SURAT KEPUTUSAN
TENTANG
KEBIJAKAN PENGELOLAAN OBAT EMERGENSI DI RUMAH SAKIT
NOMOR : /YANMED/RSBP/ /2018
DIREKTUR RUMAH SAKIT BERSALIN PARADISE
Menimbang : 1. Sehubungan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit yang
berkualitas dan mengutamakan keselamatan pasien maka dipandang
perlu membuat kebijakan tentang pengelolaan obat emergensi di
Rumah Sakit Bersalin Paradise;
2. Bahwa obat emergensi adalah obet yang digunakan dalam keadaan
darurat dan disimpan dalam troli emergensi, ditempatkan di seluruh
ruang perawatan atau unit khusus;
3. Bahwa pengelolaan obat di troli emergensi yang baik dan tepat dapat
meningkatkan mutu pelayanan farmasi;
4. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, perlu ditetapkan Surat
Keputusan Direktur;
Mengingat : 1. Undang-Undang RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
2. Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 72 Tahun 2016; tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1087 /Menkes/SK/I/III/2010
Tentang Standart Kesehatan dan Keselamatan Kerja Di Rumah
Sakit;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEBIJAKAN PENGELOLAAN OBAT EMERGENSI DI RUMAH
SAKIT BERSALIN PARADISE;
KESATU : Pengelolaan perbekalan farmasi di troli emergensi menjadi tanggung
jawab Instalasi Farmasi bekerjasama dengan keperawatan;
KEDUA : Setiap ruang keperawatan dan unit khusus menyimpan obat emergensi
dalam troli emergensi;
KETIGA : Daftar obat dan jenis obat yang disimpan dalam troli emergensi
terlampir dalam surat keputusan ini;
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau
kembali apabila terdapat kekeliruan dalam penetapan ini.
Ditetapkan di : Simpang Empat
Pada tanggal : 2018
RUMAH SAKIT BERSALIN PARADISE
Direktur,
dr. H. Abd Muin, Sp. OG
NIP. 2010 01011957 0002
LAMPIRAN SURAT PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
NOMOR :
TANGGAL :
A. PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI EMERGENCY
1. Perbekalan farmasi emergency disimpan di troli emergency yang terkunci.
Kunci troli emergency dipegang oleh perawat penanggung jawab pada shift
tersebut.
2. Unit yang menyimpan troli emergency adalah:
a. Keperawatan
b. Unit khusus: Instalasi Gawat Darurat (IGD), Kamar Operasi, Kamar Bersalin
(VK).
3. Jenis dan jumlah obat obat emergensi yang disimpan di dalam troli sesuai
dengan daftar yang telah ditetapkan.
a. Daftar perbekalan farmasi yang disimpan di luar troli emergency:
1) Oxygen Supply
2) Defibrilator dengan monitor
3) Stetoskop
4) Lembar informasi khusus obat emergency
5) Kartu pengendali stok
b. Daftar perbekalan farmasi yang disimpan di dalam troli emergency
Rak 1: obat-obatan
1) Adrenalin : 5 ampul
2) Aminofilin : 5 ampul
3) Dexamethasone : 10 ampul
4) Furosemide inj : 3 ampul
5) Ca Gluconas : 5 ampul
6) Atropin Sulfat inj : 5 ampul
7) Lidocain inj : 5 ampul
8) Asam traneksamat 500 inj : 3 ampul
9) Ketorolac inj : 3 ampul
10) Tramadol inj : 3 ampul
11) Diazepam Injeksi : \
12) Diphenhidramin Injeksi :
Rak 2: Alat Kesehatan
1) IV. Chatheter No. 20 :
2) IV. Chatheter No. 22 :
3) Spuit 20 cc :
4) Spuit 50 cc :
5) Tree Way :
6) Torniquet :
7) Infusion Set Makro :
8) Infusion Set Mikro :
9) Tranfusion Set :
10) Plester :
11) Gunting Verband :
12) Alkohol Swab :
13) ETT No. 3 :
14) ETT No. 6,5 :
15) ETT No. 7,5 :
16) Hanscoon Steril No.7/7,5 :
17) Poly Catheter No.16, 22 :
18) Urin Bag :
19) Suction Chatheter :
20) NGT :
21) Face Mask NRM :
22) Guedel No. 0 :
23) Guedel No. 2 :
24) Guedel No. 3 :
25) Elektroda :
Rak 4: Cairan
1) Dextrose 40% :
2) Aqua Pro Injeksi :
3) NACL 100 ml :
4) NACL 500 ml :
5) Dextrose 5% :
6) Dextrose 10% :
7) Ringer Lactat :
4. Kontrol stok perbekalan di troli emergensi dilakukan setiap seminggu sekali atau
setiap ada kejadian emergensi, dilakukan oleh Tenaga Teknik Kefarmasian atau
Apoteker meliputi jumlah, jenis, kondisi fisik dan tanggal kadaluarsa.
5. Setiap kali setelah obat dan alkes dalam troli emergensi digunakan harus segera
diisi kembali oleh perawat dengan cara permintaan ke Intalasi Farmasi.
6. Troli emergensi digunakan hanya untuk keadaan emergensi saja meliputi
(kondisi pasien sangat membutuhkan obat dan apabila obat tidak segera diberi
akan membahayakan kondisi pasien).
7. Isi dari troli emergensi bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan
ruangan masing masing.