0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
320 tayangan13 halaman

Geologi Teknik dan Struktur Bumi

Dokumen tersebut membahas tentang geologi teknik yang merupakan ilmu geologi terapan dalam bidang teknik sipil yang mempelajari hubungan antara geologi dengan pekerjaan konstruksi. Ruang lingkupnya meliputi studi tentang batuan, struktur geologi, dan geomorfologi yang berkaitan dengan faktor-faktor teknis proyek konstruksi.

Diunggah oleh

Ferry Hidayat
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
320 tayangan13 halaman

Geologi Teknik dan Struktur Bumi

Dokumen tersebut membahas tentang geologi teknik yang merupakan ilmu geologi terapan dalam bidang teknik sipil yang mempelajari hubungan antara geologi dengan pekerjaan konstruksi. Ruang lingkupnya meliputi studi tentang batuan, struktur geologi, dan geomorfologi yang berkaitan dengan faktor-faktor teknis proyek konstruksi.

Diunggah oleh

Ferry Hidayat
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GEOLOGI TEKNIK

Geologi ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk kerak bumi (earth
crust); mulai
dari asal-usul, jenis, komposisi, dan penyebaran materialnya,
hingga struktur dan proses perubahan yang terjadi

Geologi ilmu geologi terapan dalam bidang teknik sipil yang mempelajari
Teknik hubungan dan pengaruh geologi terhadap pekerjaan konstruksi

Geotek cabang dari ilmu teknik sipil yang menerapkan geologi dalam
tahap perencanaan, pelaksanaan maupun OP pada pekerjaan
konstruksi

Ruang lingkup kajian geologi teknik antara lain meliputi kajian terhadap
aspek-aspek keteknikan dari manfaat dan masalah beberapa faktor seperti:
batuan/tanah
struktur geologi/tektonik
maupun geomorfologi

RUANG LINGKUP AHLI GEOLOGI TEKNIK


KETERKAITAN ANTARA
GEOLOGI, GEOLOGI TEKNIK, dan TEKNIK SIPIL
BUMI
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya.
Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan
matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi
mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut
(magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar
ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi
hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi
Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer
dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu
permukaan bumi adalah antara -70 C hingga 55 C bergantung pada iklim
setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan
365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas
permukaan 510 juta kilometer persegi. Titik tertinggi di permukaan bumi adalah
gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah palung Mariana
di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah
Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah
Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.

Pembentukan bumi terdiri dari teori-teori berikut


Teori Kabut Atau Yang Sering Disebut (Nebula)

Dari jaman sebelum masehi, para ahli sudah memikirkan bagaimana proses
terjadinya bumi. Dan salah satunya adalah teori kabut atau yang disebut nebula
yang diperkenalkan oleh Immanuel Kant pada tahun 1755 serta Piere de
Laplace pada tahun 1796. Dimana mereka berdua terkenal dengan teori kabut
kant laplace.

Dalam teori tersebut mengatakan bahwa di dalam jagat raya terdapat gas yang
berkumpul menjadi kabut atau nebula. Dimana gaya tarik menarik antara gas
yang kemudian membentuk kumpulan kabut yang sangat besar serta berputar
semakin cepat.Dimana proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut
dibagian khatulistiwa terlempar dan terpisah serta memadat yang disebabkan
karena pendinginan.

Pada bagian yang terlempar ini menjadi planet planet di dalam tata surya. Teori
nebula terbagi menjadi beberapa tahap .

Matahari beserta planet-planet yang masih berbentuk gas, dimana kabut yang
masih sangat pekat dan besar.Kabut yang masih berputar serta berpilin dengan
kuat dan pemadatan terjadi pada pusat lingkaran dan kemudian membentuk
matahari.

Lalu pada saat bersamaan materi lainnya membentuk menjadi massa yang lebih
kecil dai pada matahari dan kemudian menjadi planet, serta bergerak memutari
matahari.Kemudian materi tersebut semakin besar dan selalu melakukan
gerakan yang teratur mengitari matahari dalam satu orbit yang tetap kemudian
membentuk tingkatan keluarga matahari.
Teori Planetisima

Sejak awal abad 20, Forest Ray Moulton seorang ahli astronomi asal amerika
serta rekannya Thomas C.Chamberlain ahli geologi, mengemukakan teori
planestisimal hypothesis, bahwa matahari terbentuk dari massa gas yang
bermassa sangat besar, disaat ada bintang lain yang melintas dan sangat dekat
dan hampir terjadinya tabrakan. Terlalu dekatnya lintasan mempengaruhi antara
gaya gravitasi dengan dua bintang yang mengakibatkan tertariknya gas serta
materi ringan yang ada pada bagian tepi.

Pengaruh gaya gravitasi menyebabkan materi terlempar dan meninggalkan


permukaan matahari serta permukaan bintang. Materi yang terlempar menyusut
serta membuat gumpalam planestimal. Kemudian planestimal dingin dan
memadat yang membentuk planet yang mengitari matahari.

Tori Pasang Surut Gas (Tidal)

Teori yang dikemukakan James Jeans dan Harold Jeffrey tahun 1918, bintang
besar yang mendekati matahari dengan jarak pendek, yang pada akhirnya
membuat pasang surut pada badan matahari, pada saat matahari dalam
keadaan gas. Penyabab terjadinya pasang surut air laut adalah massa bulan
serta jauhnya jarak antara bulan ke bumi 60 kali radius orbit di bumi.

Namun jika bintang yang massanya mendekati masa besarnya dengan matahari
mendekat, lalu akan membentuk semacam gunung gelombang pada badan
matahari, yang terjadi karna gaya tarik bintang. Gunung-gunung tadi akan
menjadi tinggi yang sangat luar biasa kemudian terbentuk semacam lidah pijar
yang sangat besar, yang menjulur oleh massa matahari dan mengarah ke arah
bintang besar. Lambat laun kolom-kolom ini akan pecah kemudian akan menjadi
benda tersendirian.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom
ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-
planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh
matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan
hilang pengaruhnya terhadap planet yang berbentuk tadi.

Planet-planet akan mengelilingi matahari namun tetapi ketika mengelilingi


planet-planet yang besar proses pendinginannya akan lambat sedangkan pada
planet-planet kecil akan berjalan lebih cepat.

Teori Bintang Kembar

Teori yang dikemukakan seorang ahli astronomi R.A Lyttleton , teori ini
menerangkan bahwa galaksi berawal dari kombinasi bintang kembar.
Dimana satu dari bintang itu meledak membuat banyak material yang terlempar,
sedangkan bintang yang tidak meledak itu disebut matahari dan bintang yang
meledak itu menjadi planet-planet yang mengelilingi matahari.

Teori Big Bang

Teori big bang menjelaskan bahwa bumi berasal dari puluhan milyar tahun yang
lalu. Dimana ada gumpalan kabut yang sangat besar berputar pada porosnya.
Putaran itu memungkinkan bagian-bagian kecil terlempar sedangkan bagian
besar menjadi satu dan menjadi pusat pembentukan cakram raksasa.

Gumpalan raksasa itu meledak dan mebentuk galaksi dan nebula-nebula. Sekitar
4,6 miliyar tahun Pembekuan yang terjadi membuat nebula-nebula membentuk
galaksi bernama galaksi bima sakti dan kemudian terbentuk sistem tata surya.
Bagian ringan yang terlempar membentuk gumpalan-gumpalan yang memadat.
Dan gumpalan itu membentuk planet-planet

Struktur Bumi

Struktur Bumi bagian dalam terbagi dalam beberapa lapisan, seperti halnya
sebuah bawang. Bumi secara umum terdiri dari beberapa lapisan yaitu bagian
paling atas disebut litosfer atau crust, lapisan di bawahnya adalah astenosfer
atau mantel dan yang paling bawah adalah inti bumi. Bagian dalam dari bumi
dapat diketahui dengan mempelajari sifat-sifat fisika bumi yaitu dengan metode
geofisika., terutama dari kecepatan rambatan getaran atau gelombang seismik,
sifat kemagnetannya dan gaya berat serta data panas bumi. Dari data tersebut
dapat diketahui bahwa bagian dalam bumi tersusun dari material yang berbeda-
beda mulai dari permukaan bumi sampai ke inti bumi. Dengan metode geofisika
tersebut juga diketahui bahwa berat jenis bumi keseluruhan adalah sekitar 5,52.
Kerak bumi sendiri yang merupakan lapisan terluar dan disusun oleh batu-batuan
mempunyai berat jenis antara 2,5 sampai 3,0. Dari hal tersebut dapat diketahui
bahwa material yang menyusun bagian dalam bumi merupakan material yang
lebih berat dengan berat jenis yang lebih besar daripada batuan yang menyusun
kerak bumi.
Struktur internal bumi secara umum dibagi menjadi sebagai berikut:

Kerak
Kerak Bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu
kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar
510 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 2070 km.
Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan
penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan
basalt. Kerak Bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer
dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Temperatur kerak meningkat seiring
kedalamannya. Pada batas terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka
200-400 C. Kerak dan bagian mantel yang relatif padat membentuk lapisan
litosfer. Karena konveksi pada mantel bagian atas dan astenosfer, litosfer
dipecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak. Temperatur meningkat 30 0C
setiap km, namun gradien panas bumi akan semakin rendah pada lapisan kerak
yang lebih dalam. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah:
Oksigen (O) (46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%),
Kalsium (Ca) (3,6%), Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K) (2,6%), Magnesium (Mg)
(2,1%).

Mantel
Selubung bumi atau yang biasa disebut mantel bumi ini merupakan lapisan yang
menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bagian bumi sekitar
83.2 persen dari volume dan 67.8 persen dari keseluruhan masa bumi. Terdiri
dari material yang berfasa cair ,sering pula selubung bumi disebut sebagai
lapisan astenosfer. Pada lapisan ini tempat terjadinya pergerakan-pergerakan
lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas
bumi. Pergerakan tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi. ketebalann
selubung ini berkisar 2.883 km. Densitasnya berkisar dari 5.7 gr/cc dekat dengan
inti dan 3.3 gr/cc didekat kerak bumi. Pada wilayah selubung bagian atas akan
mulai terbentuk intrusi magma yang diakibatkan oleh batuan yang menyusup
dan meleleh.

Inti
Inti bumi terletak mulai kedalaman sekitar 2900 km dari dasar kerak bumi
sampai ke pusat bumi. Inti bumi dapat dipisahkan menjadi inti bumi bagian luar
dan inti bumi bagian dalam. Batas antara selubung bumi dan inti bumi ditandai
dengan penurunan kecepatan gelombang P secara drastis dan gelombang S
yang tidak diteruskan. Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya berat jenis
material penyusun inti bumi dan perubahan sifat meterialnya dari yang bersifat
padat menjadi bersifat cair. Meningkatnya berat jenis disebabkan karena
perubahan dari material silikat yang menusun selubung bumi menjadi material
campuran logam yang kaya akan besi (Fe) di inti bumi. Perubahan sifat material
menjadi cairan disebabkan karena turunnya titik lebur material yang
mengandung besi dibandingkan material yang kaya silikat. Itulah sebabnya
material yang menyusun inti bumi bagian luar berupa cairan yang kaya logam
Fe. Sebaliknya semakin bertambahnya tekanan ke bagian yang semakin dalam
akan mengakibatkankan naiknya titik lebur material logsm. Hal ini menyebabkan
material yang menyusun inti bumi bagian dalam merupakan material logam
yang bersifat padat. Komposisi material penyusun inti bumi diketahui dengan
perkiraan bahwa unsur besi merupakan unsur yang banyak dijumpai pada kerak
batuan penyusun kerak bumi. Dengan meningkatnya berat jenis pada batuan
yang makin dalam letaknya, maka kadar besi juga akan semakin meningkat,
sehingga pada selubung bumi mempunyai kemungkinan mengadung kadar besi
yang lebih besar daripada kerak bumi. Berat jenis inti bumi bagian luar yang
disusun oleh material kaya besi yang cair sama dengan berat jenis berat jenis
besi dalam keadaan cair. Karena inti bumi bagian dalam disusun oleh material
kaya besi yang padat, maka batas antara inti bumi bagian luar dengan inti bumi
bagian dalam mempunyai temperatur sama dengan titik lebur besi pada tekanan
ditempat tersebut. Selain itu, komposisi penyusun inti bumi juga diketahui
dengan mendasarkan pada komposisi meteorit yang dijumpai mengandung
logam besi dan nikel sebanyak sekitar 7% sampai 8%. Sehingga diperkirakan
material logam penyusun inti bumi adaalah unsur besi dan nikel.
ATMOSFER BUMI

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi,
dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi, atmosfer
terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar
560 km dari atas permukaan Bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan,
yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara
lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang
atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena
pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya
bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa,
kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut
fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.

Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan
sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air,
dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan
menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu ekstrem di
antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan
planet.

Lapisan-Lapisan Atmosfer Terdiri Atas

Troposfer

Lapisan ini berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal
untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari
sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan
dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang
lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis
cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan dan kelembapan yang
kita rasakan sehari-hari berlangsung. Suhu udara pada permukaan air laut
sekitar 30 derajat Celsius, dan semakin naik ke atas, suhu semakin turun. Setiap
kenaikan 100m suhu berkurang 0,61 derajat Celsius (sesuai dengan Teori Braak).
Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan, angin, musim salju,
kemarau, dan sebagainya.

Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer,
karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan
panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan
berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17 sampai -52. Pada
permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi
dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Di antara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut
lapisan Tropopause, yang membatasi lapisan troposfer dengan stratosfer.

Stratosfer

Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian


sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan
sangat dingin yaitu atau sekitar . Pada lapisan ini angin yang sangat kencang
terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Lapisan ini juga merupakan tempat
terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan
paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada
lapisan ini.

Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin
bertambah seiring kenaikan ketinggian. Hal ini dikarenakan bertambahnya
lapisan dengan konsentrasi ozon. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra
violet. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar pada ketinggian sekitar
40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.
Nama pesawat B-52 Stratofortress diambil disini. karena, kemampuan untuk
terbang sangat tinggi.

Mesosfer

Adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan berkurang dengan
pertambahan ketinggian hingga lapisan keempat, termosfer. Udara yang di sini
akan mengakibatkan pergeseran yang berlaku dengan objek yang datang dari
angkasa dan menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yang sampai
ke bumi terbakar pada lapisan ini. Kurang lebih 25 mil atau 40 km di atas
permukaan bumi, saat suhunya berkurang dari 290 K hingga 200 K, terdapat
lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun
ketika ketinggian bertambah, hingga menjadi sekitar (dekat bagian atas dari
lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km di atas permukaan bumi).

Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari
kristal es. Antara lapisan Mesosfer dan lapisan Termosfer terdapat lapisan
perantara yaitu Mesopause.

Termosfer

Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km.


Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada
lapisan ini yaitu sekitar . Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra
violet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan
bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan
gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk
membantu memancarkan gelombang radio.

Ionosfer

Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan
pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik
oleh gravitasi bumi. Pada lapisan ionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai.
Jika ukurannya sangat besar dan tidak habis terbakar di lapisan
udara ionosfer ini, maka akan jatuh sampai ke permukaan bumi yang
disebut Meteorit.

Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan
terjadi pada lapisan ini.

Eksosfer

Eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat
refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya
matahari yang dipantulkan tersebut juga dikenal sebagai cahaya Zodiakal.

Berdasarkan arah gerak lempeng pada batas interaksi lempeng, dikenal


ada 3 tipe batas
lempeng: a. Konvergen, yaitu batas dua lempeng yang saling
mendekati/bertabrakan;
b. Divergen, yaitu batas dua lempeng yang saling menjauhi;
c. Shear atau Transform, yaitu batas dua lempeng yang
saling berpapasan.
TEORI PENGAPUNGAN BENUA ALFRED WEGENER

Sebenarnya teori tektonik lempeng sudah muncul ketika gagasan


mengenai hipotesa Pengapungan Benua (Continental Drift) diperkenalkan
pertama kalinya oleh Alfred Wegener (1915) dalam bukunya The Origins of
Oceans and Continents. Pada hakekatnya hipotesa pengapungan benua adalah
suatu hipotesa yang menganggap bahwa benua-benua yang ada saat ini
dahulunya bersatu yang dikenal sebagai super-kontinen yang bernama Pangaea.
Super-kontinen Pangea ini diduga terbentuk pada 200 juta tahun yang lalu yang
kemudian terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang
kemudian bermigrasi (drifted) ke posisi seperti saat ini. Bukti bukti tentang
adanya super-kontinen Pangaea pada 200 juta tahun yang lalu didukung oleh
fakta fakta sebagai berikut

Selama Periode Permian sekitar 225 juta tahun yang lalu, daratn di bumi
membentuk superkontinen tunggal, Pangaea. Pangaea terdiri dari lebih dari 95
persen daratan dunia dan dikelilingi oleh Samudera Panthalassa

Selama periode Triassic, yang dimulai sekitar 200 juta tahun lalu, Pangaea
mulai pecah dan potongan-potongan benua secara bertahap menjauh
menciptakan dua benua baru: Gondwanaland dan Laurasia

Selama Periode Jurassic 135, pecahnya Pangaea menjadi lebih jelas. Laut
Tethys terbuka antara Laurasia di utara dan Gondwanaland di selatan. Di daratan
Gondwanaland, Amerika Selatan masih bergabung ke Afrika dan Antartika

Di era Cretaceous awal, sekitar 95 juta tahun yang lalu, Gondwana dan
Laurasia paleocontinent utara telah benar-benar putus, dipisahkan oleh Laut
Tethys. Benua utara saat ini terbentuk selama Periode Cretaceous, ketika
Greenland terpisah dari Eropa dan Samudera Atlantik mulai terbentuk akibat
pemekaran dasar samudera.

Pada era Crestaceous akhir sekitar 65 juta tahun yang lalu, India terpisah
dari Afrika dan bergerak ke timur laut sebelum bertabrakan dengan Asia. Eropa
memisahkan diri dari Amerika Utara, dan dengan pemisahan akhir dari Amerika
Selatan dari Afrika, samudera yang baru Atlantik Selatan terbentuk. Australia dan
Antartika masih terhubung.

Sekarang Ini adalah bagaimana dunia terlihat hari ini, tapi susunan benua
tersebut masih tetap akan berubah seiring berjalannya waktu. Pergeseran benua
adalah proses, terus menerus bertahap dengan rata-rata gerakan beberapa
centimeter per tahun. Samudera Atlantik secara bertahap meningkat dalam
ukuran, sedangkan Samudera Pasifik semakin menyempit

Anda mungkin juga menyukai