0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
647 tayangan18 halaman

Manajemen Sumber Daya Manusia Tempe

Dokumen tersebut membahas tentang manajemen sumber daya manusia pada industri tempe di Kota Palu. Secara singkat, dokumen menjelaskan tentang pentingnya penerapan fungsi-fungsi manajemen yang terstruktur pada industri tempe untuk meningkatkan kinerja dan keuntungan usaha, serta manajemen sumber daya manusia, modal, metode, mesin, bahan baku, dan pasar sebagai faktor penting dalam manajemen industri tempe.

Diunggah oleh

Septy TRi Wahyuni
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
647 tayangan18 halaman

Manajemen Sumber Daya Manusia Tempe

Dokumen tersebut membahas tentang manajemen sumber daya manusia pada industri tempe di Kota Palu. Secara singkat, dokumen menjelaskan tentang pentingnya penerapan fungsi-fungsi manajemen yang terstruktur pada industri tempe untuk meningkatkan kinerja dan keuntungan usaha, serta manajemen sumber daya manusia, modal, metode, mesin, bahan baku, dan pasar sebagai faktor penting dalam manajemen industri tempe.

Diunggah oleh

Septy TRi Wahyuni
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA AGROINDUSTRI

TEMPE

KELOMPOK 10
1. Wiagusti Eka Sukainah ( 151710301002)
2. Moh. Eri Prasesa Iriyanto ( 151710301035)
3. Septy Tri Wahyuni ( 151710301048)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kedelai merupakan bahan baku utama pengolahan pangan seperti tahu, tempe,
kecap dan lain-lain. Konsumsi bahan pangan yang berasal dari kacang-kacangan
khususnya kedalai di Indonesia merupakan tantangan serius untuk mempertahankan
kelangsungan pengembangan produksi agar mencapai swasembada komoditas
tersebut (Rukmana et al, 1996).
Tempe merupakan sumber protein tinggi yang harga per satuan unit lebih
murah apabila dibandingkan dengan sumber protein asal hewani seperti daging, susu
dan telur. Harganya juga relatif murah, proses pembuatannya sederhana dan mudah,
kandungan gizinya pun cukup tinggi. Beberapa khasiat tempe bagi kesehatan antara
lain menurunkan kolesterol, antidiare dan antioksidan. Nila gizi protein tempe
meningkat setelah proses peragian, karena terjadinya pembebasan asam amino yang
terkandung dalam kedelai diperoleh dari ragi (Cahyadi, 2007).
Industri pembuatan tempe di kota palu merupakan salah satu usaha yang
cukup baik di Sulawesi tengah karena hamper sebagian besar penduduk kota Palu
mengonsumsi makanan ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warung makanan
olahan dari tempe. Sehingga industri tersebut selain dapat memenuhi kebutuhan para
konsumen juga dapat member keuntungan bagi pemilik industri. Namun banyak
industri pembuatan tempe di Kota Palu yang proses manajamennya belum terstruktur
dengan baik hingga dapat mempengaruhi untung dan rugi.
Proses manajamen merupakan daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang
berhubungan secara integral, yang dilaksanakan didalam manajamen secara umum
yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pengarahan dan proses
pengawasan dalam rangka mencapai suatu tujuan secara ekonomis. Jika proses
manajamen dilakukan dengan baik maka sebuah industri dapat terstruktur dengan
baik dan begitu sebaliknya
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diambil suatu pokok
permasalahan yang di angkat dalam praktek umum ini adalah Bagaimanaaplikasi
fungsi-fungsi manajamen pada industri Tempe Monas Kelurahan Tondo Kecamatan
Mantikulore Kota Palu?

1.3 Tujuan dan Kegunaan


Tujuan dari praktek umum adalah untuk mengetahui aplikasi fungsi-fungsi
manajamen pada industri Tempe Monas Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore
Kota Palu.
Kegunaan dari praktek umum yaitu sebagai bahan informasi dalam
pengolahan atau proses manajemen kedelai dari usaha untuk menciptakan tempe yang
baik di industri Tempe Monas, Kelurahan Tondo, KecamatanMantikulore Kota Palu.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Manajemen


Manajemen dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa
istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu, manajemen sebagai suatu
proses, manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan
aktivitas manajemen, manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai
suatu ilmu pengetahuan (Science) menurut pengertian yang pertama, yakni
manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli.
Tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu,
dikemukakan tiga buah definisi. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan
bahwa manajemen adalah suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu
diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya, Hilmanmengatakan bahwa manajemen
adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi
usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama (Ramadhan, 2012).
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-
tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga adalah suatu
ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai
hasil yang diinginkan atau dalam kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari
pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk mengunakan
pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan
suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada
kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara
mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang perlu dalam pekerjaan
itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
2.2 Fungsi Manajemen
Beberapa fungsi-fungsi menejemen yang dikemukakan para pakar, fungsi -
fungsi manajemen menurut beberapa para pakar adalah serangkaian kegiatan yang
dijalankan mengikuti suatu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Pendapat
lain bahwa fungsi Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen
yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan sebelumnya (Hoesin, 2011).

2.3 Faktor Manajemen


2.3.1 Tenaga Kerja
Faktor utama manajamen sumber daya manusia adalah memberikan
kontribusi suksesnya organisasi. Manajemen sumber daya manusia haruslah terdiri
dari aktifitas-aktifitas yang terkait. Aktifitas manajemen sumber daya manusia
meliputi perencanaan dan analisis sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan kerja
bekerja, perekrutan pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan
keuntungan, kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan tenaga kerja dan buruh
(Jackson (1995), dalam Dominic (1997)).
Mengisi sebuah lowongan kerja terlebih dahulu kita hatus memperhatikan
yaitu organisasi haruslah terlebih dahulu mencari orang-orang yang tidak hanya
memenuhi syarat untuk posisi tersebut, namun juga menginginkan pekerjaan. Sebuah
organisasi memerlukan sejumlah tenaga kerja dalam usaha mewujudkan
eksistensinya, yang terarah pada pencapaian tujuannya. Tenaga kerja tersebut
berfungsi sebagai pelaksana pekerjaan yang menjadi tugas pokok organisasi.
Setelah diadakan perencanaan SDM, dan analisis serta klasifikasi pekerjaan,
maka langkah berikutnya adalah melaksanakan rekrutman. Rekrutmen merupakan
proses mencari, menemukan, dan menarik pelamar untuk dipekerjakan dalam dan
oleh suatu organisasi atau perusahaan. Maksud rekrutmen adalah untuk mendapat
persediaan sebanyak mungkin calon-calon pelamar sehingga organisasi atau
perusahaan akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pilihan
terhadap calon pekerjaan yang dianggap memenuhi standar kualifikasi atau
perusahaan. Proses rekrutmen berlangsung mulai dari saat mencari pelamar hingga
pengajuan lamaran oleh pelamar.
2.3.2 Modal
Faktor manajemen modal yang kedua adalah, Cost Averaging tidak bertujuan
untuk satu kali kemenangan, melainkan ke arah akumulasi posisi, yang umum
digunakan dalam trading jangka menengah dan panjang. Metode manajemen modal
tersebut sangat sering diaplikasikan ke pasar Forex, saham, dan reksa dana, tetapi
tidak begitu terkenal untuk futures karena ada tanggal kadaluarsa (break).
2.3.3 Metode
Metode berasal dari Bahasa Yunani Methodos yang berarti cara atau
jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut
masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang
bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.
2.3.4 Mesin
Mesin disini merupakan alat yang digunakan dalam proses produksi,mengolah
bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi. Dengan menggunakan tekhnologi
ini dapat memperlancar kegiatan produksi.
2.3.5 Bahan Baku
Pengertian dari bahan baku menurut Mulyadi, bahan baku adalah bahan yang
membentuk bagian integral produk jadi. Bahan baku menunjang dalam proses
produksi,tanpa adanya bahan baku tidak akan berjalan kegiatan produksi.
2.3.6 Pasar
Pasar adalah suatu tempat pertemuan penjual dan pembeli untuk melakukan
transaksi jual beli dan jasa. Hasil produksi yang dihasilkan akan di distribusi ke pasar
(Dominic, 1997).
2.4 Proses Manajemen
Proses manajemen pada dasarnya merupakan suatu tahapan kegiatan yang
dilakukan suatu perusahaan dengan beberapa tahap yaitu, merencanakan (planning)
adalah suatu proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai
sasaran tadi. Manajer memikirkan dengan matang terlebih dahulu sasaran dan
tindakan serta tindakan mereka berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan
berdasarkan perasaan.
Mengorganisasikan (organizing) adalah suatu proses mempekerjakan dua
orang atau lebih untuk bekerja sama dalam struktur guna mencapai sasaran spesifik
atau beberapa sasaran. Proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan, wewenang,
dan sumber daya di antara anggota organisasi, sehingga mereka dapat mencapai
sasaran organisasi.
Memimpin (actuating) adalah suatu proses dimana dapat mengarahkan dan
mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok atau
seluruh organisasi. Mengarahkan, mempengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk
melaksanakan tugas yang penting.
Mengendalikan (controlling) adalah suatu proses untuk memastikan bahwa
aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Manajer harus yakin
bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi benar-benar menggerakkan
organisasi ke arah sasaran yang telah dirumuskan (Marina, 2011).

2.5 Rencana Manajemen


Perencanaan dalam manajemen adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari
semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain yaitu
pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana
informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama
anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang
harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal
merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus
mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi
ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan banyak tujuan
perencanaan. Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk
manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat
mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama,
dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana,
departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan,
sehingga kerja organisasi kurang efesien.

2.6 Metode
2.6.1 Waktu dan Tempat
Praktek umum ini dilaksanakan pada bulan November 2012 hingga selesai.
Penelitian bertempat pada Industri Tempe Monas Muji Gold di Kelurahan Tondo
Kecamatan Mantikulore Kota Palu.
2.6.2 Jenis dan Sumber Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data Primer dan
Sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari lapangan
dengan wawancara langsung kepada pemilik perusahaan dengan menggunakan alat
bantu questionary. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari bahan-
bahan bacaan serta instansi yang terkait dalam penelitian ini.
2.6.3 Analisis Data
Data yang terkumpul selanjutnya dianalisa secara Deskriptif yaitu dengan cara
menggambarkan apa saja bahan baku, bahan pembantu, alat-alat yang digunakan dan
bagaimana proses manajemen yang digunakan pada industri Tempe Monas Muji
Gold yang secara sistematis. Data diperoleh dengan mengetahui segala kegiatan di
dalam Industri mulai dari proses pengelolaan sampai proses pengemasan.

2.6.4 Penentuan Responden


Penentuan responden dilakukan secara purposive, dimana pihak produsen
yang dipilih yaitu pimpinan perusahaan dan seorang karyawan pada Industri Tempe
Monas di Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu.

2.6.5 Konsep Operasional


Konsep operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Responden adalah orang yang dimintai jawaban/tanggapan atas pertanyaan
yang diajukan atau sumber informasi dari sampel yang diambil dalam praktek
ataupun penelitian.
2. Bahan baku utama yaitu kedelai yang digunakan dalam proses produksi (kg).
3. Produksi adalah proses pembuatan tempe dari bahan kedelai.
4. Produk adalah bahan atau jenis barang yang sudah siap untuk dipasarkan di
konsumsi oleh konsumen.
5. Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan
organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
6. Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang
setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk
mendapatkan keuntungan.
7. Pengolahan adalah sebuah proses mengusahakan atau mengerjakan sesuatu
supaya menjadi lebih sempurna dan mempunyai nilai.
8. Perencanaan (Planning) adalah suatu proses menetapkan sasaran dan tindakan
yang perlu untuk mencapai sasaran.
9. Pengorganisasian (Organizing) adalah suatu proses mempekerjakan dua orang
atau lebih untuk bekerja sama dalam struktur guna mencapai sasaran spesifik atau
beberapa sasaran.
10. Pengarahan (Actuating) adalah suatu proses dimana dapat mengarahkan dan
mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok atau
seluruh organisasi.
11. Pengawasan (Controlling) adalah suatu proses untuk memastikan bahwa aktivitas
sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.

2.7 Hasil dan Pembahasan


2.7.1 Sekilas Tentang Industri Tempe Muji Gold
Melihat peluang bisnis tempe, maka Industri Tempe Monas melakukan
beberapa perencanaan, organisasi, pelaksanaan dan evaluasi. Industri Tempe monas
merupakan salah satu usaha pembuatan tempe yang mengolah hasil pertanian berupa
kedelai yang diolah menjadi tempe dengan skala industri yang masih rumahan (home
industri) dan bergerak dibidang swasta. Usaha yang didirikan pada tahun 1992 oleh
bapak H. Ahmad Solihin (almarhum) dan dilanjutkan oleh istrinya ibu Hj. Sitti
Muzanah M. A Solihin yang salah satu tujuannya yaitu mengolah sumber daya alam
agar memiliki nilai tambah dan menghasilkan laba yang lebih tinggi dan dapat
membuka lapangan pekerjaan buat orang lain.
Tempe Monas Muji Gold mewujudkan usahanya yang khusus pada bidang
produksi atau proses pengolahan yaitu dengan sedemikian rupa agar dapat
memasarkan produk atau hasilnya secara luas yaitu tidak hanya dalam kota Palu saja,
melainkan ke daerah-daerah lain di sekitar Sulawesi. Pada Industri Tempe Monas
Muji Gold dapat mengolah 300 kg sampai 350 kg dalam satu kali proses produksi
dengan harga jual tempe satu bungkus adalah Rp. 1.500.-
Dalam usaha pembuatan tempe, industri Tempe Monas Muji Gold memiliki
proses yang cukup memadai di antaranya luas tanah dan bangunan yang ditempati 15
x 20 m. Ruangan tempat pembuatan tempe serta gudang penyimpanan alat dan bahan
baku. Industri Tempe Monas memiliki tenaga kerja berjumlah sekitar 8 orang dan
masing-masing telah memiliki pekerjaan tetap demi kelancaran proses manajemen.
2.7.2 Pengadaan Bahan Baku
Untuk membuat tempe membutuhkan beberapa bahan, di mana bahan yang
dibutuhkan untuk membuat tempe terdiri dari bahan utama dan bahan pembantu.
Bahan utama diperoleh dari petani di Kabupaten Sigi secara langsung tanpa
perantara. Bahan baku yang digunakan merupakan kedelai, sedangkan bahan
pembantu adalah ragi.
Bahan baku kedelai biasanya disortir terlebih dahulu sebelum digunakan,
karena tidak ingin mengecewakan pelanggan, bagi industri Tempe Monas Muji Gold
kepuasaan dan kenikmatan konsumen adalah hal yang sangat penting dalam
mendukung proses manajemen Tempe Monas Muji Gold, karena jika tidak demikian
usaha tersebut bisa gulung tikar.
Persediaan bahan baku memegang peranan yang sangat penting dalam
menjamin proses produksi suatu perusahaan dapat belangsung secara
berkesinambungan. Bahan mentah dan bahan pembantu sangat penting dalam proses
manajemen, karena tanpa itu kegiatan perusahaan tidak akan berjalan dengan baik
atau bahkan akan terhenti.
Usaha untuk menyediakan bahan baku yang cukup untuk proses manajemen
tentu saja harus ditempuh dengan melaksanakan pembelian-pembelian bahan baku itu
selama proses produksi berjalan. Aktifitas pembelian meliputi spesikasi
produksi mengenai kualitas, pelayanan dan jadwal penyerahan terpercaya.
Tersedianya bahan baku yang cukup merupakan faktor esensial bagi kelangsungan
perusahaan.
Ketiadaan sedikit bahan baku akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Sebaliknya perusahaan tidak menginginkan ketersediaan bahan baku yang terlalu
besar. Industri Tempe Monas Muji Gold memperoleh bahan baku untuk industrinya
yang berupa kedelai dari petani langsung yang telah lama berlangganan dari
Kabupaten Sigi dengan harga berkisar antara Rp. 5.000,-/kg. Frekuensi pembelian
kedelai tidak menentu sesuai kemampuan bahan baku oleh perusahaan.
Industri Tempe Monas Muji gold membeli kebutuhan bahan baku dengan
jumlah yang sesuai untuk memenuhi seluruh kebutuhan manajemen selama periode
tertentu. Pembelian dilakukan dalam jumlah yang tidak terlalu besar, Karena
persediaan bahan yang berlebihan akan memerlukan ruang penyimpanan khusus serta
untuk mengurangi resiko bahan akan rusak karena terlalu lama tersimpan sehingga
dapat mempengaruhi kualitas tempe yang akan dihasilkan.
Jumlah pembeliaan kedelai yang dilakukan oleh industri Tempe Monas Muji
Gold selama tiga bulan terakhir ini dapat terlihat pada tabel berikut.
2.7.3 Bahan Pembantu
Kedelai yang sudah di rendam dan di rebus selama lebih kurang 30 menit
kemudian di di campur dengan ragi agar mudah untuk dicetak dan di fermentasikan.
Dalam pembuatan tempe tidak memerlikan bahan pembantu yang cukup banyak,
hanya memberikan ragi dengan takaran tertentu. Setiap 10 kg kedelai menggunaka
ragi atau inokulum sebanyak 1 sendok makan. Jika pemberian ragi kurang bahkan
melebihi dari takarannya maka akan mempengaruhi rasa dari tempe tersebut.
2.7.4 Peralatan
Beberapa peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Panci cuci adalah panci yang digunakan untuk proses pencucian kedelai.
2. Baskom adalah alat yang digunakan untuk menampung kedelai.
3. Kompor pompa adalah alat untuk memansakan mesin pemasak kedelai.
4. Mesin pemasak kedelai adalah mesin yang digunakan untuk proses memasak
kedelai.
5. Kantung pastik adalah alat yang digunakan untuk membungkus tempe.
6. Lemari tempe adalah alat yang digunakan untk proses fermentasi.
Dalam pembuatan tempe, industri tempe Monas Muji Gold mempunyai beberapa
tahapan alat yang digunakan dalam proses manajamen yaitu tempat pengumpulan
kedelai, tempat pencucian kedelai, pemasakan kedelai, pemberian ragi, pengemasan
dan fermentasi.
2.7.5 Proses Pembuatan Tempe
Proses pembuatan tempe monas ada beberapa tahapa yaitu proses pemasakkan
dimana sebelum dimasak kedelai dibersihkan dahulu dari kotoran besar. Selanjutnya
kedelai dimasukkan kedalam panci masak dan ditambahkan air bersih hingga
melebihi tinggi kedelai. Kemudian kedelai dipanaskan atau dimasak dengan api yang
cukup besar an stabil. Proses pemasakkan berlangsung kurang lebih tiga jam sampai
kedelai lunak.
Proses selanjutnya adalah perendaman kedelai. Setelah kedelai matang, air
bekas memasak kedelai tesebut dibuang dan diganti dengan air yang baru dan dingin
yang selanjutnya kedelai didiamkan atu direndam selama 12 jam. Proses perendaman
ini bertujuan untuk menurunkan pH sehingga kedelai menjadi asam. Kmudian
tahapan selanjutnya proses pencucian dilakukan dengan panci cuci. Dalam pencucian
kedelai disamping disiram kedelai juga diaduk sampai bersih. Selain itu kedelai juga
dihancurkan sehingga kulit kedelai lepas dan pecah. Namun tidak semua kacang
kedelai harus lepas dan pecah. Setelah bersih air dibuang sampai habis kemudian
kedelai ditiriskan selama ±1 sampai 2 jam.
Selanjutnya adalah tahapan yang sangat pnting dalam pembuatan tempe yakni
proses peragian. Proses peragian dimulai dengan cara menambahkan air kedalam
kedelai hingga melebihi tinggi kedelai. Kemudian ragi dimasukkan kedalam kedelai
yang direndam air. Dengan adanya air tersebut ternyata sangat membantu dalam
peragian karena ragi akan terlarut dalam air dan menempel pada kedelai secara
merata. Dengan begitu ragi yang digunakan lebih efisien dan pengadukkannya lebih
ringan. Setelah proses peragian selesai selanjutnya adalah proses pencetakkan yaitu
proses pembungkusan tempe. Bahan pembungkus yang digunakan disini adalah
plastik. Sebelum digunakan pertama kali plastik dilubangi dengan menggunakan
pisau. Jarak antar lubangkurang lebih 2 cm. Hal ini bertujuan untuk sirkulasi
oksigen. Kemudian kedelai yang sudah dicampur dengan ragi dimasukkan dalam
plastik. Tahapan yang terakhir adalah proses pemeraman dikenal juga dengan proses
fermentas yaitu proses pertumbuhan jamur Rizopus oligoporus. Pada proses
pemeraman ini terjadi reaksi kimia dan reaksi fisik. Protein kedelai oleh jamur
diuraikan menjadi asam-asam amino sehingga mudah dicerna. Kadar air kedelai pada
saat fermentasi mengalami penurunan dan tempe siap untuk dipasarkan. Proses
produksi merupakan suatu langkah yang diperlukan untuk menambah kegunaan suatu
barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber tenaga kerja, mesin, bahan-
bahan dan dana yang ada.
Proses pengolahan kedelai menjadi tempe sangat penting artinya karena
pengolahan tersebut dapat menentukan baik butuknya kualitas produk yang akan
dihasilkan. Industri tempe Monas Muji Gold sangat memperhatikan proses
produksnya, Hal ini untuk menjaga mutu dan kualitas dari produk yang akan
dipasarkan sehingga dapat menaraik konsumen. Tempe Monas Muji Gold
memproduksi tempe sekitar 9.000 bungkus/minggu dengan menggunakan bahan baku
sebanyak 1.300 kg dan tenaga kerja sebanyak 8 orang.

2.8 Faktor Manajamen


2.8.1 Perencanan (planning)
Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu
hasil yang diinginkan. Pada industri tempe Monas Muji Gold proses perencanaan
yang dilakukan adalah mulai dari pembelian bahan baku sampai dengan pemasaran.
Pemilihan bahan baku sangat menentukan produk yang dihasilkan, sehingga
pimpinan industri Tempe Monas Muji Gold lebih memilih untuk berlangganan
kepada petani yang berada di Kabupaten Sigi propinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan
tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati oleh seorang pemimpin perusahaan agar
produk yang dihasilkan memuaskan dan bisa memberi keuntungan pada industri
tersebut.
2.8.2 Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian atau Organizing berarti menciptakan suatu struktur dengan
bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antar bagian-
bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan
struktur tersebut. Pengorganisasian bertujuan membagi satu kegiatan besar menjadi
kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam
melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Proses organisasi pada industri Tempe Monas Muji Gold belum terstruktur
dengan baik, karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi yang menyebabkan
industri tersebut kualahan dalam proses ini. Adapun struktur organisasi Industri
Tempe Monas Muji Gold sebagai berikut:
Berdasarkan gambar struktur organisasi tersebut terlihat bahwa terdapat
pembagian kerja di dalam industri tempe Monas Muji Gold yaitu:
1. Pimpinan bertanggung jawab langsung terhadap jalannya operasioanal
perusahaan secara keseleruhan. Terlihat bahwa pimpinan juga berperan langsung
dalam kegiatan produksi yakni pada bagian pemasaran dan bagian keuangan,
sehingga pimpinan tidak hanya bertugas mengawasi akan tetapi turut menjadi pekerja
dalam kegiatan produksi tempe.
2. Bagian produksi menangani pembuatan tempe secara keseluruhan dari awal
hingga akhir proses produksi sampai pada proses pengamasan.
3. Bagian pemasaran bertugas memperkenalkan produk tempe, merekrut
penlanggan baru, serta mengumpulkan informasi mengenai kondisi pasar dan
keadaan para pesaing.
4. Bagian keuangan bertugas dan bertanggung jawab penuh atas pembukuan
keuangan perusahaan serta mengawasi dan mencatat setiap pengeluaran dan
penerimaan perusahaan dalam bentuk laporan harian, bulanan, dan tahunan.
2.8.3 Pelaksanaan (actuating)
Pelaksanaan atau penerapan merupakan implementasi dari perencanaan dan
pengorganisasian, dimana seluruh komponen yang berada dalam satu sistem dan satu
organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-
masing untuk dapat mewujudkan tujuan. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan
orang-orang agar mau bekerja dengan penuh secara efektif. Dalam hal ini yang
dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
Pada industri tempe Monas Muji Gold, struktur organisasinya hanya ada
pemimpin dan 6 karyawan-karyawan. Pada industri ini pimpinan turun langsung
dalam proses produksi. Hal ini di karnakan para karyawan yang bekerja pada industri
tersebut belum terlalu mengetahui cara pembuatan tempe.
2.8.4 Pengawasan (controlling)
Pengawasan merupakan tindakan seorang manejer untuk menilai dan
mengendalikan jalannya suatu kegiatan yang mengarah dmi tercapainya tujuan yang
telah ditetapkan. Controlling adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa
mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan
bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang
sudah digariskan semula. Dalam melaksanakan kegiatan controlling, atasan
mengadakan pemeriksaan, mencocokkan, serta mengusahakan agar kegiatan-kegiatan
yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yang
dicapai.
Pada industri tempe Monas Muji Gold pimpinan sering kali ikut serta baik
dalam proses produksi sampai dengan pemasaran. Pimpinan melakukan hal ini agar
keuntungan industri dan kepuasan konsumen bisa terpenuhi. Namun hal ini tidak
sesuai dengan faktor manajamen, dimana sistem manajamen tidak terstruktur dengan
baik.
BAB 3. KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Dalam tahap perencanaan (planning) industri Tempe Monas Muji Gold lebih
memilih untuk berlangganan kepada petani yang berada di Kabupaten Sigi propinsi
Sulawesi Tengah.
2. Struktur organisasi pada industri Tempe Monas Muji Gold terdiri dari
pimpinan, bagian produksi, bagian pemasaran dan bagian keuangan.
3. Pada tahap pelaksanaan (actuating), pimpinan turun langsung dalam proses
produksi karena para karyawan yang bekerja pada industri tersebut belum terlalu
mengetahui cara pembuatan tempe.
4. Pada industri tempe Monas Muji Gold pimpinan sering kali ikut serta dalam
proses produksi sampai dengan pemasaran agar keuntungan industri dan kepuasan
konsumen bisa terpenuhi.
5. Penerapan sistem manajamen pada industri tempe Monas Muji Gold belum
terstruktur dengan baik sehingga sering kali mengalami suatu masalah atau kendala
dalam proses produksi.

3.2 Saran
Untuk meningkatkan pendapatan pada industri Tempe Monas Muji Gold
diperlukan adanya perbaikan dalam hal sistem manajemen. Mulai dari perencanaan,
organisasi, pelaksanaan dan pengawasan harus baik agar tidak mengalami kendala.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2005. Tentang Pengolahan Pangan. Diakses pada Rabu, 31 Oktober 2010.

Anonim, 2010. Pengertian Manajemen Dan Definisinya. Diakses pada Rabu, 31


Oktober 2010.

Anonim, 2012. Fungsi dan Pengertian Manajemen. Diakses pada Rabu, 31 Oktober
2010.

Budimarwanti, 2010. Komposisi Dan Nutrisi Pada Susu [Link].


Diakses pada Rabu, 31 Oktober 2010.

Cahyadi, Wisnu. 2007. Kedelai Khasiat dan Teknologi. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Dominic Salvatore, 1997. Dasar-dasar Manajemen. BPFE UGM. Yogyakarta

Hoesin, H., 2011. Fungsi-fungsi manajemen. Diakses pada Rabu, 31 Oktober 2010.

Marina, 2011. Proses Manajemen. [Link]. Diakses pada Rabu,


31 Oktober 2012.

Ramadhan, F., 2012. Pengertian manajemen dan fungsinya. Diakses pada Rabu, 31
Oktober 2010.

Rukmana, Rahmat dan Yuyun Yuniarsih,. 1996. Kedelai Budidaya dan Pascapanen.
Kanisius. Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai