BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengklasifikasian makhluk hidup didasarkan pada banyaknya persamaan dan
perbedaan, baik morfologi, fisiologi maupun anatominya. Makin banyak
persamaan di antara makhluk hidup makin dekat kekerabatannya, makin sedikit
persamaan makhlik hidup dikatakan makin jauh kekerabatannya.
Klasifikasi tumbuhan pada dasarnya merupakan pembentukan kelompok-
kelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun ke
dalam takson-takson secara teratur mengikuti suatu hierarki. Sifat-sifat yang
dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi berbeda-beda tergantung orang
yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan
pengklasifikasian itu. Takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) yang
lebih rendah mempunyai kesamaan sifat lebih banyak daripada takson yang
terdapat pada tingkat takson (kategori) di atasnya. Perbedaan antara istilah takson
dengan kategori yaitu istilah takson yang ditekankan adalah pengertian unit atau
kelompok yang mana pun, sedangkan istilah kategori yang ditekankan adalah
tingkat atau kedudukan golongan dalam suatu hierarki tertentu.
Untuk mendeterminasi tumbuhan pertama sekali yang perlu dilakukan
adalah mempelajari sifat morfologi tumbuhan tersebut. Ciri-ciri morfologis yang
digunakan dalam klasifikasi ialah bagian vegetatif atau bagian yang ada
kaitannya dengan reproduksi. Contoh bagian vegetatif antara lain yaitu ada
tidaknya jaringan pembuluh, macam serta kedudukan daun, dn cirri-ciri organ
lainnya. Pada umumnya, struktur reproduktif lebih luas penggunaannya
dibandingkan dengan struktur vegetatif. Banyak studi tentang morfologi
tumbuhan memperlihatkan bahwa struktur yang berhubungan dengan alat
reproduktif ternyata hanya sedikit yang mengalami perubahan selama evolusi
dibandingkan dengan struktutr vegetative (Tjitrosomo, 1984). Setelah dilakukan
pengamatan terhadap cirri-ciri morfologi, langkah selanjutnya adalah
membandingkan atau mempersamakan ciri-ciri tumbuhan tadi dengan tumbuhan
lainnya yang sudah dikenal identitasnya, dengan menggunakan salah satu cara
berikut diantaranya yaitu ingatan, bantuan ahli, specimen acuan, pustaka,
computer.
Markisa mula-mula disebut passion fruit. Menurut sejarah, tanaman markisa
berasal dari daerah tropis Amerika Selatan, tepatnya di daerah Brazil, Venezuela,
Kolumbia, dan Peru. Di Indonesia, markisa banyak ditanam di dataran tinggi di
Goa, Malino, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara (Sunarjono, 1997). Buah
markisa yang pertama kali dikenal ditempat asalnya adalah markisa kuning dan
markisa ungu.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana morfologi tanaman markisa?
2. Bagaimana kunci determinasi tanaman markisa?
3. Bagaimana klasifikasi tanaman markisa?
4. Bagaimana deskripsi tanaman markisa?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui morfologi tanaman markisa
2. Untuk mengetahui kunci determinasi markisa
3. Untuk mengetahui klasifikasi tanaman markisa
4. sUntuk mengetahui deskripsi tanaman markisa
BAB II
PEMBAHASAN
A. Morfologi Markisa Ungu (Passiflora sp.)
Gambar 1. Tanaman Markisa Ungu (Passiflora sp.)
Morfologi Markisa Ungu (Passiflora sp.) seperti yang telah disebutkan,
termasuk ke dalam forma edulis. Markisa ungu mempunyai ciri-ciri morfologi
yaitu :
1. Daun
Merupakan daun tunggal. Bentuk daun menjari dengan ukurannya yang lebih
kecil dari markisa kuning atau markisa merah. panjang daun sekitar 9-12 cm
dengan lebar 7 sampai 9 cm. Daun muda dan tangkai markisa ungu berwarna
hijau muda. Tangkai daun (petioles) berbentuk silinder dan menebal pada
pangkalnya, Panjang tangkainya kira-kira 2-3 cm. Tepi daun (margo folii)
bergerigi. Daging daun (intervenium) perkamen yaitu tipis tetapi cukup kaku.
Permukaan daunnya gundul (glaber).
Gambar 2. Daun Tanaman Markisa Ungu (Passiflora sp.)
2. Batang
Jenis ini ruas batangnya lebih pendek dari pada markisa kuning dan markisa
merah, pajangnya hanya sekitar 5-7 cm. Batang berukuran kecil dan langsing.
Berwarnna hijau saat muda dan kecoklatan saat tua. Bentuk batang segi empat
(quadrangularis). Arah tumbuh batang memanjat (scandens) yaitu
menggunakan alat khusus berupa cabang pembelit (sulur) yang terletak di
ketiak daun, sulur muda berwarna hijau.
3. Bunga Gambar 2. Batang Tanaman Markisa Ungu (Passiflora sp.)
Ukuran bunga lebih kecil, merupakan bunga tunggal sejati yaitu terdapat
benang sari dan putik. mahkota bunga tambahan mempunyai dua baris luar
benang yang
begelombang dengan panjang sekitar 2-3 cm. Pangkal bunga berwarna putih
keunguan. Tiap bunga diselubungi oleh 3 daun kelopak tambahan. Memiliki
mahkota tambahan. Merupakan tanaman buah penyerbuk silang yang dapat
dilakukan dengan
bantuan lebah atau
kupu-kupu.
4. Buah
Buah markisa
ungu Gambar 3. Bunga Tanaman Markisa Ungu (Passiflora sp.)berwarna
hijau ketika muda
dengan kulit agak
tipis dan keras dan
berwarna ungu ketika sudah matang. Buah berbentuk bulat sampai oval
dengan diameter 4-6 cm, bobot mencapai 60 gram, sari buah berwarna kuning
jingga dan rasanya manis masam. Buah markisa yang sudah masak pada
memiliki aroma khas harum buah markisa. Biji buah markisa berbentuk bulat
pipih, merupakan biji dikotil. panjangnya sekitar 0,3 cm.
Gambar 4. Buah Tanaman Markisa Ungu (Passiflora sp.)
5. Akar
Akar tanaman buah markisa adalah akar tunggang berwarna putih kotor.
B. Kunci Determinasi
KUNCI MELAKUKAN
DETERMINASI FAMILI
Tumbuh-tumbuhan tidak dengan bunga sejati,
artinya tidak ada benang sari atau putik dan
1.a. 17
perhiasan bunga. Tumbuh-tumbuhan berspora
(golongan 1).
Tumbuh-tumbuhan dengan bunga sejati, sedikit-
1.b. dikitnya dengan benang sari dan atau putik. 2
Tumbuh-tumbuhan berbunga.
Terdapat alat pembelit. Tumbuh-tumbuhan
2.a. 27
kebanyakan memanjat. (golongan 2).
Tidak ada alat pembelit. Tumbuh-tumbuhan
2.b. dapat juga memanjat atau membelit (dengan 3
batang, poros daun atau tangkai daun).
Daun berbangun jarum dan terdapat dalam
berkas terdiri dari 2-3 helai, pangkal tiap berkas
3.a. 13. Pinaceae
daun diliputi oleh beberapa sisik tipis bangun
buluh.
Daun tidak berbentuk jarum atau tidak terdapat
3.b. 4
dalam berkas tersebut di atas.
Bangsa rumput atau yang menyerupainya. Daun
mempunyai tulang daun sejajar atau
4.a. melengkung, tidak berduri, dengan pangkal 5
berpelepah. Bunga-bunga merupakan bulir,
terdapat di ketiak sekam (sisik tipis).
4.b. Tumbuh-tumbuhan tidak menyerupai bangsa 6
rumput. Daun dan atau bunga berlainan dengan
yang diterangkan di atas.
Batang bulat atau kadang-kadang sedikit pipih.
Ibu tangkai karangan bunga kebanyakan
berbuku. Lidah atau karangan rambut pada batas
5.a. 19. Gramineae
antara pelepah dengan helaian daun kerapkali
kelihatan jelas. Ujung sekam kadang-kadang
berjarum. Sekam tidak pernah tersusun spiral.
Batang kerapkali bersegi 3, kadang-kadang
bersegi 2 atau lebih, kadang-kadang bulat,
5.b. kerapkali mempunyai banyak saluran udara. Ibu 20. Cyperaceae
tangkai bunga tidak berbuku. Tidak terdapat
lidah. Sekam tidak pernah berjarum.
Tidak berdaun atau tanpa daun yang jelas
6.a. 34
(golongan 3).
6.b. Dengan daun yang jelas. 7
Tumbuh-tumbuhan semacam palem, kerapkali
batangnya tidak bercabang dan mempunyai
7.a. bekas daun yang berupa lingkaran; kadang- 8
kadang tidak berbatang. Daun besar, menyirip
atau berbentuk kipas.
Bukan tumbuh-tumbuhan bangsa palem atau
7.b. 9
yang menyerupainya.
Bunga telanjang, terkumpul menjadi kerucut
bunga jantan atau betina pada ujung. Karangan
8.a. bunga, juga di waktu mudanya, tidak pernah 14. Cycadaceae
diselubungi oleh seludang bunga. Tumbuh-
tumbuhan yang menghasilkan gom.
8.b. Bunga dengan tenda bunga berbilangan 3, 21. Palmae
berkumpul merupakan bunga tongkol yang
bercabang atau tidak, kerapkali tertancap di
ketiak. Di waktu muda tongkol diliputi oleh satu
seludang bunga atau lebih.
Tumbuh-tumbuhan memanjat atau membelit1
9.a. 41
(golongan 4).
Tumbuh-tumbuhan tidak memanjat dan tidak
9.b. 10
membelit.2
Daun keseluruhannya merupakan roset pada
10.a. 92
pangkal batang (golonga 7).
10.b Daun tidak tersusun demikian rapat menjadi
11
. roset
Tulang daun dan urat daun sejajar dengan
lainnya menurut panajang daun, tebal tulang
daun, urat daun kerapkali hanya berbeda sedikit.
Daun kebanyakkan berbentuk garis sampai
11.a. lanset, kerapkali tersusun dalam 2 baris. Pangkal 67
daun kerapkali jelas dengan pelepah yang
memeluk batang. Bunga kerapkali berbilangan
3. kebanyakan berupa herba dengan akar
rimpang, umbi atau umbi lapis (golongan 5).
Tidak demikian. Ibu tulang daun dapat
dibedakan jelas dari jaring urat daun dan dari
11.b. 12
anak cabang tulang daun yang ke samping dan
yang serong ke atas.
Semua daun dalam karangan. Terdapat jelas
12.a. 84
batang yang berdaun (golongan 6)
12.b Tidak semua daun duduk dalam karangan atau
13
. tidak ada daun sama sekali.
1,2 Dalam keadaan yang menerapkan, kita dapat menuju ke No.41 maupun No.10
(Umpamanya Cantana, Bougainvillea)
2
Waktu berbunga tidak berdaun. Dari umbi
tumbuh tangkai berbintik yang pada pangkalnya
13.a. diselubungi oleh sisik yang merupakan pelepah, 22. Araceae
sedang pada ujungnya terdapat bunga tongkol
dengan seludang bunga.
13.b
Tumbuh tumbuhan berbentuk lain. 14
.
Daun tersebar, kadang kadang sebagian
14.a. 15
berhadapan.3
14.b
Semua daun duduk berhadapan.4 16
.
Daun tunggal, tetapi tidak berbagi menyirip
15.a. rangkap sampai bercangap menyirip rangkap 109
(golongan 8)
Daun majemuk menjari atau majemuk menyirip
15.b atau juga tunggal, kalau demikian tentu berbagi
197
. menyirip rangkap sampai bercangap menyirip
rangkap (golongan 9)
Daun tunggal, berlekuk atau tidak, tetapi tidak
16.a. berbagi menyirip rangkap sampai bercangap 239
menyirip rangkap (golongan 10).
Daun majemuk, terdiri dari 3 sampai lebih
16.b banyak anak daun atau tunggal, tetapi kalau
286
. demikian tentu berbagi menyirip rangkap sampai
bercangap menyirip (golongan 11).
Golongan 1. Paku dan paku-pakuan
17.a. Tumbuh tumbuhan air kecil dan terapung 1. Salviniaceae
3 , 4 Dalam keadaan yang meragukan, kita dapat menuju ke No. 51 atau No. 16 (misalnya:
Sesamun portulaca). Kita menentukan duduk daun pada cabang-cabang yang normal.
4
apung bebas
17.b Tumbuh tumbuhan darat atau rawa, berakar di 18
. tanah
18.a. Daun majemuk menjari berdaun 4. Tumbuhan 2. Marsileaceae
rawa dengan batang yang menjalar dan tangkai
daun tegak
18.b Daun daun lain macamnya 19
.
19.a. Daun paling panjang 2 cm, berbentuk sisik, 20
lanset atau uncek. Bagian yang fertile dari
tumbuhan sedikit banyak mirip dengan bulir.
Sporangia terdapat di ketiak daun batang , atau
juga di sisi bawah dari sisik berbentuk perisai.
19.b Daun lebih besar dan lain bentuknya. Bagian 22
. yang fertile berbentuk bulir atau tidak.
Sporangia tidak demikian letaknya
20.a. Batang berbuku dan berongga ditengah. Daun 3. Equisetaceae
sangan kecil, berbentuk sisik,dudukdalam
karangan dan saling tumbuh melekat menjadi
pelepah.
20.b Batang tak berbuku. Daun tidak demikian. 21
.
21.a. Cabang batang mempunyai dua baris daun kecil, 4. Selaginella-ceae
yang hanya terdapat pada sisi atas atau muka dan
dua baris daun yang lebih besar dan datar
disebelah kiri dan kanan, sehingga suatu cabang
jelas memperlihatkan sisi atas dan sisi bawah.
21.b Cabangnyan lain. Daun tersusun rapat atau agak 5. Lycopodia-ceae
. rapat, bentuk benang, menghadap ke segala arah.
22.a. Daun terdiri dari bagian fertile yang berbentuk 6. Ophioglossa-
bulir, yang tumbuh dari kaki bagian yang steril, ceae
yang bentuknya seperti daun bulat telur dan
tepinya rata. Sporangia sangat rapat terkumpul
dalam barisan.
22.b Tumbuh-tumbuhan lain, tidak ada bagian yang 23
. fertil yang berbentuk bulir.
23.a. Tepi atau ujung daun atau anak daun terbagi 7. Schizaea-ceae
dalam taju/pancung sempit bentuk garis, dimana
disisi bawahnya tersusun rapat dalam dua
sampai empat baris. Daun (batang)yang fertil
memanjat. daun letaknya berhadapan.
23.b Daun fertile tidak demikian 24
.
24.a. Daun (agaknya batangnya!) berulangkali 8. Gleichenia-ceae
bercabang menggarpu, kebanyakan memanjat
24.b Daun lain 25
.
25.a. Paku pohon, artinya : paku yang setelah dewasa 9. Cyatheaceae
mempunyai batang yang jelas lebih tinggi dari
dua meter.
25.b Paku lainnya. 26
.
26.a. Tumbuhan yang sebagian atau seluruhnya 10. Ceratopteti-
tenggelam dan berakar didalam tanah. Sporangia daceae
tidak teratur, tersebar disisi bawah daun, sedikit
atau banyak tertutup oleh tepi daun yang
melipat.
26.b Paku lainnya. 11. Polypodia-ceae
.
Golongan 2. Tumbuhan dengan alat pembelit
27.a. Daun tunggal, tepinya rata, bergerigi atau 28
berlekuk, tetapi tidak bergerigi menyirip rangkap
27.b Daun majemuk atau tunggal, tetapi kalau 32
. demikian berbagi menyirip rangkap
28.a. Alat pembelit terdapat pada ujung helaian daun 26. Liliaceae
tunggal, tergulung sebagai per arloji
28.b Alat pembelit lain menancapnya 29
.
29.a. Alat pembelit terdapat pada ujung cabang 40. Polyginaceae
karangan bunga
29.b Alat pembelit tidak terdapat di dalam karangan 30
. bunga, tetapi tertancap pada daun
30.a. Alat pembelit tertancap berhadapan dengan 72. Vitaceae
daun. Daun berseling, tidak berlekuk
30.b Alat pembelit terdapat di dalam atau di tepi 31
. ketiak daun. Daun kerap kali berlekuk
31.a. Tiap bunga diselubungi oleh 3 daun kelopak 84. Passifloraceae
tambahan yang tidak rontok dan terbagi dalam
pancung uang berbentuk benang. Bunga kelamin
dua, dengan mahkota tambahan
31.b Bunga tidak mempunyai kelompok tambahan 118. Curcubitaceae
. demikian, kebanyakan berkelamin tunggal, tanpa
mahkota tambahan
32.a. Daun berhadapan, berbilang dua, mempunyai 113. Bigoniaceae
alat pembelit pada ujungnya
32.b Daun tidak berhadapan dan tersusun secara lain. 33
. Alat pembelit tertancap secara lain
33.a. Alat pembelit tertancap di dalam karangan 69. Sapindaceae
bunga
33.b Alat pembelit tertancap di dalam atau di tepi 72. Vitaceae
. ketiak daun
Kunci determinasi pada tanaman markisa adalah
1b-2a-27a-28b-29b-30b-31a.84. Passifloraceae
1..Passiflora..Passiflora foetida L.
C. Klasifikasi Tanaman Markisa
Klasifikasi botani tanaman markisa adalah sebagai berikut (Sharma, 1993):
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyte
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotiledoneae
Ordo : Paretales
Famili : Passifloraceae
Genus : Passiflora
Spesies : Passiflora foetida L.
D. Deskripsi Tanaman Markisa
Famili Passifloraceae
Herba atau tanaman berkayu, kerap kali liana dengan alat pembelit. Daun
tersebar. Daun menumpu ada. Bunga beraturran, berkelamin 2, dengan dasar
bunga yang sangat berbeda bentuknya, kerapkali dengan alat tambahan. Daun
kelopak kerap kali 5. Daun mahkota kerapkali, jarang tidak ada, kerapkali
memiliki mahkota tambahan. Benang sari kebanyakan 5, tertancap pada dasar
bunga yang memanjang berbentuk silindris. Bakal buah menumpang, beruang 1.
Tangkai putik kerapkali 3. Bakal biji banyak. buah buni atau buah kotak.
Genus Passiflora
Tumbuh-tumbuhan pemanjat yang berubah-ubah, 1,5-5m, bau tak enak.
Batang berambut panjang jarang. Daun penumpu berbagi dalam, taju bentuk
benang dengan ujung membesar. Alat pembelit duduk pada batang. Daun
tunggal; tangkai berambut panjang, 2-10 cm; helaian daun bulat telur
memanjang, selalu bertaju 3, dengan pangkal berbentuk jantung, bergigi tidak
dalam atau tepi rata, kedua belah sisi berambuut panjang dengan kelenjar
bertanggai, 4,5-14 kali 3,5-13 cm. Bunga berdiri sendiri, kadang-kadang dua
menjadi satu; tangkai 1,5-7 cm. Daun pembalut 3 (kelopak tambahan), panjang
1-3 cm, berbagi menyirip tangkap dengan taju berbentuk benang. Tabung
kelopak bentuk lonceng lebar, taju sisi dalam putih. Daun mahkota memanjang,
putih cerah, panjang 1,5-2,5 cm. Mahkota tambahan ada. Tangkai sari pada
pangkalnya satu dengan yang lain melekat dan juga dengan putiknya. Tinggi
pendukung putik 6-8 mm. Tangkai putik 3, bentuk gada. Buah buni di bungkus
oleh pembalut, bulat memanjang, oranye, panjang 1,5-2 cm. Dari Amerika tropis;
disini menjadi liar; 1-1000 m. Dipagar semak. Kadang-kadang ditanam sebagai
penutup tanah. Rambusa, Ind, J, S, Kaceprek, S, Ki leuleueur, S, Pacean, S,
Permot, S, Rajutan, S, Ciplukan blungsun, J.
Catatan: Bunga membuka dari pagi-pagi benar sampai jam 11 siang.
Daun muda dipakai sebagai sayuran. Buah buni rasanya segar dan manis.
Spesies Passiflora foetida L.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Tanaman markisa memiliki ciri morfologi antara lain; daun merupakan daun
tunggal dan bentuk daun menjari. Tangkai daun (petioles) berbentuk silinder
dan menebal pada pangkalnya serta daging daun (intervenium) perkamen
yaitu tipis tetapi cukup kaku. Permukaan daunnya gundul (glaber). Batang
berukuran kecil dan langsing. Berwarnna hijau saat muda dan kecoklatan saat
tua. Bentuk batang segi empat (quadrangularis). Arah tumbuh batang
memanjat (scandens). Bunga merupakan bunga tunggal sejati yaitu terdapat
benang sari dan putik. mahkota bunga tambahan mempunyai dua baris luar
benang yang begelombang. Buah markisa ungu berwarna hijau ketika muda
dengan kulit agak tipis dan keras dan berwarna ungu ketika sudah matang,
buah berbentuk bulat sampai oval. Akar tanaman buah markisa adalah akar
tunggang berwarna putih kotor.
2. Kunci determinasi pada tanaman markisa adalah 1b-2a- (Golongan 2) 27a-
28b-29b-30b-31a
3. Klasifikai tanaman Markisa yaitu:
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyte
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotiledoneae
Ordo : Paretales
Famili : Passifloraceae
Genus : Passiflora
Spesies : Passiflora sp.
4. Tanaman markisa termasuk kedalam famili: Passifloraceae, genus: passiflora
dan spesies: Passiflora sp.