0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan15 halaman

Pidato TK

Dokumen tersebut merupakan naskah pidato sambutan kepala sekolah pada acara perpisahan siswa SMAN 1 Labuhan Haji, Lombok Timur. Kepala sekolah menyampaikan terima kasih kepada hadirin atas kehadirannya dan mendoakan kesuksesan siswa. Ia memberikan pesan motivasi kepada siswa untuk terus mengejar mimpi dan cita-cita mereka meski menghadapi berbagai kesulitan.

Diunggah oleh

Sri Susanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan15 halaman

Pidato TK

Dokumen tersebut merupakan naskah pidato sambutan kepala sekolah pada acara perpisahan siswa SMAN 1 Labuhan Haji, Lombok Timur. Kepala sekolah menyampaikan terima kasih kepada hadirin atas kehadirannya dan mendoakan kesuksesan siswa. Ia memberikan pesan motivasi kepada siswa untuk terus mengejar mimpi dan cita-cita mereka meski menghadapi berbagai kesulitan.

Diunggah oleh

Sri Susanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Assalamu’alaikum wr wb

Yang terhormat kepala desa…


Yang terhormat pimpinan cabang aisyiyah
Yang terhormat pimpinan ranting aisyiyah
Yang terhormat tamu undangan serta anak-anakku yang saya sayangi
dan saya banggakan

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah


SWT yang telah memberikan rahmat serta karunianya kepada kita,
sehingga kita dapat berkumpul dalam acara lepas kenang dan
kenaikan tingkat TK aisyiyah ini dalam keadaan sehat wal afiat. Amin.

Kedua kalinya sholawat serta salam tetap kita junjungkan kepada


Nabi Muhammad SAW, dengan iringan sholawat mudah-mudahan
kelak di hari akhir kita tetap termasuk dalam golongan orang-orang
yang mukmin.

Tamu undangan yang saya hormati, pada kesempatan kali ini saya
sebagai kepala sekolah sekaligus mewakili segenap panitia lepas
kenang mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada hadirin
sekalian, yang mana telah berkenan hadir pada acara kami. Tak lupa
pula kami memohon maaf apabila ada kesalahan baik itu tutur kata
ataupun ucapan kami, mulai dari awal acara hingga akhir nanti.

Hadirin yang saya hormati, disini saya akan menyampaikan beberapa


hal tentang perkembangan anak didik kami. Perlu Bpk/Ibu semua
ketahui bahwasanya walaupun TK ini baru 2 tahun ini berdiri, namun
sudah banyak prestasi yang diukir. Mulai dari tingkat kecamatan,
kabupaten bahkan yang lebih membanggakan lagi anak-anak didik
kami dapat berprestasi di tingkat propinsi.

Sebuah hal yang luar biasa bagi kami. Semua ibi, tentu tidak terlepas
dari peran serta bpk/ibu wali murid dan juga semua pihak yang telah
mendukung kami, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Mudah-mudahan jasa baik anda semua dibalas oleh Allah sebagai
amal ibadah yang baik. Amin.

Saya kira tidak perlu berlama-lama saya memberi sambutan, apabila


ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wabilahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum wr wb


Contoh Teks/Naskah Pidato Sambutan Guru/Kepala Sekolah dalam acara perpisahan sekolah baik
SD, SMP dan SMA dalam memberikan pesan dan kesan kepada siswa-siswinya.

Download Contoh Naskah Pidato Perpisahan

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita rahmat, hidayah dan
taufik-Nya sehingga kita bisa hadir diacara perpisahan ini.

Bapak, Ibu guru serta para orang tua siswa kelasVI, IX, XII khususnya, terimakasih atas kehadirannya
diacara perpisahan ini, dan terimakasih

juga atas semua dukungannya sehingga acara perpisahan ini bisa terlaksana sesuai dengan apa yang
telah direncanakan. tak lupa juga saya ucapkan selamat kepada anak-anak kelas ... Tahun Ajaran 20..
/20...

Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Allah Muhammad SAW,
yang telah menyelamatkan kita dari zaman jahiliyah menuju zaman zakariyah.

Ini mungkin hari terakhir bagi anak-anak kelas ... Tahun Ajaran 20.. /20... sekalian berada di sekolah
ini. Namun, segala apa yang telah kita lalui bersama merupakan kenangan terindah yang tak akan
terlupakan. Ada banyak hal yang belum sempat kami berikan kepada kalian. Namun demikian,
mudah-mudahan dengan ilmu yang telah diajarkan di sekolah ini bisa menjadi bekal buat kehidupan
kalian dimasa depan nanti.

Anak-anaku sekalian

Sungguhpun kalian adalah panutan yang baik bagi kami. Kalian telah memberi prestasi bagi sekolah
kami. Sekarang ini mungkin hari terakhir kebersamaan kita, tapi bukan berarti hari terakhir
hubungan kita dalam hal lainnya, mungkin suatu saat kita akan bersama kembali walau dalam hal
atau hubungan lain, bukan seperti sekarang hubungan antara guru dan murid. Ada banyak sekali hal
yang berkesan selama kalian sekolah disini. Kebersamaan kalian yang membuat sekolah kita menjadi
kuat, dan berprestasi dalam membangun nama baik sekolah kita.
Ibu, bapak serta anak-anaku sekalian

Sebuah ungkapan yang tak asing lagi bagi kita, “dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan”. Tiga
tahun lalu kita bertemu di tempat ini, dan ditempat ini pulalah kita berpisah. Inilah takdir manusia
yang tak terelakkan. Kita tak bisa melawan waktu. Biarlah waktu itu berlalu seiring dengan linangan
air mata kami.

Ibu, bapak serta anak-anaku sekalian

anak-anaku tercinta, satu pesan buat kalian. Kalian adalah alumni-alumni yang baik lagi sopan.
Perlihatkanlah sifat baik lagi sopan itu kepada orang-orang di luar sana. Buatlah hal itu menjadi ciri
khas bagi alumni sekolah kita. Jagalah nama baik sekolah kita dimanapun kalian memijakkan kaki.
Tetapkanlah hati dan pikiran kalian dalam kejujuran dan kebenaran, niscaya kalian akan menjadi
orang-orang yang sukses dan berhasil di masa depan. Selamat jalan anak-anaku sekalian !. Semoga
Tuhan mempertemukan kita kembali di masa yang akan datang.

Ibu, bapak serta anak-anaku sekalian

Sebetulnya masih banyak hal ingin saya sampaikan kepada kalian. Namun mudah-mudahan
walaupun dengan sedikit pesan dan kesan ini, dapat mendatangkan berkah dan manfaat kepada kita
semua. Sekali lagi, selamat jalan anak-anaku sekalian !..

Akhir kata saya uccapkan Minallahil Musta’an Wa ‘Alaihit Tiklan

Fallahu Khairun Hafidzan

Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Sabtu, 5 Mei 2012. Hari ini adalah hari pertama yang sangat berbahagia buat murid-muridku. Hari ini
tepatnya sekolah kami SMAN 1 Labuhan Haji, Lombok Timur-NTB, mengadakan acara perpisahan
atau PISAH KENANG untuk kelas XII yang akan lulus tahun ini. Sekalipun murid-murid kelas XII masih
harus menunggu pengumuman Ujian Nasional (UN) tanggal 26 Mei nanti, sebagai hari bahagia kedua
mereka, jika nanti mereka dinyatakan LULUS UN. Namun, acara Pisah Kenang ini setidaknya bisa
meredam gejolak penasaran yang ada di dada mereka. Mereka bisa menghibur diri dan memuaskan
diri mereka dengan berfoto bersama-sama guru mereka tercinta. Guru mereka yang telah
menumpahkan ilmunya kepada setiap kepala-kepala polos yang laksana Hardisk yang baru terisi
sebagian saja. Pisah Kenang ini juga sebagai tanda pelepasan siswa oleh sekolah -yang telah
mendidik dan mengajar mereka selama 3 tahun- kepada Pihak Orang Tua/Wali Murid yang diwakili
oleh Pengurus Komite Sekolah. 13363062201869355147 Kata Orang bijak, "ada pertemuan ada pula
perpisahan". Begitulah dengan para siswaku tercinta, mereka mulai diterima di sekolah kami dalam
keadaan penuh harapan. Mulai dari proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) 3 tahun lalu, kemudian
mereka dibina, diajarkan, dididik, dibimbing, diarahkan, diatur, hingga mungkin disayangi oleh guru
mereka, laksana seorang ayah dan ibu yang menyayangi anak tercinta mereka. Hingga hari ini,
mereka harus berpisah dengan kami para gurunya. Mudah-mudahan saja ilmu yang diberikan
selama 3 tahun bisa menjadi anak tangga yang kokoh untuk menaiki tangga berikutnya. Untuk
selanjutnya para murid ini harus pergi lagi menuntut ilmu untuk menggapai cita-cita dan mimpi-
mimpi mereka. Saya pun jadi teringat lagu Laskar Pelangi dari Nidji. Semoga lagu yang pernah
populer sebagai sound track Film Laskar Pelangi ini bisa menjadi peluru motivasi kepada seluruh
siswa saya. Nidji berpesan dalam lagunya: Mimpi adalah kunci Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah Sampai engkau meraihnya .... Bebaskan mimpimu di angkasa Warnai bintang
di jiwa Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia selamanya Cinta kepada hidup Memberikan senyuman abadi Walau hidup kadang
tak adil Tapi cinta lengkapi kita Laskar pelangi takkan terikat waktu Jangan berhenti mewarnai Jutaan
mimpi di bumi Sebagai guru yang tugasnya mentransfer ilmu dan mendidik dengan hati, tentu saja
banyak suka dan duka bersama murid-muridnya. Sebagai murid, tentu saja mereka kadang-kadang
membuat senang dan bangga guru mereka. Tetapi tidak sedikit juga para murid yang kadang-kadang
membuat jengkel dan marah gurunya. Tetapi guru tetaplah guru. Dia harus berlapang dada dan
senang memberi maaf kepada kesalahan-kesalahan murid-muridnya. Toh juga para murid telah
dibuatkan trafffic light berupa rambu-rambu dan Tata Tertib Sekolah di sekolah kami, agar mereka
bisa dan terbiasa hidup disiplin. Karena itulah fungsi ganda dari sekolah, yaitu: sebagai tempat untuk
Belajar-Mengajar dan Mendidik. Jika ada murid yang melanggar rambu-rambu itu, maka tugas
sekolah lah yang harus terus membina dan mendidik mereka hingga mereka benar-benar seperti
anak yang disayang ibu dan bapaknya. 13364505821161337307 Marahnya guru kepada murid
bukanlah seperti marahnya Polisi kepada Penjahat. Tetapi marahnya guru adalah marah sayang. Itu
ibarat marahnya Ayah dan Ibu kepada Anaknya. Begitu pula cinta-nya guru kepada muridnya,
bukanlah cinta Romeo kepada Yuliet, atau seperti perangko di amplop, kendati banyak guru yang
akhirnya berjodoh dengan muridnya. Memang seperti katanya dalang "cinta itu datangnya dari mata
lalu turun ke hati". Tak salah pula lah, jika guru (yang masih lajang) mau mempersunting muridnya
sebagai istri. Toh itu juga sesuatu yang sah dan halal melalui jalur pernikahan. Acara dimulai pukul
09.30 wita, karena harus menunggu para tamu undangan berdatangan. Mulai dari Camat Labuhan
Haji, Kapolsek Labuhan Haji, UPTD Dinas, Kepala Desa, dan beberapa perwakilan pejabat/pengawas
dari Dinas Dikpora Lombok Timur, dan lain-lain. Beberapa rangkaian acara berhasil terlaksana
dengan lancar hingga usai pukul 12.00 wita. Mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, dan acara
hiburan. Satu pesan menarik yang disampaikan oleh Ketua Osisnya (Laila Ramdani) di akhir
sambutannya kepada kakak kelas mereka kelas XII yang akan lulus adalah “Raihlah Baju Sarjana
Sebelum Meraih Baju Pengantin”. Pesan ini saya anggap memiliki makna yang sangat mendalam dan
tepat sekali, mengingat bahwa tingkat Drop Out (DO) yang cukup besar dan persentase siswa yang
melanjutkan ke perguruan tinggi relatif kecil. Memang faktor ekonomi dan kondisi keluargalah yang
menjadi faktor dominan di daerah kami di Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur. Suguhan acara
yang tidak kalah bagusnya adalah pementasan Drama yang diperankan oleh anak-anak Kelas XI IPA.
Di bawah bimbingan guru seni mereka, Sabahandi, S.Pd dan Heny Kurniawati, S.Pd, mereka berhasil
membawakan sebuah drama yang sangat menyentuh perasaan para siswa kelas XII dan para tamu
undangan. Tema dramanya adalah silang pendapat antara seorang ibu dari Suku Sasak Lombok yang
tidak mengharapkan anak mereka untuk melanjutkan sekolah dengan sang anak yang sangat ingin
melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi di akhir kisah anaknya berhasil
menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi dan sukses membuat keluarga menjadi bahagia yang
akhirnya mengubah pandangan awal sang Ibu. 13364507871314095444 Untuk diketahui para
pembaca bahwa di adat sasak yang tradisional (suku utama di Pulau Lombok), masih banyak orang
tua mereka yang tidak mau anaknya melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka
berpendapat bahwa sekolah hanya menghabiskan biaya saja. Lebih baik anak-anak mereka
membantu orang tuanya bekerja di sawah, ladang, atau peternakan. Bahkan tidak sedikit juga
selepas sekolah anak-anak mereka harus dikawinkan dini dengan saudara dekat mereka, kendatipun
sebenarnya mereka belum matang untuk membina keluarga. 1336306343239210111 Selamat Jalan
Murid-muridku tercinta. Di pundakmu harapan keluarga dan bangsamu berada. Janganlah kau patah
semangat melihat jurang terjal menganga. Di seberang sana, kan kau temukan emas dan intan
berlian nan mempesona. Kau ibarat burung camar yang pergi pagi dan pulang petang membawa
berita gembira kepada anak-anaknya di sarang. Sang burung membawa bekal makanan yang cukup
untuk esok hari. Wahai murid-muridku sayang, gurumu ibarat obor penerang. Cahaya yang diberikan
oleh guru-gurumu harus kau bawa ke tempat kegelapan agar bisa menjadi penerang di tengah
kegelapan itu. Habis Gelap Terbitlah Terang, demikian pesan ibunda pahlawan RA Kartini. Dari
Kegelapan Menuju Terang Benderang (minaz zulumati ilannuur), demikian agama kita menjelaskan.
Wujudkan mimpi-mimpi indahmu. Kelak kau kan tahu apa makna kehidupan. Tetapi berjalanlah di
rel kehidupan yang benar. Patuhilah segala rambu dan aturan. Karena itu membawa kepada
keselamatan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/subkioke/selamat-jalan-muridku-sayang-wujudkan-
mimpi-mimpimu_55103dd58133119a36bc6140
Dunia anak adalah dunia bermain, aktif, kreatif, spontan. Dunia yang riang, gembira,
imajinatif dan sederhana. Dalam sebuah kata-kata bijak disebutkan bahwa “Khootibunnas ‘Ala
Qodri Uqullihim. Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan akalnya.” Ajarilah/didiklah sesuai
dengan perkembangan otaknya. Pada anak usia dini yang berkembang otak kanan. Cara
berpikirnya konkrit, sederhana, bicaralah dan ajarkan sesuai kadar kapasitas mereka.Satu lagi,
dunia anak adalah dunia meniru. Contohkan apa yang bisa mereka tiru sesuatu yang baik dari
kita. Jika kita ingin anak kita terbentuk seperti apa, itu tergantung dari kita. Ingin anak kita
sholeh, maka contohkan kesholehan itu dari kita. Ingin anak kita menjadi anak yang jujur,
kita contohkan kejujuran dari kita. Jika kita ingin berhasil maka jadilah dai. Dai itu artinya
orang yang mengajak, bukan orang yang menyuruh. Sama-sama jalan bersama melakukan
kebaikan. Dalam QS. Ali Imron ayat 103 disebutkan bahwa, “Hendaklah kamu mengajak
orang lain untuk berbuat kebaikan.”Harapan yang kita simpan dalam benak kita adalah
memiliki anak yang qurrota a’yun, bukan hanya fisik tapi juga akhlaqnya. Seperti kita ingin
memiliki taman yang indah, yang kita lakukan adalah membeli pohon dulu, menata, merawat,
menjaga, dst. Ada usaha dan pengorbanan, begitu juga untuk anak-anak.Kita akan berlari
sekencang-kencangnya, ingin segera melakukannya jika kita tahu keutamaan mendidik anak
yang baik. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Jika dia berkata baik, kembali pada kita.” Itu
semua berkat anak-anakmu yang engkau didik agar berkata/berbuat baik.Kami seluruh insan
pendidik berazzam untuk terus menerus meningkatkan pelayanan/usaha untuk mendidik
anak-anak yang telah diamanahkan Allah SWT agar lebih baik lagi, lebih efektif, lebih tepat
sasaran sehingga tujuan pembangunan karakter di TKIT Nurul Fikri akan tercapai. Tentunya
kami mangajak orang tua siswa untuk bersama-sama melaksanakannya, saling bahu
membahu, saling memberikan masukan yang membangun untuk tercapainya pembentukan
karakter yang kita idam-idamkan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Damai sejahtera bagi kita semua.

Syukur kita panjatkan kepada Tuhan atas rahmatnya yang melimpah, penyertaaan, bimbingan,
kebaikan dan cinta kasih-Nya sehingga pada saat ini dapat berkumpul kembali dalam suasana penuh
kekeluargaan sebagai satu Keluarga Besar SMA Marsudirini Bekasi.

Dalam kesempatan yang baik ini, sebelumnya saya atas nama Keluarga Besar SMA Marsudirini
Bekasi mengucapkan “ Selamat Datang” dan terima kasih atas kehadiran segenap undangan,
khususnya bapak/ibu orang tua peserta didik, untuk saling berbagi kebahagiaan atas semua karunia
“keberhasilan” pendidikan yang telah dijalani anak-anak yang kita cintai ini. Seluruh rangkaian
proses pendidikan di SMA Marsudirini Bekasi berakhir seiring dengan pengmumuman kelulusan
pada tanggal 24 Mei 2013.
Tiada kata lain yang dapat kami ucapkan selain “Terima Kasih”, kepada bapak/ibu orangtua peserta
didik atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami segenap staf pendidikan dan tenaga
kependidikan, untuk mendidik dan mengajar putra-putri bapak/ibu selama ± 3 tahun.

Pendidikan kami yang bervisi “Terciptanya lingkungan pendidikan yang unggul dalam membimbing
peserta didik yang mampu mengembangkan kemampuan di bidang akademis dan nonakademis
serta nilai-nilai hidup manusiawi”, dan juga visi Yayasan Marsudirini yakni: “Karya pendidikan
Marsudirini mengembangkan pribadi yang cerdas, beriman pada Tuhan mencintai sesama dan alam
ciptaanNya”, mengarahkan kami sebagai pendidik untuk berusaha dengan segenap kemampuan,
memberikan pelayanan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi-potensi peserta didik ,
baik dari sisi keilmuan maupun kepribadian. Demikian pula dalam pendampingan peserta didik, kami
berusaha memberikan keteladanan sikap dan perilaku dewasa.

Namun apabila sekiranya masih ada kekurangan dalam memberikan pelayanan pendidikan pada
putra-putri bapak/ibu sekalian , maka pada kesempatan yang baik ini, saya mewakili segenap staf
pendidik dan tenaga kependidikan SMA Marsudirini Bekasi mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Bapak ibu yang berbahagia

Dengan berakhirnya proses pendidikan di SMA Marsudirini Bekasi, maka berakhirlah pula kerjasama
yang kita jalin dengan penuh persaudaraan dan kekeluargaan selama ini.

Kami berharap walaupun proses pendidikan putra-putri bapak/ibu sudah tidak lagi menjadi
tanggung jawab kami, namun baiklah bila kita masih menjalin kerjasama dengan saling memberikan
informasi yang bermanfaat dan mendukung perkembangan sekolah ini.

Bapak ibu yang berbahagia

Sebelum kami menyerahkan kembali putra-putri bapak/ibu, perkenankanlah kami menyampaikan


hasil kelulusan Kelas XII Tahun Pelajaran 2012/2013

Peserta Ujian Nasional 2012/2013 berjumlah 310 siswa dengan rincian:


Program IPA sebanyak = 148 siswa

Program IPS sebanyak = 162 siswa

Berdasarkan hasil rapat dewan guru dan berdasarkan Kriteria Kelulusan maka kami sampaikan hasil
kelulusan sebagai berikut :

Program IPA lulus = 148 siswa, dengan prosentase kelulusan = 100 %

Program IPS lulus = 162 siswa, dengan prosentase kelulusan = 100 %

Adapun untuk statistik nilai hasil ujian sebagai berikut:

Program IPA

Bahasa Indonesia:

-Tertinggi = 9,40

-Terendah = 6,20

-Rata-rata = 8,21

-Klasifikasi = A

Bahasa Inggris

-Tertinggi = 10,00

-Terendah = 6,20

-Rata-rata = 8,67

-Klasifikasi = A

Matematika

-Tertinggi = 10,00

-Terendah = 4,00
-Rata-rata = 7,76

-Klasifikasi = A

Fisika:

-Tertinggi = 9,75

-Terendah = 4,00

-Rata-rata = 7,30

-Klasifikasi = B

Kimia:

-Tertinggi = 9,75

-Terendah = 4,75

-Rata-rata = 7,65

-Klasifikasi = A

Biologi:

-Tertinggi = 9,00

-Terendah = 4,50

-Rata-rata = 6,83

Klasifikasi = B

Klasifikasi rata-rata seluruhnya = A

Jml Siswa = 148

Kelulusan = 100%

Program IPS
Bahasa Indonesia:

-Tertinggi = 9,40

-Terendah = 5,80

-Rata-rata = 7,77

-Klasifikasi = A

Bahasa Inggris

-Tertinggi = 10,00

-Terendah = 5,20

-Rata-rata = 8,20

-Klasifikasi = A

Matematika

-Tertinggi = 10,00

-Terendah = 3,75

-Rata-rata = 7,45

Klasifikasi = B

Ekonomi:

-Tertinggi = 9,75

-Terendah = 4,25

-Rata-rata = 6,89

-Klasifikasi = B

Sosiologi:
-Tertinggi = 9,20

-Terendah = 4,40

-Rata-rata = 7,42

-Klasifikasi = B

Geografi:

-Tertinggi = 8,80

-Terendah = 3,80

-Rata-rata = 6,55

Klasifikasi = B

Klasifikasi rata-rata Seluruhnya = B

Jml Siswa = 162

Kelulusan = 100%

Berdasarkan jumlah nilai enam mata pelajaran Ujian Nasional 2013, jumlah nilai tertinggi untuk
program IPA SMA Marsudirini Bekasi sebesar 55,30 atas nama Kevin Silvanus, dan jumlah nilai
tertinggi untuk program IPS SMA Marsudirini Bekasi dan juga sekaligus tertinggi untuk program IPS
se Kota Bekasi sebesar 53,95 atas nama Kelvin Chandra.

Pada kesempatan yang baik ini, kami sampaikan pula rekapitulasi hasil penerimaan siswa melalui
jalur undangan yang diumumkan pada tanggal 28 Mei 2013 sebagai berikut:

peserta didik SMA Marsudirini Bekasi yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui:

(1) SIMAK UI jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) sebanyak 1 siswa
(2) SNMPTN Jalur Undangan sebanyak 26 siswa, dengan rincian:

No

Nama PTN

Jumlah Anak

1.

Institut Teknologi Bandung (ITB)

2.

Universitas Padjajaran (UNPAD)

3.

Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

4.
Universitas Indonesia (UI)

5.

Universitas Brawijaya (UNBRAW)

6.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

7.

Institut Pertanian Bogor (IPB)

8.

Universitas Gajah Mada (UGM)

9.

Universitas Diponegoro (UNDIP)

1
Untuk ini kami atas nama segenap staf pendidik dan tenaga kependidikan SMA Marsudirini Bekasi,
mengucapkan proficiat kepada para peserta didik Angkatan 17 SMA Marsudirini Bekasi dan juga
kepada bapak/ibu/wali peserta didik atas keberhasilan kita bersama menyelesaikan proses
pendidikan di SMA Marsudirini Bekasi.

Keberhasilan ini hendaknya diimani sebagai anugerah Tuhan yang patut kita syukuri.

Kepada anak-anakku yang berbahagia,

Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, karena dengan kasihNya telah menyertai kalian
semua setiap hari sehingga mampu menyelesaikan jenjang pendidikan menengah. Kelulusan ini
hendaknya dimaknai sebagai awal sebuah perjalanan hidup selepas pendidikan menengah dengan
berbagai permasalahan hidup yang harus dihadapi kelak, sampai terbentuk kedewasaan pribadi dan
kematangan ilmu pengetahuan kalian, yang kelak dapat berguna bagi pelayanan kepada sesama.

Pendidikan tinggi yang akan kalian jalani nanti, merupakan jenjang yang menuntut ketekunan,
kedisiplinkan diri dan tanggung jawab atas perkembangan diri kalian masing-masing. Tumbuhkanlah
semangat belajar bukan hanya semata-mata mencari capaian nilai-nilai akademis saja, namun lebih
kepada belajar untuk hidup. Kembangkanlah kecerdasan intelegensia, emosional dan spiritual, agar
kelak menjadi pribadi utuh dan tangguh dalam mengatasi permasalahan hidup. Janganlah mundur
dalam setiap menghadapi rintangan, namun jadikanlah rintangan itu sebagai media belajar
mengatasi hidup. Kuatkanlah semangat dan tabahkan hati dalam setiap menghadapi permasalahan.
Ingatlah bahwa Tuhan selalu menyertaimu.

Jalinlah persaudaraan dengan sesama yang dilandasi dengan cinta kasih. Belajarlah untuk
berkomunikasi secara santun. Berlatihlah terus untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah.
Berpikirlah kreatif dengan mengembangkan solusi-solusi alternatif . Hadapilah hidupmu dengan
penuh semangat. Berimanlah yang teguh, dalam bentuk berserah diri pada Tuhan, karena segala
kehidupan yang terjadi adalah “Deus Providebit” yakni Tuhanlah yang menyelenggarakan.
Pada kesempatan ini, secara pribadi saya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada segenap
staf pendidik dan tenaga kependidikan yang telah bekerja dengan pengorbanan yang besar demi
keberhasilan pelayanan pendidikan para anak-anak yang kita cintai ini.

Bapak ibu yang berbahagia

Dengan keberhasilan para putra-putri bapak ibu di SMA Marsudirini Bekasi ini, maka pada
kesempatan ini pula secara resmi kami menyerahkan kembali putra-putri dalam bimbingan bapak
ibu, untuk mendapatkan bimbingan selanjutnya.

Bapak ibu yang berbahagia

Demikian sambutan kami, bila ada sesuatu yang kurang berkenan, kami mohon maaf.

Sekian dan terima kasih.

Bekasi, 31 Mei 2013

Common questions

Didukung oleh AI

Educators use farewell speeches to strengthen ongoing school-community relationships by recognizing the contributions of parents, local leaders, and various stakeholders. Acknowledging and thanking community members for their support fosters goodwill and encourages continued collaboration . By using the occasion to articulate a shared vision for future success beyond school, these speeches highlight the interconnectedness between educational outcomes and community development . The emphasis on mutual support and appreciation creates a strong foundation for collaborative efforts in future educational initiatives and community-building endeavors .

School farewell speeches serve as a reflection of individual and collective achievements by celebrating personal milestones alongside shared successes. They often recognize individual accomplishments like academic excellence while highlighting the collective journey of students through teamwork and shared experiences . The mention of institutional awards and recognition at regional or national levels underscores this dual recognition. Such speeches aim to honor personal growth within the larger context of the school's mission and values, thereby linking personal achievements to communal pride and legacy .

The symbolism of ‘journeys’ and ‘milestones’ in speeches to motivate students is used to frame educational transitions as steps in a broader life path. The journey metaphor encourages students to view their academic journey as a series of progressive accomplishments that prepare them for future challenges. Milestones, such as graduations or competitive successes, are celebrated as markers of achievement and personal growth . This symbolism is intended to foster a sense of accomplishment while motivating students to pursue further goals with determination and optimism, suggesting that each milestone reached is both an end and a new beginning .

The use of metaphor and figurative language in educational speeches enhances audience engagement by providing relatable and vivid imagery that captures complex emotions and ideas. For instance, comparing students' growth to climbing a ladder or embarking on a journey encourages listeners to conceptualize their progress in dynamic, empowering terms . Such language fosters a creative understanding of educational experiences, making abstract concepts more tangible and memorable. It activates emotional resonance and cognitive connection, ensuring the message resonates more deeply with students and motivates them toward future achievements .

School farewell speeches reflect the dual roles of educational institutions by emphasizing both academic achievements and character development. They highlight not only the transfer of knowledge but also the nurturing of virtues such as honesty and perseverance. This is evident in the encouragement given to students to maintain their good traits, like politeness and discipline, as representations of their alma mater's values . The acknowledgment of both intellectual accomplishments and moral growth underscores this dual role and aligns with the institutions' goals of holistic development .

Educators face challenges in delivering farewell speeches, such as balancing emotional expression with professionalism and ensuring inclusivity. Overcoming these challenges requires careful speech composition that resonates with diverse audiences while maintaining institutional traditions. Incorporating universal messages of unity and encouragement can bridge emotional divides. Additionally, addressing individual achievements and collective experiences helps personalize the message and instill a sense of belonging. Educators can benefit from audience engagement techniques, such as storytelling, to connect with students personally and motivate them effectively despite varying levels of emotional readiness to part .

Incorporation of motivational quotes and cultural references enhances school farewell messages by connecting deeper emotional and intellectual responses with the audience. Such elements, like Nidji's 'Laskar Pelangi' lyrics and philosophical sayings, provide students with culturally relevant frameworks that inspire action and reflection . These quotes and references serve as reminders of shared cultural values and aspirations, leading to a greater sense of unity and purpose among students. They engage the audience on a personal level while reinforcing the speech's themes of aspiration and perseverance .

Cultural and religious elements are integrated into educational speeches as both a means of grounding the event in shared values and as a motivational tool. References to religious practices, such as the gratitude expressed to Allah or the importance of sholawat and salam to Prophet Muhammad SAW, serve to reaffirm communal beliefs and traditions . These elements underline the moral and ethical responsibilities imparted during education, reinforcing the importance of religious guidance alongside academic achievement . They promote a sense of continuity and cultural identity, linking educational progress to broader life principles.

In school ceremonies, particularly farewell events, the concept of time is highlighted by the inevitability of progression and change. Phrases like “dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan” (where there are meetings, there are partings) emphasize the transient nature of gatherings and the continuous march of time . These ceremonies acknowledge the emotional passage from one phase of life to another and encourage participants to embrace new challenges while cherishing past memories, thus illustrating time's role as a catalyst for growth and change.

Emotional appeals in farewell speeches are constructed through nostalgic recollections and encouraging future prospects. Speakers often use shared experiences, like accomplishments or challenges, to create a sense of unity and pride. References to the deep bond between teachers and students, and the use of poetic language, as seen in the expression of wishes for continued success and happiness, enhance emotional connection . The speeches also employ motivational elements, drawing on cultural or philosophical sayings such as ‘cinta itu datangnya dari mata lalu turun ke hati’ (love comes from the eyes then goes to the heart) to instill hope and resilience .

Anda mungkin juga menyukai