100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
6K tayangan24 halaman

Bahasa Bengkel

[Ringkasan] Teks tersebut menjelaskan istilah-istilah teknis yang sering digunakan oleh montir bengkel dalam merawat kendaraan. Beberapa istilah yang dijelaskan antara lain overheating untuk kondisi mesin yang kepanasan, ngelitik untuk suara ketukan mesin, tune up untuk mengembalikan kinerja mesin, serta overhaul dan spooring untuk perbaikan berat pada mesin dan roda.

Diunggah oleh

Um Aam Fann Nani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
6K tayangan24 halaman

Bahasa Bengkel

[Ringkasan] Teks tersebut menjelaskan istilah-istilah teknis yang sering digunakan oleh montir bengkel dalam merawat kendaraan. Beberapa istilah yang dijelaskan antara lain overheating untuk kondisi mesin yang kepanasan, ngelitik untuk suara ketukan mesin, tune up untuk mengembalikan kinerja mesin, serta overhaul dan spooring untuk perbaikan berat pada mesin dan roda.

Diunggah oleh

Um Aam Fann Nani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Banyak istilah2 teknik yang digunakan dalam kehidupan sehari2, atau sering kita

sebut BAHASA BENGKEL. Berikut ini adalah nama2 komponen mesin dan
NAMA BENGKEL nya. Mudah2an berguna buat agan2 sekalian.
1. PISTON

Piston atau torak sering si sebut juga Seher (Jerman dan Belanda = Zuiger).
RING PISTON

Ring Piston atau sering di sebut Ring Seher adalah part yang terpasang pada piston,
berfungsi untuk mencegah kebocoran kompresi dan menahan oli naik ke kepala silinder.
CONNECTING ROD

Connecting Rod sering di sebut Stang Seher. Connecting Rod adalah penghubung antara
piston dan poros engkol, yang berfungsi untuk mengubah gerakan bolak balik piston
menjadi gerak putar.
CRANKSHAFT

Crankshaft atau Poros Engkol sering di sebut Kruk As. Crankshaft berfungsi
meneruskan daya yang di dapat dari piston ke penggerak roda. Di sinilah putaran mesin
terjadi.
BEARINGS

Bearings atau Bantalan sering di sebut Klaher (Jerman dan Belanda =Kugellager).
Bearings berfungsi sebagai bantalan antara 2 poros yang berputar untuk mengurangi
gesekan sehingga poros dapat berputar secara halus.
BRAKE SHOE

Brake Shoe sering di sebut Kampas Rem, yang berfungsi untuk menahan putaran roda
sehingga terjadi pengereman.
TIMING CHAIN

Timing Chain sering di sebut Rantai Keteng. Timing Chain pada sepeda motor berfungsi

untuk memutar camshaft sehingga di dapat pembukaan dan penutupan katup dengan
waktu yang tepat sesuai putaran mesin dan langkah kerja mesin.
STEERING HEAD

Steering Head sering di sebut Komstir. Steering Head adalah rangkaian komponen
kemudi yang terikat pada chasis, tapi umumnya yang di sebut Komstir adalah hanya
bagian bearingnya.
Adjustable Spanner

Adjustable Spanner atau Kunci Inggris ditemukan oleh orang Swedia bernama
Johan Petter Johansson pada 1891. Kenapa disebut kunci inggris, mungkin yang
bawa ke Indonesia pertama kali orang inggris waktu penjajahan

Shock Absorber > Bahasa tekhnik


Bahasa Bengkelnya Sok Beker / Skock Breker..
Fungsinya
meredam/menahan kejutan biasanya ditempatkan antara Roda dan Kerangka /Bodi
fender = spatbor gan.

ini namanya Alternator, berfungsi untuk menghasilkan listrik/pembangkit listrik


ketika mesin dihidupkan untuk disalurkan ke Accu ( Aki> Bahasa bengkel juga ).
Bahasa bengkel = Dinamo Ampere

PALA BABI
alias

KALIPER CAKRAM
knalpot kolong = under tail
ayam jago = hyper underbone
korter: over bor
montir = mekanik
pindah tangan = over credit
adu banteng = tabrakan
tilang = 20rbu
isilop, pokis = polisi

Originally Posted by pusing-banget

kick starter = selahan


Bahasa tekhnik = Spark Plug
Bahasa Bengkel = Busi
Fungsi : menghasilkan percikan bunga api saat proses pembakaran.

Bahasa Tekhnik = Ignition Coil


Bahasa Bengkel = Spul
( ada juga yang menyebut Koil saja )
Fungsi = menaikkan tegangan (melalui induksi magnet) , dan hasilnya sekitar 30.000
Volt sampai 50.000 Volt ,Ujung kabelnya nancep ke Busi (spark plug)
Bahasa Teknik = Cam Shaft
Bahasa Bengkel = poros kam ,noken As ( ada yang nyebut KamSaf juga )
Fungsi = Untuk mengatur Gerakan Valve ( gerakan membuka dan menutup)

Bahasa Teknik = Valve ( Katup )


Bahasa Bengkel = Klep
Fungsi = Mengatur keluar masuk Udara dan Bahan bakar kedalam dan
keluar Silinder
Bahasa Teknik = Rocker Arm ( Batang Penumbuk )
Bahasa Bengkel = Pelatuk >Manuk-Manukan ( bahasa
JawaManuk=Burung ,karena bentuknya seperti Burung yang mematuk-matuk
)
Fungsi = Membuka dan menutup Valve(Klep)Dan kalau tiga2nya digabung, seperti
ini Ilustrasi mekanisnya :
Bahasa Teknik = FlywheelFungsi: Flywheel atau roda gila sendiri punya fungsi
meneruskan sekaligus menyimpan energi dari Crank Shaft (kruk as) saat mesin hidup
hingga tenaga mesin dapat tersalurkan ke roda melalui gearbox. Bobot dari flywheel
ini juga mampu untuk menahan perubahan kecepatan yang drastis sehingga gerak
putaran poros mesin menjadi halus.
Bahasa Bengkel= Roda Gila
disc brake = piringanhead lamp = batok lampuexhaust pipe = knalpotfairing = tebeng
Quote:
kanvas rem = pirodo (pdhal pirodo itu nm merek)
Diferensial = gardan
Regulator Rectifier = kiprok
accumulator = aki
i

magnetic starter = bendik


Lighting = lampu sen
cover lampu (spd motor)= batok motor
repair kit karburator = parkit karbu
main jet/nedle jet (karburator) = spuyer

Bahasa Teknik = Fuse


Bengkel = Sekring / Sikring ( asalnya bahasa Belanda = Zekering)Fungsi= sebagai
(pengaman) pemutus hubungan arus listrik ketika melewati batas kapasitas ,sehingga
komponen listrik terhindar dari kebakaran, biasanya ukurannya Ampere(10 A, 20
Amp, dst )
Horn = Klakson
Intake Manifold = Leher Angsa / Gulu Banyak ( jawa )
Sebagai saluran udara dan bahan bakar dari Karburator menuju Silinder Kop

Inggris
=Shift lever TransmissionBahasa Indonesia = Tuas Transmisi , Operan GigiIstilah
Belanda = Versnelling
Muffler : klanpot
Fork : Shok depan
Fuel tank : Tangki bensin
Frame : Rangka motor
Foot rest : Step depan
Rear Arm : Lengan ayun
Handle : setang
Whels : Roda
Rear fender : Spakbor belakang
Main stand : Standar dua
Side stand : standar samping
Engine : mesin
main switch : Kontak
bahsa resmi :standar
bahsa bgkel :cagak (mgkin daerah ane aja)fungsi: buat nopang motor kalo lagi markir
Bahasa Belanda : VELGEN

Bahasa Inggris : Rim / RimsAlloy Rims

[ Alloy Wheel ] = VELG Racing


Bahasa teknik = Fuel pump
Bahasa bengkel = Pompa bensin / rotak
Ini cuma ada dipake di motor injeksi (efi), kalo mobil semuanya pake gan soalnya
kan tangki bahan bakar mobil ada di bawah jadi kudu dipompa biar sampe ke
mesin. Untuk motor atau mobil yg uda injeksi (efi/electronic fuel injection)
dipakein giniian karena ada fungsi lainnya bukan cuma buat nyedot bahan bakar
dari tangki ke mesin aja gan, tapi buat memberi tekanan bahan bakar yang besar
agar bisa diinjeksikan (dikabutin / fungsinya sama kaya karburator).
source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6443184
Quote:
1. PISTON
Piston atau torak sering si sebut juga Seher (Jerman dan Belanda = Zuiger

Yuk, Kenali Istilah-Istilah yang Sering


Disebut Montir Bengkel
OTOMOTIF

by DuitPintar
08 Jan 2015

0
SHARES

Bengkel mobil umumnya bukan habitatnya kaum hawa. Lalu


bagaimana kalau terpaksa mampir ke bengkel karena mobil
bermasalah? Semoga enggak mengalami ya. Kalau pun iya, pasti
sudah bisa bayangkan bakalan linglung dengan omongan montir
yang berkali-kali sebut istilah-istilah otomotif.

Biar enggak kelamaan linglung, juga untuk jaga-jaga jangan sampai


dipermainkan montir, ada baiknya punya pengetahuan sedikit
tentang istilah-istilah di dunia otomotif.

Oke, sekarang apa saja istilah yang paling sering dilontarkan montir
saat lagi servis mobil di bengkel?

Overheating
Pernah melihat kap mesin ngebul? Ya, itu ciri-ciri mobil yang
mengalami overheating. Insiden ini terjadi karena kondisi
temperatur mesin melebih batas tertingginya.

Idealnya, suhu mesin anatra 82-93 derajat celcius. Nah, suhu mobil
di atas 100 derajat celcius dipastikan mengalami overheating.
Penyebabnya macam-macam. Bisa karena sistem pendinginan
mesin tak bekerja sempurna atau isi air di radiator habis.

Mesin ngelitik
Mendengar suara-suara ganjil saat membejek gas dan akselerasi
mobil terasa lambat? Biasanya montir menyebut mesinnya ngelitik.

Istilah ini dipakai untuk menjelaskan terjadinya knocking yang


menimbulkan suara ketukan pada saat mesin berputar di pada
kondisi tertentu. Contohnya, suara ini muncul saat tidak sinkronnya
antara pemakaian gigi tinggi tapi kecepatan mobil rendah. Pemicu

mesin knocking bisa dari buruknya kualitas BBM, pengapian yang


kotor, setelan mesin kurang pas.

Tune Up
Mobilnya perlu di-tune up? Apa maksudnya? Kalau montir menyebut
kata tune up, berarti ingin menyampaikan maksud usaha untuk
mengembalikan stamina mesin lagi. Komponen yang diutak-atik
montir saat tune up itu antara lain sistem pengapian, bahan bakar,
pengecekan filter oli dan udara, penggantian pelumas.

Oh ya, tune up di mobil keluaran terkini yang sudah dilengkapi ECU


(Electric Circuit Unit) sebenarnya lebih pada pengecekan kinerja
komponen mesin berdasarkan analisis perangkat lewat sistem yang
sudah terkomputerisasi. Bila tak ada masalah, maka tune up tak
diperlukan.

Overhaul
Kalau mobil sudah diminta overhaul, berarti kerusakannya rada
berat. Overhaul adalah pekerjaan yang membuat montir mesti
membelah atau menurunkan mesin untuk tahu kerusakan.

Biasanya montir lebih suka menyebut turun mesin ketimbang


overhaul. Istilah itu juga berlaku jika montir mendiagnosa ada
kerusakan di girbox maupun garden.

Spooring
i

Kalau bahas spooring, berarti langsung bahas kaki-kaki mobil,


dalam hal ini roda. Sebutan lainnya adalah wheel alignment. Ini
adalah pekerjaan untuk menyelaraskan lagi sudut roda sesuai
spesifikasi pabrikan.

Lazimnya, pekerjaan ini sudah dilakukan secara komputerisasi.


Pekerjaan spooring ini membantu agar perputaran tapak roda
menjadi sempurna lagi sehingga ban tak cepat aus, BBM lebih irit,
dan mendeteksi jika ada masalah di kaki-kaki mobil.

Balancing
Istilah ini juga terkait dengan roda. Nah, balancing ini merupakan
pekerjaan untuk menyamakan lagi bobot ban dan pelek. Jika
bobotnya tak seimbang, maka pada kecepatan tertentu bakal
membuat kemudi bergetar sehingga mengemudi jauh dari rasa
nyaman. Kalau setir sudah bergetar seperi itu, maka buruan dibalancing!

Komponen copotan
Montir kadang menawarkan penggantian komponen. Lantaran
stoknya tidak ada, dia lantas menyodorkan pilihan komponen
copotan. Apa itu?

Komponen copotan adalah komponen bekas pakai yang diambil dari


mobil sejenis. Lantaran bekas, pasti kondisinya di bawah 100
persen. Sebaiknya berhati-hati menggunakan komponen copotan
meski banderolnya lebih murah. Yang paling kentara adalah
umurnya yang tak tahan lama.

Mungkin itu istilah-istilah yang bakalan sering diucapkan montir


begitu kepepet harus ke bengkel. Istilah itu terucap karena kurang
maksimalnya perawatan pada mobil. Padahal, sepanjang mengikuti
panduan servis dan perawatan dari pabrikan, maka kerusakan mobil
bisa diminimalisir.

Selain itu, penggantian komponen di mobil produksi


terbaru biasanya sudah terjadwal. Misalnya ganti ganti filter udara
setelah mobil menempuh jarak 20 ribu kilometer dengan
pemakaian normal. Oh ya, tentu saja tiap-tiap pabrikan mobil punya
aturan tersendiri terkait penggantian komponen dan tentu saja
harganya beda-beda.

VIVAnews - Sering kita mendengar istilah-istilah aneh seperti "laher", atau


"seher" yang kerap digunakan para mekanik, saat bertandang ke bengkel
motor.
Mungkin, buat mereka yang sudah biasa mengutak-utik motornya paham
dengan istilah tersebut. Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang
terbingung-bingung saat mekanik menyebutkan istilah itu kepada mereka.
Sebenarnya, beberapa istilah yang sering digunakan mekanik merupakan
saduran dari Bahasa Belanda. Hal ini masuk akal, mengingat banyak katakata dalam Bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa tersebut.
Nah, agar Anda bisa mengerti apa yang dimaksud oleh sang mekanik, berikut
penjelasan sejarahnya, seperti yang dilansir dari situsWelovehonda:
1. Busi. Istilah ini cukup umum diketahui oleh mereka yang memiliki
kendaraan. Asal kata busi adalah dari Bahasa Belanda, Bougie.
2. Seher. Sebutan resmi dari komponen ini adalah piston, yang dalam Bahasa
Belanda disebut dengan Zuiger (dibaca: swiher).

3. Laher. Komponen yang satu ini bentuknya berupa dua lingkaran besi yang
di tengahnya diisi bola-bola besi. Istilah laher diambil dari Bahasa Belanda
yakni Lager, atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan Bearing.
4. Noken as. Istilah yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan Camshaftini
di Belanda dikenal dengan nama Nokkenaas. Fungsinya adalah untuk
membuka-tutup klep mesin sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.
5. Kruk as. Orang Belanda menyebutnya Krukaas, sementara di Amerika dan
Inggris disebut dengan Crankshaft. Komponen ini mengubah gerak naik turun
piston menjadi gerak berputar yang disalurkan ke transmisi dan roda
belakang.
6. Kiprok. Nah, asal nama komponen yang satu ini diambil dari bahasa
latin cuprum yang berarti tembaga. Kiprok adalah komponen sepeda motor
yang bertugas menjaga tegangan listrik sesuai kebutuhan aki. Namun, karena
lidah orang Indonesia sulit mengucapkan kata tersebut, sehingga lamakelamaan berubah menjadi kiprok.
7. Sepul. Di Belanda komponen ini disebut dengan Spoel yang berarti
gulungan, karena memang bentuknya adalah gulungan kabel tembaga.
Fungsi sepul adalah mengubah energi kinetik putaran mesin menjadi energi
listrik untuk keperluan kelistrikan sepeda motor.
8. Keteng. Mekanik biasa menyebutkan istilah ini, saat ada masalah dengan
rantai yang digunakan untuk memutar noken as. Dalam Bahasa Belanda
keteng ini disebut Keten, yang artinya adalah rantai. Namun, di Indonesia
istilah ini hanya khusus dipakai untuk rantai mesin saja, dan bukan untuk
rantai yang terhubung ke roda belakang.

Overheating. Ini adalah kondisi temperatur mesin melebihi batas atas (ideal
82C-92C), lantaran sistem pendingin mesin tidak bekerja sempurna. Kebalikan
overheating adalah overcooling. Keduanya bisa merusak mesin.
Spooring(Wheel Alignment). Penyelarasan ulang sudut roda sesuai
spesifikasi. Jika berubah, ban cepat aus, BBM boros dan pengendalian liar.
Penyetelan ulang dilakukan pada camber, toe out, toe in,dan cater.
Balancing. Menyamakan distribusi bobot velg dan ban. Jika tidak sama, pada
kecepatan tertentu kemudi bergetar dan sangat memengaruhi kenyamanan dan
keamanan berkendara.
Ngelitik. Ini istilah yang umum dipakai. Ngelitik sama artinya dengan detonasi
atau knocking, yakni timbulnya suara ketukan pada saat mesin berputar pada kondisi
tertentu. Timbulnya suara sering terjadi saat tanjakan, mau berakselerasi atau ketika
pemakaian gigi yang tidak tepat. Di luar gejala terakhir, knocking disebabkan dari
setelan mesin kurang pas, kualitas BBM buruk, sistem pengapian rusak hingga
menumpuknya kerak di ruang bakar.
Tune Up. Mengembalikan stamina mesin ke kondisi awal. Umumnya yang
disentuh sistem pengapian, bahan bakar, filter-filter, dan pelumas.
Overhaul. Membongkar total mesin untuk mengetahui kerusakan. Langkah ini
dapur pacu harus diturunkan dari mobil. Istilah turun mesin inilah yang jadi populer.
Overhaul juga berlaku untuk girboks dan gardan.
Alternator. Pengubah energi mekanis menjadi listrik yang mengandalkan putaran
mesin melalui puli dan belt. Kemudian listrik disimpan dalam aki (accu/baterai).
Karburator. Cuma ada di mobil bermesin bensin (model lama). Sistemnya
disebut karburasi atau pengabutan. Karburator bertugas menyatukan bensin dan udara
ke dalam ruang bakar dengan perbandingan tertentu sehingga mudah terbakar dan
menghasilkan efek tekanan. Karburator mengambil bensin dari tangki melalui selang
dengan bantuan fuel pump (mekanik/elektrik).
Bagi anda yang hobi otomotif, atau sedang memiliki mobil, penting juga mengetahui istilahistilah yang kerap digunakan dalam komponen dan perawatan mobil. Hal ini bermanfaat
misalnya ketika kendaraan anda rusak, sehingga anda mengetahui kondisi mobil tersebut.
Berikut beberapa di antaranya:
Sasis
Sasis adalah kerangka internal yang menjadi dasar produksi sebuah objek, sebagai
penyokong bagian-bagian seperti mesin atau alat elektronik objek tersebut. Sasis dapat
dianalogikan dengan kerangka tulang pada binatang.

Sasis Mobil

Pada kendaraan bermotor seperti mobil, sasis terdiri dari kerangka bagian bawah mobil,
roda, transmisi, sistem suspensi, dan mesin. Pada kendaraan tempur lapis baja, sasis dapat
terdiri dari bagian bawah badan kendaraan, termasuk roda rantai, mesin, kursi supir, dan
tempat awak kendaraan.
Tubeless
Tubeless adalah salah satu jens ban. Ban tubeless adalah ban yang tidak memiliki ban
dalam. Ban tubeless umumnya lebih bulat, efeknya jelas. Pada kecepatan tinggi, mobil atau
motor dengan ban jenis ini enak dan mudah untuk diajak bermanuver di sana sini, lebih
stabil, membuat pengendaranya lebih percaya diri.
Ban tubeless juga dikenal karena ketahanannya terhadap kebocoran.
Persneling
Persneling adalah sistem roda gigi palsu dan hidraulik yang menghantarkan tenaga mekanis
dari penggerak ke roda dengan kecepatan lebih rendah tapi gaya putar lebih tinggi. Sistem
ini juga memungkinkan pergantian perbandingan kecepatan-tenaga atau arah putaran.
Dalam mobil, dikenal persneling manual dan otomatis. Manual artinya pengendara
mengganti gigi dengan bantuan tangkai. Sistem ini lebih murah, lebih ringan, biasanya
memiliki kinerja lebih baik, dan memakan lebih sedikit bahan bakar. Persneling otomatis lebih
mudah digunakan dan biasanya ditemukan dalam mobil produk AS. Selain itu juga ada
sistem persneling semi-otomatis, yaitu bila tangkai pengganti gigi digerakkan oleh komputer.
Radiator

Mengganti air radiator

Radiator adalah suatu bagian atau komponen dari sistem pendinginan yang menggunakan
sistem pendinginan air. Karena itu fungsi radiator adalah mendinginkan mesin. Radiator yang
kita kenal pada umumnya digunakan pada kendaraan bermotor (roda dua atau roda empat),
namun tidak jarang radiator juga digunakan pada mesin yang memerlukan pendinginan

ekstra.
Seperti pada mesin mesin produksi atau mesin mesin lainnya yang bekerja dalam kondisi
kerja berat atau lama. Pada kendaraan baik motor atau mobil radiator pada umumnya
terletak di depan dan berada di dekat mesin atau pada posisi tertentu yang menguntungkan
bagi sistem pendinginan. Hal ini bertujuan agar mesin mendapatkan pendinginan yang
maksimal sesuai yang dibutuhkan mesin.
Piston
Piston adalah sumbat geser yang terpasang di dalam sebuah silinder mesin pembakaran
dalam silinder hidraulik, pneumatik, dan silinder pompa.
Tujuan piston dalam silinder adalah:

Mengubah volume dari isi silinder, perubahan volume bisa diakibatkan karena
piston mendapat tekanan dari isi silinder atau sebaliknya piston menekan isi silinder.
Piston yang menerima tekanan dari fluida dan akan mengubah tekanan tersebut menjadi
gaya (linear).
Membuka-tutup jalur aliran.
Kombinasi dari hal di atas.
Dengan fungsi tersebut, maka piston harus terpasang dengan rapat dalam silinder. Satu atau
beberapa ring (cincin) dipasang pada piston agar sangat rapat dengan silinder. Pada silinder
dengan temperatur kerja menengah ke atas, bahan ring terbuat dari logam, disebut dengan
ring piston (piston ring). Sedangkan pada silinder dengan temperatur kerja rendah, umumnya
bahan ring terbuat dari karet, disebut dengan ring sil (seal ring).
Tune Up
Tune-up merupakan salah satu jenis perawatan mobil. Tune up dapat diartikan sebagai
penyesuaian kembali bagian-bagian dan komponen tertentu dari sebuah sistem mobil agar
secara keseluruhan sistem tersebut bisa memberikan performa yang optimal.
Spooring
Spooring berarti menyelaraskan, dalam hal ini adalah menyelaraskan stir atau kemudi.
Maksud dilakukan Spooring ini adalah agar kemudi tidak menimbulkan goncangan hebat
pada saat kecepatan tinggi (Diatas 100 km/jam ), tidak berbelok ke arah tertentu pada saat
jalan rata, padahal setir tidak dikendalikan. Serta merasa goncangan hebat dari kendaraan
besar melintasi kita.
Balancing
Sedangkan Balancing berarti Menyeimbangkan. Maksud dilakukan Balancing adalah
Meratakan ke empat roda supaya dalam pemakaian merata. Sambil men-etting jumlah timah
yang harus ada di Velg mobil Anda.
Balancing penting dilakukan ketika misalnya salah satu Ban Mobil Anda mengalami keasuan
(aus).

Doorsmer
Doorsmer adalah istilah yang jamak digunakan untuk cuci mobil. Istilah ini sangat populer,
khususnya di Sumatera Utara, Aceh dan beberapa wilayah Sumatera. Sedangkan di daerah
lain,
istilahnya
sering
disebut
cuci
mobil
saja.
Selain cuci mobil, doorsmer sekarang ini marak juga merambahi cuci motor.

Ada juga nama2 lain yang saya temukan selama saya kerja dibengkel,saya gak
tau jika disaerah lain mempunyai kesamaan,dan berikut diantaranya:
1.Werpak
Ini dia yang pernah membuat saya binggung,apaan nih,oh ternyata nama ini
istilah lain dari Gasket atau Packing
2.Kabilator
Istilah sebutan para montir untuk Karburator,entah bagaimana asalnya,kok
bisa gitu,mungkin karena lebih mudah mengucapkannya kali ya.
3.Seher
Kayaknya disemua daerah juga sama,ini istilah lain dari Piston,dan ternyata
istilah serapan dari bahasa Belanda dari kata Zuiger.

4.Laher
Istilah lain dari Bearing,dan sama nama serapan dari bahasa Belanda dari
kata Lager.
5.Keteng
Istilah lain dari Cam Chain,atau rantai yang menghubungkan antara Cam
Shaft dan Crankshaft.
6.Parkit
Nah ini nih kata yang Fenomenal dalam hidup saya,hahaha kata lain dari
Repair Kit Karburator.

7.Panyelahan
Nama sebutan untuk Kick Starter (starter tendang,kalo bahasa west
javanya:tajongan ngamimitian)
8.Sokbeker
hahaha.. Kata lain untuk Shockbreacker Yang ini udah pada tahu,seperti anak
SD disuruh nulis Spiderman,menjadi sepaidermen
9.Aki Sir
Sebutan lain untuk air aki,kata resapan dari Accu Zuur.
10.Asbes
Nama lain Cincin gasket untuk lubang knalpot.
Sebenarnya masih banyak nama2 istilah sebutan para montir bengkel,tapi
cukup segini dulu saya bahas lain kali oke

Istilah Umum yang Ada di Bengkel


1. Overhaul adalah istilah yang digunakan di bengkel, apabila suatu mesin
kendaraan

mengalami rusak berat dan harus diperbaiki dengan cara

menurunkan mesin tersebut dan dibongkar hingga perbagian bagian


2. Mesin pincang, suatu keadaan mesin mobil bensin dimana putaran RPM tidak
stabil, hal ini disebabkan oleh matinya busi pada salah satu silinder. Solusinya
adalah dengan mengganti busi atau memperbaiki sisem pengapian yang ada di
mobil tersebut.
3. Mesin nglitik, hal ini timbul karena komponen mesin ada yang sudah aus
seperi kaup dan noken as,bisa juga karena setelan katup yang terlalu
renggang.
4. Mesin ngempos, artinya kompresi dan tenaga yang dihasilkan oleh mesin
menurun drastis jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Masalah ini
harus diperbaiki dengan servis besar untuk mengetahui apa saja kerusakan
yang terjadi agar bisa ditindaklanjuti. Sering disebabkan oleh ausnya dinding
silinder atau rusaknya ring piston.
5. Aki tekor adalah keadaan dimana battrey atau aki di kendaraan sudah tidak
dapat lagi menyimpan arus listrik dengan optimal sehingga menyebabkan
terganggunya sistem kelistrikan pada kendaraan tersebut. Hal tersebut
disebabkan karena umur aki yang sudah usang dan pemakaian yang tidak
tepat.
6. Mesin mbrebet, istilah dimana keadaan mobil tidak bisa stasioner, diakibatkan
karena gangguan pada sistem bahan bakar, biasanya campuran udara dan
bahan bakar tidak tepat pada karburator, dan tersumbatnya kotoran pada
injektor pada mesin EFI.
7. Oversize adalah istilah yang sering dipakai di bengkel apabila akan
membesarkan diameter liner pada silinder
8. Rem ngebles, kondisi dimana pedal rem tidak mau kembali seketika saat
pengereman selesai dilakukan, hal ini terjadi karena rusaknya komponen atau
kebocoran pada sistem hidrolik pada kendaraan.

9. Mesin ngebul adalah keadaan dimana knalpot suatu kendaraan 4 tak


mengeluarkan asap putih, hal tersebut terjadi karena oli mesin ikut terbakar
dalam proses pembakaran, kemungkinan kerusakannya terjadi pada ring
piston yang aus atau seal katup yang aus.
10. Overheating, kondisi temperatur mobil yang terlalu panas yang disebabkan
oleh gangguan pada sistem pendinginan, harus diperbaiki atau diganti.

Common questions

Didukung oleh AI

A carburetor and a fuel pump serve distinct roles in an internal combustion engine. The carburetor blends fuel with air for combustion, ensuring the mixture is optimal for engine operation, and it is primarily used in older vehicles . Conversely, the fuel pump, which is increasingly found in modern vehicles, delivers pressurized fuel from the tank to the injection system, enabling more precise fuel management and distribution . Both devices ensure that the engine receives an adequate fuel supply, but they represent different technological eras and methods of fuel delivery.

A camshaft, in the context of an engine, is referred to as the "nokken as" or "poros kam" in Indonesian workshops. Its primary function is to control the opening and closing of valves at the appropriate times during engine operation . In contrast, a crankshaft, known as "kruk as" in Indonesian, converts the linear motion of the piston into rotational motion, which is then transmitted to the wheels through the transmission system . This conversion is vital for propelling the vehicle forward.

Using second-hand components, or "copotan," poses several mechanical risks. These components, inherently less reliable due to wear and tear, can lead to premature failure. Their inconsistent quality means they may not perform to the specifications required for optimal vehicle operation, potentially causing further damage or unsafe driving conditions . Additionally, compromising on quality for cost can result in higher long-term expenses and require more frequent repairs.

Proper "spooring," or wheel alignment, significantly enhances vehicle performance and safety by ensuring the wheels are aligned according to the manufacturer's specifications . Proper alignment prevents uneven tire wear, improves fuel efficiency, and facilitates consistent handling and control. Poor alignment can lead to drifting or pulling to one side, increasing driver fatigue and reducing safety margins. Regular alignment checks are essential for optimal vehicle performance, especially after suspension adjustments or tire replacements.

The terminology used in Indonesian repair shops reflects a substantial influence from Dutch and German languages, a remnant of colonial history. Words like "seher" for piston (from the German and Dutch "Zuiger"), "laher" for bearing (from Dutch "Lager"), and "kruk as" for crankshaft (from Dutch "Krukas") demonstrate this linguistic inheritance . These terms illustrate how colonial periods can leave lasting impacts on the technical lexicon of a region, especially in specialized fields like automotive mechanics.

The flywheel plays a critical role in engine performance by stabilizing rotational dynamics. It stores kinetic energy from the crankshaft's motion, using its inertia to smooth out the engine's power delivery. This stabilization reduces vibrations and fluctuations in engine speed, ensuring a steady operation . By doing so, it improves the drivability of the vehicle and extends the life of other drivetrain components by minimizing abrupt changes in force transmission.

"Overhaul" refers to a comprehensive disassembly and repair process across various vehicle systems. In the context of engines, it involves removing the engine from the vehicle, completely disassembling it, inspecting all parts for wear, and replacing or repairing faulty components . Similarly, in transmissions, overhaul requires the unit's complete disassembly to inspect gears, clutches, and other components, ensuring the system meets original specifications for efficient performance and longevity. This thorough process ensures all critical elements are checked and restored to prevent mechanical failures.

An alternator is crucial for converting mechanical energy from the engine into electrical energy, which powers the vehicle's electrical systems and charges the battery . Located near the engine, it uses a belt and pulley mechanism to harness the engine's rotational motion. Its efficient energy conversion maintains the battery's charge and ensures that electrical components function smoothly, thus preventing potential breakdowns due to battery depletion.

A timing chain, or "keteng," ensures precise synchronization between the crankshaft and camshaft, coordinating valve operation with piston movements . Its failure can lead to poor engine performance, including misfiring or complete power loss. Since the chain's breakdown can cause valves and pistons to collide, severe engine damage ensues, often necessitating significant repair or replacement. Regular inspection and maintenance reduce such risks, emphasizing the chain's crucial role in engine functionality.

An imbalance in the tire and rim setup can lead to steering vibrations at certain speeds, which compromises driving comfort and safety . Such vibrations are symptomatic of uneven weight distribution, necessitating tire balancing to ensure all tires' weights are evenly distributed around their axes. Failure to address this issue increases tire wear and can negatively affect vehicle handling and fuel efficiency.

Anda mungkin juga menyukai