BAB I
PENDAHULUAN
A. Ikhtisiar Perusahaan
PT. Jayatama Selaras adalah suatu perusahaan manufaktur yang
memproduksi botol kemasan plastik, baik untuk obat, minuman, dan
makanan. Selain itu juga memproduksi kemasan untuk kosmetik dan
cap/tutup botol, yang berbahan baku plastik thermoplast dengan tipe yang
bermacam-macam. PT. Jayatama Selaras merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang industri kimia, dimana proses produksi dimulai dari
bahan baku partikel biji plastik yang berupa pelet yang dileburkan dengan
suhu panas tertentu, kemudian dicetak menggunakan mesin Extrution Blow
hingga menjadi produk botol jadi dengan spesifikasi tertentu. Departemen
blow molding berperan sebagai pencetak botol kemasan dengan
menggunakan mesin extrution blow.
PT. Jayatama Selaras adalah produsen kemasan plastik terkemuka
dan berkualitas di Indonesia. Pada tahun 2000 PT Jayatama Selaras telah
menerima sertifikat ISO 9001: 2008 untuk produk plastik. dikelola oleh tim
yang sangat berdedikasi dan profesional, didukung oleh team manajemen
yang solid, profesional dan berkomitmen penuh untuk memberikan
kontribusi terbaiknya bagi para stakeholder. PT Jayatama Selaras berjuang
ke depan untuk menjadi mitra terpercaya dalam kemasan plastik.
PT. Jayatama Selaras dapat menjual produknya dengan harga yang
menguntungkan pada tingkat kualitas yang diharapkan, akan mampu
mengatasi tantangan dari para pesaing terutama dalam bidang manajemen
kualitas produk botol plastik. Oleh karena itu untuk menarik konsumen
melakukan pembelian maka perusahaan PT Jayatama Selaras harus bisa
menerapkan suatu strategi manajemen kualitas yang tepat sesuai dengan
kondisi keistimewaan atau keunggulan produk yang dapat diukur melalui
tingkat kepuasan pelanggan yang dihadapi. Keberhasilan strategi
manajemen kualitas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu mutu produk,
harga, pelayanan, emosional dan kemudahahan.
Agar berhasil dalam kondisi saat ini, diperlukan manajemen kualitas
yang dapat mengantisipasi seluruh keinginan konsumen, mengatasi
ancaman persaingan, dan memperkuat keunggulan bersaing. Perubahan
pola bersaing global tersebut mutlak memerlukan analisis terhadap segala
kekuatan
lingkungan
yang
mempengaruhi
perubahan
secara
berkesinambungan. Pada pelaksanaannya alat strategi manajemen kualitas
tersebut di lakukan secara berkesinambungan, tetapi tujuan akhir tersebut
adalah meningkatkan penjualan dari produk yang dihasilkan oleh
perusahaan tersebut dan menghasilkan laba, walaupun laba bukan satusatunya tujuan perusahaan didirikan, tetapi ia tidak boleh diabaikan begitu
saja, sebab kelangsungan hidup perusahaan ditentukan seberapa besar
sumbangan yang mampu diberikan dalam bentuk laba atas investasiinvestasi yang di lakukan, pada suatu kegiatan usaha tertentu.
B. Landasan Teori
1.
Definisi Manajemen Kualitas
Pada dasarnya Manajemen Kualitas (Quality Management) atau
Manajemen Kualitas Terpadu (Total Quality Management = TQM)
didefinisikan sebagai suatu cara meningkatkan performansi secara
terus-menerus (continuous performance improvement) pada setiap level
operasi atau proses, dalam setiap era fungsional dari suatu organisasi,
dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang
tersedia.
ISO 8402 (Quality Vocabulary) mendefinisikan Manajemen
Kualitas sebagai semua aktivitas dari fungsi manajemen secara
keseluruhan yang menentukan kebijaksanaan kualitas, tujuan-tujuan
dan tanggung jawab, serta mengimplementasikannya melalui alat-alat
seperti :
a.
Perencanaan kualitas (Quality planning)
Adalah penetapan dan pengembangan tujuan dan kebutuhan
untuk kualitas serta penerapan sistem kualitas.
b.
Pengendalian kualitas (Quality control)
Adalah teknik-teknik dan aktivitas operasional yang
digunakan untuk memenuhi persyaratan kualitas.
c.
Jaminan kualitas (Quality assurance)
Adalah semua tindakan terencana dan sistematik yang
diimplementasikan dan didemonstrasikan guna memberikan
kepercayaan yang cukup bahwa produk akan memuaskan
kebutuhan untuk kualitas tertentu.
d.
Peningkatan kualitas (Quality improvement)
Adalah tindakan-tindakan yang diambil guna meningkatkan
nilai produk untuk pelanggan melalui peningkatan efektivitas dan
efisiensi dari proses dan aktivitas melalui struktur organisasi.
Tanggung jawab untuk manajemen kualitas ada pada semua level
dari manajemen, tetapi harus dikendalikan oleh manajemen puncak dan
implementasinya harus melibatkan semua anggota organisasi.
Meskipun manajemen kualitas dapat didefinisikan dalam
berbagai versi, namun pada dasarnya manajemen kualitas berfokus
pada perbaikan terus-menerus untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
Dengan demikian manajemen kualitas berorientasi pada proses yang
mengintegrasikan semua sumber daya manusia, pemasok-pemasok /
supplier, dan para pelanggan / customers, di lingkungan perusahaan
(coporate environment), hal ini berarti bahwa manajemen kualitas
merupakan kemampuan atau kapabilitas yang melekat dalam sumber
daya manusia serta merupakan proses yang dapat dikontrol dan bukan
suatu kebetulan belaka.
Dr. Joseph M. Juran salah seorang guru dalam manajemen
kualitas, sangat terkenal dengan konsep trilogi kualitas, yaitu :
perencanaan kualitas (quality planning), pengendalian kualitas (quality
control)
dan
perbaikan
atau
peningkatan
kualitas
(quality
improvement). Pandangan Dr. Juran tentang isu-isu utama lain yang
berkaitan dengan manajemen kualitas adalah :
a.
Siklus pengembangan produk seharusnya dipersingkat melalui
perencanaan partisipatif, rekayasa berbarengan dan pelatihan
kepada perencana dalam metode dan alat-alat manajemen kualitas.
b.
Hubungan dengan pemasok seharusnya diperbaiki. Banyaknya
pemasok seharusnya dikurangi. Suatu hubungan kerja seharusnya
ditetapkan berdasarkan rasa saling percaya. Lama kontrak
seharusnya diperpanjang sehingga bersifat hubungan jangka
panjang.
c.
Pelatihan
seharusnya berorientasi
pada
hasil
dan
bukan
berorientasi pada alat. Tujuan utama pelatihan seharusnya
mengubah perilaku karyawan, bukan sekedar melatih atau
mendidik saja. Sebagai contoh : pelatihan dalam peningkatan
kualitas seharusnya didahului dengan tugas dalam suatu proyek
perbaikan.
Misi
pelatihan
menyelesaikan proyek itu.
seharusnya
membantu
tim