruang geografi lainnya yang tidak
hanya satu arah, melainkan secara timbal balik. Proses interaksi sosial sekarang ini
ini tidak lagi hanya terbatas pada aspek budaya, melainkan telah meluas aspek-
aspek lain seperti politik, dan terutama ekonomi. Proses ini juga telah menembus
batas-batas lokal dan regional sampai ke tingkat global. Proses hubungan sosial dan
interaksi sosial ini telah menjadi proses globalisasi. Ruang lingkup IPS, tidak hanya
terbatas pada kehidupan sosial pada tingkat lokal dan regional, melainkan telah
sampai pada tingkat global walaupun mata pelajaran IPS ruang lingkup yang telah
ditetapkan oleh Kemendikbud (2016) dibatasi hanya tingkat ASEAN saja.
Setelah kita membahas ruang lingkup mata pelajaran IPS untuk Sekolah
Dasar, bahasan selanjutnya adalah tentang karakteristik IPS. Marilah kita sama
sama menyimak penjelasan tentang kajian ini.

2. Karakteristik IPS
Karakteristik artinya mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan
tertentu. Bila kita merujuk dengan arti diatas, maka karakterisik dari mata pelajaran
IPS sekolah dasar diantaranya adalah::
a. IPS merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekonomi, hukum
dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora,
pendidikan dan agama (Numan Soemantri, 2001)
b. IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan
kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki
kehidupan bermasyarakat yang dinamis (Permendinas No. 22 tahun 2006)
c. IPS di kelas I sampai kelas II ditiadakan, tetapi muatan IPS tetap ada dan
diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKN dan
Matematika. Sementara kelas IV sampai dengan kelas VI mata pelajaran IPS
berdiri sendiri tetai pembelajarannya diberikan secara tematik terpadu dengan
mata pelajaran lain. (Kemendikbud, 2016)
d. IPS sangat menekankan pengenalan peserta didik terhadap lingkungannya agar
peserta didik tidak terserabut dari budaya lokal (Kemendikbud, 2016).
e. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi
dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia
secara keseluruhan.
Tabel 1.2. Dimensi Kehidupan Manusia
Dimensi dalam
kehidupan Ruang Waktu Nilai/Norma
manusia
Area dan Alam sebagai Alam dan Kaidah atau
substansi tempat dan kehidupan yang aturan yang
pembelajaran penyedia potensi selalu berproses, menjadi perekat
sumber daya masa lalu, saat ini, dan penjamin
dan yang akan keharmonisan
datang kehidupan
manusia dan
alam
Contoh Adaptasi spasial Berpikir Konsisten
Kompetensi dan eksploratif kronologis, dengan aturan
Dasar yang prospektif, yang disepakati
dikembangkan antisipatif dan kaidah
alamiah masing-
masing disiplin
ilmu
Alternatif Geografi Sejarah Ekonomi,
penyajian Sosiologi/Antro
dalam mata pologi
pelajaran
(Sumber: Sardiman, 2004 dalam Darsono dkk. 2017)
Selain itu, karakteristik IPS juga bisa terletak pada pengembangan
materinya yang menggunakan pendekatan Expanding Community Approach yakni
mulai dari lingkungan masyarakat yang sangat sempit/terdekat (kontekstual)
menuju pada lingkungan masyarakat yang lebih luas. Bentuk yang bersifat
expanding meliputi beberapa jenis, yaitu:
1) Expanding Community Approach (pendekatan kemasyarakatan yang melebar
dan meluas). Dalam pendekatan ini misalnya, keluarga, masyarakat petani,
masyarakat desa, masyarakat perkotaan, dan masyarakat lainnya yang lebih
luas dan jauh.
2) Expanding Environmental Approach (pendekatan lingkungan yang meluas).
Misalnya diawali dengan lingkungan keluarga-kampung, selanjutnya melebar
dan meluas yaitu sekolah, desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, negara dan
seterusnya, dan
3) Expanding Thematical Approach (pendekatan tema yang meluas dan
mendalam). Tema dimulai dari yang terdekat hingga ke tema yang lebih luas
(Darsono dkk, 2017).
Demikianlah bahasan kita mengenai ruang lingkup dan karakterisistik IPS,
mudah-mudahan saja Anda bisa lebih memahami dan menguasainya untuk
selanjutnya nanti dapat diaplikasikan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar
yang merupakan tanggung jawab Anda. Nah, selanjutnya kita akan membahas
penanaman nilai dalam IPS sebagai berikut.

3. Nilai dalam Ilmu Pengetahuan Sosial


Apakah yang dimaksud dengan nilai? Apa fungsi nilai bagi masyarakat?
Kenapa nilai menjadi penting dalam pembelajaran IPS? Pertanyaan-pertanyaan ini
tentu saja bermanfaat bagi kita untuk bisa memahami konsep nilai atau value(s)
dan pentingnya nilai dalam pembelajaran IPS. Oleh karena itu, pembahasan berikut
akan berupaya paling tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas.
Nilai dapat diartikan sebagai hal-hal yang penting atau berguna bagi
kemanusiaan (Poewadarminta, 1984). Nilai padanan kata bahasa Inggrisnya adalah
value. Sementara value sendiri artinya quality of being useful or desireable (A.S.
Hornby (1982:950). Kenapa nilai itu penting dalam kehidupan sosial kita dan
bagaimana nilai dapat tertanam dalam diri seorang anak?
Batasan tentang nilai dapat mengacu kepada berbagai hal seperti minat,
kesukaan, pilihan, tugas, kewajiban agama, kebutuhan, keamanan, hasrat,
keengganan, daya tarik, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan perasaan dari
orientasi seleksinya (Pepper dalam Soelaeman, 2005). Rumusan nilai dapat
diperluas atau dipersempit. Rumusan nilai yang luas dapat meliputi seluruh
perkembangan dan kemungkinan unsur-unsur nilai. Nilai juga merupakan ukuran
untuk menentukan apakah sesuatu itu baik atau buruk Sementara batasan nilai yang
sempit adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang dibutuhkan dan
apa yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan. Nilai-nilai tersusun
secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan
kepribadiannya. Kepribadian dari sistem sosio-budaya merupakan syarat dalam
susunan kebutuhan rasa hormat terhadap keinginan yang lain atau kelompok
sebagai suatu kehidupan sosial yang besar.
Nilai menurut Soebino (1986) adalah pegangan hidup yang dijadikan
landasan untuk melakukan sesuatu. Suatu nilai baru dapat dipandang sebagai
pegangan hidup apabila penganutnya bersedia untuk melakukan suatu perbuatan
kalau selaras dengan nilai itu dan bersedia untuk melakukan segalanya demi nilai
itu.. Oleh karena itu, betapapun suatu nilai tersebut sangat diyakini dan dihormati
serta dijunjung tinggi oleh penganut nilai itu, tetapi kalau penganutnya belum
berani untuk berkorban demi nilai yang diyakininya itu, maka nilai tersebut belum
dapat dikatakan sebagai pegangan hidup bagi penganutnya.
Dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dan
demi kualitas generasi muda untuk menghadapi masa depan, maka nilai-nilai
seperti yang akan dijelaskan di bawah ini diperlukan untuk ditamamkan pada anak
seperti yang disampaikan Sumaatmadja (1984) berikut.

a. Nilai Edukatif
Salah satu tolok ukur keberhasilan pelaksanaan pendidikan IPS, yaitu
adanya perubahan perilaku sosial anak didik ke arah yang lebih baik. Perilaku
tersebut, meliputi aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Peningkatan
kognitif di sini tidak hanya terbatas makin meningkatnya pengetahuan sosial,
melainkan pula peningkatan nalar sosial dan kemampuan mencari alternatif-
alternatif pemecahan masalah sosial. Oleh karena itu, materi yang dibahas pada
pembelajaran IPS ini, jangan hanya terbatas pada kenyataan, fakta dan data sosial,
melainkan juga mengangkat masalah sosial yang terjadi sehari-hari. Memunculkan
masalah sosial itu tidak selalu dari guru saja, melainkan juga bisa dari anak didik
dengan mengangkatnya dalam pembelajaran. Melalui suasana yang demikian,
nalar sosial dan kemampuan mencari alternatif pemecahan masalah sosial dari anak
akan semakin makin meningkat.
Dalam proses peningkatan perilaku sosial melalui pembinaan nilai edukatif,
tidak hanya terbatas pada perilaku kognitif, melainkan lebih mendalam lagi
berkenaan dengan perilaku afektifnya. Justru perilaku inilah yang lebih mewarnai
aspek kemanusiaan. Melalui pembelajaran IPS, perasaan, kesadaran, penghayatan,
sikap, kepedulian, dan tanggung jawab sosial anak ditingkatkan. Kejelian mereka
terhadap ketimpangan sosial, penderitaan orang lain, perilaku yang menyimpang
dari norma dan nilai, melalui IPS yang ditanamkan sampai menyentuh nuraninya.
Masalah sebagai fakta sosial diproses melalui berbagai metode dan pendekatan
sampai betul-betul membangkitkan kepedulian serta tanggung jawab sosial anak.

b. Nilai Praktis
Pembelajaran dan pendidikan dianggap tidak memiliki makna yang baik,
jika tidak memiliki nilai praktis. Oleh karena itu, pokok bahasan IPS itu, jangan
hanya tentang pengetahuan yang konseptual-teoretis belaka melainkan juga digali
dari kehidupan sehari-hari yang memiliki nilai praktis, misalnya mulai dari
lingkungan keluarga, di pasar, di jalan, di tempat-tempat bermain dan seterusnya.
Dengan demikian pembelajaran dan pendidikan akan dapat diterapkan secara
praktis dalam kehidupan sosial anak sehari-hari.
Pendidikan IPS yang memiliki muatan nilai praktis dalam pelaksanaannya
mesti disesuaikan dengan tingkat usia dan kegiatan anak sehari-hari, seperti
mendengarkan berita, mendengarkan siaran radio, membaca buku cerita,
menghadapi permasalahan kehidupan sehari-hari. Selain itu, dalam pendidikan IPS
juga mesti dilaksanakan secara menarik, tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari
baik secara langsung maupun tidak secara langsung memiliki nilai praktis serta
strategis dalam membina anak-anak dengan kenyataan hidup saat ini dan masa-
masa datang.

c. Nilai Teoritis
Pembelajaran dan pendidikan IPS tidak hanya menyajikan dan membahas
kenyataan, fakta dan data yang terlepas-lepas, melainkan dapat juga membahas
yang lebih jauh dengan menelaah keterkaitan aspek kehidupan sosial dengan
aspek-aspek kehidupan yang lainnya. Dengan demikian pembelajaran dan
pendidikan IPS akan dapat membina anak hari ini pada perjalanannya diarahkan
untuk menjadi generasi penerus di masa depan.
Nilai teoritis yang dapat ditumbuhkembangkan dalam pembelajaran dan
pendidikan IPS adalah dengan membina daya nalar anak didik untuk mengetahui
sendiri kenyataan (sense of reality) dan dorongan menggali sendiri di lapangan
(sense of discovery). Kemampuan dalam menyelidiki dan meneliti dengan
mengajukan berbagai pernyataan (sense of inquiry) mereka dibina serta
dikembangkan. Agar, kemampuan mereka mengajukan “hipotesis” dan dugaan-
dugaan terhadap suatu persoalan, juga berkembang.
Dengan demikian, kemampuan mereka “berteori” dalam pembelajaran IPS,
dibina dan ditumbukembangkan. Dalam menghadapi kehidupan sosial terus
berkembang dengan cepat dan sekaligus juga cepat berubah, kemampuan berteori
ini sangat berguna serta strategis.

d. Nilai Filsafat
Pembahasan ruang lingkup IPS dilakukan secara bertahap sesuai dengan
perkembangan kemampuan anak peserta didik. Dalam pembelajran IPS diharapkan
dapat mengembangkan kesadaran mereka selaku anggota masyarakat atau sebagai
makhluk sosial. Melalui proses yang demikian, anak ditumbuhkembangkan
kesadaran dan penghayatannya tentang keberadaannya mereka di tengah-tengah
masyarakat, dan lingkungan alam sekitarnya. Dari kesadaran keberadaan mereka
ini, lalu mereka disadarkana tentang peranannya mereka di masyarakat dan
lingkungan sekitar mereka.
Dengan cara ini, kemampuan mereka dalam merenungkan keberadaan dan
peranannya di masyarakat ini makin ditumbuhkembangkan. Atas kemampuan
mereka untuk berfilsafat, tidak luput dari jangkauan pembelajaran IPS. Dengan
demikian, nilai filsafat yang seperti itu akan sangat berfaedah dalam kehidupan
bermasyarakat.

e. Nilai Ketuhanan
Nilai ketuhanan merupakan nilai untuk dapat menghayati sendiri tentang
kenikmatan yang diperoleh kita sebagai manusia. Kita sebagai manusia merupakan
sebagai makhluk sosial yang berbeda dengan makhluk-makhluk hidup ciptaan
Yang Maha Kuasa, baik tumbuh-tumbuhan maupun binatang. Kenikmatan dari
Tuhan Yang Maha Kuasa ini berupa akal pikiran yang berkembang dan dapat
ditumbukembangkan yang memungkinkan manusia mampu memenuhi
kebutuhannya dari sumber daya yang telah disediakan oleh-Nya. Kenikmatan kita
sebagai manusia yang mampu menguasai IPTEK, menjadi landasan kita untuk
mendekatkan diri dan meningkatkan Iman dan Takwa (IMTAQ) kepada-Nya.
Kekaguman kita sebagai manusia kepada segala ciptaan-Nya merupakan
nilai ketuhanan yang strategis sebagai bangsa yang berfalsafahkah Pancasila.
Pembelajaran IPS dengan ruang lingkup dan aspek kehidupan sosial yang luas
cakupannya, menjadi landasan kuat bagi penanaman dan pengembangan nilai
ketuhanan. Nilai ketuhananan menjadi kunci kebahagiaan kita baik lahir maupun
batin, menjadi landasan moralitas dalam mencetak generasi muda hari ini demi
menyongsong masa akan datang. Nilai Ketuhanan menjadi wajib mendapat
perhatian dari Anda dan kita semua selaku guru IPS karena materi dan proses
pembelajaran apa pun pada pembelajaran IPS perlu berlandaskan pada nilai-nilai
ketuhanan ini .
Dengan menanamkan nilai-nilai seperti itu, anak disiapkan untuk menjadi
anggota masyarakat yang berguna bagi kepentingan masyarakat dan bangsanya.
Selanjutnya kita akan membahas tentang keterampilan-keterampilan dalam IPS.
Keterampilan-keterampilan ini diperlukan sebagai bekal untuk mampu hidup di
tengah tengah masyarakatnya.

4. Keterampilan dalam IPS


Keterampilan dalam IPS yang perlu dikembangkan sebagaimana dijelaskan
dalam Darsono dkk (2017) diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu: (a) work-
study skills, yaitu keterampilan dalam bekerja, (b) group- process skills, yaitu
keterampilan proses kelompok, dan (c) social-living skills, yaitu keterampilan hidup
bermasyarakat.
Sementara menurut National Council for Social Studies (NCSS, 1971)
menyatakan bahwa terdapat beberapa keterampilan yang seyogyanya dimiliki
dalam IPS supaya anak didik mampu hidup dan berhubungan dengan orang lain,
antara lain:
a. keterampilan penelitian terdiri dari:
1) mengidentifikasi dan mengklasifikasi data
2) mengumpulkan dan mengorganisasi data
3) menginterprestasi data
4) menganalisis data
5) mengevaluasi hasil
6) menggeneralisasi hasil
7) mengaplikasikan pada konteks yang lain

b. keterampilan berpikir terdiri dari:


1) menetapkan sebab dan akibat
2) mengevaluasi fakta
3) Memprediksi
4) menyarankan konsekuensi-konsekuensi dari suatu fenomena
5) meramalkan masa depan
6) menyarankan alternatif pemecahan masalah, dan
7) mampu memandang sesuatu dari perspektif yang berbeda.
c. Keterampilan Berpartisipasi Sosial terdiri dari:
1) mengidentifikasi konsekuensi dari tindakan seseorang dan dampaknya
terhadap orang lain
2) memperlihatkan kebaikan dan perhatian terhadap orang lain
3) berbagi tugas dan membangun kerja sama dengan orang lain
4) memfungsikan keanggotaan dan sebuah kelompok
5) mengadopsi beberapa variasi dari peran dalam kelompok

d. Keterampilan Berkomunikasi terdiri dari:


1) Pemahaman tentang lambang dan sistem lambang seperti warna dalam
peta dan lambang lalu-lintas jalan raya.
2) Pemahaman tentang aturan dan ketentuan yang berkaitan dengan sarana
komunikasi.
3) Pengungkapan gagasan secara jelas dan kreatif melalui berbagai bentuk
komunikasi.

Itulah keterampilan-keterampilan dalam IPS yang perlu dimiliki dan


ditanamkan pada anak didik kita dalam pembelajaran IPS supaya mereka kelak
mampu hidup di tengah-tengah kehidupan yang komplek dan dinamis ini.
MATERI PENUNJANG

1. Pengertian IPS dan ilmu sosial


http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197210242001121-
BAGJA_WALUYA/PIS/HO_Pengantar_Ilmu_Sosial.pdf

http://repository.ut.ac.id/4083/1/PSOS4101-M1.pdf

2. Persamaan dan Perbedaan IPS dan ilmu sosial


https://mrcumlaude.files.wordpress.com/2010/10/ips-1-paket-4.pdf
http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-
MODES/PENDIDIKAN_IPS_DI_SD/BBM_4.pdf

3. Peran dan Konsep Dasar Ilmu-ilmu sosial


http://digilib.unimed.ac.id/20114/1/Fulltext.pdf
http://staffnew.uny.ac.id/upload/130682770/pendidikan/suplemendasar-2-ilmu-
sosial.pdf

4. Ruang Lingkup dan Karakteristik IPS


http://repository.ut.ac.id/3981/1/PDGK4102-M1.pdf
https://www.usd.ac.id/fakultas/pendidikan/f1l3/PLPG2017/Download/materi/SD/I
LMU-PENGETAHUAN-SOSIAL.pdf

5. Nilai dan Keterampilan dalam IPS


http://staffnew.uny.ac.id/upload/132049942/penelitian/Pendidikan+nilai+dalam+p
embelajaran+IPS.pdf
https://omvendi.files.wordpress.com/2016/09/bab-ii-keterampilan-dasar-dan-nilai-
dalam-ips1.pdf
RANGKUMAN

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu dari lima mata
pelajaran yang harus dikuasai oleh guru ataupun calon guru sekolah dasar. IPS
merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri sebagai perpaduan dan penyederhanaan
dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial dalam rangka mengakomodasi dimensi
pedagogik, psikologis dan karakterristik berfikir anak yang masih bersifat holitik.
Istilah ilmu sosial itu sendiri berasal dari terjemahan social science. Kajian dari
lmu sosial adalah studi tentang tingkah laku manusia. Disiplin-disiplin ilmu yang
mengkaji tingkah laku manusia adalah antropology, sosiology, economi, sejarah,
politik, psikologi dan geografi. Persamaan IPS dan ilmu sosial adalah terletak pada
ruang lingkupnya sementara yang membedakan antara IPS dengan ilmu sosial terletak
pada pengertian, objek, tujuan, pendekatan, dan tempat pelaksanaan pendidikannya
Tujuan dari ilmu sosial adalah mendorong untuk menemukan pengetahuan
baru dan menjaring kembali pengetahuan yang sudah ada yang berkenaan dengan
manusia, sementara tujuan IPS adalah memfasilitasi anak dengan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diperlukan untuk mampu berpartisipasi secara aktif di
masyarakat.
Ruang lingkup materi mata pelajaran IPS untuk sekolah dasar adalah: (1)
karakteristik keruangan dalam lingkup nasional dan regional, (2) keragaman sosial,
interaksi sosial dan perubahan sosial, (3) kegiatan ekonomi penduduk, dan (4)
perubahan masyarakat Indonesia sejak jaman Hindu Buddha sampai sekarang.
Nilai dapat diartikan sebagai hal-hal yang penting atau berguna bagi
kemanusiaan. Nilai-nilai yang perlu ditanamkan pada anak didik dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dan demi kualitas generasi muda untuk
menghadapi masa depan adalah: (a) nilai edukatif, (b) nilai praktis, (c) nilai teoritis,
(d) nilai filsafat, dan (f) nilai ketuhanan.
Keterampilan-keterampilan dasar dalam IPS yang pengkategoriannya
diklasifikasi menjadi: (a) Work-study skills, (b) Group-process skills, dan (c) Social-
living skills. Adapun menurut NCSS keterapilan yang perlu dikembangkan adalah (a)
keterampilan penelitian, (b) keterampilan berfikir (c) keterampilan berpartisipasi
sosial, dan (d) keterampilan berkomunikasi.
TUGAS

1. Coba tuliskan Pengertian Ilmu Sosial dan juga Ilmu Sosial.


2. Buatlah peta konsep persamaan dan perbedaan antara IPS dan Ilmu Sosial.
3. Diskusikan dengan temanmu tentang peran dan konsep dasar dari setiap disiplin
ilmu sosial.
4. Buatlah peta konsep ruang lingkup IPS di Sekolah Dasar menurut ketetapan
Kemendikbud tahun 2016.
5. Tuliskanlah salah satu karakteristik IPS di Sekolah Dasar yang Anda ketahui.
6. Apa yang Anda ketahui tentang nilai? Kemudian diskusikan dengan teman-
temanmu nilai-nilai apa sajakah yang mesti kita tanamkan kepada anak.
7. Buatlah peta konsep tentang keterampilan dasar dalam IPS yang mesti dimiliki
anak untuk bisa berhubungan dengan orang lain.
TES FORMATIF

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memilih satu jawaban yang paling tepat!

1. Istilah yang paling tepat untuk menyebut mata pelajaran IPS dalam Bahasa Inggris
adalah ….
A. social studies
B. social science
C. sains social
D. science society

2. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan perpaduan dari disiplin ilmu sosial....


A. antropologi, sejarah, ekonomi, hukum, politik, sosiologi, geografi
B. antropologi, sosiologi, tata negara, sejarah, ekonomi, politik, geografi
C. antropologi, sosiologi, sejarah, ekonomi, politik, geografi, psikologi
D. antropologi, sosiologi, budaya, ekonomi, politik, geografi, psikologi

3. Pendekatan yang digunakan dalam pendidikan IPS sekolah dasar adalah …


A. disipliner
B. interdisipliner
C. multicultural
D. indislipiner

4. Tujuan dari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sekolah dasar adalah....
A. memfasilitasi anak dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk mampu
berinteraksi secara aktif di sekolah
B. memfasilitasi anak dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk mampu
berpatisipasi secara aktif di sekolah
C. memfasilitasi anak dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk mampu
berinteraksi secara aktif di masyarakat
D. memfasilitasi anak dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk mampu
berpartisipasi secara aktif di masyarakat

5. Ilmu Pengetahuan Sosial dan ilmu sosial memiliki kesamaan yang terletak dalam
hal....
A. pengertian dan ruang lingkup
B. ruang lingkup dan objek kajian
C. tujuan dan ruang lingkup
D. ruang lingkup saja

6. Yang membedakan antara IPS dengan ilmu sosial adalah pada:.


A. Pengertian, ruang lingkup, tujuan, pendekatan, tempat pembelajaran
B. Pengeritan, karakteristik, tujuan, objek, pendekatan, tempat pembelajaran
C. Pengertian, objek, istilah, pendekatan, tempat pembelajaran
D. Pengertian, objek, tujuan, pendekatan, tempat pembelajaran

7. Ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya manusia dari kebudayaan zaman pra-
sejarah sampai dengan kebudayaan modern adalah....
A. sosiologi
B. geografi
C. sejarah
D. antropologi

8. Hubungan atau peran sosiologi terhadap IPS adalah....


A. hubungan individu dengan masyarkat
B. hubungan individu dengan individu
C. hubungan individu dengan kelompok
D. hubungan kelompok dengan kelompok

9. Yang termasuk ruang lingkup IPS adakah....


A. keragaman hubungan masyarakat indonesia
B. keragaman karateristik masyarakat Indonesia
C. keragaman interaksi dan perubahan sosial
D. keragaman budaya masyarakat indonesia

10. Arti atau pengertian dari nilai adalah….


A. Baik atau buruk
B. Penting dan berguna
C. Benar dan salah
D. Minat dan kesukaan
DAFTAR PUSTAKA

Darsono dkk. (2017) Kompetensi Profesional, Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan


Sosial. Sumber belajar penunjang PLPG 2017. Jakarta. Dikti.
Kemendikbud.

Dye, T.R. (1990) Power & Society: An introduction to the social sciences.
California: Cole Publishing Company.

Eggen P dan Kauchak D. (2012). Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta:


Indeks.

Hadisubroto, Subino. (1986) Nilai-nilai Rujukan dalam Pembentukan Manusia


Indonesia di Abad XXI. Makalah dalam Seminar Nasional Pembangunan
Pendidikan. IKIP Bandung.

Hermawan, R. Dkk (2009) Perkembangan Masyarakat dan Budaya. Bandung. UPI


Press

Hidayati dkk (2009) Pengembangan pendidikan IPS SD. Jakarta. Depdiknas,


Dirjen Dikti

Hornby, A.S. (1982) Oxford Advanced Leaner’s Dictionary of Current English.


London: Oxford University Press.

Hunkins, A.M. dkk (1982) Social Stuides in Elementary School. Colllllmbus. Bell
and howell co.

Ischak, dkk. (2005). Pendidikan IPS di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Kemendikbud. (2016) Silabus Mata Pelajaran Sekolah Dasar/Madrasah


Ibtidaiyah, Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta.

Keraf, A. S, (2005) Etika Lingkungan. Jakarta. Penerbit Buku Kompas.


Mulyani, dkk. (2009). Pendidikan IPS di SD. Bandung: UPI Press.

National Council for the Social Studies (1971) Curricilum Standard for Social
Studies. Washington DC.
social studies. Social Education.

Ningrum, W. (2009). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and


Learning). Makalah. Disampaikan pada Kegiatan Pelatihan dan Workshop
Model-Model Pembelajaran dalam Persiapan RSBI.
Numan Soemantri, M. (2001) Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung.
PT. Remaja Rosda Karya

Poerwadarminta, W.J.S. ((1984) Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN.


Balai Pustaka.

Sapriya dkk (2007) Pengembangan pendidikan IPS di SD. Bandung. UPI Press

__________ (2006) Konsep Dasar IPS. Bandung. UPI Press

Schunk, D H, (2015). Learning Theories an Educational Perspektive. Jogjakarta:


Pustaka Pelajar.

Setyowati DL dkk. (2013) Kearifan Lokal dalam Menjaga Lingkungan Perairan,


Kepulauan, Pegunungan. Semarang: CV. Sanggar Krida Aditama.

Soelaeman, M.M. (2001) Ilmu Sosial Dasar: Teori dan Konsep Ilmu Sosial.
Bandung: PT. Refika Aditama.

______________ (2005) Ilmu Budaya Dasar: Suatu pengantar. Bandung: PT.


Refika Aditama.

Subino. H. (1986) Nilai-nilai Rujukan dalam Pembentukan Manusia Indonesia di


Abad XXI. Makalah dalam Seminar Nasional Pembangunan Pendidikan.
IKIP Bandung.

Sumaatmadja, N. (2005). Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka.

______________ (1988) Geografi Pembangunan. Proyek Pengembangan LPTK,


Dikti. Depdiknas.

______________ (1984). Metodologi Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).


Bandung: Penerbit Alumni.

Syahrin, Alvi. (2011). Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Pada
Kerangka Hukum Nasional. Makalah. Surakarta: USU.

Taneo, S. P. Dkk. (2009) Kajian IPS SD. Jakarta. Depdiknas, Dirjen Dikti

Welton, D.A.& Mallan, J.T (1988) Children and Their World. Boston. Houghton
Miffin Company.

Winataputra US, dkk. (2007). Materi dan Pembelajaran IPS SD. Jakarta:
Universitas Tebuka.
Woolever, R. Dan K.P., Scott. (1988). Active Learning In Social Studies
Promoting Cognitive and Social Growth. Glenview, Illinois Scott, Foresman
And Company.

http://tech21stworld.blogspot.co.id/2014/08/science-technology-and-society.html
https://kbbi.web.id/

Common questions

Didukung oleh AI

The Expanding Community Approach is unique to Social Studies in primary schools. This approach begins with contexts close to the students, such as family and local community, and gradually expands to encompass broader societal contexts, including national and international environments . The potential benefits of this approach include enhanced relevance and relatability of lessons to students' lives, increased engagement through contextual learning, and scaffolding of cognitive development as students connect local experiences to larger societal structures .

Integrating values into Social Studies enhances students' understanding of societal issues by providing ethical lenses through which they can evaluate and navigate social complexities. Values such as empathy, responsibility, and justice help students appreciate different perspectives and foster a sense of social duty. This ethical foundation enables students to critically analyze societal issues, leading to more effective problem-solving and decision-making . Furthermore, embedding values in the curriculum cultivates social awareness and personal accountability, essential for informed and engaged citizenship .

Social Studies integrate disciplines such as anthropology, sociology, economics, history, politics, geography, and psychology . Each discipline contributes to Social Studies by providing distinctive perspectives and methodologies: anthropology and sociology enhance understanding of cultural and social interaction, economics offers insights into resource management and economic systems, history provides a temporal context for human activity, politics elucidates governance systems, geography aids in the appreciation of spatial dynamics, and psychology enhances comprehension of human behavior . Collectively, these disciplines support the pedagogical aim of fostering well-rounded, socially competent individuals capable of critical thinking and civic participation .

Values in Social Studies are crucial as they provide students with a moral framework that supports their development as responsible individuals in society. These include educational values that lead to improved cognitive, affective, and psychomotor behaviors, practical values that are applicable to everyday life, theoretical values that encourage reasoning and investigation, philosophical values that enhance self-awareness and social consciousness, and religious values that deepen spiritual and ethical understanding . By integrating these values, Social Studies help students develop a balanced personality, critical thinking, social awareness, and ethical behavior .

Social Sciences aim to explore and rediscover knowledge related to human beings, encouraging the discovery of new insights and reevaluating existing knowledge regarding humans in their social contexts . In contrast, Social Studies (Ilmu Pengetahuan Sosial, IPS) focus on equipping children with the knowledge, attitudes, and skills necessary to actively participate in society. Therefore, while Social Sciences pursue academic discovery, Social Studies are designed for practical application in everyday life and aim to foster social capability in students .

The NCSS defines Social Studies as a subject combining history and social sciences to provide students with comprehensive knowledge about society . This influences the understanding and scope of Social Studies by framing it as an interdisciplinary field blending multiple social science disciplines into a cohesive curriculum aimed at developing citizenship, awareness, and problem-solving skills. The NCSS's definition underscores the subject's role in education as both theoretical and practical, preparing students for active participation in civic life .

Skill development in Social Studies at the primary education level focuses on cultivating a range of capabilities that facilitate social interaction and participation. These include research skills for data collection and interpretation; thinking skills to foster critical and analytical reasoning; social participation skills to engage effectively in community activities; and communication skills for effective information exchange . These skills are essential for promoting active citizenship and enabling students to navigate societal challenges effectively .

The 'Expanding Thematical Approach' in Social Studies involves starting with themes familiar to students and progressively introducing them to broader themes as their understanding deepens. For example, a lesson might begin with the immediate theme of 'community helpers' in the student's own neighborhood and gradually extend to 'global citizenship,' exploring helpers in different countries and their impact on global issues . This approach fosters conceptual understanding and connects local contexts with global perspectives, aiding students in grasping complex social themes .

Social Sciences are typically studied and developed at the higher education level, specifically at universities or colleges, where the focus is on in-depth academic research and specialization . Social Studies, or Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), are taught at the primary to secondary education levels, where the emphasis is on introducing students to integrated social concepts and preparing them to function socially within their communities .

The Social Studies (IPS) curriculum in Indonesian primary education, according to the Ministry of Education and Culture, covers the following components: (1) spatial characteristics within national and regional scopes, (2) social diversity, social interaction, and social change, (3) economic activities of the population, and (4) societal changes in Indonesia from the Hindu-Buddha era to the present .

Anda mungkin juga menyukai