0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan1 halaman

Mekanisme Racun Katak untuk Pertahanan

Katak membela diri dari ancaman dengan mengeluarkan lendir dan racun dari dua jenis kelenjar di kulitnya, yaitu kelenjar granular yang memproduksi racun untuk melindungi diri dan kelenjar mukus. Racun dari kelenjar granular dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

Diunggah oleh

Sasurika Uchiha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan1 halaman

Mekanisme Racun Katak untuk Pertahanan

Katak membela diri dari ancaman dengan mengeluarkan lendir dan racun dari dua jenis kelenjar di kulitnya, yaitu kelenjar granular yang memproduksi racun untuk melindungi diri dan kelenjar mukus. Racun dari kelenjar granular dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

Diunggah oleh

Sasurika Uchiha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Mekanisme keluarnya racun pada katak:


Kodok membela diri dengan mengeluarkan lendir dan racun dari kelenjar di
kulitnya, saat terancam mangsa. Sebagian besar memiliki kelenjar granular dan
kelenjar mukus. Keduanya mirip, akan tetapi hasil produksinya berbeda. Kelanjar
granular memproduksi zat abnoxious atau racun untuk melindungi diri dari musuh.
Keduanya dikelompokkan sebagai kelenjar alveolar (kelenjar yang tidak mempunyai
saluran pengeluaran, tetapi produknya di keluarkan lewat dinding selnya sendiri
secara alami). Kelenjar racun dapat menimbukan iritasi pada kulit (Sukiya, 2005: 47).

Anda mungkin juga menyukai