0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan21 halaman

Asuhan Kebidanan Episiotomi Bandung

12345

Diunggah oleh

Kartika Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan21 halaman

Asuhan Kebidanan Episiotomi Bandung

12345

Diunggah oleh

Kartika Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

78

BAB III

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.R G1P0A0 PERSALINAN

DENGAN EPISIOTOMI MEDIOLATERALIS

DI PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE KOTA BANDUNG

Hari/Tanggal :Kamis / 10 November 2011


Lokasi Pengkajian : Puskesmas Ibrahim Adjie
Waktu Pengkajian : Pukul 22.00 WIB
Nama Pengkaji : Siska Tresiana

3.1 Pengumpulan Data Dasar

3.1.1 Kala I Pukul 22.00 WIB

A. DATA SUBJEKTIF

1). Anamnesa

1. Identitas Klien (Tabel. )

Identitas Istri Suami


Nama Ny.R Tn.D
Umur 25 tahun 28 tahun
Agama Islam Islam
Pendidikan SD SMA
Pekerjaan Tidak bekerja Wiraswasta
Suku/Bangsa Sunda/Indonesia Sunda/Indonesia
Alamat Jl. Kiara Condong Jl. Kiara Condong

2. Keluhan utama :

ibu datang dan mengaku hamil 9 bulan mengeluh mules-mules

dari pukul 21.00 WIB tanggal 09-11-2011, keluar lendir


79

bercampur darah disangkal ibu, keluar air-air dari jalan lahir

disangkal ibu, gerakan janin masih dapat dirasakan oleh ibu.

3. Riwayat Kehamilan Sekarang

a. Riwayat Haid

a) Menarche : 14 tahun
b) Siklus Haid : 28 hari
c) Lamanya : 7 hari
d) Banyaknya : 2x ganti pembalut/hari
e) HPHT : 02-02-2011
f) Taksiran Partus : 09-11-2011
b. Gerakan Janin
Gerakan janin dirasakan ketika usia kehamilan 5 bulan yaitu

pada bulan Juli, gerakan dirasakan sekarang semakin aktif.


c. Imunisasi
TT pertama yaitu pada tanggal 06 Juni 2011.
TT kedua yaitu pada tanggal 10 Juli 2011.
4. Prenatal Care (PNC)
Ibu mengatakan selama hamil memeriksakan kehamilannya

sebanyak 8x, yaitu 2x pada Trimester pertama di BPS, 2x pada

trimester kedua di posyandu, dan 4x pada trimester ketiga di

Puskesmas dan dikunjungi kerumah.


5. Riwayat Kehamilan

Usia Tempat Jenis BB PB


No. Tahun JK Penolong
Kehamilan Persalinan Persalinan (gr) (cm)
PKM
Hamil
1. 9 bulan Ibrahim - - - - Bidan
ini
Adji

6. Aktivitas Sehari-hari
80

Ibu mengatakan terakhir makan kemarin malam tanggal 09-11-

2011, mengkonsumsi roti dan air teh, tidak mempunyai alergi

terhadap makanan dan terakhir minum 15 menit yang lalu,

istirahat dan tidur siang 2 jam, malam 8 jam, mandi 2 kali sehari

dan gosok gigi 3 kali sehari. Ibu mengatakan BAK terakhir 30

menit yang lalu, tidak ada keluhan dan BAB terakhir kemarin

konsistensi lembek. Hubungan seksual terakhir 2 minggu yang

lalu dan tidak ada keluhan.


7. Riwayat Kesehatan
Ibu mengatakan ibu dan keluarga tidak mempunyai riwayat

penyakit Diabetes Mellitus, hypertensi, asma, jantung, Hepatitis,

TBC, dan lain-lain.

8. Riwayat Kontrasepsi
Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi.
9. Riwayat Psikososial dan Spiritual
Ibu mengatakan kehamilan ini merupakan kehamilan yang

direncanakan, dan mendapat dukungan dari suami dan keluarga.

Ibu taat dalam menjalankan ibadah, dalam mengambil keputusan

selalu bersama-sama yaitu ibu dan suami.


10. Kegawat Daruratan
Ibu mengatakan untuk biaya persalinan, transportasi dan yang

menyangkut kegawat daruratan sudah siap, dan untuk donor darah

sudah ibu persiapkan bersama suaminya.

B. DATA OBJEKTIF
1). Pemeriksaan Umum
a. Keadaan Umum : Baik
b. Kesadaran : Compos mentis
81

c. Keadaan Emosi : Stabil


d. Tanda-tanda vital :
a) Tekanan Darah : 110/70 mmHg
b) Nadi : 82x/ menit
c) Suhu : 36,50C
d) Respirasi : 24x/ menit

2). Antropometri
a. TB : 156 cm
b. BB sebelum hamil : 51 kg
c. BB sekarang : 65 kg

3). Pemeriksaan Fisik

a. Mata

a) Konjungtiva : Merah muda


b) Sklera : Putih

b. Mulut dan Gigi

a) Lidah : bersih

b) Gigi : tidak berlubang, tidak ada caries

c) Gusi : tidak ada perdarahan

c. Leher
a) Kelenjar Tiroid : tidak ada pembesaran
b) Kelenjar Getah Bening : tidak ada pembengkakan
c) Kelenjar Vena Jugularis : tidak ada peningkatan
d. Dada

a) Jantung : normal

b) Irama : reguler

c) Paru-paru : tidak ada wheezing maupun ronchi

e. Payudara
82

a) Bentuk : simetris

b) Putting susu : menonjol kanan dan kiri

c) Kolostrum : kolostrum sudah ada

d) Benjolan : tidak ada benjolan lain yang abnormal

e) Pembesaran mamae: normal


f. Abdomen
a) Linea alba : ada
b) Striae albicans : ada
c) Striae lividae : tidak ada
d) Bekas luka operasi: tidak ada
e) Pembesaran : memanjang
f) TFU Mc. Donald : 34 cm
g) Leopold I : 3 jari bawah proc.xymphoideus, teraba
bokong
h) Leopold II : Punggung Kiri (Puki)
i) Leopold III : Teraba kepala, sudah masuk PAP
j) Leopold IV : Divergen (2/5)
k) Denyut Jantung Janin : 135x/menit, regular
l) His : (+)
m) Intensitas : Kuat
n) Lama His : 30 detik
o) Frekuensi : 2x10 menit
p) Punctum max : 1/3 antara pusat dan SIAS, sebelah
kiri ibu
g. Ekstremitas atas
a) Bentuk : simetris
b) Oedema : (-/-)

h. Ekstremitas bawah

a) Bentuk : simetris
b) Oedema : (-/-)
c) Varices : (-/-)
d) Reflek patella : (+/+)
i. Genitalia
a) Varices : Tidak ada
b) Oedema : Tidak ada
c) Hygiene : Bersih
83

j. Anus

a) Haemoroid : tidak ada haemoroid


k. Pemeriksaan Dalam
a) Vulva/vagina : tidak ada kelainan
b) Portio : tebal lunak
c) Pembukaan : 5 cm
d) Ketuban : utuh
e) Molage : tidak ada
f) Presentasi : belakang kepala
g) Bagian lain yang teraba : Tidak ada
h) Turunnya bagian terendah: Station + 2

4). Data Penunjang

Pemeriksaan Laboratorium

Hb : 11,8 gr %

Golongan Darah : tidak dilakukan pemeriksaan

Urine : tidak dilakukan pemeriksaan urine.

3.2 Interpretasi Data Dasar

Diagnosa : G1P0A0 parturient 40 minggu > 1 hari kala I fase aktif janin

tunggal hidup intrauterine presentasi belakang kepala dengan

keadaan ibu dan janin baik.

3.3 Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial

Masalah Potensial : Tidak ada masalah potensial.

3.4 Identifikasi dan Menetapkan Kebutuhan yang Memerlukan Penangan

Segera
84

Tidak ada tindakan segera.

3.5 Merencanakan Asuhan

1. Jelaskan tentang hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga.

2. Beritahu ibu untuk menghadapi proses persalinan total di tempat tidur.

3. Berikan support dan dukungan dalam menghadapi proses persalinan.

4. Anjurkan ibu untuk miring kiri dan miring kanan agar mempercepat turunnya

kepala.

5. Ajarkan ibu teknik relaksasi untuk mengurangi rasa sakit akibat kontraksi

dengan cara relaks ambil nafas panjang lewat hidung dan buang lewat mulut

agar rasa sakit berkurang dan oksigenisasi ke janin baik.

6. Berikan nutrisi dan hidrasi yang baik dan cukup bagi ibu.

7. Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya apabila terasa penuh

dan bila ingin BAB di tempat tidur dengan pispot yang telah disiapkan.

8. Beritahu ibu cara mengedan yang baik yaitu dengan cara mengambil nafas

panjang dari hidung lalu tahan nafas dan mengedan pada saat ada kontraksi,

dan relaks apabila kontraksi berhenti.

9. Informasikan tentang berbagai posisi atau teknik yang nyaman dalam

bersalin dan berikan pilihan pada ibu mengenai posisi dan pendamping

persalinan sesuai yang di inginkan.

10. Observasi tanda-tanda vital, HIS, DJJ, kemajuan persalinan, dan tindakan

yang dilakukan pada lembar observasi.


85

11. Siapkan partus set dan kelengkapan persalinan ibu dan bayi.

12. Dokumentasikan kegiatan.

3.6 Melaksanakan Asuhan

1. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga.

2. Memberitahu ibu untuk menghadapi proses persalinan total di tempat tidur.

3. Memberikan support dan dukungan dalam menghadapi proses persalinan.

4. Menganjurkan ibu untuk miring kiri dan miring kanan agar mempercepat

turunnya kepala.

5. Mengajarkan ibu teknik relaksasi untuk mengurangi rasa sakit akibat

kontraksi dengan relaks ambil nafas panjang lewat hidung dan buanglewat

mulut agar rasa sakit berkurang dan oksigenisasi ke janin baik.

6. Memberikan nutrisi dan hidrasi yang baik dan cukup bagi ibu.

7. Menganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya apabila terasa

penuh dan bila ingin BAB di tempat tidur dengan pispot yang telah disiapkan.

8. Memberitahu ibu cara mengedan yang baik, ambil nafas panjang lewat

hidung dan buang lewat mulut agar rasa sakit berkurang dan oksigenisasi ke

janin baik.

9. Menginformasikan tentang berbagai posisi atau teknik yang nyaman dalam

bersalin dan memberikan pilihan pada ibu mengenai posisi dan pendamping

persalinan sesuai yang diinginkan.

10. Melakukan observasi tanda-tanda vital, HIS, DJJ, kemajuan persalinan, dan

tindakan yang dilakukan pada lembar observasi.


86

11. Menyiapkan partus set dan kelengkapan persalinan ibu dan bayi

12. Mendokumentasikan kegiatan.

3.7 Evaluasi

1. Keadaan umum ibu baik, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 82x/menit, suhu

36,5ºC, respirasi 24 x/menit, DJJ 135x/ menit, His 2x10 menit/ 30 detik.
2. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan.
3. Ibu dan keluarga mengetahui keadaan ibu.
4. Ibu dan keluarga mengikuti anjuran yang telah diberikan.
5. Ibu mengerti apa yang telah disampaikan dan mengikuti anjuran tersebut.
6. Ruangan, alat dan obat- obatan telah disiapkan.
7. Pendokumentasian kegiatan telah dilakukan.

Tabel. 3 Observasi dan Tindakan Kala 1

Jam TD N S R DJJ
HIS Keterangan
(WIB) (mmHg) (x/mnt) (OC) (x/mnt) (x/mnt)
22.00 110/70 82 36,5 24 135 2x10’/30” Pemeriksaan Dalam:
v/v: t.a.k,
p : tebal, lunak
Pembukaan: 5 cm
Ket: (+)
Presentasi: Belakang
87

kepala
Mollage: Tidak ada
Penurunan kepala:

Station + 2

Urine : ± 200 cc
22.30 - 80 - - 138 2x10’/30” -

23.00 - 80 - - 140 2x10’/35” -

23.30 - 88 - - 140 3x10’/35” -


00.00 - 86 - - 140 3x10’/35” -
00.30 - 88 - - 141 3x10’/45” -
01.00 - 88 - - 141 3x10’/50” -
01.30 - 88 - - 141 4x10’/50”
01.45 - 88 - - 143 - Ket :Ketuban Pecah

Spontan , warna

jernih
02.00 110/70 88 36,6 - 143 5x10’/50” - Pemeriksaan
Dalam:
v/v: t.a.k,
portio : tidak teraba
Pembukaan:10 cm
Ket: (-)
Presentasi: Belakang
kepala
Mollage: (0)Tidak
ada penyusupan
Penurunan kepala:
Station +5

3.1.2 Kala II Pukul 02.00 WIB


A. DATA SUBYEKTIF
88

Ibu mengatakan mules yang semakin sering dan lebih kuat serta ada

dorongan ingin mengedan.

B. DATA OBYEKTIF
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Tanda-tanda Vital

a) Tekanan Darah : 110/70 mmHg


b) Nadi : 88x /menit
c) Suhu : 36,5 0C
d) Respirasi : 24 x/menit
4. His : 5x10 menit/ 50 detik
5. Detak Jantung Janin : 143x /menit reguller

6. Terlihat tanda gejala Kala II:

a) Dorongan Meneran
b) Tekanan pada Anus
c) Perineum Menonjol
d) Vulva Membuka
7. Pemeriksaan dalam
a) Vulva /vagina : tampak lendir dan darah
b) Portio : tidak teraba
c) Pembukaan serviks : 10 cm
d) Keadaan ketuban : Positif, pecah spontan jam
01.45 WIB, warna jernih
e) Presentasi : belakang kepala
f) Mollage : tidak ada (0)
g) Bagian lain yang teraba : tidak ada
h) Turunnya bagian terendah : Stasion +5

C. ASSESMENT

Diagnosa : G1P0A0 Parturient 40 minggu kala II janin tunggal hidup

intrauterine dengan kondisi ibu dan janin baik.


Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Dukungan dan Nutrisi serta pertolongan persalinan
89

D. PLANNING

1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga

bahwa pembukaan sudah lengkap.

(ibu mengerti dengan penjelasan yang telah diberikan).

2. Memberikan asuhan sayang ibu yaitu dengan memberikan

dukungan terus menerus, mengatur posisi ibu dan membimbing

ibu mengedan yang benar serta menganjurkan ibu untuk istirahat

sambil mengatur nafas dan minum bila his berkurang.

(ibu mengerti dan melakukannya).

3. Memastikan kelengkapan peralatan, bahan, dan obat-obatan

essensial.

(peralatan, bahan, dan obat-obatan essensial sudah lengkap).

4. Meletakkan handuk bersih di perut ibu untuk mengeringkan bayi.

(handuk telah diletakkan di perut ibu).

5. Meletakkan kain yang dilipat sepertiga di bagian bawah bokong

ibu. (kain sudah diletakkan).

6. Mematahkan ampul oxitocin 10 IU dan memasukkan ke spuit 3 ml

ke dalam bak instrumen.

(ampul telah di patahkan dan spuit telah diletakkna dalam bak

instrumen)

7. Memakai perlindungan diri untuk penolong. (barak short dipakai)


90

8. Melepas semua perhiasan dan jam tangan yang di pakai. Mencuci

tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir kemudian

mengeringkan tangan dengan handuk bersih dan kering.

(semua perhiasan telah dilepas dan tangan pun telah bersih).

9. Membuka partus set dan mendekatkannya kepada pasien.

(partus set telah diletakkan di dekat pasien dan telah dibuka).

10. Memakai sarung tangan sebelah kanan, memasukkan oxitocin

kedalam spuit 3 ml.

(oxitocin telah dihisap ke dalam spuit 3 ml sebanyak 1 ampul dan

meletakkan kembali spuit ke dalam bak instrumen).

11. Memakai sarung tangan sebelah kiri. (kedua sarung tangan telah

dipakai).

12. Mengajarkan ibu cara meneran yang benar. (ibu mengerti dan

melakukannya).

13. Memimpin ibu meneran pada saat ada his, mendukung atau

memuji ibu atas usaha ibu untuk meneran, kepala ibu di angkat

dan mata melihat ke perut ibu. (ibu mengerti dan melakukannya).

14. Menganjurkan ibu untuk istirahat di saat tidak ada his dan

memberikan cairan per oral sambil mengobservasi Detak Jantung

Janin.

(ibu istirahat sejenak dan ibu mau minum dan DJJ 140 x/menit).
91

15. Pada saat kepala bayi terlihat di vulva, lindungi perineum dengan

tangan kanan yang dilapisi kain dan tangan kiri menahan puncak

kepala agar tidak terjadi defleksi terlalu cepat saat kepala lahir,

dan mencegah terjadinya robekan pada bagian simpisis.

(kepala bayi telah dilindungi begitupun dengan perineum dan

simpisis ibu ditahan oleh tangan penolong untuk mencegah

terjadinya robekan pada perineum dan simpisis ibu).

16. Melakukan Episiotomi pada ibu karena perineum ibu kaku

(Episiotomi secara Mediolateralis telah dilakukan pada pukul

02.03 WIB)

17. Saat kepala lahir, anjurkan ibu untuk bernafas perlahan-lahan.

(ibu mengerti dan melakukannya).

18. Mengecek adanya lilitan tali pusat. (ada lilitan tali pusat).

19. Longgarkan lilitan tali pusat. (tali pusat telah dilonggarkan)

20. Lepaskan lilitan tali pusat dari leher bayi (tali pusat yang terlilit di

leher bayi telah dilepaskan)

21. Menunggu hingga kepala janin melakukan putaran paksi luar.

(kepala janin telah melakukan putaran paksi luar).

22. Setelah kepala janin menghadap ke salah satu paha ibu, lakukan

biparietal untuk melahirkan bahu bayi. (bahu bayi telah dilahirkan)


92

23. Melakukan sanggah susur terhadap bayi. (bayi lahir spontan pukul

02.15 WIB, BB lahir 3200 gram, PB 52 cm, jenis kelamin

perempuan, anus (+), kelainan tidak ada).

24. Meletakkan bayi diatas perut ibu dan dikeringkan sambil menilai

keadaan bayi. (bayi telah diletakkan diatas perut ibu lalu

dikeringkan untuk mencegah terjadinya hipotermi, apgar score

7/9).

25. Mengecek kemungkinan adanya janin ke dua. (tidak ada janin

kedua).

3.1.3 Kala III Pukul 02.15 WIB


A. DATA SUBYEKTIF
Ibu mengatakan lelah dan masih merasakan mules pada perutnya.

B. OBYEKTIF
a) Keadaan umum : Baik.
b) Kesadaran : Compos mentis.
c) Abdoment : Tidak ada janin kedua.
d) Kontraksi uterus : Keras, baik.
e) Tinggi Fundus Uteri : Sepusat.

C. ASSESMENT
Diagnosa : P1A0 Kala III dengan keadaan umum ibu baik.
Masalah : kandung kemih penuh
Kebutuhan : mengosongkan kandung kemih

D. PLANNING

1. Melakukan pemasangan kateter pada ibu untuk mengosongkan

kandung kemih. ( kandung kemih telah dikosongkan ).


93

2. Memberitahu ibu bahwa ibu akan disuntik oksitosin secara IM di

bagian 1/3 paha bagian luar. (ibu mengerti).

3. Menyuntikan oksitosin 10 IU intramuscular di bagian 1/3 paha

bagian luar. (penyuntikan oksitosin secara IM di bagian 1/3 paha

bagian luar pun telah dilakukan untuk merangsang kontraksi dari

uterus untuk pengeluaran plasenta).

4. Menjepit tali pusat 2-3 cm dari bayi dengan umbilical klem.

Mengurut tali pusat kearah bagian tali pusat yang belum diklem

atau ke bagian tali pusat yang mengarah ke ibu. Kemudian

menjepit klem kedua dengan jarak 2 cm dari umbilical klem.

(diatur jarak tali pusat untuk pemotongan tali pusat dan dilakukan

pengurutan agar darah tidak banyak keluar saat pemotongan tali

pusat).

5. Memegang tali pusat dengan satu tangan, melindungi perut bayi

dari gunting, kemudian memotong tali pusat di antara klem

tersebut. (mencegah benda tajam menyentuh badan bayi).

6. Mengikat tali pusat bayi menggunakan tali pengikat tali pusat

steril. (tali pusat telah diikat dengan tali steril).

7. Bayi disimpan diatas perut ibu agar bayi dapat diteteki oleh ibunya

dan mendapat ASI. (Bayi sudah diteteki).

8. Memindahkan klem pada tali pusat hingga 5-10 cm dari vulva ibu.

(agar pada saat akan meregangkan tali pusat tidak terlalu jauh
94

sehingga klem didekatkan dengan vulva ibu dengan jarak 5-10

cm).

9. Meletakkan satu tangan di atas kain alas perut ibu, tangan kiri

dalam posisi dorsokranial di tepi atas simpisis ibu, dan tangan

kanan meregangkan tali pusat saat ada kontraksi pada uterus.

(untuk mencegah terjadinya inversio uteri).

10. Melahirkan plasenta dengan meregangkan tali pusat ke arah

bawah lalu ke atas, menyangga plasenta dan putar secara perlahan-

lahan searah dengan jarum jam. (lahir plasenta secara spontan jam

02.25 WIB)

11. Memasase uterus selama 15 detik. (dilakukan massase untuk

merangsang kontraksi uterus, kontraksi uterus baik dan

konsistensi uterusnya keras).

12. Memeriksa keutuhan plasenta, jangan sampai ada bagian dari

plasenta yang tertinggal. (plasenta lengkap dan tidak ada bagian

plasenta yang tertinggal).

13. Memeriksa robekan jalan lahir. (terdapat Luka Episiotomi

Mediolateralis).

3.1.4 Kala IV Pukul 02.55 WIB


A. DATA SUBYEKTIF
Ibu mengatakan masih merasa lelah.
B. DATA OBYEKTIF
95

a. Keadaan umum : Lemas.

b. Kesadaran : Compos mentis.

c. Konjungtiva : Merah muda

d. Sclera : Putih

e. Tekanan darah : 110/70 mmHg.

f. Nadi : 80 x/menit.

g. Respirasi : 22 x/menit.

h. Suhu : 36,0 ºC.

i. Abdoment

Tinggi Fundus Uteri : 1 jari dibawah pusat, kontraksi uterus

baik (keras), kandung kemih kosong.

j. Genitalia : Perdarahan ± 150 cc, ada luka Episiotomi pada


perineum.

C. ASSESMENT

Diagnosa : P1A0 Kala IV.


Masalah : luka episiotomi
Kebutuhan : hecting

D. PLANNING

1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga. (ibu

dan keluarga mengerti dengan penjelasan yang di berikan).


96

2. Memberitahu ibu bahwa terdapat luka atau robekan pada perineum

maka ibu harus dilakukan penjahitan. (ibu bersedia untuk

dilakukan penjahitan).

3. Memberitahu ibu bahwa akan dilakukan penjahitan pada luka

Episiotomi (penjahitan perineum telah dilakukan dengan teknik

jelujur).

4. Memastikan kontraksi uterus. (Kontraksi uterus baik).

5. Mengajarkan ibu dan keluarga cara memasase uterus/ rahimnya

dengan cara memutarkan telapak tangan searah jarum jam. (ibu

mengerti dan bisa mengulangi/ melakukannya).

6. Memastikan tidak terjadi perdarahan post partum. (perdarahan ibu

normal, yaitu ± 150 cc).

7. Membersihkan dan membuat ibu nyaman. (ibu telah dibersihkan

dan dirapihkan, ibu sudah merasa nyaman).

8. Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi.

(ibu mengerti dan akan melakukannya).

9. Mendekontaminasi peralatan bekas pakai. (peralatan bekas pakai

untuk menolong persalinan direndam ke dalam larutan clorin 0,5

% selama 10 menit).

10. Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi ke dalam tempat

sampah yang sesuai. (bahan-bahan benda tajam seperti jarum

suntik, dan ampul dibuang ke dalam tempat sampah tajam,


97

begitupun dengan sampah yang lainnya dibuang ke tempat yang

sesuai yang telah disediakan).

11. Celupkan sarung tangan bekas pakai ke dalam larutan clorin 0,5 %

dan direndam selama 10 menit. (sarung tangan di celupkan ).

12. Mencuci bilas peralatan dan sarung tangan setelah

didekontaminasi selama 10 menit dengan menggunakan sarung

tangan rumah tangga untuk mencegah infeksi. (peralatan dan

sarung tangan telah bersih dan siap untuk disterilkan).

13. Mencuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. (tangan

telah bersih sehingga tidak terjadi penularan infeksi).

14. Menganjurkan kepada ibu untuk memberikan ASI secara dini pada

bayinya setelah ibu dan bayi diperkenankan di rawat gabung. (ibu

langsung menyusui bayinya setelah 1 jam, dan bayinya pun dapat

langsung mencari puting susu ibu dengan baik).

15. Menganjurkan kepada ibu untuk melakukan mobilisasi dini yaitu

melakukan miring kiri dan miring kanan kemudian duduk

ditempat tidur. (ibu mengerti dan akan melakukannya).

16. Melengkapi dokumentasi serta memantau ibu selama 2 jam

berikutnya yaitu setiap 15 menit selama 1 jam pertama dan setiap

30 menit selama jam kedua. (melakukan pemantauan keadaan ibu

selama 2 jam pertama setelah melahirkan, dan masukkan ke dalam

partograf).
98

Tabel. Observasi Kala IV

Tinggi
Jam Tekanan Nadi Suhu Kontraksi Kandung
Waktu Fundus Perdarahan
Ke Darah x/menit °C Uterus Kemih
Uteri

1 jari
110/70
02.55 80 36,5 bawah Keras kosong ±50 cc
mmHg
pusat

1 jari
110/70
03.10 79 bawah Keras kosong ±30 cc
1 mmHg
pusat
2 jari
110/70
03.25 79 bawah Keras kosong ±30 cc
mmHg
pusat
2 jari
110/70
03.40 80 bawah Keras kosong ±20 cc
mmHg
pusat
2 jari di
110/80
04.10 80 36,5 bawah Keras kosong ±20 cc
mmHg
pusat
2
2 jari di
110/80
04.40 82 bawah Keras kosong ±10 cc
mmHg
pusat

Anda mungkin juga menyukai