100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
797 tayangan38 halaman

Modul Perbaikan Roda dan Ban SMK

1) Modul ini membahas tentang roda dan ban mobil, termasuk jenis pelek roda, pemeriksaan kondisi roda dan ban, serta kerusakan yang mungkin terjadi pada ban. 2) Pemeriksaan kondisi roda dan ban penting dilakukan secara berkala untuk mengetahui adanya kerusakan atau keausan yang dapat membahayakan pengendara. 3) Kerusakan ban seperti ply-cord putus atau retak pada tread dikategorikan

Diunggah oleh

Frend Die Frend
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
797 tayangan38 halaman

Modul Perbaikan Roda dan Ban SMK

1) Modul ini membahas tentang roda dan ban mobil, termasuk jenis pelek roda, pemeriksaan kondisi roda dan ban, serta kerusakan yang mungkin terjadi pada ban. 2) Pemeriksaan kondisi roda dan ban penting dilakukan secara berkala untuk mengetahui adanya kerusakan atau keausan yang dapat membahayakan pengendara. 3) Kerusakan ban seperti ply-cord putus atau retak pada tread dikategorikan

Diunggah oleh

Frend Die Frend
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL MEMPERBAIKI RODA & BAN

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Disusun Oleh :

NAMA GURU : Sukardi, [Link]


NIP : 197607062009031004

TEKNIK KENDARAAN RINGAN


SMK N 1 SAWIT BOYOLALI
BAB I
MATERI UNIT KOMPETENSI
MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 1

Uraian Materi 1:
1. 1

PELEK DAN BAN

Pada umumnya roda yang digunakan pada mobil seperti terlihat pada
gambar 1. Roda dapat dibagi menjadi pelek dan ban. Pelek roda dan ban ini
pada manusia dapat diumpamakan sebagai kaki dan sepatu. Roda meluncur
disepanjang jalan sambil memikul berat kendaraan. Ban berfungsi meredam
kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan permukaan jalan dan
mencegah kejutan ini berpindah ke body.

Gambar 1. Pelek dan Ban


4.1.1 PELEK RODA (DISC WHEEL)
Ban tidak dapat dipasang langsung pada mobil, tetapi
dipasang pada roda-roda, biasanya pelek (disc wheel).
Karena roda merupakan bagian penting yang menyangkut
keselamatan mengemudi, maka harus cukup kuat untuk
menahan beban vertikal dan horisontal, beban pengendaraan
dan pengereman dan berbagai macam tenaga yang tertumpu
pada ban.
Disamping itu roda harus seringan mungkin. Tambahan
pula ban harus dibalance dengan baik, dengan demikian
dapat berputar lembut pada putaran tinggi, dan pelek harus
dibuat akurat agar dapat mengikat ban dengan baik.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 2

Gambar 2. Penampang pelek roda


1.2

TIPE PELEK RODA


Pada gambar 2. memperlihatkan sebuah model roda yang
banyak digunakan pada mobil penumpang. Beberapa roda ada
yang menggunakan ruji-ruji, dan disc wheel yang banyak
digunakan ini terbuat dari baja plat yang dipres dalam bentuk
tertentu. Rim dilaskan menjadi satu dibagian luar disekeliling
roda untuk memungkinkan pemasangan ban.
Roda dipasangkan pada hub atau poros (axle shaft)
dengan menggunakan empat atau enam buah baut tanam
(hub bolt). Mur roda dibuat sedemikian rupa sehingga pelek
dapat menempatkan posisinya dengan tepat dan center
secara otomatis pada axle hub saat pemasangan. Berat
pembalans (balance weight) kadang-kadang ada terpasang
diluar disekeliling rim untuk membalance roda. Baut-baut
yang dipasangkan pada roda disebut baut-baut hub, dan
tutup yang menutupi baut-baut ini disebut tutup roda (wheel
drop).
Pelek roda dapat dibedakan menurut metode pembuatan
dan bahannya. Ada dua tipe yang umumnya digunakan
sekarang : yaitu baja press dan campuran besi tuang (cast
light alloy).

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 3

Uraian 2 :
4.2

Pemeriksaan Roda
4.2.1 BATAS PEMAKAIAN BAN LUAR
Indikator Keausan Ban (T.W.I = Tread Wear Indicator).
Indikator keausan ban adalah tonjolan di dalam tread yang jumlahnya
empat sampai enam di sekeliling ban. Tingginya 1,6 sampai 1,8 mm
dari dasar tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini
menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti.
Berikut ini merupakan alasan mengapa ban yang keausannya sudah
mencapai TWI harus diganti.
New Tread

Worn Tread

TREAD WEAR INCICATOR


Location marks
Gambar 3. Indikator Keausan Ban (T.W.I)

Hydroplanning
Genangan air di jalan yang menjadi penyekat antara ban dengan
permukaan jalan, sehingga mengurangi daya cengkeram ban (road
holding).

Faktor yang mempengaruhi hydroplanning :


Aman
1).
2).
3).

Kecepatan
: Rendah
Tekanan Angin
: Tinggi
Alur Telapak Ban : Ada alur

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Berbahaya
Tinggi
Rendah
Gundul

Page 4

Pengendaraan di Jalan Basah


Ban yang baik harus dapat mengalirkan air minimal sebanyak 4 s/d 5 liter per
detik, ketika kendaraan berkecepatan 60 km/jam. Bila ketentuan tersebut tidak
terpenuhi, maka kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi ialah :
1). Terjadi peningkatan permukaan air di depan ban,
2). Bila kecepatan kendaraan meningkat, ban/kendaraan akan berjalan di atas
air (terjadi Aquaplane / Hydroplane),
3). Daya cengkeram kurang, kendaraan tidak dapat dikendalikan dengan baik
(ada resiko slip), mengurangi kemampuan pengereman.
Pengendalian di Jalan Basah
Alur telapak ban dirancang sedemikian rupa untuk dapat membuang /
mengalirkan air dengan baik, agar terjadi kontak area antara telapak ban
dengan permukaan jalan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembuangan air :
1).
2).
3).
4).
5).

Kedalaman alur telapak


Kelebaran alur telapak
Jumlah alur telapak
Jenis pola telapak
Kecepatan kendaraan

Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan :


1).
2).
3).
4).

Posisi kedudukan bead kurang sempurna (tidak melekat dengan baik).


Ketika menikung, ban mungkin lepas dari pelek.
Tidak dapat menjaga tekanan angin ban tubeless dengan sempurna.
Ban dalam mungkin koyak karena terjepit bead pada pelek yang lebih
sempit.
5). Pada pelek yang lebih lebar, dinding samping ban terlalu tegang (tidak
lentur), sehingga pengendaraan menjadi keras.
PEMAKAIAN PELEK YANG TIDAK SEMPURNA

Pelek Standar

Pelek Sempit

Pelek Lebar

Gambar 4. Posisi Ban Terhadap Pelek


MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 5

PENGGUNAAN BAN DAN PELEK YANG SESUAI


1).
2).
3).
4).
5).

Ban luar radial harus memakai ban dalam radial.


Gunakan ban dengan spesifikasi teknis yang seragam.
Gunakan pelek ukuran standar, sesuai dengan ukuran ban.
Gunakan pelek Hump Rim untuk ban tubeless.
Mengemudi dengan cara yang wajar.

4.2.2 PEMERIKSAAN BAN LUAR


Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan. Ukuran ban harus sesuai
dengan pelek yang digunakan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat
ukuran ban yang tertera pada sidewall dan dibandingkan dengan ukuran
pelek yang digunakan. Ukuran pelek biasanya tertera pada pelek tersebut.
Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan akibat seperti
telah diuraikan di atas. Penting juga memeriksa run out pelek roda, yaitu
seperti gambar dibawah ini.

Gambar 5. Memeriksa Run Out Pelek


[Link]

Pemeriksaan keausan ban.


Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban
pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini
menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti.
New Tread
Worn Tread

TREAD WEAR INCICATOR


Location marks

Gambar 6. Pemeriksaan Keausan Ban


[Link]

Tekanan angin.
Tekanan angin ban yang tidak sesuai akan menyebabkan
kerusakan pada ban dan memperpendek umur ban, diantaranya :

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 6

keausan tread tidak rata, lepasnya ikatan ply-cord dari karet ban,
dan keretakan pada daerah sidewall. Oleh karena itu penting juga
dilakukan memeriksa keolengan roda, seperti gambar dibawah ini.
(keolengan roda : 1,0 mm)

Gambar 7. Pemeriksaan run-out ban


[Link]

Kerusakan ban luar.


Kerusakan luar dari ban merupakan kerusakan yang dapat diamati
secara visual.

Gantilah ban Anda


Bila tanda slip sudah terlihat

Gambar 8. Pemeriksaan Kerusakan Luar Ban


Rib Tear
Ada bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban. Tear
Rib disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan
jalan dengan sempurna, sehingga konsentrasi berat hanya
bertumpu pada sebagian kecil telapak. Karena beban tidak sesuai
dengan kekuatan bagian ban yang memikul, maka terjadi
kerusakan.
Separation
Pada bagian luar ban terjadi benjolan (bagian yang
menggelembung) terutama pada shoulder, atau pada sidewall. Ini
disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban yang
disebabkan beban berat, tekanan angin kurang dan kecepatan
tinggi.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 7

C.B.U
Terputusnya ply-cord pada sidewall, kerusakan dapat dilihat dari
sisi dalam ban. Penyebab kerusakan ini adalah tekanan ban sangat
kurang, sehingga terjadi defleksi (pergerakan-pergerakan) yang
besar pada sidewall. Gaya regang tarik yang berulang-ulang
menyebabkan ply-cord putus.
Macam dan Golongan Kerusakan Ban Luar
Tabel 2. macam dan Golongan Kerusakan Ban Luar
Macam dan Kondisi kerusakan
Penggolongan
Ply-cord putus ( C.B.U )
Berbahaya
Retak alur
Mencapai benang / Berbahaya
kanvas
Belum
mencapai Hati-hati
benang
Rusak luar telapak
Mencapai benang / Berbahaya
kanvas
Belum
mencapai Hati-hati
benang
Retak
dinding Mencapai benang / Berbahaya
samping
kanvas
Belum
mencapai Hati-hati
benang
Kerusakan bead (Bead broken)
Berbahaya
Lapisan ban terpisah (separation)
Berbahaya
Kebocoran/perbaikan yang tidak sempurna Berbahaya
pada ban tubeless
[Link]

Keausan ban. Digolongkan menjadi dua, yaitu keausan karena


umur pemakaian dan keausan yang tidak wajar. Tread yang aus
secara merata merupakan keausan yang wajar yang terjadi karena
umur pemakaian ban. Apabila tanda indikator keausan pada tread
sudah terlihat, ban perlu diganti baru.
Berikut ini merupakan keausan yang tidak wajar yang terjadi pada
ban.

[Link]

Ban Aus Pada Shoulder Atau Di Tengah


Penyebab utama keausan ban yang terpusat pada shoulder atau di
tengah adalah kesalahan tekanan ban. Kalau tekanan ban terlalu
rendah, maka bagian tengah akan cekung, dan beban akan
tertumpu pada shoulder sehingga akan aus lebih cepat daripada
bagian tengah. Beban yang berlebihan juga akan berakibat sama.
Kalau tekanan ban terlalu tinggi, bagian tengah ban menjadi
cembung, dan sebagian besar beban akan tertumpu di tengah
sehingga keausannya lebih cepat daripada bagian shoulder.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 8

Keausan
Keausan

Keausan

Gambar 9. Aus Pada Tengah Tread dan Pada Shoulder


[Link]

Keausan Ban Sebelah Dalam Atau Sebelah Luar

(1) Keausan karena menikung, seperti terlihat di bawah adalah yang

disebabkan karena berbelok dengan kecepatan yang berlebihan.


Ban tergelincir dan mengakibatkan jenis keausan diagonal. Ini
adalah masalah yang paling sering terjadi. Satu-satunya cara
pencegahannya adalah pengemudi harus memperlambat kendaraan
pada saat membelok.
(2) Deformasi atau kelonggaran yang berlebihan pada bagian suspensi

akan mempengaruhi front wheel alignment, dan mengakibatkan


keausan ban tidak normal.
(3) Kalau sebelah tread keausannya lebih cepat dari yang lain,

penyebab utamanya adalah mungkin camber tidak tepat. Karena


besarnya bidang singgung ban dengan jalan tergantung pada
besarnya beban, ban dengan camber positip, diameter sebelah
luarnya lebih kecil daripada sebelah dalam. Akibatnya, tread bagian
luar akan slip pada jalan untuk mengejar jarak tempuh yang sama
untuk tread bagian dalam. Kejadian slip ini mengakibatkan keausan
yang berlebihan di sebelah luar tread. Untuk ban dengan camber
negatip, keausan tread di sebelah dalam akan lebih cepat.
Keausan

Gambar10. Aus Sebelah Dalam dan Luar


[Link]

Keausan Akibat Toe-In Atau Toe-Out (Aus Berbulu)


Penyebab utama aus berbulu pada tread ban adalah penyetelan
toe-in yang tidak tepat. Toe-in yang terlalu besar akan memaksa
roda slip keluar dan menggesek bidang singgung tread bagian
dalam pada permukaan jalan, ini menyebabkan terjadinya keausan
toe-in. permukaan tread akan membentuk susunan seperti bulu
seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Ini dapat diketahui
dengan jalan mengusapkan tangan pada tread dari bagian dalam
ke bagian luar ban.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 9

Keausan

Keausan

Gambar 11. Keausan Ban Akibat Toe in


Dalam hal lain, toe-out yang berlebihan akan menarik ban ke
dalam dan menggesek bidang singgung tread bagian luar pada
permukaan jalan. Keausan toe-out yang terjadi bentuknya seperti
gambar di bawah.
Keausan

Keausan

Gambar 12. Keausan Ban Akibat Toe out


PENTING !
Kalau kedua ban menunjukkan keausan seperti ini, berarti penyetelan front
end tidak tepat. Kalau hanya sebelah ban yang mengalami keausan seperti
itu, kemungkinan penyebabnya adalah steering knuckle arm bengkok. Ini
mengakibatkan toe-in atau toe-out sebelah ban lebih besar dari lainnya.
[Link]

Keausan Toe-and-Heel
Keausan toe-and-heel adalah aus sebagian yang sering terjadi
pada ban dengan pola tread block dan lug. Ban dengan tread
berpola rib keausannya membentuk pola seperti gelombang.
Karena ban yang bukan penggerak roda tidak memperoleh gaya
penggerak, tetapi hanya gaya pengereman, keausannya cenderung
membentuk pola toe-and-heel. Keausan seperti ini juga akan
terjadi jika rem secara berulang-ulang diinjak dan dilepaskan, yang
mengakibatkan ban tergelincir pada jarak yang pendek berkali-kali.

Gambar 13. Keausan Toe and Heel


MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 10

[Link]

Keausan Spot/Spot Wear (Cupping)


Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa
bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada
kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda
mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di
bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain
mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok,
ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan
kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan
menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah
berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya
pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan
terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar
pada ban.

Keausan
Gambar 14. Keausan Spot
PENTING !
Kanvas yang dipasang pada tread ban untuk menambal kebocoran
atau tonjolan akan menyebabkan terjadinya keausan spot.
Start, pengereman dan belokan tajam yang mendadak juga
menyebabkan keausan spot.
Roda yang tidak balance berlebihan juga menyebabkan terjadinya
keausan spot.
4.2.3

BATAS PEMAKAIAN BAN LUAR


Indikator Keausan Ban (T.W.I = Tread Wear Indicator). Indikator keausan
ban adalah tonjolan di dalam tread yang jumlahnya empat sampai enam
di sekeliling ban. Tingginya 1,6 sampai 1,8 mm dari dasar tread. Apabila
keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan
ban dan saatnya ban harus diganti.
New
Tread

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Worn
Tread

TREAD WEAR INCICATOR


Location marks

Page 11

[Link]

PELEK BAJA PRESS


Pelek tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang
dilas. Disc dibuat dari lembaran baja yang dipres.
Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam jumlah
yang banyak. Pada umumnya mobil menggunakan tipe ini
karena tahan lama dan kualitasnya merata.

[Link] PELEK DARI BAHAN CAMPURAN BESI TUANG


Pelek (cast light-alloy disc wheel) ini terbuat dari bahan
campuran biasanya dari aluminium atau magnesium. Pada
umumnya digunakan untuk mengurangi berat dan
menambah penampilan kendaraan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menangani pelek
aluminium adalah
Pada kendaraan yang menggunakan pelek aluminium,
bila melepasnya untuk sementara, umpamanya untuk rotasi
ban, perbaikan, atau bila memasang pelek yang baru pada
kendaraan, maka setelah 1500 km roda dipasang periksalah
kekerasan mur rodanya.
Bila
menggunakan
rantai
ban,
berhati-hatilah
memasangnya agar tidak merusak pelek aluminium.
Gunakanlah khusus untuk pelek aluminium.
Bila perlu membalance roda, gunakanlah balance weight
khusus untuk pelek aluminium. Gunakanlah palu plastik
atau karet dan bukan logam untuk memasangnya.
Seperti halnya pelek jenis lainnya, periksalah pelek
aluminium secara teratur.
[Link]

SISTEM KODE SPESIFIKASI PELEK


Ukuran pelek tercetak pada permukaan pelek itu sendiri.
Biasanya meliputi lebar, bentuk dan diameter pelek.

Gambar 15. Kode Spesifikasi Pelek


MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 12

Misalnya: 5.50 F x 15 SDC


Keterangan 5.50
: Lebar pelek (dalam inchi)
F
: Bentuk flens pelek
15
: Diameter pelek (dalam inchi)
SDC : Tipe rim
a). Pelek (Rim)
Penggunaan pelek (atau rim) yang betul akan bermanfaat
bagi kemampuan ban yang dipakai dan keamanan dalam
mengendarai mobil. Menurut standard industri Jepang (JIS),
pelek dibagi menjadi enam kategori sebagai berikut :
Nama
Singkatan
Divided Type Rim

D.T.

Drop Center Rim

D.C.

Wide Drop Center Rim

W.D.C.

Semi Drop Center Rim

S.D.C.

Flat Base Rim

I.R.

Divide Type Rim

Gambar 16. Divide Type Rim


Pelek jenis ini digunakan untuk mobil kecil, mesin pertanian, dan
kendaraan industri (forklift dan sebagainya). Devide Type Rim paling
cocok untuk keperluan buka dan pasang ban secara mudah.
Tempat kedudukan bead tidak datar, tetapi miring pada kedua sisi,
menurun kearah pusat dan membentuk apa yang dinamakan
taper. Bead yang miring mencegah penggeseran dan akan
menghasilkan pegangan yang kuat dari bead dan pelek.
Drop Center Rim
Pelek ini digunakan terutama untuk mobil sedan dan truk kecil.
Terdiri dari satu bagian saja (Devide type terdiri dari dua bagian).
Bentuk bagian tengah yang cekung dimaksudkan untuk
memudahkan pemasangan bead. Disini juga ada taper
untukmencegah pergeseran diantara ban dan pelek.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 13

Gambar 17. Drop Center Rim


Wide Drop Center Rim

Gambar 18 Wide Drop Center Rim


Belakangan ini ban dengan tekanan angin rendah telah digunakan
untuk menambahkan kenyamanan dalam mengendarai mobil. Banban tersebut lebih lebar daripada jenis yang biasa dan oleh karena
itu, memerlukan suatu Wide Drop Center Rim (lebih lebar).
Kebanyakan ban ini digunakan untuk mobil sedan dan truk kecil.
Semi Drop Center Rim

Gambar 19. Semi Drop Center Rim


Semi Drop Center Rim digunakan terutama untuk ban truk kecil.
Bentuk bagian tengah yang sedikit cekung memudahkan
penggantian ban. Kontak antara ban dan pelek diperbesar dengan
adanya taper. Hasilnya lebih baik daripada yang diberikan oleh
jenis Flat Base biasa. Semi Drop Center Rim terdiri dari 3 bagian
untuk memudahkan penggantian ban. Cincin yang dipasang diantara
flens dan pelek induk disebut Cincin Pengunci (Lock Ring).Tetapii
dewasa ini, pelek dengan 2 bagian (tanpa cincin pengunci) lebih
sering digunakan, bagian yang dapat dilepas disebut Cincin Samping
(Side Ring).

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 14

Flat Base Rim

Gambar 20. Flat Base Rim


Flat Base Rim dig Flat Base Rim digunakan untuk truk dan bus.
Struktur pelek rata dan kuat dan oleh karena itu, dapat menahan
beban yang lebih berat. Seperti pada semi drop center rim,
pelepasan dari cincin samping adalah untuk pemasangan dan
pelepasan ban. Pelek jenis ini sekarang dibuat lebih lebar. Tempat
kedudukan bead sebelah kiri pada gambar 8, tidak begitu jelas
kelihatan tetapi ada taper sedikit. Pada sisi dimana cincin samping
berada, tidak ada taper. Jadi disini pasangan bead tidak begitu baik,
karena itu tidak direkomendasikan pemakaian pelek jenis ini.
Interim Rim

Gambar 21. Interim Rim


Interim Rim mempunyai konstruksi yang sama dengan Flat Base Rim
yang lebar (Wide Base Rim) dan merupakan model yang telah
disempurnakan dari Flat Base Rim. Dari hasil eksperimen yang
bertahun-tahun ditemukan bahwa perbandingan (ratio) yang terbaik
antara lebar pelek dan ban adalah sekitar 70%. Penggunaan pelek
yang lebih lebar memberikan pencegahan yang baik terhadap
pembangkitan panas dalam ban, umur ban yang pendek
(dibandingkan dengan pelek yang lebih tua dengan lebar kira-kira 57
% dari lebar ban).

[Link].

Ukuran Pelek
Contoh :

5.00 S x 20 F.B.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 15

Keterangan :
5.0
S
20
F.B.

= Lebar pelek (=lebar dasar ban) dalam inchi.


= bentuk flens dari pelek.
Ada 20 macam,dari A sampai V.
= diameter pelek dalam inchi.
= Flat Base Rim.

NAMA

BENTUK DASAR

PENGGUNAAN

D.T.
(Divided Type Rim)

D.C.
(Drop Center Rim)

S.D.C.
(Semi Drop Center Rim)

F.B.
(Flat Base Rim)

Gambar 22. Bentuk Dasar Pelek

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 16

4.2.4

Macam-Macam Ban
Ban kendaraan dapat dibagi menjadi : ban bias, radial dan tubeless (tanpa
ban dalam).
[Link]

Ban Bias
Ban ini dibuat dengan lapisan serat arah miring. Memiliki tapak
(tread) dengan daya serap benturan yang baik sehingga
memberikan kenyamanan berkendaraan.
Adapun ketahanan
terhadap keausan dan guncangan (rol) tidak sebaik ban radial.

[Link].

Ban Radial
Lapisan serat pada ban ini menyilang lingkar ban, ditambah lapisan
sabuk searah lingkar ban. Tipe ban ini, sabuk terbuat dari serat
baja. Ban ini disebut ban radial baja. Tapaknya lebih kaku, lebih
tahan terhadap guncangan dan keausan daripada tipe bias, namun
kurang nyaman pada jalan tidak rata.
BREAKER

BELT
RADIAL CORD

BIAS
CORD

LINER

BEAD TIRE
CHAMFER
RIM VALVE

Gambar 23. Roda dengan Ban Bias dan Ban Radial

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 17

WHEEL SIDE RING

TUBE

FLAP

TIRE

Gambar 24. Roda Dengan Ban Dalam

[Link]. Ban Tubeless


Tipe ini dirancang untuk menahan udara langsung didalamnya
tanpa menggunakan ban dalam. Dilengkapi dengan lapisan dalam
untuk menghindari kebocoran udara serta berfungsi untuk
menghambat udara bocor dengan cepat saat ban tertusuk,
sehingga tingkat keamanannya cukup baik. Keuntungan Ban
Tubeles yaitu saat ban terkena paku atau benda tajam lainnya,
tread dan liner mencengkeram kuat pada paku, sehingga dapat
mencegah kebocoran udara sehingga ban tidak cepat kempis.
Karena udara dalam ban berhubungan langsung dengan rim,
transfer radiasi panas akan lebih baik. Dengan dihilangkannya ban
dalam, flap dan side ring ban menjadi lebih ringan.
TREAD

SHOULDER
LINER

SIDEWALL

CARCASS
(CORD)

CHAMFER

BEAD WIRE
BEAD
BEAD WIRE

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 18

BEAD BASE
RIM VALVE

WHEEL DISK
TIRE

Gambar 25. Roda Dengan Ban Tubeless


[Link].

Kode ukuran ban dan roda


Umumnya ukuran ban dan roda berdasar lebar, kekerasan,
ketebalan, serta sifat lainnya.

Tabel 1. Kode ukuran ban dan roda

Membaca Kode Ban


a). Ban dengan ban dalam
10.0 R 20 14PR
Keterangan :
10.0 : Lebar ban (inchi)
R
: Konstruksi radial
20 : Diameter rim (inchi)
14PR
: Kekuatan ban (PR)
b). Ban tubeless
11 R 22.5 14PR
Keterangan
:
11 : Lebar ban (inchi)
R
: Konstruksi radial
22.5 : Diameter Rim (Inchi)
14PR
: Kekuatan ban (PR)

TIRE
HEIGHT

TIRE WIDTH

RIM DIAMETER

[Link]

Contoh nominasi ban


10.00 20 14PR
10.00 20 14PR
11-22.5 14PR
11R22.5 14PR
225 / 70 R22.5 14 0 / 137J

OUTER DIAMETER

Jenis ban
Ban bias
Dengan
Ban Dalam Ban radial
Ban bias
Tubeless
Ban radial
Ban radial ultra flat

Gambar 26 . Kode Ban

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 19

[Link]

Metode ISO
a). Ban radial ultra flat
225 / 70 R 22.5 140 137 J
Keterangan
:
225 : Lebar ban (inchi)
70
: Rasio Ketebalan
R
: Konstruksi radial
22.5
: Diameter Rim (Inchi)
140
: Indek muatan (roda tunggal)
137
: Indek muatan (roda ganda)
J
: Simbol kecepatan

1). PR (Play Rating)


Rating merupakan satu istilah yang dipakai untuk menyatakan
kekuatan ban, berdasarkan pada kekuatan serat katun yang
ditentukan oleh JIS. Semakin banyak jumlah lapisan, semakin
tinggi kekuatan ban. Dengan kata lain, jumlah ini menyatakan
berapa banyak lapisan benang katun (carcass) yang membentuk
kerangka ban yang sama. 14PR tidak berarti bahwa ban
mempunyai 14 lapisan serat katun.
2). Rasio Ketebalan dan Tingkat Ketebalan

TIRE
HEIGHT (H)

TIRE WIDTH (W)

Ratio Ketebalan : _____

Tingkat Kerataan : _____ x 100

Gambar 27. Ratio Ketebalan dan Tingkat Kerataan

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 20

3). Pola tapak ban (Tread pattern)


Jenis, ukuran dan play rating ban ditentukan pada tahap desain
kendaraan, tetapi pola tapak dapat ditentukan menurut kondisi
pelayanan. Menurut tapaknya secara umum ban diklasifikasikan
menjadi 5 pola dasar sebagai berikut.

RIB

LUG LURUS

BLOCK

LUG MIRING

COMPOSITE / KOMBINASI

Gambar 28. Pola Dasar Tread Pattern

Uraian Materi 3.
4.3 Membalans Roda / Ban
4.3.1 Balance (keseimbangan) Roda
Roda dan ban harus balance (seimbang) agar tidak terjadi getaran atau
untuk meminimalkan penggunaan ban, komponen suspensi dan stir.
Saat roda berputar, terjadi gaya sentrifugal pada tiap bagian roda dan
ban dimana sejumlah gaya tertarik keluar dari ban. Gaya ini semakin
menguat saat rotasi roda semakin cepat
Saat massa sudah merata ke seluruh roda dan ban (tidak ada titik
berat), gaya akan seimbang maka gaya sentrifugal tidak akan memiliki
efek hambatan (gambar 29). Jika ban memiliki titik berat maka ban akan
tidak seimbang (unbalance) dimana gaya sentrifugal lebih besar pada
salah satu titik ban yang akan menarik gaya yang kuat saat ban
berputar. Ini akan membuat roda dan ban bergerak ke atas dan ke
bawah atau dari sisi satu ke sisi yang lainnya (oblak).

Gambar 29 : Keseimbangan dan ketidak seimbangan roda (Balance &

Unbalance)

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 21

4.3.2 Efek ketidakseimbangan (unbalance)


Ada dua jenis balance dan unbalance; statis dan dinamis. Efek
keseimbangan dan ketidakseimbangan tersebut sperti pada gambar 30
di bawah dimana unbalance disebabkan oleh adanya titik berat pada
ban dimana posisi titik berat akan menentukan jenisnya, statis atau
dinamis.

Gambar 30 : Effek dari Ketidakseimbangan (Unbalance) Roda


Titik berat di tengah tapak ban akan membuat unbalance/
ketidakseimbangan statis, roda akan bergerak ke atas dan ke bawah,
sedangkan titik berat pada salah satu sisi ban akan membuat
unbalance /ketidakseimbangan dinamis dimana ban akan bergerak
dari satu sisi ke sisi yang lainnya (oblak). Perbedaan keduanya
dijelaskan pada gambar 31

Gambar 31: Unbalance Dynamic/ Ketidakseimbangan Dinamis Roda

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 22

4.3.3 Balance Statis


Roda dan ban dengan balance statis, dapat bebas bergerak pada
porosnya, posisinya tetap saat diputar. Jika tidak seimbang, titik berat
akan selalu berada dibawah.
Gambar 32 menunjukkan sebuah ban dengan titik berat di tengah
tapak ban. Ini memiliki unbalance statis atau dapat dibalancekan
dengan memasang pemberat di pelek tepat di sisi yang berlawanan
dengan titik berat. Dua pemberat diperlukan, masing-masing setengah
massa titik berat. Jika hanya satu pemberat maka dapat dibuat
menjadi balance dinamis.
Tanpa pemberat, roda akan tampak bergerak ke atas dan ke
bawah saat berputar ini biasanya disebut tramp. Gaya yang berputar
dengan roda akan berusaha menarik roda ke depan dan ke belakang
namun hal itu dapat dicegah dengan adanya suspensi.

4.3.4 Unbalance dinamis


Gambar 34 di atas menjelaskan ban dengan titik berat pada salah
satu sisinya. Pada diagram, gaya akan menarik bagian depan ban
dan berusaha berputar pada poros stir. Saat roda berputar, ia akan
menarik dari sisi satu ke sisi yang lainnya karena gaya tersebut
mengubah arahnya pada tiap setengah putaran roda. Ini biasanya
disebut ban goyang atau oblak.
Efek dari gaya ini dilihat hanya pada saat gaya tersebut berada di
roda depan atau roda belakang dimana stir memungkinkan roda
untuk pivot dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Saat gaya itu berada di
atas atau di bawah, roda tertahan dan tidak oleng meskipun ada

tramp.

Ban pada gambar 32 memiliki dua titik berat yang terletak secara
diagonal. Ban berada tersebut pada balance statis dan akan tetap
pada posisi porosnya. Ini karena titik berat yang ada saling
mengimbangi. Namun demikian, roda yang memiliki balance statis
akan memiliki unbalance dinamis. Ketika roda ini (tanpa pemberat)
berputar, gaya sentrifugal akan bergerak pada kedua titik berat.
Gaya akan menarik bagian depan dan belakang ban secara
bersamaan. Pemberat yang tampak pada gambar menjelaskan
balance dinamis.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 23

Gambar 32: Ban dengan dua titik berat secara diagonal

4.3.5 Memperbaiki unbalance


Pemberat balance dipasang pada tapak ban untuk mengimbangi titik
berat.
Gambar 33 menunjukkan ban dengan unbalance statis, dua
pemberat balance dipakai untuk memperbaikinya hingga massa-nya
merata pada seluruh ban.

Gambar 33: Ban dengan unbalance statis, dua pemberat balance

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 24

Gambar 34 menunjukkan roda dengan unbalance dinamis dimana


dua pemberat diperlukan untuk memperbaikinya dan ketika sudah
balance dinamis, massanya merata pada tiap-tiap bagian roda.
Pada kebanyakan hal, kasusnya tidak terbatas pada balance statis
atau [Link] roda dan ban dibuat agar dapat dibalance
baik statis maupun dinamis saat roda itu sudah tidak balance lagi.

balance

Gambar 34: Ban dengan unbalance Dynamis, dua pemberat

4.3.6 Balancing roda


Mesin balancing roda digunakan untuk ketepatan balancing. Ada dua
jenis,yaitu
1). Memutar roda ketika roda tidak berada di kendaraan.
2). Memutar roda saat masih menyatu dengan kendaraan.
Keduanya menggunakan vibrasi yang terjadi saat roda berputar
untuk mengetahui posisi unbalance (baik statis maupun dinamis)
diroda dan ban.
Balancer (balancing roda) di luar kendaraan
Ini merupakan mesin yang membalance roda di luar kendaraannya.
Roda di pasang di kumparan mesin yang kemudian digerakkan oleh
Motor elektrik.
Balancer seperti ini ada pada gambar [Link] ada alat
pendeteksi langsung. Dengan satu putaran pada mesin, mesin dapat
mengetahui apakah ban mengalami balance statis atau dinamis.
Instrument ini menunjukan berat balance yang diperlukan, letaknya
dan apakah unbalance/Ketidakseimbangan berada di dalam atau di
luar lingkaran roda
Pada dasarnya, mesin seperti ini terdiri dari kumparan yang
terpasang untuk roda dan sensor elektronik untuk mengukur vibrasi
MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 25

kumparan saat roda berputar. Kemudian sensor akan mengukur


tingkat balance yang ada. Roda yang balance tidak menghasilkan
vibrasi. Mesin balancing roda ini, memiliki komponen elektronik dan
sirkuit yang memudahkannya [Link] kebanyakan kasus,
ukuran ban dipilih oleh operator dan mesin secara otomatis
menjelaskan kesesuaian ukuran roda yang sedang dibalance.

Gambar 35 : Mesin Balans menggunakan Pengaman/Penutup

4.3.7. ALAT KESELAMATAN


Mesin balancing roda memiliki kap pengaman yang menutupi roda
saat berputar. Roda dapat berputar dalam kecepatan tinggi, kap
penutup ini akan melindungi operator dari roda yang bisa saja
terlepas dari kumparan. Pemberat yang ada harus dilepas dari
pelek sebelum memutar agar tidak terlepas dan mengenai operator
dan untuk lebih memperoleh balance yang tepat

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 26

Gambar 36: Nama Komponen-komponen Balans


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Operational Panel
Wheel safety cover
Housing
Wheel fixing cup
Large cone
Medium cone
Small cone
Shaft

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

Clamping nut
Fixing template
Brake Pedal
Body
Scale Bar
Work table
Cone hanger
Power Switch

Page 27

Gambar 37: Tombol pengoperasian Balans

4.3.8 Balancer (balancing roda) pada kendaraan


Balancer jenis ini, membalance roda, ban dan hub yang
terpasang pada kendaraan. Balancer memiliki motor elektrik
dengan logam pengendali roda yang bekerja pada bahu ban
(gambar 38). Pickup head di bawah suspensi digunakan untuk
mengetahui vibrasi dari unbalance sedangkan instrumennya
mencatat unbalance dan menunjukkan dimana letak pemberat
diperlukan
Untuk membalance sebuah roda, roda diletakkan di atas
tanah kemudian kapur penanda diletakkan di atas ban. Biasanya
pickup head merupakan bagian dari dongkrak atau stand, maka
letaknya di bawah suspensi untuk mengetahui vibrasi.
Mesin berputar ke sisi-sisi roda untuk dibalance dan
pengendali roda berfungsi untuk memutar roda pada kecepatan
tinggi. Vibrasi yang diterima kemudian diubah kegetaran elektrik
yang ditransmisikan ke mesin. Instrument mesin menunjukkan
jumlah unbalance dan perbaikan yang diperlukan.
Setelah memasang pembalance, roda diputar lagi untuk
mengetahui apakah roda sudah balance atau belum.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 28

Gambar 38: Membalan pada roda yang masih terpasang

4.3.9 Pemutar Roda


Ada balancer yang menggunakan pemutar roda secara terpisah
(gambar 39), khususnya untuk memutar roda yang berat pemutar
jenis ini digunakan pada tapak roda.

Gambar 39 : Balaner yang menggunakan pemutar roda


o

PERHATIAN
Untuk balancing roda pada on-vehicle balancing, dapat
menggunakan mesin kendaraan tersebut untuk memutar roda. Ini
dapat dilakukan pada roda depan dan belakang

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 29

Pemutaran roda harus dibatasi pada kecepatan 55 km/jam pada


speedometer, ini penting karena
dengan satu roda di jalan,
speedometer hanya akan membaca kecepatan roda sebenarnya.
Jika perhatian ini tidak diindahkan, akan menyebabkan roda melaju
pada kecepatan yang berbahaya, bahaya cedar bagi operator,
disintegrasi ban bahkan rusaknya kendaraan.
Saat batas slip-differential sudah diperoleh, kendaraan harus
dinaikkan dari lantai saat memutar roda depan dan belakang. Jangan
sampai masih ada satu roda yang masih menyentuh lantai agar
kendaran tidak lari dari dongkrak atau stand..

4.3.10 Memasang pembalance


Pemberat balance dijelaskan gambar 40. Pembalance memiliki kawat
penjepit yang mengait pada pelek roda, dipasang dengan
menancapkannya dengan palu. Sesudah terpasang dengan baik,
kemudian dengan rapi dimasukkan ke dalam pelek.
Berat yang berbeda digunakan pada roda alumunium dan roda baja,
karena keduanya memiliki bentuk yang berbeda begitu juga
pembalancenya.
Pembalance yang lebih ringan digunakan pada roda alumunium
memiliki sifat adhesif yang menempel pada bagian datar pelek.
Pembalance dibuat dalam berbagai ukuran; dalam massa, gram
ditunjukan dalam berat pembalance.

Gambar 40 : Timah Pemberat Balancer

Ban dan pelek


Ban dengan pelek runout dapat dalam keadaan balance statis atau
unbalance dinamis. Untuk roda yang sulit untuk dibalance, roda dan
ban harus dicek lebih lama lagi. Runout diperiksa dengan
menggunakan alat ukur (Dial gauge) yang diletakan di bagian bawah
(gambar 41). Umumnya runout tidak lebih dari 2 mm.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 30

Sedangkan ban diperiksa di bagian tengah tapaknya untuk


diameter ban dan di bagian pinggirnya pada bagian
[Link] memastikan bahwa semua bagian ban sudah
teperiksa. Untuk pemeriksan yang lebih akurat, ban dilepas dari
peleknya.
Sebelum memeriksa ban runout kendaraan harus dipanaskan agar
ban juga ikut panas.
Ban runout dan unbalance kadang dapat dikurangi dengan
melepas ban dari roda dan memutarnya 180 derajat sebelum
memasangnya lagi.

Gambar 41 : Membalans dengan menggunakan Dial Gauge).

4. 4 Memasang Roda
4.4.1. Prosedur Pemasangan Ban
a). Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda
diganjal.

Gambar 42. Kondisi rata dan terganjal


b). Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan
peruntukan ban. Peralatan yang perlu disiapkan antara lain: Tire gauge
MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 31

(alat ukur tekanan ban), Chuck udara untuk ban, udara bertekanan,
kunci roda dan jack stand.

Gambar 43. Menambah Tekanan Ban


Tabel 5. Standar Tekanan Ban
Ukuran ban
Tekanan udara (kg/cm2) (depan
& belakang)
10.0-20-14PR
6.75
10.0R20-14PR
7.25
11R22.5-14PR
7.00
11/70R22.5-14PR
8.00
11.1-20-16PR
7.00
c). Tempatkan roda pada lubang baut-baut roda sehingga posisinya tepat
dan benar sesuai dengan tanda pemasangannya.

Gambar 44. Tanda Pemasangan


d). Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah
kendaraan.

Gambar 45. Mendongkrak kendaraan


MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 32

e).Mengencangkan mur roda


Mur dan baut roda harus dikencangkan pada kecepatan tertentu.
Untuk memastikannya, roda didudukkan dengan benar dan tidak
didistorsi, kemudian dikencangkan dengan ketentuan yang sudah
ada seperti pada gambar 45.
Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar dibawah ini,
Torsi : 600 kgf-cm (59 N.m; 43 [Link]).
Mur

Hub
1

1
4

3
2

FOUR WHEEL NUTS

FIVE WHEEL NUTS

Gambar 46. Urutan Pemasangan Baut


Kencangkan setiap mur roda dengan kunci mur roda dan periksa jika
ada yang kendor.
Jika

ada

yang

longgar,

kencangkan

sampai

putaran

yang

ditentukan.
Putaran untuk mengencangkan: 4.000 - 4.800 [Link]

4,000-4,800 [Link]

Gambar 47. Pengencangan mur roda

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 33

4.4.2

Metode pengencangan baut


Metode pengencangan baut ada dua, yaitu: metode elastic region
(konvensional) dan metode plastic region (angle torque).
a). Metode elastic region
Pada metode ini momen pengencangan bertambah sesuai dengan
putaran sudut baut, bila baut dikeraskan melebihi elastic region hanya
sudut putaran yang bertambah tetapi momennya tetap.
b). Metode plastic region
Pada tipe mesin tertentu, baut cylinder head dan main cap bearing
dikencangkan dengan metode plastic region. Pada metode ini, pertama
baut dikencangkan pada momen yang mendekati yield point (titik
getas), kemudian diputar lagi sampai melewati yield point. Baut tipe ini
menghalangi tegangan aksial di daerah plastic region.

DAERAH ELASTIS

DAERAH PLASTIS

TEKANAN AKSIAL BAUT

VARIASI KECIL

PATAH
TITIK
GETAS

VARIASI
BESAR

PEMANJANGAN BAUT

Grafik 1. Metode Pengencangan Baut


MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 34

BAB II
SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN
KOMPETE NSI

5.1. Sumber Daya Manusia


Pelatih
Pelatih Anda dipilih karena dia telah [Link] Pelatih adalah untuk
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.


Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar.
Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan
untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika
diperlukan.

Penilai
Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian
di tempat kerja. Penilai akan :
a. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan
proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
b. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk
diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan
Anda.
c. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

Teman kerja / sesama peserta pelatihan


Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan
sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan
proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu
yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan
belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar
Anda.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 35

5.2.

Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )


Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses
pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman
Belajar ini.
Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.

Buku referensi (text book)/ buku manual servis


Lembar kerja
Diagram-diagram, gambar
Contoh tugas kerja
Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk
membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada
suatu unit kompetensi.
Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan
sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan
mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain
yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan
dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 36

Judul

Brigestone Tire Maintenance

Pengarang

Tire Maintenance Bogor

Penerbit

PT. Brigestone Tire Indonesia

Tahun terbit

1992

Judul
Pengarang
Penerbit
Tahun terbit

Judul
Pengarang
Penerbit
Tahun terbit

:
:
:
:

New Step 1 Training Manual


Team Toyota Astra Motor
PT. TOYOTA ASTRA MOTOR
1995

Dasar-Dasar Automotive.

Team Toyota Astra Motor

PT. TOYOTA ASTRA MOTOR

1987

Judul

Pengarang

Penerbit

Tahun terbit

Judul

Pengarang

Penerbit

Tahun terbit

Judul

Pengarang

Penerbit

Tahun terbit

Materi Pelajaran Chassis Group Step 2


Team Astra Motor Jakarta
PT. TOYOTA ASTRA MOTOR
1995
Service Manual Tyre Changer
Pontecchio Marconi
Pontecchio Marconi Bologna Italia
2003
Automotive Encyyclopedia
William K. Tobolt & Larry Johnson
The Good Heart- Wilcox Copany Inc Publisher
1977

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 37

5.3 Bahan Dan Alat Yang Digunakan


5.3.1 Bahan :
1).
2).
3).
4).
5).

Ban mobil Luar 13


Pelk Mobil Ring 13
Timah atau pembalans
Kain Lap/majun
Sabun Colek (Omo)

5.3.2. Alat :
1).
2).
3).
4).
5).

Mesin Pelepas Ban (Tire changer)


Mesin pembalans
Palu
Gunting besar
Tang potong

MODUL RODA & BAN BY SUKARDI, [Link]

Page 38

Anda mungkin juga menyukai