Teknik Penerjemahan Molina-Albir
Teknik Penerjemahan Molina-Albir
Dibawah ini, adalah jenis – jenis teknik penerjemahan yang dikemukakan oleh Molina dan
Albir. Penulis mengambil contoh teknik penerjemahan dari berbagai sumber.
1. Adaptasi (Adaptation)
Adaptasi adalah teknik yang mengganti unsur budaya bahasa sumber dengan unsur budaya yang
dikenal dalam bahasa sasaran
No BSu BSa
2. Today she weighs twenty-one stone. Sekarang dia berbobot 133 kilo.
4. I answered that I would meet my friend Saya balas suratnya bahwa saya akan menemui
– by correspondence – at Foyot’s on teman saya di Foyot’s Kamis pukul 12.30.
Thursday athalf-past twelve.
(Makan Siang)
(The Luncheoun)
Pada kalimat pertama kata ‘feet’ (ukuran tinggi) diterjemahkan menjadi ‘meter’, karena
masyarakat Indonesia lebih memahami ukuran meter. Begitu juga pada kaliamt kedua, ukuran berat
dalam BSu, ‘stone’, diterjemahkan menjadi ‘kilo’ agar pembaca BSa bisa memahami.
Pada kalimat ketiga penerjemah mengadaptasi kata ‘hi’ menjadi ‘halo’ karena kata halo lebih
sering digunakan dalam BSa. Kata ‘hi’ disini juga bisa diterjemahkan dengan teknik adapatasi menjadi
‘hai’.
Kalimat keempat mengadaptasi tulisan jam ‘half-past twelve’ menjadi angka ’12.30’. Hal ini dilakukan
karena pembaca BSa lebih sering menemukan penunjuk jam yang ditulis dengan angka ‘12.30’
daripada dengan tulisan ‘setengah satu’.
2. Amplifikasi (Amplification)
Amplifikasi adalah memperkenalkan / menambahkan detail informasi yang tidak terdapat dalam Bsu
yaitu paraphrase eksplisit.
Contoh:
No BSu BSa
1. “Look at them,” he said. “Now is it sight “Coba kau amati burung – burung itu,”
or is it scent that brings them like that?” katanya. “Nah, coba tebak, indera penglihatan
ataukahindera penciuman yang membuat
(The Snow of Kilimanjaro)
mereka begitu?”
(Salju Kilimanjaro)
2. Barely five years before his birth, the Sekitar lima tahun sejak ia lahir, Dinasti
centuries-old Abbasid caliphate at Abbasiah yang telah berusia beberapa abad,
Baghdad had been destroyed by the dihancurkan oleh pasukan Mongol.
Mongols.
(Konsep Ekonomi Ibnu Taimiyah)
(Economic Concepts of Ibn Taimiyah)
Pada contoh kalimat pertama, penerjemah menerjemahkan informasi implisit yang terdapat
dalam kalimat BSu.Look at them diterjemahkan secara eksplisit menjadi coba kau amati burung -
burung itu. Penerjemah menerjemahkanthem menjadi burung – burung itu,karena kalimat
sebelumnya terdapat kata bird / burung.
3. Peminjaman (borrowing)
Peminjaman adalah teknik pengambilan sebuah kata atau ungkapan dari bahasa sumber. Peminjaman
ini dapat berupa peminjaman murni ( Pure Borrowing) dan peminjaman yang sudah dinaturalisasi (
disesuaikan dengan sistem fonetik dan morfologi bahasa sasaran).
Contoh:
No BSu BSa
1. I mentioned casually that my doctor had Saya katakana sambil lalu bahwa dokter saya
absolutely forbidden me to betul – betul melarang saya
drinkchampagne. minum champagne.
3. In her dream she was at the house Di dalam mimpinya ia tengah berada di
on Long Island and it was the night rumahnya di Long Island dan saat itu malam
before her daughter’s debut. sebelum acara resmi perpisahan sekolah anak
gadis.
(The Snow of Kilimanjaro)
(Salju Kilimanjaro)
No BSu BSa
1. She ate the caviare and she ate the Dia makan kaviar itu, setelah itu makan ikan
salmon. salmon.
Dari tiga kalimat diatas, terdapat penyesuaian bunyi dan juga tulisan sesuai dengan sistem
bahasa sasaran. Caviare kaviar, humorist humoris, philosophy filosofi, dan
calligraphy kaligrafi.
4. Kalke (Calque)
Kalke adalah teknik penerjemahan harfiah sebuah kata atau frase dari BSu ke BSa. Teknik
penerjemahan ini bisa dilakukan secara leksikal atau struktural. Teknik ini mirip dengan terjemahan
harfiah, perbedaannya terlihat pada struktur BSu yang masih muncul pada BSa atau leksikal yang
dipertahankan namun mengikuti struktur BSa.
Contoh:
No BSu BSa
1. In 1869, the chiefs decided that the Pada tahun 1869, kepala nagari
teacher, a former Normal memutuskan bahwa gurunya, seorang
School student, was unqualified lulusan Sekolah Normal dianggap tidak
(after six years of service in the berkualitas (setelah mengajar selama
school), and they discharged him. enam tahun di sekolah itu) dan guru itu
dipecat
2. The Chinatown Area or Pecinan Kawasan China town atau Pecinan Semarang
Semarang is much like an oasis that gives tak ubahnya sebuah oase yang dapat
uspositive energy. memberikanenergi positif.
4. Wait! Wait! Stop the bus! Tunggu! Tunggu! Hentikan bus itu!
Pada kalimat pertama dan kedua, terdapat teknik kalke yang mengikuti struktur BSa namun
unsur leksikal nya masih dipertahankan. Dalam BSu terdapat kata “Normal School” yang
diterjemahkan dengan strukutur BSa menjadi “Sekolah Normal” dan juga kata “Positive Energy” yang
diterjemahkan menjadi “ Energi Positif”.
Pada kalimat ketiga dan keempat, terdapat ateknik penerjemahan kalke yang struktur BSu nya
masih muncul pada struktur BSa. Pada kalimat ketiga terdapat kata “Assitant Residences” yang
diterjemahkan menjadi “Asisten Karesidenan” dan pada kalimat keempat terdapat kata :Stop the bus”
yang diterjemahkan menjadi “Hentikan bus itu”. Dari kedua kalimat tersebut tidak terdapat
perubahan struktur BSu maupun BSa.
5. Kompensasi (Compensation)
Kompensasi adalah teknik penerjemahan yang memperkenalkan unsur – unsur informasi atau
pengaruh stilistik teks bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran.
Contoh:
No BSu BSa
I’m the one you need to know Akulah orang yang tepat.
I can get you there, I bet. Akulah orang yang kau cari.
2. Myself when young did eagerly frequent Saat mudaku sendiri pun gemar bertemu
Doctor and Saint, and heard great Tabib dan Orang saleh, dapat nasihat seru
argument
Tentang hal ini dan itu: tapi kemudian
About it and about; but evermore
Berlalu lewat Pintu yang sama aku masuk.
Came out by the same Door as in I went.
(Rubbaiyat Omar Khayam: Syair dan Tafsir)
(The Rubbaiyat Umat Khayam: Based on
the First Translation)
Teknik kompensasi pada contoh diatas mengutamakan sajak agar terkesan lebih puitis.
6. Deskripsi (Description)
Deskripsi adalah teknik penerjemahan dengan menggantikan sebuah istilah atau ungkapan dengan
deskripsi bentuk dan fungsinya.
Contoh:
No BSu BSa
1. “I’ll have a gimlet, “Robert Wilson told “ Aku mau gimlet (minuman terbuat dari gin,
him. vodka, air jeruk, atau air soda), “ kata Robert
Wilson padanya.
(The Short Happy Life of Francis
Macomber) (Kebahagiaan Hidup Francis Macomber)
2. The men either stayed at their wife’s Sedangkan laki-laki menetap di rumah
house at night, or, of unmarried, they istrinya pada malam hari saja, atau jika
slept in the lineage surau, a combination kaum laki-laki yang belum kawin biasanya
of Quranic school and male clubhouse. tidur pada surau keluarga, yang biasanya
dipergunakan sebagai tempat mengaji
Quran dan tempat berkumpul para
pemuda dalam semacam clubhouse.
(Majalah Garuda)
Pada kalimat diatas, penerjemah menggunakan teknik deskripsi untuk mendiskripsikan suatu
kata atau istilah agar pembaca bahasa sasaran lebih memahami. Seperti pada kalimat pertama,
penerjemah mendeskripsikan ‘Gimlet’ adalah jenis minuman yang terbuat dari gin, vodka, air jeruk,
atau air soda. Begitu juga dengan kalimat kedua yang menjelaskan tentang male clubhouse. Pada
kalimat ketiga penerjemah menambah informasi tentang “Government Regulation” dengan
“keputusan Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Udara No. AU
4357/DKP.09752003”. Hal ini untuk menjelaskan bahwa peraturan pemerintah yang dimaksud adalah
peraturan dari departemen perhubungan.
7. Kreasi diskursif (Discursive Creation)
Kreasi diskursif adalah teknik penerjemahan untuk menampilkan kesepadanan sementara yang tidak
terduga atau keluar dari konteks. Teknik ini biasanya digunakan untuk menerjemahkan judul buku
atau judul film.
Contoh:
No BSu BSa
3. The major conflict arose between two Konflik yang utama muncul antara dua
different versions of Islam – the versi Islam yang berbeda, yaitu
traditional accommodating Islam sinkretik yang tradisional (yang
and eclectic Islam (taught in the diajarkan di surau-surau keluarga dan
lineage surau and the village masjid nagari)
mosque)
Pada kalimat ketiga terjadi perubahan-perubahan tak terduga, seperti “eclectic” (paham yang
mengambil hal-hal yang terbaik dari beberapa sumber) menjadi “sinkretik” (paham/aliran yang
memadukan beberapa aliran/agama untuk mencapai keserasian)
Kesepadanan lazim adalah teknik untuk menggunakan istilah atau ungkapan yang sudah
lazim/diakui dalam kamus bahasa sasaran sebagai padanan pada teks bahasa sumber.
Contoh :
No BSu BSa
1. He explained that the shio of the head of Ia menjelaskan banwa shio kepala keluarga
the family should be put at the top and diletakkan di bagian atas kemudian dilanjutkan
then followed by that of the mother, dengan shio ibu, anak, menantu, hingga cucu.
children, in-laws, and grandchildren.
(Goresan Bermakna – Garuda Magazine)
(Meaningful Strokes – Garuda Magazine)
2. There are no floods of bicycles or motor Tidak pula ada banjir sepeda atau sepeda
bikes at the traffic lights either, as I motor di lampu lalu lintas, seperti yang aku
would have expected after much tunggu setelah banyak sekali pengalaman
exposure to south-east Asian countries. melihatnegara – negara Asia Tenggara.
Teknik kesepadanan lazim digunakan untuk kata yang sudah secara formal memliki padanan
dalam BSa seperti yang terdapat dalam kamus atau yang telah disepakati oleh komunitas
tertentu sebagai pengguna bahasa (pengunaan bahasa sehari – hari. Teknik kesepadanan
lazim ini juga digunakan untuk ungkapan lazim yang telah digunakan suatu bidang ilmu
tertentu atau dalam masyarakat tertentu. Contoh pada kalimat pertama terdapat kata ‘ in-
laws’ yang dipadankan menjadi ‘menantu’ dalam bahasa Indonesia, karena kata ‘menatu’
sudah lazim digunakan di Indonesia. Dalam contoh kalimat kedua terdapat kata ‘south-east
Asian countries’ yang telah memiliki padanan lazim dalam bahasa Indonesia yaitu ‘ negara –
negara Asia Tenggara’. Kemudian pada kalimat keempat kata ‘ watered’ lebih lazim
diterjemahkan menjadi ‘ngiler’ daripada ‘ berair’. Pada kalimat keempat kata ‘ good evening’
memang diterjemahkan dengan ‘selamat malam’ dan kata ‘Mr’ sering disepadankan dengan
kata ‘tuan’ dalam Bahasa Indonesia.
9. Generalisasi ( generalization)
Teknik generalisasi adalah penggunaan teknik – teknik yang lebih umum atau netral.
Contoh:
No BSu BSa
2. Worried sisters would accuse a Sang istri yang merasa kecewa akan
brother of spoiling his own children segera menuduh saudaranya yang laki-
instead of fulfilling his tradition duties laki (mamak) memanjakan anak-anaknya
toward his nephews and sendiri ketimbang kemenakannya, yang
nieces, who, according to strict menurut aturan adat justru harus
interpretation of adat, had first claim mendapat perhatian yang utama sebagai
on his attentions. pemenuhan kewajiban yang tradisional.
3. Flying can dehydrate you, so drink plenty Berada di ketinggian dapat menyebabkan
of non-alcoholicliquid. dehidrasi, sebaiknya anda mengkonsumsi
cukupminuman non-alkohol.
(Garuda Magazine)
(Majalah Garuda)
Pada kalimat pertama kata ‘grumpy’ yang lebih tepatnya adalah ‘penggerutu’ digeneralisasikan
menjadi ‘pemarah’. Pada kalimat kedua terdapat generalisasi kata ‘nephews and nieces’ yang
terjemahannya adalah ‘keponakan laki – laki dan perempuan’ menjadi lebih netral ‘kemenakannya’,
dan dalam kalimat ketiga kata ‘liquid’ yang artinya adalah ‘ cairan’ diterjemahkan menjadi ‘minuman’.
Amplifikasi linguistik adalah teknik menambah unsur – unsur linguistik dalam teks bahasa sasaran.
Teks ini digunakan dalam penerjemahan lisan konsekutif dan dubbing.
Contoh:
No BSu BSa
2. The little star always comes out next to Bintang kecil selalu keluar di langit bersama
his friend the Moon. temannya bulan.
Pada contoh kalimat pertama penerjemah menambahkan unsur linguistik untuk lebih memperjelas
maksud dari kata “pardon me?’ Contoh kedua penerjemah juga menambahkan unsur linguistik “Di
langit” bertujuan untuk memperjelas makna dari teks BSu.
Kompresi linguistik adalah teknik mensintesa unsur – unsur linguistik ke dalam teks BSa. Teknik ini
sering digunakan untuk penerjemahan lisan spontan dan subtitling.
Contoh:
No BSu BSa
1. if this Tommy Lucero was not the man Jika Tommy Lucero itu bukan identitas yang
he said he was, we are dead sebenarnya,tamatlah
2. And it’s the shiniest star of them all. Dan itu adalah bintang yang paling terang.
Teknik penerjemahan harfiah adalah mengalihkan sebuah ekspresi kata demi kata tetapi strukturnya
sudah mengikuti aturan dalam bahasa sasaran.
Contoh:
No BSu BSa
2. She had read a book of mine and had Dia telah membaca buku saya dan berkirim
written to me about it. surat kepada saya tentang buku itu.
3. Painting with ink is a unique feature of Melukis dengan tinta adalah bagian yang unik
Chinese culture and pak Suharto always dalam kebudayaan Tionghoa, dan pak Suharto
shows off his expertise every time selalu menampilkan keahliannya setiap kali
Semawis Market is open. pasar malam Semawis berlangsung.
Contoh kalimat diatas mengunakan teknik penerjemahan harfiah (literal translation) karena bahasa
sumber langsung diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran dengan sedikit penyesuaian struktur
bahasa.
13. Modulasi (Modulation)
Modulasi adalah teknik penerjemahan yang mengubah sudut pandang, fokus, atau kategori kognitif
dalam hubungannya dalam teks BSu, bisa dalam tataran leksikal atau struktural.
Contoh:
No BSu BSa
1. You can take the leg off and that might Potong saja kakiku ini danmungkin aku akan
stop it, though I doubt it. lebih tenang, walau aku tidak yakin itu.
2. Please put hand baggage in the Mohon meletakkan bagasi kabin dalam rak
overhead luggage compartment or penyimpanan di atas tempat duduk atau
under your seat. dibawah kursi anda.
3. I make a wish on the first little star that Aku mengucapkan kepadabintang kecil yang
I see in the sky. pertama muncul di langit.
Pada contoh kalimat pertama penerjemah melakukan modulasi karena jika diterjemahkan dengan
makna literal menghasilkan penerjemahan yang tidak wajar. Kalimat kedua penerjemah melakukan
modulasi kata ‘put hand’ menjadi ‘meletakkan’. Pada kalimat ketiga penerjemahn melakukan
modulasi kata ‘ I make a wish’ menjadi ‘ aku mengucapkan ‘ dan mengubah sudut pandang ‘the first
little star that I see in the sky’ menjadi ‘ bintang kecil yang pertama muncul di langit’.
Reduksi adalah kebalikan dari teknik amplifikasi. Teknik ini menekan / memadatkan informasi yang
terdapat dalam BSu ke dalam BSa. Teknik ini hampir mirip dengan omission tapi ada sedikit perbedaan.
Teknik penghilangan (ommision) ini berbeda atau tidak termasuk sebagai teknik reduksi yang
diredefinisi Molina dan Albir. Mereka menyebutkan bahwa reduksi terkait dengan implisitasi pesan
Bsu pada Bsa. Sementara penghilangan (omission) adalah pelenyapan pesan dalam Bsa. Oleh karena
itu, kedua teknik ini perlu dibedakan karena konteks. Dengan kata lain, informasi yang eksplisit dalam
teks bahasa sumber dijadikan implisit dalam teks bahasa sasaran.
Contoh:
No BSu BSa
1. Pelembang, the capital of South Palembang, dikenal juga dengan sebutan Bumi
Sumatra Province, is also known as Sriwijaya.
Bumi Sriwijaya (Sriwijaya Land).
(Menikmati Bumi Sriwijaya)
(Enjoying Bumi Sriwijaya)
2. it is far better and desirable Itu lebih baik dan merupakan perbuatan yang
benevolence (ihsan mustahab) sangat diharapkan (ihsan mustahab)
Pada kalimat pertama, penerjemah mengimplisitkan kata “the capital of South Sumatra Province”.
Substitusi adalah teknik mengganti elemen linguistik ke dalam elemen paralinguistik (intonasi atau
isyarat).
Contoh:
No BSu BSa
1. She waved him aside with an airy Dia menyuruh pelayan itu pergidengan isyarat
gesture. yang ringan.
2. Both Japanese bow to each other. Kedua orang Jepang saling memberi salam.
Pada kalimat pertama dan kedua contoh diatas terdapat elemen paralinguistik isyarat. Elemen
tersebut pada kalimat pertama adalah “waved him aside” yang diterjemahkan menjadi “menyuruh
pelayan itu pergi” dan pada kalimat kedua “bow to each other” diterjemahkan menjadi “saling
member salam”.
Partikularisasi adala teknik penggunaan istilah yang lebih konkret atau khusus. Teknik ini bertolak
belakang dengan teknik generalisasi.
Contoh:
No BSu BSa
1. Remain seated, with your seat belt on, Tetaplah duduk dengan sabuk pengaman
when the aircraft is taking off, landing or terikat pada saatpesawat lepas landas dan
taxiing. ketika akan melakukan pendaratan.
2. Try some of these subtle Cobalah beberapa senam aerobik berikut ini
aerobic exercises while in your seat to sambil duduk, dan upayakan agar tubuh Anda
try and loosen up. dalam keadaan santai.
Pada contoh kalimat pertama diatas, penerjemah melakukan teknik partikularisasi pada kata “the
aircraft’ yang diterjemahkan menjadi “pesawat”. Pada kalimat kedua penerjemah melakukan
partikularasisai pada kata “exercises”. Kata tersebut diterjemahkan menjadi “senam”. Penerjemah
menggunakan istilah khusus dari exercise yang berarti berolahragamenjadi senam.
Pada kalimat ketiga terdapat artikel ‘a’ pada ‘a star’ menunjukkan bahwa star yang dimaksud
masih indefinite, tetapi penerjemah membuatnya lebih spesifik menjadi bintang itu.
Transposisi adalah menggantikan struktur gramatikal BSu menjadi struktur gramatikal BSa. Teknik ini
dilakukan untuk megubah struktur asli BSu agar mencapai efek yang sepadan. Pengubahan ini bisa
berupa pengubahan bentuk jamak ke tunggal, posisi kata sifat, sampai pengubahan struktur kalimat
secara keseluruhan.
Contoh:
No BSu BSa
1. Musical instruments can be divided Alat musik bisa dibagi menjadidua kelompok
into two basic groups. dasar.
2. Passengers are not allowed to consume Para penumpang hanya diperbolehkan minum
alcoholic beverages other than those minuman beralkohol yang disajikan oleh awak
served by Flight Attendants. kabin.
4. Apply to damp skin and rinse off. Gunakan pada kulit yang kusam dan bilas
hingga bersih.
Pada kalimat pertama letak kata sifat di dalam dua frase nomina “musical instrument” dan
“two basic groups” diubah letaknya. Di dalam bahasa Inggris, kata sifat yang berfungsi sebagai unsur
menerangkan harus diletakkan didepan yang diterangkan sehingga berpola M - D. Dalam Bahasa
Indonesia kita mempunyai pola D – M jadi letak katanya berubah.
Pada contoh kalimat kedua, penerjemah melakukan transposisi dari dua klausa menjadi satu
klausa tanpa mengubah maknanya. Pada kalimat ketiga terjadi perubahan jenis kalimat dari kalimat
ajakan menggunakan “let’s” menjadi kalimat perintah “antar”.
Pada kalimat keempat terdapat frase nomina yang merupakan bentukan dari adjektiva dan nomina
yaitu ‘damp skin’yang berpola MD (menerangkan – diterangkan). Penerjemah teks ini
menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia dengan pola DM (diterangkan – menerangkan) yaitu
‘kulit yang kusam’.
Variasai adalah teknik untuk mengubah unsur – unsur linguistik atau paralinguistik yang
mempengaruhi variasi linguistik: perubahan tona tekstual, gaya bahasa, dialek sosial, dan juga dialek
geografis. Teknik ini bisa ditemukan dalam penerjemahan drama atau cerita anak.
Contoh:
No BSu BSa
3. To tell Tico to jump, say salta Untuk memberi tahu Tico untuk melompat
katakan “loncat”.
Kalimat pertama dan kedua adalah variasi linguistik dalam dialek sosial dari BSu yang diterjemahkan
menjadi BSa. Dalam contoh kalimat ketiga kata ‘salta’ diterjemahkan menjadi ‘loncat’ dan diberi tanda
kutip karena bukan kata loncat yang harus diucapkan tetapi ‘salta’ yang dalam bahasa Indonesia
berarti ‘loncat’.