0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
498 tayangan18 halaman

Contoh Bisnis Plan

Dokumen tersebut merupakan contoh bisnis plan untuk usaha Tropical Pat Bing Soo yang menjual sop buah khas Korea dengan kombinasi buah tropis Indonesia. Bisnis ini memanfaatkan bahan baku buah lokal Malang dan menawarkan variasi topping dan es krim untuk menarik konsumen, khususnya mahasiswa. Rencana pemasarannya meliputi promosi melalui media sosial dan brosur serta kerja sama dengan lembaga mahasiswa.

Diunggah oleh

Abob
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
498 tayangan18 halaman

Contoh Bisnis Plan

Dokumen tersebut merupakan contoh bisnis plan untuk usaha Tropical Pat Bing Soo yang menjual sop buah khas Korea dengan kombinasi buah tropis Indonesia. Bisnis ini memanfaatkan bahan baku buah lokal Malang dan menawarkan variasi topping dan es krim untuk menarik konsumen, khususnya mahasiswa. Rencana pemasarannya meliputi promosi melalui media sosial dan brosur serta kerja sama dengan lembaga mahasiswa.

Diunggah oleh

Abob
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NOMER FORMULIR PENDAFTARAN

BISNIS PLAN UKM MAHASISWA WIRAUSAHA


Judul Bisnis Plan
Disusun Oleh :

Nama
NIM

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2014
Contoh Bisnis Plan Bidang Boga

TROPICAL PAT BING SOO

Karakteristik Keunikan Produk Barang


Tropical Pat Bing Soo merupakan produk sop buah yang berasal dari korea namun
dengan kombinasi buah tropis asal Indonesia, dalam produk ini terdapatberbagai
buah dengan bermacam macam warna sehingga terlihat sangat menarik, selain itu
tambahan topping dan es krim yang di lumuri dengan creamer dan sirup di atasnya
membuat sajian ini menjadi lebih nikmat. dalam produk ini disediakan bermacam
pilihan buah yaitustrawberry, manga, selasi, rambutan, semangka, melon, pisang,
dan buah naga, selain itu di sediakan bermacam pilihan toping yaitu marsmellow,
agar agar, stict dan chocochip, dan sebagai pelengkap nikmatnya produk ini di
sediakan pilihan es krim rasa coklat, vanilla dan strawberry.
Keunikan dari produk ini yang pertama adalah warna dan bentuknya yang
menarik karena produk ini memiliki berbagai macam warna dari berbagai macam
buah,topping dan es krim nya. Porsinya dan bentuknya sudah kita buat
sedemikian rupa sehingga pas untuk sekali makan. Keunikan yang kedua terletak
pada bagian di dalamnya karena terdapat 3 bagian yang isinya berbeda beda, pada
bagian pertama yang terletak dipaling bawah terdiri dari agar agar, selai, rambutan
selasi dan manggaselanjutnya dilapisi es serut di antara bagian pertama dan kedua.
bagian kedua terdiri dari buah buahan berbagai warna seperti semangka, pisang,
melon, strawberry, dan buah naga dan pada bagian ketiga dilengkapi dengan es
krim dengan tambahan toping berupa chocochip dan wafer sehingga terlihat
menarik, jika pada umumnya olahan es menggunakan air dan es batu. Maka
keunikan ketiga yaitu produk ini tidak menggunakan es batu dan air, sebagai
penggantinya produk ini menggunakan es serut sehingga tampilannya berpadu
dengan buah dan ice krim sehingga membuat perpaduan rasa yang khas.
Pemilihan buah buahan yang lebih dominan pun juga dengan beberapa alas an
yang sangat logis. Malang mempunyai produk buah buahan yang sangat besar,.
Dari besarnya produksi buah buahan di Malang tetapi produk olahannya belum
dimaksimalkan secara baik, karenanya kami membuat inovasi olahan produk
olahanbuah.
Keistimewaan lain dari produk ini adalah sirup yang digunakan. sirup yang di
gunakan adalah sirup khusus, sirup ini memiliki aroma dan cita rasa yang khas.
Selain itu sirup ini sangat cocok untuk di padukan dengan es serut dan ice krim
sehingga tampilan produk ini sangat menarik.
Untuk mengembangkan Tropical Pat Bing Soo, kita akan membuat gerakan
“Fruitolic” yaitu gerakan untuk gemar memakan buah kepada masyarakat karena
buah buahan sangat baik untuk kesehatan. Sehingga kesehatan masyarakat
meningkat.

2
Analisis Kompetisi dan Peluang Pasar Produk Barang
1. Strenghts
 Bahan baku yang melimpah (buah buahan) serta pemanfaatannya sebagai
produk olahan pangan yang masih minim.
 Semakin meningkatnya permintaan masyarakat akan alternatif sumber gizi,
sehingga kami mengunakanbuah buahan sebagai bahan baku
pembuatanutama pembuatan Tropical Pat Bing Soo
 Buah buahan memiliki banyak keunggulan, baik dari segi kandungan gizi
maupun citarasa.
 Usaha kami memberikan harga yang terjangkau bagi semua lapisan
masyarakat sesuai dengan kualitas produk yang kami hasilkan.
 Mayoritas masyarakat menyukai buah buahan.
 Mayoritas masyarakat menyukai es krim
 Mayoritas masyarakat menyukai kuliner asal korea

2. Weakness
 Cuaca kota malang yang saat kondisi dingin mengurangi keinginan
konsumen untuk mengkonsumsi olahan dingin.

3. Opportunities
 Karena produk ini terdiri dari berbagai macam buah, Kandungan nilai gizi
nya lebih lengkap dibanding produk olahan buah lain. Sehingga harapannya
produk ini dapat diterima oleh masyarakat
 Belum banyak pemanfaatan produk buah buahan sebagai sumber pangan.
 Tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan sumber gizi asal nabati.
4. Threats
 Setiap usaha apapun tentunya memiliki ancaman sebagai resiko
bisnis,kecenderungan munculnya usaha sejenis ketika pengguna jasa yang
semakin meningkatyang menjadi tantangan dan motivasi tersendiri,sehingga
kami dengan yakin akan tetap bertahan dan berkembang ke arah yang lebih
baik.

Analisa Kompetitif
Usaha ini masih belum ada di kota malang, selainitu masih belum umum
didengar dan dikenal oleh masyarakat terutama berbagai macam buah yang di
kombinasikan dengan es krim dan topping. Dengan variasi buah dan berbagai
variasi mengenai es krim sirup dan topping kami, kami optimis usaha yang kami
jalankan tidak mendapat ancaman serius karena kami memiliki nilai plus berupa
bahan baku yang lebih sehat. Selain itu dengan promosi yang intensif melalui
brosur dan media jejaring sosial serta marketing, kami yakin akan mampu
mengedukasi pasar dengan produk kami dengan tagline warna warni buahnya,
menyegarkan, menyehatkan.Dan dengan membuat gerakan “Fruitholic” yaitu
gerakan untuk gemar memakan buah kepada masyarakat sehingga konsumsi
terhadap buah buahan meningkat sehingga secara tidak langsung dapat
menyehatkan masyarakat.

3
Aspek Mekanisme Produksi Barang dan Jasa Layanan
 Manajemen Operasional
Persiapan Tempat
Tempat Penjualan akan menjadi sarana penjualan sekaligus promosi. Tempat
Penjualan akan didesain dengan menggunakan warna yang menarik perhatian
dan desain yang unik. Tempat Penjualan yang digunakan akan menggunakan
paduan berbagai warna, dengan berbagai peralatan fungsional yang menunjang
penjualan. Kami juga mencantumkan logo yang menggambarkan produk kita
dpada tempat penjualan dan kemasan berupa sterofoam yang bergambar logo.
Persiapan lokasi usaha
Lokasi usaha bertempat di kawasan ruko Jl. Sumbersari Gang 1.
Persiapan Produk
Bahan baku didapatkan dari penjual ikan di Pasar Besar Kota Malang yang
merupakan hasil produksi buah Kota Batu, Kabupaten Malang,Manajemen
Promosi
Kami membuat sarana promosi melalui pembuatan situs account jejaring
sosial. Untuk media cetak kami mendesain, pamflet, brosur yang akan kami
sebar di darerah sekitar penjualan, daerah kampus di kota Malang.
 Manajemen Pelayanan
Slogan kami dalam pelayanan adalah “Kepuasan anda adalah kepuasan kami”.
Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama kami dalam penjualan produk ini.
Kami berusaha memberikan produk terbaik dari hasil pengolahan bahan.
 Manajemen Lingkungan
Semua hasil limbah akan kita manfaatkan. Salah satu limbah yang paling besar
dari produksi ini adalah limbah kulit buah. Kulit buah ini akan kami olah
menjadi pupuk dan makanan ternak. Sehingga pengelolaan limbah terkelola
dengan baik sehingga meminimalisir pencemaran lingkungan.

Rencana Pemasaran Pasar Produk Barang dan Jasa LayananSegmentasi


Pasar

Pangsa Pasar Persentase


Segmen Pasar (diurutkan
No (persentasedari Total Kumulatif
berdasarkan pangsa pasar)
Pelayanan) (%)

1. Mahasiswa 60% 60%


2. Masyarakat umum 40% 40%

TOTAL 100 % 100%

Mahasiswa
Pangsa pasar untuk mahasiswa sangatlah besar, sekitar 60%. Karena Kota
Malang dikenal sebagaikota pendidikan, setiap tahunnnya malang mendapatkan
tambahan penduduk yang menempuh studi di Malang sekitar 20.000 mahasiswa.
Untuk menunjang keberhasilan usaha, kami akan menjalin kerjasama dengan
lembaga-lembaga mahasiswa di seluruh kampus di Kota Malang sebagai strategi
pemasaran untuk membantu pengenalan kepada para mahasiswa dan masyarakat

4
pencinta kuliner tentang Tropical Pat Bing Soo. Tidak menutup kemungkinan
dengan berkembangnya usaha kami, setidaknya kami turut berpartisipasi
mempromosikan makanan khas Kota Malang kepada masyarakat.

Perencanaan Kapasitas Pelayanan


Semakin meningkatnya jumlah mahasiswa di Kota Malang, konsumsi
akan makanan khas Kota Malang akan meningkat. Faktor pemenuhan penjualan
makanan khas Kota Malang dibutuhkan keberadaannya sehingga peluang Tropical
Pat Bing Soo terbuka lebar. Untuk memulai usaha ini kami mentargetkan minimal
penjualan 50 Mangkuk per hari.

Rencana Anggaran
Nama Bahan Jumlah Harga Per Total
satuan
1. Biaya tetap
Sewa tempat 2 Lokasi Rp 800.000 Rp 1.600.000
Frezer 1 buah Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
Meja lesehan 4 buah Rp 300.000 Rp 1.200.000
X benner 1 benner Rp 70.000 Rp 70.000
Pamflet 75 pamflet Rp 1.000 Rp 75.000
Sekop es krim 1 buah Rp 25.000 Rp 25.000
Alat Putar Penyerut 1 buah Rp 210.000 Rp 210.000
Es Batu
Toples Buah 8 buah Rp 5.000 Rp 40.000
Mangkuk Saji 2 lusin Rp 180.000 Rp 360.000
Sendok 2 lusin Rp 25.000 Rp 50.000
Box Es 1 buah Rp 75.000 Rp 75.000
Sterofoam 4 buah Rp 5.000 Rp 20.000
Pisau 3 buah Rp 7.000 Rp 21.000
Pisau Kulit Buah 1 buah Rp 3.000 Rp 3.000
Irus 2 buah Rp 3.000 Rp 6.000
Nampan 3 buah Rp 5.000 Rp 15.000
Ember 2 buah Rp 12.000 Rp 24.000
Kain Lap 2 buah Rp 7.000 Rp 14.000
Talenan 1 buah Rp 20.000 Rp 20.000
Upah pekerja 2 orang (15.000 x 30 hr) Rp 450.000 Rp 900.000
Total Rp 6.773.000
Biaya operasional
Melon 5kg Rp 12.000 Rp 60.000
Semangka 5 kg Rp 10.000 Rp 50.000
Rambutan 8 ikat Rp 5.000 Rp 40.000
Strowberry 2 kg Rp 20.000 Rp 40.000
Buah naga 4 kg Rp 20.000 Rp 80.000
Pisang Ambon 5 sisir Rp 12.000 Rp 70.000
Mangga 4 kg Rp 10.000 Rp 40.000
Kiwi 3 kg Rp 25.000 Rp 75.000
Sirup DHT 8 botol Rp 25.000 Rp 200.000

5
Creamer 8buah Rp 10.000 Rp 80.000
Marsmellow 10 pack Rp 5.000 Rp 50.000
Agar agar 8 buah Rp 3.000 Rp 24.000
Ice cream 2 kg Rp 150.000 Rp 300.000
Selasi 2 pack Rp 7.500 Rp 15.000
Topiing 5 jenis Rp 15.000 Rp 75.000
Stick 4 pack Rp 7000 Rp 28.000
Total Rp 1.227.000
Biaya Keseluruhan Rp 8.000.000

- Harga pokok produksi (HPP)/ taksiran = Rp 5.500,- /Porsi


- Harga jual produksi (HJP) = HPP /100%-provit
= Rp 8.000 / 100% - 30 %
= Rp 3.000 / 70%
= Rp 7.857,- dibulatkan menjadi Rp 8.000
- Break event point(BEP) = Biaya tetap / HJP-HPP
= Rp 8.000.000,- / Rp 2.500,-
= 3200
Usaha ini akan mencapai break event point setelah menjual 3.200 Porsi / 3 bulan
(1067 mangkok per bulan atau 36Kotak per hari)
- Prediksi laba rugi
(Target penjualan per-bulan1.500Porsi)
Penjualan/omset1.500 x Rp 8000 Rp. 12.000.000,-
HPP1.500 x Rp 3.000 Rp. 8.250.000,-–
laba kotor Rp. 3.750.000,-
Biaya Operasional Rp. 1.227.000,- –
(operasional dan gaji karyawan)
Laba bersih Rp. 2.523.500,-
- Pay back periode (PBP) = total invest awal / laba bersih 1 tahun
= Rp 8.000.000/ 2523.500
= 0,26
Dibutuhkan waktu 0,26 tahun untuk mengembalikan modal awal usaha.

6
Contoh Bisnis Plan Bidang Jasa

1. Karakteristik Keunikan Usaha We-Rent

We-Rentadalah usaha yang bergerak dalam


bidangjasapersewaanbarangkebutuhan event mahasiswadancatering. We-Rent
merupakankependekan kata dariusahaWe Rental. Sejarah berdirinya usaha ini
berawal dari melihat peluang usaha untuk kegiatan/event yang ada dilingkungan
kampus Universitas Barawijaya (UB), khususnya kegiatan mahasiswa. Pada
awalnya usaha jasa ini hanya bergerak dalam bidang jasa penyediaan catering,
yang bergerak dengan pendanaan pribadi dan sistem pembeliannya reseller dari
rumah makan. Hingga saat ini sistem penyediaan catering masih reseller dari
rumah makan . Berbekal pengalaman dalam pelaksanaan penyediaan catering
daritahun 2012 hingga sekarang serta minat berwirausaha, muncul ide baru untuk
mengembangkan serta meningkatkan nilai usaha jasa penyedia catering ini yaitu
dengan menambah jumlah produksi catering serta menyediakan jasa persewaan
barang-barang kebutuhan event mahasiswa serta yang fokus pada event-event
Mahasiswa Universitas Brawijaya baik berupa seminar-seminar, pelatihan-
pelatihan, gathering dan lain-lain.
Keunikan dan keunggulanWe-Rent
1. Hargabersaing: yaitu dengan memberlakukan sistem paket
penyewaan atau pun per jam yang lebih murah dari harga yang
ditetapkan oleh penyedia jasa yang sama.
2. Delivery Order: yaitu dengansistemantarjemput gratis
untukwilayahsekitarkampusUniversitasBrawijaya, UIN, UM, UMM,
ITN dansekitarnya
3. Pelayanan 24 jam: yaitu full times service, dimana We-Rent
bisadihubungikapansajauntukmelakukanpenyewaanlewat SMS atau
pun Telfon.
4. Reward Customer: yaitu sistempemberian reward
untukpelanggansetiaWe-Rent yangintensitastransaksisewanya paling
tinggi.

2. Analisis Kompetisi dan Peluang Pasar Produk


 Analisis Kompetisi

7
Identifikasikekuatandankelemahansuatuusahaitusangatdiperlukanu
ntukmenilaikapasitasusahauntukbertahandarihambatan-
hambatanataupunpersaingandengankompetitor.Olehkarenaitu, We-Rent
jugamembutuhkananalisisusahadengansederhanamenggunakananalisis
SWOT, sebagaiberikut.

Tabel 1.Analisis SWOT


Kekuatan (Strenght): Kelemahan (Weakness):
1. Sudahtersedianyaperalatansewa 1. Terbatasnyasumberdayamanusia
2. Penetapanhargasewasesuai “kantong” 2. Tingkat resikokerusakan yang tinggipadaperalatan
mahasiswa 3. Omsetusaha yang
3. Sistemfull time service dandelivery order tergantungpadakuantitaspemesananbaikperalatanm
4. Adanyastandard operating procedure aupuncatering
(SOP) pelayanan.
5. Perjalananusahaselama 3 tahun
Peluang (Opportunity): Ancaman (Threats):
1. Banyaknyaevent-eventmahasiswa 1. Berkembangnyausahasejenis di UB
2. Kebutuhanmahasiswaakanbiayakegiatan 2. Ketidakpuasanpelanggan
yang murah 3. Meningkatnyahargabarang-barangkonsumsi yang
3. Minimnyapesainguntuk sub usaha rental mempengaruhihargacatering
penyewaan di wilayahkampus UB
4. Kegiatanmasyarakatsekitarsebagai target
pasar.

Segmentasi, targeting, danpositioning


Pembagian pasar untuk usaha jasa ini berdasarkan status pengguna yaitu
mahasiswa, dan masyarakat umum. Dimana mahasiswa menjadi pengguna
utama dengan intensitas penyewaan yang lebih tinggi dibandingkan
masyarakat umum.Sasaran utama dari jasa penyewaan dan catering ini adalah
mahasiswa. Dimana mahasiswa pada umumnya sering mengadakan kegiatan

8
atau event-event mahasiswa di kampus. Kebanyakan event mahasiswa
anggarannya menyesuaikan dengan kantong mahasiswa. Oleh karena itu, We-
Rent hadir memenuhi kebutuhan mahasiswa sesuai kantong mahasiswa.
Dalam kondisi persaingan dengan usaha sejenin di luar kampus, We-Rent
memiliki komitmen untuk menjadi jasa penyewaan yang melekat dibenak
pelanggan sebagai “Solution of Our Event”. Usaha catering yang
berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan konsumsi event dengan tagline
“Your Ring, Your Bring”, full times service dan kemudahan.

 Peluang Pasar
Saat ini jasapenyewaankebutuhan event
olehmahasiswauntukmahasiswaterlengkap di
UniversitasBrawijayahanyaadasatuyaituWe-Rent. Selainitu,
karenausahajasasudahberjalanmulaitahun 2012 dengannamausaha “We-
Rent” hinggasekarangbanyakmahasiswa UB padakhususnya yang
sudahtidakasingdenganusahajasaini. We-Rent
optimisdenganpenampilanbaru,
pelayananbarudanpengembanganusahajasapersewaanalatserta branding
barumenjadiWe-Rent.
 Analisis Resiko
Resiko kompetisi dari usaha jasa ini tergolong kecil jika target
pasarnya melingkupi kampus Universitas Brawijaya dan sekitarnya.
Walaupun We-Rent akan memperluas pasarnya di luar kampus, resiko
kompetisinya pun tidak terlalu siginifikan. Karenaselainhargabersaing,
We-Rent jugamemilikikomitmen yang
mengutamakankepuasanpelanggandanpelayananfull
times.Namunsepertiusaha-usaha yang lain resiko terletak pada
peningkatanbiayamaintenance barang-barangsewa,
jikaterjadikerusakanataupunresikokehilangan.

3. Aspek Mekanisme Produksi dan Pelayanan We-Rent

9
Proses pelayananWe-Rentdibuatmudahdansimple
untukmemberikankenyamanandankemudahankepadapelanggan. Selain, pusatWe-
Rent yang mudah di akses,
pemesanansewabarangdancateringjugabisadilakukandalamwaktu 24 jam
baikmelaluismsataupuntelfon. We-
Rentsaatinimempunyaiseorangpetugaskhususuntukmelayanipemesananpelanggan
yang siap 24 jam.. Proses pelayanandijelaskan pada gambar berikut:

Gambar 1.Rental Service Gambar 2.Catering


Service

4. RencanaPemasaran PasarProduk
 Sistemdan Target Pemasaran Went’ U ring
a. Barang-barangkebutuhanevent Media promosi: Mahasiswa:
LCD UB,UM,UMM,UI
-Sosial media
N,ITN, dan
Layar
-X-Banner sekitarnya
HandyCam Masyarakat
-Spanduk
Camdig Umum
-Brosur
TOA
b. Catering Instansi
Sistem Sewa:via
Snack kue Microphone Media promosi:
sms/telfon. Mahasiswa: UB,
NasiKotak Kabel Roll UM,UMM,UIN,IT
-Sosial media
N, dan sekitarnya
NasiBungkus
-X-Banner
Minuman
-Spanduk
Nasitumpengdanmemenuhi Masyarakat
-Brosur Umum

-Ikut tender
10
eventmahasiswa
Instansi
-Makan Sehat Gratis
permintaankonsumen
Dalam mencapai keberhasilan dalam hal pemasaran, yakni
peningkatanpendapatansewadanpendapatandaripemesanancateringWe-
Rent memiliki target utamadalampencapaiannyayaitu:
a. Target
Tabel 2. Target PencapaianWe-Rent
JangkaPendek JangkaPanjang
1. Peningkatanpendapatancatering 1. kesehatanmakanan
rata-rata per bulan dari BPOM
2. Pengenalanusahapersewaanalat dankehalalanmaka
3. Omsetcatering nan catering.
Rp1.500.000/bulamdancatering 2. Memiliki partner
Rp 10.000.000 bulanpertama. tetapsebagaipenyed
4. mendapatkanyaituperijinanansura iakebutuhanevent-
tijintempatusaha (SITU). eventinstansi
3. Memilikibanyakpel
anggan yang
setiapadaWe-Rent.
5. RencanaAnggaran dan Laporan
Anggaran penggunaan dana pada usaha I-Rent Cat dapat dijelaskan di bawah ini.
a. Rental Service
Total Cost (TC) Rp 5,497,500.00
Total Revenue (TR)
AsumsiTransaksisatubulan:
NamaBarang HargaSewa Jumlah Pendapatan
Per Jam Per Hari
LCD + Layar Rp 25,000.00 25 Rp 625,000.00
Layar Rp 5,000.00 15 Rp 75,000.00
Handycam Rp 10,000.00 Rp 135,000.00 3 Rp 405,000.00
Camdig Rp 35,000.00 5 Rp 175,000.00
TOA Rp 20,000.00 5 Rp 100,000.00
Microphone Rp 20,000.00 5 Rp 100,000.00
Kabel Roll Rp 5,000.00 4 Rp 20,000.00
Rp 1,500,000.00

BiayaPenyusutan per bulanditetapkansebesar 2% darihargapembelian

11
b. Catering Service
TC TVC Total
Rp Rp
Total Cost Rp 1,770,500.00 681,000.00 2,451,500.00
Note: Target
pendapatandalamsebul Rp
Dengan an (TR) 10,000,000.00
Rp
Target Keuntungan 7,548,500.00
Pemesanan Return Of Cost Ratio
jasa catering R/C= TR/TC
dalam R/C= 10000000/2451500
sebulan R/C= 4.079135223
pertama Break Event Point
adalah 5 Total
event dimana BiayaProduksi/Jumlahprodu
BEPh (harga) ksi
tiap event 100
2451500/500 kotak
pesanan nasi
Rp 4,903.00
kotak.

BEPp (produksi) Total BiayaProduksi/Harga


2451500/6000
Harga yang 408
ditetapkan untuk
satu kotak nasi
sebesar

Rp 6000,00

12
Contoh Bisnis Plan Bidang Industri

Hee Ja-BI
(Hijab Berlogo dan Berbatik)

Karakteristik Keunikan Produk Barang dan Jasa Layanan


Melihat trend jilbabyang mengalami peningkatan dan pergerakan
kelas menegah dari tahun ke tahun yang terus mengalami naik, ide HeeJa-
BI muncul sebagai terobosan baru.Hee-JaBI adalah usaha yang bergerak di
bidang fashion. Hee Ja-BI sendiri merupakan singkatan dari HeeJa(Hija)
dan BI. Pengambilan nama Hee, karena penulis terinspirasi dengan
trendnya anak-anak yang lagi demam Korea. Sedangkan Bi adalah nama
panggilan dari pelaksana ide kretif ini. Ide ini muncul ketika seorang
Bapak, yang bosan melihat jilbab tanpa identitas. Bentuk dan warna jilbab
sekarang pun beraneka macam, dari yang soft hingga netral pun semunya
ada. Sayang seribu sayang, meskipun corak dan warnaberbeda namun jika
tidak memiliki identitas yang unik hanyalah sebuah jilbab biasa. Motif-
motif jilbab yang ada di pasaran sekarang masih menggunakan motif yang
natural bahkan tidak bermotif. Perbedaan jilbab antara satu dengan yang
lain biasanya pada gradasi warna, dari biru muda, biru hingga biru tua.
Selain itu belum ada penggunaan batik pada jilbab. Oleh karena itu,
HeeJa-BI ini membuat terobosan baru dengan dua produk sekaligus,
pertama setiap jilbab akan memiliki corak maupun motif sendiri. motif
yang digunakan tidak menggunakan gambar natural (bunga-bunga,
dedaunan) namun, menggunakan motif batik. Kedua, jilbab yang
menggunakan bodir identitas logo atau gambar yang disukai misalnya,
lambang fakultas, organisasi maupun klub sepak bola. Setiap pembelian
dua jilbab akan mendapatkan ekslusif goody bag yang tentunya ramah
lingkungan dan tahan air.
Kaunggulan Hee-JaBI
a. Harga terjangkau
Yakni harga tergantung dari tingkat kesulitan dari pemesanan untuk
pemboridrannya.
b. Reward Customoer
Setiap pembelian sejumlah yang ditentukan maka akan mendapatkan
diskon maupun gratis untuk mennetukan jenis bordiran yang
disukainnya.
c. Corak Modern dan Elegan
Corak bisa ditentukan berdasarkan keinginan. Maupun penggunaan
nama, organisasi maupun instansi.
d. Going Concern “Batik”
HeeJa-BI membantu Pemerinath untuk pelesatrain budaya yakni batik
di setiap daerah.
e. Eksklusif Goody Bag
Berasal dari bahan spunbond yang ramah lingkungan dan kuat.
Analisis Kompetisi dan Peluang Pasar Produk Barang dan Jasa
Layanan
 Analisis Kompetisi

13
Identifikasi kekuatan dan kelemahan suatu usaha itu sangat perlu
diperlukan untuk menilai kapasitas usaha untuk bertahan dari
hambatan-hambatan ataupun persainagn dengan kompetitor. Oleh
karena itu, HeeJa-BI juga membutuhkan analisis usaha dengan
sederhana mengguanakan analisis SWOT sebagai berikut :
Tabel 1. Analisis SWOT
Kekuatan (Strenght) Kelemahan (Weakness)
1. Memiliki brand yang unik. 1. Kain yang digunakan sulit
Perpaduan antara Korea dan 2. Skill sumber daya masih terbatas,
Indonesia. terutamanya yang menginginkan
2. Motif/corak dan logo yang motif batik
digunakan 3. Mahal di alat bordir
3. Omzet penjualan tinggi 4. Lamanya prioses pembordiran
4. Pangsa pasar luas nama dengan batik/motif
5. Hak paten yang mahal
Peluang (Opportunity) Ancaman (Threats)
1. Semakin banyaknya wanita 1. Berkembangnya usaha sejenis di
Indonesia memakai Hijab, ex : lingkungan mahasiswa UB.
Alissa Soebandono. 2. Ada anggapan nama tidak penting
2. Tuntutan dunia kerja yang semakin di bagian jilbab.
trendi
3. Minimnya pesaing untuk hijab
yang menggunakan motif/corak
dan logo.
4. Belum ada kompetitor
5. Kehidupan mahasiswa yang
semakin fashionable

Segmentasi, Targetting Dan Positioning


Pembagian pasar untuk usaha di bidang fashion kami adalah
mahasiswa dan masayarakat umum. Sedangkan sasaran utama kami
adalah mahasiwa baru, Masing-masing jurusan/fakultas di Universitas
Brawijaya. Dimana mahasiswa baru pada umumnya ingin
mengenalkan jati dirinya kepada masyarakat. Apalagi ketika pulang
tentunya ingin membawa oleh-oleh khas yang identik dengan
kampusnya maupun batik khas Malang. Banyak kegiatan maupun
event yang sering diselenggarakan oleh mahasiswa. Untuk
menunjukkan identitas dirinya sebagai mahasiswa fakultas A muncul
ide untuk bikin kaos maupun jaket. Namun, kaos dan jaket harganya
tidaklah murah. Namun, dengan HeeJa-BI mahasiswa di setiap
jurusan/fakultas tidak perlu cemas, karena HeeJa-BI menjual Jilbab
dengan identik jurusan maupun fakultas. Selain harganya murah, tidak
berat dan menuhin tas, HeeJa-BI merupakan kebutuhan primer setiap
kaum muslimin.
 Peluang pasar
Saat ini usaha Jilbab sudah menjamur dimana-mana. Namun
,HeeJa-BI memiliki keunikan dan kharakteristik yang membedakan
dengan jenis jilbab yang lainnya. HeeJa-BI merupakan usaha Jilbab

14
pertama di Universitas Brawijaya yang memiliki keunikan di motif
dan logonya. HeeJa-BI optimis bahwa usaha ini akan berkembang
pesat mengingat jumlah PDB Indonesia disumbang dari industri
kreatif yakni subsektor fahion dan adanaya pergerakan kelas
menengah yang menaglami peningkatan di angka 56,5%.
(pojokbursa.widyatama.ac.id).
 Analisis Resiko
Resiko kompetisi dari usaha fashion ini tergolong sangat tinggi.
HeeJa-BI memiliki komitmen untuk mengutamakan kepuasan
pelanggan, dimana kami memberikan layanan bagi mereka untuk
mendesain motif dan logo yang diinginkan. Souvenir berupa
eksklusif goody bag, merupakan daya tarik dari HeeJa-BI.

Aspek mekanisme produksi Barang dan Jasa Layanan


Gambar 1.

Memesan Jilbab Ekskluisf


Desain Model Membatik/Logo
Polos
Goody Bag

Mengeringkan,
Mengemas
Menyetrika

Pelanggan

Dalam memproduksi HeeJ-BI, kami mendesain motif maupun


corak. Selanutnya, kami melkaukan pemesanan jilbab polos ke suplier
kami, yakni ...... lalu kami membatiknya maupun membordir logo sesuai
desain yang kami buat atau pesanan. Sebelum pengemasan, tentunya kami
ingin memberikan yang terbaik yakni jilbab disetrika. Tidak lupa pula,
setiap pembelian dua jilbab gratsi satu eksklusif goody bag.
Rencana Pemasaran Pasar dan Produk Barang dan Jasa Layanan
Gambar 2.

HeeJa-BI Strategi Pemasaran

1. Menjalin kemitran
dengan pihak Mahasiswa :
strategis. UB, UM, UMM,
2. Social media UIN, ITN dan
3. X-Banner Masayarakat
4. Spanduk umum.
5. Brosur
6. Peningkatan riset
pemasaran secara
periodik
15
a. Target
Tabel 2. Target pencapain HeeJa-BI
Jangka Pendek Jangka Panjang
1. Peningkatan Pendapatan 1. Jumlah pelanggan
penjualan rata-rata per menagalami peningkatan.
bulan. 2. Perluasan pangsa pasar di
2. Pemasaran ke luar seluruh Jawa Timur bahkan
Malang Raya. seluruh Indonesia.
3. Omzet penjualan
Rp9.000.000/bulan
4. Mematenkan HeeJa-BI

Rencana Anggaran dan Laporan


a. Tabel 3. Biaya Tetap (Biaya Investasi)
No Aktiva Tetap Jumlah Harga Satuan Jumlah (Rp)
(Unit)

1 Penyediaan Alat :
1.500.000
Mesin Jahit 1 5.000 1.500.000
4.000
Gunting 5 25.000
2.000
Canting 5 18.000 20.000
12.000
Jarum 1 pak 2.000
Kompor 2 36.000
Wajan 2 24.000

2 Sewa Mesin Pres 2 500.000 1.000.000

Total 2.607.000

b. Tabel 4. Biaya Variabel (Biaya Kebutuhan Bahan Produksi)


No Modal Kerja Jumlah Harga Jumlah
Satuan (Rp) Total (Rp)

1 Bahan Habis Pakai :


Jilbab paris 15 kodi 165.000 2.475.000
Benang warna warni untuk 12 pak 3.000 36.000
motif batik

16
Plastik Kemasan 4 Kemasan 4.000 16.000
Malam klowong 10 buah 30.000 300.000
Remasol 1 kg 200.000 200.000
Zat warna Naptol 1 kg 200.000 200.000
Garam diazonium 1 kg 250.000 250.000
Rapit 1 kg 220.000 220.000
Soda Abu 1 kg 100.000 100.000
Logo 50 8.000 450.000

Total 4.247.000

c. Tabel 5. Biaya Akomodasi


Jenis Jumlah

Transportasi Rp 300.000

Komunikasi Rp 200.000

Total Rp 500.000

Rekapitulasi Kebutuhan Modal

d. Tabel 6. Rekapitulasi Kebutuhan Modal

Jenis Jumlah

Biaya Kebutuhan Alat Produksi HeeJa-BI Rp 2.607.000

Biaya Kebutuhan Bahan Produksi HeeJa-BI Rp. 4.247.000

Biaya Akomodasi Rp 500.000

Total Rp . 7.354.000

Laba Kotor: Penjualan – Variable Cost (Biaya Bahan Baku + Biaya Akomodasi)
= (300 biji x Rp 30.000) – Rp4.747.000
= Rp 4.253.000

e. Tabel 7. HPP (Harga Pokok Penjualan) dan Break Event Point (BEP)

Menghitung net CMR % HPP


income

17
Penjualan 9.000.000 100% 30.000
Biaya 4.747.000 70% 16.000
Operasional
Kontribusi 4.253.000 30% 14.200
Margin
Net income 1.646.000

Catatan :
 Biaya rata-rata yang diperlukan untuk setiap unit Hee-JaBI sebesar Rp
16.000. keuntungan per produk sebesar Rp 14.000
 Hee-JaBi akan mencapai BEP setelah (7.354.000:16.000 = 459) terjual
kurang lebih 459 lembar jilbab. sehingga waktu yang diperlukan
adalah (459:300) 1,5 Bulan.

18

Anda mungkin juga menyukai