100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan16 halaman

MAKALAH - Renaissance Dan Peradaban Islam

Umat Islam mengalami puncak kejayaan kedua pada masa tiga kerajaan besar berkuasa, yakni kerajaan Usmani, Safawi dan Mughal. Namun, seperti pada masa kekuasaan Islam terdahulu, lambat laun kekuatan Islam menurun. Bersamaan dengan kemunduran tiga kerajaan tersebut, bangsa Barat mulai menunjukkan usaha kebangkitannya. Namun, kemajuan pada masa itu lebih kepada aspek material, dan lemah pada bidang pemikiran, sains, seni dan filsafat. Hal ini dapat dilihat dari perekonomian, kekuatan militer dan wilayah teritorial negara yang kuat pada masa itu, namun kemajuan tersebut tidak mendorong terjadinya kemajuan pada bidang pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Ketidakseimbangan inilah yang akhirnya menyebabkan ketidak mampunya menandingi kekuatan Eropa modern yang didukung oleh sains dan teknologi. Ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran di daerah Semenanjung Arab, bangsa-bangsa Eropa justru mulai bangkit dari tidurnya yang panjang, yang kemudian banyak dikenal dengan Renaissance. Kebangkitan tersebut bukan saja dalam bidang politik, dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebangkitan bangsa Barat bermuara pada semangat keilmuan yang begitu tinggi, yang telah membawa bangsa Barat menuju penemuan-penemuan baru dan penjelajahan samudra, serta revolusi industri hingga berujung pada imperialisme terhadap wilayah-wilayah Islam pada khususnya.

Diunggah oleh

khairulkatsirin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan16 halaman

MAKALAH - Renaissance Dan Peradaban Islam

Umat Islam mengalami puncak kejayaan kedua pada masa tiga kerajaan besar berkuasa, yakni kerajaan Usmani, Safawi dan Mughal. Namun, seperti pada masa kekuasaan Islam terdahulu, lambat laun kekuatan Islam menurun. Bersamaan dengan kemunduran tiga kerajaan tersebut, bangsa Barat mulai menunjukkan usaha kebangkitannya. Namun, kemajuan pada masa itu lebih kepada aspek material, dan lemah pada bidang pemikiran, sains, seni dan filsafat. Hal ini dapat dilihat dari perekonomian, kekuatan militer dan wilayah teritorial negara yang kuat pada masa itu, namun kemajuan tersebut tidak mendorong terjadinya kemajuan pada bidang pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Ketidakseimbangan inilah yang akhirnya menyebabkan ketidak mampunya menandingi kekuatan Eropa modern yang didukung oleh sains dan teknologi. Ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran di daerah Semenanjung Arab, bangsa-bangsa Eropa justru mulai bangkit dari tidurnya yang panjang, yang kemudian banyak dikenal dengan Renaissance. Kebangkitan tersebut bukan saja dalam bidang politik, dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebangkitan bangsa Barat bermuara pada semangat keilmuan yang begitu tinggi, yang telah membawa bangsa Barat menuju penemuan-penemuan baru dan penjelajahan samudra, serta revolusi industri hingga berujung pada imperialisme terhadap wilayah-wilayah Islam pada khususnya.

Diunggah oleh

khairulkatsirin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Umat Islam mengalami puncak kejayaan kedua pada masa tiga
kerajaan besar berkuasa, yakni kerajaan Usmani, Safawi dan Mughal. Namun,
seperti pada masa kekuasaan Islam terdahulu, lambat laun kekuatan Islam
menurun. Bersamaan dengan kemunduran tiga kerajaan tersebut, bangsa Barat
mulai menunjukkan usaha kebangkitannya. Namun, kemajuan pada masa itu
lebih kepada aspek material, dan lemah pada bidang pemikiran, sains, seni dan
filsafat. Hal ini dapat dilihat dari perekonomian, kekuatan militer dan wilayah
teritorial negara yang kuat pada masa itu, namun kemajuan tersebut tidak
mendorong terjadinya kemajuan pada bidang pendidikan, kebudayaan dan
ilmu pengetahuan. Ketidakseimbangan inilah yang akhirnya menyebabkan
ketidak mampunya menandingi kekuatan Eropa modern yang didukung oleh
sains dan teknologi.
Ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran di daerah
Semenanjung Arab, bangsa-bangsa Eropa justru mulai bangkit dari tidurnya
yang panjang, yang kemudian banyak dikenal dengan Renaissance.
Kebangkitan tersebut bukan saja dalam bidang politik, dengan keberhasilan
Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi
terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebangkitan bangsa
Barat bermuara pada semangat keilmuan yang begitu tinggi, yang telah
membawa bangsa Barat menuju penemuan-penemuan baru dan penjelajahan
samudra, serta revolusi industri hingga berujung pada imperialisme terhadap
wilayah-wilayah Islam pada khususnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Renaissance?
2. Bagaimana sejarah awal Renaissance?
3. Bagaimana bentuk kebebasan intelektual dan agama?
4. Siapa saja tokoh-tokoh yang terkenal zaman Renaissance?

1
2

5. Bagaimana dampak Renaissance?


6. Bagaimana usaha umat Islam bangkit dari keterpurukan?

C. Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan pengertian Renaissance
2. Menjelaskan sejarah awal Renaissance
3. Menjelaskan bentuk kebebasan intelektual dan agama
4. Menjelaskan saja tokoh-tokoh yang terkenal zaman Renaissance
5. Menjelaskan dampak Renaissance
6. Menjelaskan usaha umat Islam bangkit dari keterpurukan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Renaissance
Ketika peradaban Islam mulai mundur, diikuti dengan cara pandang
umatnya yang sempit, Eropa beramai-ramai menerjemahkan karya-karya
ilmuwan Islam ke dalam bahasa Latin dan mengkajinya. Bersamaan dengan
itu di Eropa berkembang pemikiran-pemikiran filosof Islam terutama Ibnu
Rusyd, yang menyatakan bahwa agama samasekali tidak bertentangan dengan
filsafat, ajaran agama dan inti filsafat sejalan. Berkembanglah kemudian di
Eropa Averroisme dalam sejarah pemikirannya (meskipun Barat salah dalam
memahami Ibn Rusyd; Pemikiran Ibn Rusyd membawa balancing antara
agama dan filsafat, di Eropa averroisme membawa kepada double truth
(kebenaran ganda), kebenaran yang dibawa oleh agama adalah benar demikian
juga kebenaran ilmiah dan filsafat). Tonggak awal kebangkitan Eropa yang
dinamakan dengan Renaissance, sedikit banyak lahir atas pengaruh
averroisme (ar rusydiyyah) dan atas pengaruh penerjemahan karya-karya
ilmiah ilmuwan Islam ke dalam bahasa Latin.
Renaissance adalah lahirnya kembali peradaban barat. Renaissance
dari bahasa Prancis terdiri dari kate re (kembali) dan naitre (lahir). Jadi Dalam
konteks sejarah barat, renaissance mengacu pada terjadinya kebangkitan
kembali minat yang besar dan mendalam terhadap kekayaan warisan Yunani
dan Romawi kuno dalam berbagai aspeknya. Tanpa renaissance mungkin di
Eropa mungkin tidak akan menapaki abad-abad modern begitu cepat1.
Renaissance Membangkitkan kembali cita-cita alam pemikiran yang
menstrukturi standar dunia modern seperti optimisme, hedonisme,
naturalisme, dan individualisme.2
Masa ini ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang seni,
pemikiran maupun kesusastraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan

1
Jacob Burchardt, The Civilization of The Renaissance, dalam Ahmad Suhelmi,
Pemikiran Politik Barat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001), hlm. 109.
2
Ibid, hlm.110.

3
4

intelektual abad pertengahan. Masa renaissance bukan suatu yang


berkembang secara alami dari abad pertengahan, melainkan sebuah revolusi
budaya, suatu reaksi terhadap kakunya pemikiran serta tradisi abad
pertengahan.

B. Sejarah Awal Renaissance


Latar belakang timbulnya Renaissance jika dilihat dari beberapa aspek
adalah kondisi sosial yaitu saat itu kehidupan masyarakat Eropa sangat terikat
pada doktrin gereja. Segala kegiatan kehidupan ditujukan untuk akhirat.
Masyarakat kehilangan kebebasan untuk menentukan pribadinya, dan
kehilangan harga dirinya. Kehidupan manusia tidak tenteram karena
senantiasa diintip oleh intelijen gereja, sehingga menimbulkan sikap saling
mencurigai dalam [Link] budaya yaitu terjadi pembatasan
kebebasan seni dalam arti bahwa seni hanya tentang tokoh-tokoh Injil dan
kehebatan gereja. Semua kreasi seni ditujukan kepada kehidupan akhirat
sehingga budaya tidak berkembang. Demikian pula dalam bidang ilmu
pengetahuan karena segala kebenaran hanya kebenaran gereja. Kondisi politik
raja yang secara teoritis merupakan pusat kekuasaan politik dalam negara,
kenyataannya hanya menjadi juru damai. Kekuasaan politik ada pada
kelompok bangsawan dan kelompok gereja. Keduanya memiliki pasukan
militer yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk melancarkan ambisinya.
Ada kalanya kekuatan militer kaum bangsawan dan kaum gereja lebih kuat
dari kekuatan militer milik raja. Dan kondisi ekonomi abad pertengahan
berlaku sistem ekonomi tertutup, yang menguasai perekonomian hanya
golongan penguasa. Kondisi-kondisi di atas menyebabkan masyarakat Eropa
terkungkung dan tidak memiliki harga diri yang layak sebagai manusia. Oleh
karena itu timbullah upaya-upaya untuk keluar dari keadaan tersebut.
Setelah perdamaian antara muslim dan Eropa disepakati paska perang
Salib, sejak itulah Eropa dan muslim terjadi interaksi-interaksi sosial. Dari
interaksi itulah peradaban Islam mewarnai peradaban Eropa. Tidak dapat
dipungkiri bahwa kemajuan peradaban Eropa diperoleh dari transfer ilmu
5

pengetahuan, budaya, dan teknologi umat Islam.3 Awal terjadinya renaissance


ialah di Italia, khususnya pada kota perdagangan yang akhirnya melahirkan
tokoh seperti Leonardo da Vinci, Michael Angelo, dan Nicollo Machiavelli.
Serta perubahan yang sangat pesat dalam segala aspeknya. Renaissance ini
dikenal oleh bangsa Barat sebagai abad pencerahan, dengan alasan:
1. Renaissance mampu mempropagandakan sistem keolastik yang kaku dan
membelenggu kreativitas intelektual.
2. Renaissance mampu membangkitkan semangat bangsa dalam mempelajari
karya Plato dan Aristoteles.
Renaissance mendorong munculnya kebiasaan melihat kegiatan
intelektual sebagai petualangan sosial, bukan usaha mempertahankan
ortodoksi.4 Pada abad renaissance ini pula lahir sebuah tradisi penelitian
historiografi modern. Dengan ditemukannya mesin cetak yang mempercepat
perkembangan ilmu pengetahuan. Para humanis renaissance bekerja kerras
dalam menulis sejarah formal dengan kemampuan literer dan kedalaman
analisis yang cukup hebat.
Sebelumnya bangsa Barat masih terbelenggu oleh dogma dan doktrin
gereja yang kejam. Ada beberapa tradisi-tradisi yang di wariskan oleh Yunani
kepada bangsa Barat inilah yang melahirkan kebangkitan dan kemajuan
bangsa barat dengan begitu cepat diantaranya ialah:
1. Kemampuan akal dan pemikiran dalam memahami gejala yang ada dalam
kehidupannya. Filosofisnya membuat pemikiran manusia naik ke tingkat
mutlak.
2. Pemisahan antara agama dengan ilmu pengetahuan dan ilmu sosial politik.5
Orang yang pertama kali menggunakan istilah Renaissance ialah Jules
Michelet, sejarawan Perancis terkenal. Menurutnya, Renaissance adalah
periode penemuan manusia dan dunia, bukan sekedar sebagai kebangkitan

3
Fatah Syukur, Sejarah Peradaban Islam, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Islam, 2009),
hlm.159.
4
Betrand Russell, History of Western Philosophy, dalam Ahmad Suhelmi, Pemikiran
Politik Barat, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001), hlm.116.
5
Ahmad O. Altwajri,(Ed), Islam Barat dan Kebebasan Akademis, (Yogyakarta: Titian
Ilahi,1997), hlm.108.
6

kembali yang merupakan permulaan kebangkitan modern. Dan bila dikaitkan


dengan keadaan, Renaissance adalah masa antara zaman pertengahan dan
zaman modern yang dapat dipandang sebagai masa peralihan yang ditandai
oleh terjadinya sejumlah kekacauan dalam bidang pemikiran.
Awal mula dari suatu masa baru ditandai oleh suatu usaha besar dari
seorang tokoh utama filsafat modern, yaitu Descartes (1596-1650 M) untuk
memberikan kepada filsafat suatu bangunan yang baru. Dalam bidang filsafat,
zaman Reanissanse kurang menghasilkan karya penting bila dibandingkan
dengan bidang seni dan sains. Namun diantara perkembangan itu, terjadi pula
perkembangan dalam bidang filsafat.6 Sejak itu dan juga telah dimulai
sebelumnya, yaitu sejak permulaan Renaissance, sebenarnya Individualisme
dan Humanisme telah dicanangkan. Humanisme dan Individualisme
merupakan ciri Renaissance yang penting. Humanisme adalah pandangan
bahwa manusia mampu mengatur dunia dan dirinya. Ini suatu pandangan yang
tidak menyenangkan orang-orang beragama. Oleh karena itu, zaman itu sering
disebut juga sebagai zaman Humanisme, maksudnya manusia diangkat dari
abad pertengahan yang menganggap manusia kurang dihargai sebagai
manusia.

C. Kebebasan Intelektual dan Agama


Kristen mulai tersebar secara resmi tahun 328 M di Eropa yang
merupakan agama terbesar di dunia dengan jumlah penganut mencapai
[Link] pada tahun 1998 dan di perkirakan pada tahun 2025 akan naik
menjadi 2.25 milyar. Dibalik kuantitas yang menakjubkan, banyak kerancuan
yang menjadikan para penganutnya hanya sebatas mengakui beragama Kristen
tetapi tidak menjadikannya sebagai way of life. Adanya pertentangan antara
gereja dan ilmu pengetahuan, Nicolas Copernicus (1543 M) mencetuskan teori
Helios Centrism.
Teori tersebut menentang kebijakan gereja yang selama ini mempunyai
faham filsafat Ptolemaist yang mengatakan bahwa bumi sebagai pusat tata

6
Atang Abdul Hakim, M.A. dan Drs. Beni Ahmad Saebani, [Link]., Filsafat Umum,
Bandung: Pustaka Setia, 2008, Hal. 339
7

surya. Faham Copernicus langsung di bungkam oleh pihak gereja akan tetapi
pihak gereja tidak memberikan hukuman terhadap Copernicus dikarenakan dia
adalah seorang pendeta. Pihak gereja hanya melarang bukunya yang berjudul
“De Revolution Bus“, tersebar dan memasukkannya terhadap buku-buku
Terlarang. Dikumandangkan kembali oleh fisikawan Jerman Johannes Kapler
(1571-1630) dan Galileo (1564-1642) dengan penemuan teleskop sederhana
yang menjadikan Galileo harus di penjara hingga umur 70 tahun. Pada Tahun
1642 bertepatan dengan meninggalnya Galileo lahirlah ilmuwan baru Isaac
Newton, seorang penemu teori Gravitasi Bumi, sehingga dengan
penemuannya dia berhasil mendobrak kebodohan Gereja dan mengubah
worldview baru bagi Eropa dalam memahami agama.7
Pada abad renaissance, manusia mulai bebas beraspirasi, meskipun
ancaman dari Gereja masih ada. Mengenai sensor buku yang dipublikasikan,
Gereja sangat ketat dalam menyeleksi buku yang akan diterbitkan dan beredar.
Setiap buku yang akan dipublikasikan harus melalui sensor dari pihak Gereja,
bagi buku yang dianggap menyalahi aturan dari gereja maka mendapat
hukuman yang berupa pencabutan lisensi penerbitnya, pengarang buku
tersebut dipenjara, buku langsung dibakar, dan distributornya langsung
diasingkan disebuah bukit terpencil. Inilah yang menyebabkan banyak Ilmuan
dan Filosof yang melarikan diri ke Negara lain seperti Voltaire, Andree
Morrelet, Andrien, dan J.J. Rousean. Meskipun demikian, mereka tetap
meneruskan karyanya dengan mencetak dan mengedarkannya secara diam-
diam. Dengan demiakian mereka menggunakan kesempatan dengan
mengedarkan dan menjual hasil karyanya ke Negara lain dengan begitu harga
dan keuntungan yang mereka peroleh lebih besar.
Voltaire mengemukakan bahwa, bila manusia ingin merdeka dan bebas
dari kungkungan, maka ia harus mampu melawan segala bentuk dominasi dan
pengaruh agama Kristen dan [Link] ialah the root of all evil in the
world was organized religion. bahwa segala sumber kejahatan dan bencana di

7
Karen Armstrong, Berperang demi Tuhan; Fundamentalisme dalam Islam, Kristen dan
Yahudi, (Jakarta: Mizan, 2002), hal. 95
8

dunia ialah Agama yang terorganisir. Voltaire menyerang segala agama


wahyu, terutama katolik. Menurut Voltaire adalah logika tanpa penalaran.
Kisah panjang penindasan oleh Gereja terhadap kaum ingkar, dimata Voltaire
Perang Agama sangat menjijikkan dan menakutkan. Dan agama menjadi
sebuah antithesis kemanusiaan.8 faham yang menjadikan akal sebagai Tuhan
mereka telah melahirkan beberapa faham baru dalam alam Barat baru, setelah
keruntuhan otoritas gereja.

D. Tokoh-tokoh yang Terkenal Zaman Renaissance


Manusia pada zaman renaissance adalah manusia yang merindukan
pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha
sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Ilahi. Penemuan ilmu
pengetahuan modern sudah mulai dirintis pada zaman renaissance. Ilmu
pengetahuan yang berkembang maju pada masa ini adalah bidang Astronomi.
Tokoh-tokoh yang terkenal pada zaman ini, yaitu :
1. Roger Bacon
Beliau berpendapat bahwa pengalaman (empiris) menjadi landasan utama
bagi awal dan ujian akhir bagi semua ilmu pengetahuan. Matematika
merupakan syarat mutlak untuk mengolah semua pengetahuan.
2. Copernicus
Beliau mengatakan bahwa bumi dan planet semuanya mengelilingi
matahari, sehingga matahari menjadi pusat (heliosentrisme). Pendapat ini
berlawanan dengan pendapat umum yang berasal dari Hipparchus dan
Ptolomeus yang menganggap bahwa bumi sebagai pusat alam semesta
(geosentrisme).
3. Johannes Keppler
Beliau menemukan tiga buah hukum yang melengkapi penyelidikan Brahe
sebelumnya, yaitu :

8
Ahmad Suhelmi, Pemikiran Politik Barat, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001)
122-123
9

a. Bahwa gerak benda angkasa itu ternyata bukan bergerak mengikuti


lintasan circle, namun gerak itu mengikuti lintasan elips. Orbit semua
planet berbentuk elips.
b. Dalam waktu yang sama, garis penghubung antara planet dan matahari
selalu melintasi bidang yang luasnya sama.
c. Dalam perhitungan matematika terbukti bahwa bila jarak rata-rata dua
planet A dan B dengan matahari adalah X dan Y, sedangkan waktu
untuk melintasi orbit masing-masing adalah P dan Q, maka P2 : Q2 =
X3 : Y3.
4. Galileo Galilei
Beliau membuat sebuah teropong bintang yang terbesar pada masa itu dan
mengamati beberapa peristiwa angkasa secara langsung. Ia menemukan
beberapa peristiwa penting dalam bidang Astronomi. Ia melihat bahwa
planet Venus dan Mercurius menunjukkan perubahan-perubahan seperti
halnya bulan, sehingga ia menyimpulkan bahwa planet-planet tidaklah
memancarkan cahaya sendiri, melainkan hanya memantulkan cahaya dari
matahari.9
5. Descartes
Ada lima ide Descartes yang punya pengaruh penting terhadap jalan
pikiran Eropa yaitu pandangan mekanisnya mengenai alam semesta,
sikapnya yang positif terhadap penjajakan ilmiah, tekanan yang
diletakkannya pada penggunaan matematika dalam ilmu pengetahuan,
pembelaannya terhadap dasar awal sikap skeptis, dan penitikpusatan
perhatian terhadap epistemologi.
6. Spinoza
Kata kunci ajaran Spinoza adalah Deus sive natur (Allah atau alam). Yang
berbeda dari ajaran ini hanyalah istilah dan sudut pandangnya saja.
Sebagai Allah, alam adalah natura naturans (alam yang melahirkan).
natura naturans dipandang sebagai asal-usul, sebagai sumber pemancaran,

9
Surajiyo, Filsafat Umum dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara,
2010, Hal. 86
10

sebagai daya pencipta yang asali. Sebagai dirinya sendiri, alam adalah
natura naturata (alam yang dilahirkan) yaitu sebuah nama untuk alam dan
Allah yang sama tetapi dipandang menurut perkembangannya yaitu alam
yang kelihatan. Dengan ini Spinoza membantah ajaran Descartes bahwa
realitas seluruhnya terdiri dari tiga substansi (Allah, jiwa, materi). Bagi
Spinoza hanya ada satu substansi saja, yakni Allah/alam.
7. Johann Gottlieb Fichte
Menurut Fichte, fakta dasar dari alam semesta adalah ego yang bebas atau
roh yang bebas. Dengan demikian dunia merupakan ciptaan roh yang
bebas. Filsafatnya disebut Wissen schaft slehre atau “ajaran Ilmu
Pengetahuan” yang di bagi menjadi 2 macam ajaran, yaitu: ajaran tentang
ilmu pengetahuan yang teoritis dan ajaran tentang ilmu pengetahuan yang
praktis.
8. Leonardo da Vinsi
Terkenal sebagai pelukis, pemusik dan ahli filsafat. Serta seorang yang
hingga kini terkenal yakni pelukis Monalisa dan Makam Mulam
Keramat.

E. Dampak Renaissance
Renaissance telah memberikan dampak yang nyata dalam bidang
politik, ekonomi, sosial, dan budaya terutama bagi Eropa, diantaranya:
1. Kondisi politik
Raja yang secara teoritis merupakan pusat kekuasaan politik dalam negara,
kenyataannya hanya menjadi juru damai. Kekuasaan politik ada pada
kelompok bangsawan dan kelompok gereja. Keduanya memiliki pasukan
militer yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk melancarkan
ambisinya. Adakalanya kekuatan militer kaum bangsawan dan kaum
gereja lebih kuat dari kekuatan militer milik raja. Munculnya kaum borjuis
sebagai kelompok baru yang kaya dan mampu menyaingi kaum
bangsawan. Kelompok borjuis yang menguasai perdagangan tidak suka
pada kelompok bangsawan dan gereja, sehingga hanya mau membayar
11

pajak kepada raja. Akhirnya raja kembali memegang kekuasaan politik


tertinggi yang ditaati perintahnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
2. Kondisi ekonomi
Berlaku sistem ekonomi tertutup, yang menguasai perekonomian hanya
golongan penguasa. Kondisi-kondisi di atas menyebabkan masyarakat
Eropa terkungkung dan tidak memiliki harga diri yang layak sebagai
manusia. Oleh karena itu timbullah upaya-upaya untuk keluar dari keadaan
tersebut. Masyarakat berlomba-lomba memasuki kawasan kota dagang dan
kota industri, menjadi buruh dengan tujuan berusaha merubah kehidupan
ekonomi ke arah yang lebih baik. Petani-petani yang pada abad
pertengahan setia mengerjakan tanah para bangswan feodal, kini hilang
berganti dengan golongan masyarakat baru yang disebut buruh pabrik.
3. Kondisi sosial
Saat itu kehidupan masyarakat Eropa sangat terikat pada doktrin gereja.
Segala kegiatan kehidupan ditujukan untuk akhirat. Masyarakat
kehilangan kebebasan untuk menentukan pribadinya, dan kehilangan harga
dirinya. Kehidupan manusia tidak tenteram karena senantiasa diintip oleh
intelijen gereja, sehingga menimbulkan sikap saling mencurigai dalam
masyarakat. Akhirnya masyarakat Eropa yang tidak lagi mau terbelenggu
oleh ikatan gereja. Mereka memalingkan diri dari kehidupan akhirat
kepada keduniaan sehingga pengaruh gereja merosot. Kehidupan
materialistis semakin berkembang mendesak kehidupan keagamaan.
4. Kondisi budaya
Terjadi pembatasan kebebasan seni dalam arti bahwa seni hanya tentang
tokoh-tokoh Injil dan kehebatan gereja. Semua kreasi seni ditujukan
kepada kehidupan akhirat sehingga budaya tidak berkembang. Demikian
pula dalam bidang ilmu pengetahuan karena segala kebenaran hanya
kebenaran gereja. Namun pasca renaissance naskah-naskah ilmu
pengetahuan Yunani dan Romawi Kuno dijumpai kembali oleh
masyarakat Barat, dibawa oleh ilmuwan yang lari dari Konstantinopel ke
Italia setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Turki. Selain itu pada era
12

renaissance telah memunculkan tokoh-tokoh yang berkarya kembali


dalam bidang seni.

F. Usaha Umat Islam Bangkit dari Keterpurukan


Berada di bawah penetrasi dan kolonialisasi Barat ternyata tidak
sepenuhnya memberikan dampak negatif kepada umat Islam. Ada pelajaran
berharga yang didapatkan oleh umat Islam dari persinggungannya dengan
peradaban Barat yang sedemikian maju, dari sinilah gerakan-gerakan yang
berusaha untuk mewujudkan sintesa antara Islam dengan peradaban modern
dengan meninjau kembali ajaran-ajaran Islam dan menafsirkannya dengan
interpretasi baru. Selain itu, semangat umat Islam untuk mengobarkan
kebudayaan Islam yang pernah jaya mulai bangkit kembali, dengan mencoba
merubah paradigma berfikir.10
Dengan demikian yang dimaksud dengan kebangkitan Islam adalah
kristalisasi kesadaran keimanan dalam membangun tatanan seluruh aspek
kehidupan yang berdasar atau yang sesuai dengan prinsip Islam. Makna ini
mempunyai implikasi kewajiban bagi umat Islam untuk mewujudkannya
melalui gerakan-gerakan, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Usaha untuk memulihkan kembali kekuatan Islam dikenal dengan sebutan
gerakan pembaharuan. Upaya pembaharuan pun mulai bermunculan. Ada
beberapa pola dalam pembaharuan yang dilakukan oleh umat Islam.
Ada kelompok yang lebih dikenal sebagai kelompok modernis, karena
mereka berusaha untuk meniru pola dan sistem pendidikan modern ala Barat
dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada
dasarnya pola ini berpandangan bahwa sumber kekuatan dan kemajuan Barat
disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun
beberapa tokoh pelopor gerakan pembaharuan model ini adalah Sultan
Mahmud II dari Turki Usmani, Sir Sayyid Ahmad Khan dari India,
Muhammad Ali Pasya di Mesir.

10
Syamsul Bakri, Peta Sejarah Peradaban Islam (Yogyakarta: Fajar Media Press, 2011),
hlm. 174
13

Ada pula Kelompok penggagas pembaharuan yang meyakini bahwa


penyebab kemunduran umat Islam adalah karena mereka meninggalkan ajaran
Islam yang merupakan sumber kemajuan dan kekuatan budaya, dan
sebaliknya, umat Islam lebih memilih untuk mengikuti ajaran-ajaran yang
telah bercampur dengan ideologi non-Islam. Selain itu, ditinggalkannya pola
pikir rasional dan ditutupnya pintu ijtihad juga diyakini sebagai penyebab
kemunduran Islam.
Oleh karena itu, kelompok pembaharuan tipe ini mengajak umat
Muslim untuk kembali pada al-Qur’an dan Sunnah, dengan tidak mengabaikan
ijtihad. Ijtihad senantiasa diperlukan sebagai upaya penyesuaian ajaran Islam
dengan perkembangan zaman yang tentunya penuh dengan berbagai
problematika.11 Adapun beberapa tokoh yang mempelopori pembaharuan pola
ini adalah Muhammad bin Abdul Wahab, Jamaluddin al-Afghani, dan
Muhammad Abduh.
Di sisi lain, muncul gagasan pembaharuan yang berorientasi pada
nasionalisme ini berdasar pada kenyataan bahwa umat Islam itu terdiri dari
berbagai bangsa, yang hidup dalam daerah dan lingkungan budaya yang
berbeda-beda, sehingga memerlukan usaha pengembangan yang berbeda-beda
sesuai dengan kondisi masing-masing. Meskipun pada dasarnya ide
nasionalisme berasal dari dunia Barat, namun hal tersebut dianggap tidak
bertentangan dengan Islam.12 akhirnya gerakan nasionalisme muncul di
berbagai wilayah seperti Mesir, Tunisia, Aljazair, dan kesemuanya tidaklah
sama. Negara-negara tersebut dihadapkan dengan permasalahan spesifik
tentang kekuasaan Eropa, dan peduli terhadap permasalahan dalam negeri
mereka masing-masing, dan berupaya bebas dari kolonialisme bangsa Eropa.13
Munculnya gagasan nasionalisme yang diikuti dengan berdirinya
partai-partai politik merupakan model utama umat Islam untuk

11
Fadil SJ., Pasang Surut Peradaban Islam dalam Lintasan Sejarah (Cet. I; Malang: UIN
Malang Press, 2008), hlm. 247-248
12
Ibid., hlm. 248-249
13
Albert Hourani, A History of Arab Peoples (Sejarah Bangsa-Bangsa Muslim), terj. Irfan
Abu Bakar (Cet. I; Bandung: Mizan Pustaka, 2004), hlm. 590
14

memperjuangkan kemerdekaannya. Adapun negara mayoritas muslim yang


pertama kali memerdekakan diri adalah Indonesia, yaitu pada tanggal 17
Agustus 1945. Pada tahun 1946, Syiria, Jordania, dan Libanon telah
mengumumkan kemerdekaannya. Selanjutnya adalah Pakistan, pada tanggal
15 Agustus 1947. Pada tahun 1951, Libya memerdekakan diri. Adapun Mesir
baru menganggap dirinya benar-benar merdeka pada tanggal 23 Juli 1952
(setelah Raja Faruk digulingkan), meskipun sebenarnya Mesir telah bebas dari
Inggris sejak tahun 1922.
Sudan dan Maroko merdeka pada tahun 1956, Malaysia (termasuk
Singapura) merdeka dari Inggris pada tahun 1957, Irak baru merasakan
atmosfer kemerdekaan pada tahun 1958, sedangkan Aljazair pada tahun 1962,
dan Brunei Darussalam baru merdeka pada tahun 1984. Selain itu, negara-
negara Islam yang dulunya bersatu dengan Uni Soviet seperti Uzbekistan,
Turkmenia, Kirghistan, Kazakhtan, Tasjikistan,dan Azerbeijan, baru mendapat
kemerdekaan pada tahun 1992, demikian halnya dengan Bosnia yang juga
baru mendapatkan kemerdekaan dari Yugoslavia pada tahun yang sama.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah pada abad ke -14 dan 15, bangsa Eropa mulai mencoba
melakukan gebrakan perubahan menuju era baru yang dikenal dengan Masa
Renaissance. Masa Renaissance atau kelahiran kembali adalah suatu istilah
yang digunakan untuk menyebutkan kebangkitan intelektual yang
mempengaruhi seluruh fase kehidupan dan sejarah Eropa selama abad-abad
pertengahan diantaranya kemajuan bangsa Barat di bidang ilmu pengetahuan,
sains dan teknologi yang kemudian melahirkan revolusi industri di Eropa.
Selain itu kemajuan di bidang teknologi perkapalan dan militer membuat
Eropa dengan mudah melakukan kegiatan ekonomi dan perdagangan.
Penetrasi Barat atas dunia Islam telah memberikan pengaruh yang
amat besar terhadap umat Islam. Keunggulan mereka telah membukakan mata
umat Islam bahwa mereka jauh tertinggal, dan harus segera bangkit, sehingga
lahirlah usaha pembaharuan dalam Islam, dengan berpegang teguh kepada
ajaran al-Qur’an dan Sunnah, dan mencoba merubah paradigma berfikir yang
cenderung stagnan. Masyarakat muslim untuk mengawali perjuangan aksi di
semua bidang kemundurannya, dari militer, politik, ekonomi, sosial dan
budaya. Meski hampir seluruh negara muslim telah merdeka secara militer,
namun peradaban Islam mutakhir, belum juga mampu mengembalikan
superioritas Islam dan kembali memimpin peradaban dunia.

B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini diperlukan kerjasama yang kuat
diantara anggota kelompok, dan perlu banyak bimbingan dari berbagai pihak.
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka untuk itu, kami
mengharapkan kritik dan saran atas makalah ini agar dapat diperbaiki untuk
makalah kami seterusnya.

15
DAFTAR PUSTAKA

Altwajri,(Ed), Ahmad O. 1997. Islam Barat dan Kebebasan Akademis.


Yogyakarta: Titian Ilahi
Armstrong, Karen. 2002. Berperang demi Tuhan; Fundamentalisme dalam Islam,
Kristen dan Yahudi. Jakarta: Mizan
Bakri, Syamsul. 2011. Peta Sejarah Peradaban Islam Yogyakarta: Fajar Media
Press
Burchardt, Jacob. 2001. The Civilization of The Renaissance, dalam Ahmad
Suhelmi, Pemikiran Politik Barat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Hakim, Atang Abdul dan Beni Ahmad Saebani. 2008. Filsafat Umum, Bandung:
Pustaka Setia
Hourani, Albert. 2004. A History of Arab Peoples (Sejarah Bangsa-Bangsa
Muslim), terj. Irfan Abu Bakar, Cet. I. Bandung: Mizan Pustaka
Russell, Betrand. 2001. History of Western Philosophy, dalam Ahmad Suhelmi,
Pemikiran Politik Barat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
SJ, Fadil. 2008. Pasang Surut Peradaban Islam dalam Lintasan Sejarah, Cet. I.
Malang: UIN Malang Press
Suhelmi, Ahmad. 2001. Politik Barat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Surajiyo. 2010. Filsafat Umum dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta:
Bumi Aksara
Syukur, Fatah. 2009. Sejarah Peradaban Islam. Semarang: PT. Pustaka Rizki
Islam, 2009), hlm.159

16

Anda mungkin juga menyukai