0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
697 tayangan11 halaman

Perilaku Terpuji: Kerja Keras, Tekun, Ulet

Teks ini membahas tentang perilaku terpuji seperti kerja keras, tekun, dan ulet. Kerja keras dijelaskan dengan dalil agama dan manfaatnya. Tekun didefinisikan sebagai rajin dan bersungguh-sungguh serta diberikan contoh perilakunya. Ulet diartikan sebagai tidak mudah menyerah meski diuji dan diberi landasan agamanya.

Diunggah oleh

Ardiansyah Putra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
697 tayangan11 halaman

Perilaku Terpuji: Kerja Keras, Tekun, Ulet

Teks ini membahas tentang perilaku terpuji seperti kerja keras, tekun, dan ulet. Kerja keras dijelaskan dengan dalil agama dan manfaatnya. Tekun didefinisikan sebagai rajin dan bersungguh-sungguh serta diberikan contoh perilakunya. Ulet diartikan sebagai tidak mudah menyerah meski diuji dan diberi landasan agamanya.

Diunggah oleh

Ardiansyah Putra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MAKALAH

PERILAKU TERPUJI
KERJA KERAS,TEKUN,TELITI,ULET
DISUSUN
O
L
E
H
NAMA :IVANA MUTIARA PINKAN
KELAS :7-2
B.STUDI :PENDIDIKAN AGAMA

SMPN 2 MEDAN
T.P 2016 - 2017
A. Kerja Keras
1. Pengertian dan Dalil Kerja keras
Kerja keras berarti berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil
yang maksimal. Dalam salah satu hadis Rasulullah pernah bersabda,
Tidak ada satu makanan pun yang dimakan seseorang yang lebih
baik daripada makanan hasil usahanya sendiri. ( H.R Bukhari dan
Nasai ) . Firman Allah swt :

Artinya : Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu


di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak
banyaknya supaya kamu beruntung. ( Q.S. Al-Jumuah : ayat 10 )

Agama Islam mengajarkan umatnya agar selalu bekerja keras dalam


menjalankan kehidupannya di muka bumi ini. Segala sesuatu yang
dilakukan tidak dengan kerja keras, hasilnya tidak akan sempurna.
Sebaliknya, seberat apa pun suatu pekerjaan jika dilakukan dengan
sungguh-sungguh, niscaya hasilnya akan dapat diraih dengan baik.

2. Contoh Perilaku Kerja Keras


Pak Jahid seorang pedagang sayuran yang bekerja tanpa kenal lelah.
Suatu hari, usaha yang dilakukan Pak Jahid kurang menguntungkan
karena sayuran yang sudah dibawa ke pasar induk tidak habis terjual. Pak
Jahid terus berusaha supaya dagangannya laris terjual dan hasilnya
diserahkan kepada istrinya untuk membiayai keluarga.
3. Landasan Kerja Keras Dalam Islam
Kita mendapatkan sebuah perintah tegas Allah dalam Al-Quran agar
Rasulullah memerintahkan umatnya untuk bekerja keras karena kerja-
kerja mereka akan dilihat oleh Allah dan akan dilihat oleh Rasulullah dan
kaum mukminin,
Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta
orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan
dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang
nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan"
(At-Taubah :105).

Setelah ayat yang lalu menganjukan bertaubat dan melakukan


kegiatan nyata, antara lan membayar zakat dan bersedekah, dalam ayat ini
manusia diminta untuk melakukan aktivitas lain baik nyata maupun
tersembunyi. Terbaca diatas, bahwa setelah penyampaian harapan tentang
pengampunan Allah, ayay ini melanjutkan dengan perintah beramal shaleh.
Agaknya hal ini perlu, walaupun taubat telah diperoleh, tetapi waktu yang
lalu dan yang diisi dengan kedurhakaan tidak akan kembali lagi. Manusia
telah mengalami kerugian dengan berlaunya waktu itu tanpa diisi dengan
kebajikan,, karena itu ia perlu melakukan kebajikan dengan giat agar
kerugian tidak terlalu besar.

Kerja keras harus disertai dengan disiplin yang tinggi, yaitu bekerja
sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini Allah berfirman
dalam QS. Al-Anam/6 ayat 135:

Katakanlah: hai kaumku, bekerjalah dengan sepenuh


kemampuanmu, sungguh aku pun bekerja. Kelak kamu akan mengetahhui
siapakah yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sungguh
orang-orang yang dzalim tidak akan memperoleh keuntungan.

Ayat ini menurut al-Biqai menujukkan pula keadilan dan rahmat


Allah. Betapa tidak, bukankah yang kejam dan tidak adil, akan
menjatuhkan sanksi tanpa menangguhkan atau memperingatka. Karena
janji dan ancaman Aallah pasti akan datang Allah memerintahkan kepada
kaumnya untuk berbuatlah sepenuh kemampuan apapun yang akan kamu
perbuat. Kata aqibat adalah akhir atau kesudahan dan hasil sesuatu. Al-
Quran menggunakan untuk kesudahan yang baik, jika kata ini tidak
dikaitkan dengan kata lain.
4. Hikmah Kerja Keras
Allah SWT memerintahkan supaya kita bekerja keras karena banyak
himah dan manfaatnya, baik bagi orang yang bekera keras maupun
terhadap lingkungannya. Di antara hikmah bekerja keras tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Mengembangkan potensi diri, baik berupa bakat, minat,
pengetahuan, maupun keterampilan.
b. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin.
c. Mengangkat harkat martabat dirinya baik sebagai makhluk individu
maupun sebagai anggota masyarakat.
d. Meningkatkan taraf hidup orang banyak serta meningkatkan
kesejahteraan.
e. Kebutuhan hidup diri dan keluarga terpenuhi.
f. Mampu hidup layak.
g. Sukses meraih cita-cita
h. Mendapat pahala dari Allah, karena bekerja keras karena Allah
merupakan bagian dari ibadah.
5. Cara Membiasakan Perilaku Kerja Keras Agar terbiasa bekerja keras
dalam mengerjakan sesuatu, lakukanlah beberapa hal berikut ini.
a. Bekerja harus dilandasi niat yang baik. Niatkan untuk beribadah
kepada Allah swt.
b. Awali suatu pekerjaan dengan menyebut nama Allah.
c. Kerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh.
d. Akhiri dengan menyebut nama Allah.
e. Serahkan segalanya kepada Allah swt ( Tawakal ) .
B. Tekun

1. Pengertian dan Dalil Tekun

Tekun berarti rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh (bekerja,


belajar, berusaha, dsb). Orang yang tekun adalah orang yang bekerja
secara teratur, mampu menahan rasa bosan/jemu, dan mau belajar
dari kesalahan (orang lain maupun dirinya) di masa lalu agar tidak
terulang kembali.

Dalam bahasa Arab, tekun dikenal dengan istilah nasyit, sedangkan


dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tekun diartikan dengan
rajin dan bersungguh-sungguh.

Firman Allah SWT :

Artinya : Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu


mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka
menjaganya atas perintah AllahSWT. Sesungguhnya Allah SWT tidak
merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan
yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah SWT
menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang
dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka
selain Dia ( Q.S. Ar Radu ayat 11 )

2. Contoh Perilaku Tekun

Khairudin adalah siswa kelas VII pada salah satu sekolah di desa
terpencil. Setiap hari khair harus berangkat pukul 05.30 WIB karena
jam masuk sekolah pukul 07.00 WIB. Setiap hari ia melakukannya
dengan semangat untuk meraih cita-cita yang diinginkannya. Anak
desa ini tetap rajin menjalani hari-harinya untuk menuntut ilmu di
sekolahnya yang cukup jauh itu.

3. Cara Membiasakan Perilaku Tekun

Supaya terbiasa tekun dalam semua aktivitas, lakukanlah beberapa


hal berikut.
a. Siapkan perencanaan yang matang dalam memulai aktivitas.
b. Bersungguh-sunggulah dalm setiap aktivitas.
c. Jangan cepat putus asa dalam bekerja dan belajar.
d. Lakukanlahterus pekerjaan yang kamu senangi hingga kamu
mampu mengerjakannya
e. Harus banyak bersabar dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
f. Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu.
g. Berserah dirilah kepada Allah swt.

4.Hikmah Ketekunan

Orang yang tekun akan berhasil dalam setiap pekerjaan yang


dilakukannya.
Tanganorang tekun ibarat pesulap yang dapat mewujudkan apa saja
Yang diinginkannya.
Setiap keinginan yang dinyatakan dalam hati orang tekun, akan
mengalir secara teratur
dalam perbuatan setahap demi setahap berdasarkan perhitungan
matang sampai
keinginannya tersebut menjadi kenyataan.
Seorang pedagang yang tekun dengan bidang yang ditekuninya akan
menjadi
profesional dan akan dapat menuai sasil dari ketekunannya beberapa
waktu kemudian.
Kesuksesan akan sulit diraih tanpa ketekunan. Orangyang tidak
memiliki kemantapan
dalam pekerjaan yang dipilihnya akan sulit mendapatkan hasil yang
diinginkan.
Karena itulah, biasakan bersikap tekun dalam menjalani semua
pekerjaan yang
dilakukan. Jangan berharap akan turun bintang dari langit, tetapi
bagaimana kita
berusaha dengan tekun sehingga dapat meraih bintang tersebut.
C. Ulet

1. Pengertian dan Dalil Ulet

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ulet diartikan dengan


kuat, tidak mudah putus, tidak getas, tidak rapuh, tidak mudah putus
asa dalam mencapai cita-cita atau keinginan. Ulet juga bisa diartikan
dengan berusaha terus dengan giat dan berkemauan keras serta
menggunakan segala kecakapannya (potensi) untuk mencapai suatu
tujuan.

Artinya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan


sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-
buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang
sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. mereka Itulah
yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan
mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (
Q.S. Al Baqarah ayat 155 157 )

2. . Konsep tentang Ulet

Ulet berarti tahan uji, tidak mudah putus asa dan menyerah jika
menemui rintangan dan hambatan yang disertai kemauan kerja keras
dalam berusaha mencapai tujuan dan cita-cita. Meskipun ia gagal
dalam suatu urusan, tetapi ia tidak mengeluh, tidak bersedih, dan
tidak pula berputus asa sehingga ia akan tetap berusaha dan mencoba
lagi untuk mencapai yang diinginkannya. Baginya, kegagalan adalah
keberhasilan yang tertunda.

2. Contoh Perilaku Ulet

Mahmud adalah salah seorang siswa SMP kelas VII. Pada suatu
kesempatan, ia akan menjadi utusan sekolahnya untuk perlombaan
cerdas-cermat di tingkat kabupaten. Siang dan malam, dia dan teman-
temannya belajar tanpa kenal lelah. Karena keuletan dan kerja
kerasnya, Mahmud dan kedua temannya meraih juara pertama pada
lomba cerdas-cermat tersebut.

3. Cara Membiasakan Perilaku Ulet

Supaya terbiasa ulet dalam semua aktivitas, lakukanlah beberapa hal


berikut:
a. Biasakan bersunggug-sungguh dalam setiap aktivitas.
b. Gantungkan cita-citamu setinggi mungkin, kemudian kejarlah
dengan belajar yang serius.
c. Jangan cepat putus asa dalam mengerjakan sesuatu yang sulit.
d. Coba dan coba terus pekerjaan yang kamu senangi sampai kamu
bisa.
e. Bersabarlah dalam berbagai keadaan.
f. Kembalikan semuanya kepada Allah sambil terus berusaha

4.Hikmah Ulet
Di antara hikmah ulet adalah:
a) Memperoleh kesuksesan atas apa yang ia usahakan
b) Optimis dalam bekerja
c) Menumbuhkan semangat untuk selalu berusaha
d) Tidak putus asa meskipun usahanya belum berhasil
e) Mendapat pahala karena bersikap ulet melaksanakan ajaran
Islam.

D. TELITI

1.Pengertian Teliti
Teliti berarti cermat dan hati-hati. Islam melarang umatnya tergesa-
gesa dan berlaku sembarangan dalam tindak tanduknya, sebab sikap
tergesa-gesa itu adalah tindak tanduk setan. Allah tidak menyukai
makhluknya yang bekerja dengan tergesa-gesa karena bisa
menimbulkan kesalahan dan kegagalan dalam mencapai suatu tujuan.
Allah SWT berfirman:



Artinya: Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan
Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab)-Ku. Maka janganlah
kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. (Qs. Al-
Anbiya/21: 37)
Oleh karena itu bekerjalah dengan hati-hati dan jauhilah bekerja yang
tergesa-gesa. Rasulullah SAW bersabda:



Artinya: Tergesa-gesa itu berasal dari syetan dan berhati-hati dari
Allah.(H.R. Tirmidzi).
Orang yang teliti ditunjukkan dengan cermat, penuh minat, dan
berhati-hati dalam menjalankan sesuatu agar tidak terjadi kesalahan.
Lawan dari sifat teliti dan tekun adalah ceroboh atau teledor.
Orang yang bersifat teliti selalu sabar dan tidak asal cepat dalam
mengerjakan sesuatu. Termasuk dalam berbicara, kita tidak boleh
ceroboh, tetapi harus cermat.
2.Hikmah Teliti
Di antara hikmah sikap teliti adalah sebagai berikut:
a)Bekerja penuh dengan keyakinan
b)Memperoleh hasil yang memuaskan
c)Menghindari kesalahan dan kekeliriun dalam melakukan pekerjaan
d)Hasil usaha dapat dipertanggungjawabkan secara profesional
e)Memudahkan untuk memperoleh kesuksesan Terhindar dari
penyesalan akibat dari
kegagalan yang disebabkan ketergesa-gesaa
f)Memudahkan untuk memperoleh kesuksesan

3.Contoh Perilaku Teliti / Cermat

Aisyah pergi ke sebuah toko buku untuk membeli alat-alat tulis dan
beberapa buku pelajaran digunakannya di sekolah.Ia mencatat yang
akan di belinya untuk memastikan tidak ada barang yang terlewat.

4. Cara Membiasakan Perilaku Teliti

Supaya terbiasa teliti atau cermat dalam sesuatu, lakukanlah


beberapa hal berikut ini:
a. Biasakan rapihdan teratur dalam mengerjakan sesuatu.
b. Jangan mudah terpengaruh orang lain.
c. Lakukanlah check and recheck sebelum memutuskan suatu
masalah
d. Sebaiknya hati-hati dalam segala hal.
e. Percayalah kepada diri sendiri.
f. Biasakan menyenangi keteraturan dan ketertiban

5. Keutamaan Teliti
Sifat teliti sangat penting dalam hidup karena mengandung beberapa
manfaat sebagai berikut.
1. Terhindar dari kesalahan atau kekeliruan dalam melakukan
sesuatu.
2. Terhindar dari sifat suuzan atau buruk sangka terhadap orang
lain. Orang yang teliti, ketika menghadapi kegagalan tidak cepat-
cepat menyalahkan orang lain.
3. Meningkatkan kesempurnaan setiap pekerjaan. Orang yang teliti
tidak suka menyelesaikan pekerjaan dengan setengah-setengah.

Anda mungkin juga menyukai