0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
564 tayangan5 halaman

DERIVASI

Dokumen ini membahas tentang derivasi dalam bahasa Indonesia. Terdapat dua bagian utama, yaitu pengertian derivasi dan pola hierarki afiksasi pada verba bahasa Indonesia. Derivasi adalah proses pembentukan kata baru dengan menambahkan afiks non-inflektif pada dasar kata. Ada lima pola hierarki afiksasi pada verba, yaitu penambahan satu atau dua afiks derivasi dan infleksi pada dasar kata untuk membentuk

Diunggah oleh

Vivi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
564 tayangan5 halaman

DERIVASI

Dokumen ini membahas tentang derivasi dalam bahasa Indonesia. Terdapat dua bagian utama, yaitu pengertian derivasi dan pola hierarki afiksasi pada verba bahasa Indonesia. Derivasi adalah proses pembentukan kata baru dengan menambahkan afiks non-inflektif pada dasar kata. Ada lima pola hierarki afiksasi pada verba, yaitu penambahan satu atau dua afiks derivasi dan infleksi pada dasar kata untuk membentuk

Diunggah oleh

Vivi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DERIVASI

A. Pengertian Derivasi B. Pola Hierarki Afiksasi Bahasa Indonesia

Pengkajian derivasi dan infleksi dalam bahasa Indonesia belum banyak Pada verba afiksasi bahasa Indonesia terdapat lima pola hierarki afiksasi
dilakukan oleh pakar linguistik. Kridalaksana (1996: 11) menyatakan bahwa sebagai berikut:
perbedaan antara derivasi dan infleksi dalam bahasa Indonesia tidak begitu jelas,
sampai ada penelitian yang memuaskan. Menurut Kamus Linguistik derivasi 1. Jika verba AKSI PROSES (V Transitif) hanya memiliki satu afiks infleksi
adalah proses pengimbuhan afiks non-inflektif pada dasar untuk membentuk kata. meN- atau afiks infleksi di-, maka hierarki afiksasi yang terjadi hanya satu
Chaer (2012: 175) menyatakan bahwa pembentukan kata secara derivatif kali proses infleksi. Pola (I) dengan hierarki afiksasi adalah D + PROSES
membentuk kata baru, kata yang identitas leksikalnya tidak sama dengan kata INFLEKSI. Hierarki afiksasi pada V AKSI PROSES (V Transitif) dengan
dasarnya. Contoh dalam bahasa Indonesia misalnya, dari kata air yang berkelas POLA (I): D + PROSES INFLEKSI (1) dapat dijelaskan berikut ini:
nomina, dibentuk menjadi mengairi yang berkelas verba. Lalu dari kata makan POLA (I): D + PROSES INFLEKSI
yang berkelas verba, dibentuk kata makanan yang berkelas nomina. Perbedaan DASAR PROSES INFLEKSI
leksikal terutama berhubungan dengan makna meskipun kelas katanya sama.
Contohnya kata makanan dan pemakan yang sama-sama berkelas nomina tetapi LEKSEM V KATA GRAMATIKAL
maknanya tidak sama. Begitu pula antara kata pelajar dengan pengajar yang
sama-sama berkelas nomina tetapi maknanya berbeda. GUNCANG mengguncang, diguncang
PARKIR memarkir, diparkir
Afiks dapat dibedakan atas dua kelompok berdasarkan fungsinya, yakni PROTES memprotes, diprotes
afiks derivasi dan afiks infleksi. Bauer (1988: 12) menjelaskan bahwa afiks USUNG mengusung, diusung
derivasi adalah afiks yang memproduksi leksem baru (kata dalam pengertian TUNGGU menunggu, ditunggu
leksem) dari suatu dasar dan afiks infleksi adalah afiks yang berfungsi BUAT membuat, dibuat
memproduksi bentuk-kata (kata gramatikal) dari suatu leksem. BUANG membuang, dibuang
AMBIL mengambil, diambil
Sejumlah cara membedakan afiks derivasi dengan afiks infleksi menurut
Bauer (1988: 12-13) adalah sebagai berikut: Hierarki afiksasi pada verba di atas adalah pengimbuhan afiks
infleksi meN- dan di- pada leksem V dengan proses infleksi. Pengimbuhan
1. Jika suatu afiks mengubah kelas kata, berarti afiks derivasi, dan jika tidak
afiks infleksi (Proses Infleksi 1) membentuk kata gramatikal berkategori
mengubah kelas kata, biasanya, afiks infleksi (tetapi dapat pula afiks
AKTIF dan PASIF dari leksem V. Kata gramatikal berafiks meN- adalah
derivasi).
V AKTIF, dan kata gramatikal berafiks di- adalah V PASIF.
2. Afiks derivasi mempunyai makna yang tidak tetap (tidak teratur),
2. Jika verba AKSI PROSES (V Transitif) selain memiliki afiks infleksi
sedangkan afiks infleksi selalu mempunyai makna yang tetap (teratur).
meN- atau afiks infleksi di- juga memiliki afiks derivasi lain seperti –kan, -
3. Suatu kaidah umum adalah afiks derivasi kurang produktif sedangkan i, per-/-kan, per-/-i, per- maka hierarki afiksasi adalah dua kali (proses
afiks infleksi sangat produktif. 1 derivasi diikuti proses infleksi).
a. Hierarki afiksasi pada V AKSI PROSES (V Transitif) yang
diturunkan dari DN dengan POLA (II): D + PROSES DERIVASI DASAR PROSES INFLEKSI PROSES INFLEKSI (2)
(1) + PROSES INFLEKSI (2) dapat dijelaskan berikut ini: (1) PROSES
LEKSEM N KATA GRAMATIKAL
KONVERSI
POLA (II): D + PROSES DERIVASI (1) + PROSES
LEKSEM V
INFLEKSI (2)
DASAR PROSES INFLEKSI (1) PROSES INFLEKSI (2) DESAIN DESAIN mendesain, didesain
DONGKRAK DONGKRAK mendongkrak, didongkrak
LEKSEM N LEKSEM V KATA GRAMATIKAL
KAPUR KAPUR mengapur, dikapur
TELEPON TELEPON menelepon, ditelepon
CONTOH CONTOHKAN mencontohkan,dicontohkan HUKUM HUKUM menghukum, dihukum
JANJI JANJIKAN menjanjikan, dijanjikan MONITOR MONITOR memonitor, dimonitor
HARGA HARGAI menghargai, dihargai GERGAJI GERGAJI menggergaji, digergaji
SALAM SALAMI menyalami, disalami GERINDA GERINDA menggerinda, digerinda
BUDAK PERBUDAK memperbudak,diperbudak GUNTING GUNTING menggunting, digunting
ALAT PERALAT memperalat, diperalat
SOAL PERSOALKAN mempersoalkan, dipersoalkan Pada contoh verba di atas, terlihat adanya dua hierarki
SENJATA PERSENJATAI mempersenjatai dipersenjatai pengimbuhan afiks. Hierarki yang pertama adalah pengimbuhan
afiks derivasi zero pada DN dengan proses derivasi zero (proses
Pada contoh verba di atas, terlihat adanya dua hierarki konversi) dan hierarki yang kedua adalah pengimbuhan afiks
pengimbuhan afiks. Hieraraki yang pertama adalah pengimbuhan infleksi meN- dan di- dengan proses infleksi. Proses derivasi zero
afiks derivasi –kan, -i, per-, per-/-kan, per-/-i pada DN dengan atau proses konversi (Proses Derivasi 1) menurunkan leksem V
proses derivasi transposisional dan hierarki yang kedua adalah dari DN dan pengimbuhan afiks infleksi (Proses Infleksi 2)
pengimbuhan afiks infleksi meN- dan di- dengan proses infleksi. membentuk kata gramatikal berkategori AKTIF dan PASIF dari
Pengimbuhan afiks derivasi (Proses Derivasi 1) menurunkan leksem V.
leksem V dari DN dan pengimbuhan afiks infleksi (Proses Infleksi
2) membentuk kata gramatikal berkategori AKTIF dan PASIF dari c. Hierarki afiksasi pada verba AKSI PROSES yang diturunkan dari
leksem V. DA dengan POLA (II): D + PROSES DERIVASI (1) + PROSES
INFLEKSI (2) dijelaskan berikut ini:
b. Hierarki afiksasi pada verba AKSI PROSES yang diturunkan dari
DN dengan proses konversi sesuai dengan POLA (II): D + POLA (II): D + PROSES DERIVASI (1) + PROSES
PROSES DERIVASI (1) + PROSES INFLEKSI (2) dapat INFLEKSI (2)
dijelaskan berikut ini: DASAR PROSES DERIVASI (1) PROSES INFLEKSI (2)

POLA (II): D + PROSES DERIVASI (1) + PROSES LEKSEM A LEKSEM V KATA GRAMATIKAL
INFLEKSI (2)
PADAT PADATI memadati, dipadati Pada contoh verba di atas, terlihat adanya dua hierarki
SAKIT SAKITI menyakiti, disakiti pengimbuhan afiks. Hierarki yang pertama adalah pengimbuhan
CEPAT PERCEPAT mempercepat, dipercepat afiks derivasi –kan, -i pada DV KEADAAN, DV PROSES, DV
LUAS PERLUAS memperluas, diperluas AKSI (V Intransitif) dengan proses derivasi taktransposisional dan
LANCAR PERLANCAR memperlancar, diperlancar hierarki yang kedua adalah pengimbuhan afiks infleksi meN- dan
KAYA PERKAYA memperkaya, diperkaya di- dengan proses infleksi. Pengimbuhan afiks derivasi (Proses
BAIK PERBAIKI memperbaiki, diperbaiki Derivasi 1) menurunkan leksem V AKSI PROSES (V Transitif)
BARU PERBARUI memperbarui, diperbarui dan pengimbuhan afiks infleksi (Proses Infleksi 2) membentuk
kata gramatikal berkategori AKTIF dan PASIF.
Pada contoh verba di atas, terlihat adanya dua hierarki
pengimbuhan afiks. Hieraraki yang pertama adalah pengimbuhan
afiks derivasi –kan, -i, per-, per-/-i pada DA dengan proses e. Hierarki afiksasi pada verba AKSI PROSES dengan fitur semantis
derivasi transposisional dan hierarki yang kedua adalah DIREKTIF, BENEFEKTIF, FREKUENTATIF, DURATIF-
pengimbuhan afiks infleksi meN- dan di- dengan proses infleksi. INTENSIF dengan POLA (II): D + PROSES DERIVASI (1) +
Pengimbuhan afiks 3derivasi (Proses Derivasi 1) menurunkan PROSES INFLEKSI (2) dijelaskan berikut ini:
leksem V dari DA dan pengimbuhan afiks infleksi (Proses Infleksi POLA (II): D + PROSES DERIVASI (1) + PROSES
2) membentuk kata gramatikal berkategori AKTIF dan PASIF dari INFLEKSI (2)
leksem V.
DASAR PROSES DERIVASI (1) PROSES INFLEKSI (2)
d. Verba AKSI PROSES yang diturunkan dari DV KEADAAN, DV LEKSEM V LEKSEM V KATA GRAMATIKAL
PROSES, DV AKSI sesuai dengan POLA (II): D + PROSES
DERIVASI (1) + PROSES INFLEKSI (2) dijelaskan berikut ini:
SIRAM SIRAMKAN menyiramkan, disiramkan
POLA (II): D + PROSES DERIVASI (1) + PROSES BAGI BAGIKAN membagikan, dibagikan
INFLEKSI (2) TULIS TULISKAN menuliskan, dituliskan
PILIH PILIHKAN memilihkan, dipilihkan
DASAR PROSES DERIVASI (1) PROSES INFLEKSI (2) BELI BELIKAN membelikan, dibelikan
CARI CARIKAN mencarikan, dicarikan
LEKSEM V LEKSEM V KATA GRAMATIKAL LEMPAR LEMPARI melempari, dilempari
JUAL JUALI menjuali, dijuali
ADA ADAKAN mengadakan, diadakan CAMPUR CAMPURI mencampuri, dicampuri
SIAP SIAPKAN menyiapkan, disiapkan TANGKAP TANGKAPI menangkapi, ditangkapi
RUGI RUGIKAN merugikan,dirugikan PUKUL PUKULI memukuli, dipukuli
MANDI MANDIKAN memandikan, dimandikan POTONG POTONGI memotongi, dipotongi
PERCAYA PERCAYAI mempercayai, dipercayai AJAR PELAJARI mempelajari, dipelajari
MARAH MARAHI memarahi, dimarahi
CURIGA CURIGAI mencurigai, dicurigai Pada contoh verba di atas, terlihat adanya dua hierarki
CINTA CINTAI mencintai, dicintai pengimbuhan afiks. Hierarki yang pertama adalah pengimbuhan
DUDUK DUDUKI menduduki, diduduki afiks derivasi –kan, -i, per/-kan, per-/-i pada DV AKSI PROSES
DATANG DATANGI mendatangi, didatangi (V Intransitif) dengan proses derivasi taktransposisional dan
hierarki yang kedua adalah pengimbuhan afiks infleksi meN- dan
di- dengan proses infleksi. Pengimbuhan afiks derivasi (Proses serta hierarki yang ketiga adalah pengimbuhan afiks infleksi meN- dan di-
Derivasi 1) menurunkan leksem V AKSI PROSES (V Transitif) dengan proses infleksi.
dengan fitur semantis DIREKTIF, BENEFEKTIF,
FREKUENTATIF, DURATIF-INTENSIF dan pengimbuhan afiks 4. Hierarki afiksasi dengan pola (IV) yakni D + PROSES DERIVASI.
infleksi (ProsesInfleksi 2) membentuk kata gramatikal berkategori Hierarki afiksasi ini terdapat pada V KEADAAN, V PROSES, V AKSI (V
AKTIF dan PASIF. INTRANSITIF) yang diturunkan dari DN, DA, DV KEADAAN, DV
PROSES, DV AKSI dengan pengimbuhan afiks derivasi meN-, beR-, teR-,
3. Jika verba AKSI PROSES (V Transitif) selain memiliki afiks infleksi
ke-/-an, beR-/-an, beR-/-kan. Dalam BI, V KEADAAN, V PROSES, V
meN- atau afiks infleksi di- juga memiliki afiks derivasi lain seperti afiks
AKSI (V INTRANSITIF) dapat diturunkan dengan proses derivasi (1) dari
ber- dan –kan maka hierarki afiksasi adalah tiga kali (proses derivasi,
DN dan DA. Hierarki afiksasinya sesuai dengan POLA (IV): D + PROSES
diikuti proses derivasi dan diakhiri proses infleksi). Ketiga proses itu
DERIVASI (1) seperti berikut ini:
adalah pengimbuhan afiks derivasi ber- pada D, dilanjutkan afiks derivasi
–kan dan afiks infleksi meN- atau di-. Pola (III) hierarki afiksasi adalah POLA (IV): D + PROSES DERIVASI (1)
((D + PROSES DERIVASI) + PROSES DERIVASI) + PROSES
INFLEKSI. DASAR PROSES DERIVASI (1)

Hierarki afiksasi pada verba AKSI PROSES yang diturunkan dari LEKSEM N/A LEKSEM V
DV AKSI PROSES, atau DN dengan POLA (III): D + PROSES
RUMPUT MERUMPUT
DERIVASI (1) + PROSES DERIVASI (3)+ PROSES INFLEKSI (3)
DARAT MENDARAT
dijelaskan berikut ini:
JAMUR MENJAMUR
POLA (III): D + PROSES DERIVASI (1) + PROSES DERIVASI (2)
BATU MEMBATU
+ PROSES INFLEKSI (3)
PROSES GUNA BERGUNA
DASAR PROSES PROSES NYAWA BERGUNA
INFLEKSI (3)
DERIVASI (1) DERIVASI (2) BUNGA BERBUNGA
LEKSEM V/N KATA
LEKSEM V LEKSEM V GRAMATIKAL DAUN BERDAUN
KOMUNIKASI BERKOMUNIKASI
AJAR (V) BELAJAR BELAJARKAN membelajarkan, dibelajarkan KURANG BERKURANG
LAKU (N) BERLAKU BERLAKUKAN memberlakukan, diberlakukan POJOK TERPOJOK
HENTI(N) BERHENTI BERHENTIKAN memberhentikan, diberhentikan TULANG TERTULANG
DAYA (N) BERDAYA BERDAYAKAN memberdayakan, diberdayakan RACUN KERACUNAN
HUJAN KEHUJANAN
Pada contoh verba di atas, terlihat adanya tiga hierarki afiksasi. DINGIN KEDINGINAN
Hierarki yang pertama adalah pengimbuhan afiks derivasi beR– pada DV PANAS KEPANASAN
AKSI PROSES (derivasi taktransposisional) dan DN (derivasi SAMPING BERSAMPINGAN
transposisional) dan hierarki yang kedua adalah pengimbuhan afiks HADAP BERHADAPAN
derivasi -kan pada DV AKSI dengan proses derivasi taktransposisional, MESRA BERMESRAAN
SUAMI BERSUAMIKAN PELUK BERPELUKAN
ISTRI BERISTRIKAN SAHUT BERSAHUTAN
SENJATA BERSENJATAKAN MANDI BERMANDIKAN
SUNTING BERSUNTINGKAN TABUR BERTABURKAN
Pada contoh verba di atas, terlihat adanya satu kali hierarki
Pada contoh verba di atas, terlihat adanya satu kali hierarki pengimbuhan afiks derivasi meN-, beR-, teR-, ke-/-an, beR-/-an, beR-/-kan
pengimbuhan afiks yakni pengimbuhan afiks derivasi meN-, beR-, teR-, pada DV (derivasi taktransposisional).
ke-/-an, beR-/-an, beR-/-kan pada DN dan DA (derivasi transposisional).
5. Hierarki afiksasi dengan POLA (V) terdapat pada V AKSI tertentu atau V
Selain itu, V KEADAAN, V PROSES, V AKSI (V KEADAAN yang memiliki fitur semantis aksi mental yang dibentuk
INTRANSITIF) dapat pula diturunkan dengan proses derivasi dengan afiks infleksi beR-. Hierarki afiksasi pada verba itu adalah POLA
taktransposisional dari DV. Pola hierarki afiksasinya adalah POLA (IV): D (V): D + PROSES INFLEKSI (1) dengan afiks infleksi beR- seperti
+ PROSES DERIVASI (1) seperti berikut ini. berikut ini:
POLA (IV): D + PROSES DERIVASI (1)
POLA (V): D + PROSES DERIVASI (1) dengan Afiks Infleksi beR-5
DASAR PROSES DERIVASI (1)
DASAR PROSES DERIVASI (1)
LEKSEM V LEKSEM V
LEKSEM V KATA GRAMATIKAL
TETAP MENETAP
HILANG MENGHILANG KERJA bekerja
ANGKAT BERANGKAT KONSULTASI berkonsultasi
AJAR BELAJAR LARI berlari
JEMUR BERJEMUR BICARA berbicara
JAHIT BERJAHIT UNJUR RASA berunjuk rasa
TERIMA BERTERIMA GEMBIRA bergembira
PUTUS TERPUTUS SEDIH bersedih
DUDUK TERDUDUK BAHAGIA berbahagia
HAMBAT TERHAMBAT SABAR bersabar
BINGUNG KEBINGUNGAN ADA berada
LAPAR KELAPARAN
HABIS KEHABISAN Pada contoh verba di atas, terlihat adanya satu kali hierarki
TUMPAH KETUMPAHAN pengimbuhan afiks infleksi beR- pada DV atau DV KEADAAN dengan
MASUK KEMASUKAN proses infleksi. Pengimbuhan afiks infleksi (Proses Infleksi) tersebut
TERBANG BETERBANGAN membentuk kata gramatikal dengan kategori RAGAM FORMAL. Afiks
MUNCUL BERMUNCULAN infleksi kategori RAGAM FORMAL ini dilihat berdasarkan pragmatik
DATANG BERDATANGAN (kontekstual).

Anda mungkin juga menyukai