0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan12 halaman

Hakikat Demokrasi

Teks tersebut membahas tentang makna dan prinsip-prinsip demokrasi serta penerapannya di Indonesia. Secara ringkas, demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat yang didasarkan pada prinsip kedaulatan rakyat, kesetaraan, dan permusyawaratan. Prinsip-prinsip tersebut diimplementasikan di Indonesia melalui sistem demokrasi pancasila yang mengedepankan kerakyatan, keadilan, dan permusyawaratan.

Diunggah oleh

gayeng
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan12 halaman

Hakikat Demokrasi

Teks tersebut membahas tentang makna dan prinsip-prinsip demokrasi serta penerapannya di Indonesia. Secara ringkas, demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat yang didasarkan pada prinsip kedaulatan rakyat, kesetaraan, dan permusyawaratan. Prinsip-prinsip tersebut diimplementasikan di Indonesia melalui sistem demokrasi pancasila yang mengedepankan kerakyatan, keadilan, dan permusyawaratan.

Diunggah oleh

gayeng
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUIAN
A. Latar Belakang .
Makna Demokrasi Kata demokrasi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu
demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat
diartikan sebagai pemerintahan rakyat. Kemudian menjadi salah satu kosakata dalam bahasa
inggris yaitu democracy. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, demokrasi merupakan
istilah politik yang berarti pemerintahan rakyat. Hal tersebut bisa diartikan bahwa dalam
sebuah Negara demokrasi kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dan dijalankan
langsung oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih di bawah system pemilihan yang
bebas. Abraham Lincoln, demokrasi adalah suatu system pemerintah dari rakyat, oleh rakyat
dan untuk rakyat. Artinya rakyat dengan serta merta mempunyai kebebasan untuk melakukan
semua aktivitas politik tanpa adanya tekanan dari pihak manapun, karena pada hakekatnya
yang berkuasa adalah rakyat untuk kepentingan bersama. Sebuah konsep politik, demokrasi
adalah landasan dalam menata system pemerintahan Negara yang terus berproses kea rah
yang lebih baik dimana dalam proses tersebut, rakyat diberi peran penting dalam menentukan
atau memutuskan berbgai hal yang menyangkut kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa
dan Negara.

B. TUJUAN
Menerapkan kebebasan dalam berekspresi.
Membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak terjadi pemerintahan
diktaktorisme
Melatih masyarakat menghargai keputusan bersama

BAB II
PEMBAHASAN
A. HAKIKAT DEMOKRASI
1. Makna Demokrasi
Kata demokrasi berasal dari baasa yunani , yaitu demos yang berarti
rakyat , dan kraos/cratein yang berarti pemerintahan rakyat. Kata ini
kemudian diserap menjadi salah satu kosakata dalam bahasa inggris yaitu
democracy . menurut kamus besar bahasa indonesia , demkrasi meruakan
istilah politik yang berarti pemerintahan rakyat. Hal tersebut bisa diartikan
bahwa dalam sebuah negara demokrasi kekuasaan tertinggi barada
ditangan rakyat dan djalankan langsung oleh mereka atau wakil-wakil
yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan bebas .
Dalam pandangan abraham lincoln, demokrasi adalah suatu sistem
pemerintahan dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat. Artinya rakyat
dengan serta merta memunyai kebebasan untuk melakukan semua
aktifitas kehidupan termasuk aktifitas politik tanpa adnya tekanan dari
pihak manapun, karena pada hakekatnya yang berkuasa adalah rakyat
untuk kepentingan bersama
Penerapan demokrasi diindonesia disadari oleh sila kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawatan/perwakilan
yang dijiwai oleh sila :
1. Ketuhanan yang maha esa ;
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Ersatuan indonesia;
4. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia;
2. Prinsip-prinsip demokrasi .
Henry B. Mayo sebagaimana dikutip oleh miriam budiardjo dalam
bukunya
yang
berjudul
dasar-dasar
ilmu
politik
(2008:118119)mengungkapkan prinsip dari demokrasi yang akan mewujudkan suatu
sistem politik yang demokratis tersebut antar lain adalah :
a. Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga .
b. Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu
masyarakat yang sedang berubah .
c. Menyelenggarakan pergantian pemmpin secara teratur .
d. Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum.
e. Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman.
f. Menjamin tegaknya keadlan .
Kemudian, menurut alamudi sebagaiman dikutip oleh sri wuryan an
syaifullah dalam
bukunya yang berjudul ilmu kewarganegaraan (2006:84), suatu negara
dapat disebut berbudaya demokrasi apabila memiliki soko guru demkrasi
sebagai berikut :
a. Kedaulatan rakyat .
b. Pemerintah berdasarkan persetujuan dari yang diperintah.
c. Kekuasaan mayoritas .
d. Hak-hak minoritas .
e. Jaminan hak-hak manusia .
f. Pemilihan yang bebas dan jujur.
g. Persamaan didepan hukum .

h.
i.
j.
k.

Proses hukum yang wajar .


Pembatasan pemerintahan secara konstutisional.
Pluralisme sosial , ekoomi dan politik.
Nilai-nilai toleransi , pragmatisme , kerjasama dan mufakat .
Prinsip-prinsip demokrasi yang diuraikan diatas sesungguhnya
merupakan nilai-nilai yang diperlukan untuk mengembangkan suatu
bentuk pemerintahan yang demokratis . berdasarkan prinsip-prinsip
inilah , sebuah pemerintahan yang demokratis dapat ditegakkan .
sebaiknya tanpa prinsip-prinsip tersebut, bentuk pemerintah yang
demokratis akan sulit ditegakkan .

B. PENERAPAN DEMOKRASI DI INDONESIA


1. Prinsip prinsip demokrasi pancasila
ahmad sanusi dalam tulisannya yang berjudul memberdayakan masyarakat dalam
pelaksanaan 10Pilar Demokrasi (2006:193-205), mengutarakan 10Pilar Demokrasi
konstitusional Indonesia menurut pancasila dan undang-undang dasar negara Repoblik
Indonesia tahun 1945, yaitu :
a. Demokrasi yang berketuhanan yang maha esa. Artinya, seluk beluk sistem serta perilaku
dalam menyelanggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten, atau sesuai dengan
nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar ketuhanan yang mahasa esa
b. Demokrasi dengan kecerdasan. Artinya, mengatur dan menyelanggarakan demokrasi
menurut undang-undang dasar negara repoblik Indonesia tahun 1945 itu bukan dengan
kekuatan dengan naluri, kekuatan otot, atau kekuatan massa semata-mata. Pelaksanaan
demokrasi itu justru lebih menuntut kecerdasan rohaniah, kecerdasan aqliyah, kecerdasan
rasional, dan kecerdasan emosional
c. Demokrasi yang berkedaulatan rakyat. Artiinya, kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat.
Secara prinsip, rakyatlah yang memiliki / memegang kedaulatan itu. Dalam batas-batas
tertentu kedaulatan rakyat itu dipercayakan kepada wakil-wakil rakyat di MPR
(DPR/DPD) dan DPRD.
d. Demokrasi dengan rule of law. Hal ini mempunyai 4 makna penting. Pertama, kekuasaan
negara repoblik indonesia itu harus mengandung, melindungi, serta mengembangkan
kebenaran hukum (legal truth) bukan demokrasi ugal-ugalan, demokrasi dagelan, atau
demokrasi manipilatif. Kedua, kekuasaan negara itu memberikan keadilan hukum (legal
justice) bukan demokrasi yang terbatasan pada keadilan formal dan pura-pura. Ketiga,
kekuasaan negara itu menjamin kepastian hukum (legal security) bukan demokrasi yang
membiarkan kesemrawutan atau anarki. Keempat, kekuasaan negara itu mengembangkan
manfaat atau kepentingan hukum (legal interest), seperti kedamaian dan pembangunan,
bukan demokrasi yang justru mempopulerkan fitnah dan hijatan atau menciptakan
pepecahan, permusuhan, dan kerusakan.
e. Demokrasi dengan pemisahan kekuasaan negara. Artinya, demokrasi menurut undangundang negara repoblik indonesia tahun 1945 bukan saja mengakui kekuasaan negara
repoblik indonesia yang tidak tak terbatas secara hukum, melainkan juga demokrasi itu
dikuatkan dengan pemisahan kekuasaan negara dan diserahkan kepada badan-badan
negara yang bertanggung jawab. Jadi demokrasi menurut undang-undang dasar negara
repoblik indinesia tahun 1945 mengenal semacam pembagian dan pemisahan kekuasaan
(division and separation of power), dengan sistem pengawasan dan perimbangan (check
and balances)
f. Demokrasi dengan hak asasi manusia, artinya demokrasi menurut undang-undang dasar
negara repoblik indonesia tahun 1945 mengakui hak asasi manusia yang tujuannya bukan
saja menghormati hak-hak asas tersebut, melainkan terlebih-lebih untuk meningkatkan
martabat dan derajat manusia seutuhnya.
g. Demokrasi dengan pengadilan yang merdeka. Artinya, demokrasi menurut undangundang dasar negara repoblik indonesia tahun 1945 menghendaki diberlakukannya sistem
pengadilan yang merdeka (independen) yang memberi peluang seluas luasnya kepada

semua pihak yang berkepentingan untuk mencari dan menemukan hukum yang seadiladilnya.
h. Demokrasi dengan otonomi daerah. Artinya, otonomi daerah merupakan pembatasan
terhadap kekuasaan negara, khususnya kekuasaan legislatif dan eksekutif ditingkat pusat,
dan lebih khusus lagi pembatasan atas kekuasaan presiden.
i. Demokrasi dengan kemakmuran. Artinya, demokrasi iyu bukan hanya soal kebebasan dan
hak, bukan hanya soal kewajiban dan tanggung jawab, bukan pula hanya soal
mengorganisir kedaulatan rakyat, atau pembagian kekuasaan kenegaraan.
j. Demokrasi yang berkeadilan sosial. Artinya, demokrasi menurut undang-undang dasar
negara repoblik indonesia tahun 1945 menggariskan keadilan sosial diantara berbagai
kelompok, golongan, dan lapisan masyarakat.
karakter utama demokrasi pancasila adalah sila keempat, yaitu kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Dengan kata lain,
demokrasi pancasila mengandung 3 karakter utama, yaitu kerakyatan, permusyawaratan, dan
hikmat kebijak sanaan.
Demokrasi pancasila mengandung beberapa nilai normal yang besumber dari
pancasila yaitu:
a. Persamaan bagi seluruh rakyat indonesia.
b. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
c. Pelaksanaan kebebasan yang dipertanggungjawabkan secara moral kepada tuhan yang
maha esa, diri sendiri dan orang lain.
d. Mewujudkan rasa keadilan sosial.
e. Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat.
f. Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan
g. Menjujung tinggi tujuan dan cita-cita nasional
2. Pelaksanaan demokrasi diindonesia
Dalam sudut pandang normatif, demokrasi merupakan sesuatu yang secara ideal hendak
dilakukan atau diselenggarakan oleh sebuah negara, seperti misalnya kita mengenal ungkapan
pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat . ungkapan normatif tersebut
biasanya diterjemahkan kedalam konstitusi pada masing-masing negara, misalnya dalm
undang-undang dasar 1945 bagi pemerintahan republik indonesia . dalam perjalanan sejarah
ketaatan negara kita, semua konstitusi yang pernah berlaku menganut prinsip demokrasi. hal
ini dapat dilihat misalnya:
a. Dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945 (sebelum diamandemen) berbunyi kedaulatan adalah
ditangan rakyat, dan dilakukan oleh majelis permusyawaratan rakyat .
b. Dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945 negara republik indonesia tahun 1945 (setelah
diamandemen) berbunyi kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut
undang-undang dasar
c. Dalam konstitusi republik indonesia serikat, pasal 1 :
Ayat (1) berbunyi republik indonesia serikat yang merdeka dan berdaulat ialah
suatu negara hukum yang demokrasi dan berbentuk federasi.
Ayat (2) berbunyi kekuasaan kedaulatan republik indonesia serikat dilakukan
pemerintah bersama-sama dewan perwakilan rakyat dan senat .
d. Dalam UUDS 1950 pasal 1 :
Ayat (1) berbunyi republik indonesia serikat yang merdeka dan berdaulat ialah
suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan
Ayat (2) berbunyi kedaulatan republik indonesia adalah ditangan rakyat dan
dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan dewan perwakilan rakyat.
Untuk melihat apakah suatu sistem pemerintahan adalah sistem yang demokratis atau
tidak, dapat dilihat dari indikator indikator yang dirumuskan oleh Affan Gaffar dalam
bukunya yang berjudul politik indonesia; Transisi Menuju Demokrasi (2004:7-9) berikut ini:
a. Akuntabilitas. Dalam demokrasi, setiap pemegang jabatan yang dipilih oleh rakyat harus
dapat mempertanggungjawabkan kebijaksanaan yang hendak dan telah ditempuhnya.

b. Rotasi kekuasaan. Dalam demokrasi, peluang akan terjadinya rotasi kekuasaan harus ada,
dan dilakukan secara teratur dan damai.
c. Rekruitmen politik yang terbuka. Untuk memungkinnkan terjadinya rotasi kekuasaan,
diperlukan satu sistem rekruitmen polotik yang terbuka
d. Pemilihan umum. Dalam suatu negara demokrasi, pemilu dilaksanakan secara teratur.
Pemilu merupakan sarana untuk melaksanakan rotasi kekuasaan dan rekruitmen politik.
e. Pemenuhan hak-hak dasar. Dalam suatu negara yang demokrasi, setiap warga negara
dapat menikmati hak-hak mereka secara bebas, termaksuk didalamnya hak untuk
mendapatkan pendapat, hak untuk berkumpul dan berserikat serta hak untuk menikmati
pers yang bebas.
Kelima indikator diatas merupakan elemen umum dari demokrasi yang menjadi
ukuran dari sebuah negara demokrasi. Dengan berdasarkan pada indikator-indikator yang
disebutkan diatas, berikut ini dapat dipaparkan perkembangan demokrasi pada masa-masa
tersebut.
a. Pelaksanaan demokrasi di indonesia pada periode 1945-1949
Pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan ini ( 1945-1949), pelaksanaan
demokrasi baru terbatas pada berfungsinya pers yang mendukung revolusi kemerdekaan.
Sedangkan elemen-elemen demokrasi lainnya belum sepenuhnya terwujud, karena situasi
dan kondisi yang tidak memungkinkan. Hal ini dikarenakan pemerintah harus
memutuskan seluruh energinya bersama-sama rakyat untuk mempertahankan
kemerdekaan dan menjaga kedaulatan negara, agar negara kesatuan tetap hidup. Partaipartai politik tumbuh dan berkembang dengan cepat. Tetapi fungsinya yang paling utama
adalah ikut serta memenangkan revolusi kemerdekaan dengan menanamkan kesadaran
untuk bernegara serta menanamkan semangat anti penjajahan.
b. Pelaksanaan demokrasi diindonesia pada periode 1949-1959
Periode kedua pemerintah negara indonesia merdeka berlangsung dalam rentang
waktu antara tahun 1949 sampai 1959. Pada periode ini terjadi dua kali pergantian
undang-undang dasar. Pertama, pergantian UUD 1945 dengan kontitusi RIS pada rentang
waktu 27 Desember 1949 sampai dengan 17 agustus 1950. Dalam rentang waktu ini,
bentuk negara kita berubah dari kesatuan menjadi serikat, system pemerintahan juga
berubah dari presidensil menjadi quasi parlementer. Kedua, pergantian konstitusi RIS
dengan undang-undang dasar sementara 1950 dengan sampai 5 juli 1959. Periode
pemerintahan ini bentuk negara kembali berubah menjadi negara kesatuan dan sistem
pemerintahan menganut system parlementer.
Masa demokrasi parlementer merupakan masa kejayaan demokrasi di indonesia,
karena hampir semua elemen demokrasi dapat kita temukan perwujudannya dalam
kehidupan politik diindonesia. Pertama, lembaga perwakilan rakyat atau parlemen
memainkan peran yang sangat tinggi dalam proses politik yang berjalan. Kedua,
akuntabilitas (pertanggung jawaban) pemegang jabatan dan politisi pada umumnya
sangat tinggi. Ketiga, kehidupan kepertaian boleh dikatakan memperoleh peluang yang
sebesar-sebesarnya untuk berkembang secara maksimal. Keempat, sekalipun pemilihan
umum hanya dilaksanakan satu kali yaitu pada 1955, tetapi pemilihan umum tersebut
benar-benar dilaksanakan dengan prinsip demokrasi. Kelima, masyarakat pada umumnya
dapat merasakan bahwa hak-hak dasar mereka tidak dikurangi sama sekali, sekalipun
tidak semua warga negara dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Sebagai contoh
adalah yang dilakukan oleh Dr. Halim mantan perdana menteri yang menyampaikan
surat terbuka dan mengeluarkan semua isi hatinya dengan kritikan yang sangat tajam
terhadap sejumlah langkah yang dilakukan presiden soekarno. Surat tersebut tertanggal
27 mei 1955. Petikan isi surat tersebut adalah sebagai berikut
Dikarenakan hubungan kita selama tiga atau empat tahun yang terbatas pada satu atau
dua pertemuan setahun...., saya terpanggil untuk menggunakan bentuk surat terbuka ini
guna meminta perhatian saudara terhadap keadaan sekarang ini, yang saya yakini bukan
hanya luar biasa pelik, tetapi telah hampir menjadi lendakan.

Mungkin saudara sedah mengetahui hal-hal yang saya ingin sebutkan disini atau yang
sudah saya sampaikan kepada saudara yang berlangsung di negara kita sekarang setiap
hari semakin buruk.
Akhirnya, saya ingin menyatakan, bahwa saya gembira ketika mendengar saudara
menyatakan bahwa pengembalian irian barat ke indonesia merupakan obsesi bagi
saudara. Tetapi saya akan lebih gembira lagi kalau saya mendengar saudara menyatakan
bahwa kesejahteraan rakyat juga menjadi obsesi saodara.
Saya berharap, saudara membaca surat ini sangat kejujuran.
(dikutip dari buku politik indonesia, nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam surat
tersebut yang dapat kalian teladani dalam kehidupan sehari-hari?)
Keenam, dalam masa pemerintahan parlementer. Daerah-daerah memperoleh otonomi
yang cukup bahkan otonomi yang seluas-luasnya dengan asas desentralisasi sebagai
landasan untuk berpijak dalam mengatur hubungan kekuasaan antara pemerintah pusat
dengan pemerintaha daerah. Keenam indikator tersebut merupakan ukuran kesuksesan
pelaksanaan demokrasi pada masa pemerintahan parlementer.
Parlementer mengalami kegagalan karena: pertama, munculnya usulan presiden yang
dikenal dengan konsepsi presiden untuk membentuk pemerintah yang bersifat gotong
royong yang melibatkan semua kekuatan politik yang ada termaksud partai komunitas
indonesia. Kedua, dewan konstituante mengalami jalan buntu untuk mencapai
kesepakatan merumuskan ideologi nasional, karena tidak tercapainyatitik temu antar
kubu dua politik yaitu kelompok yang menginginkan islam sebagai ideologi negara dan
kelompok lain menginginkan pancasila sebagai ideologi negara. Keempat, basis sosial
ekonomi yang masih sangat lemah, stuktur sosial yang dengan tegas membedakan
kedudukan masyarakat secara langsung tidak mendukung keberlangsungan.
c. Pelaksanaan demokrasi di indonesia pada periode 1959-1965
Kinerja dewan konstotuante yang berlarut-larut membawa indonesia kedalam politik
yangs angat pelik. Presiden soekarno sebagai kepala negara melihat situasi ini sangat
membahayakan bila terus dibiarkan. Oleh karena itu untuk mnegeluarkan bangsa ini dari
persoalan yang teramat pelik ini, presiden Soekarno suatu dekrit pada tanggal 5 juli 1959
yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Dekrit Presiden 5 juli 1945. Dalam dekrit
tersebut, presiden menyatakan membubarkan dewan konstituante dan kembali kepada
undang-undang dasar 1945.
d. Pelaksanaan demokrasi diindonesia pada periode 1956-1998
Era baru dalam pemrintahan dimulai setelah melalui masa transisi yang singkat yaitu
antara tahun 1956-1998, ketika jendral soeharto dipilih menjadi presiden repoblik
indonesia. Era yang kemudian dikenal sebagai orde baru dengan konsep demokrasi
pancasila. Visi utama pemerintahan orde baru ini adalah untuk melaksanakan pancasila
dan UUD 1945 secara murni dan konsukuen dalam setiap aspek kehidupan masyarakat
indonesia.
Berikut ini dipaparkan karakteristik demokrasi pancasila ala orde baru yang
berdasarkan pada indikator demokrasi yang telah dikemukakan sebelumnya.
Peratama, rotasi kekuasaan eksekutif boleh dikatakan hampir tidak pernah terjadi.
Kecuali pada jajaran yang lebih rendah, seperti: Gubernur, bupati/wali kota, camat, dan
kepala desa. Kalaupun ada perubahan, selama pemerintahan orde baru hanya terjadi pada
jabatan wakil presiden, sementara pemerintahan secara esensial masih tetap sama.
Kedua, rekruitmen politik bersifat tertutup, rekruitmen politik merupakan proses
pengisian jabatan politik didalam penyelanggaraan pemerintahan negara baik itu untuk
lembaga eksekutif (pemerintahan pusat maupun daerah),legislatif (MPR, DPR, dan
DPRD), maupun lembaga yudikatif (mahkama agung) semua warga negara yang mampu
dan memenuhi syarat mempunyai peluang yang sama untuk mengisi jabatan politik
tersebut. Akan tetapi, yang terjadi diindonesia pada masa orde baru, sistem rekruitmen
politik tersebut bersifat tertutup, kecuali anggota DPR yang berjumlah 400 orang dipilih
melalui pemilihan umum. Ketiga, pemilihan umum. Pada masa pemerintahan orde baru
pemilahan telah dilangsungkan sebanyak tujuh kali dengan frekuensi yang teratur setiap
lima tahun sekali. Tetapi kalau kita amati kualitas pelaksaan pemilihan umum tersebut

masih jauh dari semangat demokrasi. Karena pemilihan umum tidak melahirkan
persaingan yang sehat, yang terjadi adalah kecurangan-kecurangan yang sudah menjadi
rahasia umum. Keempat, pelaksanaan hak dasar warga negara. Masalah kebebasan pers
seringmuncul kepermukaan. Persoalan dasar adalah selalu adanya campur tangan
birokrasi yang sangat kuat.
e. Pelaksanaan demokrasi diindonesia pada periode 1998- sekarang.
Penyimpanga-penyimpangan yang terjadi pada pemerintahan orde baru pada
akhirnya membawa indonesia kepada krisis multidimensi yang diawali dengan badai
krisis moneter yang tidak kunjung rendah. Krisis moneter tersebut membawa akibat
pada terjadinya krisis politik, dimana tinggakat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah
begitu kecil. Tidak hanya itu kerusuhan-kerusuhan terjadi hampir disemua belahan bumi
nusantara ini. Dari dunia inter nasional, terutama amerika serikat, secara terbuka
meminta presiden soeharto mundur dari jabatannya sebagai presiden. Dari dalam negeri,
timbul gerakan masal yang dimotori oleh mahasiswa turun kejalan menuntuut presiden
soeharto lengser dari jabatannya. Tekanan dari masa mencapai puncaknya ketika tidak
kurang dari 15.000 mahasiswa mengambil alih gedung DPR/MPR yang mengakibatkan
proses politik nasional praktis lumpuh. Pada saat-saat akhir presidan suhatro ingin
menyelamatkan kursi kepresidenannya dengan menawarkan berbagai langkah, anatara
lain reskuffle (perombakan). Kabinet dan membentuk dewan reformasi, akan tetapi
presiden soeharto tidak mempunya pilihan lain kecuali mundur dari jabatannya.
Akhirnya pada hari kamis tepat 21 mei 1998, presiden soeharto bertempat di istana
merdeka jakarta menyatakan berhenti sebagai presiden dan dengan menggunakan pasal 8
UUD 1945,presiden soeharto segera mengatur agar wakil presiden habbie disumpah
sebagai penggantinya di mahkama agung,karna DPR tidak dapat berfungsi karna
gedungnya di ambil alih oleh mahasiswa.saat itu, kepemimpinan nasional segera beralih
dari soeharto ke habbie. Hal ini merupakan jalan baru demi terbukannya proses
demokratissasi di indonesia. Kendati di liputi oleh kontrofersi tentang status hukumnya,
pemerintah presiden habbie mampu bertahan selama satu tahun kepemimpinan.
Dalam masa pemerintahan presiden habbie inilah munculnya beberapa indikator
pelaksanaan demokrasi indonesia. Pertama,diberikannya ruang kebebasan pers sebagai
ruang politik untuk berpatisispasi dalam kebangsaan dan kenegaraan. Kedua,
diberlakukannya sistem multipartai dalam pemilu tahun 1999. Habbie dalam hal ini
sebagai presiden republik indonesia memberikan kesempatan kepada rakyat untuk
berserikat dan berkumpul secara sesuai dengan ideologi dan aspirasi politiknya.
Demokrasi yang diterapkan negara kita pada era reformasi ini adalah demokrasi
pancasila, tentu saja dengan karateristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip
dengan demokrasi parlementer tahun 1950-1959. Pertama, pemilu yang dilaksanakan
jauh demokratis dari yang sebelumnya. Kedua, rotasi kekuasaan dilaksanakaan dari
mulai pemerintahan pusat sampai tingkat desa. Ketiga, pola rekruitmen politik untuk
pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka dimana setiap warga negara yang
mampu dan memenuhi syarat dapat menduduki jabatan politik tersebut tanpa adanya
diskrimisi. Keempat,sebagian besar hak dasar rakyat bisa terjamin seperti adanya
kebebasan menyatakan pendapat,kebebasan pers dan sebaginya.
C. MEMBANGUN DEMOKRASI UNTUK INDONESIA
1. pentingnya kehidupan yang demokratis
Pada hakikatnya sebuah negara dapat disebut sebagai negara yang
demokratis , apabila didalam didalam pemerintahan tersebut rakyat memiliki
persamaan didepan hukum, memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam
pembuatan keputusan , dan memperoleh pendapatan yang layak karena
terjadi distrbusi pendapatan yang adil , serta memiliki kebebasan yang
bertanggung jawab .
a. Persamaan kedudukan dimuka hukum .

Hukum itu mengatur bagaimana seharusnya penguasa bertindak , semua


rakyat memiliki kedudukan yang sama didepan hukum , artinya , hukum
harus dijalankan secara adil dan benar . hukum tidak boleh pandang bulu.
Siapa yang bersalah dihukum sesuai ketentuan yang berlaku . untuk
menciptakn hal itu harus ditunjung dengan adanya aparat penegak hukum
yang tegas dan bijaksana , bebas dari pengruh pemerintahan yang
berkuasa dan berani menghukum siapa saja yang bersalah .
b. Berpartisipasi dalam pembuatan keputusan .
Dalam negara yang mengatur sistem politik demokrasi , kekuasaan
tertinggi berada ditangan rakyat dan pemerintahan dijalankan
berdasarkan kehendak rakyat .
c. Distribusi pendapatan secara adil.
Dalam negara demokrasi, semua bidang dijalankan dengan berdasarkan
prinsip keadilan termasuk didalam bidang ekonomi . semua warga negara
berhak memperoleh pendapatan yang layak .
d. Kebebasan yang bertanggung jawab .
Dalam sebuah negara yang demokratis , terdapat emat kebebasan yang
sangat penting , yaitu kebebasan beragama beragama, kebebasan pers ,
kebebasan mengeluarkan pendapat dan kebebasan berkumul. Empat
kebebasan ini merupakan ak asasi manusia yang harus dijamin
keberadaannya oleh negara.
2.perilaku yang mendukung egaknya nilai-nilai demokrasi
Demokrasi tidak mungkin terwujud,jika tidak didukung oleh
masyarakat.pada dasarnya timbulnya budaya demokrasi disebabkan karena
rakyat tidak senang adanya tindakan yang sewenang-wenang baik dari pihak
pengusaha maupun dari rakyat sendiri.
Kita bisa memulainnya dengan cara menampilkan beberapa prinsip
dibawah ini dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
a. Membiasakan diri untuk berbuat sesui dengan auran main atau hukum
yang berlaku
b. Membiasakan diri bertindak demokratis dalam seala hal
c. Membiasakan diri menyelesaikan persoalan dan musyawarah
d. Membiasakan diri mengadakan perubaan secara damai tidak dengan
kekerasan
e. Membiasakan diri untuk memilih pemimpin-pemimpin melalu cara-cara
yang demokratis
f. Selalu menggunakan akal Sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah
g. Selalu mempertanggung jawabkan hasil keputusan musyawaah baik
kepada tuhan yang maha esa,masyarakat,bangsa dan negara bahkan
secara pribadi
h. Menuntut hak setelah melaksanakan kewajiban
i. Menggunakan kebebasan dengan rasa tanggung jawaab
j. Mau menghormati hak orang lain dalam menyampaikan pendapat
k. Membiasakaan diri memberikan kritik yang bersifat membangun

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan
baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

MAKALAH
MENELUSURI DINAMIKA DEMOKRASI
DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT,
BERBANGSA DAN BERNEGARA

KELOMPOK 2
ILYA AMIRAH AMATULLAH
NUR INTAN
NUR RAHMAH SYAWALIA
NUR AFNI
NILAM SARI
SITI MAWADAH

SMK KESEHATAN INDONESIA JAYA


TAHUN AJARAN 2016/2017

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan demikian telah kita lihat bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan
dari waktu ke waktu. Namun kita harus mengetahui bahwa pengertian Demokrasi
Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang
dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Adapun aspek dari
Demokrasi Pancasila antara lain di bidang aspek Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi),
Aspek Formal, Aspek Normatif, Aspek Optatif, Aspek Organisasi, Aspek Kejiwaan.
Namun hal tersebut juga harus didasari dengan prinsip pancasila dan dengan tujuan
nilai yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, kita dapat merasakan demokrasi
dalam istilah yang sebenarnya.

B. Saran
Demokrasi pancasila di era reformasi Indonesia harus lebih di pehami karna agar
semua masyarakat Indonesia bias membedakan antara demokrasi pancasila di
Indonesia dengan Negara lain

DAFTAR ISI
Kata Pengantar..................................................................................................1
Daftar Isi...........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................3
A. Latar Belakang................................................................................3
B. Tujuan.............................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................4
A. Hakikat Demokrasi.........................................................................4
B. Penerapan Demokrasi Di Indonesia...............................................5
C. Membangun Demokrasi untuk Indonesia......................................9
BAB III PENUTUP......................................................................................11
A. Kesimpulan....................................................................................11
B. Saran..............................................................................................11

Anda mungkin juga menyukai