PROPOSAL
PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN AULA DESA
TAHUN ANGGARAN 2016
Nomor : ................ Kepada
Lamp : 1 (satu) Bendel Yth. ......................
Sifat : Penting
Perihal : ..........
Assalamualaikum Wr. Wb.
Teriring harapan dan doa semoga bapak/ibu senantiasa dalam lindungan dan dirahmati
Alloh Swt, sehingga dapat melaksanakan amanah, tugas dan kewajiban dengan keadaan
sehat walafiat. Amin.
Dalam menjalankan aktifitas sehari-hari dalam bidang pemerintahan terutama di desa,
balai desa adalah tempat berkumpulnya masyarakat di desa dalam mengadakan
musyawarah / rapat untuk menghasilkan suatu keputusan penting demi kepentingan bersama.
Akan tetapi balai desa yang menjadi tempat berkumpul masyarakat desa Kabupaten Kubu
Raya kondisinya sangat tidak layak jika dibanding dengan desa-desa tetangga. Hal ini
tentunya membuat musyawarah yang selama ini tersentral di balai desa lama-kelamaan akan
menjadikan suasana yang tidak nyaman dan tidak kondusif mengingat Kurangnya bangunan
serta ada Bangunan ada yang sudah tua dan dikhawatirkan semakin lapuk.
Atas dasar inilah, kami pemerintahan desa Kabupaten Kubu Raya yang terdiri dari unsur
pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa telah bermusyawarah dan menghasilkan
kesepakatan/keputusan untuk mengajukan proposal yang berisi permintaan
Pembangunan /rehab pembangunan balai desa Kabupaten Kubu Raya. Tentunya dalam
keputusan yang kami ambil ini juga di dukung dan disetujui oleh lembaga kemasyarakatan
yang ada di desa yaitu LPMD, RT/RW, Karang Taruna dan PKK.
Besar harapan kami agar kiranya permohonan ini dapat terkabul. Atas perhatian dan
kerja samanya kami mengucapkan banyak terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Mengetahui
......................
BAB I
UMUM
Nama pekerjaan : Pembangunan Pembangunan Aula Desa
1. LATAR BELAKANG
1.1. Realisasi pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat
pada bidang infrastruktur yang menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan bagi
masyarakat desa belum seluruhnya dapat terselesaikan mengingat keterbatasan
alokasi dana yang tersedia. Meskipun demikian, ketergantungan dari kas desa dan
ADD untuk membangun dan memperbaiki bidang insfrastruktur desa salah satu
diantaranya adalah balai desa masih terus terjadi. Untuk selanjutnya sangat
diperlukan langkah efektif dan efisien yang mendasar agar Pembangunan balai desa
secepatnya tersentuh dengan baik.
1.2. Balai Desa sangatlah penting bagi masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Kubu
Raya yang berfungsi secara universal yaitu sebagai tempat pertemuan musyawarah
yang dilakukan pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama
masyarakat desa, sebagai tempat acara adat baik sedekah bumi maupun peringatan
maulid nabi dan sebagai tempat sentral pemuda untuk melaksanakan kegiatan
pentas seni setiap tahunnya.
1.3. Mengingat pentingnya fungsi balai desa ini yang kondisi fisiknya semakin bertambah
rusak dan luas bangunanya tidak memadai lagi untuk pelaksanaan kegiatan tersebut
di atas maka perlu perhatian berupa pemikiran dan dukungan bantuan moril dari
pemerintah dan para donatur sangatlah berguna di dalam mempercepat
terlaksananya renovasi gedung balai desa tersebut, demi pembangunan yang riil di
pedesaan.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Pembangunan sarana dan prasarana
infrastruktur balai desa adalah:
1. Menanggulangi Kebutuhan akan Balai Desa
2. Meminimalisasi penggunaan dana kas desa dan ADD setiap tahunnya karena masih
banyaknya sarana dan prasarana yang perlu di perhatikan.
3. Mengingat Kurangnya Fasilitas saat ini, dengan dilakukan Pembangunan Balai Desa
maka dapat Memenuhi/ menampung sekitar 400 orang yang saat ini hanya Belum
Terpenuhi
4. Meningkatkan pembangunan sarana prasarana pedesaan yang nyata, dinamis, serasi
dan bertanggung jawab.
3. PROFIL Wilayah Kabupaten Kubu Raya
A. Sejarah Desa
Kabupaten Kubu Raya adalah kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten
ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Mempawah
Batas Wilayah
Kabupaten Kubu Raya mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
Utara : Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak dan Kota Pontianak
Selatan : Kecamatan Pulau Maya Karimata, Kabupaten Ketapang
Barat : Laut Natuna
Timur : Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak dan Kecamatan Tayan Hilir,
Kabupaten Sanggau
Pembagian wilayah administratif
Dari sisi administrasi Kabupaten Kubu Raya terdiri dari 9 kecamatan, 101 desa dan
370 dusun dengan luas keseluruhan 6.985,20 km, yaitu:
1. Kecamatan Batu Ampar, terdiri dari 14 desa, 50 dusun dan luas wilayah
2.002,00 km
2. Kecamatan Terentang, terdiri dari 9 desa, 24 dusun dan luas wilayah 786,40
km.
3. Kecamatan Kubu, terdiri dari 18 desa, 65 dusun dan luas wilayah 1.211,60
km.
4. Kecamatan Teluk Pakedai, terdiri dari 14 desa, 46 dusun dan luas wilayah
291,90 km.
5. Kecamatan Sungai Kakap, terdiri dari 12 desa, 48 dusun dan luas wilayah
453,13 km.
6. Kecamatan Rasau Jaya, terdiri dari 5 desa, 21 dusun dan luas wilayah 11,07
km.
7. Kecamatan Sungai Raya, terdiri dari 12 desa, 47 dusun dan luas wilayah
929,30 km
8. Kecamatan Sungai Ambawang, terdiri dari 12 desa, 48 dusun dan luas wilayah
726,10 km.
9. Kecamatan Kuala Mandor-B, terdiri dari 5 desa, 21 dusun dan luas wilayah
473,00 km.
4. PERMASALAHAN DAN PENYELESAIAN MASALAH
A. Permasalahan
Adapun pembangunan balai desa yang diajukan sangat penting dilihat kondisi
saat ini fisiknya semakin memperihatinkan. Kalau balai desa dipergunakan
maka selalu menimbulkan masalah terutama setiap ada kegiatan-kegiatan
kepemudaan, maka tempat tidak memadai dikarenakan luas gedung tidak
dapat menampung sekitar 400 orang selain itu atap balai desa telah banyak
bocor dan kondisi lantai sudah tidak layak.
B. Penyelesaian Masalah
Dalam hal ini, beberapa kualifikasi prioritas yang dibutuhkan dalam
pembangunan balai Desa dikabupaten Kubu Raya saat ini adalah:
- Membentuk kepanitiaan dalam mensukseskan terlaksananya proyek ini
- Membangun /Merenovasi / merehabilitasi balai desa sesuai RAB ( terlampir )
5. LINGKUP PEKERJAAN
A. Pekerjaan Design tersebut dapat dibagi menjadi beberapa tahapan proses, yaitu:
Tahapan pengumpulan data
Tahapan analisis lapangan, perencanaan, dan penggambaran
Tahap Pengadaan dokumen Lelang
B. Jasa Konsultan yang diperlukan adalah melaksanakan Final Engineering Design yang
menghasilkan detail design terhadap rencana Terminal tersebut diatas.
C. Bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam kegiatan ini antara lain :
Survey Lapangan meliputi :
- Penelitian Pendahuluan (recoinnaissance Survey)
- Pengukuran
Perencanaan Teknis
Pelaporan
D. Selama berlansungnya pekerjaan, setiap kemajuan pekerjaan sesuai dengan lingkup
tugasnya harus dilaporkan kepada Pemimpin Kegiatan .
E. Setiap hasil pekerjaan harus diketahui oleh Pemimpin Kegiatan sebelum hasil
tersebut diserahkan ke Proyek. .
F. Hasil pekerjaan (Perencanaan Teknik dan Dokumen lelang) akhir dituangkan dalam
laporan baik sebagai perencanaan teknik maupun berupa dokumen lelang yang
mencakup seluruh bagian jalan yang didesain berikut dengan gambar gambarnya.
6. LOKASI PROYEK
Lokasi proyek pembangunan balai desa yang diajukan terletak di Kabupaten
Kubu Raya
BAB II
METHODOLOGI PELAKSANAAN
Untuk melaksanakan pekerjaan Pembangunan Balai Desa (Final Engineering Design), secara
umum kegiatan tersebut terbagi menjadi 2 (dua) kelompok besar, yaitu dipandang dari
organisasi dan teknik.
1.1. Organisasi
Untuk melaksanakan pekerjaan ini akan dibentuk organisasi pelaksanaan dengan
melibatkan personil yang sesuai untuk menangani pekerjaan / bagian tersebut. Personil
Inti terlibat disesuaikan dengan posisi yang akan ditangani.
1.2. Teknik
Secara garis besar kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada pekerjaan
pembuatan Rencana Teknis Balai Desa Lengkap ( Final Engineering Design ), adalah
sebagai berikut :
a. Survey Lapangan
- Penelitian Pendahuluan
- Pengukuran
b. Perencanaan Teknis
Metode / cara dalam pelaksanaannya secara jelas akan diterangkan kemudian.
PELAPORAN
Laporan-laporan yang harus dibuat antara lain :
1. Laporan Awal / Pendahuluan.
Laporan awal ini harus diserahkan tidak lebih dari Satu bulan setelah dimulainya
pekerjaan, laporan ini berisi mengenai perubahan lingkup pekerjaan dan jadwal
pekerjaan apabila ada, rencana kegiatan yang meliputi seluruh masa pelaksanaan,
pendekatan pekerjaan, aspek logistik dan keuangan serta kesimpulan secara
umum yang mungkin mempengaruhi lingkup pekerjaan.
Laporan awal ini dibuat rangkap 7 (ltujuh).
2. Laporan Kemajuan / Laporan Bulanan
Laporan kemajuan pekerjaan ini diserahkan berupa laporan bulanan, yang berisi
total kemajuan sejak mulai sampai dengan laporan ini diserahkan, dengan
melaporkan keterlambatan-keterlambatan yang terjadi dengan menyebutkan
penyebabnya serta tindakan dan saran-saran guna mengatasinya.
Dalam laporan ini dilaporkan juga semua review yang diperlukan dan rencana
kerja dalam bulan berikutnya.
Laporan bulanan ini dibuat rangkap 7 (tujuh).
3. Laporan Akhir
Laporan akhir ini harus merangkum tanggapan dan perubahan yang disepakati
serta meliputi jenis-jenis pekerjaan. :
a. Bagian pokok laporan akhir ini harus memuat uraian
dan hasil pelaksanaan.
b. Perhitungan, gambar dan dokumen lelang
sebagaimana yang diperlukan dan dijilid terpisah dari butir a) dan b) di atas
berdasarkan propinsi, dengan detail sebagai berikut :
1. Laporan perhitungan perencanaan teknis yang memuat :
Laporan perhitungan perencanaan ini dibuat rangkap 3 (tiga) dan masing-
masing laporan berisi :
- Daftar isi
- Peta lokasi proyek
- Uraian yang berisi data perencanaan beserta perhitungan perencanaan
Terminal dan lain-lain.
- Gambar rencana yang dibuat di atas kertas kalkir ukuran A1, untuk
kemudian diperkecil menjadi A3.
2. Laporan perkiraan kuantitas dan biaya.
Laporan ini berisi perkiraan kuantitas dan biaya yang dihitung untuk tiap
jembatan yang kemudian digabungkan sebagai kesimpulan perkiraan biaya
per propinsi. Laporan perkiraan kuantitas dan biaya ini dipisahkan untuk
masing-masing propinsi sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan, dibuat
rangkap 3 (tiga) dengan isi sebagi berikut :
- Daftar Isi
- Peta lokasi proyek
- Perhitungan perkiraan kuantitas
- Analisa Biaya
- Perkiraan Biaya
BAB IV
KEAHLIAN YANG DIPERLUKAN
1. TUJUAN
Tujuan dibuatnya ketentuan mengenai keahlian yang diperlukan, adalah untuk
mendapatkan hasil pekerjaan perencanaan yang optimal dan sesuai dengan standar
yang berlaku di lingkungan Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah.
2. TUGAS DAN FUNGSI TENAGA AHLI
2.1 Ketua Tim (Team Leader)
Tugas utama ketua tim adalah bertanggung jawab pada hal-hal berikut:
- Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan dan
personil yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan dengan baik serta mencapai hasil yang diharapkan,
- Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap
pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian akhir dari hasil keseluruhan
pekerjaan.
2.2. Ahli Struktur
Adapun tugas dari Tenaga ahli Struktur adalah :
Menerapkan SMM, SMK3-L, Bangunan Hijau, dan peraturan yang berkaitan
dengan bangunan gedung
Mengumpulkan data geoteknik dan parameter tanah pada lokasi yang dipilih
Melakukan perhitungan struktur atas dan struktur bawah bangunan gedung
Membuat gambar rencana struktur bangunan gedung
Membuat gambar rencana detail struktur bangunan gedung
Menyiapkan data teknis untuk penyusunan spesifikasi teknis bangunan
gedung
Melakukan kegiatan staking out bangunan gedung
Melakukan persiapan pelaksanaan konstruksi
Melaksanakan pekerjaan konstruksi sesuai gambar rencana
Menyiapkan kegiatan uji fungsi bangunan dan sarana dalam bangunan
gedung
Menyiapkan data serah terima pekerjaan
Membuat laporan pekerjaan
2.3. Ahli Arsitektur
Adapun tugas dari Tenaga ahli Arsitektur adalah :
Mengendalikan Perancangan Arsitektur
Melakukan pendalaman pengetahuan arsitektur
Melakukan pendalaman seni
Mengendalikan perencanaan dan perancangan kota
Melakukan pendalaman hubungan antara manusia, bangunan, dan lingkungan
Melakukan pendalaman pengetahuan daya dukung lingkungan
Melakukan pendalaman peran arsitek di masyarakat
Mengendalikan persiapan pekerjaan perancangan
Melakukan pendalaman pengertian antar disiplin
Melakukan pendalaman fisik dan fisika bangunan
Menerapkan batasan anggaran dan peraturan bangunan
Melakukan pendalaman pemahaman industri konstruksi dalam perencanaan
Melakukan pendalaman manajemen proyek
2.4. Ahli Estimasi Biaya
Adapun tugas dari Tenaga ahli Estimasi Biaya adalah :
Melaksanakan Semua Kegiatan Yang Mencakup Pengumpulan Data Harga
Satuan Bahan Dan Upah,
Menyiapkan analisa harga satuan pekerjaan,
Membuat perhitungan kuantitas pekerjaan jalan dan jembatan,
Membuat perkiraan biaya pekerjaan konstruksi, serta harus menjamin bahwa
data,
Perhitungan analisa harga satuan dan perhitungan kuantitas pekerjaan yang
dihasilkan adalah benar dan akurat.
Bertanggung Jawab Terhadap Hasil Pekerjaannnya
Bertanggung jawab pada Team Leader.
2.5. Ahli Elektikal
Adapun tugas dari Tenaga ahli Estimasi Biaya adalah :
Menerapkan ketentuan prinsip-prinsip sistem manajemen mutu dan sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan Lingkungan dalam lingkup
pekerjaan
Melakukan komunikasi dan kerjasama di tempat kerja
Merencanakan/melaksanakan/mengawasi pekerjaan instalasi pemanfaatan
tenaga listrik semua daya
Merencanakan/melaksanakan/mengawasi pekerjaan instalasi distribusi tenaga
listrik tegangan rendah dan tegangan menengah
Merencanakan/melaksanakan/mengawasi pekerjaan instalasi transmisi tenaga
listrik
Merencanakan/melaksanakan/mengawasi pekerjaan instalasi pembangkit
tenaga listrik semua daya
Membuat laporan pekerjaan.
3. PERSYARATAN
Persyaratan tenaga ahli minimal S1 dengan pengalaman dibidangnya minimal 5
(lima) tahun, sedangkan untuk tenaga asisten minimal D3, serta harus memiliki
pengalaman di bidangnya minimal 3 tahun, mempunyai sertifikat serta pernah menangani
(ikut terlibat) dalam proses perencanaan
Khusus untuk Ketua Tim (Team Leader) minimal S1, juga harus memiliki pengalaman
dibidangnya minimal 7 (tujuh) tahun, dan kalau Magister/Doctor harus mempunyai
pengalaman minimum 4 (empat) tahun.
Setiap tenaga ahli harus dibantu dengan seorang asisten yang waktu dan
kebutuhannya disesuaikan dengan jenis pekerjaannya sesuai daftar Penawaran Biaya.